Anda di halaman 1dari 22

40

BAB 3
ANALISIS DATA DAN PERENCANAAN

3.1 Analisis SWOT


1. M1 (MAN)
Penentuan bobot:
Faktor strategi internal Skala K SP x K BOBOT
Prioritas
M1 (KETENAGAAN)
Internal Factor (IFAS)
STRENGTH
1) Perawat mengatakan puas dengan
7 7 49 49/196=0,21
kebersamaan dengan rekan kerja
2) Sebagian besar staf pernah
4 7 28 28/196=0,14
mengikuti pelatihan dalam bidang
keperawatan
3) Adanya tugas, peran, dan wewenang
2 7 14 14/196=0,07
yang jelas
4) Sudah mempunyai tenaga
6 7 42 42/196= 0,25
keperawatan lulusan Sarjana
keperawatan dan Sarjana
keperawatan Ners
5) Perawat mengatakan puas terhadap
5 7 35 35/196=0,18
komunikasi dengan atasan,
mengatakan puas dengan cara atasan
dalam membantu permasalahan
6) Adanya kedisiplinan pegawai .
1 7 7 7/196=0,04
7) Jenis ketenagaan:
S1 keperawatan ners 1 3 7 21 21/196=0,11
S1 keperawatan 2
D3 keperawatan 11
SPK 1
Non medis :
Ahli gizi : 1 orang
Administrasi : 1 orang
Clining servis : 2 orang

40
41

Jumlah 196 1
WEAKNESS
1. Masih banyak tenaga kerja yang 4 4 16 16/40=0,4
memiliki pendidikan DIII
keperawatan dengan jumlah 11
orang perawat dari 15 perawat
2. Tidak tersedianya supervisor 1 4 4 4/40=0,1
3. Tenaga keperawatan masih belum
3 4 12 12/40=0,3
mencukupi jumlah pasien
4. Pembagian shif dinas tidak sesuai
kebutuhan 2 4 8 8/40=0,2

Jumlah 40 1
b. External Factor Analysis Strategic
(EFAS )
OPPORTUNITY
1. Adanya perawat D3 yang sedang 5 4 20 20/60=0,33
melanjutkan pendidikan S1
2. Rumah sakit menerima mahasiswa 4 4 16 16/60=0,26
praktek dalam malakukan pelaksanaan
asuhan keperawatan.
3. Rumah sakit memberikan kebijakan 1 4 4 4/60=0,06
untuk memberi pelatihan bagi perawat
ruangan
4. Adanya mahasiswa S1 yang sedang 2 4 8 8/60=0,13
praktek manajemen keperawatan
5. Adanya kerjasama yang baik antar
3 4 12 12/60=0,2
mahasiswa dengan perawat klinik
Jumlah 60 1
THREATENED
1. Semakin banyaknya rumah sakit 1 4 4 4/40=0,1
yang menawarkan pelayanan
keperawatan berkualitas yang bisa
menjadi pesaing
2. Makin tinggi kesadaran masyarakat 2 4 8 8/40=0,2
akan pentingnya kesehatan
3. Ada tuntutan tinggi dari masyarakat 4 4 16 16/40=0,4
untuk pelayanan yang lebih
42

profesional
4. Rendahnya kesejahteraan perawat 3 4 12 12/40=0,3
.
Jumlah 18 1

2.M2 (SARANA PRASARANA)


Penentuan bobot:

Faktor strategi internal Skala K SP x BOBOT


Prioritas K
M2 (SARANA PRASARANA)
Internal Factor (IFAS)
STRENGTH
1) Mempunyai sarana dan prasarana untuk pasien 5 6 30 30/126=0,23
dan tenaga kesehatan.
2) Sebagian besar inventaris kesehatan lengkap 4 6 24 24/126=0,19
3) Ruang Aster sudah memiliki nurse station dan 2 6 12 12/126=0,10
digunakan secara optimal.
4) Mempunyai peralatan oksigenasi dan semua 3 6 18 18/126=0,14
perawat ruangan mampu menggunakannya
5) Memberikan kesempatan untuk belajar 1 6 6 6/126=0,04
manajemen keperawatan secara luas
6) RS pemerintah tipe B sekaligus sebagai RS 6 6 36 36/126=0,28
pendidikan.
Jumlah 126 1
WEAKNESS
1) Tidak tersedianya ruangan khusus untuk 9 9 81 81/405=0,2
menyimpan peralatan.
2) Peralatan yang ada tidak disusun dengan rapi 7 9 63 63/405=0,15
pada tempat yang sudah tersedia.
3) Tulisan Nurse station masih kurang jelas 8 9 72 72/405=0,17
mengarah pada nama ruangan.
4) Belum terpakainya sarana dan prasarana 6 9 54 54/405=0,13
secara optimal
5) Ada keluarga pasien yang memakai wastafel 5 9 45 45/405=0,11
untuk mencuci piring dan gelas
6) Sampiran masih kurang banyak 2 9 18 18/405=0,04
7) Kurangnya kebersihan lantai di WC dan 3 9 27 27/405=0,06
Kamar mandi untuk pasien.
8) Ada alat kesehatan seperti kursi roda yang 4 9 36 36/405=0,09
kurang baik.
9) Belum termanfaatkannya administrasi secara 1 9 9 9/405=0,02
optimal
Jumlah 405 1
External Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
43

1) Adanya bantuan dana dari APBN/APBD, kas 6 6 36 36/126=0,28


rumah sakit untuk keperluan sarana dan
prasarana ruangan.
2) Ruangan yang luas serta terdapat pembagian 5 6 30 30/126=0,23
ruangan yang khusus.
3) Adanya cleanning service yang membantu 4 6 24 24/126=0,19
menjaga kebersihan ruangan.
4) Adanya kebijakan pemerintah tentang 3 6 18 18/126=0,14
profesionalisasi perawat
5) Adanya program akreditasi RS dari pemerintah 1 6 6 6/126=0,05
dimana MAKP merupakan salah satu penilaian.
6) Beralihnya peran dan fungsi RS. 2 6 12 12/126=0,09
Jumlah 126 1
THREATENED
1) Adanya keluhan atau tuntutan dari pasien 5 6 30 30/126=0.23
tentang ketersediaan sarana dan prasarana yang
kurang memadai.
2) Kesenjangan jumlah pasien dengan peralatan 3 6 18 18/126=0.14
yang diperlukan
3) Ada tuntutan tinggi dari masyarakat untuk 6 6 36 36/126=0.28
pelayanan yang lebih professional
4) Makin tingginya kesadaran masyarakat akan 4 6 24 24/126=0.19
hukum
5) Makin tingginya kesadaran masyarakat akan 2 6 12 12/126=0.09
kesehatan
6) Kebijakan pemerintah tentang 1 6 6 6/126=0.05
ASKES/BPJS/SKTM
Jumlah 126 1

3. M3 – METODE (MAKP)
Penentuan bobot:

SKALA K SP x BOBOT
ANALISIS SWOT
PRIORITAS K
44

M3 – METODE
MAKP
Internal Factor (IFAS)
STRENGTH
1) Sudah ada model asuhan keperawatan 7 7 49 49/196 = 0,25
yang digunakan di ruangan Nusa Indah
yaitu metode SP2KP dan sudah berjalan
dengan baik dan diterapkan pada dinas
pagi, dinas siang, dan dinas malam.
2) Model yang digunakan sudah sesuai 1 7 7 7/196 = 0,03
dengan visi dan misi ruangan.
3) Ruangan sudah memiliki standar asuhan 5 7 35 35/196 = 0,17
keperawatan yang sesuai dengan SOP dan
SAK.
4) Sudah dilaksanakannya alur 6 7 42 42/196 = 0,21
kepemimpinan dengan semestinya.
5) Sebagian besar perawat sudah 4 7 28 28/196 = 0,14
melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya sesuai dengan fungsi dan peran
masing-masing
6) Terlaksananya komunikasi yang cukup 2 7 14 14/196= 0,07
baik antar petugas kesehatan.
7) Kerjasama antar tim yang dibagi per tim 3 7 21 21/196 = 0,10
sudah baik dan terlaksana sesuai dengan
tugasnya.
To 196
tal

WEAKNESS
1) Isi dan materi timbang terima belum 4 5 20 20/75=0,26
berpokus pada masalah keperawatan.
2) Pendokumentasian proses keperawatan 5 5 25 25/75=0,33
belum optimal.
3) Ronde keperawatan belum rutin 2 5 10 10/75=0,13
dilaksanakan.
4) Ketidak sedianya supervesior. 3 5 15 15/75=0,2
5) Discharge planning belum terlaksananya 1 5 5 5/75=0,06
dengan optimal.
75
Total

External Factor (EFAS)


OPPORTUNITY
1) Adanya mahasiswa yang melakukan 8 8 64 64/288=0,22
praktek klinik di ruangan sehingga dapat
menerapkan SOP yang sesuai dengan
45

standar RS.
2) Adanya kerjasama yang baik antara 5 8 40 40/288=0,13
mahasiswa perawat dengan perawat
ruangan.
3) Adanya mahasiswa S1 keperawatan yang 7 8 56 56/288=0,19
melakukan praktek manajemen
keperawatan di ruangan untuk
mengevaluasi dan memberikan saran
terhadap SOP dan SAK yang dijalankan
oleh perawat (staf).
4) Adanya tenaga keperawatan yang 1 8 8 8/288=0,02
melakukan tugas supervisior
5) Proses pendokumentasian keperawatan 3 8 24 24/288=0,08
dapat terlaksana secara optimal.
6) Ronde keperawatan dapat terlaksana 2 8 16 16/288=0,05
dengan rutin.
7) Isi dan materi timbang terima sudah 4 8 32 32/288=0,11
berpokus pada masalah keperawatan.
8) Proses discharge planning dapat 6 8 48 48/288=0,16
dilaksanakan secara optimal.
Total 288

THREATENED
1) Persaingan antar rumah sakit swasta yang 2 4 8 8/40= 0,2
semakin ketat.
2) Adanya tuntutan masyarakat yang semakin 4 4 16 16/40= 0,4
tinggi terhadap peningkatan pelayanan
keperawatan yang lebih profesional.
3) Akreditasi rumah sakit terhadap 1 4 4 4/40=0,1
pendokumentasian
4) Adanya ketidakpercayaan pasien terhadap 3 4 12 4/40=0,3
pengelolaan sentralisasi obat.

Total 40

4. M4 (MONEY)
Penentuan bobot:
Faktor strategi internal Skala K SP x BOBOT
46

Prioritas K
M4 (MONEY)
Internal Factor (IFAS)
STRENGTH
1) Sebanyak 80% perawat dengan status PNS 4 4 16 16/40=0,4
merasa puas dengan gajih yang
diterimanya.
2) Sebanyak 60% perawat dengan status PNS 2 4 8 8/40=0.2
merasa puas dengan gajih yang
diterimanya karena sesuai dengan tingkat
pendidikannya.
3) Sebanyak 60% perawat dengan status 3 4 12 12/40=0.3
BLUD merasa setuju dengan kenaikan
posisi/promosi/ gajih ditangani dengan adil
dengan memperhatikan masa kerja, kinerja
dan kemampuan.
4) Ruangan memiliki uang kas dari jasa 1 4 4 4/40=0.1
keperawatan yang digunakan (jualan,
potongan jasa dll) yang digunakan untuk
THR.
Jumlah 40 1
WEAKNESS
1) Sebanyak 80% perawat dengan status
BLUD merasa tidak puas dengan gajih 1 2 2 2/6=0,3
yang diterimanya.
2) Sebanyak 80% perawat dengan status
BLUD merasa tidak puas dengan gajih 2 2 4 4/6=0,7
yang diterimanya karena tidak sesuai
dengan tingkat pendidikannya.
Jumlah 6 1
External Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Menurut hasil pengamatan pengamat
terlihat bahwa perawat terlihat semangat 1 1 1 1/1=1
dan dapat menyelesaikan tugas/ pekerjaan
sesuai dengan waktu yang ditetapkan
Jumlah 1 1
THREATENED
1. Adanya tuntutan dari klien atau keluarga
untuk memperbaiki fasilitas atau 1 1 1 1/1 = 1
kebutuhan tidak terduga
Jumlah 1 1

5. M5 (MARKETING)
Penentuan bobot:
ANALISIS SWOT Skala K Sp x K Bobot
47

Prioritas
M5 (MARKETING)
Internal Factor (IFAS)
STRENGTH
1. Letak RSUD dr.Doris Silvanus yang 4 6 24 24/105= 0,22
strategis dipusat kota
2. Masyarakat biasa menggunakan jasa 5 6 30 30/105= 0,28
ASKES, JAMKESMAS, JAMKESDA,
dan JAMSOSTEK.
3. Bangunan RSUD dr.Doris Silvanus 2 6 12 12/105= 0,11
yang megah sehingga menjadi daya
tarik bagi masyarakat
4. Sistem pemasaran dilakukan melalui 1 6 6 6/105= 0,05
siaran Televisi daerah
5. Menyediakan pengobatan gratis bagi 3 6 18 18/105=0,17
yang memiliki ASKES,
JAMKESMAS, JAMKESDA, dan
JAMSOSTEK. 3 6 15 15/105=0,14
6. RSUD dr.Doris Silvanus sedang dalam
pembangunan bangunan dan
pengembangan dalam bidang
pelayanan

Total 105

WEAKNESS
1. Dari jumlah pasien terbanyak 1 1 1 1/1=1
ternyata pasien dari kabupaten lebih
banyak daripada pasien dari kota
Total 1 1

External Factor (EFAS)


OPPORTUNITY
1. RSUD dr.Doris Silvanus yang yang 1 1 1 1/1=1
sedang membangun gedung baru dapat
menampung pasien dari kabupaten dan
kota dengan kapasitas pasien yang
banyak
1 1
Total

THREATENED
1. Dengan pelayanan rumah sakit yang 1 2 2 2/12=0,17
belum optimal bias menurunkan
tingkat kepercayaan masyarakat
terhadap rumah sakit doris Silvanus
2. Banyaknya rumah sakit dan klinik 5 2 10 10/12= 0,83
yang dibangun.
48

Total 12 1

A. Hasil Analisa SWOT


1. Skoring 5 M

No. Analisa SWOT Bobot Rating Bobot x Rating


1. MI ( ketenagaan )
Factor internal
(IFAS) :
Kekuatan
1) Perawat 0,21 4 0,84 SW
mengatakan puas
2,63-2,6=0.03
dengan
kebersamaan
dengan rekan kerja
2) Sebagian besar staf 0,14 3 0,42
pernah mengikuti
pelatihan dalam
bidang
keperawatan
3) Adanya tugas, 0,07 2 0,14
peran, dan
wewenang yang
jelas
4) Sudah mempunyai 0,25 2 0,5
tenaga
keperawatan
lulusan Sarjana
keperawatan dan
Sarjana
keperawatan Ners
5) Perawat 0,18 3 0,54
mengatakan puas
terhadap
komunikasi dengan
49

atasan, mengatakan
puas dengan cara
atasan dalam
membantu
permasalahan
6) Adanya kedisiplinan 0,04 2 0,08
pegawai .
7) Jenis ketenagaan: 0,11 1 0,11
S1 keperawatan ners 1
S1 keperawatan 2
D3 keperawatan 11
SPK 1
Non medis :
Ahli gizi : 1 orang
Administrasi : 1 orang
Clining servis : 2 orang
Total

Kelemahan
1. Masih banyak 1 2.63
tenaga kerja yang
memiliki pendidikan
DIII keperawatan 0,4 3 1.2
dengan jumlah 11
orang perawat dari
15 perawat
2. Tidak tersedianya
supervisor
3. Tenaga keperawatan
masih belum
0,1 1 0,1
mencukupi jumlah
pasien
4. Pembagian shif 0,3 3 0,9
dinas tidak sesuai
kebutuhan

Total
0,2 2 0,4

Factor Eksternal
( EFAS ) :
50

Peluang
1. Adanya perawat D3 1 2.6
yang sedang
melanjutkan
pendidikan S1
2. Rumah sakit
menerima
mahasiswa praktek
dalam malakukan 0,33 3 0,99 OT=
pelaksanaan asuhan 3.27-1.82=1.45
keperawatan.
3. Rumah sakit
memberikan 0,26 3 0,78
kebijakan untuk
memberi pelatihan
bagi perawat
ruangan
4. Adanya mahasiswa
S1 yang sedang 0,06 3 0,18
praktek manajemen
keperawatan
5. Adanya kerjasama
yang baik antar
mahasiswa dengan
perawat klinik
0,13 4 0,52
Total

Ancaman
1. Semakin banyaknya
0,2 4 0,8
rumah sakit yang
menawarkan
pelayanan
keperawatan
1 3.27
berkualitas yang
bisa menjadi
pesaing
51

2. Makin tingginya 0,1 2 0,2


kesedaran
masyarakat tentang
pentingnya
kesehatan
3. Ada tuntutan tinggi
dari masyarakat
untuk pelayanan
yang lebih 0,2 3 0,6
profesional
4. Rendahnya
kesejahteraan
perawat
0,4 3 0,12
Total

0,3 3 0,9

1 1,82
2. M2 (Sarana dan
Prasarana)
Faktor internal
(IFAS)
Kekuatan
1) Mempunyai sarana 0,23 3 0,69 S  W=2,74-
dan prasarana 1,8=0,94
untuk pasien dan
tenaga kesehatan.
2) Sebagian besar 0,19 2 0,38
inventaris
kesehatan lengkap
3) Ruang Nusa Indah 0,09 1 0,09
sudah memiliki
nurse station dan
digunakan secara
optimal.
52

4) Mempunyai 0,14 3 0,42


peralatan
oksigenasi dan
semua perawat
ruangan mampu
menggunakannya 0,04 1 0,04
5) Memberikan
kesempatan untuk
belajar manajemen
keperawatan secara
luas 0,28 4 1,12
6) RS pemerintah tipe
B sekaligus sebagai
RS pendidikan
Total 2,74

Kelemahan
1) Tidak tersedianya 0,2 1 0,2
ruangan khusus
untuk menyimpan
peralatan.
2) Peralatan yang ada 0,15 2 0,3
tidak disusun
dengan rapi pada
tempat yang sudah
tersedia.
3) Tulisan Nurse 0,17 1 0,17
station masih
kurang jelas
mengarah pada
nama ruangan. 0,13 3 0,39
4) Belum terpakainya
sarana dan
prasarana secara
optimal
5) Tidak ada wastafel 0,11 2 0,22
di masing-masing
kamar pasien.
6) Memiliki peralatan 0,04 3 0,12
yang menunjang
administrasi.
7) Kurangnya 0,06 3 0,18
kebersihan lantai di
WC dan Kamar
mandi untuk
pasien.
8) Adanya peralatan 0,09 2 0,18
Non medis yang
53

tidak bisa
digunakan.
9) Belum
termanfaatkannya 0,02 2 0,04
administrasi secara
optimal.
Total 1,8

Faktor Eksternal
(EFAS)
Peluang
1) Adanya bantuan 0,28 4 1,12
dana dari
APBN/APBD, kas
rumah sakit untuk
keperluan sarana
dan prasarana OT=
ruangan. 3,09-2,74
2) Ruangan yang luas 0,23 2 0,46 =0,35
serta terdapat
pembagian ruangan
yang khusus.
3) Adanya cleanning 0,19 4 0,76
service yang
membantu menjaga
kebersihan
ruangan.
4) Adanya kebijakan 0,14 3 0,42
pemerintah tentang
profesionalisasi
perawat.
5) Adanya program 0,05 3 0,15
akreditasi RS dari
pemerintah dimana
MAKP merupakan
salah satu penilaian
6) Beralihnya peran 0,09 2 0,18
dan fungsi RS
Total 3,09

Ancaman
1) Adanya keluhan 0.23 3 0,69
atau tuntutan dari
pasien tentang
ketersediaan sarana
dan prasarana yang
54

kurang memadai.
2) Kesenjangan 0.14 2 0,28
jumlah pasien
dengan peralatan
yang diperlukan
3) Ada tuntutan tinggi 0.28 2 0,56
dari masyarakat
untuk pelayanan
yang lebih
professional
4) Adanya tuntutan 0.19 2 0,38
peningkatan
pelayanan
keperawatan.
5) Makin tingginya 0.09 4 0,36
kesadaran
masyarakat akan
kesehatan
6) Kebijakan 0.05 4 0,2
pemerintah tentang
ASKES/BPJS/SKT
M
Total 2,47

No. Analisa SWOT Bobot Rating Bobot x Rating


3. M3- METHOD
Penerapan Model
Faktor Internal (IFAS)
Kekuatan
1) Sudah ada model 0,25 3 0,75 S-W
asuhan 2,3-1,5
keperawatan yang = 0,8
digunakan di
ruangan Nusa
Indah yaitu metode
SP2KP dan sudah
berjalan dengan
baik dan
diterapkan pada
dinas pagi, dinas
siang, dan dinas
malam.
2) Model yang 0,03 1 0,03
digunakan sudah
sesuai dengan visi
dan misi ruangan.
55

3) Ruangan sudah 0,17 2 0,34


memiliki standar
asuhan
keperawatan yang
sesuai dengan SOP
dan SAK.
4) Sudah 0,21 3 0,63
dilaksanakannya
alur kepemimpinan
dengan
semestinya.
5) Sebagian besar 0,14 2 0,28
perawat sudah
melaksanakan
tugas dantanggung
jawabnya sesuai
dengan fungsi dan
peran masing-
masing
6) Terlaksananya 0,07 1 0,07
komunikasi yang
cukup baik antar
petugas kesehatan.
7) Kerjasama antar 0,10 2 0,20
tim yang dibagi per
tim sudah baik dan
terlaksana sesuai
dengan tugasnya.
Total 1 2,3

Kelemahan
1) Isi dan materi 0,26 1 0,26
timbang terima
belum berpokus
pada masalah
keperawatan.
2) Pendokumentasia 0,33 2 0,66
n proses
keperawatan
belum optimal.
3) Ronde 0,13 2 0,26
keperawatan
belum rutin
dilaksanakan.
4) Ketidak sedianya 0,2 1 0,2
supervesior
5) Discharge 0,06 2 0,12
56

planning belum
terlaksananya
dengan optimal
Total 1 1,5

Faktor Eksternal
(EFAS)
Peluang
1) Adanya 0,22 3 0,66
mahasiswa yang O  T=
melakukan 2,67-1,9
praktek klinik di = 0,77
ruangan sehingga
dapat
menerapkan SOP
yang sesuai
dengan standar
RS.
2) Adanya 0,13 2 0,26
kerjasama yang
baik antara
mahasiswa
perawat dengan
perawat ruangan.
3) Adanya 0,19 2 0,38
mahasiswa S1
keperawatan
yang melakukan
praktek
manajemen
keperawatan di
ruangan untuk
mengevaluasi dan
memberikan
saran terhadap
SOP dan SAK
yang dijalankan
oleh perawat
(staf).
4) Adanya tenaga 0,02 2 0,04
keperawatan
yang melakukan
tugas supervisior
5) Proses 0,08 3 0,24
pendokumentasia
n keperawatan
dapat terlaksana
secara optimal.
57

6) Ronde 0,05 3 0,1


keperawatan
dapat terlaksana
dengan rutin.
7) Isi dan materi 0,11 3 0,33
timbang terima
sudah berpokus
pada masalah
keperawatan.
8) Proses discharge 0,16 3 0,48
planning dapat
dilaksanakan
secara optimal.
Total 1 2,67

Ancaman
1) Persaingan antar 0,2 2 0,4
rumah sakit
swasta yang
semakin ketat.
2) Adanya tuntutan 0,4 2 0,8
masyarakat yang
semakin tinggi
terhadap
peningkatan
pelayanan
keperawatan
yang lebih
profesional.
3) Akreditasi rumah 0,1 1 0,1
sakit terhadap
pendokumentasia
n
4) Adanya 0,3 2 0,6
ketidakpercayaan
pasien terhadap
pengelolaan
sentralisasi obat.

Total 1 1,9

4. M4
(money/keuangan)
Faktor Internal (IFAS)
Kekuatan 0.4 2 0.8
1) Sebanyak 80%
58

perawat dengan
status PNS merasa
puas dengan gajih
yang diterimanya. SW=
2) Sebanyak 60% 0.2 3 0.6 2.4-2.3= 0.1
perawat dengan
status PNS merasa
puas dengan gajih
yang diterimanya
karena sesuai
dengan tingkat
pendidikannya.
3) Sebanyak 60% 0.3 2 0.6
perawat dengan
status BLUD
merasa setuju
dengan kenaikan
posisi/promosi/
gajih ditangani
dengan adil dengan
memperhatikan
masa kerja, kinerja
dan kemampuan.
4) Ruangan memiliki 0.1 4 0.4
uang kas dari jasa
keperawatan yang
digunakan (jualan,
potongan jasa dll)
yang digunakan
untuk THR.

Total 2.4

Kelemahan O-T=
1) Sebanyak 80% 0,3 3 0.9 3-2=1
perawat dengan
status BLUD
merasa tidak puas
dengan gajih yang
diterimanya.
2) Sebanyak 80% 0,7 2 1.4
perawat dengan
status BLUD
merasa tidak puas
dengan gajih yang
diterimanya karena
tidak sesuai
dengan tingkat
59

pendidikannya.

Total 2.3

Peluang
1) Menurut hasil 1 3 3
pengamatan
pengamat terlihat
bahwa perawat
terlihat semangat
dan dapat
menyelesaikan
tugas/ pekerjaan
sesuai dengan
waktu yang 3
ditetapkan
Total 1 2 2
Ancaman
1) Adanya tuntutan
dari klien atau
keluarga untuk
memperbaiki
fasilitas atau
kebutuhan tidak
terduga.
Total 2
5. M5 (MARKETING)
Internal Factor
(IFAS)
STRENGTH
1. Letak RSUD 0,22 1 0,22
dr.Doris Silvanus
yang strategis
dipusat kota
2. Masyarakat bisa 0,28 3 0,84 S-W=
menggunakan jasa 2,59-1=
ASKES, 1,59
JAMKESMAS,
JAMKESDA,
JAMSOSTEK.
3. Bangunan RSUD 0,11 3 0,33
dr.Doris Silvanus
yang megah
sehingga menjadi
daya tarik bagi
masyarakat
4. Sistem pemasaran 0,05 2 0,1
dilakukan melalui
60

siaran Telivisi
5. Menyediakan 0,17 4 0,68
pengobatan gratis
bagi yang
memiliki ASKES
JAMKESMAS,
JAMKESDA, dan
JAMSOSTEK. O-T=
6. RSUD dr.Doris 0,14 3 0,42 4-3,17= 0,83
Silvanus sedang
dalam
pembangunan
bangunan dan
pengembangan
dalam bidang
pelayanan.

Total 1 2,59
l

WEAKNESS
1. Dari 1 4 1
jumlah pasien
terbanyak ternyata
pasien dari
kabupaten lebih
banyak daripada
pasien dari kota 1 1
Total

External Factor
(EFAS)
OPPORTUNITY 1 4 4
1. RSUD
dr.Doris Silvanus
yang yang sedang
membangun
gedung baru dapat
menampung pasien
dari kabupaten dan
kota dengan
kapasitas pasien
yang banyak 1 4
Total:
THREATENED 0,17 4 0,68
1. Dengan pelayanan
rumah sakit yang
belum optimal bias
61

menurunkan
tingkat
kepercayaan
masyarakat
terhadap Rumah
Sakit Doris
Silvanus 0,83 3 2,49
2. Banyaknya rumah
sakit dan klinik
yang dibangun.
1 3,17
Total

Anda mungkin juga menyukai