Anda di halaman 1dari 60

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orientasi merupakan suatu program untuk memperkenalkan pegawai baru
pada peran, organisasi, kebijaksanaan, nilai, keyakinan dan pada rekan kerja.
Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh departemen sumber daya manusia dan hal
khusus dilakukan oleh supervisor dengan memberikan aspek umum kemudian
dilanjutkan dengan hal khusus. Orientasi pada dasarnya merupakan salah satu
komponen proses sosialisasi pegawai baru, yaitu suatu proses penanaman sikap,
standar, nilai, dan pola perilaku yang berlaku dalam perusahaan kepada pegawai
baru.
Program ini dirancang untuk menolong karyawan baru mengenal pekerjaan
dan perusahaan tempatnya bekerja. Program orientasi sering juga disebut dengan
induksi yakni memperkenalkan karyawan dengan peranan atau kedudukan
mereka, dengan organisasi dan dengan karyawan lain. Orientasi dilaksanakan
karena semua pegawai baru membutuhkan waktu untuk dapat menyesuaikan diri
atau beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang baru. Orientasi berarti
penyediaan informasi dasar, informasi dasar ini mencakup fakta-fakta seperti jam
kerja, cara memperoleh kartu pengenal, cara pembayaran gaji dan orang-orang
yang akan bekerja sama dengannya.
Program orientasi ini dilaksanakan pula oleh bagian SDM RSUP Dr. Wahidin
Sudirohusodo. Program orientasi ini diterapkan kepada seluruh pegawai baru
dalam lingkup rumah sakit baik yang berstatus sebagai pegawai negeri maupun
pegawai kontrak. Program orientasi ini terbagi menjadi dua tahap yakni program
orientasi umum guna memperkenalkan pegawai dengan jajaran direksi RSUP
Wahidin Sudiro Husodo serta program orientasi khusus. Program orientasi khusus
pegawai kontrak baru ini berlangsung sejak tanggal 26 oktober 2015 hingga
tanggal 31 desember 2015. Khusus pada profesi perawat, program orientasi
khusus dilaksanakan di sepuluh ruang perawatan yang mencakup ruang perawatan
lontara I, lontara II dan lontara IV.
Oleh karena pentingnya program orientasi ini, maka penulis menyusun
laporan hasil orientasi baik orientasi umum maupun laporan hasil dari orientasi

1|Page
khusus yang telah berlangsung sekitar sepuluh minggu disepuluh ruang perawatan
yang berbeda.
B. Tujuan Penulisan
1. Diketahuinya laporan hasil orientasi umum
2. Diketahuinya laporan hasil orientasi khusus
C. Manfaat Penulisan
1. Pegawai kontrak baru mampu mengenali dan mengidentifikasi struktur
organisasi/ jajaran direksi di lingkup RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
2. Pegawai kontrak baru mampu mengenali dan mengidentifikasi ruang
perawatan di lingkup RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

BAB II
ORIENTASI UMUM
A. Sejarah RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo
Sebelum terbentuknya RSUP Dr. wahidin Sudirohusodo ini, tepatnya pada
tahun 1947 didirikan rumah sakit dengan meminjam dua (2) bangsal rumah sakit
jiwa yang telah berdiri sejak tahun 1942 sebagai bangsal bedah dan penyakit

2|Page
dalam yang merupakan cikal bakal berdirinya Rumah Sakit Umum Dadi. Pada
awalnya ditahun 1957 RSU Dadi yang berlokasi di jalan Lanto Dg. Pasewang No.
43 Makassar ini berfungsi sebagai rumah sakit pemda Tingkat 1 Sulawesi
Selatan, yaitu rumah sakit yang manajemennya diatur oleh pemerintah daerah
sulawsi selatan. Hingga pada tahun 1992 rumah sakit dadi menjadi rumah sakit
dengan klasifikasi B. Pengembangan pembangunan rumah sakit inipun
dipindahkan ke Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 11 Makassar, Berdekatan dengan
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Pada tahun 1994 RSU Dadi berubah menjadi Rumah Sakit Vertical milik
departemen kesehatan dengan nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.
Wahidin Sudirohusodo berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan R.I. No.
540/SK/VI/1994 sebagai rumah sakit kelas A dan sebagai rumah sakit pendidikan
serta sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di kawasan timur Indonesia.
Pada tanggal 10 Desember 1995 RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo ditetapkan
menjadi rumah sakit unit swadana dan pada tahun 1998 dikeluarkan Undang –
Undang No. 30 Tahun 1997 berubah menjadi unit Pengguna Pendapatan Negara
Bukan Pajak ( PNBP ). Dengan terbitnya peraturan pemerintah R.I. No. 125 tahun
2000, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo beralih status kelembagaan menjadi
Perusahaan Jawatan (PERJAN )
B. Sejarah Pemberian Nama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo
Pada dasarnya nama RSUP Wahidin Surdirohusodo pun memiliki sejarah
dimana pada tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional
bangsa Indonesia, sekaligus juga sebagai peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia
yang pada hari itu didirikan organisasi Boedi Oetomo oleh Soetomo, Goenawan
Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, Soeleman, dll. Mereka adalah pelajar
School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau sekolah dokter jawa,
yang mempunyai cita-cita untuk mengangkat derajat bangsanya dari “cibiran”
kaum penjajah. Bahkan berdirinya pun di salah satu ruangan gedung STOVIA,
yang sekarang menjadi kampus FKUI Jakarta. Sekolah kedokteran STOVIA
menjadi saksi betapa siswa-siswa sekolah kedokteran turut ambil bagian bagi
perjalanan sejarah bangsa ini. Minggu, 20 Mei 1908, pukul 9 pagi di ruang kuliah
anatomi, sebuah perkumpulan bernama Boedi Oetomo berdiri. Perkumpulan ini

3|Page
lahir di atas kesadaran para pendirinya, betapa penjajahan melahirkan kebodohan,
kemelaratan, dan penderitaan bagi rakyat. Maka, kemajuan perlu dikejar salah
satunya dengan pendidikan. Hanya dengan kepandaian dan kecerdasan cita-cita
luhur sebuah bangsa dapat diperjuangkan. Cukuplah bangsa Indonesia
direndahkan martabatnya oleh bangsa lain dalam hal ini penjajah sebagai bangsa
yang bodoh dan dapat diambil keuntungan sebanyak-banyaknya
Apa yang diusahakan Soetomo dan rekan-rekannya tidak terlepas dari
idealisme seorang Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Dokter yang telah pensiun ini
menjadi pimpinan redaksi surat kabar "Retnodhumilah" tahun 1901-1906. Melalui
surat kabar tersebut, Wahidin selalu berusaha membangkitkan pengertian
golongan priyayi Bumiputera agar memberikan bantuan pada rakyat untuk
meningkatkan kecerdasan mereka. Caranya adalah dengan membentuk
Studiefonds atau dana pendidikan. Sekolah-sekolah yang sudah ada berdiri lebih
ditujukan untuk kepentingan Belanda, yang membutuhkan tenaga yang dapat
membaca dan menulis dikarenakan jika harus selalu mendatangkan tenaga dari
Belanda maka memiliki ongkos yang terlalu besar. Wahidin sendiri adalah lulusan
Sekolah Dokter Jawa Weltevreden dan selanjutnya menjadi asisten dosen di
almamaternya. Meski suaranya menghimbau kalangan pribumi cukup keras
melalui tulisan-tulisannya, namun Wahidin merasa seruan tersebut tidak
membuahkan hasil. Wahidin pun mencoba cara lain, yaitu dengan terjun langsung
ke lapangan mempropagandakan cita-citanya ke kalangan para bangsawan atau
priyayi-priyayi bumiputera. Ia pun mengadakan perjalanan keliling Jawa menemui
kalangan elit masyarakat, mengajak mereka ikut aktif memikirkan pendidikan
bangsa yang masih rendah tingkat kecerdasannya. Ia membiayai sendiri
perjalanannya tersebut. Akhir tahun 1907, dalam perjalanan menuju Banten,
Wahidin singgah di Stovia. Ia memaparkan cita-citanya kepada R. Soetomo dan
M. Soeradji dan kedua siswa STOVIA tersebut sangat terkesan oleh segala upaya
Wahidin. Dari pertemuan inilah Soetomo semakin terbakar untuk mendirikan
Boedi Oetomo.
Apa yang dilakukan Dr.Wahidin Sudirohusodo, menunjukkan bagaimana
peran seorang dokter yang berjuang ikhlas untuk kepentingan bangsanya meski

4|Page
untuk itu ia menghabiskan harta kekayaannya, dan perjuangan beliau dapat
direfleksikan pada kondisi kekinian khususnya bagi komunitas RSUP Dr.Wahidin
Sudirohusodo Makassar, dimana kepedulian terhadap kondisi kesehatan
masyarakat, berupa tingginya penyakit-penyakit infeksi seperti TB,AIDS & flu-
burung, makin meningkatnya kasus penyakit metabolik & kanker, masih tingginya
angka kematian ibu & bayi serta kondisi rawan bencana alam khususnya di
wilayah indonesia timur, tetap menjadi fokus utama bagi kita semua. Perhatian
dan kepedulian itu tidak cukup hanya dengan optimalisasi pelayanan di dalam
rumah sakit namun juga keluar tembok rumah sakit dalam meningkatkan
tanggung-jawab pembinaan terhadap rumah-sakit rumah sakit daerah.
C. Visi Misi RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana RSUP. Dr..
Wahidin Sudirohusodo harus dibawa dan berkarya secara produktif, inovatif
konsisten serta antsipatif terhadap perubahan. Visi tidak lain adalah suatu
gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra
yang ingin diwujudkan. Dengan mengacu pada batasan tersebut, visi RSUD Dr.
Wahidin Sudirohusodo adalah: “Menjadi Academic Health Center Terkemuka di
Indonesia Tahun 2019”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo
mencanangkan 3 misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan pelayanan, pendidikan dan penelitian bidang
kesehatan berkualitas yang terintegrasi, holistic dan professional
2. Menumbuhkembangkan system manajemen organisasi yang efektif
3. Mengampu rumah sakit jejaring di wilayah Indonesia Timur
D. Struktur Organisasi
Pihak yang mengelola perusahaan diatur sedemikian rupa dalam suatu
struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan suatu kerangka dasar tertentu
yang menunjukkan hubungan suatu organisasi dan individu-individu yang berbeda
di dalam suatu organisasi, melalui suatu struktur organisasi maka tugas dan
wewenang dan tanggung jawab setiap pejabat dapat diketaui dengan jelas dan
tegas, sehingga diharapkan setiap satuan-satuan organisasi dapat bekerja bersama-
sama secara harmonis. Untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan , struktur

5|Page
organisasi perusahaan merupakan salah satu unsur yang menentukan untuk
mencapai keberhasilan yang diharapkan perusahaan. Struktur organisasi yang baik
harus mampu berfungsi sebagai alat pengatur maupun pengawas usaha
pelaksanaan pencapaian tujuan perusahaan sehingga usaha-usaha yang dilakukan
dapat berjalan secara efisien dan efektif. Struktur organisasi yang disusun dengan
baik dan jelas akan membantu melaksanakan pembagian tugas dan tanggung
jawab yang jelas dan tegas antara suatu bagian dengan bagian lainnya, baik pada
tingkat manajemen atas, menengah, maupun tingkat bawah. Suatu perusahaan
harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan sifat dan jenis usahanya.
Pada gambar berikut ini kita akan dapat melihat bentuk struktur organisasi
dari RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo:

6|Page
Gambar 1: Bagan Stuktur Organisasi RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo
E. Uraian Tugas
Adapun Kegunaan dari pembagian tugas dalam sebuah organisasi/ perusahaan
adalah :
1. Untuk menghemat waktu dan tenaga.
2. Mencegah adanya penumpukan pekerjaan dalam suatu bagian.
3. Mempermudah pengawasan oleh pihak atasan.
4. Mempermudah pelaksanaan kerja
Berikut ini dapat diuraikan tugas dan tanggung jawab masing-masing
komponen organisasi RSUD Dr. Wahidin Sudirohusodo:
a. Direktur Administrasi dan Keuangan
Mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur
Utama dalam hal memonitor seluruh arus keuangan perusahaan dan sistem

7|Page
administrasi rumah sakit, pengkoordinasian pengelolaan dengan divisi-
divisinya.
b. Direktur Pelayanan dan Pendidikan
Mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur
Utama dalam hal penyusunan rencana kerja bidang pelayanan dan
pendidikan, pengkoordinasian pengelolaan dengan divisi-divisinya,
penyelenggaraan kegiatan pendidikan formal dan non formal bagi pegawai
serta kegiatan penelitian seluruh bidang keilmuan, baik medis,
keperawatan, maupun manajemen administrasi, pelaksanaan evaluasi hasil
dan monitoring
c. Direktur Sarana dan SDM
Mempunyai tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur
Utama dalam hal mengkoordinasikan divisi-divisi bagian pendidikan dan
pelatihan, penelitian, bagian sumber daya manusia dan bagian Sarana dan
Prasarana Medik dan Non Medik.
d. Direktur Perencanaan Pengembangan dan Promosi
Mempunyai tanggung jawab kepada Direktur Utama untuk melakukan
pengembangan RSUP.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang tidak
hanya dilakukan dengan peningkatan pelayanan namun mempromosikan
rumah sakit dengan membangun citra yang baik dimana menjadikan
RSUP.Dr.Wahidin Sudirohusodo sebagai salah satu rumah sakit yang
bertaraf Internasional.
e. Direktur Utama
Bertanggung jawab langsung kepada Dewan Pengawas.Dalam
melaksanakan tugasnya, direktur utama membawahi 4 direktur.Direktur
utama bertugas untuk memonitor jalannya operasional perusahaan.
f. Pengawas
Mempunyai tugas mengawasi seluruh kinerja RSUP Dr. Wahidin
Sudirohusodo dalam mencapai tujuan.

8|Page
F. Pelayanan
1. Pelayanan Rawat Jalan
Pelayanan rawat jalan ditunjang poliklinik spesialis dan sub spesialis yang
ditangani oleh 195 dokter ahli meliputi pelayanan Bedah Umum, Bedah
Tumor, Bedah Anak, Bedah Ortopedi, Bedah Urologi, Bedah Saraf, Kardiologi,
Anak.
Berikut penjelasannya:
a. Penyakit dalam meliputi paru-paru, endokirin, saluran cerna,
hematologi, onkologi, reumatologi dan geriatric
b. Kebidanan dan Kandungan meliputi Obsterti umum, Ginekologi,
Infertil, Fetomaternal, Urogenital, Onkologi, THT, Mata, Kulit dan
Kelamin, Gigi dan Mulut, Neurologi, dan Jiwa.
Bagi pasien yang mempunyai waktu terbatas dan menginginkan dilayani
oleh dokter yang diinginkan, disediakan Poliklinik Perjanjian. Kemudian
terdapat General Check Up disediakan untuk memonitor tingkat kebugaran dan
dapat mendeteksi dini adanya penyakit-penyakit yang diidap oleh pasien.
Fasilitas lain yang dimiliki adalah pelayanan nefrologi dan urologi yang
menyediakan fasilitas cuci darah ( hemodialisa ) untuk pasien gagal ginjal.
2. Pelayanan Rawat Inap
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai segmen, telah
disediakan 600 tempat tidur mulai dari kelas 3 hingga pelayanan super VIP
yang didukung dengan berbagai kemudahan pelayanan antara lain :
a. Customer Information yang akan memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh pelanggan
b. Customer Admission yang akan mengurus kebutuhan administrasi
pelanggan.
c. Customer Care yang akan membantu menangani berbagai keluhan
pelanggan.
d. Customer Relation yang akan memelihara hubungan dengan
pelanggan
Dan bagi pelangan yang memilih pelayanan super VIP maka pelanggan
dapat memilih dirawat oleh dokter ahli yang diinginkan.
3. Pelayanan Rawat Darurat
Pelayanan rawat darurat terletak disebelah kiri pintu utama yang
memberikan pelayanan cepat dan professional oleh tim dokter dan paramedic

9|Page
yang bersertifikat penanganan life saving serta dilengkapi dengan dokter ahli
yang siap 24 jam yang meliputi 7 spesialisasi.
a. Pelayanan Medis Gawat Darurat yang meliputi
1) Gawat Darurat Bedah
2) Gawat Darurat Non Bedah
3) Gawat Darurat Obstetri Gynekology
4) Gawat Darurat Pediatric
b. Pelayanan Khusus meliputi Pelayanan Penanggulangan Gawat
Darurat Bencana oleh tim BSB ( Brigade Siaga Bencana ) serta Tim
Siaga untuk pejabat Negara dan tamu Negara yang sesuai dengan
aturan yang ditentukan.
Pelayanan Gawat Darurat juga dilengkapi dengan 5 kamar operasi
untuk menangani pasien yang memerlukan tindakan operasi
emergensi, serta pelayanan penunjang yang siap 24 jam sperti CT
Scan, Radiodiagnostik lainnya, Laboratorium serta Bank Darah.
4. Pelayanan Intensif
Pelayanan Intensif untuk semua pasien baik pasien dewasa pada ICU
(Intensive Care Unit ) maupun pasien anak pada PICU ( Pediatric Intensive
Care Unit ). Unit ini dilengkapi dengan sarana yang lengkap dan mutakhir
seperti ventilator dengan berbagai mode, terapi titrasi serta pelayanan terbaru
saat ini yaitu terapi kontinyu pengganti fungsi ginjal ( CRRT ) dengan dokter
jaga 24 jam dengan kualifikasi konsultan intensive care ( KIC ) serta pasien
mendapatkan pemantauan hemodinamik invasive dan non invasive secara ketat
oleh perawatan-perawatan yang professional.

5. Pelayanan Bedah Sentral


Pelayan ini memiliki 10 kamar operasi yang didukung oleh 52 dokter ahli
dari 12 jenis keahlian yaitu:
a. Bedah Saraf
b. Bedah Thorax / Jantung
c. Bedah Anak
d. Bedah Umum / Vasculer
e. Bedah Tumor
f. Bedah Urologi
g. Bedah Orthopedi
h. Bedah Obgyn
i. Bedah Plastik

10 | P a g e
j. Bedah THT
k. Bedah Digestif
l. Bedah Mata
Pelayanan ini juga didukung oleh 6 ahli anastesi, tenaga paramedic terlatih
serta peralatan peralatan yang canggih antara lain mesin anastesi yang modern
dengan monitor invasive dan non invasive, microscope untuk bedah mikro,
bedah laser untuk operasi mata, peralatan bedah endoscopy untuk berbagai
bidang seperti ; THT, Urologi, Ortopedi, Obgyn dan Digestif.
6. Pelayanan Rehabilitasi Medik
Pelayanan rehabilitasi medic melaksanakan pelayanan secara tim yang
dipimpin oleh dokter ahli rehabilitasi medik dan dibantu dengan tenaga
fisioterapi, tenaga ocupasy therapy, tenaga speech therapy serta tenaga
orothetic prosthetic. Pelayanan ini juga dilengkapi dengan peralatan canggih
untuk memberikan pelayanan rehabilitasi seperti:
a. Rehabilitasi Musculoskeletal
b. Rehabilitasi Penyakit Paru-Paru
c. Rehabilitasi penyakit Neuromuskuler
d. Rehabilitasi Cardiovascular
e. Rehabilitasi Anak
7. Pelayanan Laboratorium
Pelayanan Laboratorium ini berfungsi sebagai penunjang diagnostik
memberikan pelayanan hematologi dan bank darah, kimi klinik, imunlogi,
cairan tubuh, mikrobiologi, parasitology, serta pelayanan patologi anatomi.
Pelayanan ini menyediakan pelayanan 24 jam yang didukung oleh tenaga yang
terampil, peralatan yang canggih dengan internal quality control yang ketat.
8. Cardiac Center
Cardiac center memberikan pelayanan terpadu tentang masalah – masalah
penyakit jantung da pembulu darah untuk pasien anak dan dewasa yang
meliputi penanganan kegawatdaruratan jantung, rawat jalan untuk pasien
penyakit jantung dan penanganan intensif ( ICCU )
Cardiac Center dilengkapi dengan peralatan penunjang yang canggih
seperti tread mill. Echocardiography, dan cateterisasi jantung yang dapat
mendeteksi dini berbagai kelainan pada jantung dan pemasangan stent untuk
melebarkan pembuluh nadi tanpa operasi.
9. Pelayanan Radiologi
Pelayanan radiology memberikan pelayanan radio imaging serta pelayanan
radiotherapy. Pelayanan ini memiliki 15 orang tenaga ahli radiology dan

11 | P a g e
radiotherapy serta ditunjang dengan alat – alat canggih seperti : CT Scan,
MRI, Mammography, USG, After loading dan C.arm
10. Pelayanan Farmasi
Instalasi farmasi menyediakan fasilitas untuk melakukan kegiatan :
a. Peracikan obat
b. Penyimpanan dan penyaluran obat – obatan dan bahan kimia ke
unit-unit pelayanan
c. Penyimpanan dan penyaluran alat kedokteran, alat perawatan, dan
alat kesehatan lainnya ke unit – unit pelayanan
d. Pelayanan kefarmasian untuk pasien
e. Penyuluhan obat ke masyarakat rumah sakit
Jumlah tenaga kerja yang tersedia yaitu 2 orang spesialis farmasi rumah
sakit, 21 orang apoteker, 40 orang asisten apoteker serta dibantu beberapa
tenaga administrasi.
Instalasi ini dalam pengembangan penerapan system pharmaceutical
careyaitu pelayanan kefarmasian di ruang rawat inap dan rawat jalan yang
meliputi drug history, unit dose, pemantauan zero defect, pemantauan
pemakaian obat, informasi obat dan konseling obat pasien. Pelayanan tersebut
ditunjuk agar pasien mendapatkan informasi yang jelas mengenai obat –
obatan yang di gunakan atau dikonsumsinya sehingga membantu efektivitas
pengobatan secara optimal.
11. Pendidikan dan Pelatihan
Memberikan pendidikan dan pelatihan bagi SDM rumah sakit baik untuk
tenaga medis, paramedic dan non medis serta melaksanakan pelatihan bagi
tenaga kesehatan di kawasan Indonesia timur.
12. Pelayanan laundry
Untuk mendukung pelayanan medis di rumah sakit, pelayanan laundry
menyiapkan berbagai keperluan linier dan laundry pada unit pelayanan dan
satuan pelayanan baik untuk kebutuhan rawat jalan, rawat inap, ICU maupun
COT.

12 | P a g e
BAB III
LAPORAN ORIENTASI KHUSUS

A. Lontara IV Atas Anak Belakang


Ruang perawatan lontara IV atas anak belakang merupakan ruang
perawatan yang diperuntukkan bagi anak yang menderita penyakit infeksi serta
penyakit lainnya yang mencakup beberapa sub divisi yakni divisi respirasi, gastro,
dan neuro. Pada ruang perawatan anak form pengkajiannya berbeda dengan pasien
dewasa. Form yang digunakan merupakan form pengkajian khusus pasien anak
terutama dalam skoring resiko jatuh yang menggunakan metode humpty dumpty
serta skoring kondisi kedaruratan pasien menggunakan metode PEWSS (pediatric
early warning scoring system). Persentase penggunaan tempat tidur diruang
perawatan ini rata-rata 85% serta rata-rata lama hari rawat pasien yang dirawat
adalah tujuh hari. Beberapa hal lainnya yang perlu diketahui dari ruang perawatan
lontara IV atas anak belakang yaitu :
1. Visi Misi Ruang Perawatan Lontara IV Anak Belakang
Ruang perawatan lontara IV anak belakang merupakan bagian dari instalasi
mother and child. Adapun visi dari instalasi mother and child yaitu
mewujudkan pelayanan kesehatan terpadu bagi ibu dan anak yang berstandar
internasional.
a. Visi Ruang Perawatan Lontara IV Anak Atas Belakang
Terwujudnya pelayanan kesehatan terpadu bagi anak sub divisi respirasi,
gastro, neuro, dan infeksi dengan layanan yang berstandar internasional.
b. Misi Ruang Perawatan Lontara IV Anak Atas Belakang

13 | P a g e
1) Menyelenggarakan sistem pemberian pelayanan kesehatan yang
profesional bagi anak sub divisi respirasi, gastro, neuro, dan infeksi.
2) Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan
dan penelitian yang menunjang pelayanan kesehatan sub divisi
respirasi, gastro, neuro, dan infeksi.
2. Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Lontara IV Anak Atas Belakang
a. dr. Hadia Angriani, Sp.A (K)
b. dr. Setia Budi, Sp.A (K)
c. dr. Henry D Nawing, Sp.A (K)
d. dr. Amiruddin, Sp.A (K)
e. DR. dr. Aidah Juliaty A Baso, Sp.A
f. dr. Julius Roma, Sp.A
g. dr. Rahmawaty, M.Kes, Sp.A
h. dr. Ninny Meutia Pelpessy, Sp.A
i. dr. Bahrul Fikri, M.Kes, Sp.A
j. DR. dr. Martina Madeppyngeng, Sp.A (K)
3. Struktur Organisasi Lontara IV Anak Atas Belakang

Kepala Instalasi Mother And Child


dr. Hadia Angriani, Sp.A (K)

Koordinator Rawat Inap Lontara IV


dr. Hasnawaty, Sp.OG (K)

Kepala Pelayanan Lontara IV Anak


Belakang
Nurhaeni Baba, S.Kep.,Ns

TIM A TIM B
Rahmaniah, S.Kep.,Ns Tahira, AMK
Dewanti Marlinda, S.Kep.,Ns Megah Fitriani, AMK
Irma Purnamasari,
Model yangS.Kep.,Ns Ayu Rahmadhani,
digunakan dalam pembagian tugas perawatS.Kep.,Ns
adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), hal ini didasarkan pada masih ada
perawat yang berlatar pendidikan akademi keperawatan dan pembagian tugas
berdasarkan shift. Jadwal shift/ jaga perawat terbagi dalam tiga yaitu shift
TIM D TIM C
Rita Rawaini, S.ST Maryam,AMK
Nurlina, S.Kep.,Ns Eka Pratiwi, AMK
Andi Ashari, S.Kep.,Ns Warni, AMK
14 | P a g e
pagi pukul 07.00 WITA-14.30 WITA, shift sore pukul 13.30 WITA-21.30
WITA, dan shift malam 20.30 WITA-07.30 WITA.
4. Fasilitas Ruang Perawatan
a. Ruang perawatan kelas II
Ruang perawatan kelas II terdiri dari dua kamar yakni kamar 8 dan kamar
9 dimana masing-masing kamar terdapat empat buah tempat tidur.
b. Ruang perawatan kelas III
Ruang perawatan kelas III terdiri dari dua kamar yakni kamar 6 dan
kamar 7 dimana masing-masing kamar terdapat enam buah tempat tidur.
Berdasarkan hasil observasi, kamar 6 diperuntukkan bagi anak yang
berusia lebih dari tiga tahun sedangkan kamar 7 diperuntukkan bagi anak
yang berusia dibawah tiga tahun.
c. Ruang isolasi
Ruang perawatan isolasi terletak di sudut belakang ruang perawatan yang
terdiri dari sebuah tempat tidur. Ruang perawatan ini digunakan untuk
merawat anak yang menderita penyakit menular baik menular melalui
udara seperti TB paru, maupun melalui kontak fisik/ sentuhan seperti
campak.
d. Ruang hemofilia
Ruang perawatan hemofilia juga terletak dibagian belakang ruang
perawatan dan terdiri dari dua tempat tidur. Ruang perawatan ini
merupakan ruang perawatan khusus bagi anak yang menderita kelainan
genetik pembekuan darah (hemofilia).
e. Ruang tindakan
Ruang tindakan merupakan ruang dimana perawat melakukan tindakan
invasif minimal seperti pemasangan infus. Ruangan ini sekaligus
berfungsi sebagai nurse station dimana berkas rekam medis pasien, alat
medis, dan arsip pasien lainnya tersimpan didalam ruangan ini.
f. Ruang dokter
Ruangan ini merupakan ruangan kerja dokter residen anak yang bertugas
dan digunakan pula sebagai ruang konsultasi bagi orang tua dengan
dokter.
g. Ruang kepala pelayanan
Ruangan ini merupakan ruang kerja bagi kepala pelayanan, dimana
diruangan ini biasanya kepala pelayanan mengadakan diskusi baik dengan

15 | P a g e
dokter maupun perawat mengenai hal yang menyangkut kondisi pasien
yang dirawat diruang perawatan lontara IV anak belakang.
h. Ruang satelit farmasi
Ruangan ini merupakan ruang penyimpanan obat terpadu bagi pasien
yang dirawat diruang perawatan lontara IV anak belakang.
5. Inventaris Ruang Perawatan Lontara IV Anak Atas Belakang
NO NAMA ALAT JUMLAH
1 Tensimeter 1
2 Stetoskop 1
3 Suction Pump 1
4 Tromol Besar 2
5 Tromol Kecil 1
6 Neurbekken 1
7 Set GV 1
8 Kereta O2 kecil 1
9 Buginasi Set 1
10 Syringe Pump Terumo 3
11 Infus Pump Terumo 3
12 Oxymetri -
13 Alat EKG 1
14 Meteran Oksigen (reguler) 10
15 Alat Nebulizer 1
16 Kulkas obat 1
17 Trolly Emergency 1
18 Tempat Tidur Besar 10
19 Tempat Tidur Kecil 13
20 Kasur Besar 10
21 Kasur Kecil 13
22 Lemari Besi Putih 13
23 Telepon 1
24 AC 3
25 Lemari Obat 3 Pintu 1
26 Seprei 27
27 Sarung Bantal 27
28 Selimut Pink 3
29 Lemari Pasien 27
30 Tempat Sampah Infeksi 2
31 Tempat Sampah Domestik Besar 1
32 Tempat Sampah Domestik Kecil 1
33 Meja Tindakan 2
34 Komputer 4
35 Meja Komputer 4
36 Bel 4

B. Lontara IV Atas Anak Depan

16 | P a g e
Ruang Perawatan Lontara IV Atas Depan (Mother and Child) adalah Ruangan
perawatan Anak RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan rumah sakit milik
Kementerian Kesehatan yang dibangun berdasarkan wujud nyata dari harapan
Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan Kelas
A dan sebagai rumah sakit pendidikan serta sebagai rumah sakit rujukan tertinggi
di kawasan timur Indonesia.
Batas Ruang Perawatan Anak
Ruang perawatan Anak dibatasi oleh :
Bagian depan : Ruang OK
Samping Kanan : Ruang Perawatan Lontara 3 Atas Depan
Bagian belakang : Ruang Perawatan Lontara IV Atas Depan
Samping Kiri : Ruang Perawatan Infection Centre
Ruang perawatan Anak Lontara IV Atas Depan terdiri dari Tujuh kamar
pasien yang terbagi atas Kelas III terdiri 3 kamar yaitu kamar 1, 2, 3, Kelas II
terdiri 2 kamar yaitu kamar 4, 5 dan terdiri 1 kamar Thalasemia, serta 1
kamar Khemoterapi. Kelas II masing-masing terdiri dari 4 tempat tidur
dengan jumlah tempat tidur sebanyak 8 tempat tidur. Kelas III masing-masing
terdiri dari 6 tempat tidur dengan jumlah tempat tidur sebanyak 18 tempat
tidur. Kamar Thalasemia terdiri dari 3 tempat tidur dan kamar Khemoterapi
terdiri dari 4 tempat tidur jadi untuk keseluruhan jumlah tempat tidur di
Lontara IV Atas Depan 33 tempat tidur. Sedangkan jumlah tenaga perawat
sebanyak 15 orang yang terdiri dari Kepala Pelayanan Lontara IV Anak
Depan, Ketua Tim A, Ketua Tim B, Ketua Tim C dan Ketua Tim D, serta
perawat pelaksana. Masing-masing tingkat pendidikan tenaga kesehatan di
ruang perawatan Anak terdiri dari :
S1 Ners : 5 Orang
S.SIT : 2 Orang
D3 Keperawatan : 8 Orang

1. Fungsi dari ruang perawatan Lontara IV Atas Depan


Berfungsi merawat pasien dengan penyakit terbanyak kelainan darah
pada anak dan pasien Khemoterapi, namun kini digunakan pula untuk
tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena keterbatasan ruangan.
2. Visi dan Misi
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana Ruang
perawatan anak Lontara IV Atas Depan harus dibawa dan berkarya secara

17 | P a g e
produktif, inovatif konsisten serta antsipatif terhadap perubahan. Visi tidak
lain adalah suatu gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang
berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan. Dengan mengacu pada batasan
tersebut, visi Instalasi Mother and Child adalah: “Terwujudnya pelayanan
kesehatan terpadu bagi anak sub divisi Respi, Gastro, Neuro dan Infeksi
dengan layanan yang berstandar internasional ”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Instalasi Mother and Child
mencanangkan 2 misi sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan sistem pemberian pelayanan kesehatan yang
professional bagi anak sub divisi Respi, Gastro, Neuro dan Infeksi.
2. Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan
dan penelitian yang menunjang pelayanan kesehatan sub divisi Respi,
Gastro, Neuro dan Infeksi.

3. Model Yang Digunakan Dalam Pembagian Tugas Perawat Di Lontara


IV Bawah Depan.
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar
belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas berdasarkan
Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
4. Jadwal Rotasi dan Shift
Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi mejadi tiga shift
 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 13.30-21.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 20.30-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
5. Struktur Organisasi Ruang Perawatan Anak
Struktur organisasi dari ruang perawatan anak terdiri dari:
a) Kepala Pelayanan Lontara IV
Anak Depan : H. Idaliana, S. SIT
b) Katim A : Harianti, S.Kep., Ns
Anggota :
1) Mariana, Amd. Kep
2) Ririn Adri Prima, AMK
3) ST. Asiah
c) Katim B : Methy
Pasenggong, S. SIT
1) Maryam, AMK

18 | P a g e
2) FitriahSyarif, S.Kep.,Ns
d) Katim C : Hj.
Nurwaida, AMK
1) Jumriani, S.Kep.,Ns
2) Agustina Magistar, Amd.Kep
3) Abd. Hakim, AMK
e) Katim D : A. Dian
Ekawati, S.Kep.,Ns
1) Helmi Bulkis, S.Kep.,Ns
2) Risdayanti Lallo, Amk
6. Bagan Struktur Organisasi Lontara IV Atas Depan

KEPALA INSTALASI
MOTHER AND CHILD CENTER
Koordinator RawatM,
dr. Hadia Angriani Inap
Sp.Lontara
A (K)
IV
dr. Hasnawaty, Sp.OG (K)
Kepala Pelayanan
Lontara IV Anak Depan
Hj. Idaliana, S. SIT
KATIM B KATIM C KATIM D
KATIM A Methy Pasenggong, S. Hj. Nurwahida, A. Dian Ekawati,
Harianti, S. Kep.,Ns SIT AMK S.Kep.,Ns
Mariana, Amd.Kep Maryam, AMK Jumriani, Helmi Bulkis, S.Kep.,Ns
Ririn Adri Prima, Fitriah Syarif, S.Kep.,Ns S.Kep.,Ns Risdayanti Lallo, AMK
AMK 7. Peran dan fungsi perawat di LontaraAgustinaMagistar,
IV Atas Depan
St. Asiah Amd.Kep
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan Abd. Hakim, AMK
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan
pasien dengan dokter
 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari
ketua tim hingga ke perawat pelaksana
o Ketua Tim
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh
perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilakukan
 Menganti cairan infuse

19 | P a g e
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
8. Kebutuhan Tenaga
Penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan metode Douglasyaitu:
Metode Douglas
Di ruang perawatan Lontara IV Atas Depan RSUP DR Wahidin Sudirohusodo
dirawat 33 orang pasien, 28 pasien tersebut membutuhkan bantuan dengan
perawatan minimal sedangkan 5 orang pasien membutuhkan bantuan dengan
perawatan total . Maka kebutuhan tenaga perawatan adalah sebagai berikut:
9. Diagnosa Terbanyak Untuk Bulan November 2015
No Diagnosa Jumlah
1 Crhonic Kidney Disease 1
2 Acute Limphoblastie Leukemia 68
3 Squamous Cell Carsinoma 5
4 Penyakit jantung bawaan asianotik 5
5 Retinoblastoma 9
6 Tumor abdomen 4
7 Juvenile rematoid arthritis 2
8 Anemia hemolitik 4
9 Adenocarsinoma tiroid 1
10 Rhabdomiosarcoma 5
11 Decompensasi cordis 2
12 Penyakit jantung didapat 1
13 Carcinoma nasofaring 4
14 Yolk sac tumor 1
15 Metastasis carcinoma anaplastik 2
16 Anemia aplastik 4
17 Nefroblastoma 4
18 Premitif neurogetodermal tumor 2
19 Cml 1
20 Thalasemia 4
21 Syndrome nefrotik 4
22 Hipertiroid 1
23 Infeksi saluran perkemihan 1
24 Anemia defisiensi besi 1
25 Syndrome henoch schonlain 1
26 Demam reumatik 1
27 Hipertensi 1
28 Aorta regurgitasi 1
29 Hidronefrosis 1
30 Aanll – M2 1
31 Tumor testus sinistra 1
32 Anemia penyakit kronik 1
Jumlah 144

20 | P a g e
10. Nama Dokter Penanggung jawab Pasien (DPJP) Lontara IV Anak
Depan
Nama DPJP DIVISI
Lontara IV Anak Depan
Prof. Dr. dr. Dasril Daud, Sp.A (K) Hematologi / onkologi
Dr. dr. Nadira Rasyid Ridha, Sp.A, M.Kes Hematologi / onkologi
Prof. Dr. dr. Syarifudddin Rauf, Sp.A (K) Nefrologi
Prof. Dr. dr.Husein Albar, Sp.A (K) Nefrologi
dr. Burhanuddin Iskandar, Sp.A (K) Kardiologi
Prof. Dr. dr. R. Satriono, M.Sc, Sp.A (K) Endokrin
dr. Ratna Dewi Artati, Sp.A Endokrin

11. Kelengkapan dalam Ruangan Perawatan Anak

Kondisi
No. Alat Jumlah
Baik Rusak
1 Brankar 1
2 Rostur 3
3 Kamar mandi 4
4 Tempat sampah 1
infeksi
5 Tempat sampah 7
Non infeksi
6 Tempat tidur 33
7 Meja/lemari pasien 33
8 Kursi 33
9 Tiang Infuse 33
10 Suction 3
11 Timbangan 1
12 Ruang Tindakan 1
13 Ruang Kepala 1
Pelayanan
14 Ruang 1
Administrasi
15 Gudang 1
12. Fasilitas Untuk Petugas Kesehatan/Perawat

Kondisi
No. Fasilitas Jumlah
Baik Buruk
1. Ners station 1
2 Kamar mandi 1

21 | P a g e
perawat
3 Wastafel 1
4 Kursi 12
5 Meja 5
6 Lemari 3
AirPhone 1
7 Telefon 1
Komputer 4
8 AC 1
9 Kipas Angin 1
Kulkas untuk Obat 1
Kulkas 1
10 Dispenser 1
11 TV 1
12 Tempat Sampah 4
Infeksi
13 Tempat Sampah 2
Non Infeksi
14 Tempat Sampah 1
Limbah Sitotoksis
15 Tempat Needle & 2
Spoit

13. Fasilitas Peralatan dan bahan Kesehatan

Kondisi
No Fasilitas Jumlah
Baik Buruk
1 Stetoskop 1
2 Tabung O2 Transfer 2
Tabung O2 2
5 Papan tulis - - -
6 Tensi meter Air 1
Raksa
9 Bengkok 1
10 Komputer 4
11 Suction 3
12 Alat pemadam 1
kebakaran

22 | P a g e
13 Lemari Obat 1
14 Lemari Sprei / Linen 1
15 Tempat Sprei / 2
Linen Kotor
16 Troli Tindakan 2
17 Troli Emergency 1
18 Ambu Bag 1
19 Laringoscope 1
20 Infuse Pump 5
21 Syringe Pump 3
22 Monitor ECG 1
23 EKG 1
24 Sentra O2 17
25 Termometer 2
26 HandCrub / Softa 24
man

Administrasi Penunjang
o Buku Visite Perawat
o Buku Visite Dokter
o Buku observasi TTV
o Buku Laporan
o Buku Sensus Penderita
o Buku Penyetoran Status di IGD
o Buku Jumlah pasien masuk dan pulang
14. Angka Kejadian Phlebitis

Month Pasien Baru Angka Kejadian %


Jan 5 5 100,0
Feb 21 10 47,6
Maret 118 51 43,2
April 161 84 52,2
Mei 174 91 52,3
Juni 185 90 48,6
Juli 92 26 28,3
Agust 172 77 44,8
Sept 0 0 0
C. Lontara I Bawah Depan ( Interna Cardio)
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut dengan
orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan pegawai
baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah rumah sakit

23 | P a g e
sebelum melaksanakan pekerjaan di Rumah sakit. Pegawai baru harus benar benar
mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena akan bekerja pada
tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Pada masa ini pegawai dituntut agar bisa
beradaptasi dengan teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya, memahami peran
perawat dan bagaimana cara berinteraksi dengan pasien. Semua hal itu kelak akan
menjadi bekal pada saat sudah mulai bekerja di Rumah Sakit dr. Wahidin
Sudirohusodo Makasssar.
1. Observasi ruangan
a. Observasi ruang perawatan Lontara I bawah depan
Kepala Instalasi :
Kepala Pelayanan : Mewanglo, S.Kep,Ns
Ketua Tim I : Hj.Muliyati, S.ST
Perawat pelakasana Tim I
o Syatriani Hasan S,Kep
o Ahmad Yasin S, Kep, Ns
o Irmawati, Amd. Kep
o Hj. Fatma P, AMK
Ketua Tim II : Yasinta R, S. Kep, Ns
Perawat pelaksana Tim II
o Eva Marfuah, AMK
o Nuraeni, AMK
o Sudiarti, AMK
o Wardiany, AMK
Ketua Tim III : Nurlia, AMK
Perawat pelaksana Tim III
o Eli Zuraida, S.Kep, Ns
o Fenny Fenesia, Amd. Kep
o Rosmawati, AMK
o Syahrida, AMK
Ketua Tim IV : Suirdawati, S. Kep, Ns
Perawat Pelaksana Tim IV
o Suriani, AMK
o Muliati, AMK
o Idawati, AMK

24 | P a g e
Petugas Evakuasi : Rahmat, SE

b. Fungsi dari ruang perawatan Lontara I Bawah Depan


Berfungsi merawat pasien penyakit dalam dan juga cardio, namun kini
digunakan pula untuk tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena
keterbatasan ruangan.
c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara
I Bawah Depan
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar

25 | P a g e
belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas
berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
d. Inventaris diruang perawatan Lontara I Bawah Depan
o Oksigen sentral ditiap ruangan
o Satu buah oksigen transfer
o Dua buah Kursi roda
o Dua buah Tempat sampah kuning
o Lima buah Tempat sampah hitam
o Tiga puluh tiga buah jumlah Bed
o Tiga puluh tiga buah lemari pasien
o Tiga puluh tiga buah jumlah tiang tempat infus
o Dua buah lemari obat
o Dua buah lemari cairan
o Enam buah Siringe pump
o Tiga buah infuse pump
o Satu buah blood warmer
o Satu buah alat EKG
o Tujuh buah Meja
o Tiga puluh tiga buah Kursi pasien
o Tiga buah Troli
o Dua buah tromol kasa besar
o Empat buah Lemari
o Satu buah kulkas
o Satu buah kulkas obat
o Satu buah troli emergency
o Tiga buah monitor
o Dua buah suction
o Empat buah computer
o Satu buah alat GDS
o Tiga buah wastafel
o Satu buah apar
o Dua buah jam dinding
o Satu buah kamar mandi
o Tigabuah handwash
o Handraf
o Dua buah telephone
o Satu buah timbangan
e. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan
o Ruang kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari, satu kamar mandi,
satu AC
o Ruang jaga perawat (nurse station)

26 | P a g e
Berfungsi untuk tempat perawat dan penyimpanan perlengkapan perawat
Fasilitas : satu buah rak penyimpanan status pasien, lima buah meja dan
empat komputer dan satu printer.
o Kamar perawatan 1, 2, 3 dan 4
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang masing-masing
memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat buah meja
penyimpanan barang keperluan pasien, empat buah kursi dan 1 kamar
mandi.
Keterangan; kamar 1 dan 3 untuk perempuan dan kamar 2 dan 4 untuk
laki-laki.
o Kamar perawatan 1 dan 2
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang masing-masing
memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam buah
meja penyimpanan barang keperluan pasien, enam buah kursi untuk
penjaga pasien dan satu kamar mandi.
Keterangan; kamar 1 untuk laki-laki dan kamar 2 untuk perempuan.
e. RPK(Ruang Perawatan Khusus)
Berfungsi sebagai ruang perawatan khusus dimana pasien yang di
tempatkan di ruangan ini harus di pantau secara terus menerus. ruangan
ini terdiri dari lima buah tempat tidur, lima buah meja penyimpanan
barang keperluan pasien, lima buah tiang infuse, lima buah kursi untuk
penjaga pasien, satu buah troly emergency, satu buah lemari tempat
penyimpanan alat, tiga buah monitor dan dua buah suction.
Di ruangan ini juga terdapat ruang perawat dan dokter yang terdiri dari
dua buah computer dan satu telefon, satu buah lemari penyimpanan
berkas-berkas, tiga buah kursi, satu buah kursi panjang, duah buah meja
dan juga terdapat gudang.
f.SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara I Bawah Depan
sebanyak 19 orang dengan rincian pendidikan akademi keperawatan
sebanyak 13 orang, S1 keperawatan + profesi ners sebanyak 6 orang,
jumlah cleaning service sebanyak 3 orang dan petugas evakuasi 1 orang.
o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi
menjadi tiga shift

27 | P a g e

Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.

Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 14.00-21.00.

Shift malam sebanyak 2 kali, pukul 21.00-07.30.

Libur sebanyak 2 kali
g. Peran dan fungsi perawat di Lontara I Bawah Depan
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan
pasien dengan dokter
 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari
ketua tim hingga ke perawat pelaksana
o Ketua Tim
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh
perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
2. Observasi tindakan keperawatan
oAlat-alat kesehatan yang terbatas sehingga pasien mendapat keterlambatan
dalam pelayanan.
oPersediaan handscun dan dispo yang memadai.
oSelalu ada dokter ataupun coas yang standby di ruang RPK, sehingga
pasien selalu mendapat pananganan tepat waktu.
D. Lontara I Bawah Belakang ( Interna)
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut dengan
orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan pegawai
baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah rumah sakit
sebelum melaksanakan pekerjaan di Rumah sakit. Pegawai baru harus benar benar
mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena akan bekerja pada
tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Pada masa ini pegawai dituntut agar bisa
beradaptasi dengan teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya, memahami peran
perawat dan bagaimana cara berinteraksi dengan pasien. Semua hal itu kelak akan

28 | P a g e
menjadi bekal pada saat sudah mulai bekerja di Rumah Sakit dr. Wahidin
Sudirohusodo Makasssar.
1. Observasi ruangan
a. Observasi ruang perawatan Lontara I Bawah Belakang
Kepala Instalasi : dr. Husaini, SpPD KRMD
Kepala Pelayanan : Hj. Sukmini, SST
Ketua Tim A : Salma, S.Kep.,Ns
Perawat pelakasana Tim A
o Firdaus, AMK
o Erni Salempang

Ketua Tim B : Sumarni, AMK


Perawat pelaksana Tim B
o A. Devi P, S.Kep.,Ns
o Zakiah Muis, S.Kep.,Ns
o Muh. Akhir, AMK

Ketua Tim C : Esse Ariyani, SKM


Perawat pelaksana Tim C
o Nur Alam, AMK
o Resliana R, AMK
o Harliati, AMK

Ketua Tim D : Mawar, AMK


Perawat Pelaksana Tim D
o Riryn F, S.Kep.,Ns
o Sahara, AMK

Petugas Evakuasi : Erwin

29 | P a g e
b. Fungsi dari ruang perawatan Lontara I Bawah Belakang
Berfungsi merawat pasien penyakit dalam, namun kini digunakan pula
untuk tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena keterbatasan
ruangan.

c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara


I Bawah Belakang
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar
belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas
berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.

d. Inventaris diruang perawatan Lontara I Bawah Belakang


o Oksigen sentral ditiap ruangan
o Dua buah oksigen transfer
o Dua buah Kursi roda

30 | P a g e
o Tiga buah Tempat sampah kuning
o Dua buah Tempat sampah hitam
o Tiga puluh delapan buah jumlah Bed
o Tiga puluh delapan buah lemari pasien
o Tiga puluh delapan buah jumlah tiang tempat infus
o Satu buah lemari obat
o Satu buah lemari cairan
o Dua buah lemari seprei
o Empat buah Syringe pump
o Dua buah infuse pump
o Satu alat mesin suction
o Satu buah alat EKG
o Empat set alat GV
o Dua buah ambu bag
o Dua buah oksigen transfer
o Empat bela buah humidifier
o Lima meja trolly
o Tiga puluh delapan buah kursi pasien
o Dua AC ruangan
o Satu buah kipas angin
o Dua buah timbangan
o Satu buah kulkas makanan dan minuman
o Satu buah kulkas obat
o Sepuluh handrub
o Tiga wastafel/handwash
o Satu buah APAR
o Sepuluh buah jam dinding

e. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan


o Ruang kepala instalasi dan kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat bekerja kepala instalasi dan kepala pelayanan
Fasilitas : empat buah meja, enam kursi dan dua lemari, dan satu AC

o Ruang jaga perawat (nurse station)


Berfungsi untuk tempat perawat dan penyimpanan perlengkapan perawat
Fasilitas : satu buah rak penyimpanan status pasien, lima buah meja,
empat komputer dan dua printer.

o Kamar perawatan 1, 2, 3 dan 4


Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang masing-masing
memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat buah meja

31 | P a g e
penyimpangan barang keperluan pasien, empat buah kursi dan 1 kamar
mandi.

o Kamar perawatan 1 dan 2


Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang masing-masing
memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam buah
meja penyimpanan barang keperluan pasien, enam buah kursi untuk
penjaga pasien dan satu kamar mandi.

e. Ruang Isolasi
Berfungsi sebagai ruang perawatan dimana pasien yang di tempatkan di
ruangan ini memiliki beberapa macam komplikasi penyakit lainnya
seperti DM (luka berbau) dan resiko penularan terhadap pasien yang lain.

f.SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift


o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara I bawah belakang
sebanyak 14 orang dengan rincian pendidikan akademi keperawatan
sebanyak 9 orang, S1 keperawatan sebanyak 5 orang, jumlah cleaning
service sebanyak 3 orang dan petugas evakuasi 1 orang.

o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi


menjadi tiga shift
 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 14.00-21.00.
 Shift malam sebanyak 2 kali, pukul 21.00-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali

g. Peran dan fungsi perawat di Lontara I Bawah Belakang


Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan
pasien dengan dokter
 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari
ketua tim hingga ke perawat pelaksana

o Ketua Tim

32 | P a g e
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh
perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan

o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.

2. Observasi tindakan keperawatan


oAlat-alat kesehatan yang terbatas sehingga pasien mendapat keterlambatan
dalam pelayanan.
oPersediaan handscun dan dispo yang memadai.
oSelalu ada dokter ataupun coas yang standby, sehingga pasien selalu
mendapat pananganan tepat waktu.

E. Lontara I Atas Depan ( Interna)


Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut dengan
orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan pegawai
baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah rumah sakit
sebelum melaksanakan pekerjaan di Rumah sakit. Pegawai baru harus benar benar
mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena akan bekerja pada
tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Pada masa ini pegawai dituntut agar bisa
beradaptasi dengan teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya, memahami peran
perawat dan bagaimana cara berinteraksi dengan pasien. Semua hal itu kelak akan
menjadi bekal pada saat sudah mulai bekerja di Rumah Sakit dr. Wahidin
Sudirohusodo Makasssar.
1. Observasi ruangan
a. Observasi ruang perawatan Lontara I atas depan
Kepala Instalasi : Dr. Husaini, SpPD, KEMD
Kepala Pelayanan : H. Nur Kamar, S.Kep,Ns,SpKV
Ketua Tim I : Pinrakati, AMK

Perawat pelakasana Tim I


o ST. Wahidah, AMK

33 | P a g e
o ABD. Muthalib, AMK
o MUH. Irfan Y., S.Kep,Ns
o Harlina, AMK

Ketua Tim II : Dian Ekawati, AMK


Perawat pelaksana Tim II
o Johana TS
o Fajar Haruna, AMK
o Nurhidayah, S.Kep,Ns

Ketua Tim III : ST. Hasnawati, S.Kep,Ns


Perawat pelaksana Tim III
o Dian Puspita, AMK
o Marwah, AMK
o Sari Oktaviani, AMK
o Asmawati, AMK

Ketua Tim IV : Nursiah M, AMK


Perawat Pelaksana Tim IV
o Suriati, AMK
o Rini K, AMK
o Nur Ainun, S.Kep,Ns
Petugas Evakuasi : Haeruddin

34 | P a g e
b. Fungsi dari ruang perawatan Lontara I Atas Depan
Berfungsi merawat pasien penyakit dalam, namun kini digunakan pula
untuk tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena keterbatasan
ruangan.
c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara
I Atas Depan
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar

35 | P a g e
belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas
berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
d. Inventaris diruang perawatan Lontara I Atas Depan
o Oksigen sentral ditiap ruangan
o Satu buah oksigen transfer
o Empat buah Kursi roda
o Dua buah Tempat sampah kuning
o Lima buah Tempat sampah hitam
o Tiga puluh empat buah jumlah Bed
o Tiga puluh empat buah lemari pasien
o Tiga puluh empat buah jumlah tiang tempat infus
o Satu buah lemari obat
o Lima buah Siringe pump
o Tiga buah infuse pump
o Satu buah blood warmer
o Satu buah alat EKG
o Tujuh buah Meja
o Tiga puluh empat buah Kursi pasien
o Satu buah Troli
o Dua buah tromol kasa besar
o Empat buah Lemari
o Satu buah kulkas
o Satu buah kulkas obat
o Satu buah troli emergency
o Dua buah monitor saturasi
o Satu buah monitor digimax 5500
e. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan
o Ruang kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari, satu kamar mandi,
satu AC
o Ruang jaga perawat (nurse station)
Berfungsi untuk tempat perawat dan penyimpanan perlengkapan perawat
Fasilitas : satu buah rak penyimpanan status pasien, lima buah meja dan
tiga komputer dan satu printer.
o Kamar perawatan 1, 2, 3 dan 4
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang masing-masing
memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat buah meja
penyimpangan barang keperluan pasien, empat buah kursi dan 1 kamar
mandi
o Kamar perawatan 5 dan 6

36 | P a g e
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang masing-masing
memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam buah
meja penyimpanan barang keperluan pasien, enam buah kursi untuk
penjaga pasien dan satu kamar mandi.
o HCU
Berfungsi sebagai ruang perawatan khusus dimana pasien yang di
tempatkan di ruangan ini harus di pantau secara terus menerus. ruangan
ini terdiri dari enam buah tempat tidur, enam buah meja penyimpanan
barang keperluan pasien, enam buah tiang infuse, enam buah kursi untuk
penjaga pasien, satu buah troly emergency, satu buah lemari tempat
penyimpanan alat, dua buah monitor saturasi, satu buah monitor digimax
5500.
Di ruangan ini juga terdapat ruang perawat dan dokter yang terdiri dari
satu buah computer dan satu pesawat telfon, satu buah lemari
penyimpanan berkas-berkas, tiga buah kursi, satu buah sofa, duah buah
meja dan juga terdapat gudang.
f.SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara I Atas Depan sebanyak
18 orang dengan rincian pendidikan akademi keperawatan sebanyak 13
orang, S1 keperawatan sebanyak 4 orang, jumlah cleaning service
sebanyak 3 orang dan petugas evakuasi 1 orang.
o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi
menjadi tiga shift
 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 14.00-21.30.
 Shift malam sebanyak 2 kali, pukul 21.000-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
g. Peran dan fungsi perawat di Lontara I Atas Depan
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan
pasien dengan dokter
 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari
ketua tim hingga ke perawat pelaksana
o Ketua Tim

37 | P a g e
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh
perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
2. Observasi tindakan keperawatan
a. Alat-alat yang terbatas sehingga pasien mendapat keterlambatan
dalam pelayanan.
b. Persediaan handscun dan dispo yang memadai.
c. Selalu ada dokter ataupun coas yang standby di ruang HCU,
sehingga pasien selalu mendapat pananganan tepat waktu.
F. Lontara I Atas Belakang (Interna)
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut

dengan orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan

pegawai baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah

Rumah Sakit. Pegawai baru harus mengenal dan memahami lingkungan

Rumah Sakit karena akan bekerja pada tingkat lebih lanjut di tempat tersebut.

Pada masa ini pegawai dituntut agar bisa beradaptasi dengan teman sejawat

dan tenaga kesehatan lainnya, memahami peran perawat dan bagaimana cara

berinteraksi dengan pasien. Semua hal itu kelak akan menjadi bekal pada saat

sudah mulai bekerja

1. Observasi ruangan
a. Observasi ruang perawatan Lontara I atas belakang
Kepala Instalasi : dr.Husaini,Sp.PD.KEMD
Kepala Pelayanan : Hj.Hadjerah Mading,S.Kep.,Ns.M.Kes
Ketua Tim A : Yuliana,S.Kep.,Ns
Perawat pelakasana Tim A
o A.Arman,WP,S.Kep
o Sartika,AMK

38 | P a g e
Ketua Tim B : Hj.Nadirah,S.Kep.,Ns

Perawat pelaksana Tim B

o Husniah,AMK
o Ruslan,S.Kep.,Ns
o Nur hadijah,AMK

Ketua Tim C : Rabiah,AMK

Perawat pelaksana Tim C


o Nurwahidah,AMK
o Citra ,AMK
o Mirnawati , AMK
Ketua Tim D : Nursiah rama,S.Kep.,Ns
Perawat pelaksana Tim D
o Aris munandar, AMK
o Isriani,S.Kep.,Ns
o Rosmawaty, AMK
Petugas evakuasi : Veky

Gambaran struktur organisasi Lontara I Atas Belakang


Fungsi dari ruang perawatan Lontara I atas belakang

39 | P a g e
Berfungsi merawat pasien dengan berbagai macam jenis penyakit dalam

(interna) namun dapat pula menerima pasien sementara dengan diagnose

lainnya karena keterbatasan ruangan


b. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara

I atas belakang
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model

modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar

belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas

berdasarkan shift. Dimana jadwal terdiri dari pagi, sore, dan malam
c. Inventaris diruang perawatan Lontara I atas belakang
o Tabung oksigen sentral ditiap ruangan
o Dua buah oksigen transfer
o Satu buah Stetoskop
o Satu buah Termometer
o Dua buah Spigmomanometer
o Empat buah Kursi roda, rusak tiga
o Tiga buah tempat sampah infeksius
o Satu buah tempat sampah sitostatika
o Satu buah tempat sampah domestic
o Tiga puluh delapan set jumlah Bed
o Tiga puluh delapan set jumlah Tiang infus
o Dua unit Syringe pump
o Satu unit alat EKG
o Dua Set rawat luka
o Empat buah Meja
o Empat buah Kursi
o Empat unit computer
o Dua buah Trolly + 1 trolly emergency
o Tiga buah Lemari
o Tiga buah wastafel
o Delapan buah softaman
o Tiga buah softaskin
o Satu buah timbangan
o Satu unit kotak saran
o Satu buah buku laporan
o Satu buah buku register
o Satu buah buku tanda-tanda vital
o Satu buah buku pemeriksaan laboratorium

40 | P a g e
d. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan
o Ruang Kepala Instalasi
Berfungsi untuk tempat kerja Kepala Instalasi
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari
o Ruang Kepala Pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan satu lemari
o Ruang jaga perawat (nurse station)
Berfungsi untuk tempat kerja perawat dan penyimpanan perlengkapan

perawat dan pasien


Fasilitas : satu trolly emergency, satu buah lemari penyimpanan obat, satu

buah lemari penyimpanan alat dan cairan, satu buah lemari es untuk

penyimpanan obat, empat meja kerja dan empat komputer dan satu

printer.
o Kamar perawatan 1, 2,3 dan 4
Befungsi sebagai ruang perawatan kelas III yang terdiri atas masing

masing memiliki enam buah tempat tidur, enam tiang infus, enam meja

penyimpangan barang keperluan pasien, enam buah kursi plastik.


o Kamar perawatan 5,6,dan 7
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas II yang terdiri atas masing-

masing memiliki empat buah tempat tidur, empat buah tiang infus, empat

meja penyimpanan barang keperluan pasien, dan empat buah kursi

plastik untuk penjaga pasien.


o Kamar isolasi 1 dan 2
Berfungsi sebagai ruangan khusus untuk pasien dengan diagnose yang

belum ditegakkan secara pasti dan dengan kecurigaan terkena penyakit

menular
e. SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat di ruang perawatan Lontara I atas belakang

sebanyak 15 orang dengan rincian pendidikan Akademi keperawatan

sebanyak 9 orang, S1 keperawatan sebanyak 6 orang, petugas evakuasi 1

orang dan jumlah cleaning service sebanyak 2 orang.

41 | P a g e
o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi

mejadi tiga shift


 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 13.30-21.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 20.30-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
f.Peran dan fungsi perawat di Lontara I atas belakang
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan

pasien dengan dokter


 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari

ketua tim hingga ke perawat pelaksana


o Ketua Tim
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan sampai

dengan kelengkapan rekam medis oleh perawat pelaksana


 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah

dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
2. Observasi tindakan keperawatan
1. Adanya pembagian tim dan tugas yang jelas membuat kerja tim

terarah dan efisien


2. Persediaan alat yang memadai mengefektifkan pelayanan

keperawatan sehingga tidak ada keterlambatan dalam pelayanan


G. Lontara II Atas Depan (Bedah Digestive)
1. Gambaran Umum Ruang Perawatan
Ruang Perawatan Lontara II Atas Depan (Bedah Digestiv) adalah Ruangan

Perawatan Bedah RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang

merupakan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang dibangun

berdasarkan wujud nyata dari harapan Kementerian Kesehatan untuk

42 | P a g e
meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan Kelas A dan sebagai rumah sakit

pendidikan serta sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di kawasan timur

Indonesia..
Batas Ruang Perawatan Lontara II Bedah Digestiv :
Ruang perawatan Digestiv dibatasi oleh :
Bagian depan : Koridor Lantai 2
Bagian belakang : Ruang Perawatan Lontara II atas Belakang (Bedah

Tumor)
Samping Kanan : Ruang Perawatan Lontara I Atas Depan
Samping Kiri : Ruang Perawatan Lontara III Atas Depan
Bagian bawah : Ruang Perawatan Lontara II bawah depan

(Urologi)
Ruang perawatan Digestiv Lontara II Atas Depan terdiri dari 7 (Tujuh)

kamar pasien yang terbagi dari Kelas III terdiri 3 kamar yaitu kamar 10, 11,

dan 12 yang merupakan kamar perwatan pasien Anak, Kelas II terdiri dari 3

kamar yaitu kamar 1, 2, 3 dan 1 kamar Isolasi. Kelas II masing-masing terdiri

dari 4 tempat tidur dengan jumlah tempat tidur sebanyak 12 tempat tidur.

Kelas III masing-masing terdiri dari 6 tempat tidur dengan jumlah tempat

tidur sebanyak 18 tempat tidur serta kamar Isolasi 2 tempat tidur. Jadi untuk

keseluruhan jumlah tempat tidur di Lontara II Atas Depan adalah 32 tempat

tidur. Sedangkan jumlah tenaga perawat sebanyak 17 orang yang terdiri dari

Kepala Pelayanan Lontara II Atas Depan, Ketua Tim A, Ketua Tim B, Ketua

Tim C dan Ketua Tim D, serta perawat pelaksana. Masing-masing tingkat

pendidikan tenaga kesehatan di ruang perawatan Digestiv terdiri dari :


S1 + Ners : 9 Orang
D3 Keperawatan : 8 Orang
2. Struktur Organisasi Ruang Perawatan Lontara II Atas Depan

(Digestive)
Struktur organisasi dari ruang perawatan anak terdiri dari:

43 | P a g e
a) Kepala Pelayanan Lontara II

Anak Depan : Muh. Sahrul, S.Kep.,Ns


b) Ketua Tim A : Sinriani Amir,

S.Kep.,Ns
Anggota :
1) Fitriani, A.Md.Kep
2) Selviana, S.Kep.,Ns
3) Nasriani, S.Kep.,Ns
4) Sukaenah, A.Md.Kep
c) Ketua Tim B : Nurwahidah,

S.Kep.,Ns
1) Warmelia, AMK
2) Nurlinda, S.Kep.,Ns
3) Ummul M, S.Kep.,Ns
d) Ketua Tim C : Musnidar, S.Kep.,Ns
1) Endah haris, AMK
2) Amrang, AMK
3) Julianti, A.Md.Kep
e) Ketua Tim D : Sunarti, SST.,

S.Kep.,Ns
1) Liana Simon B, AMK
2) urlina, S.kep., Ns
3) Nirwana, AMK

3. Bagan Struktur Organisasi Lontara IV Atas Depan

KEPALA INSTALASI
Lontara II
Martina Butu, SST.,M.Kes

44 | P a g e
Kepala Pelayanan
Lontara II Digestiv
Muh. Sahrul, S.kep.,Ns

KATIM A KATIM B KATIM C KATIM D


Sinriani Amir, S. Nurwahidah, S.kep.,Ns Musnidar, S.Kep.,Ns Sunarti, SST.,S.Kep.,Ns
Kep.,Ns Anggota : Anggota : o Lisna simon
Anggota : o Warmelia, AMK o Endah B,A.Md.Kep
o Fitriani, o Nurinda, haris,AMK o Nirwana, AMK
A.Md.Kep 4. Nama S.Kep.,Ns
Dokter Penanggung jawab oPasien (DPJP) Lontara IIoDigestiv
Amrang, Nurlina,
o Selviana o Ummul s, AMk
A,S.kep.,Ns DPJP Lontara II Bedah Digestiv
S.kep.,Ns
Dr.dr. Warsinggih, Sp.B-KBD
dr. Ibrahim Labeda P, Sp.BD
dr. Ronald Erasio Lusokooy, Sp.BKBD
dr. Wahyu Sulistio Wibowo, Sp.B

5. Kelengkapan dalam Ruangan Perawatan Lontara II Atas Depan

Kondisi
No. Alat Jumlah
Baik Rusak
1 Brankar 2
2 Rostur 3
3 Kamar mandi 5
4 Tempat sampah 1
Infeksi
5 Tempat sampah 1
Non infeksi
6 Tempat tidur 30
7 Wastafel 2
7 Meja/lemari pasien 30
8 Kursi 30
9 Tiang Infuse 30
10 Suction 1
11 Timbangan 1
12 Ruang Tindakan 1
13 Ruang Kepala 1
Pelayanan

45 | P a g e
14 Ruang 1
Administrasi
15 Gudang 2

6. Fasilitas Untuk Petugas Kesehatan/Perawat

Kondisi
No. Fasilitas Jumlah
Baik Buruk
1 Ners station 1
2 Kamar mandi 1
perawat
3 Wastafel 1
4 Kursi 12
5 Meja 5
6 Lemari 4
7 Telefon 1
8 Komputer 3
9 AC 1
10 Kipas Angin 1
11 Kulkas untuk Obat 1
12 Kulkas 1
13 Dispenser 1
14 TV 1
15 Tempat Sampah 1
Infeksi
16 Tempat Sampah 2
Non Infeksi
17 Tempat Sampah 1
Limbah Sitotoksis
18 Safety Box 2

7. Fasilitas Peralatan dan bahan Kesehatan

46 | P a g e
Kondisi
No Fasilitas Jumlah
Baik Buruk
1 Stetoskop 1
2 Tabung O2 Transfer 2
5 Papan tulis - - -
6 Tensi meter Air 1
Raksa
9 Bengkok 5
10 Komputer 4
12 Alat pemadam 1
kebakaran
13 Lemari Obat 1
14 Lemari Sprei / Linen 1
15 Tempat Sprei / 2
Linen Kotor
16 Troli Tindakan 5
17 Troli Emergency 1
18 Ambu Bag 1
19 Laringoscope 1
20 Infuse Pump 5
21 Syringe Pump 3
22 Monitor ECG 1
23 Sentra O2 14
24 Termometer 2
25 HandCrub / Softa 24
man
26 Fire alaram 1
27 Helm tim evakuasi 3
28 Poster 3

Administrasi Penunjang

o Buku injeksi
o Buku Visite Perawat
o Buku Visite Dokter
o Buku observasi TTV
o Buku Rawat Luka
o Buku Laporan
o Buku Penyetoran Status di IGD
o Buku Jumlah Pasien Masuk Dan Pulang

47 | P a g e
8. Target lontara II Atas Depan (Bedah Digestiv)
o Persiapan Operasi
o Observasi pasien post operasi
o Perawatan luka
o Mobilisasi
o Eliminasi : Perawatan kateter
o Tata laksana nyeri
o Evakuasi pasien
H. Lontara II Atas Belakang (Bedah Onkologi)
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut dengan
orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan pegawai
baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah rumah sakit
sebelum melaksanakan pekerjaan di Rumah sakit. Pegawai baru harus benar
benar mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena akan bekerja
pada tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Pada masa ini pegawai dituntut
agar bisa beradaptasi dengan teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya,
memahami peran perawat dan bagaimana cara berinteraksi dengan pasien.
Semua hal itu kelak akan menjadi bekal pada saat sudah mulai bekerja di
Rumah Sakit dr. Wahidin Sudirohusodo Makasssar.
1. Observasi Ruangan
a. Observasi Ruang Perawatan Lontara II Atas Belakang
Kepala Instalasi : Marthina Butu S.ST., M.Kes
Kepala Pelayanan : Jumiati S.kep., NS
Ketua Tim I : Haerunnisa, AMK
Perawat pelakasana Tim I
o Nurliana Syam S.Kep., NS
o Asriadi S.Kep., NS
o Hamida S.Kep., NS
Ketua Tim II : Martha Riana, AMK
Perawat pelaksana Tim II
o Hartina AMK
o Risna
o Hamzah AMK
o Nurhaeni AMK
Ketua Tim III : Jumar Abbas AMK
Perawat pelaksana Tim III
o Sri Kombong S.Kep., NS

48 | P a g e
o Hernawati Syam S.Kep., NS
o Juwita Wahyuni AMK
Ketua Tim IV : Muswiyanah, AMK
Perawat Pelaksana Tim IV
o Fardiani S.Kep., NS
o HJ. Mardiana AMK
o Muh. Mardhan AMK
b. Fungsi Dari Ruang Perawatan Lontara II Atas Belakang
Berfungsi merawat pasien penyakit bedah tumor, namun kini digunakan
pula untuk tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena
keterbatasan ruangan.
c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara
II Atas Belakang
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model
modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar
belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas
berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
d. Inventaris di Ruang Perawatan Lontara II Atas Belakang
o Oksigen sentral ditiap ruangan
o Satu buah oksigen transfer
o Satu buah Kursi roda
o Empat buah Tempat sampah kuning
o Lima buah Tempat sampah hitam
o Tiga puluh buah jumlah Bed
o Tiga puluh buah lemari pasien
o Tiga puluh buah kursi pasien
o Dua puluh delapan buah jumlah tiang tempat infus
o Satu buah lemari obat
o Satu buah Siringe pump
o Satu buah infuse pump
o Satu buah blood warmer
o Satu buah alat EKG
o Tujuh buah Meja
o Empat buah Troli
o Dua buah tromol kasa besar
o Empat buah Lemari
o Satu buah kulkas
o Satu buah kulkas obat
o Satu buah troli emergency
o Satu buah DC Syock

49 | P a g e
o Dua buah stethoscope
o Dua buah suction portable
o Empat buah Brankart/kasur dekubitus
o Satu Thermometer axila
e. Fasilitas dan Fungsi di Tiap Ruangan
o Ruang kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari, satu kamar mandi,
satu AC
o Ruang jaga perawat (nurse station)
Berfungsi untuk tempat perawat dan penyimpanan perlengkapan perawat
Fasilitas : satu buah rak penyimpanan status pasien, lima buah meja dan
tiga komputer dan satu printer.
o Kamar perawatan 4, 5 dan 6
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang masing-masing
memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat buah meja
penyimpangan barang keperluan pasien, empat buah kursi dan 1 kamar
mandi.
o Kamar perawatan 7, 8 dan 9
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang masing-masing
memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam buah
meja penyimpanan barang keperluan pasien, enam buah kursi untuk
penjaga pasien dan satu kamar mandi.
f.SDM Keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara II Atas Belakang
sebanyak 17 orang dengan rincian pendidikan akademi keperawatan
sebanyak 11 orang, S1 keperawatan sebanyak 6 orang, dan jumlah
cleaning service sebanyak 3 orang.
o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi
menjadi tiga shift
 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 14.00-21.00.
 Shift malam sebanyak 2 kali, pukul 21.00-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
g. Peran dan Fungsi Perawat di Lontara II Atas Belakang
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan
pasien dengan dokter

50 | P a g e
 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari
ketua tim hingga ke perawat pelaksana.
o Ketua Tim
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh
perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat Pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah
dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.

2. Observasi Tindakan Keperawatan


oAlat-alat kesehatan yang terbatas sehingga pasien mendapat keterlambatan
dalam pelayanan.
oPersediaan handscun dan dispo yang memadai.
oSelalu ada dokter ataupun coas yang standby di ruang, sehingga pasien
selalu mendapat pananganan tepat waktu.
I. Lontara II Bawah Depan (Bedah Urologi)
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut

dengan orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan

pegawai baru untuk mengenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah

rumah sakit sebelum melaksanakan pekerjaan di Rumah sakit. Pegawai baru

harus benar benar mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena

akan bekerja pada tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Pada masa ini

pegawai dituntut agar bisa beradaptasi dengan teman sejawat dan tenaga

kesehatan lainnya, memahami peran perawat dan bagaimana cara berinteraksi

dengan pasien. Semua hal itu kelak akan menjadi bekal pada saat sudah mulai

bekerja di Rumah Sakit dr. Wahidin Sudirohusodo Makasssar.

1. Observasi ruangan

51 | P a g e
a. Observasi ruang perawatan Lontara II bawah depan
Kepala Instalasi : Martina Butu S.ST. M. Kes
Kepala Pelayanan : Yosephina Jolong S.Kep.,Ns
Ketua Tim A : Siti Halima AMK
Perawat pelakasana Tim A
o Bernulfus jago AMK
o Syam syam S.Kep.,Ns
o Durwati AMK
o Rahmah Abdi S.Kep.,Ns
o Hasmiaty AMK
o Wiwin Lianawati AMK

Ketua Tim B : Fatmawati AMK

Perawat pelaksana Tim B

o Cris buldin S.Kep.,Ns


o Syamsiah AMK
o Sutria S.Kep.,Ns
o Firman S.Kep.,Ns
o Sri Wahyunita S.Kep.,Ns
Gambaran struktur organisasi Lontara 2 bawah belakang

Kepala instalasi
Martina Butu S.ST. M. Kes
Kepala pelayanan
Yosephina Jolong S.Kep.,Ns
Ketua Tim A Ketua Tim B
Siti Halima AMK Fatmawati AMK
Perawat Pelakasana Perawat Pelakasana
Bernulfus jago AMK Cris buldin S.Kep.,Ns
Sym Syam S.Kep.,Ns Syamsiah AMK
Durwanti AMK Sutria S.Kep., Ns
Rahma Abdi S.Kep.,Ns Firman S.Kep.,Ns
Hasmiaty AMK Sri Yunita S.Kep.,Ns
Wiwin Lianawati AMK

b. Fungsi dari ruang perawatan Lontara II bawah depan

52 | P a g e
Berfungsi merawat pasien dengan gangguan perkemihan (Urologi)

namun kini digunakan pula untuk tempat titipan pasien dengan diagnosa

lainnya karena keterbatasan ruangan.


c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara

II bawah depan.
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model

modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar

belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas

berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
d. Inventaris diruang perawatan Lontara II bawah depan
o Tabung oksigen sentral ditiap ruangan
o Satu buah oksigen tranfer
o Satu buah Stetoskop
o Satu buah Termometer
o Satu buah Spignomanometer digital
o Dua buah Kursi roda
o Dua buah Tempat sampah kuning
o Satu buah Tempat sampah hijau
o Tiga puluh dua buah jumlah Bed
o Tiga puluh dua buah jumlah Tiang tempat infus
o Dua buah Siringe pump
o Satu buah alat EKG
o Satu buah Bengkok
o Dua Set rawat luka
o Enam buah Meja
o Tujuh buah Kursi
o Tiga buah Troli
o Enam buah Lemari
e. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan
o Ruang kepala instalasi
Berfungsi untuk tempat kepala instalasi
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari
o Ruang kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari
o Ruang jaga perawat (nurse station)
Berfungsi untuk tempat perawat dan penyipanan perlengkapan perawat

53 | P a g e
Fasilitas : satu troli emergency, satu buah lemari penyimpanan obat, satu

buah lemari penyimpanan alat syringe piump, tiga buah meja dan dua

komputer dan satu printer.


o Kamar perawatan 1, 2 dan 3
Befungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang terdiri atas masing

masing memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat meja

penyimpangan barang keperluan pasien, empat buah kursi plastik.


o Kamar perawatan 10, 11 dan 12
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang terdiri atas masing-

masing memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam

meja penyimpanan barang keperluan pasien, dan enam buah kursi plastik

untuk penjaga pasien.


f.SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara II bawah depan

sebanyak 17 orang dengan rincian pendidikan Akademi keperawatan

sebanyak 8 orang, S1 keperawatan sebanyak 9 orang, jumlah cleaning

service sebanyak 2 orang.


o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi

mejadi tiga shift


 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 13.30-21.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 20.30-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
g. Peran dan fungsi perawat di Lontara II bawah depan
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan

pasien dengan dokter


 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari

ketua tim hingga ke perawat pelaksana


o Ketua Tim

54 | P a g e
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh

perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah

dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
J. Lontara II Bawah Belakang (Bedah Orthopedi)
1. Observasi Ruangan
a. Observasi ruang perawatan Lontara II bawah belakang (Orthopedi)
Kepala Instalasi : Martina Butu S.ST. M. Kes
Kepala Pelayanan : Maimunarti S.Kep.,Ns
Ketua Tim A : Wahida S.Kep
Perawat pelakasana Tim A
o Fitrawaty Amd, Kep
o Soteria Amd, Kep

Ketua Tim B : Haslinda M, Amd

Perawat pelaksana Tim B

o Mustakim, AMK
o Manting, AMK

Ketua Tim C : Haeril Anwar AMK

Perawat pelaksana Tim C

o Reswin heryanto S.ST, S. Kep


o Itsna khumardi Amd. Kep
o Rehaimil jannah S.Kep

Ketua Tim D : Asdar AMK

Perawat pelaksana Tim D

o Zakariah S.kep, Ns
o Rahmania juanda S.kep, Ns
o Fitriani kadir Amd, Kep
Gambaran struktur organisasi Lontara 2 bawah belakang

55 | P a g e
Kepala instalasi
Martina Butu S.ST. M. Kes

Kepala pelayanan
Maimunarti S.Kep.,Ns
Ketua Tim A Ketua Tim B
Wahida S.Kep Haslinda M, Amd
Perawat Pelakasana Perawat Pelakasana
Fitrawaty Amd, Kep Mutakim, AMK
Soteria Amd, Kep Manting, AMK
Ketua Tim C Ketua Tim D
Haeril Anwar AMK Asdar AMK

Perawat Pelakasana Perawat Pelakasana


Reswin heryanto S.ST, S. Kep Zakariah S.kep, Ns
Itsna khumardi Amd. Kep Rahmania juanda S.kep, Ns
Rehaimil jannah S.Kep Fitriani kadir Amd, Kep

b. Fungsi dari ruang perawatan Lontara II bawah Belakang


Berfungsi merawat pasien dengan gangguan Muskuloskeletal

(Orthopedi), dimana orthopedi tidak hanya menagani masalah patah tulang

saja, namun menagani segala macam keluhan alat gerak dari leher hingga

ujung jari kaki, mulai dari rasa nyeri, kelemahan, kelumpuhan, kesemutan,

luka sampai kaku dari bayi sampai orang lanjut usia.


Metode penaganan orthopedi pun bukan hanya melalu oprasi atau

pembedahan. Obat-obat, alat bantu, gips, perubahan perilaku,semua dapat

menjadi modalnitas dalam proses penyembuhan dan perawatan pasien.


Dan terkadang ruang perawatan orthopedi kini digunakan pula untuk

tempat titipan pasien dengan diagnosa lainnya karena keterbatasan ruangan.


c. Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat di Lontara

II bawah belakang.

56 | P a g e
Model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat adalah model

modifikasi Tim-Primer (kolaborasi), karena sebagian besar perawat berlatar

belakang pendidikan Akademi Keperawatan dan pembagian tugas

berdasarkan Shift. Dimana jadwal terdiri dari Pagi, Sore, Malam dan Libur.
d. Inventaris diruang perawatan Lontara II bawah belakang

No Nama Alat Jumlah Ket


1. Tabung oksigen sentral ditiap ruangan 14 buah
2 buah
2. Oksigen tranfer
1 buah
3.
Stetoskop 2 buah
4.
1 buah
5. Termometer
2 buah
6.
Spignomanometer digital 2 buah
7.
1 buah
8. Kursi roda
39 buah
9.
Tempat sampah kuning 39 buah
10.
Tempat sampah hijau
3 buah
11.
Jumlah Bed ( tempat tidur ) 1 buah
12.
1 buah
13. Tiga puluh dua buah jumlah Tiang tempat infus
1 buah
14.
Siringe pump 1 buah
15.
8 buah
16. Infus pump
3 buah
17.
Alat EKG 1 buah
18.
1 buah
19. Alat DC Syok
3 buah
20.
Troli emergency 9 buah
21.
1 buah
22. Set GV
6 buah
23.
Troli 3 buah
24.
4 buah
25. Tromol
8 buah
26.
Suction pump 1 buah
27.
1 box
28. Wastafel
Hand rab di dinding
Kulkas obat
Lemari
Computer
Meja
Kursi

57 | P a g e
Apar
Spill kid

e. Fasilitas dan fungsi di tiap Ruangan


o Ruang kepala instalasi
Berfungsi untuk tempat kepala instalasi
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari
o Ruang kepala pelayanan
Berfungsi untuk tempat kepala pelayanan
Fasilitas : dua buah meja, enam kursi dan dua lemari
o Ruang jaga perawat (nurse station)
Berfungsi untuk tempat perawat dan penyipanan perlengkapan perawat
Fasilitas : satu troli emergency, satu buah lemari penyimpanan obat, satu

buah lemari penyimpanan alat, satu buah kulkas obat, tiga buah meja dan

tiga komputer dan satu printer.


o Kamar perawatan 4, 5 dan 6
Befungsi sebagai ruang perawatan kelas 2 yang terdiri atas masing-

masing memiliki empat buah tempat tidur, empat tiang infus, empat meja

penyimpangan barang keperluan pasien, empat buah kursi plastik.


o Kamar perawatan 7a, 7b, 8 dan
Berfungsi sebagai ruang perawatan kelas 3 yang terdiri atas masing-

masing memiliki enam buah tempat tidur, enam buah tiang infus, enam

meja penyimpanan barang keperluan pasien, dan enam buah kursi plastik

untuk penjaga pasien. Kecuali kamar 7a ada Sembilan tempat tidur,

Sembilan tiang infuse, Sembilan meja penyimpanan barang pasien dan

Sembilan kursi plastik. Serta 1 buah WC didalam ruangan 7a.


f.SDM keperawatan, Jadwal Rotasi dan Shift
o Jumlah perawat diruang perawatan Lontara II bawah depan

sebanyak 15 orang dengan rincian pendidikan Akademi keperawatan

sebanyak 9 orang, S1 keperawatan sebanyak 6 orang, jumlah cleaning

service sebanyak 2 orang.

58 | P a g e
o Jadwal rotasi metropolitan dimana jadwal tiap perawat dibagi

mejadi tiga shift


 Shift pagi sebanyak 2 kali, pukul 07.00-14.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 13.30-21.30.
 Shift sore sebanyak 2 kali, pukul 20.30-07.30.
 Libur sebanyak 2 kali
g. Peran dan fungsi perawat di Lontara II bawah belakang
Peran dan fungsi perawat yang dilihat selama orientasi
o Kepala ruangan
 Kolaborator, kepala ruangan mendiskusikan masalah kesehatan

pasien dengan dokter


 Koordinator, Kepala ruangan mengontrol seluruh tindakan dari

ketua tim hingga ke perawat pelaksana


o Ketua Tim
 Mengontrol seluruh tindakan perawatan yang dilakukan oleh

perawat pelaksana
 Menyiapkan penyuluhan untuk pasien yang akan pulang
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan kepala ruangan
o Perawat pelaksana
 Medokumentasikan hasil tindakan keperawatan yang telah

dilakukan
 Menganti cairan infuse
 Memberi obat kepada pasien atas instruksi dokter
 Mendiskusikan masalah kesehatan pasien dengan ketua tim.
2. Observasi tindakan keperawatan
oAlat alat yang terbatas sehingga pasien mendapat keterlambatan dalam

pelayanan
oKurangnya persediaan handscun, dispo.
oKetika menghubungi dokter sering terjadi gangguan komunikasi, maka

dari itu dokter sering datang terlambat keruangan.

59 | P a g e
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo dipimpin oleh
seorang direktur utama dan dibantu oleh empat direktur yang selanjutnya
dibagi dalam divisi kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sub divisi
hingga sampai pada tingkatan instalasi.
2. Ruang perawatan lontara I merupakan ruang perawatan interna
yang terbagi dalam empat ruang perawatan, khusus pada ruang perawatan
lontara I bawah depan merupakan ruang perawatan cardiologi, selain itu
ruang perawatan lontara I memiliki dua ruang perawatan khusus/intensif,
serta dua ruang perawatan isolasi. Ruang perawatan lontara II merupakan
ruang perawatan bedah yang juga terbagi dalam empat ruang perawatan
yakni perawatan bedah orthopedi, urologi, onkologi dan digestive.
Lontara IV atas merupakan ruang perawatan anak yang terbagi menjadi
dua ruang perawatan yaitu ruang perawatan anak infeksi dan ruang
perawatan anak non infeksi.
B. Saran
Keberhasilan dan efisiensi dari program orientasi membutuhkan
keterlibatan pro aktif semua pihak terutama peserta kegiatan orientasi itu
sendiri .

60 | P a g e