Anda di halaman 1dari 35

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan rencana di SMP Negeri yang ada di kota

Tangerang, yang terdiri atas 3 (Tiga) SMP Negeri, yaitu SMP Negeri 4

Tangerang, SMP Negeri 9 Tangerang, SMP Negeri 19 Tangerang, tahun

pelajaran 2018/2019. Pemilihan tempat penelitian didasarkan pada

pertimbangan tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh kemandirian dan

motivasi belajar terhadap prestasi belajar ilmu pengetahuan alam. Penelitian

dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan penelitian pendahuluan

yaitu mengumpulkan data terkait dengan jumlah populasi dan jumlah sampel

yang akan dijadikan obyek penelitian. Tahap kedua melakukan uji coba

instrumen dan ditindak lanjuti dengan penelitian.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan berlangsung selama 5 bulan, yaitu mulai

bulan September hingga Januari 2018. Adapun jadwal secara umum dapat

dinyatakan dalam tabel di bawah ini:

53
2

Tabel 3.1
Rencana Jadwal Kegiatan dan Waktu Penelitian

Bulan /Minggu
KEGIATAN September Oktober Nopember Desember Januari
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persetujuan
judul
Penulisan
proposal
Penyusunan
instrumen
Uji coba
instrumen
Pengumpulan
data
Pengolahan
data
Penulisan
laporan
Perkiraan
sidang tesis
Revisi

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

survei, yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan

fakta melalui pengamatan langsung. Moh. Nazir (2003;56) menyatakan

bahwa metode Survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh

fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan

secara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu

kelompok maupun suatu daerah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif dengan

jenis penelitian survey, untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dan

kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematika. Ciri utama metode


3

diskriptif kuantitatif adalah memberikan gambaran dan tapsiran terhadap

gejala-gejala yang terjadi saat ini dengan menggunakan angka-angka dari

studi kasus yang diteliti, di perjelas oleh pendapat Arikunto (2001:10),

menyatakan bahwa,”Apabila dilihat dari saat terjadinya, ada variabel masa

lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan

dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang

(sedang terjadi), adalah penelitian diskriptif (to destrible = menggambarkan,

membeberkan).”

Variabel yang diteliti adalah dua variable bebas yaitu Kemandirian

(X1) dan motivasi belajar (X2) dan satu variabel terikat yaitu prestasi belajar

IPA (Y). Sesuai dengan judul dan rumusan masalah yang ada, model

konstelasi hubungan antar variabel dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

X1

Y
Gambar 3.1
Konstelasi Hubungan Antar Variabel
Keterangan : X2
X1 = variabel bebas Kemandirian
X2 = variabel bebas Motivasi belajar
Y = variabel terikat Prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam
= pengaruh antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap veriabel

terikat (Y)

Prosedur penelitian ini dilakukan secara bertahap. Adapun tahap

prosedur pelaksanaan penelitiannya sebagai berikut:


1. Tahap Perencanaan
4

Tahap perencanaan meliputi pengajuan judul dan pengajuan dan

penyusunan proposal, mengajukan ijin penelitian, serta penyusunan

instrumen dan perangkat penelitian. Tahap ini dilaksanakan pada bulan

September 2018.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini peneliti akan melaksanakan pengumpulan data,

pengolahan data penelitian pada bulan Oktober - November 2018.


3. Tahap Penyelesaian
Pada tahap ini terdiri dari proses analisis data dan penyusunan

laporan penelitian yang dilaksanakan pada bulan November-Desember

2018.

4. Tahap Sidang dan Revisi


Pada Tahapan ini terdiri dari sidang tesis dan revisi tesis setelah

sidang dilaksanakan yang dilaksanakan pada bulan Desember-Januari

2018.

C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling


1. Populasi

Populasi merupakan populasi yang telah ditentukan sesuai dengan

masalah penelitian sebelum peneliti dilakukan. Sugiyono (2010:61),

menyatakan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi target dari penelitian ini adalah siswa kelas VII dari tiga sekolah

SMP Negeri di Kota Tangerang.


Populasi terjangkau (accessible population, source population)

suatu penelitian adalah bagian dari populasi target dapat dijangkau oleh
5

peneliti. Dengan perkataan lain populasi terjangkau adalah bagian populasi

target yang dibatasi oleh tempat dan waktu. Dari populasi terjangkau inilah

akan dipilih sampel, yang terdiri dari subyek yang akan langsung diteliti.

Sesuai dengan masalah yang akan diteliti, maka populasi terjangkau dalam

penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Tangerang

yang terdaftar pada tahun pelajaran 2018/2019, yaitu SMP Negeri 4

Tangerang, SMP Negeri 9 Tangerang dan SMP Negeri 19 Tangerang.

2. Sampel
Sugiono, (2010:62) menyatakan Sampel (bahasa inggris: sampel)

merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti, dipandang sebagai suatu

pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel

adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Sampel dalam penelitian kuantitatif merupakan subyek penelitian yang

dianggap mewakili populasi, dan biasanya disebut responden penelitian.

Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili

keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi

penentu baik tidaknya sampel yang diambil..


Sampel diambil dari populasi terjangkau dengan multistage

sampling. Pertama digunakan teknik purposive sampling, di mana sekolah

diambil berdasarkan tipe sekolah, yaitu negeri. Kedua digunakan teknik

proporsional dan random sampling, untuk memilih responden dari tiap

sekolah. Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan

peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.


Dapat disimpulkan bahwa sampel yang baik harusnya representatif,

sehingga dari data yang akan diambil sebagai sampel dapat menggeneralisasi
6

hasil penelitian secara keseluruhan, adapun jumlahnya dapat diambil 10%

sampai 25%, artinya pengambilan sampel yang dilakukan akan dapat

mewakili populasi data yang disajikan, sehingga pelaksanaan penelitian tidak

akan menyimpang dari tujuan awal penelitian itu sendiri. Dalam menentukan

jumlah sampel peneliti menggunakan rumus Taro Yamane sebagai berikut:

(Bambang Suwarsono, 2007:44)

N
n=
( N × d 2) +1

Keterangan :
n=Jumlah sampel
N=Jumlah populasi
d=Presesi(ditetapkan 10 dengan taraf signifikansi95 )

Dengan menggunakan rumus di atas, maka sampel yang diperoleh sebagai


berikut:
Diketahui:
N=936( SMP Negeri 4 T angerang=360, SMP ¬e ri 9 Tangerang=288 dan SMP Negeri 19Ta
maka
N
n=
( N × d 2) +1
936
n=
( 936 × ( 0,1 )2 ) +1
936
¿
( 936× 0,01 ) +1
936
¿
10,36
¿ 90,35 jika dibulat kan menjadi 90 siswa yang menjadi sample.

Dari hasil perhitungan rumus di atas, diperoleh jumlah sampel yang

digunakan dalam penelitian ini adalah 90,35 dibulatkan menjadi 90


7

responden. Dari jumlah sampel tersebut, maka jumlah anggota sampel

360
untuk SMP Negeri 4 Tangerang adalah × 90=34, 4 1 dibulatkan
936

menjadi 34 siswa, jumlah anggota sampel untuk SMP Negeri 9 Tangerang

28 8
adalah ×90=2 7,69 di bulatkan menjadi 28 siswa, dan jumlah
936

anggota sampel untuk SMP Negeri 19 Tangerang adalah

288
× 90=27,69 di bulatkan menjadi 28 siswa. Adapun rincian jumlah
936

sampel masing sekolah SMP Negeri dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.2
Rekapitulasi Jumlah Sampel
Jumlah Jumlah
No Nama Sekolah
siswa sampel
1 SMP Negeri 1 Teluknaga 360 34
2 SMP Negeri 2 Teluknaga 288 28
3 SMP Negeri 2 Kosambi 288 28
Jumlah total 936 90

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel, yaitu :

1. Teknik mendapatkan data Kemandirian

Pengumpulan data variabel kemandirian dilakukan dengan

instrumen non tes berbentuk kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah

pernyataan dalam bentuk skala likert yang terdiri dari lima pilihan jawaban
8

(selalu, sering, kadang-kadang, pernah, tidak pernah) yang diberikan

kepada siswa kelas VII sebagai sampel.

2. Teknik mendapatkan data Motivasi Belajar

Pengumpulan data variabel kemandirian belajar siswa dilakukan

dengan instrumen non tes berbentuk kuesioner. Instrumen yang digunakan

adalah pernyataan dalam bentuk skala likert yang terdiri dari lima pilihan

jawaban (selalu, sering, kadang-kadang, pernah, tidak pernah) yang

diberikan kepada siswa kelas VII sebagai sampel.

3. Teknik mendapatkan data Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan

Alam

Pengumpulan data tentang prestasi belajar IPA adalah dengan

melihat hasil nilai tes dari instrumen kelas VII tentang suhu dan

penerapannya. Berdasarkan kompetensi dasar sebagai berikut:

a. Memahami konsep suhu, pemuaian dan peranannya dalam kehidupan

sehari-hari.
b. Melakukan percobaan untuk menyelidiki suu dan perubahannya

dan perubahan pemuaian pada zat padat, cair, dan gas.

Tabel 3.3
Teknik Pengumpulan Data
No Variabel Teknik Rentang Skala Sumbe Unit
Pengumpula Skor Data r Data/ analisi
n Data penilaia angket s
n
1 Kemandiria Angket 1-5 Interva Siswa Siswa
n (X1) Model
Likert l
2 Motivasi Angket 1-5 Interva Siswa Siswa
Belajar (X2) Model
l
9

Likert
3 Prestasi Soal 1 – 10 Interva Siswa Siswa
Belajar IPA
(Y) l

E. Variabel Penelitian

Variabel atau faktor penelitian memiliki peranan sangat penting

dalam suatu penelitian pendidikan. Variabel adalah segala sesuatu yang

akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Ada juga yang

menganggap variabel sebagai gejala sesuatu yang bervariasi. Variabel-

variabel penelitian ini sebagai berikut:

1. Variabel bebas

Variabel bebas atau variabel penyebab (independent variables)

Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau memengaruhi,

yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti

untuk menentukan hubungan antara fenomena yang diobservasi atau

diamati. Penelitian ini variabel bebasnya adalah Kemandirian dan motivasi

belajar.

2. Variabel terikat

Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variable)

adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan

adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, atau tidak

muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti.

Penelitian ini variabel terikatnya adalah prestasi belajar IPA

3. Variabel intervening
10

Variabel intervening adalah yang tidak pernah diamati dan hanya

disimpulkan berdasarkan pada variabel terikat dan bebas. Penelitian ini

variabel interveningnya adalah kemandirian belajar. Dalam penelitian ini

terdapat tiga variabel yang terdiri dari dua variabel bebas dan satu variabel

terikat yaitu:

X1 = Kemandirian (variabel bebas 1)

X2 = Motivasi belajar (variabel bebas 2)

Y = Prestasi belajar matematika (variabel terikat)

F. Pengembangan Instrumen Penelitian

1. Instrumen Variabel Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Untuk dapat mengukur secara kuantitatif, maka variabel penelitian ini

didefinisikan sebagai berikut :

a. Definisi konseptual Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah kemampuan

yang dimiliki siswa setelah mengikuti kegiatan pelajaran pada materi IPA

yang mencakup pengetahuan, pemahaman, dan penerapan dikaitkan

dengan wawasan dan perkembangan siswa, tentang pokok bahasan

“Suhu dan Penerapannya”

b. Definisi Operasional Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam


Prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam adalah skor yang

mencerminkan tingkat pencapaian kemampuan siswa pada pelajaran IPA

pada aspek pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi tentang materi IPA

yang diukur melalui tes/ulangan dengan soal berbentuk pilihan ganda.


c. Kisi-kisi Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam
11

Kisi-kisi adalah tabel yang menunjukan hubungan antara hal-hal

yang disebutkan dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom.

Kisi-kisi penyusunan instrumen menunjukan kaitan antara variabel yang

diteliti dengan sumber data darimana data diambil dan metode yang

digunakan (Suharsimi Arikunto 2002 : 162). Adapun kisi-kisi instrumen

Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4
Instrumen Kisi-Kisi Prestasi Belajar

Ilmu Pengetahuan Alam

Kompetensi Jumlah
Indikator Ability Nomor soal
Dasar soal
Memahami konsep  Memahami
suhu, pemuaian dan pengertian suhu
peranannya dalam C1 1,2,3 2
kehidupan sehari-
dan satuannya
hari
 Memahami sifat
C2 4 1
termometrik zat
 Menjelaskan
C2 5 1
alat ukur suhu
 Memahami
cairan, dan bagian C2 6,7,8,9 4
pada thermometer
 Menerapkan C3 10,11 2
konsep pada
termometer
12

celcius
 Mengkonvers
ikan skala celcius
12,13,14,15,16,1
ke skala C3 6
7
fahreinheit, kelvin
maupun Reamur
 Memahami
pengertian
pemuaian dan alat C2 18,19 2
ukur pemuaian
panjang
 Mengidentifik
asi pemuaian C2 20,21,22 3
panjang
 Menghitung
Persaman C3 23,24,25,26 4
pemuaian panjang
 Memahami
pemuaian pada zat C4 27,28 2
cair
 Menjelaskan
pengertian
C2 29 1
koefisien muai
luas

 Memahami
C4 30 1
pemuaian volume
melakukan  Mengidentifikasi
percobaan untuk contoh
menyelidiki suhu
dan perubahannya
pemanfaatan
dan perubahan akibat pemuaian
C4 31,32,33,34,35 5
pemuaian pada zat panjang, luas,
padat, cair, dan gas volume dalam
kehidupan sehari-
hari
Total Butir Soal 35

d. Kalibrasi Instrumen Penelitian

Untuk menguji instrumen dilakukan dengan menguji tingkat

kesukaran validitas setiap butir soal, reliabilitas instrumen dan daya


13

pembeda butir soal. Adapun rumus yang digunakan untuk pengujian

disesuaikan dengan jenis instrumen soal berbentuk pilihan ganda.

1) Tingkat Kesukaran Butir Soal Tes Pretasi Belajar IPA

Indeks tingkat kesukaran atau Propotional Correct dinotasikan

dengan p untuksoal pilihan ganda diuji dengan rumus (safari,2005 : 23)

Untuk menghitung kesukaran digunakan rumus :

JB
P=
N

Ketrangan :
P : indeks kesukaran
N : jumlah peserta tes
JB : jumlah peserta tes yang menjawab benar

Intepretasi Indeks kesukaran soal mengacu pada pendapat Robert L.

Thorndike dan Elizabeth Hagen dalam bukunya yang berjudul

“Measurement and Evaluation in Psychology and Education” yang

dikutip oleh Anas Sudijono (2012 : 372), yang memberikan penasifran

(inteprestasi) terhadap angka indeks kesukaran item butir soal sebagai

berikut :

P = 0,00 – 0,30 = Sukar

P = 0,30 – 0,70 = Sedang

P = 0,70 – 1,00 = Mudah

2) Pengujian Validitas (Kesahihan)


Kesahihan atau Validitas butir soal untuk soal pilihan ganda diuji dengan

menggunakan koefisien Korelasi Biserial (Safari, M.A. 2005 : 71) dengan

rumus :
14

r bis (i)= Xi−Xt


( St )√ Pi
Qi

Keterangan :

rbis(i): koefisien korelasi biserial antara skor butir soal

nomor i dengan skor total.

Xi: rata-rata skor total responden yang menjawab

benar butir soal nomor i.

Xt: rata-rata skor total semua responden.

St: standar deviasi skor total semua responden.

Pi: proporsi jawaban benar untuk butir soal nomor i.

Qi: proporsi jawaban salah untuk butir soal nomor i.

Untuk menentukan suatu soal valid atau tidak, selanjutnya

koefisien rbis = rhitung tersebut diinterpretasikan dengan kriteria seperti yang

dikemukakan oleh Sumarna Suryapranata, yaitu soal valid jika nilai rhitung

lebih besar dari atau sama dengan 0,3 (r hitung≥ 0,3), dan tidak valid jika nilai

rhitung lebih kecil dari 0,3.

3) Pengujian Reliabilitas (Keterhandalan)

Keterhandalan (reliabilitas) instrumen untuk soal pilihan ganda

diuji dengan menggunakan Kuder Richardson 20 (Drs. Safari, M.A. 2005 :

54), dengan rumus :


15

∑ PiQi
r KR = k
k−1 ( 1−
St 2 )
Keterangan :

rKR : koefisien reliabilitas tes.

k : banyaknya butir soal.

St2 : varians skor total.

PiQi : varians skor butir.

Pi : proporsi jawaban benar untuk butir i.

Qi : proporsi jawaban salah untuk butir i.

Untuk menentukan reliabilitas perangkat soal tersebut digunakan taraf

signifikan 5 % pada uji satu pihak dan df (derajat kepercayaan) = n – 2. Perangkat

soal dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel , α = 5%, n = jumlah anggota sampel.

2. Instrumen Pengukuran Kemandirian

a. Definisi konseptual Kemandirian

Secara konseptual, kemandirian belajar pada penelitian ini didefinisikan

suatu strategi pelajar yang mengelola aspek internal dalam diri seseorang dan aspek

eksternal yang terdapat di lengkungannya untuk digunakan dalam proses

pembelajaran secara teratur, menyeluruh dan berkesinambungan baik sendiri

maupun bersama-sama. Dan dimensi-dimensi kemandirian belajar dalam penelitian

ini dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Pertama, pengelolaan kemampuan

berpikir kreatif, mempunyai indikator-indikator penguatan tekad belajar, penguatan

nilai guna belajar, penguatan minat belajar dan penguatan-penguatan keberhasilan


16

belajar. Kedua, pengelolaan metakogniti£ mempunyai indikator-indikator

pengaturan diri, pengelolaan materi belajar, pengelolaan perluasan belajar,

pengelolaan evaluasi diri. Ketiga, pengelolaan lingkungan, mempunyai indikator

usaha mengatur lingkungan belajar dan persepsi perlunya bantuan belajar. Atau

secara singkat dapat dikatakan suatu strategi untuk mengatur semua komponen

belajar internal dan eksternal agar mampu mentranformasikan materi pelajaran

secara optimal dan berlangsung terus - menerus.

b. Definisi Operasional Kemandirian

Secara operasional, kemandirian didefinisika sebagai skor tanggapan siswa

dalam mengatur proses belajarnya yang ditandai dengan pengelolaan motivasi

berprestasi, pengetahuan metakognitif dan pengelolaan lingkungan pembelajaran.

c. Kisi-kisi Instrumen kemandirian

Instrumen penelitian kemandirian disusun berdasarkan beberapa indikator di atas.

Berdasarkan indikator tersebut disusun pertanyaan yang berhubungan dengan

variabel kemandirian. Untuk instrumennya dalam penelitian ini direncanakan

disusun sebanyak 35 butir pertanyaan. Selanjutnya diuji validitas butir dan

realibilitas instrumen sehingga layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian.

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur variabel kemandirian dituangkan dalam

tabel 3.5 seperti tampak dibawah ini.

Tabel 3.5
17

Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Kemandirian


No Sub Aspek Indikator No. Item Pernyataan Jumlah
Positif Negatif
1. Bertanggung Percaya pada 2,5,13 8,10 5
Jawab kemampuan
sendiri
Tidak bergantung 1,3,4,13 6,11 6
secara terus
menerus pada
orang lain
Menentukan arah 9,12,14 7 4
belajarnya sendiri
2. Tegas dalam Keputusan 15,20 17,22 4
mengambil sendiri
keputusan Memecahkan 16,35 24,26 4
masalahnya
sendiri
3. Mengejar Bertindak kreatif 23,18,29,34,35 25 6
minat-minat dan inisiatif
baru Coba hal-hal baru 19,21 22, 31,33 5
Menyatakan buah 27 28,30,32 4
pikiran
Jumlah 19 16 35

Tabel 3.6
Bobot Penilaian Kisi-kisi Instrumen Kemandirian

Bobot Nilai Kategori Jawaban


Jenis Butir Kadang- Tidak
Selalu Sering Pernah
kadang Pernah
Positif 5 4 3 2 1
Negatif 1 2 3 4 5

d. Validitas Instrumen
18

1) Uji Validitas
Menurut Djaali dan Mulyono (2008 : 53) Validitas butir angket untuk

variabel kemandirian diuji dengan menggunakan koofesien product moment

(r) dengan rumus :


X
Y
∑¿
¿
¿
¿
X
∑¿
¿
Y
∑¿
X −¿ { N ∑ Y 2−( ¿¿ 2 ) }
2

N ∑¿
∑¿¿
N ∑ XY −¿
r xy =¿

Keterangan :
r xy : Koefisien korelasi
∑ X : Jumlah skor X
∑ Y : Jumlah skor Y
∑ X2 : Jumlah kuadrat skor butir
∑Y 2
: Jumlah kuadrat skor total
∑ XY : Jumlah perkalian antar skor butir dan skor

total
N : Jumlah responden

2) Uji Reliabilitas
Menurut Sudijono (2009:208) realibilitas perangkat soal untuk angket

digunakan indeks reliabilitas Cronbac Alpha dengan rumus:

Instrumen yang valid diuji dengan rumus Alpha Cronbach, seperti yang

dikemukakan Arikunto (2010:239) yaitu,


19

∑ σ 2b
r 11 = ( )(
k
k −1
1− 2
σt ❑ )
Keterangan :

r 11 : reliabilitas instrumen

k : banyak butir pertanyaan


2
σt : Varian total

∑ σ 2b : Jumlah varian butir

Remmers dkk (dalam Surapranata, 2004:114) menyatakan bahwa

koefisien reliabiltas 0,5 dapat dipakai untuk tujuan penelitian. Dari referensi

di atas, dalam penelitian ini penulis menggunakan kriteria bahwa, suatu

instrument dikatakan relibael apabila nilai koefisien reliabilitas r 11 >0,5 .

3. Instrumen Motivasi Belajar


a. Definisi Konseptual
Motivasi belajar adalah dorongan yang ada dalam diri peserta didik

untuk belajar dan memaksimalkan intelegensi yang ada dalam dirinya.

Motivasi belajar disini ibarat prasyarat utama keberhasilan peserta didik

dalam proses belajarnya.


b. Definisi Operasional
Motivasi belajar adalah skor yang digunakan untuk menilai dorongan yang

ada dalam diri peserta didik untuk belajar dan memaksimalkan intelegensi

yang ada dalam dirinya. Motivasi belajar disini ibarat prasyarat utama

keberhasilan peserta didik dalam proses belajarnya. Secara operasional

motivasi belajar dalam penelitian ini adalah skor yang diperoleh dari angket
20

motivasi belajar yang diberikan kepada responden dengan menggunakan

skala likert yang memiliki rentang 1-5


c. Kisi-kisi Instrumen Motivasi Belajar

Instrumen penelitian motivasi belajar disusun berdasarkan beberapa indikator.

Berdasarkan indikator tersebut disusun pertanyaan yang berhubungan dengan

variabel motivasi belajar. Untuk instrumennya dalam penelitian ini direncanakan

disusun sebanyak 35 butir pertanyaan. Selanjutnya diuji validitas butir dan

realibilitas instrumen sehingga layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian.

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur variabel motivasi belajar dituangkan

dalam tabel 3.7 seperti tampak dibawah ini.

Tabel 3.7
Kisi-kisi Instrumen Pengukuran Motivasi Belajar

No Indikator No. Item Pernyataan Jumlah


Positif Negatif
1. Disiplin Belajar 1,4,11,18,21 5,22,25,29 10
2. Persiapan 3,26 24 3
3. Semangat Belajar 12,13,23 30,31 5
4. Aktif dan kreatif 27,6,7,20 2,9,10,28 8
5 Prestasi belajar 8 15 2
6 Penghargaan 14,17,19 16,32,33, 9
34,40
Jumlah 18 17 35

Berdasarkan kisi-kisi diatas dapat disusun instrument (angket)

dengan lima alternatif jawaban dan pemberian bobot nilai seperti berikut:

Tabel 3.8
Bobot Penilaian Kisi-kisi Instrumen Kemandirian

Jenis Butir Bobot Nilai Kategori Jawaban


21

Kadang- Tidak
Selalu Sering Pernah
kadang Pernah
Positif 5 4 3 2 1
Negatif 1 2 3 4 5

d. Validasi Instrumen Motivasi Belajar


1) Uji Validitas
Menurut Djaali dan Mulyono (2008 : 53) Validitas butir

angket untuk variabel keceerdasan emosional diuji dengan

menggunakan koofesien product moment (r) dengan rumus :


X
Y
∑¿
¿
¿
¿
X
∑¿
¿
Y
∑¿
X −¿ { N ∑ Y 2−( ¿¿ 2 ) }
2

N ∑¿
∑¿¿
N ∑ XY −¿
r xy =¿

Keterangan :
r xy : Koefisien korelasi
∑X : Jumlah skor X
∑Y : Jumlah skor Y
∑ X : Jumlah kuadrat skor butir
2

∑ Y 2 : Jumlah kuadrat skor total


∑ XY : Jumlah perkalian antar skor butir dan skor total
N : Jumlah responden

2) Uji Reliabilitas
22

Instrumen yang valid diuji dengan rumus Alpha

Cronbach, seperti yang dikemukakan Arikunto (2010:239) yaitu,

∑ σ2
r 11 = ( )(
k
k −1
1− 2 b
σt ❑ )
Keterangan :

r 11 : reliabilitas instrumen

k : banyak butir pertanyaan

2
σt : Varian total

∑ σ 2b : Jumlah varian butir

Remmers dkk (dalam Surapranata, 2004:114) menyatakan

bahwa koefisien reliabiltas 0,5 dapat dipakai untuk tujuan penelitian.

Dari referensi di atas, dalam penelitian ini penulis menggunakan

kriteria bahwa, suatu instrument dikatakan relibael apabila nilai

koefisien reliabilitas r 11 >0,5 . Berdasarkan hasil perhitungan

reliabilitas uji coba instrumen lingkungan keluarga menggunakan

Microsoft Excell 2007 diperoleh koefisien reliabilitas

r 11 =0,86>0.5 ; sehingga dapat disimpulkan instrumen uji coba ini

memiliki reliabilitas yang tinggi dan dapat digunakan untuk

mengukur data penelitian.

G. Teknik Analisis Data


23

1. Analisis Data Deskriptif

Analisis Data Deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-

data penelitian, dalam penelitian ini akan dilakukan analisis deskriptif

dengan memberikan gambaran data tentang jumlah data, minimum,

maksimum, mean, median, modus, varians, dan simpangan baku serta

histogram. Penghitungan dilakukan dengan metode SPSS 20 dan

Microsoft Excell 2007. Sebelum dilakukan uji prasyarat analisis data,

maka diperoleh adanya penyajian data, pengolahan data dan menganalisis

simpangan.

a. Penyajian data

data yang akan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan grafik

b. Pengolahan data
1. Mean ( x́ )

x́=
∑ f i xi
n

Keterangan:
x́ = mean atau rata-rata
∑ fi = jumlah frekuensi
xi = titik tengah
n = banyak data

2. Median ( M e )
1
M e =TB M +
2
e (
n−∑ f Me
fM e
c )
Keterangan:
TBM e
= Tepi bawah kelas Median
c = Interval kelas
∑ f Me = Jumlah frekuensi kumulatif sebelum kelas Median
24

f Me = Frekuensi median
n = Banyak data

3. Modus
d1
M o=TB M + o ( )
d 1 +d 2
c

Keterangan:
TB M o
= Tepi bawah kelas Median
c = Interval kelas
d 1 = Selisih Frekuensi modus dengan frekuensi sebelum modus
d 2 = Selisih Frekuensi modus dengan frekuensi setelah modus
n = Banyak data

4. Menganalisis simpangan baku

s=
√ ∑ f ( x i− x́ )2
n−1

Keterangan:
x́ = mean atau rata-rata
∑ fi = jumlah frekuensi
xi = titik tengah

2. Uji Persyaratan Analisis Data

Uji persyaratan analisis data diperlukan sebagai persyaratan melakukan uji

hipotesis. Tujuan dari uji prasyarat analisis data yaitu untuk menentukan uji mana

yang perlu digunakan, apakah menggunakan uji statistik parametrik atau non

parametrik. Asumsi yang paling lazim pada uji parametrik adalah sampel acak

yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal, data bersifat homogen dan

bersifat linear. Apabila asumsi-asumsi ini dipenuhi, maka uji parametrik dapat

dilakukan. Uji persyaratan data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas,

uji linieritas dan uji multikolinieritas.


25

a. Uji Normalitas

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, berdasarkan data-data yang

terkumpul dari hasil penelitian ini, terhadap data-data tersebut terlebih dahulu

dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu Uji Normalitas. Uji normalitas

dilakukan untuk mengetahui apakah data populasi berdistribusi normal atau tidak

berdasarkan data sampel yang diperoleh. Uji normalitas dalam dalam penelitian

ini menggunakan bantuan olah data program SPSS versi 20, berdasarkan tes

statistik one Sample Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi ∝=0,05 ,

data dikatakan normal apabila nilai Sig. > 0,05.

b. Uji Linearitas

Pengujian linieritas garis regresi dalam penelitian ini digunakan

Uji F, rumusnya adalah sebagai berikut (Sudjana, 1996:327) :

JK (TC )
2
STC k−2
F= 2 =
SE JK ( E)
n−k
Dalam prakteknya, akan digunakan bantuan program SPSS 17.0

untuk menghitung uji linieritas, yaitu dengan melihat besarnya nilai

koefisien sig pada Deviation from Liniearity.

Kriteria pengujian linieritasnya adalah sebagai berikut:

jika sig > 0,05 maka garis regresi tersebut linier dan, jika sig ≤ 0,05 maka

garis regresi tersebut tidak linier.

c. Uji Multikolinearitas
26

Supardi (2013:157) menyatakan bahwa Uji Multikolinearitas


dalam rangka menguji apakah dalam model ganda ditemukan adanya
korelasi antara variabel bebas. Dalam analisis yang baik disyaratkan
tidak terjadi kolinearitas atau multikolonieritas diantara variabel bebas.
Untuk mengetehui terjadi kolinearitas atau multikoloniearitas

diantara variabel bebas dalam suatu model regresi dilakukan dengan

melihat atau menguji nilai VIF (variance Inflation Faktor) atau nilai TOL

(Tolerance). Rumus untuk menentukan nilai VIF dan TOL seperti

berikut:

1
VIF=
(1−R 2 ) : j = 1, 2, 3,...k
1
1
TOl= =1−R 2
VIF 1
Keterangan :
VIF = Nilai Variance Inflation Factor
T0l j= nilai Toleance variabel bebas-j
Rj = koefisien koralasi antara variabel babas –j dengan variabel babas

lainnya
Hipotesis yang diuji:
H0 : Terjadi multikoloniearitas antara variabel bebas
H1 : Tidak terjadi multikoloniearitas antara variabel bebas

Kriteria pengujian untuk mengetahui terjadi atau tidaknya

multikoloniearitas sebagai berikut ”jika nilai Tol ≤ 0,1 atau nilai VIP ≥10,

terima H0 atau dikatakan terjadi multikoloniearitas.

3. Uji Hipotesis Penelitian

Setelah keseluruhan uji persyaratan analisis data dipenuhi dan

diketahui data layak untuk diolah lebih lanjut, maka langkah berikutnya

adalah menguji masing-masing hipotesis yang telah diajukan. Pengujian


27

hipotesis menggunakan teknik korelasi partial dan korelasi ganda, serta

regresi linier sederhana dan regresi linier ganda.

Dalam prakteknya, untuk perhitungan dan pengujian korelasi dan

regresi baik partial maupun ganda akan digunakan bantuan program

SPSS 20. Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Analisis Korelasi

1) Perhitungan dan Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi

Partial

Hasil perhitungan koefisien korelasi partial bisa dilihat dari output

program SPSS melalui analisis korelasi yakni pada tabel

Correlations. Signifikasi dari koefisien korelasi tersebut dinyatakan

oleh keterangan yang ada di bawah tabel tersebut, yaitu :

a. untuk tanda ** (dua bintang) maka koefisien korelasi tersebut

signifikan pada taraf nyata 1%


b. untuk tanda * (satu bintang) maka koefisien korelasi

tersebut signifikan pada taraf nyata 5%, tidak signifikan pada

taraf nyata 1%.


c. untuk yang tidak ada tanda bintangnya maka koefisien

korelasi tersebut tidak signifikan

2) Perhitungan dan Pengujian Signifikansi Koefisien Korelasi


Ganda

Hasil perhitungan koefisien korelasi ganda bisa dilihat dari output

program SPSS melalui analisis regresi yakni pada tabel Model

Summaryb. Signifikasi dari koefisien korelasi tersebut diuji secara


28

manual atau dengan bantuan komputer melalui program aplikasi

Microsoft Excel. Adapun rumus pengujiannya adalah :


R2
F  k
1  R2
n  k 1

dimana : R = Ry.12 yaitu koefisien korelasi ganda


n adalah banyaknya anggota sampel
k adalah banyaknya variabel bebas

b. Analisis Regresi

Supardi (2013:239) menyatakan jika dalam regresi linear sederhana

hanya ada satu peubahan bebas (X) yang dihubungkan dengan

peubahan tidak bebas (Y) sedangkan dalam regresi linear berganda

ada beberapa variabel bebas (X1), (X2) dan (Xn) yang merupakan

bagian dari analisis multivariate dengan tujuan untuk menduga

besarnya koefisien regresi yang akan menunjukan besarnya pengaruh

beberapa variabel bebas/independent terhadap variabel tidak

bebas/dependent. Dalam uji regresi berganda, seluruh variabel

predictor (bebas) dimasukan kedalam perhitungan regresi secara

serentak serangkaian variabel bebas. Persamaan regresi kemudain

menghasilkan kostanta dan koefisien regresi bagi masing-masing

variabel bebas.

Jika terdapat dua variabel bebas (X1) dan (X2) serta variabel tidak

bebas (Y) maka persamaan regresi ganda diselesaikan dengan

langkah-langkah sebagai berikut:


29

1) Menentukan skor deviasi ukuran dekripsi seperti berikut:


∑ X 1 ¿2
a. ¿
¿
∑ x 1=∑ X 21−¿
2

2
∑ X2¿
b. ¿
¿
2 2
∑ x 2=∑ X 2−¿
∑ Y ¿2
c. ¿
¿
∑ y 2=∑Y 2−¿
∑Y
¿
d. (∑ X 1) ¿
∑ x 1 y=∑ X 1 Y −¿
( X2) (∑ Y )
e. ∑ x 2 y=∑ X 2 Y −
n
( ∑ X 1) (∑ X 2 )
f. ∑ x 1 x 2=∑ X 1 X 2−
n
2) Menentukan koefisien-koefisien dan konstanta persamaan

regresi ganda:
a. Koefisien ganda X1
∑ x 1 x 2 ¿2

b1= ( ∑ x 21)( ∑ x 22)−¿


( ∑ x 22) ( ∑ x1 y )−( ∑ x1 x 2) ( ∑ x 2 y )
¿
b. Koefisien regresi X2
∑ x 1 x 2 ¿2

b2= ( ∑ x 21)( ∑ x 22)−¿


( ∑ x 21) ( ∑ x2 y )−( ∑ x1 x 2) ( ∑ x 1 y )
¿
c. Konstanta regresi ganda
∑b1 ∑ X2
α=
∑Y
n ( ) ( )
−b1
n
−b2
n
3) Membentuk persamaan umum regresi ganda dengan dua

variabel bebas dan satu variabel tidak bebas sebagi berikut:


Y=a+b1X1+b2X2
4) Menentukan jumlah kuadrat (JK) suber varian yang

diperlukan yaitu:
30

a.JKreg , yaitu jumlah kuadrat regresi ganda Y atas X1 dan X2,

diperoleh dari:
JK reg =b1 ∑ x1 y +b2 ∑ x 2 y
b. JKreg, yaitu jumlah kuadrat Residu/sisa, diperoleh

dari : JK res =∑ y 2−J K reg


5) Menentukan derajat kebebasan (dk) sumber varian yang

diperlukan yaitu:
a.dkreg = k
b. dkreg = n-k-1
keterangan:
k= banyaknya variabel prediktor
n = banyak pasangan data (banyaknya subjek sampel)
6) menentukan Rerata Jumlah Kuadrat (RJK) sumber varian

yang diperlukan:
JK reg
a. RJK reg =
dk reg
JK res
b. RJK res =
dk res

7) Menentukan harga Fhitung , yaitu :

JK reg JK (JK Reg)/k


Fh = atau dapat di h itunglangsung : Fh = reg =
dk res dk res (JK Res )/(n−k −1)
8) Menentukan harga Ftabel dan menguji hipotesis penelitian.
Hipotesis yang diuji, yaitu:
H0 : regresi ganda Y atas X1 dan X2 tidak berarti/tidak nyata

(tidak signifikan)
H1 : regresi ganda Y atas X1 dan X2 berarti/ nyata (signifikan)
Atau secara statistic ditulis:
H0 : β1=β2=0
H1 : selain H0
Hipotesis tersebut diuji menggunakan uji-F dengan kriteria

pengujian : terima H0 jika Fh<Ftabel, dan tolak H0 jika Fh>Ftabel.


31

Ftabel ditentukan dari tabel distribusi F untuk α tertentu (missal α

=0,05) serta dkpembilang = k dan dkpenyebut =n-k-1.

Dalam pelaksanaan dan mempermudah perhitungan penelitian

menggunakan program SPSS. Hasil pengujian signifikansi regresi

ganda bisa dilihat dari output program SPSS melalui analisis

regresi yakni pada tabel ANOVAb kolom F atau Sig.

Tabel 3.9
Anova
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression
Residual
Total
a. Predictors: (Constant), X1, X2
b. Dependent Variable: Y

Kriteria signifikansinya adalah :

 Jika digunakan Kolom Sig, maka kriteria signifikansinya

adalah :

“jika Sig < 0,05 maka garis regresi tersebut signifikan”

 Jika digunakan Kolom F, maka kriteria signifikansinya

adalah :

“jika Fhitung > Ftabel maka garis regresi tersebut signifikan”

Ftabel dipilih sesuai dengan ketentuan pengujian statistik pada

distribusi F, yaitu pada taraf nyata α derajat (dk) pembilang = k

dan derajat (dk) penyebut = n – k – 1, dimana n adalah banyaknya

anggota sampel dan k adalah banyaknya variabel bebas.


32

9) Melakukan uji lanjut untuk menguji keberartian pengaruh

setiap variabel bebas (prediktor) secara parsial sendiri-sendiri.


Dalam regresi ganda dengan dua variabel bebas, maka uji lanjut ini

dilakukan untuk menguji:


a. Pengaruh X1 terhadap Y, dengan mengendalikan X2
b. Pengaruh X2 terhadap Y, dengan mengendalikan X1.

Pengujian hipotesis uji lanjut ini dilakukan dengan uji-t, baik uji dua

pihak, uji satu pihak kanan, maupun uji satu pihak kiri.

Hipotesis yang diuji, untuk uji dua pihak yaitu:

H 0 : βi = 0

H0 : βi≠ 0 ; i=1,2,3,….k

Atau untuk uji satu pihak kanan yaitu:

H 0 : βi ≤ 0

H0 : βi> 0 ; i=1,2,3,….k

Atau untuk uji satu pihak kiri yaitu:

H 0 : βi ≥ 0

H0 : βi< 0 ; i=1,2,3,….k

Langkah-langkah pengujiannya, yaitu:

a) Hitung varian kekeliruan taksiran regresi ganda:


∑ y 2−b 1 ∑ x 1 y −b2 ∑ x2 y
s 2e =
n−k−1
b) Hitung R =koefisien korelasi antara variabel bebas Xi yang

dianggap sebagi variabel terikat dengan variabel-variabel bebas

lainnya yang adadalam system regresi. Untuk regresi 2 variabel

bebas, maka:
33

∑ X1 ¿2 .
¿
∑ X2 ¿2
¿
n ∑ X 22 −¿
n ∑ X 21 −¿
√¿
n .∑ X 1 X 2−( ∑ X 1 ) ( ∑ X 2)
R=r 21 r 12= ¿
c) Hitung varian dan atau simpangan kekeliruan baku setiap

koefisien regresi b, yaitu:


2 2
∑( X ij −Ŷ ij ¿ )(1−Ri )
¿
¿
2
se
¿
sbi = √ ¿
d) Menetukan nilat thitung
bi
t h= ; i=1,2
s bi
e) Menentukan nilai ttabel dan pengujian hipotesis:
Harga ttabel dibaca dari tabel distribusi-t untuk taraf signifikan (α)

tertentu, misal missal α =0,05 dengan dk = n-k-1; k banyaknya

variabel bebas.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan criteria: terima H0 jika /th/<tt, dan

tolak H0 jika H0 jika /th/>tt.

Dalam pelaksanaan dan mempermudah perhitungan penelitian

menggunakan program SPSS. Hasil perhitungan garis regresi bisa dilihat

dari output program SPSS melalui analisis regresi yakni pada tabel

Coefficientsa. Koefisien-koefisien persamaan garis regresi ditunjukkan

oleh bilangan-bilangan yang ada pada kolom B untuk Unstandardized

Coefficients.

Tabel 3.10
Tabel Koefisien
34

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant
ao
)
1
X1 a1
X2 a2
a. Dependent Variable: Y

Dari tabel di atas maka persamaan regresinya adalah

Y^ = a 0 + a1 x 1 + a 2 x 2

H. Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1) Hipotesis 1

H0 : 1 = 2 = 0

Tidak ada pengaruh Kemandirian dan motivasi Belajar terhadap prestasi

belajar IPA

H1 : 1 ≠ 0, atau 2 ≠ 0

Ada pengaruh kemandirian dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar

matematika IPA

2) Hipotesis 2

H0 : 1 =0

Tidak ada pengaruh Kemandirian terhadap prestasi belajar IPA

H1 : 1 ≠0

Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA


35

3) Hipotesis 3

H0 : 2 =0

Tidak ada pengaruh Kemandirian belajar terhadap prestasi belajar IPA

H1 : 2 ≠0

Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA