Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PEMBAHASAN

Untuk memilih proses yang akan dipakai perlu dipertimbangkan beberapa


faktor untuk mendapatkan proses yang paling menguntungkan, misalnya, bahan
baku yang murah, pengolahan limbah yang minimal, faktor resiko yang kecil serta
diperoleh yield dan konversi yang tinggi.
Dari berbagai jenis proses diatas, dipilih proses pembentukan etilen oksida dari
proses oksidasi udara dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Investasi awal tidak terlalu tinggi.
b. Konversi yang dihasilkan lebih besar daripada proses yang lain.
c. Pemisahan produk utama dan produk samping tidak terlalu sulit.
Pada bab 4 ini akan dibahas mengenai strategi yang melibatkan
pemilihan proses disarankan dengan urutan sebagai berikut :
(a) Reaksi kimia (untuk menghilangkan perbedaan tipe mol ekuler)
(b) Pencampuran dan recycle (untuk distribusi bahan kimia)
(c) Pemisahan (untuk menghilangkan perbedaan komposisi)
(d) P e r u b a h a n s u h u , t e k a n a n d a n f a s e
(e) Task integration (untuk menggabungkan suatu operasi men$adi
unit proses).
Umumnya tim perancang menggunakan heuristik ketika memilih
alternatif yang menghasilkan pohon sintesa .Heuristik mudah untuk
digunakan karena melibatkan suhu, tekanan, banyaknya bahan kimia
yang excess dan lain-lain. Berikut ini akan dijabarkan
penggunaan prinsip heuristic dalam perancanga n proses ini.

1. Pemilihan Bahan Baku dan Reaksi Kimia


Heuristik 1 menyatakan pemilihan bahan baku dan reaksi kimia guna
menghindari penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang beracun dan
berbahaya. Oleh karena itu, dipilih proses pembuatan etilen oksida dari reaksi
oksidasi langsung oleh udara bebas. Disebabkan reaktan yang digunakan
cenderung lebih aman daripada reaktan yang dibutuhkan pada proses lain.
Sehingga penanganan dan penyimpanan bahan berbahaya akan lebih sedikit.
2. Preparasi Bahan Baku
Pada reaktan etilen, preparasi yang dilakukan meliputi penyesuaian suhu
dan tekanan. Untuk reaktan udara bebas, preparasi yang dilakukan pun sebatas
menyesuaikan suhu dan tekanan. Meskipun dalam udara terdapat komponen inert
(nitrogen) yang cukup tinggi, pemisahan inert tidak dilakukan sebagai preparasi
sebab berdasarkan heuristic 3 inert dihilangkan sebelum operasi reaksi ketika
dibutuhkan produk yang mendekati murni dan inert dapat dibiarkan jika separasi
masih mudah dilakukan dan katalis belum terpengaruh inert. Selain itu, karena
reaksi oksidasi etilen bersifat eksotermis berdasarkan heuristic 21 dapat
menggunakan diluen inert. Dalam operasi ini, gas nitrogen yang terdapat dalam
udara bebas dapat berperan sebagai diluen inert.

3. Operasi reaksi
Karena pada proses ini terjadi dua reaksi, sedangkan produk yang
diinginkan dihasilkan pada reaksi 1 saja, maka diperlukan kondisi operasi yang
dapat meningkatkan rasio perbandingan reaksi 1 dan 2. Sesuai dengan heuristic 7,
untuk reaksi yang bersusun baik seri maupun paralel, atur suhu, tekanan dan
katalis untuk memperoleh yield yang tinggi dari produk yang diinginkan. Dari
data kinetik dan termodinamik, diketahui kondisi operasi optimum pada suhu 250-
277oC, tekanan 17,1 bar dan katalis perak dengan penyangga alumina.
Karena reaksi bersifat eksotermis, pada reactor dipasang pendingin. Sesuai
heuristic 22, untuk menjaga suhu pada reactor eksotermis dapat disirkulasikan
fluida reactor pada pendingin eksternal atau menggunakan tanki berjaket atau coil.

4. Separasi Produk
Separasi produk yang dilakukan meliputi menara absorber untuk
memisahkan etilen oksida dari campuran gas dan menara distilasi untuk
memisahkan etilen oksida dengan air. Proses ini sesuai dengan heuristic 9 dan 11.
Heuristic 9 menjelaskan pemisahan campuran cairan dengan menggunakan
menara distilasi, stripping tower, enhanced distillation, ekstraksi cair-cair,
kristaliser atau adsorber. Heuristic 11 menyatakan untuk memisahkan campurran
gas dapat dilakukan dengan kondensor parsial, cryogenic distillation, menara
absorbsi, adsoeber atau alat membrane.

5. Penggunaan Alat Penukar Panas


Alat penukar panas yang digunakan pada operasi ini meliputi shell and tube
dan double pipe heat exchanger. Semua kebutuhan panas disediakan dari heat
exchanger, tanpa perlu ada furnace disebabkan suhu yang tidak terlalu tinggi. Hal
ini sesuai dengan heuristic 25, untuk suhu sampai 750oF dapat digunakan HE.
Reboiler juga digunakan untuk mempersiapkan steam sebagaimana heuristic 28
agar memanaskan fluida terpisah dari HE.

6. Penggunaan pompa
Pompa yang digunakan pada operasi ini menggunakan single stage
centrifugal pump. Berdasarkan heuristic 37 untuk memompa fluida hingga
mencapai ketinggian 3200 ft dan rentang laju alir 10-5000 gal/menit, pompa
sentrifugal dapat digunakan.

7. Penggunaan kompresor dan ekspander


Kompresor yang digunakan adalah single stage reciprocating compressor.
Sesuai dengan heuristic 34, kompresor dapat digunakan untuk menaikkan tekanan
gas. Dan single stage compressor digunakan karena rasio kompresi yang
diperlukan adalah 4, sebab berdasarkan heuristic 36 rasio kompresi maksimum
untuk tiap stage kompresor adalah 4. Ekspander digunakan untuk menurunkan
tekanan gas, sesuai dengan heuristic 40.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Proses yang dipilih dalam pembuatan etilen oksida adalah proses oksidasi
langsung oleh udara karena konversi yang dihasilkan lebih besar dari
proses yang lain sekitar 65%.
2. Kondisi operasi pembuatan etilen oksida dengan menggunakan proses
oksidasi oleh udara adalah 250-277 oC dan tekanan 17,1 bar serta katalis
perak dengan penyangga alumina.
3. Reaktor yang digunakan yaitu Fixed Bed Multitube Reactor, karena fase
reaksi adalah gas dan menggunakan katalis perak-alumina
4. Produk yang diperoleh adalah etilen oksida dengan kemurnian 99,7 %.

5.2 Saran
1. Dalam pemilihan proses, harus ditinjau lebih lanjut, terutama berkaitan
dengan ekonomi teknik kimia.
2. Perlu perhitungan lebih lanjut mengenai neraca massa dan neraca panas.
Dalam tugas yang dibuat, kondisi operasi tiap alat perhitungan masih
belum terlalu akurat (belum memperhitungkan tekanan loss tiap alat)
3. Dalam penyusunan dan pembuatan diagram alir, akan lebih bagus apabila
dibuat menggunakan program HYSYS
4. Dalam pemilihan alat, perlu diperhatikan kondisi operasi yang
berlangsung, neraca massa, neraca panas, ekonomi, dll