Anda di halaman 1dari 6

KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH KUANTITAS AIR TERHADAP PROSES OSMOSIS


TUMBUHAN SAWI PUTIH

OLEH KELOMPOK 4 :

1. Alia Athabani Aisha (19 MIPA 3 / 01)


2. Danish Austin (19 MIPA 3 / 05)
3. Hermawan Aris Fajar (19 MIPA 3 / 08)
4. Hilya Zahra Alifa (19 MIPA 3 / 10)
5. Khansa Mahira Safa (19 MIPA 3 / 14)
6. Maulana Eka Mahardika (19 MIPA 3 / 15)
7. Muhammad Hanan Abror S. (19 MIPA 3 / 18)
8. Risma Fitria Nurrahima (19 MIPA 3 / 29)

SMA NEGERI 1 MALANG


Jl. Tugu Utara no. 1 Kota Malang, Agustus 2019

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di zaman sekarang hal-hal yang unik dan berbeda akan menarik perhatian
masyarakat, apalagi sekarang banyak tanaman yang dimodifikasi. Maka dari itu
kami melakukan percobaan tentang pengaruh kuantitas air terhadap osmosis sawi
putih.

1.2 Rumusan Masalah


Apa pengaruh kuantitas air terhadap osmosis sawi putih?
1.3 Tujuan
Tujuan dari percobaan ini adalah :
Mengetahui pengaruh kuantitas air terhadap osmosis sawi putih?
1.4 Manfaat Penelitian
a) Mengetahui cara mengubah warna sawi putih dengan memanfaatkan
proses osmosis.
b) Dengan mengetahui kuantitas air yang benar dapat menghemat air
untuk memodifikasi sawi putih.

2
BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. Landasan Teori

Sawi putih (Brassica rapa Kelompok Pekinensis; suku sawi-sawian atau


Brassicaceae ) dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa; karena itu
disebut juga sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena
daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih dapat
dilihat penggunaannya pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam), dalam
cap cai, atau pada sup bening. Sawi putih beraroma khas namun netral.

Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut (misalnya air) melalui selaput


semipermiabel dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat atau dari
bagian yang konsentrasi pelarut (misalnya air) tinggi ke konsentrasi pelarut (misalnya
air) rendah.

2.2. Hipotesis Penelitian

a. Semakin banyak kuantitas air, warna sawi semakin berubah.


b. Semakin sedikit kuantitas air, warna sawi semakin berubah.
c. Semakin banyak kuantitas air, warna sawi hanya berubah sedikit.
d. Semakin sedikit kuantitas air, warna sawi hanya berubah sedikit.

3
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian


Jenis Penelitian yang kami lakukan adalah Eksperimen.
3.2. Definisi Konsep dan Operasional Variabel
Variabel bebas : kuantitas ( banyaknya ) air
Variabel terikat : kepekatan, warna pada sawi putih
Variabel kontrol : banyaknya jumlah pewarna, ukuran sawi putih
Variabel pengganggu : cahaya, kesegaran sayuran sawi
3.3. Populasi dan Sampel
Populasi : 1 ikat sawi putih
Sampel : 3 helai sawi putih
3.4. Jenis, Sumber dan Teori Pengumpulan Data
Jenis Data : Data Kualitatif
Sumber Data : Data Primer
Teori Pengumpulan data : Data Eksperimental
3.5. Teknik Analisis/ Pengujian Data
Teknik Analisis/ Pengujian Data : Teknik Observasi

4
BAB IV
PEMBAHASAN PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian


Sawi putih (Brassica rapa Kelompok Pekinensis; suku sawi-sawian
atau Brassicaceae ) dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa, karena
itu disebut juga sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena
daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih. Sawi putih dapat
dilihat penggunaannya pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam),
dalam cap cai, atau pada sup bening. Sawi putih beraroma khas namun netral.
Sawi putih cocok digunakan untuk penelitian ini, karena warnanya yang
apabila berubah warna, mudah dilihat perbedaannya. Sawi putih juga mudah
ditemukan dan memiliki harga cukup terjangkau. Sawi juga dapat melakukan proses
osmosis dengan cepat. Sawi memiliki celah yang lebih besar daripada tanaman lain,
sehingga air dapat lebih mudah meresap dari bagian bawah ke atas.
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
Hasil penelitian membuktikan bahwa sawi memiliki tingkat kapilaritas yang
tinggi. Sawi mengalami sedikit perubahan warna menjadi ungu pada bagian bawah.
Sawi juga menjadi terlihat lebih segar. Sawi dengan air air lebih sedikit memiliki
warna yang lebih pekat. Sedangkan, sawi yang direndam dalam air dengan volume
lebih banyak tampak lebih segar.
4.3. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dengan melakukan percobaan. Percobaan dilakukan
dengan cara merendam sawi pada 3 gelas dengan volume air berbeda dan volume
pewarna yang sama. Sawi kemudian di diamkan selama 50 menit dan mengamati
hasil.
4.4. Interpelasi Hasil Pengujian Hipotesis
Semakin banyak volume air maka sawi akan memiliki tampilan yang lebih
segar. Sedangkan sawi yang direndam dengan volume air yang lebih sedikit,
memiliki warna yang lebih pekat.

5
BAB V
PENUTUP
5.1. Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Osmosis
https://id.wikipedia.org/wiki/Sawi_putih
https://web.whatsapp.com/
5.2. Lampiran