Anda di halaman 1dari 23

Welcome on my world college chemistry

(˘▾˘ʃƪ)
Berisi bahan kuliah selama saya menempuh jenjang pendidikan Diploma Kimia. Mohon
koreksi jika terdapat entri yang kurang tepat dengan bahasa yang sopan dan satun. Berlakulah
seperti apa anda ingin diperlakukan orang lain :) terimakasih ^^

Selasa, 17 Maret 2015


ALKANA, ALKENA, ALKUNA beserta sifat fisika dan kimia

Alkana (Parafin) - CnH2n+2


adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja.
sering disebut sebagai hidrokarbon jenuh, karena jumlah atom Hidrogen dalam tiap-tiap
molekulnya maksimal. Memahami tata nama Alkana sangat vital, karena menjadi dasar
penamaan senyawa-senyawa karbon lainnya.
·
Sifat-sifat Umum Alkana
1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal)
2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
3. Sukar bereaksi
4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17 pada suhu
adalah cair dan > C18 pada suhu kamar adalah padat
5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah…dan bila jumlah atom C sama maka
yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
·
Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus
umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya
mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka tanpa cabang atau
dengan cabang yang nomor cabangnya sama.
Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya
Sifat Fisika Alkana
Alkana yang memiliki berat molekul rendah yaitu metana, etana, propana dan butana
pada suhu kamar dan tekanan atmosfer berwujud gas, alkana yang memiliki 5-17 atom
karbon berwujud cair dan selebihnya berwujud padat.
Alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga sukar larut dalam air tetapi cenderung
larut pada pelarut-pelarut yang nonpolar seperti eter. Jika alkana ditambahkan pada air alkana
akan berada pada lapisan atas, hal ini disebabkan adanya perbedaan massa jenis antara air dan
alkana. Sebagian besar alkana memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis air. Karena
alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga alkana yang berwujud cair pada suhu kamar
merupakan pelarut yang baik untuk senyawa-senyawa kovalen.
Untuk alkana-alkana yang berantai lurus titik leleh dan titik didih makin tinggi seiring
bertambahnya massa molekul molekul. Pada molekul-molekul alkana terjadi gaya van der
Wals. Oleh karena itu alkana memiliki titik leleh dan titik didih yang lebih rendah dibanding
senyawa semipolar atau senyawa polar dengan berat molekul yang hampir sama.
Sifat kimia Alkana
Alkana merupakan senyawa nonpolar yang tidak bereaksi dengan sebagian besar
pereaksi. Hal ini disebabkan alkana memiliki ikatan sigma yang kuat antar atom karbon. Pada
kondisi tertentu alkana dapat bereaksi dengan oksigen dan unsur-unsur halogen.
Apabila jumlah oksigen tersedia cukup memadai alkana akan teroksidasi sempurna menjadi
karbon dioksida dan uap air serta pelepasan sejumlah energi panas. Apabila jumlah oksigen
yang tersedia tidak mencukupi, hasil reaksi yang diperoleh berupa karbon monooksida dan
uap air.
Alkana dapat bereaksi dengan halogen dikatalisis oleh panas atau sinar ultraviolet. Dari
reaksi tersebut terjadi pergantian 1 atom H dari alkana terkait. Namun apabila halogen yang
tersedia cukup memadai atau berlebih, maka terjadi pergantian lebih dari satu atom bahkan
semua atom H digantikan oleh halogen. Berdasarkan penelitian laju pergantian atom H
sebagai berikut H3 > H2 > H1. Reaksi pergantian atom dalam suatu senyawa
disebut reaksi substitusi.

Kegunaan alkana, sebagai :


• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri

Alkena (Olefin) – CnH2n

merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-C=C-)

Sifat-Sifat Alkena
Sifat-sifat Umum Alkena
 Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
 Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
 Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur –> 2-metil-2-butena)
 Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
 Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada
konsentrasi 3 – 34 %)
 Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
· Sifat Fisika

Alkena merupakan senyawa nonpolar


sehingga tidak larut dalam air dan memiliki massa jenis lebih kecil dari air. Alkena dapat
larut dalam alkena lain, pelarut-pelarut nonpolar dan etanol. Pada temperatur kamar alkena
yang memiliki dua, tiga dan empat atom karbon berwujud gas. Sedangkan Alkena dengan
dengan berat molekul lebih tinggi dapat berupa cair dan padatan pada suhu kamar.
· Sifat kimia
Ikatan rangkap yang dimiliki alkena merupakan ciri khas dari alkena yang disebut gugus
fungsi. Reaksi terjadi pada alkena dapat terjadi pada ikatan rangkap dapat pula terjadi diluar
ikatan rangkap. Reaksi yang terjadi pada ikatan rangkap disebut reaksi adisi yang ditandai
dengan putusnya ikatan rangkap (ikatan π) membentuk ikatan tunggal (ikatan α) dengan atom
atau gugus tertentu.
Selain sifat-sifat tersebut dapat mengalami reaksi polimerisasi dan alkena juga dapat bereaksi
dengan oksigen membentuk korbondioksida dan uap air apabila jumlah oksigen melimpah,
apabila jumlah oksigen tidak mencukupi maka terbentuk karbonmonooksida dan uap air.
Kegunaan Alkena sebagai :
 Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
 Untuk memasakkan buah-buahan
 Bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.

Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–
C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.
Rumus umumnya CnH2n-2
Tata namanya juga sama dengan Alkena, namun akhiran -ena diganti –una
Sifat Fisika Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–).
Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.
 Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas, sedangkan yang mengandung
lima atau lebih atom karbon berwujud gas.
 Memiliki massa jenis lebih kecil dari air.
 Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang non polar seperti eter,
benzena, dan karbon tetraklorida.
 Titik didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah atom karbon, tetapi makin
rendah apabila terdapat rantai samping atau makin banyak percabangan. Titik didih alkuna
sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya hampir
sama.
Sifat kimia
 Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi,
polimerisasi, substitusi dan pembakaran.
Kegunaan Alkuna sebagai :
 etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
 untuk penerangan
 Sintesis senyawa lain.

Diposting oleh Putri aswanti hasanah di 22.28


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

42 komentar:

1.

Faizah Ali12 Agustus 2015 20.15

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Balas
Balasan

1.

Anonim24 Agustus 2015 13.06

Uda inggris nya belepotan, jepang nya gozaimashu lagi... alamat blogspotnya
alay lagi huruf nya dobel2... kek sedih pengen gua maki tapi kesian, yaudah
lah ya. Hapuskanlah budaya alay --" jelek2in nama indo aja deh kamu ini

2.

Fannie Monica26 Agustus 2015 03.45

Haduh lebih kasian lagi sama orang yang protesnya banyak tp anonim. :)

3.

Faizah Ali26 Agustus 2015 19.08

terimah kasih ya.. gua suka orang jujur, tapi ingat, cara orang untuk
mengekspresikan diri itu berbeda-beda.., emang gua tuh suka banget ganti
bahasa inggris pakek huruf begituan, soal jepang? gua typo dan lupa. jadi ya,
makasih banyak untuk anon yang komen. pasti udah kunjungi blog gua yang
alay itukan? hoho :)

4.

Syarwan Hamid22 Desember 2015 12.30

HAHAHAH. kren bnget

5.

Putri aswanti hasanah5 Februari 2016 15.07

mohon maaf, ada baiknya jika ingin memberi masukkan menggunakan bahasa
yang sopan dan santun sehingga tidak menyulut perselisihan.
dan ada baiknya sebelum berlaku sesuatu, posisikan lah diri kita sebagaimana
kita ingin diperlakukan orang lain.

terimakasih sudah mengunjungi blog saya :)

Balas
2.

randomscoops7 September 2015 10.15

Postingannya sangat membantu:) terimakasih

Balas

3.

Faisal Anwar17 September 2015 15.31

terima kasih banyak atas status nya sangat membantu saya mencari tugas, sekali lagi
terima kasih

Balas

4.

Unknown22 September 2015 05.34

THANK YOU,,,,untuk situs nya

Balas

5.

Feby Lermating22 September 2015 05.36

Thank you Banget ya,,,situsnya sangat membantu

Balas

6.

Mohammad Fidi Abganis Hermawan19 Oktober 2015 21.33

Good Material banget.. :D


Ngebantu banget buat ngerjain tugas kuliah Analisa Fluida Reservoir, makasih ya..
Izin mempelajarinya buat Responsi.. :D

Balas

7.
Putri aswanti hasanah27 Oktober 2015 04.09

terimakasih kembali sudah mengunjungi blog saya ^^


sering sering mampir kesini ya...
hehehe :D

Balas

8.

Dindin Wahyudin27 November 2015 20.16

mksh

Balas

9.

Dindin Wahyudin27 November 2015 20.16

mksh

Balas

10.

Putri aswanti hasanah10 Desember 2015 23.21

terimakasih kembali ^^

Balas

11.

Unknown20 Januari 2016 00.11

Makasihbanyaaaaklooooh jadi kebantu uas saya

Balas

Balasan

1.

Putri aswanti hasanah5 Februari 2016 15.07


terimakasih kembali sudah berkunjung ke blog saya ^^

Balas

12.

Lilih Linggar11 Maret 2016 22.35

Singkat,padat,jelas sesuai untuk tugas rangkuman saya , terimakasih banyak 😍

Balas

Balasan

1.

Putri aswanti hasanah29 April 2016 14.48

terima kasih kembali :)


semoga bermanfaat. dan salam kenal ^^

Balas

13.

Endy Fajar Rahmatulloh31 Maret 2016 10.39

Trima kasih postingannya!! lumayan membantu!!


_______
rujakmodern.blogspot.com

Balas

Balasan

1.

Putri aswanti hasanah29 April 2016 14.48

terima kasih kembali :)


semoga bermanfaat. dan salam kenal ^^

Balas

14.
Mey_Kel Pabubung29 April 2016 06.11

Mksih postingannya.
Like this

Balas

Balasan

1.

Putri aswanti hasanah29 April 2016 14.48

terima kasih kembali :)


semoga bermanfaat. dan salam kenal ^^

Balas

15.

sidiq muhammad7 Juni 2016 05.42

makasiihhhh yoeeee,, sdah membantu dlm pembljaran kimia nya.. thanks bngt yoee,,,
HORASS!!!!

Balas

Balasan

1.

Putri aswanti hasanah14 Juni 2016 22.58

kembali kasih :)
semoga bermanfaat, dan salam kenal ya, sering" mampir ya. hehehee..
HORASS !!!

Balas

16.

adip lasward irhami18 Juli 2016 10.33

makasih

Balas
17.

Anonim24 Juli 2016 20.29

Terima kasih ya, sangat membantu untuk belajar di sekolah.

Balas

18.

Anonymous24 Juli 2016 23.20

Trims buat postingannya, ngebantu banget buat tugas. tapi aku ga ngerti di bagian
"Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya
hampir sama"

Balas

19.

Akbar Narayana26 Juli 2016 18.33

Terima kasih kak , sangat membantu :D

Balas

20.

Arie Puspita29 Juli 2016 16.35

wah makasih kak. blog nya ngebantu banget ��

Balas

21.

Alex Toni Kurniawam1 Agustus 2016 23.28

Terimakasih.... Sangat membantu 😂

Balas

22.

Bryan Jose Alfaro2 Agustus 2016 21.14


Mantap... Sangat membantu :D thanks

Balas

23.

Nanda Putri4 Agustus 2016 19.17

Terima kasih, Kak... ^^ Artikelnya membantu belajar.

Balas

24.

Unknown8 Agustus 2016 20.49

"Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya
hampir sama." Maksudnya gimana?

Balas

Balasan

1.

wenny fitriana8 Agustus 2016 20.52

"Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas, sedangkan yang
mengandung lima atau lebih atom karbon berwujud gas." Sulit dipengerti.
Maksjudnya gimana?

2.

wenny fitriana8 Agustus 2016 20.53

Ikut nambahin yg di atas

Balas

25.

Raid Azhar16 April 2017 18.15

tolong ditambahin footnote kalo bisa ^^

Balas
26.

Azmi1 Agustus 2017 08.39

Azhar, tmnku ad yg namanya azhari

Balas

27.

Unknown28 Agustus 2017 20.55

terimakasih, sangat membantu.

Balas

28.

Unknown28 September 2017 20.33

Thanks, sangat membantu sekali :)

Balas

29.

ncepboink2 Mei 2018 19.30

Postingannya sangat membantu, terima kasih telah brbagi

Balas

30.

Unknown7 Februari 2019 13.39

Bagus lah nambah wawasan

Balas

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

Cari disini ↓
Translate

Diberdayakan oleh Terjemahan

Kamu pengunjung ke:


573069

About Me

Putri aswanti hasanah


Lihat profil lengkapku

Blog Archive
 ► 2016 (6)

 ▼ 2015 (12)
o ► Desember (1)
o ► Oktober (5)
o ► Mei (4)
o ▼ Maret (2)
 ASAM LEMAK JENUH DAN ASAM LEMAK TIDAK JENUH
besert...
 ALKANA, ALKENA, ALKUNA beserta sifat fisika dan ki...

 ► 2014 (10)

 ► 2013 (31)

ask me everythings. HERE !!!


Feedjit
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.
Chem is Try
Chemistry
Kamis, 28 November 2013
Materi kimia SMA sub bab alkana, alkena dan alkuna

Alkana, alkena dan Alkuna

Berdasarkan kelipatan ikatan karbon-karbonnya, hidrokarbon alifatik masih dapat


dibedakan lagi menjadi dua sub-kelompok, yakni hidrokarbon jenuh yang mengandung
ikatan tunggal karbon-karbon, serta hidrokarbon tak jenuh yang mengandung paling sedikit
satu ikatan rangkap dua, atau ikatan rangkap tiga.
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)

Alkana
Titik Didih Massa 1 mol
Suku ke Rumus Molekul Nama
(°C/1 atm) dalam g
1 CH4 metana -161 16
2 C2H6 etana propana -89 30
3 C3H8 butana -44 44
4 C4H10 pentana -0.5 58
5 C5H12 heksana 36 72
6 C6H14 heptana 68 86
7 C7H16 oktana 98 140
8 C8H18 nonana 125 114
9 C9H20 dekana 151 128
10 C10H22 174 142

Ciri-ciri alkana
 Merupakan hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana)
Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
 Sukar bereaksi
C1 – C4 : pada Tdan P normal adalah gas
C4 – C17 : pada T dan P normal adalah cair
> C18 : pada T dan P normal adalah padat
 Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C
 Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah
 Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
 BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C
 Sumber utama gas alam dan petroleum
Penggunaan alkana
Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta, cat, semir, ban)
Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)
Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis.

Tata nama alkana


Aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied
Chemistry).
1. Menentukan rantai utama (rantai induk) yaitu rantai karbon berurutan yang
terpanjang dalam suatu molekul. Nama rantai utama sesuai dengan nama alkana . Misal jika
rantai utama terdiri atas 6 atom karbon maka nama alkananya adalah heksana
2. Atom karbon diluar rantai utama berperan sebagai gugus alkil. Gugus alkil merupakan
cabang dari rantai utama. Gugus alkil, biasa diberi tanda -R (dari kata radikal), dan
mempunyai rumus umum -CnH2n+1 . Nilai n adalah jumlah atom karbon yang ada pada
senyawa tersebut. Gugus alkil merupakan alkana yang kekurangan 1 atom H. Nama gugus
alkil sesuai dengan nama alkananya tetapi akhiran –ana diganti –il
Gugus alkyl CnH2n+1
-CH3 atau -CH3 Metil
-C2H5 atau -CH2-CH3 Etil
3. Setiap atom karbon pada rantai utama menempati posisi tertentu yang dinyatakan
dengan nomor. Penomoran diatur dengan prioritas agar cabang mendapatkan nomor kecil.
Penomoran dapat dilakukan baik dari ujung kiri ataupun kanan dari suatu senyawa
hidrokarbon.
4. Jika senyawa memiliki cabang lebih dari satu jenis alkyl yang sama, maka jumlah
gugus alkyl ini disebutkan dalam bahasa yunani di=2, tri=3, tetra =4 dan sebagainya.
5. Nama senyawa alkana dengan urutan : nomor posisi alkyl, nama gugus alkyl, nama
alkana.
Contoh :
5 4 3 2 1
CH3 CH2 CH CH CH3 2,3 dimetil pentane
CH3 CH3

CH3 CH3 CH3

CH3 CH CH CH CH2 CH3 2,3,4 trimetil heksana


1 2 3 4 5 6

Alkena
Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua
antara dua atom C yang berurutan. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit
dari alkana karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n
Tata Nama Senyawa Alkena
Nama senyawa alkena sama dengan nama alkena tetapi akhiran ana diganti dengan
akhiran ena. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyebutan nama senyawa alkena :
Penomoran senyawa alkena dengan prioritas ikatan rangkap dari senyawa mendapatkan
nomor kecil.
Jika jumlah ikatan rangkap dari senyawa alkena lebih dari satu, maka disebutkan sebagai
alkadiena , alkatriena dan seterusnya.
Urutan penyebutan nama : nomor gugus alkil, nama gugus alkil, nomor posisi ikatan rangkap,
nama alkena.
Contoh :
CH3 CH3
CH3 CH CH CH CH CH3 2.3,4,5 tetrametil 2 heptena
CH3 CH3

Lima suku pertama alkena

Suku ke rumus struktur nama


2 CH2 = CH2 etena
3 CH2 = CH - CH3 propena
4 CH2 = CH - CH2 - CH3 1-butena
5 CH2 = CH - CH2 - CH2 - CH3 1-pentena
6 CH2 = CH - CH2 - CH2 -CH2 - CH3 1-heksena

Ciri-ciri alkena
Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
Alkena = olefin (pembentuk minyak)
Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2- butena
Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada
konsentrasi 3 – 34%)
Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses cracking

Penggunaan etena
Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
Untuk memasakkan buah-buahan
Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

Alkuna
Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap
molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk
membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal
satu electron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H, yang
dapat diikat berkurang dua, maka rumus umumnya menjadi CnH2n+2 - 4H = CnH2n-2
Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2,
sehingga rumus molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H - C = _C - H. Senyawa
alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena
merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi senyawa karbida dengan air dan banyak
digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi. Reaksinya adalah sebagai berikut :
CaC2 (s) + 2 H20 (l) C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq)
Tata nama alkuna sama dengan alkana atau alkena, bagian pertama menunjuk pada
jumlah sedang bagian kedua adalah akhiran - una, tetapi suku pertamanya juga mempunyai n
= 2 seperti alkena.
Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Suku suku alkuna lain
sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna. Jadi propuna disebut metil asetilena.
Seperti pada alkana, suku-suku rendah pada alkena dan alkunapun hanya mempunyai
satu rumus struktur, tetapi pada suku ketiga (jangan lupa harga n-nya 4) dapat kita tuliskan
lebih dari satu rumus struktur.

Tata nama senyawa alkuna :


Nama senyawa alkuna sesuai dengan nama alkena akan tetapi akhiran ena diganti dengan
una.
Contoh :
CH3 CH3

CH3 C C CH CH CH3 CH3 4,5 dimetil 2 heptana


1 2 3 4 5 6 7

Ciri-ciri alkuna
Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
Pembuatan : CaC2 + H2O C2H2 + Ca(OH)2

 Sifat-sifat :
► Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
► Suatu gas, tak berwarna, baunya khas

 Penggunaan etuna :
► Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (± 3000oC), dipakai
untuk mengelas besi dan baja
► Untuk penerangan
► Untuk sintesis senyawa lain
Pembuatan alkuna
Dehidrohalogenasi alkil halida
Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer

KEISOMERAN

Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi
yang berbeda.
Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan, sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-
atom dalam molekul.
Keisomeran dibedakan menjadi 2 yaitu :
1) Keisomeran struktur : keisomeran karena perbedaan struktur.
2) Keisomeran ruang : keisomeran karena perbedaan konfigurasi (rumus molekul dan strukturnya sama).

Penjelasan :
1) Keisomeran Struktur
Dibedakan menjadi 3 yaitu :
a) keisomeran kerangka : jika rumus molekulnya sama tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda.
meran posisi : jika rumus molekul dan rantai induknya (kerangka atom) sama tetapi posisi cabang/gugus
penggantinya berbeda.
c) keisomeran gugus fungsi (materi kelas XII IPA).

2) Keisomeran Ruang
Dibedakan menjadi 2 yaitu :
meran geometri : keisomeran karena perbedaan arah (orientasi) gugus-gugus tertentu dalam molekul dengan struktur yang sama.
Keisomeran geometri menghasilkan 2 bentuk isomer yaitu bentuk cis (jika gugus-gugus sejenis terletak pada sisi yang
sama) dan bentuk trans (jika gugus-gugus sejenis terletak berseberangan).
b) keisomeran optik (materi kelas XII IPA).

 Keisomeran pada Alkana


o Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka atom karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin banyak
pula kemungkinan isomernya.
o Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu
ada pada kenyataannya.
Misalnya : dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C8H18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul
C8H18.
o Cara sistematis untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada alkana :
a) Mulailah dengan isomer rantai lurus.
b) Kurangi rantai induknya dengan 1 atom C dan jadikan cabang (metil).
c) Tempatkan cabang itu mulai dari atom C nomor 2, kemudian ke nomor 3 dst, hingga semua kemungkinan habis.
d) Selanjutnya, kurangi lagi rantai induknya. Kini 2 atom C dijadikan cabang, yaitu sebagai dimetil atau etil.

 Keisomeran pada Alkena


Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.
n Struktur.
 Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan kerangka
atom C.
 Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang mempunyai 3 isomer struktur.
 Contoh yang lain yaitu alkena dengan 5 atom C.

Geometris.
 Keisomeran ruang pada alkena tergolong keisomeran geometris yaitu : karena perbedaan penempatan gugus-gugus di
sekitar ikatan rangkap.
Contohnya :
o Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena. Keduanya mempunyai struktur
yang sama tetapi berbeda konfigurasi (orientasi gugus-gugus dalam ruang).
o Pada cis-2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi yang sama dari ikatan rangkap; sebaliknya pada trans-2-butena,
kedua gugus metil berseberangan.

 Tidak semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap pada atom karbonnya (C=C) mempunyai keisomeran geometris.
Senyawa itu akan mempunyai keisomeran geometris jika kedua atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus
yang berbeda.

 Keisomeran pada Alkuna


 Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka dan posisi.
 Pada alkuna tidak terdapat keisomeran geometris.
 Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2 isomer.

Sifat Fisik Alkana


Pada temperatur kamar (25 C) dan tekanan satu atmosfer senyawa alkana memiliki wujud
yang berbeda-beda. Untuk mengetahui wujud alkana dapat dilihat dari titik didih dan titik
lelehnya. Perhatikan data titik didih dan titik leleh senyawa alkana pada tabel berikut ini :
Dari data tersebut alkana rantai lurus (n-alkana) yang mengandung C1 sampai dengan C4
berwujud gas, C5 sampai dengan C17berwujud cair, dan mulai C 18 berwujud padat. Titik
didih n-alkana bertambah sesuai dengan kenaikan Mr senyawanya. Titik didih alkana
bercabang lebih rendah dari titik didih rantai lurus.

Titik leleh alkana tidak seperti titik didihnya yaitu sesuai dengan Mr nya. Massa jenis
alkana umumnya lebih rendah dari 1,00 g mL–1
(massa jenis air pada suhu 4 rC). Buktinya minyak terapung di atas air. Alkana tidak larut di
dalam air sebab termasuk senyawa nonpolar. Alkana larut di dalam pelarut nonpolar seperti
karbon tetraklorida, kloroform, dan benzena.

Sifat Fisik Alkena

Alkena mempunyai sifat tidak larut dalam air, massa jenis lebih kecil dari satu, dan titik didih
bertambah tinggi dengan meningkatnya jumlah atom C. Perhatikan tabel titik didih dan massa
jenis alkana berikut ini.

Alkena memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana. Perbedaannya yaitu, alkena sedikit
larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan rangkap yang membentuk ikatan π.
Ikatan π tersebut akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif sebagian.
Sifat Fisik Alkuna
Sifat fisik alkuna mirip dengan sifat-sifat alkana maupun alkena, Berdasarkan titik didihnya,
tiga senyawa alkuna terpendek berwujud gas. Perhatikan tabel berikut.
Alkuna sangat sukar larut dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik seperti
karbontetraklorida. Massa jenis alkuna sama seperti alkana dan alkena lebih dari air. Titik
didih alkuna mirip dengan alkana dan alkena. Semakin bertambah jumlah atom C harga Mr
makin besar maka titik didihnya makin tinggi.

Diposting oleh Dita Try Oktaviyanti di 00.12

4 komentar:

Gabriella Gabby mengatakan...

postingan'a sangat membantu dan berguna banget ka !! makasih info'a tpi, aku lagi
cari contoh-contohnya nih !! semoga kk bisa sertakan contoh'a !! visit blogku jg yaa --
> http:/mydate0408.blogspot.com

22 Agustus 2014 04.04

Harry Rahman mengatakan...

Thanks infonya kk :D berguna banget

7 Januari 2015 18.26

Dian Nuricha mengatakan...

makasii buat infonya, ini membantu saya :)

4 September 2015 03.59

Muhammad Rohullah Fajar mengatakan...

NC sekali postnya kak... suskes selaluuu

4 September 2015 06.35

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Search

Lencana Facebook
Blog Archive
 ► 2014 (5)

 ▼ 2013 (9)
o ► Desember (1)
o ▼ November (5)
 RPP senyawa alkana, alkena dan alkuna
 Materi kimia SMA sub bab alkana, alkena dan alkuna...
 Cara Remastersys atau ISO pada Kimux
 Cara Memasang Aplikasi Kimux pada Ubuntu
 silabus struktur alkana, alkena dan alkuna, isomer...
o ► Mei (3)

Mengenai Saya

Dita Try Oktaviyanti


Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

(c) 2009. Chem is Try. Powered by Blogger


Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress designed by Roam 2 Rome.