Anda di halaman 1dari 32

OPTOELEKTRONIKA

APLIKASI FIBER OPTIK


DALAM SISTEM
KOMUNIKASI OPTIK

Disusun Oleh:
Kiki Wulandari

Dosen Pengampuh:
Apit Fathurohman, S.Pd., M.Si.,
Ph.D
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan
kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan buku ini.
Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup
untuk menyelesaikan buku ini dengan baik. Shalawat serta
salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta
kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan
syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas
limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik
maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan buku sebagai tugas dari mata
kuliah Optoelektonika dengan judul “Aplikasi Fiber Optik
dalam Sistem Komunikasi Optik”. Tujuan dari penyusunan
buku ini adalah untuk memudahkan para mahasiswa dalam
memahami aplikasi fiber optik dalam sistem komunikasi optik
yang kesannya cukup rumit sehingga menjadi lebih mudah.
Keberhasilan penyusunan buku ini tentunya bukan
atas usaha penulis saja. Ada banyak pihak yang turut
membantu dan memberikan dukungan untuk suksesnya
penulisan buku ini. Untuk itu, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan baik secara moral ataupun material
khususnya kepada bapak Apit Fathurohman, S.Pd., M.Si., Ph.D
sebagai dosen mata kuliah Optoelektronika yang telah
membimbing kami dalam menulis buku ini sehingga buku ini
berhasil disusun.
Buku yang ada di hadapan pembaca ini tentu tidak
luput dari kekurangan. Selalu ada celah untuk perbaikan.
Sehingga, kritik, saran serta masukan dari pembaca sangat
kami harapan dan kami sangat terbuka untuk itu supaya buku
ini semakin sempurna dan lengkap.

i
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Inderalaya, Januari 2019

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...........................................................................
Daftar Isi .....................................................................................
Pendahuluan...............................................................................
I. Fiber Optik ..................................................................................
A. Pengertian ............................................................................
B. Sejarah Perkembangan Fiber Optik .....................................
C. Kronologi P
D. Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik ................................................
E. Fungsi Fiber Optik/Serat Optik.............................................
F. Komponen Fiber Optik .........................................................
G. Prinsip Kerja Fiber Optik ......................................................
H. Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optik ...............................
II. Sistem Komunikasi Serat Optik ..................................................
A. Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik ....................
B. Keuntungan Sistem Serat Optik ...........................................
C. Struktur Serat Optik dan Perambatan Cahaya pada Serat
Optik ...........................................................................................
D. Komunikasi Serat Optik ........................................................
E. Aplikasi .................................................................................
F. Teknologi..............................................................................

ii
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

iii
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

I. FIBER OPTIK
A. Pengertian
Apa itu fiber optik? Pengertian Fiber Optik adalah suatu jenis
kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan
digunakan sebagai media transmisi karena dapat mentransmisikan
sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan
tinggi.
Ukuran fiber optik ini sangat kecil dan halus (diameternya
hanya 120 mikrometer), bahkan lebih kecil dari helaian rambut
manusia. Komponen jaringan ini memiliki kecepatan transmisi yang
tinggi dengan menggunakan pembiasan cahaya sebagai prinsip
kerjanya. Sumber cahaya yang digunakan untuk proses transmisi
adalah laser atau LED.
Fiber optik atau serat optik menjadi salah satu komponen
yang cukup populer dalam dunia telekomunikasi belakangan ini.
Pasalnya, kabel jaringan tersebut memiliki kecepatan akses yang tinggi
sehingga banyak digunakan sebagai saluran komunikasi.

B. Sejarah Perkembangan Fiber Optik


Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya
sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-
an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk
mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik.
Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang
dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui
perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan
selanjutnya adalah ketika para ilmuwan Inggris pada tahun 1958
mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu
yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar
awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika
para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu
mentransmisikan gambar.
Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu
cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk

1
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959


laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak
sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang
mikro.
Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba
besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi
pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada
kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk
mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser
dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan
simpangan jarak hingga hitungan meter.
Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya
sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-
hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini
sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni
serat optik, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat
menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.
Seperti halnya laser, serat 2ptic pun harus melalui tahap-tahap
pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia
sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun
setelah serat 2ptic pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu
cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui
pengembangan dalam teknologi material, serat 2ptic mengalami
pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti
atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

C. Kronologi Perkembangan Serat Optik


Berikut ini merupakan beberapa kronologi perkembangan Fiber Optik
dari masa ke masa
 1917
Albert Einstein memperkenalkan teori pancaran terstimulasi
dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi
 1954

2
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger


dari Universitas ColumbiaUSA, mengembangkan maser yaitu
penguat gelombang mikro dengan pancaran terstimulasi, dimana
molekul dari gasamonia memperkuat dan menghasilkan gelombang
elektromagnetik. Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak
ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat
dari osilasifrekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan
gelombang dengan panjang gelombang pendek pada gelombang radio.
 1958
Charles Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow
mempublikasikan penelitiannya yang menunjukan bahwa maser dapat
dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan spektrum
tampak, dan menjelaskan tentang konsep laser.
 1960
Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William
Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah pengoperasian
secara berkesinambungan dari laser helium-neon.
 1960
Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro dari
Hughes Research Laboratories, menemukan sumber laser dengan
menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium.
 1961
Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan
sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis(serat optik).
Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya
dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan
bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya
yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh.
 1961
Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi untuk
keperluan medis di Charles Campbell of the Institute of
Ophthalmology at Columbia-Presbyterian Medical Center dan Charles
Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe

3
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina


pasien.
 1962
Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s
Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide
laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam
cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk
pengembangan CD dan DVD playerserta penggunaan pencetak laser.
 1963
Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide
yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor
dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan
membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini
nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan
peralatan elektronik lainnya.
 1966
Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di
Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan
penelitiannya tentang kemampuan serat optik dalam mentransmisikan
sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya dengan menggunakan serat
kaca yang sangat murni. Dari penemuan ini, kemudian para peneliti
lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan serat kaca
tersebut.
 1970
Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz,
dan Robert Maurer melaporkan penemuan serat optik yang memenuhi
standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang
paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap
dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari
20 decibels per kilometer, yang selanjutnya pada 1972, tim ini
menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per
kilometer. Dan juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi
dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute dari
Leningrad, mendemontrasikan laser semikonduktor yang dapat

4
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut


merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik.
 1973
John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories
mengembangkan proses pengendapan uap kimia ke bentuk
ultratransparent glass yang kemudian menghasilkan serat optik yang
mempunyai rugi-rugi sangat kecil dan diproduksi secara masal.

Gambar 1.2 Proses pengendapan uap kimia untuk memodifikasi serat


optic

 1975
Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan Laser
Semikonduktor, laser komersial pertama yang dapat dioperasikan
pada suhu kamar.
 1977
Perusahaan telepon memulai penggunaan serat optik yang
membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach
dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi LED. Bell Labs
mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago
dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 switching
station.

5
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

 1980
Industri serat optik benar-benar sudah berkibar, sambungan
serat optik telah ada di kota kota besar di
Amerika, AT&T mengumumkan akan menginstal jaringan serat optik
yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C.,
kemudian dua tahun kemudianMCI mengumumkan untuk melakukan
hal yang sama. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL mulai
memainkan peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.
 1987
David Payne dari Universitas Southampton memperkenalkan
optical amplifiersyang dikotori (dopped) oleh elemen erbium, yang
mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih
dahulu ke dalam energi listrik.
 1988
Kabel Translantic yang pertama menggunakan serat kaca yang
sangat transparan, dan hanya memerlukan repeater untuk setiap 40
mil.
 1991
Emmanuel Desurvire dari Bell Laboratories serta David Payne
dan P. J. Mears dari Universitas Southampton mendemontrasikan
optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel serat optik tersebut.
Dengan keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali
lebih cepat dari pada kabel dengan penguat elektronik (electronic
amplifier).
 1996
TPC-5 merupakan jenis kabel serat optik yang pertama
menggunakan penguat optik. Kabel ini melewati samudera pasifik
mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan
Miyazaki, Jepang, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk
menangani 320,000 panggilan telepon.
 1997
Serat optik menghubungkan seluruh dunia, Link Around the
Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang
menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

6
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

D. Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik


Setelah memahami apa pengertian fiber optik, selanjutnya kita
juga perlu mengetahui apa saja jenisnya. Fiber optik dibedakan
menjadi dua jenis yang didasarkan pada mode transmisinya. Adapun
jenis fiber optik yaitu:
1. Fiber Optik Single Mode
Kabel fiber optik single mode yaitu kabel jaringan yang
memiliki transmisi tunggal, sehingga hanya bisa menyebarkan
cahayanya hanya melalui satu inti dalam suatu waktu.
Jenis fiber optik ini memiliki inti berukuran kecil dengan
diameter sekitar 9 mikrometer yang digunakan untuk
mentransmisikan gelombang cahaya dari sinar inframerah dengan
panjang gelombang 1300-1550 nanometer.
Fiber Optik Single Mode mempunyai berbagai macam arti,
khususnya dalam teknologi. Pada single mode ini, hanya ada satu
indeks cahaya yang tanpa terpantul dan merambat sepanjang media
dibentangkan. Satu buah sinar yang tidak terpantul tadi membuat
fiber optik pada mode ini jarang mengalami gangguan. Jika memang
ada gangguan, sumbernya berasal dari luar.
Pada single mode ini, diameternya lebih kurang 8,3 sampai 10
mikron. Pada single mode yang diameternya sempit, hanya bisa
menyebarkan 1310 sampai 1550 nanometer. Single mode ini juga
dapat transfer data di atas rata-rata dan bahkan 50 kali lipat
dibandingkan multimode. Dengan adanya core kecil tersebut serta
gelombang cahaya yang tunggal, distorsi dapat dikurangi. Single mode
ini juga dapat memperoleh data dengan bandwitch yang lebih besar
jika dibandingkan multi fiber optik. Hanya saja, teknologi ini sangat

7
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

tergantung dengan sumber cahaya sehingga membutuhkan biaya yang


besar.

2. Grade-Index Multimode
Tipe yang kedua adalah grade index multimode. Kabel ini
terdiri dari core yang memiliki index bias yang cukup kurang. Core ini
merupakan lapisan-lapisan gelas yang diameternya sekitar 50 mm.
Sedangkan bagian cladding diameternya sekitar 125mm. Cahaya yang
merambat melalui kabel ini dibelokan sampai propagasinya dapat
sejajar dengan sumbu fiber. Pada tempat titik pantul tersebut,
propagasinya akan diarahkan pada axis fiber.

Kabel fiber grade index multimode ini mempunyai peredam.


Peredam itu dimulai dari tiga sampai dengan 10db/km. Meskipun
keuntungannya cukup banyak, fiber grade index multimode ini cukup
sulit pembuatannya. Akibatnya, harganya menjadi lebih mahal.

8
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Tipe Kabel Fiber Optik


Berikut ini adalah beberapa tipe kabel fiber optik yang umum
digunakan:
1. Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
2. Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
3. Aerial Cable/Self-Supporting
4. Hybrid & Composite Cable
5. Armored Cable
6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
7. Simplex cable
8. Zipcord cable

Variabel Single-Mode Multi-Mode

Besar 5-10 mikrometer 50, 62.5 dan 100


diamete mikrometer
r core

Jenis cahaya Laser infrared LED

Banyak Satu Beberapa

9
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Variabel Single-Mode Multi-Mode

pancara
n cahaya

Jenis 1319 dan 1510 850 dan 1300


pancara Nanometer nanometer
n cahaya

30-100 kilometer 500 meter - 2


Jarak Kilometer
pancara
n cahaya

Bandwidth Up to 10 Gbps Up to 1Gbps

Biaya Cenderung lebih Cenderung lebih


mahal murah

E. Fungsi Fiber Optik / Serat Optik


Mengacu pada pengertian fiber optik di atas, fungsi serat optik
pada dasarnya sama seperti kabel lainnya, yaitu untuk
menghubungkan antar komputer dalam suatu jaringan komputer.
Letak perbedaan antara fiber optik dengan jenis kabel lainnya
adalah kemampuannya dalam memberikan kecepatan tinggi dalam hal
akses dan transfer data. Selain itu, serat optik juga tidak mengalami
gangguan elektromagnetik seperti halnya kabel lainnya karena pada
kabel ini tidak terdapat arus listrik.
Selain karena kelebihan fiber optik tersebut proses instalasi
juga harus dilakukan oleh para ahli sehingga membuat biaya
instalasinya menjadi lebih mahal. Pada umumnya perusahaan
operator telekomunikasi lebih memilih memakai kabel fiber optik
karena berbagai kelebihannya tersebut.

1
0
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

F. Komponen Fiber Optik

Fiber optik terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi


masing-masing. Berikut ini adalah beberapa bagian kabel fiber optic:

1. Bagian Inti (Core)

Bagian inti fiber optik terbuat dari bahan kaca dengan


diameter yang sangat kecil (diamaternya sekitar 2 μm sampai 50 μm).
Diameter serat optik yang lebih besar akan membuat performa yang
lebih baik dan stabil.

2. Bagian Cladding

Bagian cladding adalah bagian pelindung yang langsung


menyelimuti serat optik. Biasanya ukuran cladding ini berdiameter 5
μm sampai 250 μm.

Cladding terbuat dari bahan silikon, dan komposisi bahannya


berbeda dengan bagian core. Selain melindungi core, cladding juga
berfungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang merefleksikan
semua cahaya tembus kembali kepada core.

1
1
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

3. Bagian Coating / Buffer

Bagian coating adalah mantel dari serat optik yang berbeda


dari cladding dan core. Lapisan coating ini terbuat dari bahan plastik
yang elastis.

Coating berfungsi sebagai lapisan pelindung dari semua


gangguan fisik yang mungkin terjadi, misalnya lengkungan pada kabel,
kelembaban udara dalam kabel.

4. Bagian Strength Member


Streng Member serat berfungsi sebagai serat yang
menguatkan bagian dalam kabel sehingga tidak mudah putus dan
terbuat dari bahan serat kain sejenis benang yang sangat banyak dan
memiliki ketahanan yang sangat baik.

5. Outer Jacket
Jacket kabel berfungsi sebagai pelindung keseluruhan bagian
dalam kabel serat optik serta didalamnya terdapat tanda pengenal dan
terbuat dari bahan PVC.

G. Prinsip Kerja Fiber Optik


Seperti yang telah disinggung pada sub-bab pengertian fiber
optik di atas bahwa prinsip kerja dari kabel ini berbeda dengan kabel
pada umumnya. Pada kebanyakan kabel, data ditransmisikan
menggunakan aliran listrik, namun pada fiber optik menggunakan
aliran cahaya yang dikonversikan dari aliran listrik sehingga tidak akan
terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik.

Fiber optik memanfaatkan serat kaca sebagai bahan


penyusunnya untuk mendapatkan refleksi atau pantulan cahaya total
yang tinggi dari cermin tersebut sehingga data akan ditransmisikan
dengan cepat pada jarak yang tidak terbatas. Pantulan tersebut

1
2
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

didapatkan melalui cahaya yang berjalan pada serat kaca dengan


sudut yang rendah.

Selain itu, dalam proses kerjanya, efisiensi dari pantulan


cahaya dipengaruhi oleh kemurnian bahan fiber optik dimana semakin
murni bahan gelas yang digunakan maka penyerapan cahaya yang
semakin sedikit oleh fiber optik. Minimnya penyerapan tersebut akan
menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi.

Prinsip kerja serat optik digambarkan dengan penjelasan


sebagai berikut (Praja dkk, 2013):

1. Sinyal awal/source yang berbentuk sinyal listrik ini pada


transmitter diubah oleh tranducer electrooptic (Dioda/Laser
Dioda) menjadi gelombang cahaya.
2. Gelombang cahaya selanjutnya ditransmisikan melalui kabel
serat optik menuju penerima/receiver yang terletak pada
ujung lainnya dari serat optik.
3. Pada penerima/receiver sinyal optik ini diubah oleh tranducer
Optoelektronik (Photo Dioda) menjadi sinyal elektris kembali.

1
3
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Dalam perjalanan sinyal optik dari transmitter menuju


receiver biasanya akan terjadi redaman cahaya di sepanjang
kabel optik, sambungan-sambungan kabel dan konektor-
konektor di perangkatnya. Oleh karena itu jika jarak
transmisinya jauh maka diperlukan sebuah atau beberapa
repeater yang berfungsi untuk memperkuat gelombang
cahaya yang telah mengalami redaman sepanjang
perjalanannya.

H. Kelebihan dan Kekurangan Fiber Optik

Seperti yang telah disebutkan pada penjelasan pengertian


fiber optik di atas, kabel ini memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan
jenis kabel lainnya. Namun, selain memiliki kelebihan, kabel serat optik
juga memiliki kekurangan.

1. Kelebihan Fiber Optik

 Memiliki kecepatan transmisi yang tinggi dengan kapasitas


mencapai 1 GB/detik
 Dapat mentransmisikan data dengan jarak yang cukup jauh
tanpa adanya bantuan penguat sinyal
 Bahannya terbuat dari kaca dan plastik sehingga tahan
terhadap karat
 Ukuran kabel sangat kecil dan fleksibel
 Kabel ini memanfaatkan gelombang cahaya sehingga tidak
terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik seperti
gelombang radio
 Fiber optik tidak mengandung aliran listrik sehingga
mencegah terjadinya kebakaran akibat konsleting
 Memiliki keamanan tinggi karena minim distorsi

2. Kekurangan Fiber Optik

1
4
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

 Biaya instalasi dan perawatan cenderung lebih mahal


daripada jenis kabel lainnya
 Membutuhkan sumber cahaya yang kuat
 Kabel harus dipasang dengan jalur berbelok untuk
memaksimalkan kecepatan dan kelancaran transmisi
cahaya
I. Aplikasi Fiber Dalam Bidang Perkembangan Pertelevisian.
Serat optik dapat mengubah cahaya menjadi energi listrik maka
serat optik juga mampu mentransmisikan gambar dan besar
pengaruhnya pada perkembangan televisi berdefinisi tinggi atau High-
Definition Television (HDTV). Teknologi televisi ini meningkatkan
kualitas gambar dan film pada tampilan layar televisi serta
meningkatkan kualitas suara. Pengembangan HDTV telah membawa
pengaruh hingga kini ditemukannya televisi dengan rasio lebar dan
panjang layar sebesar 16 : 9 melalui pendekatan resolusi secara
horizontal dan vertikal pada pengiriman sinyal analog untuk gambar
televisi NTSC yang mendukung juga suara sekualitas CD (Compact
Disc).
Selain itu, dalam dunia penyiaran televisi dimana sinyal siaran
diubah dalam bentuk digital dan dikirimkan melalui kabel FO yang
dipasang pada studio TV. Dengan demikian penggunaan FO sangat
efektif karena menghemat tempat penyimpanan kabel dalam gedung
studio TV, tahan terhadap gelombang elektromagnetik sehingga
informasi aman dan yang terpenting mampu menyimpan sejumlah
besar informasi siaran.

Berikut contoh lain dari beberapa aplikasi dan pemanfaatan fiber


optik dalam kehidupan sehari-hari :
1. Dipakai untuk aplikasi LAN (Local Area Network) yang lebih
efektif dan mempunyai kapasitas yang besar terutama untuk
sekolah, rumah sakit, kantor,
2. Dipakai dalam teknologi telepon kabel karena FO
memungkinkan terbentuknya jaringan yang sangat luas dalam
dunia komunikasi dan sistem informasi sehingga peralihan dari

1
5
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

kabel tembaga ke FO akan membawa perubahan pada


masyarakat dalam mengakses informasi dengan cepat.
3. Dipakai untuk mengembangkan saluran FO bawah air. Upaya
ini merupakan terobosan baru bagi dunia komunikasi karena
memberikan peluang bagi benua lain untuk mendapatkan
akses data yang cepat dari suatu tempat yang terpisah oleh
samudera.
4. Dipakai untuk memperlancar transmisi satelit yang seringkali
mengalami gangguan dalam penerimaan informasi di
permukaan bumi. FO dipakai sebagai relay pada alat-alat
komunikasi di bumi yang dapat mengirimkan data dalam
jumlah besar dengan cepat.
5. Sedangkan dalam dunia industri, FO dipakai sebagai sensor
yang memonitor struktur fisik material yang berbeda-beda.
Dalam hal ini, FO dipasang pada material misalnya pada bahan
pesawat terbang bahkan pada bahan pesawat luar angkasa.,
sehingga sekecil apapun kerusakan material pada perangkat
tersebut dapat dideteksi oleh para ilmuwan dari bumi.
6. Sistem serat optik digunakan pada industri teknologi
telekomunikasi, kita dapat menggunakan berbagai macam
kemudahan berkomunikasi yang dihasilkan oleh teknologi
telekomunikasi. Kemudahan yang dihasilkan seperti cepatnya
penyampaian pesan dari suatu tempat ke tempat yang lain
dan beroperasinya satelit telekomunikasi Palapa. Teknologi ini
berupa kabel terbuat dari kaca yang dapat mentransmisikan
sinar cahaya dari suatu tempat dan ke tempat lain dan
mengubahnya menjadi energi yang dapat digunakan oleh
manusia untuk kehidupannya baik dalam berkomunikasi atau
pun untuk keperluan lainnya.

1
6
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

II. Sistem Komunikasi Serat Optik

A. Sejarah Perkembangan Teknologi Serat Optik


Pada tahun 1880 Alexander Graham Bell menciptakan
sebuah sistem komunikasi cahaya yang disebut photo-phone
dengan menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari
sebuah cermin suara-termodulasi tipis untuk membawa
percakapan, pada penerima cahaya matahari termodulasi
mengenai sebuah foto-kondukting sel-selenium, yang
merubahnya menjadi arus listrik, sebuah penerima telepon
melengkapi sistem.
Photophone tidak pernah mencapai sukses komersial,
walaupun sistem tersebut bekerja cukup baik. Penerobosan
besar yang membawa pada teknologi komunikasi serat optik
dengan kapasitas tinggi adalah penemuan Laser pada tahun
1960, namun pada tahun tersebut kunci utama di dalam
sistem serat praktis belum ditemukan yaitu serat yang efisien.
Baru pada tahun 1970 serat dengan loss yang rendah
dikembangkan dan komunikasi serat optik menjadi praktis
(Serat optik yang digunakan berbentuk silinder seperti kawat
pada umumnya, terdiri dari inti serat (core) yang dibungkus
oleh kulit (cladding) dan keduanya dilindungi oleh jaket
pelindung (buffer coating)). Ini terjadi hanya 100 tahun setelah
John Tyndall, seorang fisikawan Inggris, mendemonstrasikan
kepada Royal Society bahwa cahaya dapat dipandu sepanjang
kurva aliran air. Dipandunya cahaya oleh sebuah serat optik
dan oleh aliran air adalah peristiwa dari fenomena yang sama
yaitu total internal reflection.

1
7
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Teknologi serat optik selalu berhadapan dengan


masalah bagaimana caranya agar lebih banyak informasi yang
dapat dibawa, lebih cepat dan lebih jauh penyampaiannya
dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya. Informasi yang
dibawa berupa sinyal digital, digunakan besaran kapasitas
transmisi diukur dalam 1
Gb.km/s yang artinya 1 milyar bit dapat disampaikan tiap detik
melalui jarak 1 km.
Berikut adalah beberapa tahap sejarah perkembangan
teknologi serat optik. (http://www.howstuffworks.com, akses
17-Desember 2009):
1. Generasi Petama,
Dimulai tahun 1970, sistem masih sederhana dan
menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya terdiri dari : 1)
Encoding : Mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik,
2) Transmitter : Mengubah sinyal listrik menjadi gelombang
cahaya termodulasi, berupa LED dengan panjang gelombang
0,87 μm; 3) Serat Silika : Sebagai pengantar gelombang
cahaya, 4) Repeater : Sebagai penguat gelombang cahaya yang
melemah di jalan, 5) Receiver : Mengubah gelombang cahaya
termodulasi menjadi sinyal listrik, berupa foto-detektor, 6)
Decoding : Mengubah sinyal listrik menjadi ouput (misal
suara), 7) Repeater bekerja dengan merubah gelombang
cahaya menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat secara
elektronik dan diubah kembali menjadi gelombang cahaya.

2. Generasi Ke- Dua,


Generasi ke-dua dimulai tahun 1981, adalah perbaikan
dari generasi ke-satu, antara lain: 1) Untuk mengurangi efek
dispersi, ukuran inti serat diperkecil, 2) Indeks bias kulit dibuat
sedekat-dekatnya dengan indeks bias inti, 3) Menggunakan
diode laser, panjang gelombang yang dipancarkan 1,3 μm, 4)
Kapasitas transmisi menjadi 100 Gb.km/s.

1
8
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

3. Generasi Ke- Tiga


Generasi ke-tiga dimulai pada tahun 1982: 1) Penyempurnaan
pembuatan serat silica, 2) Pembuatan chip diode laser
berpanjang gelombang 1,55 μm, 3) Kemurniaan bahan silika
ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat, 4) untuk
panjang gelombang sekitar 1,2 μm sampai 1,6 μm, 5) Kapasitas
transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4. Generasi Ke- Empat ( mulai tahun 1984)


Dimulainya tahun 1984 dengan riset dan pengembangan sistem
koheren, modulasinya bukan modulasi intensitas melainkan
modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah
intensitasnya masih dapat dideteksi, maka jarak yang dapat
ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar, dengan
beberapa kriteria: 1) Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat
menyamai kapasitas sistem deteksi langsung (modulasi
intensitas), 2) Terhambat perkembangannya karena teknologi
piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh
tertinggal.

5. Generasi Ke- Lima


Dimulai tahun 1989 dengan dikembangkan suatu penguat optik
yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi
sebelumnya, Pada awal pengembangannya kapasitas transmisi
hanya dicapai 400 Gb.km/s tetapi setahun kemudian kapasitas
transmisinya sudah menembus 50.000 Gb.km/s.

6. Generasi Ke- Enam


Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer mempelopori
sistem komunikasi optic soliton. Soliton adalah pulsa
gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang
gelombang yang berbeda hanya sedikit dan juga bervariasi
dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan
dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling
berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton
merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran

1
9
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksprimen


menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5
saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju
5 Gb/s. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35.000
Gb.km/s. Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu
sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat
dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika
intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian
digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton
tidak melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat
menguntungkan karena tingkat kesalahan yang
ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan.

B. Keuntungan Sistem Serat Optik


Serat optik memiliki kelebihan dibandingkan dengan
sistem konvensional menggunakan kabel logam (tembaga)
biasa, antara lain:

1. Less expensive. Beberapa mil kabel optik dapat dibuat lebih murah
dari kabel tembaga dengan panjang yang sama.

2. Thinner. Serat optik dapat dibuat dengan diameter lebih kecil


(ukuran diameter kulit dari serat sekitar 100 μm dan total
diameter ditambah dengan jaket pelindung sekitar 1 – 2 mm)
daripada kabel tembaga, dan juga karena serat optik membawa
light (cahaya) maka tentunya memiliki light weight (berat yang
ringan). Maka kabel serat optik mengambil tempat yang lebih kecil
di dalam tanah.

3. Higher carrying capacity – Karena serat optik lebih tipis dari kabel
tembaga maka kebanyakan serat optik dapat dibundel ke dalam
sebuah kabel dengan diameter tertentu maka beberapa jalur
telepon dapat berada pada kabel yang sama atau lebih banyak
saluran televisi pada TV cable dapat melalui kabel. Serat optik juga

2
0
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

memiliki bandwidth yang besar (1 dan 100 GHz, untuk multimode


dan single-mode sepanjang 1 Km).

4. Less signal degradation – Sinyal yang loss pada serat optik lebih
kecil ( kurang dari 1 dB/km pada rentang panjang gelombang yang
lebar) dibandingkan dengan kabel tembaga

5. Light signals – Tidak seperti sinyal listrik pada kabel tembaga,


sinyal cahaya dari satu serat optik tidak berinterferensi dengan
sinyal cahaya pada serat optik yang lainnya di dalam kabel yang
sama, juga tidak ada interferensi elektromagnetik. Ini berarti
meningkatkan kualitas percakapan telepon atau penerimaan TV.
Juga tidak ada.

6. Low Power – Karena sinyal pada serat optik mengalami loss yang
rendah, transmitter dengan daya yang rendah dapat digunakan
dibandingkan dengan sistem kabel tembaga yang membutuhkan
tegangan listrik yang tinggi, hal ini jelas dapat mengurangi biaya
yang dibutuhkan.

7. Digital signals – Serat optik secara ideal cocok untuk membawa


informasi digital dimana berguna secara khsusus pada jaringan
komputer.

8. Non-flammable – Karena tidak ada arus listrik yang melalui serat


optik, maka tidak ada resiko bahaya api.

9. Flexibile – Karena serat optik sangat fleksibel dan dapat mengirim


dan menerima cahaya, maka digunakan pada kebanyakan kamera
digital fleksibel untuk tujuan : (a) Medical Imaging, pada
bronchoscopes, endoscopes, laparoscope, colonofiberscope (dapat
dimasukkan ke dalam tubuh manusia (misal usus) sehingga citranya
dapat dilihat langsung dari luar tubuh), (b) Mechanical imaging,
memeriksa pengelasan didalam pipa dan mesin, (c) Plumbing,
memeriksa sewer lines.

C. Struktur Serat Optik dan Perambatan Cahaya pada Serat


Optik

2
1
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Serat optik terbuat dari bahan dielektrik berbentuk


seperti kaca (glass). Di dalam serat inilah energi cahaya yang
dibangkitkan oleh sumber cahaya disalurkan (ditransmisikan)
sehingga dapat diterima di ujung unit penerima (receiver).
Struktur Serat Optik pada umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu:
(a) Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core),
dimana gelombang cahaya yang dikirimkan akan merambat dan
mempunyai indeks bias lebih besar dari lapisan kedua. Terbuat
dari kaca (glass) yang berdiameter antara 2~125 mm, dalam hal
ini tergantung dari jenis serat optiknya; (b) Bagian yang
kedua dinamakan lapisan selimut (Cladding), dimana bagian
ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks bias
lebih kecil dibandingkan dengan bagian inti. Terbuat dari
kaca yang berdiameter antara 5 ~ 250 mm, juga tergantung
dari jenis serat optiknya; (c) Bagian yang ketiga dinamakan
lapisan jaket (Coating), dimana bagian ini merupakan
pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan
plastik yang elastic. Lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Struktur dasar Serat Optik

D. Komunikasi serat optik


Komunikasi serat optik merupakan suatu metode
untuk mentransmisikan sebuah informasi dari satu tempat ke
tempat yang lain dengan mengirimkan sinar atau cahaya
melalui serat optik. Cahaya ini membentuk gelombang
elktromagnetik yang dimana termodulasi untuk membawa

2
2
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

informasi. Komunikasi serat optik yang pertama kalinya


dikembangkan pada tahun 1970an, serat optik ini telah
merevolusi industri telekomunikasi serta menjadikannya peran
penting dalam munculnyaera informasi. Karena
keunggulannya, jika dibandingkan dengan transmisi listrik,
sebagian besar dari serat optik telah menggantikan jaringan
inti dari kawat tembaga di negara maju. Serat optik juga sudah
digunakan oleh berbagai perusahaan-perusahaan
telekomunikasi untuk mengirimkan sinyal telepon, komunikasi
Internet, dan sinyal televisi kabel. Para peneliti di laboratorium
Bell telah melakukan percobaan internet dan mencapai
kecepatan lebih dari 100 petabit × kilometer per detik dengan
menggunakan serat optik dalam berkomunikasi.
Proses komunikasi serat optik meliputi beberapa langkah-langkah
dasar sebagai berikut:

1. Membuat sinyal optik yang melibatkan penggunaan pemancar,


biasanya dari suatu sinyal listrik
2. Menyampaikan sinyal disepanjang fiber, memastikan bahwa
sinyal tersebut tidak terlalu menyimpang atau lemah
3. Menerima sinyal optik
4. Mengubah menjadi sinyal lsitrik

E. Aplikasi

Serat optik digunakan oleh perusahaan-perusahaan


telekomunikasi untuk mengirimkan sinyal telepon, komunikasi
internet dan sinyal Tv kabel. Karena pelemahan dan
gangguannya jauh lebih rendah, serat optik memiliki banyak
keuntungan lebih dibandingkan dengan kawat tembaga yaitu
dalam aplikasi jarak jauh dan permintaan tinggi. Namun,
pembangunan infrastruktur di dalam kota relatif sulit dan
memakan waktu yang cukup lama, dan sistem serat optik yang
kompleks dan mahal untuk menginstal dan pengoprasiannya.

2
3
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Karena kesulitan-kesulitan ini, sistem komunikasi serat optik


telah diprioritaskan untuk diinstal pada aplikasi jarak jauh, di
mana orang-orang dapat menggunakan secara maksimal
dengan kapasitas transmisi serta mengimbangi peningkatan
biaya. Sejak tahun 2000, harga untuk komunikasi serat optik
telah turun jauh.
Harga untuk memasang kabel serat optik ke daerah
perumahan atau perkantoran saat ini telah menjadi lebih
hemat biaya jika dibandingkan dengan pemasangan jaringan
menggunkan kabel tembaga. harga ini telah turun dengan
biaya $850 per pelanggan. Jika dibandingkan dengan Amerika
Serikat, biaya nya lebih rendah di negara-negara seperti
Belanda, dimana menggali biaya rendah namun kepadatan
rumah cukup tinggi.
Sejak tahun 1990, ketika sistem amplifikasi optik
menjadi tersedia secara komersial, industri telekomunikasi
telah meletakkan jaringan yang sangat luas seperti antarkota
dan melintasi samudra. Pada tahun 2002, jaringan
interkontinental 250.000 km dari kabel komunikasi bawah laut
dengan kapasitas 2.56 Tb per detik selesai, dan meskipun
jaringan tertentu dengan kapasitas yang istimewa informasi,
laporan investasi telekomunikasi menunjukkan bahwa
kapasitas jaringan yang telah meningkat secara dramatis sejak
tahun 2004.
F. Teknologi
Sistem komunikasi serat optik modern pada umumnya
termasuk pemancar optik untuk mengkonversi sinyal listrik
menjadi sinyal optik untuk mengirim ke serat optik, kabel yang
berisi kumpulan dari beberapa serat optik yang disalurkan
melalui saluran bawah tanah dan bangunan, beberapa jenis
amplifier, dan penerima optik untuk memulihkan sinyal seperti
sinyal listrik. Informasi yang dikirimkan biasanya informasi

2
4
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

digital yang dihasilkan oleh komputer, Sistim Telepon, dan


perusahaan Televisi kabel.
1. Pemancar

Sebuah Modul GBIC (tampilkan disini dengan penutup yang


dihapus), merupakan sebuat transcevier alat optik dan listrik.
Konektor listrik di bagian kanan atas, dan konektor optik
dibagian kiri bawah.

Dalam bentuk yang paling sederhana, sebuah LED


adalah pantulan bias p-n junction, memancarkan cahaya
melalui emisi spontan, sebuah fenomena yang disebut sebagai
elektroluminescence. Cahaya yang dipancarkan adalah
koheren dengan relatif lebar spektral lebar 30-60 nm.
Transmisi lampu LED juga tidak efisien, dengan hanya sekitar
1%[kutipan diperlukan] dari daya input, atau sekitar 100
microwatts, akhirnya diubah menjadi listrik yang telah
digabungkan ke dalam serat optik. Namun, karena desain yang
relatif sederhana, Led sangat berguna untuk biaya aplikasi
rendah.
Komunikasi Led yang paling sering terbuat dari Indium fosfida
gallium arsenide(InGaAsP) atau gallium Arsenide (GaAs).
Karena InGaAsP Led beroperasi pada panjang gelombang yang
lebih panjang dari GaAs Led (1.3 mikrometer vs 0.81-0.87
mikrometer), output spektrum, sementara dalam energi yang
lebih luas dalam hal panjang gelombang faktor sekitar 1.7.

2
5
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

Besar lebar spektrum Led adalah subjek serat dispersi yang


lebih tinggi, sangat membatasi jarak produk bit rate(kegunaan
ukuran umum). Led cocok terutama untuk daerah-daerah
jaringan aplikasi dengan bit rate 10-100 Mbit per detik dan
transmisi jarak beberapa kilometer. Led juga telah
dikembangkan yang menggunakan beberapa sumur kuantum
untuk memancarkan cahaya pada panjang gelombang yang
berbeda dari spektrum yang luas, dan saat ini digunakan untuk
daerah-daerah jaringan WDM (Wavelength-Division
Multiplexing).
Saat ini, sebagian besar LED telah digantikan oleh
perangkat VCSEL (Vertical Cavity Surface Emitting Laser) yang
menawarkan peningkatan kecepatan, kekuatan dan sifat
spektral, dengan biaya yang sama. Umumnya perangkat VCSEL
merupakan pasangan baik dengan serat multi mode.
Laser semikonduktor memancarkan cahaya melalui
emisi terstimulasi daripada emisi spontan, yang menghasilkan
daya output yang tinggi (~100 mW) serta manfaat-manfaat
lain terkait dengan sifat cahaya koheren. Output dari laser
adalah relatif secara langsung, yang memungkinkan efisiensi
tinggi coupling (~50 %) menjadi serat mode tunggal. Lebar
spektral yang sempit juga memungkinkan untuk harga atau
tarif yang agak tinggi karena mengurangi efek dispersi
kromatik. Selain itu, laser semikonduktor yang dapat diatur
langsung pada frekuensi tinggi karena waktu rekomendasi
singkat.
Umumnya digunakan kelas pemancar laser semikonduktor yang
digunakan dalam serat optik meliputi VCSEL (Vertical-Cavity
Surface Emitting Laser), Fabry–Pérot dan DFB (Didistribusikan
Feed Back).
Laser dioda sering langsung termodulasi, itu merupakan cahaya
output yang dikendalikan oleh arus dan diterapkan secara
langsung ke perangkat. Untuk tingkat data yang sangat tinggi
atau sangat panjang jarak link, gelombang sumber laser dapat

2
6
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

dioperasikan terus menerus dan cahaya yang dimodulasi oleh


perangkat eksternal, modulator optik, seperti modulator
penyerapan listrik atau Mach–Zehnder interferometer.
Modulasi eksternal meningkatkan jarak link dicapai dengan
kehilangan kicauan jarak jauh dengan laser, yang memperluas
linewidth langsung termodulasi, meningkatkan dispersi
kromatik dalam serat.

2. Penerima

Komponen utama dari sebuah penerima optik


adalah sensor cahaya atau fotodetektor, yang dimana dapat
mengubah cahaya menjadi listrik dengan menggunakan efek
fotolistrik. Sensor Cahaya utama untuk telekomunikasi terbuat
dari Indium gallium arsenide sensor cahaya yang biasanya
semikonduktor berbasis photodiode. Beberapa jenis dari dioda
memiliki p-n dioda, p-di photodiode dan avalanche
photodiode. Logam Semikonduktoe Logam(MSM) sensor
cahaya juga digunakan karena kesesuaian mereka untuk sirkuit
integrasidalam regenerator dan panjang gelombang-divisi
multipleks.
Pada oktober 1973, Corning Glass menandatangani
kontrak pembangunan dengan CSELT dan Pirelli yang
bertujuan untuk menguji serat optik di lingkungan perkotaan:
pada bulan September 1977, kedua kabel ini dilakukan tes seri
atau secara bersamaan, dinamakan COS-2, secara
eksperimental ditempatkan di dua baris (9 km) di Turin, untuk
yang pertama kalinya di kota besar, dengan kecepatan 140
Mbit/s.[9]
Konverter Optik-listrik biasanya digabungkan dengan
amplifier transimpedansi dan membatasi amplifier untuk
menghasilkan sinyal digital dalam domain listrik dari sinyal
optik yang masuk, yang dapat dilemahkan dan terdistorsi saat
melewati saluran. Pemrosesan sinyal lebih lanjut seperti jam

2
7
Oplikasi Fiber Optik Dalam Sistem Komunikasi Optik

pemulihan dari data (CDR) yang dilakukan oleh loop fasa-


terkunci juga dapat diterapkan sebelum data diteruskanLebih
lanjut.

2
8