Anda di halaman 1dari 4

Analisis Porter’s Five Force pada Tesla Motors, Inc.

Pendahuluan
Perkembangan teknologi yang semakin maju dari hari ke hari memberikan dampak yang
positif dan negatif bagi kehidupan manusia salah satu teknologi yang sangat terasa perannya
adalah teknologi transportasi yang semakin mempercepat dan memperpendek perjalanan kita.
Penemuan-penemuan teknologi kendaraan yang canggih dan murah, khususnya kendaraan
darat, memberi dorongan kepada industri otomotif untuk bersaing merebut pasar. Semakin
meningkatnya jumlah kendaraan juga mengakibatkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM)
meningkat dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Hal ini memicu pengembangan
penggunaan energi listrik pada sistem transportasi sebagai pengganti BBM, yaitu dengan
diproduksinya mobil listrik. Dari hal-hal tersebut yang melatarbelakangi berdirinya Tesla
Motors, Inc. perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) sebagai pengembang dan
pembuat mobil sport elektrik (mobil sport dengan tenaga baterai) yang berkantor pusat di San
Carlos, California, AS.

Landasan Teori

Salah satu model yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan analisis ini adalah
model 5 faktor pendorong kompetisi dari Michael Porter atau lebih di kenal dengan Five
Force Factor Model. (Ernie Trisnawati, 2005). Five Force Factor Model merupakan kerangka
untuk analisis industri dan pengembangan strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael E.
Porter dari Harvard Business School pada 1979. Porter menyatakan bahwa kelima kekuatan
bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau
mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi
perusahaan. Menurut Porter terdapat dua persoalan mendasar yang akan menentukan strategi
bersaing perusahaan yaitu daya tarik industri (attractiveness of Industry) dan analisis
terhadap berbagai faktor yang akan menentukan posisi persaingan ( competitive position).
(Solihin, 2012).

Isi

Tesla Motors, Inc. dibentuk untuk mengembangkan dan mengenalkan mobil dengan desain
sporty yang ditenagai oleh tenaga elektrik. Pendanaan untuk perusahaan diperoleh dari
berbagai sumber (investasi, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham). Dengan besarnya
nilai investasi yang dilakukan Elon Musk, otomatis menjadikan dirinya sebagai pemilik Tesla
Motors, Inc. dan hingga saat ini masih menjabat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di
perusahaan tersebut. Mobil seri pertama Tesla Motors, Inc. adalah Roadstes dengan jenis
mobil sport, sedangkan yang kedua adalah Tesla Model S dengan jenis mobil sedan, dan yang
ketiga adalah Tesla Model X. Tesla Motors, Inc. mempertahankan profitabilitasnya melalui
langkah-langkah strategis yang diuraikan dalam analisis Five Forces dari bisnis otomotif
global ini. Sebagai salah satu pemain terbesar di pasar kendaraan listrik, Tesla harus secara
efektif mengatasi faktor eksternal tersebut untuk memastikan kompetensi jangka panjang dan
ketahanannya dalam menghadapi persaingan kompetitif yang melibatkan produsen mobil
seperti Honda Motor Company, Ford Motor Company, dll. Perusahaan harus
memperhitungkan sifat dan karakteristik dari persaingan tersebut di pasar domestik dan
internasional untuk mobil listrik, baterai, dan panel surya, sebagaimana yang
dipertimbangkan dalam analisis eksternal ini. Tesla harus memprioritaskan persaingan
kompetitif sebagai yang paling signifikan dari kekuatan dalam lingkungan bisnis
multinasionalnya. Tekanan dari substitusi, pemasok dan pembeli juga dipertimbangkan dalam
analisis bisnis ini.

Analisis

1. Competitive rivalry within industry


Tesla, Inc. beroperasi di pasar yang sangat kompetitif. Industri manufaktur yang sudah
ada mencoba untuk ikut membuat mobil listrik, namun karena Tesla Motor memiliki
pengalaman yang lebih banyak, maka mereka kalah dengan mobil listrik milik Tesla
Motor. Faktor eksternal dan intensitasnya yang bertanggung jawab atas kekuatan
persaingan adalah sejumlah kecil perusahaan (kekuatan lemah), agresivitas tinggi
perusahaan (kekuatan kuat), dan biaya pengalihan rendah (gaya kuat). Faktor eksternal ini
membatasi efek persaingan pada perusahaan seperti Tesla, Inc. Namun, perusahaan-
perusahaan ini umumnya agresif dalam berinovasi dan mempromosikan produk mereka.
Aspek analisis Five Forces dari Tesla Inc. ini menunjukkan persaingan kompetitif sebagai
pertimbangan manajemen strategis prioritas tinggi dalam lingkungan industri solusi
otomotif dan energi.
2. Threat of substitute products
Tesla, Inc. mengalami dampak pengganti pada lingkungan industri solusi otomotif dan
energi. Hanya 1% mobil listrik yang diproduksi dari total industry mobil yang ada.
Walaupun mobil listrik sudah mulai dikenal, namun belum bisa mengalahkan mobil
listrik berbahan bakar minyak. Mobil berbahan bakar minyak secara umum lebih murah
dibandingkan mobil listrik, apalagi belum adanya infrastrukur supercharger station untuk
mobil listrik, sehingga konsumen berpikir ulang untuk membeli mobil listrik. Biaya
pengalihan yang rendah memungkinkan pengganti, seperti transportasi umum, untuk
menarik pelanggan dengan mudah.
3. Bargaining power of suppliers
Bisnis Tesla Inc. bergantung pada keandalan pemasok. Bagaimana pemasok membentuk
lingkungan industri dengan mempengaruhi ketersediaan bahan yang dibutuhkan
perusahaan. Pemasok batrai masih sedikit, perlu biaya dan teknologi yang tinggi untuk
bisa memproduksi baterai dengan kualifikasi yang tinggi. Pemasok supercharging station
juga masih sedikit, perlu infrastruktur dan biaya yang tinggi untuk bisa membangun
supercharger station ini. Pemasok komponen mobil listrik juga masih sedikit, bahkan
hanya Tesla yang berfokus memproduksi komponen yang dibutuhkan mobil listrik.
4. Threat of new entrants
Pendatang baru adalah perusahaan baru, yang berdampak pada lingkungan industri dan
menentukan kinerja perusahaan seperti Tesla Inc. Bisnis Tesla sulit untuk bersaing,
terutama karena tingginya biaya pengembangan merek, bersama dengan popularitas Elon
Musk. manufaktur mobil memiliki biaya tinggi, yang memberlakukan penghalang bagi
perusahaan-perusahaan baru. Juga, pemain mapan seperti Tesla mendapatkan keuntungan
dari peningkatan skala ekonomi, yang pendatang baru hanya dapat dicapai setelah
melebihi ambang batas produksi.
5. Bargaining power of buyers
Pengaruh pelanggan pada perusahaan dan lingkungan industri otomotif, baterai, dan panel
surya dicatat dalam aspek Analisis Lima Kekuatan ini. Pelanggan Tesla adalah faktor
langsung yang menentukan pendapatan penjualan perusahaan. Produk yang ditawarkan
sangat beragam, hal ini membuat customer bebas memilih merk dan spesifikasi mobil
yang diinginkan. Kualitas produk seperti jarak tempuh, umur batrai, kenymanan dan style
dari mobil listrik merupakan hal penting untuk diperhatikan pembeli. Pembeli bebas
mengganti mobil, dan harga yang ditawarkan memiliki rentang yang serupa, sehingga
pembeli mudah membandingkan antar mobil.

Kesimpulan

Tesla Motors, Inc., adalah sebuah perusahaan otomotif yang khusus mengembangkan mobil-
sport elektrik (mobil sport dengan tenaga baterai) yang berkecepatan dan bertorsi tinggi. Tesla,
Inc. beroperasi di pasar yang sangat kompetitif. Industri manufaktur yang sudah ada
mencoba untuk ikut membuat mobil listrik, namun karena Tesla Motor memiliki
pengalaman yang lebih banyak, maka mereka kalah dengan mobil listrik milik Tesla
Motor. Walaupun mobil listrik sudah mulai dikenal, namun belum bisa mengalahkan
mobil listrik berbahan bakar minyak. Mobil berbahan bakar minyak secara umum lebih
murah dibandingkan mobil listrik, apalagi belum adanya infrastrukur supercharger station
untuk mobil listrik. Biaya pengalihan yang rendah memungkinkan pengganti, seperti
transportasi umum, untuk menarik pelanggan dengan mudah. selanjutnya bisnis Tesla Inc.
bergantung pada keandalan pemasok. Bagaimana pemasok membentuk lingkungan
industri dengan mempengaruhi ketersediaan bahan yang dibutuhkan perusahaan.
Pemasok komponen mobil listrik juga masih sedikit, bahkan hanya Tesla yang berfokus
memproduksi komponen yang dibutuhkan mobil listrik. Bisnis Tesla sulit untuk bersaing,
terutama karena tingginya biaya pengembangan merek, sulit bagi pendatang baru untuk
mencocokkan merek kuat perusahaan. Selain itu, manufaktur mobil memiliki biaya
tinggi, yang memberlakukan penghalang bagi perusahaan-perusahaan baru. Pelanggan
Tesla adalah faktor langsung yang menentukan pendapatan penjualan perusahaan. Produk
yang ditawarkan sangat beragam, hal ini membuat customer bebas memilih merk dan
spesifikasi mobil yang diinginkan. Kualitas produk seperti jarak tempuh, umur batrai,
kenymanan dan style dari mobil listrik merupakan hal penting untuk diperhatikan
pembeli.

Saran

Sebagai salah satu perusahaan terbesar di pasar kendaraan listrik, Tesla harus secara efektif
mengatasi faktor eksternal untuk memastikan kompetensi jangka panjang dan ketahanannya
dalam menghadapi persaingan kompetitif yang melibatkan produsen mobil lainnya.
Perusahaan harus memperhitungkan sifat dan karakteristik dari persaingan tersebut.

Referensi