Anda di halaman 1dari 15

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TIK BERBASIS MEDIA

TUTORIAL DI SMA NEGERI 1 BARAKA

Abdul Muis M1) Purnamawati2) Hasni Lubis3)


1)Dosen PPs Pendidikan Teknologi Universitas Negeri Makassar
2) Dosen PPs Pendidikan Teknologi Universitas Negeri Makassar

ABSTRAK

HASNI LUBIS. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran TIK Berbasis Media


Tutorial di SMA Negeri 1 Baraka. (Dibimbing oleh Purnamawati dan Abdul Muis M).
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan website berbasis Wordpress sebagai
media pembelajaran TIK berbasis media tutorial dan untuk menghasilkan media pembelajaran
yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang
difokuskan untuk mengembangkan modul pembelajaran TIK berbasis website dengan
menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analysis, Design,
Development, Implementation, dan Evaluation.
Prosedur pengujian dalam penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu uji teman sejawat,
uji ahli dan implementasi berupa uji coba kelompok kecil serta uji coba lapangan. Informan
pada penelitian ini adalah ahli, teman sejawat , dan siswa. Teknik pengumpulan data yang
digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner danwawancara. Sedangkan teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis data deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi media pembelajaran yang dikembangkan
setelah dilakukan validasi dinyatakan valid. Produk berupa website media pembelajaran
berbasis Wordpress inidinyatakan praktis dan efektif sehingga layak untuk digunakan, hal ini
berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan yang diperkuat oleh hasil
wawancara yang menyatakan bahwa media pembelajaran ini praktis dan efektif, karena website
ini diakses di manapun dan kapanpun serta fasilitas yang ada pada website ini lengkap dan
sangat mudah digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka disimpulkan
bahwa website Modul Pembelajaran TIK Berbasis Media Tutorial di SMA Negeri 1 Baraka
yang dikembangkan telah memenuhi kategori kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan sehingga
layak untuk digunakan.

Kata Kunci :Media Pembelajaran, Website, Media Tutorial


ABSTRACT

HASNI LUBIS. 2017. Development of ICT Based Learning Module Media Tutorial in
SMA Negeri 1 Baraka. (Supervised by Purnamawati and Abdul Muis M).
This research aims to develop a WordPress-based website as a medium of ICT-based
tutorial media and to produce a valid instructional media, practical, and effective. This research
is a development that is focused to develop ICT-based learning modules website using ADDIE
development model consisting of five stages, namely Analysis, Design, Development,
Implementation, and Evaluation.
Testing procedures in this study through three stages namely test peers, expert testing
and implementation in the form of small group trial and field trials. Informants in this study
were experts, peers, and students. Data collection techniques used in this study was a
questionnaire and interview. Data analysis technique used is descriptive data analysis.
The results showed that the application of instructional media that was developed after
the validation declared invalid. Products in the form of a website based learning media
Wordpress practical and effective so it unfit for use, it is based on the test results for small
groups and field trials that are reinforced by the results of interviews stating that this learning
media practical and effective, because the website is accessed anywhere and whenever and
facilities on this website is complete and very easy to use. Based on the results obtained, we
conclude that ICT-Based Learning Module website Media Tutorial in SMA Negeri 1 Baraka
developed in compliance with the categories of validity, practicality, and effectiveness so it
unfit for use.

Keywords: Learning Media, Website, Media Tutorial


PENDAHULUAN
pada satu sisi saja tujuan atau sasaran, besar
Teknologi informasi dan komunikasi telah kemungkinan fungsi media menjadi kurang
berkembang seiring dengan globalisasi efektif.
sehingga interaksi dan penyampaian informasi Materi mata pelajaran yang cenderung
akan berlangsung dengan cepat. Pengaruh bersifat hafalan atau teoritis dalam
globalisasi ini dapat berdampak postif dan pentransferan mungkin cukup hanya dengan
negatif pada suatu negara. Orang-orang memakai buku panduan. Lain halnya dengan
berbagai negara dapat saling menukar pembelajaran yang cederung ke arah aplikatif
informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. atau praktek yang membuthkan informasi
Namun dilain pihak hal ini menimbulkan tambahan. Dalam pelajaran praktek, dalam
digital-divide penggunaan ICT. Persaingan memvisualisasikan suatu bahan ajar terkadang
yang terjadi pada era globalisasi ini mengalami hambatan yang disebabkan oleh
menumbuhkan kompetesi antar bangsa, keterbatasan pengajar, peralatan, alat, bahan,
sehingga menuntut adanya pengembangan biaya, dan sebagainya dimana proses
kualitas sumber daya manusia. penyampaian informasi atau transfer ilmu tidak
Perkembangan teknologi dapat cukup hanya penyampian secara verbal
memberikan dampak positif kepada siswa, (ceramah).
seperti ketertarikan siswa untuk mengakses Minimya pengadaan modul sebagai
informasi secara online melalui komputer, pegangan guru dan siswa akan memberikan
laptop, table dan handphone kapan dan dimana dampak pembelajaran menjadi kurang efisien.
saja. Sehingga mengakses informasi melalui Kondisi semacam ini dijumpai khususnya pada
internet sudah menjadi rutinitas dan kebutuhan materi pelajaran teknik inormatika dan
siswa. ketertarikan generasi muda termasuk komunikasi (TIK). Namun untuk memperoleh
siswa SMA sederajat terhadap teknologi modul khususnya mata pelajaran TIK
informasi dan komunikasi terus mengalami mengalami kendala karena belum tersedia
peningkatan seiring makin luasnya cakupan diperpustakaan sekolah atau buku sedangkan
jaringan internet sampai ke pelosok. Untuk itu pengadaan buku pegangan siswa dan guru yang
perlunya adanya inovasi yang mampu sesuai dengan kurikulum 2013 belum
memanfaatkan teknologi dan internet dalam terealisasi.
proses pembelajaran agar proses pembelajaran Berdasarkan pengamatan peneliti dan
bisa menjadi hal yang menarik bagi siswa hasil analisa kepustakaan ketersediaan modul
seperti. masih relatif sedikit. Bahkan ada beberapa mata
Usaha untuk meningkatkan prestasi pelajaran sama sekali tidak disediakan modul
siswa dapat dilakukan dengan media sebagai pegangan bagi siswa. Dalam mengajar
pembelajaran yang disesuaikan dengan mata guru hanya menggunakan beberapa buku teks
pelajaran yang akan disampaikan oleh milik sendiri dan beberapa modul yang didapat
pendidik. Efektivitas suatu media akan tercapai dari beberapa diklat sebelumnya dan media
bila penggunaannya disesuaikan dengan presentasi yang disusun berdasarkan kebutuhan
karakteristik sasaran. Oleh karena itu, pada saat dan sumber lain berupa tulisan-tulisan lepas
memilih media, selain memperhatikan tujuan dari internet. Siswa sendiri tidak dibekali buku
yang akan dicapai, juga harus mengetahui pegangan sebagai pedoman yang lebih
secara tepat, siapa yang menjadi sasaran. sistematis dalam pembelajaran. Hal ini
Apabila pemilihan media hanya didasarkan menyebabkan siswa kurang memperhatikan
pelajaran dan tidak dipungkiri lagi tingkat yang bertujuan memberikan bantuan kepada
pemahaman siswa akan materi yang siswa agar dapat mencapai hasil belajar yang
disampaikan pada saat pembelajaran menjadi optimal. Kegiatan tutorial ini memang
rendah dan daya serap rendah. Siswa cenderung dibutuhkan siswa yang dibimbing
lebih fokus untuk mencatat materi yang melaksanakan kegiatan belajar mandiri yang
disampaikan oleh guru sehingga waktu banyak bersumber dari modul-modul dalam bidang
tersita. Setiap siswa memiliki perbedaan dalam studi TIK. Sistem pembelajaran ini
hal kemampuan, kecerdasan, potensi, dan direalisasikan dalam berbagai bentuk, yakni
keahlian. Penyajian bahan ajar yang kurang pusat belajar modular, program pembinaan
menarik akan sangat berpengaruh sering sekali jarak jauh, dan sistem belajar jarak jauh
dijumpai di lapangan guru lebih banyak (Rusman,2011). Media tutorial tersebut
memberikan salinan buku teks kepada siswa, kemudian disajikan secara online melalui
akhirnya waktu hanya akan tersita banyak sebuah website berbasis Wordpress.
untuk menyalin. Dampaknya siswa menjadi Website dirancang untuk memudahkan
bosan, mengantuk dan menjadi malas untuk proses pembelajaran dan diharapkan mampu
mencari bahan lain dari sumber bahan ajar yang memberikan kemudahan bagi guru dan siswa.
lainnya. Oleh karena itu, website yang dirancang harus
Adanya beberapa kekurangan dalam dapat dikelola dengan mudah. Sehingga,
proses pembelajaran dipandang perlu pemilihan rancangan website juga ditentukan
memberikan sebuah solusi terhadap oleh aplikasi yang dipilih. Apabila aplikasi
permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan yang digunakan terlalu banyak dapat
adalah pengembangan bahan ajar. menyulitkan seorang perancang untuk memilih
Pengembangan bahan ajar yang dikembangkan aplikasi tertentu.
adalah pengembangan modul pembelajaran Penggunaan website ini, diharapkan
TIK media tutorial berbasis website yang agar siswa mampu mengakses modul
memanfaatkan modul cms Wordpress. pembelajaran TIK yang telah dikembangkan
Penyajian modul dalam bentuk media kapanpun dan dimanapun sepanjang daerah
pembelajaran online ini diharapkan mampu tersebut masih dalam jangkauan internet.
memberikan ketertarikan secara visual Selain itu, memungkinkan materi dapat
sehingga dapat memberikan motivasi dalam diperbaharui dan diperkaya dengan berbagai
proses pembelajaran. Tidak hanya itu, siswa sumber belajar oleh guru. Sebagai seseorang
juga dapat mempelajari ulang materi yang profesional seyogyanya mampu
pembelajaran yang terdapat dalam modul menggunakan dan memanfaatkan media
secara mandiri dimana dan kapan saja selama pengajaran yang tersedia. Sehingga dapat
siswa dapat mengakses jaringan internet. menjadi tantangan tersendiri bagi pengajar
Selain itu pembelajaran dengan dalam memanfaatkan perangkat-perangkat
menggunakan media tutorial dapat teknologi dalam proses pembelajaran.
meningkatkan dan kreativitas serta kecepatan Berdasarkan hasil pengamatan
memahami materi yang tentunya tidak akan membuktikan bahwa penggunaan modul
lepas dari daya tarik visual, audio, dan animasi pembelajaran TIK media tutorial dalam bentuk
serta kemampuan hands tools ketika siswa online belum ada di SMA Negeri 1 Baraka. Hal
mengorganisasikan pencarian pengetahuannya ini disebabkan karena sistem online yang masi
dalam komputer. Program tutorial pada baru di sekolah dan modul yang terhitung masih
dasarnya sama dengan program bimbingan sedikit di lingkungan sekolah. Khususnya pada
materi pembelajaran TIK. Selain itu, bahkan Adapun manfaat dari hasil penelitian ini
guru yang ada di sekolah tersebut terhitung adalah sebagai berikut:
masih kurang yang dapat mengoperasikan 1. Manfaat teoritis
komputer. Hal ini yang menjadi kendala para Hasil penelitian pengembangan ini dapat
guru dalam menggunakan pembelajaran secara digunakan sebagai salah satu bahan ajar yang
online atau E-Learning. sesuai dengan kondisi sekolah atau jurusan
Berdasarkan latar belakang yang telah tertentu.
dipaparkan di atas, maka peneliti ingin 2. Manfaat Praktis
mengembangkan bahan ajar berupa pembuatan Manfaat praktis penelitian ini mencakup
modul berbasis media mata pelajaran Teknik manfaat bagi siswa, guru serta pengguna
Infomatika dan Komunikasi (TIK) sesuai lainnya yang berkepentingan.
dengan Standar Kompetensi (SK) atau a. Bagi siswa
Kompetensi Inti (KI). Olehnya itu peneliti Siswa yang belajar menggunakan modul
tertarik melakukan penelitian Research and pembelajaran ini dapat langsung
Development (R&D) yang berjudul memperoleh keuntungan karena mereka
“Pengembangan Modul Pembelajaran TIK mengikuti pengalaman belajar yang
Berbasis Media Tutorial di SMA Negeri 1 efektif untuk mengembangankan
Baraka”. kompetensi belajar mereka karena
Berdasarkan latar belakang masalah menggunakan media tutorial berbasis
penelitian pengembangan ini, maka yang website.
menjadi rumusan masalah sebagai berikut: b. Bagi Guru
1. Bagaimana mengembangkan modul Penelitian ini dibangun berdasarkan atas
pembelajaran TIK berbasis media tutorial di pengalaman serta permasalahan yang
SMA Negeri 1 Baraka? dihadapi guru TIK dalam memilih dan
2. Bagaimana keefektifan, kepraktisan, dan menetapkan modul pembelajaran untuk
kevalidan modul pembelajaran TIK berbasis memperoleh pembelajaran yang efektif.
media tutorial di SMA Negeri 1 Baraka yang c. Bagi sekolah
telah dikembangkan? Hasil penelitian ini dapat digunakan
3. Apakah modul pembelajaran TIK berbasis sebagai masukan dalam peningkatan
media tutorial di SMA Negeri 1 Baraka yang mutu di sekolah dan sebagai referensi
dikembangkan telah valid, efektif, dan dalam peningkatan prestasi sekolah
praktis? dalam bidang TIK.
Adapun tujuan yang diharapkan dalam
penelitian ini adalah: METODOLOGI PENELITIAN
1. Mengembangkan modul pembelajaran TIK Penelitian memiliki berbagai
media tutorial berbasis website di SMA macam jenis seperti yang dikatakan oleh
Negeri 1 Baraka. Sugiyono (2004: 6), bahwa “penelitian itu
2. Untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan bermacam-macam jenisnya dan dapat
dan keefektifan modul pembelajaran TIK dikelompokkan berdasarkan tujuan,
media tutorial berbasis website di SMA metode, tingkat eksplanasi, dan analisis dan
Negeri 1 Baraka yang telah dikembangkan. jenis data”. Sugiyono juga mengemukakan
3. Menghasilkan modul pembelajaran tik tujuan dan kegunaan tertentu dari penelitian
media tutorial berbasis web yang valid, di dalam bukunya yang berjudul Metode
efektif dan praktis.
Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D instruction”yang artinya ADDIE (Analisis,
(2010: 5), yaitu: desain, pengembangan, implementasi, dan
“Setiap penelitian mempunyai tujuan dan evaluasi) merupakan sebuah kerangka kerja
kegunaan tertentu. Secara umum tujuan yang sistematis pada skala besar untuk
penelitian ada tiga macam yaitu yang menyediakan instruksi. “Pada prakteknya
bersifat penemuan, pembuktian, dan terdapat beberapa macam adaptasi model
pengembangan. Penemuan berarti data ADDIE, tetapi secara umum terdiri dari 5
yang diperoleh dari penelitian itu adalah fase yang membentuk siklus yaitu Analysis,
data yang betul-betul baru yang Design, Development, Implementation, dan
sebelumnya belum pernah diketahui. Evaluation” (Sukenda, dkk. 2013:186).
Pembuktian berarti data yang diperoleh itu Analisis kebutuhan merupakan
dipergunakan untuk membuktikan adanya langkah awal untuk menentukan seperti apa
keragu-raguan terhadap informasi atau bentuk media pembelajaran yang akan
pengetahuan tertentu, dan pengembangan dihasilkan, pada tahap ini dilakukan
berarti memper dalam dan memperluas pencarian literatur dari berbagai sumber
pengetahuan yang telah ada”. untuk memperoleh data dan informasi yang
Berdasarkan penjelasan di atas, berkaitan dengan software maupun sistem
dapat disimpulkan bahwa penelitian ini yang digunakan, dalam hal ini mengenai
adalah penelitian yang menggunakan pengembangan modul pembelajaran TIK
pendekatan R&D berupa rancangan dan media pembelajaran berbasis tutorial.
desain yang bersifat aplikasi teoritis untuk Selain itu, pada analisis kebutuhan ini juga
menghasilkan suatu modul pembelajaran dikumpulkan data mengenai seberapa besar
TIK sebagai media pembelajaran yang penggunaan modul pembelajaran TIK
dapat digunakan dalam proese berbasis media tutorial di SMAN 1 Baraka.
pembelajaran. Tahap desain merupakan lanjutan dari
tahapan analisis kebutuhan,desain media
Prosedur Pengembangan pembelajaran harus diwujudkan dalam
Prosedur pengembangan yang bentuk tertentu sehingga dapat digunakan
digunakan dalam mengembangkan modul sebagai pegangan untuk menilai dan
pembelajaran TIK sebagai media membuatnya.
pembelajaran ini menggunakan model Tahapan development merupakan
pengembangan ADDIE. Model ini dipilih tahapan pengembangan dari media yang
karena sifatnya yang generic dan akan digunakan. Media pembelajaran yang
sederhana serta implementasinya telah diujicobakan kepada teman sejawat
terstruktur dengan sistematis, selain itu dan teman sejawat menyatakan bahwa
model pengembangan ADDIE memberikan media pembelajaran layak digunakan,
kesempatan untuk melakukan evaluasi dan maka selanjutnya media pembelajaran
revisi secara terus menerus pada setiap fase tersebut diujicobakan kepada ahli, baik ahli
yang dilalui. desain media pembelajaran maupun ahli
Menurut Czaja & Sharit (2013:178) materi pembelajaran. Apabila hasil ujicoba
bahwa “ADDIE (Analysis, design, menunjukkan bahwa media tersebut layak
development, implementation, and untuk digunakan, maka media tersebut
evaluation) represents a large scale dapat dilanjutkan ke tahap implementasi.
systematic framework for providing
Tahap implementasi merupakan penelitian ini, teknik kuesioner yang
tahap dimana aplikasi media pembelajaran digunakan bersifat tertutup untuk
diujicobakan kepada kelompok kecil. Uji mengukur aspek desain dan aspek
coba kelompok kecil dilakukan terhadap 10 kelengkapan materi dalam penggunaan
orang siswa SMA Negeri 1 Baraka, modul pembelajaran TIK sebagai media
kemudian melakukan revisi terhadap pembelajaran.
aplikasi media pembelajaran jika ada yang Observasi dalam penelitian ini dilakukan
perlu direvisi. Setelah melakukan revisi untuk memperoleh data yang sulit
terhadap hasil uji coba kelompok kecil, didapatkan melalui wawancara atau angket,
maka dilakukan uji coba lapangan. Uji coba seperti pengamatan terhadap
lapangan dilakukan terhadap minimal 30 kompatibilitas aplikasi yang dihasilakn
siswa SMA Negeri 1 Baraka. serta pengamatan terhadap pengalaman
Tahap yang terakhir adalah tahap responden dalam menggunakan aplikasi
evaluasi, dimana dalam tahapan ini akan media pembelajaran.
dilihat sejauh mana hasil yang dicapai Tes dimaksudkan untuk mengetahui
dalam pengembangan modul pembelajaran seberapa jauh pengguna dalam hal ini
berbasis media tutorial sebagai media peserta didik dapat mencapai sasaran
pembelajaran pada program studi khusus pembelajaran. Tes juga berfungsi
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan PPs bagi pendidik untuk mengetahui seberapa
UNM. Dalam penelitian ini menggunakan jauh keberhasilan bimbingan yang telah
evaluasi formatif, menurut Priyanto (2009: diberikan untuk memperbaiki proses
7) “Evaluasi formatif adalah suatu proses pembelajaran. Tes ini dimaksudkan untuk
mengumpulkan data yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan produk yang
memperbaiki dan meningkatkan kualitas dikembangkan dengan melihat penguasaan
produk yang sedang dikembangkan”. peserta didik terhadap materi yang telah
Menurut W. Gulo (2010: 119) diajarkan. Instrumen pengumpulan data yang
“wawancara adalah bentuk komunikasi digunakan dalam penelitian pengembangan
langsung antara peneliti dan responden. modul pembelajaran TIK media tutorial
Komunikasi berlangsung dalam bentuk berbasis web untuk mengetahui kevalidan,
tanya-jawab dalam hubungan tatap muka, Instrumen yang digunakan untuk
sehingga gerak dan mimik responden mengetahui valid tidaknya modul
merupakan pola media yang melengkapi pembelajaran TIK yang dikembangkan
kata-kata secara verbal”. yaitu lembar validasi modul pembelajaran
Kuesioner adalah suatu daftar yang Alat pengumpul data berupa angket dengan
berisi dengan pertanyaan-pertanyaan untuk skala bertingkat disajikan. Angket ini akan
tujuan khusus yang memungkinkan diisi oleh validator.
penganalisis untuk mengumpulkan data Lembar pengamatan ini digunakan untuk
dari responden. Teknik kuesioner Menururt mengetahui kemampuan pendidik
Umar (2000: 167), adalah “suatu cara mengolah proses pembelajaran di kelas.
pengumpulan data dengan memberikan Keterampilan pendidik dalam menerapkan
pertanyaan atau menyebarkan daftar skenario kegiatan pembelajaran sesuai
pertanyaan kepada responden dengan dengan sintaks model yang telah diuraikan
harapan mereka akan memberikan respon secara operasional dalam rencana
atas daftar pertanyaan tersebut”. Di dalam pembelajaran.
Respon pendidik terhadap modul diarahkan untuk menjelaskan kevalidan,
pembelajaran TIK media tutorial berbasis keefektifan dan kepraktisan modul
web diperoleh melalui angket. Angket pembelajaran media tutorial berbasis web
digunakan untuk mengumpulkan informasi yang telah dikembangkan. Berikut ini
tentang respon pendidik terhadap modul dikemukakan tentang analisis data
pembelajaran TIK media tutorial berbasis kevalidan, keefektifan , dan kepraktisan.
web dan dijadikan sebagai bahan Hasil dan Pembahasan
pertimbangan untuk memperbaiki modul Penelitian ini adalah penelitian yang
pembelajaran TIK media tutorial berbasis menggunakan pendekatan Research and
web yang dikembangkan. Development (R&D) berupa rancangan dan
Instrumen tes hasil belajar ini digunakan desain yang bersifat aplikasi teoritis untuk
untuk mengetahui dan mengukur menghasilkan website berbasis Wordpress
keberhasilan peserta didik dalam proses sebagai media pembelajaran yang
pembelajaran dan tolak ukur mengenai diaplikasikan pada proses pembelajaran.
keefektifan produk yang dikembangkan Pengembangan aplikasi media
(modul pembelajaran TIK media tutorial pembelajaran pada penelitian ini
berbasis web). menggunakan model pengembangan
Instrumen penilaian yang digunakan untuk ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu;
mengetahui praktis tidaknya modul Tahap analisis merupakan langkah
pembelajaran TIK media tutorial berbasis awal untuk menentukan seperti apa
web adalah lembar observasi perangkat lunak yang dihasilkan, pada
keterlaksanaan. Lembar observasi tahap ini dilakukan pencarian literatur dari
keterlakasanaan modul pembelajaran TIK berbagai sumber untuk memperoleh data
media tutorial berbasis web disusun untuk dan informasi yang berkaitan dengan
memperoleh data dilapangan tentang software maupun sistem yang digunakan,
bagaimana proses keterlaksanaan dalam hal ini mengenai pengembangan
pembelajaran dengan menggunakan modul modul pembelajaran TIK berbasis media
pembelajaran TIK media tutorial berbasis tutorial yang akan disajikan pada sebuah
web. website.
Lembar observasi keterlasksanaan modul Tahap desain merupakan kelanjutan
pembelajaran TIK media tutorial berbasis dari tahap analisis kebutuhan. Pada tahap
web yang dikembangkan ini digunakan ini, desain media tutorial diwujudkan dalam
untuk mengetahui dan mengidentifikasi bentuk nyata sehingga dapat digunakan
mengenai kepastian modul pembelajaran sebagai pegangan untuk menilai dan
yang dikembangkan. Instrumen membuatnya. Untuk mewujudkan desain
pengamatan ini akan digunakan oleh media pembelajaran tersebut maka
observer yang dipilih untuk melakukan dilakukanlah perancangan, dalam proses
untuk pengamatan terhadap produk yang perancangannya, dilakukan sejumlah
dikembangkan melalui proses persiapan seperti; menyipakan perangkat
pembelajaran yang dilakukan oleh komputer/laptop yang terhubung dengan
pengajar. jaringan internet, menyiapkan software
Data yang telah dikumpulkan dengan Wordpress, serta menyiapkan domain dan
menggunakan instrumen, selanjutnya web hosting sebagai alamat dan server dari
dianalisis, secara kuantitatif. Setelah itu E-Learning yang akan dibangun.
Adapun proses pengembangan media Proses Instalasi SoftwareWordpress
pembelajaran online tersebut adalah Setelah domain dan web hosting
sebagai berikut; disiapkan, selanjutnya melakukan
Sebelum melakukan instalasi software persiapan instalasi software Wordpress,
Wordpress, terlebih dahulu siapkan software Wordpress versi terbaru dapat
perangkat komputer yang terhubung diunduh pada halaman website resmi
dengan internet, mempersiapkan domain Wordpress, dengan alamat
serta web hosting, adapun langkah- https://wordpress.org/download/.
langkahnya sebagai berikut; Demikianlah sejumlah gambar yang
1) Langkah pertama yang harus dilakukan memperlihatkan tampilan serta fasilitas-
adalah mempersiapkan web hosting fasilitas dari pengembangan website modul
dengan cara menyewa atau mencari pembelajaran TIK berbasis Wordpress
layanan gratis, penyedia layanan web yang dihasilkan dalam penelitian ini.
hosting yang digunakan dalam Selanjutnya, website yang dihasilkan
pengembangan ini adalah VULTR memasuki sejumlah tahap pengujian untuk
dengan alamat situs (http://vultr.com). menghasilkan media pembelajaran berbasis
VULTR adalah salah satu penyedia E-Learning yang valid, praktis, dan efektif.
layanan web hosting berbayar Tahap pengujian pertama yang akan
berkecepatan tinggi dengan pilihan dilakukan adalah black box testing.
sistem pembayaran per jam atau per Setelah desain aplikasi media
bulan. Pemilihan web hosting pembelajaran berhasil diwujudkan dalam
berkecepatan tinggi ini bertujuan untuk suatu bentuk program aplikasi secara nyata,
memberi kenyamanan kepada pengguna maka dilakukan metode pengujian black
aplikasi media pembelajaran. box (Black box testing) terhadap aplikasi
2) Membuat domain sebagai alamat media pembelajaran tersebut, black box
aplikasi yang akan disimpan pada web testing dilakukan untuk mengetahui apakah
hosting, layanan penyedia domain yang semua fungsi perangkat lunak telah berjalan
digunakan dalam pengembangan ini semestinya sesuai dengan kebutuhan
adalah Namecheap dengan alamat situs fungsional. Ujicoba teman sejawat
(http://namecheap.com), adapun nama merupakan tahap pengujian yang dilakukan
domain yang dipilih sebagai alamat untuk mengetahui kelayakan media
website media pembelajaran dalam pembelajaran berdasarkan hasil penilaian,
penelitian ini adalah tanggapan, dan saran dari teman sejawat
http://modultik.online sehingga media dalam bidang yang terkait, penilaian teman
pembelajaran akan dapat diakses melalui sejawat berdasarkan beberapa kriteria.
alamat tersebut. Kesimpulan uji coba teman sejawat
3) Setelah mempersiapkan domain dan web yang menyatakan bahwa website modul
hosting, langkah selanjutnya adalah pembelajaran TIK berbasis Wordpress
menghubungkan domain dan web yang dihasilkan layak untuk digunakan
hosting serta mebuat database pada web tanpa revisi. Dengan melihat hasil uji coba
hos ting. teman sejawat tersebut di atas, maka
website modul pembelajaran TIK berbasis
Wordpress yang dihasilkan siap untuk
memasuki tahap pengujian yang dilakukan
oleh ahli desain dan meteri pembelajaran. Melihat hasil media pembelajaran
Tahapan ini merupakan tahap yang dilakukan oleh ahli desain media
pengembangan dari website yang pembelajaran dan ahli materi pembelajaran
dihasilkan. Ujicoba dilakukan untuk yang menyatakan bahwa, menyatakan
mengetahui kelayakan dari website yang bahwa Pengembangan Website Modul
dihasilkan. Adapun hasil ujicoba aplikasi Pembelajaran TIK Berbasis Media Tutorial
media pembelajaran kepada pakar/ahli Di SMA Negeri 1 Baraka telah valid dan
adalah sebagai berikut; layak untuk digunakan tanpa revisi. Maka
Uji coba ahli desain media dapat disimpulkan bahwa aplikasi E-
pembelajaran dilakukan untuk menilai Learning yang dihasilkan telah memenuhi
kevalidan serta kelayakan website modul kriteria kevalidan. Sehingga tahap
pembelajaran TIK berbasis Wordpress dari pengujian media pembelajaran tersebut
segi aplikasi media pembelajaran. Jika dapat dilanjutkan ke tahap implementasi.
melihat persentase rata-rata dari hasil Tahap implementasi merupakan
penilaian yang diperoleh adalah 93,75% tahap dimana website modul pembelajaran
yang termasuk ke dalam kualifikasi sangat TIK berbasis Wordpress diuji coba untuk
baik dan tidak perlu direvisi. Adapun mengetahui tanggapan dan responden
kesimpulan penilaian yang diberikan oleh mahasiswa terhadap media pembelajaran
ahli desain media pembelajaran yang dihasilkan. Adapun langkah-langkah
menyatakan bahwa Pengembangan Website yang dilakukan pada tahap implementasi
Modul Pembelajaran TIK Berbasis Media website modul pembelajaran TIK berbasis
Tutorial Di SMA Negeri 1 Baraka telah Wordpress tersebut adalah sebagai berikut:
valid dan layak untuk digunakan tanpa Proses sosialisasi merupakan tahap
revisi. dimana aplikasi E-Learning terlebih dahulu
Uji coba ahli materi pembelajaran diperkenalakan kepada responden sebelum
dilakukan untuk menilai kevalidan serta pengujian dilakukan. Dalam melakukan
kelayakan website modul pembelajaran sosialisasi, E-Learning didemonstrasikan
TIK berbasis Wordpress dari segi materi untuk memperlihatkan bagaimana cara
pembelajaran yang ada di dalam website menggunakan aplikasi E-Learning dan apa
yang dihasilkan khusunya materi tentang saja yang dapat dilakukan dengan aplikasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA E-Learning tersebut, setelah itu dilanjutkan
Negeri 1 Baraka. dengan memberikan penjelasan terkait
Berdasarkan hasil validasi ahli instrumen penilaian yang akan digunakan
materi pembelajaran nilai persentase rata- dalam pengumpulan data. Instrumen
rata yang diperoleh adalah 93,33% yang pengumpulan data yang digunakan pada
termasuk ke dalam kualifikasi yang sangat tahap implementasi ini adalah kuisioner
baik dan tidak perlu direvisi. Adapun tertutup dan wawancara.
kesimpulan hasil penilaian yang diberikan Apabila dilihat dari rata-rata
oleh ahli materi pembelajaran menyatakan persentase tingkat pencapian yang
bahwa Pengembangan Website Modul diperoleh yaitu 93% yang termasuk
Pembelajaran TIK Berbasis Media Tutorial kualifikasi yang sangat baik dan tidak perlu
Di SMA Negeri 1 Baraka telah valid dan direvisi, sehingga media pembelajaran
layak untuk digunakan tanpa revisi. layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil
penilaian yang diperoleh pada uji coba
kelompok kecil, maka website modul penelitian ini lebih fokus kepada kelayakan
pembelajaran TIK berbasis Wordpress ini aplikasi E-Learning yang dihasilkan untuk
layak untuk menuju ke tingkat pengujian dijadikan sebagai media pembelajaran,
selanjutnya, yaitu uji coba lapangan. pengujian aplikasi yang dihasilkan lebih
Hasil uji coba kelompok kecil terfokus pada uji fungsional untuk
menunjukkan bahwa aplikasi E-Learning memastikan bahwa fasilitas-fasilitas yang
layak untuk digunakan tanpa perlu revisi, ada di dalam aplikasi E-Learning ini
namun sebagai pengembang tetap berfungsi dengan baik dan layak untuk
melakukan analisis dan pengembangan digunakan sebagai media pembelajaran.
dengan harapan untuk menghasilkan Berdasarkan hasil wawancara yang
aplikasi E-Learning yang lebih baik telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
sebelum melakukan uji coba lapangan. pengguna tidak merasa kesulitan dalam
Berdasarkan tabel hasil uji coba menggunakan website modul pembelajaran
lapangan seperti yang ditunjukkan pada TIK berbasis Wordpress tersebut,
Tabel 4.7 di atas, dapat dilihat bahwa pengembangan website modul
tingkat pencapaian dari tiap aspek yang pembelajaran TIK berbasis Wordpress
diperoleh tidak perlu direvisi, dan apabila dianggap sebagai media pembelajaran yang
melihat nilai rata-rata persentase tingkat inovatif, praktis, dan efisien, serta mampu
pencapian yang yaitu sebesar 94,68% mengikuti perkembangan teknologi
termasuk ke dalam kualifikasi yang sangat informasi dan komunikasi saat ini.
baik dan tidak perlu direvisi, sehingga
website modul pembelajaran TIK berbasis Pembahasan
Wordpress yang dihasilkan layak untuk Pengembangan media pembelajaran
digunakan. yang dilakukan dalam penelitian ini
Dokumentasi pada penelitian ini menghasilkan produk berupa aplikasi E-
merupakan pengambilan data dokumentasi Learning berbasis Wordpress. Analisis dan
dalam bentuk gambar atau foto saat proses revisi produk terus menerus dilakukan
uji coba lapangan sedang berlangsung. untuk menghasilkan produk yang valid,
Tahap evaluasi merupakan tahap terakhir praktis, dan efektif. Pengembangan produk
dalam proses pengembangan modul aplikasi media pembelajaran bersifat
pembelajaran TIK berbasis Wordpress, fleksibel sehingga revisi terhadap aplikasi
dimana dalam tahapan ini akan dilihat yang telah dihasilkan dapat dilakukan
sejauh mana hasil yang dicapai dalam secara terus menerus, sepanjang hal
pengembangan website modul tersebut dirasakan masih perlu untuk
pembelajaran TIK berbasis Wordpress. dilakukan.
Jenis evaluasi yang digunakan dalam Selama proses uji coba produk
penelitian ini adalah evaluasi sumatif, yaitu pengembangan, para ahli yang terdiri dari
evaluasi yang dilakukan pada akhir proses ahli desain media dan ahli materi
pengembangan untuk mengetahui tingkat pembelajaran berperan besar dalam
kelayakan media yang dihasilkan dan memberikan penilaian, tanggapan berupa
sejauh mana mahasiswa dapat komentar, dan saran bermanfaat untuk
menggunakan aplikasi E-Learning yang proses pengembangan selanjutnya. Tidak
telah dihasilkan. Pada tahap ini hanya kalah penting juga peran dari teman sejawat
menggunakan evaluasi sumatif karena yang memberikan koreksi, saran, serta
penilaian yang sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan tutorial, cukup dengan
menyempurnakan produk yang dihasilkan mengunjungi alamat website modul
berupa aplikasi E-Learning berbasis pembelajaran TIK berbasis Wordpress
Wordpress. Aplikasi media pembelajaran yang telah dikembangkan.
yang dihasilkan kemudian di Aplikasi E-Learning yang
implementasikan dalam bentuk uji coba dihasilkan diharapkan dapat memberikan
kelompok kecil dan uji coba lapangan. manfaat bagi peningkatan kualitas
Beradasarkan hasil uji coba yang pendidikan, media pembelajaran yang
telah dilakukan, dapat dilihat bahwa E- dihasilkan memiliki sejumlah kelebihan,
Learning yang dihasilkan telah layak untuk diantaranya dan yang paling utama adalah
digunakan sebagai media pembelajaran media pembelajaran ini bersifat mobile
dalam proses pembelajaran, serta dapat karena dapat diakses melalui komputer dan
pula diketahui bahwa pengguna tidak smartphone, sehingga media pembelajaran
mengalami kesulitan dalam menggunakan akan lebih mudah untuk diakses di mana
media pembelajaran tersebut. Hal ini dapat dan kapan saja.
dilihat dari hasil uji coba teman sejawat dan
validasi ahli yang menyatakan bahwa Kesimpulan
aplikasi yang dihasilkan telah layak untuk Berdasarkan penelitian yang telah
digunakan sebagai media pembelajaran, dilakukan mengenai pengembangan
selanjutnya hasil uji coba kelompok kecil website modul pembelajaran TIK berbasis
menunjukkan bahwa aplikasi media media tutorial di SMA Negeri 1 Baraka,
pembelajaran termasuk ke dalam maka diperoleh kesimpulan sebagai
kualifikasi yang sangat baik, dan hasil uji berikut:
coba lapangan juga menunjukkan bahwa 1. Proses pengembangan website modul
aplikasi media pembelajaran yang pembelajaran TIK berbasis media
dihasilkan termasuk ke dalam kualifikasi tutorial sebagai media pembelajaran
yang sangat baik. Selain itu dapat dilihat diawali dengan tahap analisis dan
dari hasil wawancara yang menyatakan desain yang menghasilkan produk
bahwa pengguna tidak mengalami kesulitan awal aplikasi media pembelajaran.
yang berarti dalam menggunakan aplikasi Kemudian dilanjutkan ke tahap
media pembelajaran ini. Oleh karena itu, pengembangan aplikasi media
dapat disimpulkan bahwa website modul pembelajaran yang menghasilkan
pembelajaran TIK berbasis Wordpress produk hasil pengembangan yang siap
yang dihasilkan telah valid, praktis, dan untuk diimplementasikan guna
efektif sehingga layak untuk digunakan menghasilkan produk akhir berupa
sebagai media pembelajaran. website modul pembelajaran TIK
Aplikasi media pembelajaran ini berbasis media tutorial.
dinyatakan praktis karena mudah untuk 2. Aplikasi E-Learning yang dihasilkan
digunakan serta dapat diakses di mana dan telah valid, praktis, dan efektif
kapan saja dengan menggunakan computer sehingga layak untuk digunakan. Hal
atau smartphone yang terhubung dengan ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli
jaringan internet. Selanjutnya, aplikasi desain media pembelajaran yang
media pembelajaran ini dinyatakan efisien menghasilkan nilai rata-rata dengan
karena untuk mengakses materi
kategori sangat baik, serta hasil Depdiknas, 2008. Panduan Pengembangan
validasi ahli materi pembelajaran yang bahan Ajar. (online), (www.dikti.co.id).
menghasilkan nilai rata-rata dengan Diakses 15 November2014.
Degeng, I Nyoman Sudana. 1999. Buku
kategori sangat baik.
Pegangan Teknologi Pendidikan Pusat
3. Hasil implementasi menujukkan Antar Universitas untuk peningkatkan
bahwa uji coba kelompok kecil dan pengembangan aktifitas
menghasilkan nilai rata-rata dengan instruksional universitas terbuka,
kategori sangat baik, serta hasil uji Jakarta: Depdikbuk RI, Dirjen Dikti.
coba lapangan menghasilkan nilai rata- Djamerah, dkk. 1999. Stategi Belajar
rata dengan kategori sangat baik. Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan.
Dengan demikian, pengembangan
Bandung: Bumi Aksara
website modul pembelajaran TIK Hobri. 2003. Metodelogi Penelitian
berbasis media tutorial di SMA Negeri Pengembangan (Development
1 Baraka ini telah teruji dalam hal Research).Jember : Word Editor office
kevalidan, kepraktisan, dan 2003
keefektifan. Ithemes. Januari, 2008. Wordpress As a
CMS, 7.
Internet untuk Pembelajaran di SLTA di
Daftar Pustaka Wilayah Jakarta dan Sekitarnya” dalam
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan,
Arikunto. 2013. Dasar-dasar evaluasi Tahun Ke-8, No. 039, November 2002.
pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara Jakarta: Badan Penelitian dan
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran, Pengembangan-Departemen Pendidikan
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nasional.
Anwar, Ilham. 2010. Pengembangan Bahan Ibrahim R dan Nana Syaodih S, 2003.
ajar. Bahan kuliah Online. Direktori UPI Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
Bandung. Rineke Cipta
Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jessica & Matt. 2012. WordPress, Second
Jakarta: Rajawali Pers. Edition. Berkeley, United State
Benny A. Pribadi. 2009. Model Desain ofAmerica: CouldBe Studios.
sistem Pembelajaran.Jakarta: Dian Lewis, D. E. 2002. More Companies Seeing
Rakyat. Benefits of E-learning. A Departure
Borich,G. 1994. Observation Skill For Mappalotteng, AM.2011. Pengembangan
Effective Teaching. New York: Mc. model pembelajaran berbasis komputer
Millan Publishing Company pada sekolah menengah kejuruan.
Daryanto, 2010. Media Pembelajaran Disertasi.Program Pasca Sarjana UNY
Peranannya Sangat Penting Dalam Miarso, Yusufhadi. 2005. Menyemai benih
Mencapai Tujaun Pembelajaran. teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana
Yokyakarta: Gava Media. Mustaji.2008. Pembelajaran Mandiri.
Daryanto. 2010. Media Pembelajaran Surabaya: Unesa FIP
Sangat Penting Dalam Mencapai Miarso, Yusufhadi. 2005. Menyemai Benih
Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenata
Penerbit Gava Media. Media
Djamarah & Zain, 2006. Strategi Belajar Mukhtar dan Iskandar. 2012. Desain
Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarta
4. Muhson, Ali. 2010.Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Teknologi
Informasi.Universitas Negeri
Yogyakarta: Jurnal Pendidikan untuk belajar.Ed 9. Cet 1.Jakarta:
Akuntansi Indonesi, 8 (2), 1-10. Kencana.
Nurseto, Tejo. 2011. Membuat Media Siahaan, S. 2002. “Studi Penjajagan tentang
Pembelajaran yang Menarik. Fakultas Kemungkinan Pemanfaatan from
Ekonomi Universitas Negeri Training by the Book. The Boston
Yogyakarta: Jurnal Ekonomi & Globe, Globe Staff.
Pendidikan, 8 (1), 19-35. (http://bostonworks.boston.com,
Pressman,R.S.2002.Software Engineering: Diakses 28 Februari 2013
A Practicitioner’s Approach. (7th Siahaan, S. 2002. “Studi Penjajagan tentang
Edition). McGraw-Hill.New York. Kemungkinan Pemanfaatan Internet
Prawiradilaga & Siregar, 2008. Mozaik untukPembelajaran di SLTA di Wilayah
Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Jakarta danSekitarnya” dalam Jurnal
Prenada Media Group. Pendidikandan Kebudayaan, Tahun Ke-
Pranoto, Alvini.dkk. 2009. Sains dan 8, No. 039, November 2002. Jakarta:
Teknologi. Jakarta: PT Gramedia BadanPenelitian dan Pengembangan-
Pustaka Utama. Departemen Pendidikan Nasional.
Rayandra Asyhar. 2011. Kreatif Soekartawai.2003.E-Learning di Indonesia
Mengembangkan Media Pembelajaran. dan Prospeknya di Masa Mendatang,
Jakarta: Gaung Persada Press. Makalah pada seminar nasional ‘ E-
Riduwan, N.G., dan Engkos, A.K. 2008. learning Perlu Library’ di Universitas
Cara Menggunakan dan Memaknai Kristen Petra, Surabaya.
Analisis Jalur (Path Analysis). Suryaningsih, Nunik setiyo.2010.
Bandung: Alfabeta pengembangan media cetak modul
Roqib, Moh. 2009. IlmuPengajaran Islam: sebagai media pembelajaran mandiri
Pengembangan Pengajaran pada mata pelajaran teknologi informasi
IntegratifdiSekolah, Keluarga, dan dan komunikasi kelas VII semester I di
Masyarakat. Yogyakarta: LkiS SMPN 4 Jombang. Surabaya.
Yogyakarta. Susilana, Rudi & Riyana, Cepi. 2009.
Rohani, Ahmad. 1997. Media Intruksional Media Pembelajaran: Hakikat,
Edukatif. Jakarta: Rineke Cipta Pengembangan, Pemanfaatan, dan
Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.
Berbasis Komputer Mengembangkan Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. 2002.
Profesinalisme Guru Abad 21. Bandung: Media Instruksional. Bandung: Sinar
Alfabeta. Baru
Rusman.2011. Model-model pembelajaran: Tim E-Media Solusindo. 2010.
mengembangkan profesionalisme guru Membengun Komunitas Onlin.
(Ed.1Ct.4). Jakarta:rajawali pers Tjipto.1991.(http://www.kajianpustaka.co
Sanaky, 2011. Media Pembelajaran Buku m/2013/03/pengertian-kelebihan-
Pegangan Wajib Guru dan Guru. kelemahan-modul-pembelajaran.html).
Yokyakarta: Penerbit Kaukaba. Diakses 12 Desember 2014 (online)
Vembriarto, St. 1987. Pengantar Pengajaran
Sanjaya, W.2012. Media komuniaksi Modul. Yogyakarta: Yayasan Pendidikan
Pembelajaran.Jakarta:Prenada Media Paramita.
Group William. 2006. E-Learning By Design. San
Saud, Syafiuddin. 2009. Inovasi Fransisco: Pfeiffer.
Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Wijaya, cece,dkk.1988. Upaya Pengembangan
Sharon,E.S.Deborah.2011.Instructional Dalam Pendidikan dan Pengajaran.
technology dan media for learning: Bandung:Remadja Karya.
Teknologi pembelajaran dan media Yaumi, Muhammad.2013. Prinsip-prinsip
Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana
Winkel.2009. Psikologi Pengajaran.
Yogyakarta: Media Abadi
Yuhefizar. 2009. Cara Mudah Membangun
Website Interaktif Menggunkan Content
Mangement System Jomla CMS. Jakarta
: PT Gramedia.