Anda di halaman 1dari 10

STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR PEMASANGAN HUKNAH


TINGGI DAN RENDAH
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH II SISTEM
PENCERNAAN

SRI WAHYUNI S.kep Ns,M.Mkes,M.kep

KELAS A1 S1 KEPERAWATAN 2017 KELOMPOK 2 GRUP A


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMASANGAN HUKNAH
RENDAH DAN TINGGI

A. PENGERTIAN

Memasukkan cairan melalui anus sampai ke


kolon sigmoid untuk huknah rendah atau
sampai kolon desenden untuk huknah tinggi.

B. TUJUAN

1. Merangsang peristaltik usus,sehingga pasien


dapat buang air besar karena kesulitan untuk
defekasi (obstipasi konstipasi).
2. Mengosongkan usus sebagai persiapan
tindakan operasi.
3. Sebagai tindakan pengobatan.

1
C. KONTRA INDIKASI

1. Pemberian huknah adalah tanggung jawab tenaga


keperawatan.

2. Dalam pelaksanaan harus diperhatikan kontra indikasi


pemberian huknah seperti pasien dengan penyakit
jantung tertentu, perdarahan intra abdomen, ibu hamil
dengan kontraksi uterus yang kuat.

3. Bila pada saat pemberian huknah, kanul ada hambatan,


jangan dipaksakan, cari tahu penyebabnya, dan bila perlu
berkolaborasilah dengan dokter.

D. INDIKASI

1. Pasien yang obstipasi


2. pasien yang akan di operasi
3. Persiapan tindakan diagnostika misalnya ( Pemeriksaan radiologi )
4. Pasien dengan melena
2
E. PROSEDUR KERJA
A. PERSIAPAN ALAT

1. Irigator lengkap dengan kanul dan selang

2. Kanul rektal disesuaikan dengan pasien yang kita tangani adapun


ukurannya yaitu :

 Bayi :150-250 cc
 Anak : 250-350 cc
 Usia sekolah : 300-500 cc
 Remaja : 500-700 cc
 Dewasa : 750-1000cc

3. Air hangat sesuai kebutuhan (misalnya cairan NACl,air sabun,air


biasa)

3
4. Standar infus

5. Perlak pengalas

6.Bengkok

4
7. Selimut 11. Sarung tangan bersih

8. Pispot 12. Kassa steril

9. Tissu toilet 13. Pantom

10. Jelly

5
B. TAHAP PRA INTERAKSI

1. Melakukan verifikasi program terapi


2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan
benar

C. TAHAP ORIENTASI

1. Memberikan salam dan menyapa nama


pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
pada keluarga/ klien
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan
dilakukan

6
D. TAHAP KERJA

1. Menjaga privasi
2. Memakai sarung tangan bersih
3. Mengatur posisi (miring kiri untuk huknah rendah, miring kanan
untuk huknah tinggi.
4. Meletakkan perlak dan pengalas
5. Memasang selimut
6. Meletakkan pispot dekat tempat tidur
7. Menggantungkan irigator yang telah diisi air hangat pada standar
infus dengan ketinggian 50 cm( huknah rendah) atau 30
cm(huknah tinggi)
8. Mengeluarkan udara dalam selang , kemudian menutup klem
kembali

7
9. Bersihkan area anus yang akan dimasukkan kanula rektal dengan
menggunakan kassa steril.
10. Mengoleskan jelly pada kanul rektal, panjang insersi ( D 7,5-10
cm, A 5-7,5 cm, B 2,5-3,5 cm )
11. Membuka anus hingga terlihat, kemudian memasukkannya secara
perlahan, mengarah ke umbilikus.
12. Menginstruksikan pasien untuk tidak menahan masuknya kanul
ke anus dengan cara menghembuskan nafas perlahan melalui
mulut
13. Membuka kran dan biarkan larutan masuk dengan perlahan
14. Menutup kran bila air dalam irigator habis atau bila pasien tidak
dapat menahan untuk BAB
15. Memegang pangkal kanul dengan tisu, tarik kanul dari anus
16. Jika pasien sudah merasa ingin BAB tetapi tidak dapat ke toilet
maka letakkan pispot dibawah bokong pasien dan tunggu sampai
pasien selesai BAB.
17. Membersihkan anus
18. Merapikan pasien

8
E. TAHAP TERMINASI

1. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan


2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat- alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan
keperawatan

Anda mungkin juga menyukai