Anda di halaman 1dari 12

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/331247110

ANALISIS KELAYAKAN KREDIT INVESTASI Studi Kasus pada BANK RAKYAT


INDONESIA Cabang BOGOR

Article · October 2005

CITATIONS READS

25 303

2 authors, including:

Weman Suardy
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Indonesia, Bogor
13 PUBLICATIONS   25 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Management Research View project

All content following this page was uploaded by Weman Suardy on 21 February 2019.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


ANALISIS KELAYAKAN KREDIT INVESTASI
Studi Kasus pada BANK RAKYAT INDONESIA Cab. BOGOR

Oleh

Weman Suardy dan Riza Rosadi

Dosen Akademi Manajemen Kesatuan

ABSTRAK secara ketat agar keadaan keuangan pada bank


tetap stabil sehingga bank tetap dapat menjamin
Tujuan penelitian adalah untuk mengukur dan bahwa nasabah bisa mengambil uangnya kapan saja
meneliti apakah kredit yang diberikan layak dan sewaktu dibutuhkan. Demikian juga bank tetap
menguntungkan baik bagi pengusaha maupun bagi dapat melakukan pemberian kredit kepada
pihak bank sendiri. Analisa yang dilakukan oleh masyarakat yang membutuhkan dana untuk
seorang analis berupa analisa kualitatif, analisa usahanya setiap saat. Dengan maksud keberhasilan
kuantitatif, analisa kebutuhan dan kelayakan Bank dalam membiayai suatu proyek tentunya
kredit investasi. membawa pengaruh terhadap kelancaran
Hasil penelitian atas proyek yang diajukan oleh pembayaran kredit investasi dari nasabah sehingga
calon Debitur ini, menghasilkan NPV positif akan menimbulkan laba bagi pihak bank yang
sebesar Rp 18.489. yang berarti pendapatan bersih bersangkutan.
yang akan diterima dimasa yang akan datang jika
dihitung nilai saat ini adalah sebesar Rp 18.489. METODE PENELITIAN
Atau dengan kata lain rupiah kelebihan present
value cash inflow diatas present value initial Metodologi yang digunakan dalam
investment adalah sebesar Rp 18.489. Proyek ini pengumpulan data dan informasi sebagai bahan
menghasilkan Benefit Cost Ratio sebesar 1,23 yang kajian dalam penelitian ini adalah :
berarti setiap rupiah yang diinvestasikan akan a. Studi keperpustakaan
memberikan tingkat pengembalian sebesar Rp Studi keperpustakaan merupakan salah satu
1,23. IRR sebesar 36,74%, yang berarti mampu bentuk penelitian yang dilakukan untuk
memberikan margin yang lebih besar daripada rata memperoleh informasi dan data yang
– rata tingkat suku bunga yang berlaku. diperlukan berdasarkan buku – buku dan
literatur yang diperlukan sehingga diperoleh
Keywords: Kredit Investasi; Manajemen pengertian teoritis yang diperlukan untuk
Perkreditan. menganalisa data yang diperoleh dari lokasi
penelitian.
PENDAHULUAN b. Studi lapangan
Studi lapangan adalah mentode penulisan
Memberikan kredit adalah hal mudah, dengan cara memperoleh data dan informasi
kebanyakan orang dapat melakukannya. Tetapi secara langsung dari perusahaan, yang terdiri
untuk menarik kembali sejumlah modal yang telah dari :
sebagai kredit atau kredit macet dari debitur - Observasi lapangan adalah suatu cara
dibutuhkan keahlian, pengalaman, serta waktu dan pengumpulan data dimana peneliti terjun
biaya yang cukup besar. Kredit macet dalam langsung ke lapangan untuk mendapatkan
jumlah besar dapat menggangu kegiatan ekonomi data yang diperlukan. Pengamatan dilakukan
bank sehari – hari karena dana yang diperoleh bank terhadap cara kerja bagian kredit Bank
untuk dipinjamkan kepada masyarakat bukan Rakyat Indonesia Cab. Bogor.
berasal dari pihak intern bank, melainkan berasal - Wawancara adalah cara pengumpulan
dari simpanan deposito nasabah bank. Hal ini juga informasi dengan mengadakan dialog
sangat berpengaruh dalam / mengganggu sendi langsung dengan pihak manajemen Bank
kehidupan ekonomi secara nasional, serta Rakyat Indonesia Cab. Bogor, sesuai dengan
menurunkan kepercayaan masyarakat dalam dan permasalahan Kredit Investasi.
luar negeri terhadap profesionalisme pengelola c. Analisis data
bank. Besarnya jumlah kredit macet pada akhirnya Alat analisa yang digunakan untuk menganalisis
sangat mempengaruhi kestabilan keuangan bank data adalah dengan analisis Net Present Value,
itu sendiri. Benefit Cost Ratio, dan Internal Rate of
Berdasarkan keadaan seperti ini sangat Return.
baik bagi bank untuk melakukan analisis kredit
SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor

HASIL DAN PEMBAHASAN harus jelas pula kegunaannya, apakah


untuk modal kerja atau investasi.
A. Prosedur Pemberian Kredit Investasi pada c. Besarnya Kredit dan Jangka Waktu,
Bank Rakyat Indonesia maksudnya dalam proposal tersebut
pemohon menentukan besarnya jumlah
1. Prosedur Pemberian Kredit kredit yang diinginkan dan jangka waktu
kreditnya.
Prosedur pemberian kredit juga hampir d. Cara Pemohon Mengembalikan Kredit,
sama disetiap bank, hanya saja yang maksudnya perlu dijelaskan secara rinci
membedakannya terletak pada persyaratan dan cara – cara pemohon dalam mengembalikan
ukuran – ukuran penilaian yang ditetapkan oleh kreditnya, apakah dari hasil penjualan atau
bank dengan pertimbangan masing – masing. dengan cara lain.
Adapun prosedur pemberian kredit pada PT. e. Jaminan Kredit, maksudnya apakah
Bank Rakyat Indonesia adalah : jaminan kredit yang diberikan dalam
1) Tahap Pendekatan bentuk surat atau sertifikat.
Arus proses kredit dimulai pada saat kunjungan Selanjutnya syarat–syarat tersebut oleh
calon nasabah ke bank untuk mengajukan Pemimpin Cabang (Pinca) diserahkan kepada
pinjaman. Tahap ini merupakan tahap yang petugas Administrasi Kredit ( ADK ), untuk :
paling penting, karena pada tahap ini untuk a. diteliti apakah calon debitur atau nasabah
pertama kalinya pihak bank berhubungan masuk dalam Pangsa Sasaran (PS ) Bank
dengan nasabah. Petugas yang berwenang Rakyat Indonesia, Kredit Resiko dapat
melakukan pendekatan terhadap calon nasabah Diterima ( KRD ) dan Kriteria Nasabah
atau debitur adalah Wakil Pemimpin Cabang dapat Diterima ( KND ).
Bidang Pemasaran ( WBP ), Pemimpin Cabang ( b. Diteliti kelengkapan dokumen prakarsa
Pinca ) atau Wakil Pemimpin Cabang Bidang kredit.
Pemasaran ( WBP ). Tehnik atau cara yang c. Dicatat dalam register permohonan kredit.
digunakan oleh Bank Rakyat Indonesia dalam d. Menolak apabila calon debitur atau
tahap ini adalah : nasabah diluar Pangsa Sasaran (PS), Kredit
a. Calon Debitur atau Nasabah dicari oleh Resiko dapat Diterima (KRD), Kriteria
bank Nasabah dapat Diterima ( KND ).
Caranya dengan bertanya kepada nasabah Setelah dicatat atau diagendakan oleh
lama, melihat daftar perusahaan yang Administrasi Kredit, selanjutnya diserahkan
terdaftar di kantor Pemerintah Daerah ( kepada Wakil Pemimpin cabang Bidang
Pemda ) dan kantor statistik, dari kenalan Pemasaran. Oleh wakil Pemimpin cabang
dan informasi pegawai Bank Rakyat Bidang Pemasaran surat permohonan kredit
Indonesia. beserta lampiran syarat – syarat tersebut akan
b. Calon Debitur atau Nasabah datang sendiri diproses guna menetapkan petugas Account
Calon Debitur atau Nasabah datang sendiri Officer yang akan melakukan analisa terhadap
ke Bank untuk menanyakan jenis – jenis surat permohonan tersebut.
pinjaman yang disalurkan serta syarat – 3) Tahap Analisa Kredit
syarat yang harus dipenuhi untuk Pada tahap ini, yang berwenang melakukan
memperoleh fasilitas kredit yang analisa kredit adalah petugas Account Officer
dibutuhkan. yang ditunjuk oleh Wakil Pemimpin Cabang
Bidang Pemasaran. Account officer akan
2) Tahap Permohonan Resmi melakukan analisa atas surat permohonan
Pada tahap ini calon debitur membuat surat kredit, meneliti kelengkapan atau keabsahan
permohonan kredit secara tertulis dalam dokumen – dokumen ersebut dan meneliti
bentuk proposal yang ditujukan kepada apakah calon debitur termasuk dalam Pasar
Pemimpin Cabang ( Pinca ). Surat permohonan Sasaran, Kredit Resiko dapat Diterima, dan
kredit tersebut berisi : Kriteria Nasabah dapat Diterima. Jika ada
a. Riwayat Perusahaan, seperti riwayat hidup persyaratan yang belum dipenuhi, maka surat
perusahaan, jenis bidang usaha, nama permohonan tersebut akan dikembalikan
pengurus dan latar belakang kepada calon debitur untuk dilengkapai
pendidikannya, perkembangan perusahaan terlebih dahulu.
sreta wilayah pemasaran produknya. Dalam melakukan analisa kelayakan kredit
b. Tujuan dan Kegunaan Pengambilan Kredit, calon debitur, petugas Account Officer
dalam hal ini harus jelas tujuan melakukan wawancara dan kunjungan ke lokasi
pengambilan kredit apakah untuk usaha ( on the spot ) calon debitur. Tujuan
memperbesar pendapatan penjualan atau kunjungan tersebut untuk mengamati secara
meningkatkan kapasitas produksi. Serta langsung kondisi usaha calon debitur serta
mengumpulkan data yang diperlukan meliputi

Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005 27


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogo

laporan keuangan tiga periode terakhir, diserahkan kepada bank.jika permohonan


pengujian catatan keuangan, pemeriksaan atas kredit disetujui, Pemimpin Cabang atau Wakil
stok atau persediaan barang, piutang, aktiva, Pemimpin Cabang Bidang Pemasaran
pemeriksaan dan penilaian jaminan yang menyerahkan surat permohonan tersebut
diberikan. Berdasarkan data – data yang beserta lampirannya ke bagian Administrasi
dikumpulkan tersebut Account Officer Kredit untuk selanjutnya mengeluarkan surat
melakukan analisa kelayakan kredit pemberitahuan dan membuat dokumen akad
berdasarkan pada prinsip 5C. Setelah selesai kredit, pengikat agunana, asuransi barang
melakukan penilaian, petugas Account Officer agunan dan formulir Instruksi Realisasi Kredit.
membuat usulan yang dituangkan dalam Setelah semua disiapkan, petugas Administrasi
bentuk formulir yaitu Memorandum Analisa Kredit mengarsip kopinya dan menyerahkan
Kredit dan melakukan negosiasi dengan calon aslinya kepada Operational Officer. Petugas
debitur untuk menentukan struktur dan tipe Operational Officer kemudian akan
kredit yang diperlukan. Kemudian formulir menandatangani Instruksi Realisasi Kredit dan
Memorandum Analisa Kredit ini disiapkan dan mengarsipkan yang asli, kemudian
ditandatangani oleh Petugas Account Officer mengirimkan Instruksi Realisasi Kredit yang
yang ditunjuk oleh Wakil Pemimpin Cabang telah ditandatangani tersebut ke petugas Loan
Bidang Pemasaran. Section. Petugas Loan Section kemudian
4) Tahap Otorisasi Persetujuan membuat persiapan realisasi kredit berupa
Hasil analisa kelayakan kredit selanjutnya pembukaan rekening, mencatat data calon
diserahkan kepada pejabat perekomendasi debitur kedalam komputer, buku cek atau
yaitu Wakil Peminpin cabang Bidang Pemasaran bilyet giro. Jika semua telah disiapkan dan
untuk merekomendasikan kredit yang diajukan ditandatangani, petugas Loan Section
oleh calon debitur dengan pertimbangan: menyerahkan kepada calon debitr untuk
a. Pendapat atas analisa kredit yang telah direalisasi pencaira kreditnya. Selanjutnya
dilakukan oleh Account Officer. untuk pencairan kreditnya, pemohon kredit
b. Aspek – aspek positif dan negatif. berhubungan dengan petugas teller dengan
c. Penetapan struktur dan tipe kredit. membawa buku cek atau bilyet giro. Petugas
Setelah direkomendasikan oleh wakil Pemimpin teller kemudian membuat bukti pembukuan
Cabang Bidang Pemasaran atau Account Officer yang akan diserahkan ke petugas akuntansi dan
yang telah ditunjuk, kemudian diteruskan pada Laporan untuk diperiksa ulang hubungan
petugas Admininstrasi Kredit untuk meneliti pembukuannya.
kelengkapan dan keabsahan paket kredit 5) Tahap Pencatatan dan Pelaporan
tersebut. Selanjutnya diteruskan kepada pihak Pada tahap ini yang berwenang melakukan
yang berwenang melakukan penolakan atau pencatatan adalah petugas Administrasi Kredit.
persetujuan kredit berdasarkan evalusasi atas Bila Pimpinan Cabang berdasarkan usulan
hasil dan rekomendasi. Bila jumlah Account Officer menyetujui permohonan kredit
permohonan kreditnya Rp. 1 juta sampai calon debitur, petugas Administrasi Kredit
dengan Rp. 25 juta, Wakil Pemimpin cabang mengisi registrasi Surat Keterangan untuk
Bidang Pemasaran memiliki wewenang untuk Permohonan Pinjam untuk Bisnis ( KPPB ) dan
melakukan penolakan atau persetujuan kredit memberi nomor urut pada formulir KPPB. Isi
dengan persetujuan Pemimpin Cabang. Jika formulir KPPB tersebut antara lain :
jumlah permohonan kreditnya sampai dengan - Nama
Rp. 500 juta, harus diotorisasi oleh Pemimpin - Alamat Status hukum pemohon
Cabang dengan persetujuan Kantor Wilayah. - Jenis usaha
Jika permohonan kreditnya sampai dengan Rp 1 - Jenis fasilitas kredit yang diperlukan
milyar harus diotorisasi oleh Wakil Pemimpin - Jenis jaminan yang diserahkan.
Wilayah ( Wapinwil ) yang berkedudukan di Sedangkan Pemimpin Cabang mengeluarkan
Kantor Wilayah. Sedangkan untuk pinjaman Surat Putusan Kredit yang isinya sebagai
sampai dengan Rp 3 milyar harus diotorisasi berikut
oleh Pemimpin Wilayah. - Nama debitur
Apabila permohonan kredit yang diajukan - Keperluan kredit
dtolak, maka bank segera membuat surat - Bentuk kredit
pemberitahuan penolakan kepada calon - Jangka waktu
debitur dan dibawa ke kliring informasi yang - Bunga
diadakan olah Bank Indonesia agar dapat - Provisi
diketahui oleh peserta pengikut kliring - Sektor ekonomi
informasi atau bank – bank pengikut kliring - Jaminan
informasi. Bersama surat penolakan Surat persetujuan itu kemudian dipelajari oleh
permohonan kredit tersebut dikembalikan pula petugas Loan Section, untuk menentukan jenis
semua lampiran – lampiran yang telah

28 Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor

surat perjanjian kredit. Ada dua jenis surat berhasil dikumpulkan. Selanjutnya laporan
perjanjian kredit, yaitu : – laporan tersebut akan dikirim ke Kantor
f. Surat keterangan untuk Permohonan Pusat untuk dilakukan penilaian akan
Pinjam untuk Bisnis ( KPPB ). KPPB untuk perkembangan dan juga untuk dilaporkan
calon debitur yang berpenghasilan tetap ke Bnak Indonesia ( BI ).
dan tidak diasuransikan. 6) Tahap Supervisi dan Pembinaan Debitur
g. Surat Persetujuan Membuka Kredit ( SPMK Tahap ini dapat diartikan sebagai suatu usaha
), untuk calon debitur yang berpenghasilan melakukan pengawasan dalam rangka
tidak tetap. SPMK diasuransikan pada mengamati perkembangan – perkembangan,
Asuransi Kredit Indonesia ( ASKRINDO ) dan mendeteksi sedini mungkin setiap masalah
harus dilegalisasi oleh pejabat yang ataupun penyimpangan – penyimpangan yang
berwenang agar mempunyai kekuatan terjadi untuk kemudian diambil langkah yang
hukum bila ada masalah sewaktu – waktu. tepat secara cepat. Adapun tujuan PT. Bank
Untuk tahap pelaporan, yang bertugas Rakyat Indonesia ( Persero ) Cabang Bogor
melaporkan ke Kantor Wilayah adalah melakukan supervisi kredit dan pembinaan
Pemimpin cabang, karena petugas yang ada nasabah antara lain :
pada bagian kredit membuat laporan h. Memastikan bahwa kredit yang diberikan
kegiatannya untuk dievaluasi oleh Pemimpin dipergunakan sesuai dengan tujuannya.
Cabang dan untuk diserahkan ke Kantor i. Menjaga agar debitur tetap mampu
Wilayah oleh Pemimpin Cabang. Adapun melaksanakan kewajiban keuangannya
laporan – laporan yang akan dikirim ke Kantor untuk membayar bunga dan angsuran
Wilayah dan harus dibuat oleh Kantor Cabang pokok.
adalah sebagai berikut : j. Berusaha meniadakan atau memperkecil
a. Laporan Pembukuan timbulnya kredit macet.
Isi laporan tersebut adalah mengenai Mengumpulkan informasi yang dipergunakan
kegiatan yang terjadi setiap hari di Bank guna memungkinkan bank menemukan,
Indonesia Cabang Bogor. Dari laporan menghindari ataupun mengatasi permasalahan
dapat dilihat adanya mutasi harian, baik penyimpangan yang dilakukan debitur.
mengenai penerimaan maupun Sedangkan tehnik pengawasan kredit yang
pengeluarannya. Data tersebut kemudian dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (
dimasukkan ke dalam disket yang kemudian Persero ) Cabang Bogor adalah :
dikirim ke Kantor Wilayah setiap 5 hari Melakukan pembinaan atau kunjungan ( On the
sekali. Spot ) kepada nasabah yang menjadi binaanya
b. Laporan Bulanan secara berkala minimal 3 bulan sekali.
Hal – hal yang dilaporkan dalam laporan Menerima laporan keuangan dan laporan
bulanan adalah mengenai jumlah kegiatan usaha dari nasabah secara teratur 3
simpanan, jumlah pinjaman yang telah bulan sekali. Secara periodik mengadakan
diberikan serta jumlah tagihan yang penilaian kolektibilitas pada debitur.

2. Studi kasus : Analisa kredit yang diberikan kepada PT. XXX oleh Bank Rakyat Indonesia

1) Analisa Kualitatif
a. Karakter
Reputasi Debitur dihadapan Mitra Bisnis : Baik
Reputasi Debitur dilingkungan tempat usaha : Cukup baik
Reputasi Debitur dlm memenuhi kewajiban BRI :
Apabila tidak beri keterangan :
Informasi lain yang mendukung karakter debitur.
Terdaftar dalam daftar hitam / Kredit macet : Tidak
Ada informasi dari bank lain : Tidak
Informasi lainnya tentang kebiasaan buruk debitur: Tidak ( misalnya berjudi, mabuk – mabukan, dan
perbuatan tercela lainnya ).
b. Manajemen
Kepengurusan / key person di perusahaan : Debitur sendiri
Hubungan grup, jika ada beri keterangan : tidak ada Pengalaman dibidang usahanya :
Berpengalaman mengelola usaha salon sejak tahun 1996 dan penyewaan alat pesta sejak tahun1995.
Pendelegasian wewenang : Ada
Kaderisasi pegawai : berjalan
c. Pemenuhan bahan baku oleh perusahaan
Perusahaan punya pemasok / supplier tetap : Ya
Kontinuitas pengadaan bahan baku : Terjamin

Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005 29


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogo

Cara pembayaran bahan baku / barang dagangan : Secara tunai dan kredit jangka pendek
Adakah syarat pembelian bahan baku lainnya : Tidak ada
d. Produksi
Jenis produksi / jasa yang dihasilkan : Jasa salon, rias & penyewaan alat pesta
Ada tidaknya produk substitusi lain : Ada
Apakah produksi didukung dgn mesin / peralatan memadai : ya
Keunggulan produk debitur dibandingkan dgn pesaing : sama
e. Pasar dan cara pemasaran
Posisi perusahaan dlm bisnis sejenis di daerah tsb : Follower
Orientasi pemasaran produk : lokal
Segmentasi pasar lokal / regional : umum
Cara pemasaran : pasif
Cara pembayaran : tunai & kredit
Tingkat persaingan dgn produk/jasa sejenis : ketat
Apakah ada cara promosi tertentu : tidak ada
f. Faktor makro yang mempengaruhi bisnis debitur
Apakah kondisi sosial ekonomi daerah tsb menghambat : Tidak
Apakah peraturan Pemerintah Daerah/pusat membatasi : Tidak
Apakah ada proteksi tertentu terhadap bisnis Debitur : Tidak

2) Analisa Kuantitatif PT. XXX

A. NERACA
Rp.000,-
No. KETERANGAN 31-12-98 Sharing 31-12- Sharing Trend 31-03- Sharing Trend
Pos % 99 Pos % Periode % 2000 Pos % Periode %
AKTIVA

1. Kas 7,527 7.03 7,790 6.16 103.49 1,358 1.03 17.43


2. Bank 0 0.00 20,000 15.81 - 30,000 22.80 150.00
3. Piutang Usaha / Dagang 7,968 7.44 8,640 6.83 108.43 10,550 8.02 122.11
4. Persediaan Barang 14,278 13.33 15,450 12.22 108.21 15,750 11.97 101.94
5. Uang Muka 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
6. Akt. Lancar Lainnya 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
7. Jumlah Aktiva Lancar 29,773 27.81 51,880 41.02 174.25 57,658 43.82 111.14
8. Tanah 36,000 33.62 36,000 28.46 100.00 36,000 27.36 100.00
9. Bangunan 34,000 31.75 34,000 26.88 100.00 34,000 25.84 100.00
10. Tanah & Bangunan 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
11. Mesin-mesin 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
12. Kendaraan 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
13. Peralatan Pabrik / 10,000 9.34 10,000 7.91 100.00 10,000 7.60 100.00
14. Kantor 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
15. Aktiva Tetap Lainnya (2,700) (2.52) (5,400) (4.27) 200.00 (6,075) (4.62) 112.50
16. (Penyusutan) 77,300 72.19 74,600 58.98 96.51 73,925 56.18 99.10
17. Jumlah Aktiva Tetap 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
18. Aktiva dalam 107,073 126,480 131,583
Penyelesaian
TOTAL AKTIVA
PASSIVA

1. Hutang Dagang 3,585 3.35 4,400 3.48 122.73 5.660 4.30 128.64
2. Ht. Jk. Panjang Jt. 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
3. Tempo 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
4. Hutang Bank BRI 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
5. Hutang Lainnya 3,585 3.35 4,400 3.48 122.73 5.660 4.30 128.64
6. Jumlah Hutang Lancar 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
7. Ht. Jk. Panjang BRI / KI 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
8. Ht. Jk. Panjang Bank 0 0.00 0 0.00 - 0 0.00 -
9. Lain 3,585 3.35 4,400 3.48 122.73 5.660 4.30 128.64
10. Jumlah Ht. Jk. Panjang (10,000) (9.34) (12,000) (9.49) 120.00 (5.000) (3.80) 41.67
11. Total Seluruh Hutang 50,000 46.70 50,000 39.53 100.00 50.000 38.00 100.00
12. Hutang Pada Persero / 35,584 33.23 53,448 42.29 150.31 72.080 54.78 134.76
13. Prive 27,904 26.06 30,592 24.19 109.63 8.842 6.72 28.90
14. Modal Disetor 103,488 96.65 122,080 96.52 117.97 125.923 95.70 103.15
15. Laba ditahan 107,073 126,480 131,583
Laba tahun berjalan
Jumlah modal sendiri
TOTAL PASSIVA
Keseimbangan 0 0 0

30 Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor

B. RUGI /LABA DEBITUR POSISI 3 TAHUN TERAKHIR :

01-01- 01-01- 01-01-


98 Sharing 99 Sharing Trend 2000 Sharing Trend
No. KETERANGAN / PERIODE
31-12- Pos % 31-12- Pos % Periode % 31-03- Pos % Periode %
98 99 2000
AKTIVA
259,500 100,00 232,45 113,29 84,000 63,84 28,57
1. Penjualan Bersih 294,000
156,998 146,63 140,63 113,29 51,240 38,94 28,81
2. Harga Pokok Penjualan 177,870
102,502 95,73 91,82 113,30 32,760 24,90 28,21
3. Laba Kotor 116,130
66,173 61,80 60,44 115,52 22,260 16,92 29,12
4. Biaya Adm. Penj. Umum 76,440
36,329 33,93 31,38 109,25 10,500 7,98 26,46
5. Laba Operasional 39,690
0 0,00 0,00 - 0 0,00 -
6. Biaya Bunga 0
2,700 2,52 2,13 100,00 675 0,51 25,00
7. Biaya Penyusutan 2,700
0 0,00 0,00 - 0 0,00 -
Biaya Lainnya 0
0 0,00 0,00 - 0 0,00 -
8. Pend. Stlh biaya bunga & 0
33,629 31,41 29,25 109,99 9,825 7,47 26,56
penyusutan 36,990
0 0,00 0,00 - 0 0,00 -
9. Penghasilan lainnya 0
33,629 31,41 29,25 109,99 9,825 7,47 26,56
10. Pend. Sblm pajak (EBT) 36,990
5,726 5,35 5,06 111,74 983 0,75 15,36
11. Pajak 6,398
27,903 26,06 24,19 109,64 8,842 6,72 28,90
12. Laba Bersih 30,592

C. ULASAN ANALISIS SUMBER DANA DAN TUJUAN PENGGUNAAN :

1998 1999
No. KETERANGAN Penggunaa Penggunaa
Sumber Sumber
n n
Laba / Rugi
1. 30,592 - 8,842 -
Penyusutan
2. 2,700 - 675 -
K a s / Bank
3. 0 20,263 0 3,568
Piutang
4. 0 672 0 1,910
Stok
5. 0 1,172 0 300
Hutang Dagang
6. 815 0 1,260 0
Hutang Bank
7. 0 0 0 0
Aktiva
8. 0 0 0 0
Lainnya (Prive +
9. 0 12,000 0 5,000
Htg.Lain2)
Jumlah 34,107 34,107 10,777 10,778
Ulasan : Berisi ulasan tentang analisis sumber dana (kredit bank) dihubungkan dengan tujuan
penggunaannya semula.

D. RASIO – RASIO KEUANGAN

01-01-
98 01-01-98 01-01-98
No. KETERANGAN s/d s/d s/d Ulasan atas masing-masing parameter
31-12- 31-12-98 31-12-98
98
1. Net Working Capital 26,188 NWC mengalami peningkatan dari tahun ke tahun
47,480 51,998
2. Likw.:Current Ratio (CR) 830,49 Likuiditas baik, punya kemampuan menyelesaikan hutang
1,179.09 1,018.69
3. Quick Ratio(QR) 432,22 jangka pendek.
827,95 740,42
4. Solvabilitas (DER) 3,46 Solvabilitas cukup baik, mampu membayar seluruh hutang.
3,60 4,49
5. Profit margin (PM) 10,75 Keuntungan cukup baik, lebih besar dari tingkat suku
10,41 10,53
6. -ICR #DIV/01 bunga kredit
#DIV/01 #DIV/01
7. -DOR 11 Biaya tercover oleh keuntungan usaha
11 11
8. -DOI 33 Perputaran usaha relatif stabil dari tahun ke tahun.
31 28
9. -WCTO 44 Dan masih pada tingkat yang wajar untuk usaha sejenis.
42 39
10. -DOP 5
12 1

Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005 31


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogo

E. CASH FLOW (PROYEKSI RUGI / LABA DAN REPAYMENT CAPACITY DEBITUR) :

Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi


Proyek Proyeks
01-04- 01-10- 01-04- 01-10- 01-04- 01-10- 01-04- Proyeksi
KETERANGAN si i
No 2000 2000 2001 2001 2002 2002 2003
(Dari s/d)
30-09- 31-03- 30-09- 31-03- 30-09- 31-03- 30-09- ..s/d..
..s/d.. ..s/d..
2000 2001 2001 2002 2002 2003 2003

1. Penjualan Bersih
2. Harga Pokok Penjualan 210,000 231,000 254,100 279,510 307,461 338,207 372,028 0 0 0
3. Laba Kotor 128,100 140,910 155,001 170,501 187,551 206,306 226,937 0 0 0
4. Biaya Adm. Penj. 81,900 90,090 99,099 109,009 119,910 131,901 145,091 0 0 0
5. Umum 55,650 61,215 67,337 74,070 81,477 89,625 98,587 0 0 0
6. Laba Operasional 26,250 28,875 31,762 34,939 38,433 42,276 46,504 0 0 0
7. Biaya Bunga 7,530 5,499 4,811 3,624 2,936 1,488 213 0 0 0
Biaya Penyusutan 9,305 9,305 9,305 9,305 9,305 9,305 9,305 0 0 0
8. Biaya Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pend. Stlh biaya bunga 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9. dan penyusutan 9,415 14,071 17,646 22,010 26,192 31,483 36,986 0 0 0
10. Penghasilan lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
11. Pend. Sblm pajak (EBT) 9,415 14,071 17,646 22,010 26,192 31,483 36,986 0 0 0
12. Pajak 942 2,756 2,529 4,402 4,238 6,297 6,397 0 0 0
13. Laba Bersih 8,473 11,315 15,117 17,608 21,954 25,186 30,589 0 0 0
14. GOFG 17,778 20,620 24,422 26,913 31,259 34,491 39,894 0 0 0
Dana untuk angsuran 0 7,500 7,500 7,500 7,500 10,000 10,000 0 0 0
-KMK 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-KI 0 7,500 7,500 7,500 7,500 10,000 10,000 0 0 0
15. -Fasilitas Lainnya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Plafond Pinjaman 50,000 50,000 42,500 35,000 27,500 20,000 10,000 0 0 0
semula 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-KMK 50,000 50,000 42,500 35,000 27,500 20,000 10,000 0 0 0
16. -KI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-Fasilitas Lainnya 50,000 42,500 35,000 27,500 20,000 10,000 0 0 0 0
Sisa Pinjaman sth 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
angsuran 50,000 42,500 35,000 27,500 20,000 10,000 0 0 0 0
-KMK 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
-KI
-Fasilitas Lainnya

F. AGUNAN KREDIT
Rp.(000)
Pengikatan
No.
KETERANGAN NPW THLS PNPW PNL
Bentuk Nomor Nilai

Tanah & bangunan SHM. NO. 0038 Tanah


1. 68,000 54,400 74,800 59,840 Hak Tangg dalam
90,000 63,000 72,000 50,400 1 proses 100,000
Bangunan
158,000 117,400 146,800 110,240

2. 79,548
Peralatan salo & alat pesta
79,548 Fiducia
Yang dibeli dengan kredit BRI

Total 237,548 117,400 146,800 110,240 179,548

Analisa atas agunan kredit :


1. Coverage ratio PNL agunan terhadap fasilitas yang diusulkan =220,48%
2. Coverage ratio Nilai pengikatan agunan terhadap fasilitas yang diusulkan sebesar =200%

3) Kesimpulan atas Hasil Analisa ( Analisis 5’C )

1. Analisa Watak / Character


Karakter dan kredibilitas yang baik, serta dapat dipercaya oleh pemasok dan pelanggan. Cukup
dikenal dikalangan para pemasok dan pelanggan. Tidak terdaftar dalam daftar hitam dan kredit
macet BRI. Sepanjang penelitian yang dilakukan oleh AO Ybs. Tidak pernah berjudi, mabuk –
mabukan dan perbuatan tercela lainnya.
2. Analisa Kemampuan / Capacity

32 Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor

Yang bersangkutan cukup mampu mengelola usaha tersebut. Yang bersangkutan mempunyai
pengalaman yang lama dalam mengelola usaha, yaitu 5 tahun.
3. Analisa Modal / Capital
Modal yang menunjukkan angka yang positif dengan DER sebesar 4,49%. Sharing dana sendiri
sebesar 8,48%. Laba yang diperoleh untuk tambahan modal kerja usahanya. Kriteria resiko yang
dihadapi saat ini masih dalam batas yang wajar.
4. Analisa Kondisi dan Prospek Usaha / Condition of Ekonomic
Kondisi usaha salon, penyewaan alat pesta saat ini berjalan dengan baik dan lancar. Prospek usaha
pada masa yang akan datang cukup baik, mengingat daerah Bogor dan sekitarnya merupakan
daerah pemukiman yang cukup padat dan memerlukan jasa salon, rias dan penyewaan alat pesta.
5. Analisa Agunan / Collateral
Agunan yang diserahkan berupa tanah bangunan rumah yang mempunyai nilai ekonomis yang dapat
mengcover kredit yang diminta.
Kesimpulan umum :
Dengan memperhatikan kondisi usaha debitur secara keseluruhan sesuai dengan analisis, maka
dapat disimpulkan :
- usaha debitur saat ini berjalan dengan baik dan berkembang serta mempunyai prospek yang
cukup baik pada masa yang akan datang.
- Berdasarkan penilaian resiko termasuk dalam kelompok Risk Rating : L-2

4) Analisa Kebutuhan Kredit Investasi


Rencana investasi adalah pembelian peralatan usaha dan peralatan pesta, dengan perincian
sebagai berikut :
Pembelian peralatan Salon dan Rias Pengantin
2 unit kursi box keramas @ Rp 1.575.000 = Rp 3.150.000
1 unit kursi facial = Rp 1.500.00
2 unit steamer @ Rp 2.000.000 = Rp 4.000.000
2 unit clipper @ Rp 875.000 = Rp 1.750.000
1 unit drukap = Rp 1.150.000
2 unit hairdrayer @ Rp 750.000 = Rp 1.500.000
3 set kaca & kursi rias @ RP 1.500.000 = Rp 4.500.000
2 bh sketsel @ Rp @.750.000 = Rp 5.500.000
1 bh kursi pengantin = Rp 2.500.000
3 psg baju pengantin tradisional @ RP1.500.000 = Rp 4.500.000
3 psg baju pengantin internasional @ Rp2.000.000 = Rp 6.000.000
10 psg baju pager ayu @ 400.000 = Rp 4.000.000
4 bh sanggul pengantin @ Rp 250.000 = Rp 1.000.000
3 psg selop pengantin @ Rp 150.000 = Rp 450.000
10 psg selop pager ayu @ Rp 100.000 = Rp 1.000.000
3 set asesoris pengantin @ Rp 350.000 = Rp 1.050.000
10 set asesoris pager ayu @ Rp 150.000 = Rp 1.500.000
Sub jumlah = Rp 45.050.000
Pembelian peralatan pesta
1 unit tenda ukuran 4 x 6 m = Rp 675.000
1 unit tenda ukuran 4 x 8 m = Rp 850.000
1 unit tenda ukuran 4 x 10 = Rp 1.300.000
1 unit panggung 4 x 4 m = Rp 575.000
200 unit kursi @ Rp 100.000 = Rp 20.000.000
2 gulung terpal galur @ Rp 500.00 = Rp 1.000.000
2 gulung terpal polos @ Rp 375.000 = Rp 750.000
5 bh alat pemanas besar @ Rp 650.000 = Rp 3.250.000
5 bh alat pemanas sedang @ Rp 300.000 = Rp 1.500.000
15 lusin piring @ Rp 156.000 = Rp 2.340.000
15 lusin sendok @ Rp 30.500 = Rp 457.500
15 lusin garpu @ Rp 30.500 = Rp 457.500
2 bh ketel besar @ Rp 200.000 = Rp 400.000
5 set taplak meja rempel @ Rp 155.500 = Rp 777.500
3 bh tempayan air besar @ Rp 55.000 = Rp 165.000
Sub jumlah = Rp 34.497.500

Total Project Cost = Rp 79.547.500 100%

Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005 33


SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogo

Sharing dana sendiri = Rp 29.547.500 37,14%


Kredit Investasi yang diberikan = Rp 50.000.000 62,86%

5) Analisa Kelayakan Kredit Investasi


Proceed sebelum pengembangan / perluasan usaha
Selama 3 bulan ( jan – maret 2000 ) = 4.518
Selama 1 tahun = 4 x 4.518 = 18.070
Proceed setelah pengembangan / perluasan usaha
Tahun ke 1
Semester I = 25.308
Semester II = 51.428
Tahun ke 2
Semester I = 29.233
Semester II = 30.537
Tahun ke 3
Semester I = 34.194
Semester II = 35.979
Nilai proyek = 79.548
Umur proyek = 5 tahun
Biaya penyusutan 1 tahun
1/5 X 79.548 = 15.910
Biaya penyusutan 3 tahun
3 X 15.910 = (47.730)
Nilai buku proyek 31.818
101.992
Jangka waktu pengembalian kredit adalah 3 tahun dengan angsuran 6 bulanan dengan jadwal
angsuran sebagai berikut :
1. akhir bulan ke 6 = Rp 7.500.000
2. akhir tahun ke 12 = Rp 7.500.000
3. akhir tahun ke 18 = Rp 7.500.000
4. akhir tahun ke 24 = Rp 7.500.000
5. akhir tahun ke 30 = Rp 10.000.000
6. akhir tahun ke 30 = Rp 10.000.000
jumlah angsuran = Rp 50.000.000

6) Analisis Kredit Investasi


Perhitungan NPV
Tahun incremental DF PV DF PV
ke 24% 37%
0 ( 79.548 ) 1 1 (79,548)
1 33.358 0,80645 26,901 0,72993 24,349
2 41.700 0,65036 27,120 0,53279 22,217
3 83.922 0,52449 44,016 0,38890 32,637
18,489 (345)

PV Procced – PV TPC = 98.037 – 79,548


= 18,489
Jadi proyek ini, menghasilkan NPV positif sebesar Rp 18.489. yang berarti pendapatan bersih yang akan
diterima dimasa yang akan datang oleh debitur jika dihitung / dinilai saat ini adalah sebesar Rp 18.489.
Atau dengan kata lain rupiah kelebihan present value cash inflow diatas present value intial investment
adalah sebesar Rp 18.489.
PERHITUNGAN B/C RATIO
B/C RATIO = PV PROCEED / PV TPC
= (79.548 + 18.489) / 79.548
= 1,23
Proyek ini menghasilkan Benefit Cost Ratio sebesar 1,23 yang berarti present value untuk setiap rupiah
yang diinvestasikan adalah sebesar 1,23.
PERHITUNGAN IRR
IRR = 24% + ( 37% - 24%) (18.489 / 18.489 – (345))
= 24% + ( 13% X 0,98% )
34 Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005
SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogor

= 36,74%
Proyek ini menghasilkan IRR sebesar 36,74%, yang berarti dibutuhkan tingkat suku bunga sebesar 36,74%
untuk menyamakan nilai sekarang dari arus kas dengan mengeluarkan investasi awal.

Kesimpulan dan Asumsi


KESIMPULAN :
NPV sebesar Rp 18.489 ----- positif
B/C Ratio sebesar 1,23 ----- lebih besar dari 1
IRR = 36,74% ---------- lebih besar dari suku bunga kredit
Berdasarkan hasil analisa diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa proyek tesebut diatas layak dibiayai
dengan kredit investasi.
ASUMSI :
1. Hasil penjualan / penerimaan setelah perluasan usaha diproyeksikan meningkat untuk tahun pertama
sebesar 25% dari periode sebelumnya dan selanjutnya meningkat masing – masing sebesar 10%.
2. Kenaikan HPP dan biaya operasional proposional dengan kenaikan penerimaannya.
3. Suku bunga kredit ditetapkan sebesar 24% setahun.
4. Perhitungan pajak : 10% dari laba s/d Rp 10 juta
20% dari laba diatas Rp 10 juta s/d Rp 50 juta
30% dari laba diatas Rp 50 juta.

B. Hubungan pemberian kredit investasi dengan terhadap kelancaran pembayaran debitur dan
peningkatan laba dengan adanya pembayaran dari pihak debitur
beserta bunganya akan meningkatkan laba.
Pendapatan utama bank adalah dari
pembayaran bunga hasil pinjaman, dan pendapatan
dari jasa pelayanan biaya. Kredit yang diberikan KESIMPULAN DAN SARAN
perbankan diharapkan dapat memberikan manfaat
baik kepada masyarakat pengguna kredit maupun A. Kesimpulan
kepada perekonomian suatu negara. Maksud kredit
ini umumnya untuk pembiayaan aktiva yang Dari hasil analisis dalam penelitian ini maka dapat
berumur panjang ( biasanya aktiva tetap ). Kredit simpulkan bahwa :
investasi ini memerlukan jaminan yang layak ( 1. Bank Rakyat Indonesia memberikan
yakni jaminan sebagai sumber kedua kredit dari fasilitas kredit investasi kepada pengusaha
pembayaran kredit, apabila sumber utama besar maupun kecil.
pembayaran kredit yaitu cash flow gagal ). Dalam 2. Setiap kredit investasi yang diajukan telah
perjanjian kredit juga harus dibuat perjanjian / memenuhi syarat dan prosedur pemberian
ketentuan untuk mengontrol kegiatan debitur kredit yang telah ditetapkan oleh Bank
untuk meminimalkan resiko – resiko tertentu bagi Rakyat Indonesia.
bank ( misalnya pembatasan dividen ) atau 3. Prosedur pemberian kredit investasi
memperingatkan bank akan adanya perubahan dinilaisudah memenuhi ketentuan yang
dalam kondisi keuangan debitur. umum yaitu : analisa kualitatif, analisa
Suku bunga untuk kredit jenis ini bervariasi kebutuhan kredit investasi, dan analisa
dengan spread ( yang ditentukan oleh tingkat kelayakan kredit investasi.
resiko ) diatas base rate untuk kredit diatas Rp 50 4. Permohonan kredit dari calon Debitur telah
juta. Frekuensi perubahan base rate dapat memenuhi standar kelayakan kredit investasi,
bulanan, triwulan, dan dihitung berdasarkan dengan:
outstanding pinjaman selama periode termaksud. - NPV sebesar 18,489 > 0, positif dapat
Pembayaran pokok dan bunga akan dilakukan diterima
dengan mendebet rekening giro atau tabungan Jadi pendapatan bersih yang akan
debitur. Oleh karena itu debitur kredit investasi ini diterima dimasa yang akan datang jika
harus memiliki rekening giro atau tabungan dimana dihitung nilai saat ini adalah sebesar
saldonya cukup untuk membayar angsuran pokok Rp 18.489. Jadi rupiah kelebihan
dan bunga atau tabungan. present value cash inflow diatas
Dengan adanya hasil analisis yang benar present value initial investment adalah
terhadap suatu permohonan kredit investasi, akan sebesar Rp 18.489.
mempengaruhi secara tidak langsung terhadap - B/C ratio sebesar 1,23 > 1
laba, tetapi sangat penting dan krusial terhadap Proyek ini menghasilkan Benefit Cost
keberhasilan pendapatan keuangan bagi bank Ratio sebesar 1,23 yang berarti setiap
bersangkutan. Hal ini sangat penting karena, hasil rupiah yang diinvestasikan akan
analisa yang tepat / baik akan berpengaruh
Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005 35
SUWARDI DAN ROSADI, Analisis Kelayakan Kredit Investasi
Studi Kasus pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Bogo

memberikan tingkat pengembalian Dendawijaya, L, Manajemen Perbankan. Jakarta :


sebesar Rp 1,23. Ghalia Indonesia, 2000.
- IRR sebesar 36,74% ( lebih besar dari Fabozzi, F. J, Manajemen Investasi. Jakarta :
tingkat suku bunga ) Salemba Empat, 1999.
Proyek ini menghasilkan IRR sebesar Lapoliwa, N, dan Kuswandi, D.S. Akuntansi
36,74%, yang berarti mampu Perbankan. Jakarta : Penerbit Institut Bankir
memberikan margin yang lebih besar Indonesia, 2000.
daripada rata – rata tingkat suku bunga Husein, U. Research Methods in Finance and
yang berlaku. Banking, Business Research Specialist. .
Jakarta : Penerbit PT. Gramedia Pustaka
Utama, 2000.
B. Saran Kasmir. Manajemen Perbankan . Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada, 2000.
Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan diatas Noor Achmad. Analisis Investasi Aset Riil : Hand
maka, Penulis memberikan saran sebagai berikut : Outs. Bogor : STIE Kesatuan, 2003.
1. Agar mempertahankan kebijakan Rianto Siregar. Analisa Laporan Keuangan Suatu
pemberian kredit Investasi yang sedang Tujuan. Bogor : STIE Kesatuan, 2001.
berjalan karena sudah cukup baik. Sawir, A. Analisis Kinerja Keuangan dan
2. Menyempurnakan kebijakan pemberian Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta :
kredit Investasi sesuai dengan Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001.
perkembangan sector bisnis yang selalu Sundjaja, R.S., dan Inge Barliana, Manajemen
berubah. Keuangan. Jakarta : PT. Prenhallindo, 2001.
Syamsudin, L, Manajemen Keuangan Perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
Tanelilin, E. Analisis Investasi dan Manajemen
BRI. Analisa kredit Ritel Bahan Pembelajaran Portofolio. Yogyakarata : Dicetak dan
Account Officer. Bogor : Divisi Kredit Ritel diterbitkan oleh BPFE, 2001.
Bank Rakyat Indonesia, 1999. Teguh Pudjo Muljono. Manajemen Perkreditan bagi
Bank Komersil. Yogyakarta : Penerbit BPFE,
2001.

36 Jurnal Ilmiah Kesatuan Nomor 2 Volume 7, Oktober 2005

View publication stats