Anda di halaman 1dari 12

Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN SEHAT


DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG
TAHUN 2018

Dewi Sayati

STIK Bina Husada Palembang, Program Studi Kesehatan Masyarakat


atic_idkisumsel@yahoo.co.id

ABSTRAK
Latar belakang: Program Indonesia Sehat dengan mewujudkan paradigma sehat, penguatan
pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional. Salah satu indikator utama adalah keluarga
mempunyai akses sanitasi yang layak atau menggunakan jamban sehat. Masalah yang dihadapi
Indonesia terkait masalah sanitasi lingkungan masih sangat besar. Masalah akibat sanitasi yang buruk
memiliki dampak yang jauh lebih besar, yaitu sekitar 68% sungai di Indonesia mengalami pencemaran
berat. Penelitian bertujuan : diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban
sehat di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang tahun 2018. Metode penelitian : menggunakan
pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang berkunjung ke
Puskesmas yang berjumlah 44 responden, tehnik pengambilan sampel menggunakan Accidental
Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan nilai α=0,05. Hasil
penelitian : di dapatkan bahwa pengetahuan (pvalue=0,012), sikap (pvalue=0,034), dukungan tokoh
masyarakat (pvalue=0,006) dan peran petugas kesehatan (pvalue=0,014) serta pendapatan keluarga
(pvalue=0,457). Kesimpulan : bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan tokoh
masyarakat dan peran petugas kesehatan dengan pemanfaatan jamban sehat dan tidak ada hubungan
antara pendapatan keluarga dengan pemanfaatan jamban sehat. Disarankan: bagi tenaga kesehatan
agar memberikan informasi tentang sanitasi yang layak/jamban sehat dan manfaatnya secara
berkesinambungan kepada kepala keluarga.

Kata kunci : Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Pemanfaatan Jamban Sehat

ABSTRACT
Background: Healthy Indonesia Program by realizing a healthy paradigm, strengthening health
services, and national health insurance. One of the main indicators is that families have access to
proper sanitation or use healthy latrines. The problems faced by Indonesia regarding environmental
sanitation problems are still very large. The problem of poor sanitation has a far greater impact, with
around 68% of the rivers in Indonesia experiencing heavy pollution. This study aims: the factors that
influence the use of healthy latrines in the working area of Puskesmas 23 Ilir Palembang in 2018.
Research method: using a cross sectional approach. The sample in this study was the head of the
family who visited the Puskesmas which amounted to 44 respondents, the sampling technique used
was Accidental Sampling. Data analysis using chi-square statistical test with a value of α = 0.05. The
results of the study: get that knowledge (p value = 0.012), attitude (p value = 0.034), support of
community figures (p value = 0.006) and the role of health workers (p value = 0.014) and family
income (p value = 0.457). Conclusion: that there is a relationship between knowledge, attitudes,
support of community leaders and the role of health workers with the use of healthy latrines and there
is no relationship between family income with the use of healthy latrines. It is recommended: for
health workers to provide information about proper sanitation / healthy latrines and their benefits on
an ongoing basis to the head of the family.

Keywords: Influencing factors, Utilization of healthy latrinesy

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 57


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

PENDAHULUAN turunnya kualitas lingkungan hidup


Program prioritas Pembangunan masyarakat, tercemarnya sumber air minum
Kesehatan pada periode 2015– 2019 bagi masyarakat, meningkatnya jumlah
dilaksanakan melalui Program Indonesia kejadian diare dan munculnya beberapa
Sehat dengan mewujudkan paradigma penyakit. (Kemenkes RI, 2017).
sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan Masalah yang dihadapi Indonesia
jaminan kesehatan nasional (Moeloek, terkait masalah sanitasi lingkungan masih
2016). Program Indonesia Sehat merupakan sangat besar. Data WHO tahun 2015
salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa menyebutkan bahwa 13% penduduk dunia
Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup masih buang air besar di area terbuka.
Manusia Indonesia. Program Indonesia (WHO, 2015). Dampak dari sanitasi yang
Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. buruk jauh lebih besar, yaitu sekitar 68%
Program Indonesia Sehat selanjutnya sungai di Indonesia mengalami pencemaran
menjadi program utama Pembangunan berat (Upoyo Yoyok Cahyono, 2017).
Kesehatan yang kemudian direncanakan Berdasarkan grafik dari profil
pencapaiannya melalui Rencana Strategis kesehatan propinsi Sumatera Selatan pada
Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, tahun 2017, bahwa persentase rumah tangga
yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri yang memiliki akses terhadap sanitasi layak
Kesehatan R.I. Nomor tahun 2014 sebesar 61,08%, tahun 2015
HK.02.02/Menkes/52/2015 (Kemenkes RI, 62,14%, dan tahun 2016 sebesar 67,80%.
2017). Walaupun terjadi peningkatan setiap
Dalam rangka pelaksanaaan Program tahunnya, namun belum mencapai target
Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 yaitu sebesar 100%. (Dinas Kesehatan
indikator utama untuk penanda status Propinsi Sumsel, 2017)
kesehatan sebuah keluarga. Salah satu Berdasarkan sumber data seksi
indikator utama tersebut adalah Keluarga penyehatan lingkungan dinas kesehatan
mempunyai akses sanitasi yang layak atau kota palembang, diketahui cakupan jamban
menggunakan jamban sehat (Moeloek, sehat tahun 2015 dan tahun 2016 tidak
2016). mengalami kenaikan atau sama yaitu
Sanitasi berhubungan dengan sebesar 73,28% (Dinas Kesehatan Kota
kesehatan lingkungan yang mempengaruhi Palembang, 2017). Dan data di Puskesmas
derajat kesehatan masyarakat. Buruknya 23 Ilir tahun 2015 dan tahun 2016 juga
kondisi sanitasi akan berdampak negatif di tidak mengalami kenaikan atau sama yaitu
banyak aspek kehidupan, mulai dari sebesar 66,93%. Akan tetapi capaian

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 58


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

tersebut belum mencapai target yaitu adalah buruh hingga menyebabkan masalah
sebesar 100% (Puskesmas 23 Ilir kesehatan bukanlah merupakan prioritas
Palembang, 2017). utama seperti memiliki jamban sehat dalam
Betapa pentingnya akses sanitasi rumah, rendahnya kesadaran masyarakat
sehingga tinjauan kesehatan membuktikan mengenai perlunya pemanfaatan jamban,
bahwa sanitasi yang tidak layak menjadi dukungan para tokoh masyarakat dan peran
faktor penyebab penularan berbagai petugas kesehatan sangatlah penting.
penyakit seperti diare, kolera, disentri, Berdasarkan uraian diatas, maka
hepatitis A, tifus, polio dan terhambatnya penulis tertarik untuk meneliti mengenai
pertumbuhan pada Balita. (Kemenkes RI, faktor-faktor yang mempengaruhi
2016). Berdasarkan data dan informasi pemanfaatan jamban sehat di wilayah kerja
Dirjen P2P tahun 2016 bahwa penemuan Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018.
kasus diare ditangani masih tinggi yaitu
METODE PENELITIAN
sebesar 36,9%, jauh dari target yang
Penelitian ini menggunakan metode
diinginkan yaitu <1%. (Kemenkes RI,
kuantitatif dengan survey analitik, desain
2018). Salah satu upaya untuk mencegah
penelitian yang sudah dilakukan dalam
berkembangnya penyakit dan menjaga
penelitian ini adalah dengan desain cross
lingkungan menjadi bersih dan sehat
sectional. Sampel dalam penelitian ini
dengan cara membangun jamban di setiap
adalah kepala keluarga yang berkunjung ke
rumah. Karena jamban merupakan salah
puskesmas yang berjumlah 44 responden,
satu kebutuhan pokok manusia. Maka
tehnik pengambilan sample menggunakan
diharapkan tiap individu untuk
Accidental Sampling. Penelitian ini
memanfaatkan fasilitas jamban untuk buang
dilaksanakan pada tanggal 9 Juli - 21 Juli
air besar. Penggunaan jamban akan
2018 di wilayah kerja puskesmas 23 Ilir
bermanfaat untuk menjaga lingkungan tetap
Palembang. Teknik pengumpulan data
bersih, nyaman dan tidak berbau (Alamsyah
dengan data primer, yaitu dengan
D dan Muliawati R, 2013)
melakukan wawancara langsung dengan
Berdasarkan hasil survey awal yang
menggunakan kuesioner dan data sekunder,
dilakukan peneliti, diketahui bahwa ada
yaitu didapat dari dokumen-dokumen yang
beberapa faktor yang mempengaruhi
ada di Puskesmas 23 Ilir Palembang.
masyarakat dalam pemanfaatan jamban
Pengolahan data melalui langkah-langkah,
sehat, seperti minimnya pengetahuan
yaitu pengeditan data, pengolahan, tabulasi,
masyarakat, rendahnya pendapatan keluarga
entri data, pembersihan data. Serta Analisis
karena sebagian besar pekerjaan masyarakat

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 59


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

data dengan teknik analisis univariat dan Pendapatan Keluarga, Dukungan Tokoh
bivariat, dengan menggunakan uji statistik Masyarakat, Peran Petugas Kesehatan, dan
chi-square. Pemanfaatan Jamban Sehat Di Wilayah
HASIL DAN PEMBAHASAN Kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun
Univariat
2018, Dapat dilihat pada table sebagai
Berdasarkan hasil analisa univariat
berikut.
pada variabel Pengetahuan, Sikap,

Tabel 1.
Distribusi Frekuensi Variabel Pengetahuan, Sikap, Pendapatan Keluarga, Dukungan Tokoh
Masyarakat, Peran Petugas Kesehatan, dan Pemanfaatan Jamban Sehat
No Variabel Frekuensi (f) Presentase (%)
1. Pengetahuan
- Baik 17 38,6
- Tidak Baik 27 61,4
Jumlah 44 100
2. Sikap
- Baik 22 50,0
- Tidak Baik 22 50,0
Jumlah 44 100
3. Pendapatan Keluarga
- Tinggi 9 20,5
- Rendah 35 79,5
Jumlah 44 100
4. Dukungan Tokoh Masyarakat
- Mendukung 22 50,0
- Tidak mendukung 22 50,0
5. Peran Petugas Kesehatan
- Baik 19 43,2
- Tidak Baik 25 56,8
Jumlah 44 100
6. Pemanfaatan Jamban Sehat
- Memanfaatkan 22 50,0
- Tidak memanfaatkan 22 50,0
Jumlah 44 100

Berdasarkan tabel 1 diatas diperoleh responden (50,0%), sama dengan responden


hasil distribusi frekuensi dari 44 responden, yang menyatakan sikap tidak baik sebanyak
responden yang menyatakan pengetahuan 22 responden (50,0%), responden yang
baik sebanyak 17 responden (38,6%), lebih menyatakan pendapatan keluarga tinggi
sedikit dibandingkan dengan responden sebanyak 9 responden (20,5%), lebih
yang menyatakan pengetahuan tidak baik sedikit responden yang menyatakan
sebanyak 27 responden (61,4%), responden pendapatan keluarga rendah sebanyak 35
yang menyatakan sikap baik sebanyak 22 responden (79,5%), responden yang
Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 60
Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

menyatakan dukungan tokoh masyarakat memanfaatkan jamban sehat sebanyak 22


yang mendukung sebanyak 22 responden responden (50,0%), sama dengan responden
(50,0%), sama dengan responden yang yang menyatakan tidak memanfaatkan
menyatakan dukungan tokoh masyarakat jamban sehat sebanyak 22 responden
yang tidak mendukung sebanyak 22 (50,0%).
responden (50,0%), responden yang Analisis Bivariat
menyatakan peran petugas kesehatan baik Berdasarkan hasil penelitian pada
sebanyak 19 responden (43,2%), lebih analisa bivariat untuk mengetahui
sedikit dibandingkan dengan responden hubungan antara pengetahuan, sikap, dan
yang menyatakan peran petugas kesehatan dukungan keluarga dengan pemaanfaatan
tidak baik sebanyak 25 responden (56,8%), jamban sehat, dapat dilihat pada table
serta responden yang menyatakan sebagai berikut.

Tabel 2.
Hubungan antara Variabel Independen Dengan Dependen

Pemanfaatan Jamban Sehat


Variabel Tidak Total P value
Memanfaatkan
Memanfaatkan
1) Pengetahuan
13 4 17
Baik
76,5% 23,5% 100% 0,012
9 18 27
Tidak Baik
33,3% 66,7% 100%
2) Sikap
7 15 22
Baik
31,8% 68,2% 100% 0,034
15 7 22
Tidak Baik
68,2% 31,8% 100%
3) Pendapatan Keluarga
3 6 9
Tinggi
33,3% 66,7% 100% 0,457
19 16 35
Rendah
54,3% 45,7% 100%
4) Dukungan Tokoh Masyarakat
16 6 22
Mendukung
72,7% 27,3% 100% 0,006
6 16 22
Tidak Mendukung
27,3% 72,2% 100%
5) Peran Petugas Kesehatan
14 5 19
Baik
73,7% 26,3% 100% 0,014
8 17 25
Tidak Baik
32,0% 68,0% 100%

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 61


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

PEMBAHASAN pemanfaatan jamban sehat dengan pvalue =


Hubungan Antara Pengetahuan Kepala 0,008.
Keluarga dengan Pemanfaatan Jamban
Berdasarkan hasil penelitian, teori
Sehat
Berdasarkan hasil bivariat terkait dan penelitian terkait, maka peneliti
menunjukkan bahwa responden yang berpendapat bahwa sebagian besar
menyatakan pengetahuan baik dan pengetahuan kepala keluarga tentang
memanfaatkan jamban sehat sebanyak 13 pemanfaatan jamban sehat tidak baik,
responden (76,5%), lebih banyak namun masih ada pengetahuan kepala
dibandingkan dengan responden yang keluarga yang baik. Hal ini dikarenakan
menyatakan pengetahuan baik tetapi tidak kurangnya pelaksanaan penyuluhan secara
memberikan pemanfaatan jamban sehat terus menerus dan berkesinambungan
sebanyak 4 responden (23,5%). Hasil uji kepada kepala keluarga mengenai apa itu
statistik dengan menggunakan chi-square pemanfaatan jamban sehat dan manfaatnya
didapatkan p value = 0,012. Ini berarti masih belum optimal. Sesuai dengan teori
bahwa terdapat hubungan yang signifikan yang menyatakan bahwa pengetahuan
antara pengetahuan dengan pemanfaatan adalah hasil tahu dan terjadi setelah orang
jamban sehat pada bayi di wilayah kerja melakukan pengindraan terhadap suatu
Puskesmas 23 Ilir Palembang tahun 2018. objek tertentu. Sebagian besar pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu manusia diperoleh melalui penglihatan dan
seseorang terhadap objek melalui indera pendengaran. Pengetahuan kepala keluarga
yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, yang tidak baik mengakibatkan kurangnya
dan sebagainya), atau hasil penginderaan kemampuan dalam memanfaatan jamban
manusia. Pengetahuan yang dihasilkan sehat. Keterbatasan pengetahuan ini akan
tersebut dipengaruhi oleh lamanya mengakibatkan dampak yang kurang baik
intensitas perhatian dan persepsi terhadap dalam pemeliharaan kesehatan bagi kepala
objek (Notoadmodjo, 2010). keluarga dan anggota keluarganya.
Penelitian ini sejalan dengan hasil Hubungan Antara Sikap Kepala
Keluarga dengan Pemanfaatan Jamban
penelitian Nislawaty (2015), tentang
Sehat
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Berdasarkan hasil bivariat bahwa
pemanfaatan jamban keluarga dalam responden yang menyatakan sikap baik dan
Program Pamsimas di Wilayah Kerja memanfaatan jamban sehat sebanyak 7
Puskesmas Baruah Gunuang Tahun 2015, responden (31,8%), lebih sedikit
yang menunjukkan hasil bahwa terdapat dibandingkan dengan responden yang
hubungan antara pengetahuan dengan menyatakan sikap baik tetapi tidak

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 62


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

memanfaatan jamban sehat sebanyak 15 tindakan, dalam hal ini adalah penggunaan
responden (68,2%). Hasil uji statistik jamban. Semakin baik sikap individu
dengan menggunakan chi-square makasemakin baik individu tersebut
didapatkan p value = 0,034. Ini berarti memanfaatkan jamban sesuai dengan
bahwa terdapat hubungan yang signifikan kegunaannya (Anggoro, 2014). Terdapat
antara sikap dengan pemanfaatan jamban beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
sehat di wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir pembentukan sikap antara lain: pengalaman
Palembang Palembang tahun 2018. pribadi, orang lain yang dianggap penting,
Menurut Newcomb dalam pengaruh kebudayaan. Bila individu benar-
Notoadmodjo (2010), sikap merupakan benar bebas dari segala tekanan atau
kesiapan atau kesediaan untuk bertindak hambatan yang bisa mengganggu ekspresi
dan bukan merupakan pelaksanaan motif sikapnya, maka dapat diharapkan bentuk
tertentu. Bisa dikatakan bahwa fungsi sikap perilaku yang tampak sebagai bentuk
merupakan predisposisi perilaku (tindakan) ekspresi yang sebenarnya dalam hal ini
atau reaksi tertutup dan masih belum adalah memanfaatan jamban sehat agar
merupakan tindakan (reaksi terbuka) terhindar dari berbagai penyakit. Sikap
(Notoadmodjo, 2010). yang baik atau positif akan mendorong
Penelitian ini sejalan dengan hasil terwujudnya suatu tindakan dan praktek
penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati berupa respon terhadap munculnya suatu
L.D dan Windraswara Rudatin (2017), inisiatif untuk memanfaatkan jamban.
tentang faktor-faktor yang berpengaruh Hubungan Antara Pendapatan Keluarga
Dengan Pemanfaatan jamban Sehat
terhadap perilaku kepala keluarga dalam
Berdasarkan hasil bivariat bahwa
pemanfaatan jamban sehat di Pemukiman
responden yang menyatakan pendapatan
Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang,
keluarga tinggi dan memanfaatan jamban
yang menunjukkan hasil bahwa terdapat
sehat sebanyak 3 responden (33,3%), lebih
hubungan antara sikap dengan pemanfaatan
sedikit dibandingkan dengan responden
jamban sehat dengan nilai pvalue=0,008.
yang menyatakan pendapatan keluarga
Berdasarkan hasil penelitian, teori
tinggi tetapi tidak memanfaatan jamban
terkait dan penelitian terkait, maka peneliti
sehat sebanyak 6 responden (66,7%). Hasil
berpendapat bahwa sebagian sikap kepala
uji statistik dengan menggunakan chi-
keluarga dalam pemanfaatan jamban sehat
square didapatkan p value = 0,457. Ini
cukup baik. Sikap yang baik apabila
berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang
didukung dengan sarana dan prasarana yang
signifikan antara pendapatan keluarga
mendukung akan menghasilkan suatu

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 63


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

dengan pemanfaatan jamban sehat di Hubungan Antara Dukungan Tokoh


Masyarakat dengan Pemanfaatan
wilayah kerja Puskesmas 23 Ilir Palembang
Jamban Sehat
Palembang tahun 2018. Berdasarkan hasil bivariat bahwa
Menurut Notoadmojo (2011), bahwa responden yang menyatakan tokoh
pendapatan keluarga menentukan masyarakat yang mendukung dan
ketersediaan fasilitas kesehatan yang baik. memanfaatan jamban sehat sebanyak 16
Semakin tinggi pendapatan keluarga, responden (72,7%), lebih banyak
semakin baik fasilitas dan cara hidup dibandingkan dengan responden yang
mereka yang terjaga akan semakin baik. menyatakan tokoh masyarakat yang
Penelitian ini sejalan dengan hasil mendukung tetapi tidak memanfaatan
penelitian yang dilakukan oleh Paramitha jamban sehat sebanyak 6 responden
R.D. dan Sulistyorini L, tentang sikap (27,3%). Hasil uji statistik dengan
kepala keluarga memengaruhi rendahnya menggunakan chi-square didapatkan p
penggunaan jamban di Rw. 02 Desa value = 0.006. Ini berarti bahwa terdapat
Gempolklutuk Kecamatan Tarik Kabupaten hubungan yang signifikan antara dukungan
Sidoarjo yang menunjukkan bahwa tidak tokoh masyarakat dengan pemanfaatan
terdapat hubungan antara pendapatan jamban sehat di wilayah kerja Puskesmas
keluarga dengan pemanfaatan jamban sehat, 23 Ilir Palembang Palembang tahun 2018.
dengan nilai pvalue=0,923. Penelitian ini tidak sejalan dengan
Berdasarkan hasil penelitian, teori hasil penelitian Kurniawati L.D dan
terkait, dan penelitian terkait, maka peneliti Windraswara Rudatin (2017), yang
berpendapat bahwa pendapatan keluarga menunjukkan bahwa tidak terdapat
adalah sama, baik tinggi maupun rendah. hubungan antara dukungan tokoh
Dalam pemanfaatan jamban sehat tidak masyarakat dengan pemanfaatan jamban
hanya dipengaruhi secara finansial saja, sehat, dengan pvalue = 0,548.
kemungkinan juga faktor sosial budaya dan Berdasarkan hasil penelitian, teori
lingkungan sekitar tempat tinggal. Alasan terkait, dan penelitian terkait, maka peneliti
lain yang menyebabkan masyarakat enggan berpendapat bahwa sebagian besar tokoh
menggunakan jamban karena masyarakat masyarakat mendukung terhadap
beranggapan pembangunan jamban pemanfaatan jamban oleh masyarakat
membutuhkan biaya yang besar, sehingga walaupun masih ada yang tidak mendukung
masyarakat lebih memilih buang air besar terhadap pemanfaatan jamban sehat.
di sungai. Dukungan tokoh masyarakat dianggap
penting oleh kepala keluarga karena setiap

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 64


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

tindakan dan ucapan akan mendapat menyatakan bahwa mereka mendapatkan


perhatian dan diikuti oleh kepala keluarga. informasi tentang Pemanfaatan jamban
Dukungan berupa bantuan dana pembuatan sehat dari penyuluhan ataupun promosi
jamban dilingkungan tempat tinggal kesehatan yang dilakukan petugas sewaktu
responden. kepala keluarga memperoleh pelayanan
Hubungan Antara Peran Petugas kesehatan di Puskesmas. Namun petugas
Kesehatan dengan Pemanfaatan Jamban
kadang-kadang tidak memperlihatkan
Sehat
Berdasarkan hasil bivariat bahwa selebaran atau leaflet tentang jamban dan
responden yang menyatakan peran petugas manfaat dari pemanfaatan jamban sehat
kesehatan baik dan memanfaatan jamban sehingga informasi yang diperoleh masih
sehat sebanyak 14 responden (73,3%), lebih kurang jelas, karena mereka hanya
banyak dibandingkan dengan responden mendengar ucapan yang disampaikan oleh
yang menyatakan peran petugas kesehatan petugas sehingga sering lupa apa yang telah
baik tetapi tidak memanfaatan jamban sehat disampaikan oleh petugas kesehatan
sebanyak 5 responden (26,3%). Hasil uji tersebut. Pemberian Mensosialisasikan
statistik dengan menggunakan chi-square Pemanfaatan jamban sehat dapat
didapatkan p value = 0.014. Ini berarti mendorong kepala keluarga untuk memiliki
bahwa terdapat hubungan yang signifikan jamban sehat dan memanfaatan jamban
antara peran petugas dengan pemanfaatan sehat tersebut. Petugas kesehatan
jamban sehat pada bayi di wilayah kerja merupakan salah satu pendorong
Puskesmas 23 Ilir Palembang Palembang masyarakat untuk memiliki jamban sehat
tahun 2018. dan memanfaatkan. Petugas kesehatan
Hasil penelitian ini sejalan dengan merupakan orang yang cukup didengar
hasil penelitian Pebriani Irna Liza (2012) nasehatnya oleh masyarakat. Nasehat yang
tentang faktor yang berhubungan dengan diberikan berupa demi kesehatan kepala
pemanfaatan jamban, yaitu didapatkan keluarga dan anggota keluarganya. Petugas
hubungan yang bermakna antara peranan kesehatan merupakan ujung tombak dalam
petugas kesehatan dengan pemanfatan mempromosikan dan memberikan
jamban dengan nilai p=0,005. penyuluhan tentang pentingnya
Berdasarkan hasil penelitian, teori memanfaatkan jamban sehat.
terkait, dan penelitian terkait maka peneliti
berpendapat bahwa peran petugas kesehatan
cukup baik, namun masih ada peran petugas
kesehatan yang tidak baik. Kepala keluarga

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 65


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

KESIMPULAN DAN SARAN 1) Diharapkan kepala keluarga lebih


Simpulan meningkatkan pengetahuan mengenai
1) Diketahuinya distribusi frekuensi pemanfaatan jamban sehat, melalui
variabel pengetahuan kepala keluarga selalu mengikuti penyuluhan atau
sebagian besar tidak baik (61,4%), sikap promosi kesehatan dari petugas
kepala keluarga baik (50,0%) dan tidak puskesmas secara rutin. Sehingga
baik (50%), pendapatan keluarga dengan semakin bertambah tingginya
sebagian besar rendah (79,5%), tokoh pengetahuan kepala keluarga, maka akan
masyarakat yang mendukung (50,0%) dapat lebih menimbulkan sikap yang
dan tidak mendukung (50%), peran baik dan positif.
petugas kesehatan tidak baik (43,2%), 2) Diharapkan bagi pimpinan puskesmas
dan pemanfaatan jamban sehat yang terutama pada petugas kesehatan bagian
memanfaatkan (50%) dan tidak program kesehatan lingkungan secara
memanfaatkan (50%). rutin atau berkala dan
2) Ada hubungan pengetahuan kepala berkesinambungan agar dapat
keluarga dengan pemanfaatan jamban memberikan informasi kepada
sehat dengan pvalue=0,006. masyarakat secara umum, dan
3) Ada hubungan sikap kepala keluarga khususnya kepada kepala keluarga
dengan pemanfaatan jamban sehat melalui penyuluhan atau promosi
dengan pvalue=0,034. kesehatan dengan dibekali leaflet atau
4) Tidak ada hubungan pendapatan selebaran, sehingga dapat meningkatkan
keluarga dengan pemanfaatan jamban capaian pemanfaatan sanitasi layak /
sehat dengan pvalue=0,457. jamban sehat melebihi dari capaian
5) Ada hubungan dukungan tokoh tahun sebelumnya yaitu sebesar
masyarakat dengan pemanfaatan jamban 66,93%, sesuai dengan target
sehat dengan pvalue=0,006. pemanfaatan jamban sehat yang
6) Ada hubungan peran petugas kesehatan dicanangkan oleh Puskesmas 23 Ilir
dengan pemanfaatan jamban sehat i Palembang yaitu sebesar 100% dapat
dengan pvalue=0,014. tercapai di tahun-tahun yang akan
Saran datang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3) Diharapkan bagi tokoh masyarakat
pemanfaatan jamban sehat masih belum walaupun sudah cukup mendukung,
optimal, sehingga : namun tetap mendukung kepala
keluarga dalam memanfaatkan jamban

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 66


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

sehat dan juga dapat memberikan jamban di wilayah tempat tinggal


bantuan dana dalam pembangunan kepala keluarga.

DAFTAR PUSTAKA
Anggoro, F.F. 2014. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Jamban di
Kawasan Perkebunan Kopi. Skripsi. Universitas Jember, Jember.
http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/62067

Alamsyah Dedi dan Muliawati Ratna, 2013. Pilar Dasar ilmu Kesehatan Masyarakat.
Yogyakarta. Nuha Medika.

Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan, 2017. Profil Kesehatan tahun 2016.

Dinas Kesehatan Kota Palembang, 2016. Profil Kesehatan tahun 2015.

Kemenkes RI, 2017. Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Artikel.
http://www.depkes.go.id/article/view/17070700004/program-indonesia-sehat-dengan-
pendekatan-keluarga.html. Diakses tanggal 28 Mei 2018.
__________, 2018. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017.

Kurniawati L.D. & Windraswara R., 2017. Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap
Perilaku Kepala Keluarga Dalam Pemanfaatan Jamban Sehat Di Pemukiman
Kampung Nelayan Tambaklorok Semarang. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Indonesia .
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/phpj. Diakses 13 Juli 2018.

Moeloek Nila Farid, 2016. Sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Pada
Peringatan Hari Kesehatan Nasional 14 November 2016.

__________, 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016.


http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-
indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2016.pdf. Diakses tanggal 28 Mei 2018

Nislawaty, 2015. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Keluarga


Dalam Program Pamsimas di Wilayah Kerja Puskesmas Baruah Gunuang. Jurnal
Kesehatan Masyarakat STIKes Tuanku Tambusai Riau.

Notoatmodjo S. 2010. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

____________, 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Ed. Rev. Jakarta. Penerbit :
Rineka Cipta.

Paramitha R.D. dan Sulistyorini L, 2015. Sikap Kepala Keluarga Memengaruhi Rendahnya
Penggunaan Jamban di Rw. 02 Desa Gempolklutuk Kecamatan Tarik Kabupaten
Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 8, No. 2 Juli 2015: 184–194

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 67


Volume 2, Agustus 2018 Dewi Sayati

Pebriani Irna Liza, 2012. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban
Keluarga Dalam Program Pamsimas Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Tinggi
Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2012.Jurnal. Fakultas Kesehatan Masyarakat,
Universitas Andalas Padang.
http://repository.unand.ac.id/19447/1/FAKTOR.pdf. Diakses 20 Juli 2018.

Puskesmas 23 Ilir Palembang, 2017. Profil Puskesmas 23 Ilir tahun 2016

Upoyo Yoyok Cahyono, 2017. Memenuhi Kebutuhan Sanitasi Perkotaan di Indonesia.


Artikel.
http://www.Worldbank.org/in/news/ feature/2017/ 03/21/meeting-indonesia-urban-
sanitation-needs. Diakses 2 Juli 2018.

WHO. 2015. Progress On Sanitation And Drinking-WaterUpdate 2015. Geneva, witzerland:

Jurnal ‘Aisyiyah Medika | 68