Anda di halaman 1dari 22

LEGAL :

LOGISTICS & TRANSPORTASI


Modul Pelatihan
Program Retooling Kompetensi Dosen Vokasi 2019
Gedung Raflesia, Kampus Politeknik Pos Indonesia, Bandung, 2 Agustus 2019

Instruktur :
DR. DHANANG WIDIJAWAN, S.H., M.H.
dhan_poltekpos@yahoo.com, 0818 428 255
Dosen Politeknik Pos Indonesia
& Sekolah Tinggi Manajemen Logistik, Bandung

POLITEKNIK POS INDONESIA


Bandung, 2 Agustus 2019
LEGAL :
LOGISTICS & TRANSPORTASI
BAGIAN II

DEFINISI, KEWAJIBAN, HAK,


TANGGUNG JAWAB, PERIZINAN
PELAKU USAHA TRANSPORTASI BARANG
berdasarkan
UU PENERBANGAN
No. 1 Tahun 2009
DEFINISI

ANGKUTAN
NERBANGAN PENGANGKUT KARGO
UDARA

PASAL 1 PASAL 1 PASAL 1


PASAL 1
ANGKA ANGKA ANGKA
ANGKA 1
26 23 13
TANGGUNG JAWAB

KERUGIAN
HILANG/MUSNAH/ KERUGIAN BARANG
RUSAK KETERLAMBATAN KIRIMAN

PASAL PASAL PASAL


145 146 189
KEWAJIBAN

PRIORITAS
ASURANSI
PENGIRIMAN

PASAL PASAL
158 179
HAK

MENGGUGAT PENERIMA
KERUGIAN KERUGIAN

PASAL
PASAL
178
177
ANGKA 2
PERIZINAN

TIDAK
BERJADWAL ASING BERJADWAL IZIN MENTERI
ASING

PASAL
PASAL 89 PASAL 95
102
ANGKA 3 ANGKA 1
ANGKA 2
THANKS YOU
PASAL 1
1. PENERBANGAN ADALAH SATU KESATUAN SISTEM YANG
TERDIRI ATAS PEMANFAATAN WILAYAH UDARA, PESAWAT
UDARA, BANDAR UDARA, ANGKUTAN UDARA, NAVIGASI
PENERBANGAN, KESELAMATAN DAN KEAMANAN,
LINGKUNGAN HIDUP, SERT`A FASILITAS PENUNJANG DAN
FASILITAS UMUM LAINNYA.
PASAL 1
13. ANGKUTAN UDARA ADALAH SETIAP KEGIATAN DENGAN
MENGGUNAKAN PESAWAT UDARA UNTUK MENGANGKUT
PENUMPANG, KARGO, DAN/ATAU POS UNTUK SATU
PERJALANAN ATAU LEBIH DARI SATU BANDAR UDARA KE
BANDAR UDARA YANG LAIN ATAU BEBERAPA BANDAR
UDARA.
PASAL 1
23. KARGO ADALAH SETIAP BARANG YANG DIANGKUT
OLEH PESAWAT UDARA TERMASUK HEWAN DAN
TUMBUHAN SELAIN POS, BARANG KEBUTUHAN PESAWAT
SELAMA PENERBANGAN, BARANG BAWAAN, ATAU BARANG
YANG TIDAK BERTUAN.
PASAL 1
6. PENGANGKUT ADALAH BADAN USAHA ANGKUTAN UDARA
NIAGA, PEMEGANG IZIN KEGIATAN ANGKUTAN UDARA BUKAN
NIAGA YANG MELAKUKAN KEGIATAN ANGKUTAN UDARA
NIAGA BERDASARKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG INI,
DAN/ATAU BADAN USAHA SELAIN BADAN USAHA ANGKUTAN
UDARA NIAGA YANG MEMBUAT KONTRAK PERJANJIAN
ANGKUTAN UDARA NIAGA.
PASAL 145
PENGANGKUT BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN
YANG DIDERITA OLEH PENGIRIM KARGO KARENA KARGO
YANG DIKIRIM HILANG, MUSNAH, ATAU RUSAK YANG
DIAKIBATKAN OLEH KEGIATAN ANGKUTAN UDARA
SELAMA KARGO BERADA DALAM PENGAWASAN
PENGANGKUT.
PASAL 146
PENGANGKUT BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN
YANG DIDERITA KARENA KETERLAMBATAN PADA
ANGKUTAN PENUMPANG, BAGASI, ATAU KARGO, KECUALI
APABILA PENGANGKUT DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA
KETERLAMBATAN TERSEBUT DISEBABKAN OLEH FAKTOR
CUACA DAN TEKNIS OPERASIONAL.
PASAL 189
(1) BADAN USAHA SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 188 BERTANGGUNG
JAWAB (LIABILITY) TERHADAP BARANG KIRIMAN SEJAK DITERIMA SAMPAI
DISERAHKAN KEPADA PENERIMA BARANG.
(2) TANGGUNG JAWAB ANGKUTAN MULTIMODA SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA
AYAT (1) MELIPUTI KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN YANG TERJADI PADA BARANG
SERTA KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG.
(3) TANGGUNG JAWAB SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1) DAPAT
DIKECUALIKAN DALAM HAL BADAN USAHA ANGKUTAN MULTIMODA ATAU
AGENNYA DAPAT MEMBUKTIKAN TELAH DILAKSANAKANNYA SEGALA PROSEDUR
UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEHILANGAN, KERUSAKAN BARANG, SERTA
KETERLAMBATAN PENYERAHAN BARANG.
(4) TANGGUNG JAWAB BADAN USAHA ANGKUTAN MULTIMODA SEBAGAIMANA
DIMAKSUD PADA AYAT (1) BERSIFAT TERBATAS.
PASAL 158
PENGANGKUT WAJIB MEMBERI PRIORITAS
PENGIRIMAN DOKUMEN PENTING YANG BERSIFAT
SEGERA SERTA KARGO YANG MEMUAT BARANG
MUDAH RUSAK DAN/ATAU CEPAT BUSUK (PERISHABLE
GOODS).
PASAL 179
PENGANGKUT WAJIB MENGASURANSIKAN TANGGUNG
JAWABNYA TERHADAP PENUMPANG DAN KARGO YANG
DIANGKUT SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 141,
PASAL 143, PASAL 144, PASAL 145, DAN PASAL 146.
PASAL 177
HAK UNTUK MENGGUGAT KERUGIAN YANG DIDERITA
PENUMPANG ATAU PENGIRIM KEPADA PENGANGKUT
DINYATAKAN KEDALUWARSA DALAM JANGKA WAKTU
2 (DUA) TAHUN TERHITUNG MULAI TANGGAL
SEHARUSNYA KARGO DAN BAGASI TERSEBUT TIBA DI
TEMPAT TUJUAN.
PASAL 178
(2) HAK PENERIMA GANTI KERUGIAN DAPAT DIAJUKAN
SETELAH JANGKA WAKTU 3 (TIGA) BULAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1)
PASAL 89
(3) PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA NIAGA BERJADWAL
ASING KHUSUS MENGANGKUT KARGO SEBAGAIMANA
DIMAKSUD PADA AYAT (1) HARUS MERUPAKAN
PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA NIAGA YANG TELAH
DITUNJUK OLEH NEGARA YANG BERSANGKUTAN DAN
MENDAPAT PERSETUJUAN PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA.
PASAL 95
(1) PERUSAHAAN ANGKUTAN UDARA NIAGA TIDAK BERJADWAL
ASING KHUSUS PENGANGKUT KARGO YANG MELAYANI RUTE KE
INDONESIA DILARANG MENGANGKUT KARGO DARI WILAYAH
INDONESIA, KECUALI DENGAN IZIN MENTERI.
PASAL 102
(2) IZIN MENTERI SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1) DAPAT
DIBERIKAN KEPADA PEMEGANG IZIN KEGIATAN ANGKUTAN
UDARA BUKAN NIAGA UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN
ANGKUTAN PENUMPANG DAN BARANG PADA DAERAH TERTENTU,
DENGAN MEMENUHI PERSYARATAN TERTENTU, DAN BERSIFAT
SEMENTARA.