Anda di halaman 1dari 17

LEGAL :

LOGISTICS & TRANSPORTASI


Modul Pelatihan
Program Retooling Kompetensi Dosen Vokasi 2019
Gedung Raflesia, Kampus Politeknik Pos Indonesia, Bandung, 2 Agustus 2019

Instruktur :
DR. DHANANG WIDIJAWAN, S.H., M.H.
dhan_poltekpos@yahoo.com,
dhan_poltekpos@yahoo.com, 0818 428 255
Dosen Politeknik Pos Indonesia
& Sekolah Tinggi Manajemen Logistik, Bandung

POLITEKNIK POS INDONESIA


Bandung, 2 Agustus 2019
LEGAL :
LOGISTICS & TRANSPORTASI
BAGIAN II

DEFINISI, KEWAJIBAN, HAK,


TANGGUNG JAWAB, PERIZINAN
PELAKU USAHA TRANSPORTASI BARANG
Berdasarkan
PP ANGKUTAN MULTIMODA
NO.
NO. 8 TAHUN 2011
DEFINISI, KEWAJIBAN, HAK, TANGGUNGJAWAB,
TANGGUNGJAWAB,
DAN PERIZINAN PELAKU USAHA TRANSPORTASI (BARANG)
BERDASARKAN PP ANGKUTAN MULTIMODA (8/2011)
2011)
PASAL 165
(1)Kegiatan angkutan umum dalam angkutan multimoda dilaksanaka
berdasarkan perjanjian yang dibuat antara badan hukum angkutan Jalan da
badan hukum angkutan multimoda dan/atau badan hukum moda lain.
(2)Pelayanan angkutan multimoda harus terpadu secara sistem dan mendapa
izin dari Pemerintah.
PP ANGKUTAN MULTIMODA (8/2011)
2011)

Pelaku
No Pasal
Usaha
1 Definisi Pasal 1 ayat 1,2,3,4,5,6,7,8;

2 Kewajiban Pasal 11, pasal 12 ayat 1, pasal 26 ayat 1

Pasal 2 ayat 1,3; pasal 4, pasal 5 ayat 1,2; pasal 6, pasal


3 Perizinan
7

4 Hak Pasal 13, pasal 26 ayat 2

Tanggung Pasal 2 ayat 4, pasal 12 ayat 1, pasal 14 ayat 1,2,, pasal


5
Jawab 23 ayat 1,2, pasal 25 ayat 1,2,3,4,5
DEFINISI PELAKU USAHA
Angkutan Multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan pa
sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kont
Pasal 1
sebagai dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya bara
ayat 1
oleh badan usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentuk
untuk penyerahan barang kepada penerima barang angkutan multimoda.

Badan usaha Badan usaha


angkutan angkutan
multimoda multimoda Asosiasi Barang Ment
nasional asing

Pasal 1 ayat 2 Pasal 1 ayat 3 Pasal 1 ayat 4 Pasal 1 ayat 7 Pasal 1 ay


KEWAJIBAN PELAKU
USAHA TERDAPAT 3 KEWAJIBAN

Kewajiban izin Kewajiban


usaha badan mengasuransi
usaha kan tanggung
angkutan jawabnya
multimoda

Pasal 11 & 12 Pasal 26 ayat 1


PERIZINAN PELAKU USAHA

Persyaratan
Izin Penyelenggara
penyelenggara
Badan usaha
badan usaha
Multimoda angkutan
Pasal 2 ayat Multimoda Pasal 7 ayat
1&3 1, 2, 3, 4, 5,
6, dan 7

Isi Penjelasan
Dokumen isi dokumen
Angkutan angkutan Pasal 5 ayat
Multimoda multimoda 1,2 &
Pasal 4 pasal 6 ayat
1,2
HAK PELAKU USAHA

Hak badan
usaha
angkutan
multimoda

Pasal 26 Pasal 13
ayat 2
TANGGUNG JAWAB
PELAKU USAHA

-Pasal 2 ayat 4 -Pasal 14 ayat 1 & 2


& pasal 12 ayat :
1: Tanggung Terhadap
Terhadap jawab kerusakan /
kegiatan penyelenggara kehilangan barang

-Pasal 23 ayat 1,2


& pasal 25 ayat
1,2,3,4,5 :
Terhadap ganti rugi
yang diberikan
. DEFINISI
ASAL 1 AYAT 1,2,3,4,5,6,7,8
. Angkutan Multimoda adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (du
ngkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak sebagai dokumen angkutan multimoda d
empat diterimanya barang oleh badan usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang di
ntuk penyerahan barang kepada penerima barang angkutan multimoda.
. Badan usaha angkutan multimoda Nasional adalah Badan Usaha Milik Negara, Badan Usa
aerah, atau Badan Hukum Indonesia yang khusus didirikan untuk angkutan multimoda.
. Badan usaha angkutan multimoda asing adalah badan usaha angkutan multimoda yang
erdasarkan hukum negara asing.
. Asosiasi adalah asosiasi badan usaha angkutan multimoda atau perusahaan jasa a
ansportasi (freight forwarder) dan penyedia jasa logistik.
. Agen adalah Badan Hukum Indonesia yang ditunjuk oleh badan usaha angkutan m
erdasarkan perjanjian kerja sama.
Barang adalah setiap benda yang merupakan muatan angkutan multimoda, baik berupa pe
alet maupun bentuk kemasan lain termasuk hewan hidup.
. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang angkutan mu
KEWAJIBAN 2. PASAL 12 AYAT 1
PASAL 11 Selain kewajiban sebagaimana dimaksud
Badan usaha yang telah memiliki izin usaha Pasal 11, badan usaha angkutan multimod
angkutan multimoda wajib: setiap melaksanakan kegiatan a
a. melaksanakan ketentuan yang multimoda wajib:
tercantum dalam izin usaha angkutan a. menerbitkan dokumen angkutan multim
multimoda; b. mengangkut barang sesuai dengan p
b. melaporkan secara tertulis apabila yang tertuang dalam dokumen a
terjadi perubahan direktur utama atau multimoda;
penanggung jawab dan/atau pemilik, c. menjaga keselamatan dan ke
NPWP perusahaan, dan domisili pelaksanaan kegiatan angkutan multimoda
perusahaan kepada Menteri; d. melakukan tindakan sesuai dengan ke
c. melakukan kegiatan operasional paling peraturan perundang-undangan terhadap
lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak khusus dan barang berbahaya;
dikeluarkannya izin; dan e. menyelesaikan klaim yang diajuk
d. melaporkan kegiatan operasionalnya pengguna jasa; dan
kepada Menteri setiap 6 (enam) bulan f. mengasuransikan tanggung jawabnya
sekali. dengan ketentuan peraturan per
undangan.
PASAL 26 AYAT 1
Badan usaha angkutan multimoda wajib mengasuransikan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan.
PERIZINAN
PASAL 2 AYAT 1, 3
Angkutan multimoda hanya dapat dilakukan oleh badan usaha angkutan multimoda.
Kegiatan angkutan multimoda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh badan usaha multimoda nasional dan b
ltimoda asing

PASAL 4
Dokumen angkutan multimoda sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (3) paling sedikit memuat :
Identifikasi barang (merk & nomor)
Sifat barang (barang berbahaya atau barang yang mudah rusak)
Rincian barang (jumlah dan bentuk kemasan berupa paket atau unit barang)
Berat kotor atau jumlah barang
Ukuran barang
Keterangan lain yang dinyatakan oleh consignor/pengirim
Kondisi nyata barang
Nama dan tempat usaha badan usaha angkutan multimoda
Nama pengirim atau pengguna jasa
Penerima barang (connsignee) jika disebut oleh pengirim
Tempat dan tanggal barang diterima oleh badan usaha angkutan multimoda
Tempat penyerahan barang
Tanggal atau periode waktu penyerahan barang di tempat penyerahan barang sesuai dengan persetujuan para pihak
Pernyataan bahwa dokumen angkutan :dapat dinegosiasi” (negotiable) atau “tidak dapat dinegosiasi” (non-negotiable)
Tempat dan tanggal penerbitan dokumen angkutan multimoda
Tanda tangan dari penanggung jawab badan usaha angkutan multimoda atau orang yang diberi kuasa
Ongkos untuk setiap moda transportasi dan/atau total ongkos, mata uang yang digunakan, serta tempat pembayaran se
persetujuan para pihak
Rute perjalanan dan moda transportasi yang digunakan, serta tempat transhipment apabila diketahui pada saat dokumen diterbit
Nama agen atau perwakilan yang akan melaksanakan penyerahan barang; dan
Asuransi muatan.
. PASAL 5 AYAT 1, 2 5. PASAL 7
1) Dokumen angkutan multimoda sebagaimana dimaksud (1) Badan usaha angkutan multimoda sebagaimana dimaksud d
ayat (1) wajib memiliki izin usaha angkutan multimoda dari
dalam Pasal 4 disusun oleh asosiasi badan usaha angkutan
(2) Izin usaha angkutan multimoda sebagaimana dimaksud p
multimoda
diberikan kepada badan usaha angkutan multimoda yan
2) Asosiasi badan usaha angkutan multimoda sebagaimana persyaratan: a. administrasi; dan b. teknis.
dimaksud pada ayat (1) dalam menyusun dokumen (3) Persyaratan administrasi sebagaimana dimaksud pada aya
angkutan multimoda harus mengacu pada Standart Trading paling sedikit meliputi:
Conditions (STC) yang ditetapkan oleh menteri yang a. akta pendirian perusahaan yang telah di sahkan oleh
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang huk
b. nomor pokok wajib pajak (NPWP);
setelah mendapat rekomendasi dari Menteri
c. keterangan domisili usaha; dan
d. memiliki modal dasar paling sedikit setara dengan 80.
. PASAL 6 puluh ribu) Special Drawing Right (SDR).
1) Dokumen angkutan multimoda sebagaimana dimaksud (4) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) h
dalam Pasal 5 dapat berupa dokumen tertulis dan/atau sedikit meliputi:
elektronik a. memiliki dan/atau menguasai peralatan kerja; dan
2) Dokumen angkutan multimoda sebagaimana dimaksud b. memiliki sumber daya manusia yang memiliki kompete
angkutan multimoda.
pada ayat (!) merupakan bukti perikatan perjanjian setelah
(5) Peralatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a
disetujui oleh badan usaha angkutan multimoda dan
meliputi kantor tetap, alat angkut, dan peralatan bongkar
pengguna jasa angkutan multimoda (6) Kompetensi di bidang angkutan multimoda sebagaimana dim
ayat (4) huruf b dibuktikan dengan sertifikat kompetensi s
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara
izin usaha angkutan multimoda diatur dengan Peraturan M
HAK
PASAL 26 AYAT 2
Badan usaha angkutan multimoda dapat menutup asuransi
barang (cargo insurance) berdasarkan permintaan tertulis
dari pengguna jasa angkutan multimoda.

PASAL 13
Badan usaha angkutan multimoda berhak:
a. menerima pembayaran dari pengguna jasa sesuai dengan
perjanjian yang tertuang dalam dokumen angkutan
multimoda;
b. menerima informasi dari pengguna jasa mengenai
kejelasan barang yang diangkut;
c. membuka dan/atau memeriksa barang kiriman dihadapan
pengguna jasa untuk mencocokan kebenaran informasi
barang yang diangkut;
d. menolak mengangkut barang yang diketahui dapat
mengancam keselamatan dan keamanan penyelenggaraan
angkutan multimoda;
e. mengambil tindakan tertentu untuk menjaga keselamatan
dan keamanan penyelenggaraan angkutan multimoda; dan
f. menolak klaim yang tidak dapat dibuktikan.
ANGGUNG JAWAB
PASAL 2 AYAT 4 3. PASAL 14 AYAT 1 & 2
Dalam menyelenggarakan kegiatan angkutan multimoda sebagaimana (1) Badan usaha angkutan multimoda bertangg
dimaksud pada ayat (2) badan usaha angkutan multimoda bertanggung
terhadap barang yang diangkutnya sejak bara
jawab terhadap kegiatan penunjang angkutan multimoda yang meliputi
pengurusan:
dari pengguna jasa angkutan multimoda sam
a. transportasi; barang diserahkan kepada penerima bara
b. pergudangan; dengan ketentuan dalam kontrak angkutan mu
c. konsolidasi muatan; (2) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pad
d. penyediaan ruang muatan; dan/atau meliputi kerusakan, hilangnya barang seb
e. kepabeanan untuk angkutan multimoda ke luar negeri dan ke dalam seluruhnya, dan/atau keterlambatan penyera
negeri.
kepada penerima barang
PASAL 12 AYAT 1
(1) Selain kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, badan
usaha angkutan multimoda dalam setiap melaksanakan kegiatan
angkutan multimoda wajib:
a. menerbitkan dokumen angkutan multimoda;
b. mengangkut barang sesuai dengan perjanjian yang tertuang dalam
dokumen angkutan multimoda;
c. menjaga keselamatan dan keamanan pelaksanaan kegiatan angkutan
multimoda;
d. melakukan tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan terhadap barang khusus dan barang berbahaya;
e. menyelesaikan klaim yang diajukan oleh pengguna jasa; dan
f. mengasuransikan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
PASAL 23 AYAT 1 & 2 7. PASAL 25 AYAT 1, 2, 3, 4, 5.
(1) Nilai ganti rugi sebagaimana dimaksud dala
Tanggung jawab badan usaha angkutan multimoda atas
ayat (2) huruf a besarannya ditetapkan y
kerusakan atau kehilangan barang sebagaimana dimaksud
menguntungkan bagi pengguna jasa.
dalam Pasal 14 ayat (2) diberikan dalam bentuk ganti rugi.
(2) Dalam hal jenis dan nilai barang tercan
Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
dokumen angkutan multimoda, ganti rugi dibe
setara dengan:
banyak sebesar nilai barang.
a. 666,67 (enam ratus enam puluh enam koma enam puluh
(3) Batas tanggung jawab badan usaha angkutan
tujuh) SDR per paket atau 2 (dua) SDR per kilogram berat
tidak melebihi ongkos angkut, dalam hal terja
kotor barang dari barang yang hilang atau rusak untuk
yang disebabkan oleh keterlambatan penyera
barang yang di angkut dengan menggunakan angkutan atau kerugian yang bukan disebabkan oleh keh
laut, sungai, danau, dan penyeberangan; atau kerusakan barang.
b. 8,33 (delapan koma tiga puluh tiga) SDR per kilogram 4) Dalam hal petikemas, palet, atau kemasan
berat kotor barang yang hilang atau rusak, dalam hal diisi dengan beberapa paket pengiriman dan m
angkutan multimoda tidak menggunakan angkutan laut paket disebutkan di dalam dokumen angkutan,
atau angkutan sungai, danau, dan penyeberangan. rugi dihitung berdasarkan masing-masing paket d
(5) Dalam hal masing-masing paket
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak di
dalam dokumen angkutan, maka ganti rugi dihit
satu paket.