Anda di halaman 1dari 24

LEGAL :

LOGISTICS & TRANSPORTASI


Modul Pelatihan
Program Retooling Kompetensi Dosen Vokasi 2019
Gedung Raflesia, Kampus Politeknik Pos Indonesia, Bandung, 2 Agustus 2019

Instruktur :
DR. DHANANG WIDIJAWAN, S.H., M.H.
dhan_poltekpos@yahoo.com, 0818 428 255
Dosen Politeknik Pos Indonesia
& Sekolah Tinggi Manajemen Logistik, Bandung

POLITEKNIK POS INDONESIA


Bandung, 2 Agustus 2019
LEGAL :
LOGISTICS & TRANSPORTASI
BAGIAN III

KONTRAK PERDAGANGAN
INTERNASIONAL
 Sales Contract
 Mekanisme Penyerahan Barang
 Mekanisme Pembayaran
 Sales Contract adalah kesepakatan yang
dibuat oleh dua pihak atau lebih untuk
melakukan transaksi perdagangan yang
dilandasi oleh prinsip-prinsip hukum yang
disepakati bersama.
 Dalam perdagangan internasional, pihak
tersebut adalah eksportir dan importir.
 Dalam kontrak perdagangan internasional
banyak pihak yang terlibat secara langsung
maupun tidak langsung.
1. Eksportir

2. Importir

3. Indentor

4. Pendukung
1. Bank devisa, berkaitan dengan pemberian
jasa pembayaran, perkreditan, jaminan dll.
2. Badan usaha transportasi, berkaitan dengan
pengangkutan barang-barang yang menjadi
objek transaksi.
3. Maskapai pelayaran, mewakili kepentingan
pemilik angkutan.
4. Perusahaan Asuransi, sebagai penjamin
risiko atas pengangkutan barang dari penjual
hingga diterima pembeli.
5. Surveyor, pihak ketiga yang memberi
jaminan atas mutu, jenis, kuantitas, keaslian,
kondisi, harga dan sebagainya.
6. Otoritas kepabeanan, instansi pemerintah
yang bertugas menjaga kepentingan negara
dan pemungutan pajak-pajak perdagangan
internasional.
Paling tidak mengatur :
 Nama dan alamat eksportir maupun importir.
 Spesifikasi barang.
 Mekanisme dan instruksi pembayaran.
 Mekanisme pengapalan dan penyerahan
barang.
 Penutupan asuransi.
 DLL
Terminologi penyerahan barang
INCOTERMS
adalah kumpulan istilah yang dibuat untuk
menyamakan pengertian antara penjual dan
pembeli dalam perdagangan internasional.
Incoterms
menjelaskan hak dan kewajiban pembeli dan
penjual yang berhubungan dengan
pengiriman barang.
Mengatur:
 syarat penyerahan barang dari penjual ke
pembeli.
 Pembagian risiko antara penjual dan pembeli.
 Tanggung jawab dalam perolehan ijin ekspor-
impor.
Terbatas mengatur terhadap sales contract
atas barang-barang yang tangible.
 Ex Works,
Penyerahan barang dilaksanakan di tempat penjual (pabrik, gudang dll).

 FCA - Free Carrier,


Penyerahan barang dilaksanakan di tempat yang ditunjuk pembeli dan sudah mendapat ijin ekspor.

 FAS – Free Alongside Ship,


Penyerahan barang di tempat pelabuhan, siap di samping kapal untuk dimuat dan sudah mendapat ijin
ekspor.

 FOB – Free On Board


 Pihak penjual bertanggung jawab mengurus ijin ekspor sampai memuat barang di kapal yang siap
berangkat. (the goods passed the ship’s rail)

 CFR – Cost and Freight


 Penjual bertanggung jawab mengurus ijin ekspor dan biaya pengangkutan sampai pelabuhan tujuan
tetapi tanggung jawab penyerahan barang hanya sampai saat kapal akan berangkat.

 CIF – Cost Insurance and Freight


Kewajiban penjual sama dengan CFR hanya ditambah dengan membayar asuransi pengangkutan.

 CPT – Carriage Paid To


Penjual menanggung biaya sampai barang tiba di tujuan tetapi tanggung jawab penyerahan hanya
sampai dengan barang diserahkan ke pengangkut.
 CIP - Carriage and Insurance Paid to
Sama dengan CPT hanya saja ditambah penjual wajib membayar asuransi untuk barang yang
dikirim
 DAF – Delivered at Frontier
Penjual mengurus ijin ekspor dan bertanggung jawab sampai barang tiba di perbatasan negara
tujuan. Bea Cukai dan ijin impor menjadi tanggung jawab pembeli.
 DES – Delivered ex Ship
Penjual bertanggung jawab (biaya dan risiko) sampai kapal yang membawa barang merapat di
pelabuhan tujuan dan siap untuk dibongkar.
 DEQ – Delivered ex Quay
Penjual bertanggung jawab sampai kapal yang membawa barang merapat di pelabuhan tujuan
dan barang telah dibongkar dan disimpan di dermaga. Ijin impor tanggung jawab pembeli.
 DDU – Delivered Duty Unpaid
Penjual bertanggung jawab mengirim barang sampai tempat tujuan tapi tidak termasuk biaya
assuransi dan biaya lain yang timbul sepert biaya impor, cukai, pajak di negara pembeli.
 DDP – Delivered Duty Paid
 Penjual bertanggung jawab mengirim barang sampai tempat tujuan, termasuk biaya lain yang
mungkin timbul sebagai biaya impor, cukai, pajak di negara pembeli. (door to door service)
Mekanisme pembayaran dibedakan menjadi 2
metode yaitu :

1. Metode non letter of credit

2. Metode letter of credit


1. Advance payment/ prepayment/ cash in
advance

2. Open Account

3. Consignment

4. Collection
Pembeli terlebih dahulu melakukan
pembayaran baik sebagian atau seluruhnya
sebelum barang yang dipesan dikapalkan
oleh penjual.
Terjadi karena posisi tawar importir lemah.
Instrumen pembayaran yang dikeluarkan bank :
 Wesel atas unjuk (sight draft)
 International Money Order
 Traveler Check
 Personal Check
 Kebalikan dari advance payment.
 Penjual mengapalkan terlebih dahulu barang
yang dipesan oleh pembeli sebelum
pembayaran diterima oleh penjual.
 Risiko ada pada penjual
 Barang yang diperdagangkan masih
berstatus milik eksportir dan sifatnya hanya
dititipkan kepada importir.
 Pembayaran dilakukan setelah barang yang
bersangkutan laku terjual.
Pembayaran dengan cara menitipkan dokumen
komersial atau dokumen keuangan kepada
pihak bank yang selanjutnya akan melakukan
penagihan kepada importir di luar negeri.
 Menurut Ginting (2007) L/C adalah janji
membayar dari bank penerbit (issuing bank)
kepada eksportir (beneficiary) sebesar nilai
yang tercantum dalam dokumen L/C
sepanjang eksportir memenuhi persyaratan
L/C. Persyaratan tersebut adalah pemenuhan
dokumen2 yang dinyatakan dalam L/C baik
secara fisik maupun isi dokumen.
1. Applicant
2. Beneficiary
3. Issuing Bank
4. Advising Bank
5. Negotiating Bank
6. Reimbursing Bank
7. Paying Bank
8. Accepting Bank
9. Confirming Bank
10. Transferring Bank
1. ASAS STRAIGHT COMPLIANCE
Kepatuhan yang ketat dalam pemeriksaan
kesesuaian kondisi/syarat L/C.

2. ASAS SEPARATION
Pembayaran L/C merupakan perjanjian yang
terpisah dengan jual beli atau transaksi lain.
1. Dokumen pengangkutan (bill of lading/
airway bill)
2. Invoice/faktur
3. Polis asuransi
4. List (packing list dan weight list)
5. Certificate
6. Dokumen lain yg diminta di L/C
Sumber :
Joko Daryanto, S.H.
(Dosen Politeknik Pos Indonesia, Bandung)