Anda di halaman 1dari 33

PT.

Pelabuhan Indonesia II (Persero)


Jl. Pasoso No.1, Tanjung Priok
Jakarta
PELINDO I
HO Medan

PELINDO IV
PELINDO II/IPC HO Makassar
HO Jakarta

PELINDO III
HO Surabaya

 Indonesia Port Corporation (IPC) atau “PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)” adalah unit usaha dibawah Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan.
 Kantor Pusat IPC terletak di Jl. Pasoso No.1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. IPC mengoperasikan 12 cabang pelabuhan
yang tersebar di 10 Provinsi (DKI Jakarta, Banten, Cirebon (Jabar), Kalimantan Barat, Lampung, Sumatra Selatan, Bengkulu,
Sumatra Barat, Jambi, dan Bangka Belitung) dan memiliki 18 Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang
mendukung kegiatan kepelabuhanan.
PT PELABUHAN INDONESIA II /IPC BRANCHES

Pontianak

Pangkal Balam

Jambi

Bengkulu Tanjung Pandan

Palembang Banten

Teluk Bayur Panjang Sunda Kelapa Tanjung Priok Cirebon


3PL - MANAGE A SUPPLY CHAIN &
LOGISTIC MANAGEMENT

1
3PL
► 3PL adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa
outsourcing layanan logistik kepada perusahaan atau individu
untuk melakukan satu atau lebih sebuah fungsi yang berada di
dalam supply chain management
► Adapun yang termasuk dalam 3PL antara lain :
1. Freight forwarder
2. Perusahaan kurir
3. Online logistic
4. Dsb

1
3PL
Standard 3PL provider

1. Pergudangan
2. Distribusi barang
3. Pengurusan dokumen dan surat jalan
4. Pengaturan moda transportasi

1
3PL
Berikut alasan-alasan kenapa 3PL sangat dibutuhkan daripada
mengurus urusan logistik sendiri:

1. Penggunaan teknologi terbaru


2. Mahalnya sertifikasi
3. Fokus pada bisnis
4. Fokus pada bisnis
5. Fleksibel
6. Menghemat Waktu dan Biaya

1
3PL
► The PL Pyrdamid from 1PL to 5PL

1
KONSEKUENSI ABAD HIPER-KOMPETENSI

Meningkatnya tuntutan Customer,


yang menyebabkan terjadinya
pergeseran standard, sehingga
pelayanan yang sebelumnya
dianggap hebat, sekarang dirasakan
biasa saja. Hanya perusahaan
yang MAMPU
MENGELOLA Supply
Chain yang akan
SURVIVE
Pelanggan semakin pintar
sehingga dapat Company
membandingkan
pelayanan yang ada, (Product/Service,
Process, People &
merupakan dampak Financial)
globalisasi.

Kompetitor lokal dan


global bermain di lahan
yang sama.
2
N SUPPLY CHAIN

Inovatif
Inovatif
Efisien
Efisien
Variasi produk
Menghasilkan produk dengan
harga bersaing
Kecepatan
Kece
patan
Kualitas
Kualitas Produk tersedia pada waktu
yang ditentukan
Menghasilkan produk
dengan kualitas tinggi

Fleksibel
Fleksibel Antisipasi
AntisipasiResiko
Re
Merespon reaksi pasar Implikasi financial

6
TANTANGAN DALAM SCM

Kompleksitas struktur Supply


Chain (Internal & Eksternal yang
dipengaruhi perbedaan bahasa,
zona waktu dan budaya)

Ketidakpastian  Pengaman di sepanjang


Supply Chain
• Ketidakpastian Permintaan  Safety Stock
• Ketidakpastian dari Supplier  Safety time
• Ketidakpastian Internal

7
KETIDAKPASTIAN DALAM SUPPLY CHAIN

Peningkatan variabilitas permintaan


yang terjadi pada level supply chain sebagai
akibat adanya distorsi informasi Distorsi informasi dapat
 Informasi tidak akurat menimbulkan beberapa masalah
penting, yaitu:

Persediaan yang berlebih

Hilangnya pendapatan
Turunnya tingkat kepuasan
konsumen
Pengiriman yang tidak efektif

Kesalahan dalam penjadwalan


produksi
Utilisasi sumber daya tidak efisien
SUPPLY CHAIN STRATEGY
RESPONSIVE VS EFFICIENT SUPPLY CHAIN

Rantai Pasok Efisien Rantai Pasok Responsif


Memasok permintaan pada biaya Menanggapi permintaan secara cepat
Tujuan utama
terendah
Strategi desain Memaksimalkan kinerja dengan Membuat modularitas yang memungkinkan
produk biaya produk minimum postponement diferensiasi produk
Strategi penetapan Margin lebih rendah karena harga Margin lebih tinggi karena harga bukan
harga adalah pendorong utama pelanggan pendorong utama pelanggan
Biaya lebih rendah melalui utilisasi Menjaga fleksibilitas kapasitas untuk
Strategi manufaktur
yang tinggi mennghadapi ketidakpastian
Strategi persediaan permintaan/pasokan
Meminimalkan persediaan untuk Mempertahankan fleksibillitas kapasitas
barang biaya yang lebih rendah untuk memenuhi permintaan tak terduga

Strategi Lead time Mengurangi lead time tetapi tidak Pengurangan lead time secara agresif
mengorbankan biaya bahkan jika biaya signifikan

Strategi pemasok Pemilihan berdasarkan biaya dan Pemilihan berdasarkan pada kecepatan,
kualitas fleksibilitas dan kualitas
Strategi transportasi Lebih mengandalkan mode murah Lebih mengandalkan mode responsif

9
SUPPY CHAIN COLLABORATION FUNCTIONS

Collaborative Collaborative Performance


Planning Processes Execution Processes Management

Supply Execution (Orders


Management)
Joint Business Plans
Supply Execution (Order Performance Dashboards
Fullfillment or Logistics)

Auctions
Demand Forecasts
Vendor Managed Inventory

Global Trade (Inspections,


Customs, Drayage, Finance) Partner Scorecarding
Replenishment Plans
Vendor Returns
SUPPLY CHAIN NETWORK DESIGN
Supply Chain Network yang baik harus mampu menjawab beberapa pertanyaaan berikut:

Moda transport mana yang cocok dipakai


Produk apa yang dibuat dan dijual? disepanjang Supply Chain network?

Customer mana dan produk apa yang dilayani oleh


Type customer apa yang dilayani untuk masing masing facility?
memaksimalkan keuntungan?
Dimana fasilitas Jika dilakukan (rencana) merger,
bagaimana kira kira supply chain network yang
optimal? dibangun?
Dimana fasilitas dibangun?

Apakah channel-focused strategy yang sekarang


terus dipakai?, atau mengadopsi model “go-direct” ,
atau kombinasinya?
Seberapa besar fasilitas tersebut?
Market atau industri mana sasaran expansi
berikutnya? Apakah ada existing market, channel,
atau product lines, yang perlu ditinggalkan? mana
Kapan dan dimana perlu ditambahkan
dan produk apa yang dilayani oleh masing-masing
production dan storage capacity?
facility?

14
SC KEY PERFORMANCE INDICATOR

How to deliver Product


In the right quality and quantities
To the right locations
And at the right time
With OPTIMUM COST

EFFICIENCY
EFFECTIVENESS EFFICIENCY
EFFECTIVENESS
• Cost of Good Sold
• Order Fulfillment • Cost of Inventory
• On Time Delivery • Cost of Transportation
• Cash to Cash Cycle

15
Overview
Forwarding / 3rd Party Logistics System
Monee 7 Forwarding System adalah sistem pengelolaan kegiatan logistik yang
termasuk dalam rantai pasokan barang, mengakomodir kegiatan ekspor, impor
dan domestik, untuk membuat analisa/realisasi margin dan pendapatan, serta
membuat nota tagihan ke customer.
Forwarding System

3rd Party Logistics Activities


Forwarding System

Feature
- Mobile Application
- SMS Notification
- Track and Trace Shipment Integration
- Mobile Tracking - Data Warehouse
- Oracle Finance

Platform
- Programming Java, HTML 5,
PHP, ASPX
- Database Oracle
Forwarding System
Job Import View
Forwarding System
Margin Analisis View
WAREHOUSE
MANAGEMENT SYSTEM
(WMS)
1. Gudang Pribadi/Swasta
2. Gudang Publik/Umum
3. Gudang Otomatis
4. Gudang dengan Pengaturan Iklim/Suhu (Climate
Controlled Warehouse)
5. Gudang Pusat Distribusi (Distribution Centre)
GUDANG BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENYIMPANAN

1. Gudang Penyimpanan Bahan Baku


2. Gudang Tempat Penyimpanan Barang Setengah Jadi
3. Gudang Penyimpanan Bahan Hasil Produksi
4. Gudang Sebagai Pusat Konsolidasi dan Transit
5. Gudang Sebagai Pusat Transhipment
6. Gudang yang Berfungsi Sebagai Cross Docking
7. Gudang Sebagai Pusat Sortir
8. Gudang Fulfillment
9. Gudang yang Difungsikan untuk Proses Reverse
Logistics
10. Gudang untuk Kepentingan Publik
LCL IMPORT
KEGIATAN RECEIVING LCL
Request Letter to
• Consignee (PBM)
Terminal
Menuju Petugas • Job Order To
Admin dengan • Upload Data Manifest Transporter.
membawa • Import Container Gate IN
Dokumen Manifest. Planning.

Consignee (PBM) / (Start) Administrasi Manifest Administrasi Trucking

1 2 3

Berita Acara bila


ada kerusakan
Truck Container
Setelah Container menuju Dock Area
sampai di Gudang • Update yang sudah
Petugas melakukan Container diplanning oleh
Container Survey Container Survey. Petugas
diambil dari sebelum masuk • Create Gate Administrasi
terminal asal. melalui Gate. Pass. Trucking.

Terminal Petikemas Survey Container Gate IN Gudang

4 5 6 7

Petugas Operator
melakukan proses
Stripping dari • Request For
Container ke Seal Cutting.
Stagging area.

Container Empty (Finish) Inbound Warehouse Proses Stripping Requst For Seal Cutting

11 10 9 8

JALUR PETUGAS PROSES PROSES NON NO. URUT KETERANGAN/MENU


JALUR CONSIGNEE (PBM)
(SYSTEM) WMS WMS PROSES PROSES
INBOUND WAREHOUSE
Petugas Admin Gudang
Petugas Admin
membuat Tugas untuk
Petugas Admin Gudang menempel
Operator Receiving dan
Gudang membuat Label Product &
Cetak Label Product &
Inbound Planning Pallet ID sesuai
Pallet ID untuk
& Create ASN. Cargo.
ditempelkan di Cargo.

Inbound Warehouse Inbound Planning & Create Create Task For Operator (Receiving) & Cetak Tempel Label Barcode
(Start) ASN Label Barcode (Product & Pallet ID) Product & Pallet ID

1 2 3

Operator Putaway Setelah Proses Petugas Admin


Put Away Slip Receiving selesai Gudang
melakukan Proses
Putaway dengan petugas Admin melakukan Scan
menscan Pallet ID Petugas Admin Gudang Label Product
& Location ID Gudang membuat melakukan Good Cargo & Pallet ID
menggunakan Tugas untuk Receipt Note dengan
Handheld. Operator Putaway. (GRN) Post. menggunakan
Handheld.

Create Task For Operator


Proses Putaway GRN Post Proses Receiving
(Putaway)

7 6 5 4

LCL De-stuffing
Tally

Petugas Admin
Gudang membuat
De Stuffing Tally.

Create De Stuffing Tally


(Finish)

JALUR PETUGAS PROSES PROSES NON NO. URUT KETERANGAN/MENU


JALUR CONSIGNEE (PBM)
(SYSTEM) WMS WMS PROSES PROSES
KEGIATAN DELIVERY LCL

Pemilik Barang (EMKL) • Empty Vehicle Gate IN Palnning Bon Muat


Menuju Petugas • Delivery Order
Administrasi dengan • Request For Custom Examination
membawa Dokumen (DO & • Custom Examination Order Release Millestone
SPPB). • Outbound Planning

Administrasi Dokumen Auto Invoice Generation


Pemilik Barang (EMKL) / (Start)

1 2

Mobil Box Empty


menuju Dock Area
yang sudah
Gate In Pass diplanning oleh
Petugas
Mobil Box Empty menuju • Create Gate Administrasi Outbound Planning
Gudang untuk mengambil Pass. Dokumen.
Barang yang akan dimuat.
Outbound Warehouse
Gate IN Gudang
Mobil Box (Empty) 6
5
4
3

Surat Pengantar Setelah Mobil Box diisi Barang


(Cargo) kemudian menuju ke
• Cargo Delivery (Surat Gate Out Pass Bagian Administrasi untuk cetak
• Confirm Gate Pengantar) Surat Jalan dan Gate Out Pass
Out. • Gate Out Pass dengan menyerahkan DO (Asli)
kepada Petugas Administrasi.

Gate OUT (Finish) Administrasi Dokumen


Mobil Box (Full)
9 8
7

JALUR PETUGAS JALUR PEMILIK BARANG PROSES PROSES NON NO. URUT KETERANGAN/MENU
(SYSTEM) (EMKL) WMS WMS PROSES PROSES
OUTBOUND WAREHOUSE

Pick Slip
Operator Picking
Petugas Admin Gudang Petugas Admin Gudang melakukan Proses
merelease Order Job membuat Tugas untuk Picking dengan
Outbound yang telah menscan Location
Operator Picking & Cetak
ID & Pallet ID
Outbound dibuat oleh Petugas Task Slip untuk dasar menggunakan
Planning Administrasi Dokumen. Operator ambil Barang. Handheld.

Outbound Create Task For Operator (Picking) &


Order Release Proses Picking
Warehouse Cetak Task Slip Picking

1 2 3

Operator Forklift Petugas Gudang


Petugas Admin Gudang Petugas Admin Gudang melakukan
melakukan
menconfirm Barang membuat Task untuk pengecekan Barang
Dispatch dari
yang sudah di dispatch Dispatch (Task For yang telah diambil
Staging Area ke Operator/Direct
melalui menu Confirm oleh Operator
Mobil Box yang Dispatch).
Dispatch. Picking sebelum di
akan memuat. Muat ke Mobil Box.

Confirm Dispatch Proses Dispatch Dispatch Cek Barang

7 6 5 4

JALUR PETUGAS JALUR PEMILIK BARANG PROSES PROSES NON NO. URUT KETERANGAN/MENU
(SYSTEM) (EMKL) WMS WMS PROSES PROSES
WAREHOUSING
Cold Storage Cargo Distribution Center

Stuffing/ Stripping

Receiving/ Delivery

Stripping/stuffing

Plugging Reefer
Open Storage

Halal Cold Storage


Storage