Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR

HUBUNGAN ILMU PENGETAHUAN DAN AGAMA

Disusun Oleh :
FAHRUL DWI ANTO
1841010012

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MERDEKA MADIUN
2019
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Hubungan antara Ilmu
Pengetahuan dengan Agama” yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah
Ilmu Alamiah. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan tugas ini.

Dalam penulisannya, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam


makalah ini. Oleh karena itu, kami berharap berbagai masukan yang bersifat
membangun dari para pembaca dan semoga makalah ini bermanfaat bagi seluruh
pembaca.

Ngawi, 25 Januari 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... iI


DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang. ...................................................................................................1
B. Rumusan Masalah. ..............................................................................................1
C. Tujuan. .................................................................................................................2
BAB II ILMU DAN AGAMA .............................................................................. 3
A. Pengertian Ilmu ...................................................................................................3
B. Pengertian Agama. ..............................................................................................4
C. Hubungan antara Ilmu dengan Agama. ...............................................................5
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 7
A. Simpulan. ............................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Diskusi mengenai relasi ”ilmu pengetahuandan agama” masih tetap
menjadi suatu kajian yang menarik di kalangan akademisi dan praktisi
pendidikan. Hal ini terjadi karena antara ilmu pengetahuan dengan agama
merupakan dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan antara
keduanya. Tidak puasnya manusia dalam mencari ilmu dan mecari kebenaran
dalam kehidupan, membuat banyaknya pemahaman-pemahaman yang
beragam. Hal ini mendorong manusia untuk mentelaah ilmu lebih dalam.
Keinginan manusia mencari kebenaran terhadap sesuatu, membuat
ilmu pengetahuan berkembang hingga seperti saat ini. Teknologi yang ada pada
saat ini merupakan hasil dari perkembangan dan pengaplikasian ilmu pada saat
ini. Banyak manfaat dari ilmu yang didapatkan pada saat ini, tetapi ilmu juga
sebagai penyebab munculnya kemudaratan di muka bumi. Sebagai contoh,
pada negara-negara maju yang mengembangkan ilmu untuk mencari senjata
pemusnah massal sebagai alat agar negaranya ditakuti oleh negara lain.
Dalam implementasi ilmu diperlukan sesuatu untuk mengatur
pemakaian ilmu untuk keberlangsungan hidup manusia. Sesuatu yang
diperlukan untuk pengatur penggunaan itu adalah sesuatu yang membuat ilmu
itu ada. Sesuatu yang membuat ilmu itu adalah Allah SWT yang menciptakan
semesta alam dan semua kejadian yang ada dimuka bumi dan menurunkan
agama untuk mengatur segala yang ada dibumi. Ini membuat sebagian manusia
menelusuri keterkaitan dan kebenaran ilmu dengan agama. Oleh karena itu,
dalam makalah ini kami mengangkat masalah hubungan antara ilmu dengan
agama.

B. Rumusan Masalah
1
1. Apa pengertian ilmu dan agama ?
2. Bagaimana pandangan antara ilmu dan agama ?
3. Bagaimana hubungan antara ilmu dan agama ?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui pengertian ilmu dan agama.
2. Mengetahui pandangan antara ilmu dan agama.
3. Mengetahui hubungan antara ilmu dan agama.

BAB II
2
PEMBAHASAN

A. Definisi Ilmu Pengetahuan


Secara etimologi ilmu berasal dari kata “ilm” (Bahasa
Arab), Science (Bahasa inggris) atau Scientia (Bahasa Latin)yang mengandung
kata kerja scire yang berarti tahu atau mengetahui. Pengetahuan yang
merupakan padan kata dari knowledge merupakan kumpulan fakta – fakta,
sedangkan ilmu adalah pengetahuan ilmiah/sistematis. Kumpulan fakta – fakta
tersebut merupakan bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga pengetahuan belum
dapat dikatakan sebagai ilmu, namun ilmu pasti merupakan pengetahuan. Secara
garis besar, ilmu merupakan suatu kumpulan proses dengan menggunakan suatu
metode ilmiah yang menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis.
Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip
oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah :
1. Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur
tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama
tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun
menurut bangunannya dari dalam.
2. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang
empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
3. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang
komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang
sederhana.
4. Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang
disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan
percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
5. Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang
disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap
seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu,
dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.

3
Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda
antara ilmu dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan
yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga
dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense, tanpa
memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan
tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulanganpengulangan. Pembuktian
kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau
menggunakan logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan
berpikir rasionalisme. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang
diperoleh tidak sesuai dengan fakta.

B. Definisi Agama
Definisi Pengetahuan agama adalah pengetahuan yang hanya diperoleh
dari Tuhan melalui para Nabi dan Rasul-Nya yang bersifat mutlak dan wajib
diikuti para pemeluknya. Menjadi tolak ukur kebenaran dalam suatu keyakinan
dan perpegang pada kitab yang dipegang para pememluknya
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia agama adalah Sistem atau
kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut juga dewa atau nama lainnya
dengan ajaran kebhaktian dan kewajibankewajiban yang bertalian dengan
kepercayaan tersebut. Sebagian orang apabila ditanya tentang agama maka
jawabannya adalah pegangan hidup yang dianutnya yang memberikan
kedamaian. Indonesia merupakan negara pluralitas dan salah satunya dalam hal
agama. Terdapat lebih dari 5 agama atau kepercayaan yang dianut oleh
masyarakat indonesia antara lain, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha,
Konghucu, serta kepercayaan masyarakak (Animisme dan Dinamisme).
Maksud agama ialah untuk mempersatukan segala pemeluk-
pemeluknya, dan mengikat mereka dalam suatu ikatan yang erat sehingga
merupakan batu pembangunan, atau mengingat bahwa, hukum-hukum agama itu
dibukukan atau didewankan (Mawardi dan Nur Hidayat. 2007).

4
C. Hubungan antara Ilmu Pengetahuan dan Agama
Dalam kehidupan sekarang yang banyak terpenuhi dan terpuaskan oleh
ilmu pengetahuan, beberapa orang beranggapan bahwa ilmu yang telah didapat
tidak terkait dengan agama. Banyak pemikiran dan penyimpulan tanpa dilandasi
oleh kepastian pasti membuat hubungan antara ilmu (sains) dengan agama
memiliki tolak belakang.
Pemikiran-pemikiran seperti ini sebenarnya salah, agama adalah
pedoman hidup setiap manusia yang telah diatur dan dibuat oleh Sang Pencita.
Sebagaimana pemisalan sebuah telepon genggam yang dirancang manusia,
terdapat panduan yang harus ditaati dan dipahami agar telepon genggam tersebut
dapat dijalankan dan digunakan dengan baik serta sesuai dengan keinginan si
perancang. Begitu juga manusia yang diciptakan Allah SWT terdapat panduan
atau pedoman berupa Al-Qur’an dan Hadist yang harus ditaati agar kehidupan
manusia berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.
Ilmu pengetahuan dan agama, keduanya merupakan karunia dari Tuhan
yang tak dapat dipisahkan. Ilmu pengetahuan membutuhkan agama (wahyu)
karena ada masalah-masalah yang berkaitan dengan alam gaib yang tidak bisa
dijangkau oleh akal. Sedangkan sains membantu agama dalam hal metode. Sains
memberi kita pemahaman yang lebih luas mengenai semesta dimana Allah
terlibat.Agama juga memerlukan ilmu pengetahuan untuk memahami ajaran
agama. Ilmu pengetahuan yang dipahami dalam arti pendek sebagai pengetahuan
objektif, tersusun, dan teratur. Ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari
agama. Sebut saja al-Quran, al-Quran merupakan sumber intelektualitas dan
spiritualitas. Ia merupakan sumber rujukan bagi agama dan segala
pengembangan ilmu pengetahuan.
Albert Einstein, sang penemu teori relativitas mengatakan bahwa
“Science without religion is blind and religion without science is lame”.Disana
ada makna yang tesirat dan tersurat, “ilmu tanpa agama berarti buta”, kalimat
tersebut berarti bahwa orang yang memiliki ilmu tanpa ada agamanya, orang
tersebut tidak dapat melihat bahwa agama dan ilmu sangat berhubungan dan
tidak dapat melihat bahwa agama mencakup ilmu pengetahuan juga ataupun
5
kalimat tersebut bisa berarti bahwa manusia yang memiliki ilmu tetapi manusia
tersebut tidak memiliki agama sehingga manusia tersebut tidak memiliki
kesopanan dan etika dalam berkehidupan. Sedangkan kalimat yang terakhir yang
berbunyi “agama tanpa ilmu berarti lumpuh”, yang memiliki pesan yang tersurat
maupun tersirat dimana manusia yang memiliki agama, tabiat, dan aqidah yang
kuat tetapi dia tidak dapat mengetahui apakah yang dilakukannya benar atau
tidak sehingga banyak keraguan dalam kehidupannya.
Ilmu pengetahuan dan agama seharusnya sama-sama berjalan, sehingga
jika manusia berilmu, ilmunya tersebut dapat diamalkan dan diterapkan dengan
baik dan jauh dari kesengsaraan kehidupannya dan kehidupan manusia lainnya.
Ilmu pengetahuan harus sesuai dengan agama, apabila ada ilmu pengetahuan
tidak sejalan dengan agama maka harus dijauhi dan mencari kebenaran dari ilmu
pengetahuan tersebut. Ilmu pengetahuan yang ada dimuka bumi ini, telah dibuat
sedemikian rupa agar manusia dapat memahaminya dengan mudah dan dapat
melihat betapa besarnya kekuasaan Allah dalam penciptaan. Semua penciptaan-
Nya dengan matematis dan dapat dipelajari secara ilmiah. Didalam Al-Qur’an
telah dibuat dengan jelas. (Wahid. 2014)
Tidak ada definisi agama yang dapat diterima atau diartikan secara
universal. Wilayah ilmu berbeda dengan wilayah agama jangankan ilmu akal
saja tidak sanggup mengadili agama. Para ulama sekalipun, meski mereka
meyakini sesuatu kebenaran yang dianut tetapi tetap mereka tidak berani
mengklaim kebenaran yang dianutnya, oleh karena itu mereka selalu menutup
pandangannya dengan wallohu a`lamu bissawab, bahwa hanya Allah yang lebih
tahu mana yang benar.
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Ilmu pengetahuan dan agama, keduanya merupakan karunia dari
Tuhan yang tak dapat dipisahkan. Ilmu pengetahuan membutuhkan agama
(wahyu) karena ada masalah-masalah yang berkaitan dengan alam gaib yang
6
tidak bisa dijangkau oleh akal. Sedangkan sains membantu agama dalam hal
metode. Sains memberi kita pemahaman yang lebih luas mengenai semesta
dimana Allah terlibat.Agama juga memerlukan ilmu pengetahuan untuk
memahami ajaran agama

DAFTAR PUSTAKA

Bakhtiar. (2005). Filsafat Agama 1, Jil.I.Cet. I: Pa-mulang Timur, Ciputat:


Lolos Wacana Ilmu.

Mawardi dan Nur Hidayat. (2007). Ilmu Alamiah Dasar-Ilmu Sosial


DasarIlmu Budaya Dasar.Bandung: CV. Pustaka Setia

7
Wahid, Abdul. 2014. Korelasi Agama, Filsafat Dan Ilmu. Jurnal
Substantia, Vol. 14, No. 2, Oktober 2012.