Anda di halaman 1dari 6

1.

Danau Gunung Tujuh

Danau ini dinamakan Danau Gunung Tujub adalah karcna letaknya

yng berada diantara tujuh puncak guoung daa merupakan salah satu

mber airan sungai Batang Hari yng meng»lir mpai Laut Cina Selatan

Danau ini merupakan dansu vulkanik, dengan ukuran panjang*4,5 km dan

lebar3 km dengan kedalaman sckitar 40 m. Seiain keindahan panorama

alam yang memukau, keunikan yang dimitiki Danan Gunung Tujuh adalah

letaknya yang menjadikannya sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara,

dengan ketinggian 1.996 m dpl (gambar34).

Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh mulai dari Sungai Penuh dapat

dilakukan dengan menggunakan kendaraan umum selama t 2 jam (sekitar

56 km) sampai pintu gerbang Gmung Tujuh di Desa Pelompek

Sciaujutnya pcrjalanan hanya dapat ditempuh dengan dengan jalan kaki

mulai dari Pos Resort Gunung Tujuh selama t 3 jam. Perjalanan relatif

mudah karena sdah terdapat jalan setapak dengan kondisi cukup baik

Terdapat juga dua buah shelter sebagai tempat istirahat, salah satunya

terletak di pinggir danau. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat

menikmati kcindahan hutan, ikicauan berbagai jenis burung dan beragam

jenis satwa.

d. Air Terjun Telun Berasap

Berada di Desa Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten

Kerinci, air terjun ini dapat di tempuh dengan kendaraan umum, memakan

waktu sekitar 2 jam dari Sungai Penuh dengan jarak

+62 km. Untuk


mencapai Air Terjun Telun Berasap relatif mudah, karena dari tempat

parkir kendaraan hanya berjarak sekitar 150 m, dapat ditempuh dengan

berjalan kaki melalui jalan setapak yang kondisinya baik.

Air Terjun Telun Berasap ini memiliki ketinggian mencapai 50 m dan

merupakan air terjun bertingkat, karena tidak jauh di bawahnya masih

terdapat 3 buah air terjun lagi.

Nama Telun Berasap sendiri berasal dari

bahasa masyarakat sekitar yang berarti air terjun yang berasap (gambar 36).

Asap disini sebenarnya ditujukan kepada percikan air terjun yang sangat

halus yang sekilas tampak seperti asap.

c. Danau Bukit Bontak

Danau bukit bontak merupakan potensi wisata alam yang saat ini belum

Perjalanan ini dapat

terekspos ke luar serta tempat rekreasi keluarga.

ditempuh dengan naik mobil ke pintu lokasi dan mulai berjalan kaki selama

1½ -2 jam untuk sampai ke danau. Danau Bukit Bontak sebenarnya

merupakan telaga, karena aliran airnya hanya berada disana saja. Keunikan

dari danau ini, kita dapat melihat sekelompok ikan yang bermain (gambar

37 Untuk Saat ini Danau Bukit Bontak masih dalam proses pengembangan

Bukit Bontak merupakan destinasi baru wisata alam yang memiliki potensi objek-objek daya tarik yang
unik dan alami. Diantara objek yang dijumpai antara lain: Danau Bontak, bumi perkemahan, hutan alam
taman nasional serta flora fauna di dalamnya. Aktivitas yang dapat dilakukan, yaitu tracking, camping,
birdwatching hingga penelitian keanekaragaman hayati dan tanaman yang berbasis agroforestry. Objek
daya tarik wisata utama di kawasan Bukit Bontak adalah Danau Bontak. Danau seluas kurang lebih tiga
hektar ini berada diatas bukit di Dataran tinggi Golden Arm dengan ketinggian sekitar 1.250 m dpl.
Kawasan hutan Danau Bontak termasuk dalam ekosistem hutan submontana (800-1400 meter dpl).
Sebagai catatan, Danau Bontak merupakan satu-satunya danau yang ada di Kabupaten Solok
Selatan.Lokasi akses masuk dan camping ground Bukit Bontak sangat strategis, di tepi jalan dan tidak
perlu tracking. Berada di jalur menuju objek wisata Air Terjun Kembar dan jalur pendakian Gunung
Kerinci via Bangun Rejo. Sekitar 7 km dari Kantor Bupati Solok Selatan di Padang Aro atau dari Kota
Padang kira-kira 157 km. Tepatnya di Jorong Bangun Rejo, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan
Sangir, Kabutapen Solok Selatan, Sumatra Barat.Secara pengelolaan, Danau Bontak terletak pada Zona
Pemanfaatan Taman Nasional dan masuk dalam wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah IV
Sangir, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat.Dalam mendukung destinasi baru
objek wisata alam Solok Selatan ini, pada 2017 Balai Besar TNKS membangun sarana dan prasarana
pendukung wisata alam. Bentuknya berupa visitor centre, toilet dan instalasi air bersih. Dan terakhir,
pada 2018 ini di bangun juga fasilitas menara pandang dengan ketinggian 12m yang berada di sekitar
camping ground. Flora Zona Pemanfaatan Bukit Bontak mempunyai vegetasi yang bervariasi mulai dari
lereng hingga puncak. Dominansi flora yang terdapat di kawasan Danau Bukit Bontak dalam pengamatan
lapangan kegiatan penyusunan desain tapak adalah pohon; puspa (Schima wallichii), liana, burahol
(Stelechocarpus burahol), mangga hutan (Mangifera sp.), rotan, bambu, tumbuhan bawah dan
Zingibereaceae (jahe - jahean).Berdasarkan data TNKS (2012) kawasan hutan di Bukit Bontak mempunyai
45 Jenis Anggrek yang didominasi oleh genus Bulbophyllum dan Spatologottis dan yang paling langka dan
dilindungi adalah penemuan dari Famili Rafflesiaceae yaitu Rizanthes lowii yang ditemukan menyebar di
sekitar danau dan lereng sebelah barat dengan populasi yang relatif banyak.Fauna-Fauna yang mudah
ditemukan di Bukit Bontak adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Trachypithecus
cristatus), simpai (Presbytis melalophos), ungko (Hylobates agilis), siamang (Symphalangus syndactylus)
dan kukang (Nyctecebus caucang). Satwa yang dianggap hama bagi masyarakat sekitar adalah babi hutan
(Sus scrofa) dan babi berjengot (Sus barbatus). Rusa (Cervus unicolor), tapir (Tapirus indicus), macan
dahan (Neopholis nebulosa), dan kijang (Muntiacus muntjak) dapat ditemui di sebelah barat Bukit
Bontak pada sekitar puncak dan arah barat Danau Bukit Bontak yang mempunyai vegetasi rumput dan
tumbuhan perdu yang merupakan pakan kijang dan rusa. Satwa yang lain masih sering ditemukan di
Bukit Bontak adalah landak (Hystrix brachyura), ular, kancil (Tragulus javanicus), dan beberapa jenis
burung seperti burung rangkong dan kuau sumatera. Kawasan bukit bontak juga merupakan daerah
jelajahan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). (HY)

$ Patroli kawasan hutan

Kegiatan patroli kawasan hutan ini rutin dilakukan oleh pegawai taman

nasional, dimana dengan patroli ini diharapkan tidak ada ditemukan

perladangan liar yang baru. Saat patroli kawasan di Kebun Baru, Kerinci

dan di desa Leter W. Solok Selatan ditemukan peladang liar (gambar 19)

yang sedang membersihkan lahannya agar tidak terjadi konflik antar

peladang, maka dilakukan pendekatan secara preventif atau sosialisasi agar

tidak menambah lahan baru dan menegur warga jika ingin membuka hutan.
Peladang kebanyakan bukan berasal dari daerah tersebut dan kebanyakan

dari Kerinci terkhusus pada kawasan hutan di SPTNW IV. Adapun tanaman

yang sering ditanam dilahan tersebut adalah kopi (Coffea arabica), tomat

(Solanum vorsicum) cokelat (Theobroma cao) Saat patroli terjadi

kerusakan hutan pada zona rimbat 10 ha dan diperkirakan telah dibuka 6

bulan yang lalu.

merupakan bentuk dari perlindungan dan pengamanan hutan yang kegiatannya wajib

dan rutin dilaksanakan oleh petugas taman nasional.

Patroli juga diadakan apabila mereka mendapatkan kabar dari warga bahwa

ada yang masuk dan membuka hutan untuk dijadikan lahan perkebunan. Adapun

telah dilakukan dilapangan adalah:

tocistan patroli yang telah dilakukan dilapangan

1. Patroli batas kawasan

Patroli batas kawasan ini dilakukan untuk mengecheck batasan

kawasan yang mengalami berkurangnya luasan hutan, batas-batas yang telah

hancur, tertutup oleh rumput atau yang telah hilang seperti pal batas

gambar 8) ataupun tugu batas (gambar 9). Selama patroli batas kawasan

yang ada di sekitar Resort Batang Suliti banyak yang tidak ditemukannya

pal batas dapat diperkirakan rusak, hilang dan salah pematokan pal batas.

Akibatnya pihak taman nasional tidak dapat mengganti atau merekonstruksi

kembali pal batas karena yang berhak melakukan rekonstruksi adalah pihak

BPKH Badan Pemantapan Kawasan Hutan) dan pihak taman nasional

sudah sering melaporkan ke BPKH namun saat ini belum ada tanggapan.

3. Patroli Jalur hijau


Jalur hijau merupakan jalur yang ditanam oleh pihak taman nasional

beserta masyarakat sekitar yang bertujuan sebagai tanaman pembatas

kawasan TNKS dengan kebun masyarakat. Jalur hijau ini terletak di Jorong

Pincuran Tujuh (Desa Bangun Rejo). Pada jalur hijau, jenis tanaman yang

ditanam adalah surian (Toona sureni) dengan jarak 5 meter dan dengan

2.4 Pemberdayaan masyarakat

Upaya dalam perlindungan dan penyamanan hutan adalah dengan

lukan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Teknik dalam

kati masyarakat yang dilakukan pun berbeda ada yang dengan

memberikan bantuan secara langsung dan ada yang membagi ilmu dengan

pengajar di sekolah-sekolah yang ada di sekitar hutan. Yang telah

dilakukan di SPINW IV adalah dengan memberikan bantuan secara

langsung yaitu memberikan sapi. Cara ini dilakukan agar masyarakat

tersebut lebih terfokus ke ternak yang diberikan sehingga niat untuk

merusak hutan pun akan semakin berkurang. Selain itu, SPTNW IV juga

ikut membangun dalam pembentukkan dan pengembangan Model Desa

Konservasi (MDK) Bangun Rejo. Solok Selatan. Model Desa Konservasi

awalnya merupakan kegiatan KS-ICDP (Kerinci Seblat-Integrated

Conservation and Development Project) dan kemudian mengalami kendala

dan hasilnya gagal. Dengan pola pikir masyarakat yang takut akan

kehilangan dari manfaat hutan, maka taman nasional bekerja sama dengan

menanam tanaman surian di jalur hijau dan kemudian memberikan bantuan

temak (sapi) pada gambar 40. Karena ingin mempertahankan kawasan hutan
dan telah merasakan manfaat dari TNKS masyarakat sangat bersikukuh

dalam menjaga hutan dan hasil yang telah didapat adalah pada musim

kering dimana desa lain merasakan kesulitan dalam mendapatkan air makan

untuk di desa Bangun Rejo sendiri air masih tetap melimpah.

Masyarakat Model Desa Konservasi selalu memanfaatkan apa yang

ada. Ternak yang mereka pelihara sendiri sudah memenuhi kebutuhan

mereka sehari-hari. Dimana kotoran ternak tersebut dijadikan sebagai pupuk

kandang (gambar 41) yang mendapatkan keuntungan 4 jtbulan, bukan

hanya itu saja, kotoran basah juga dijadikan sebagai biogas (gambar 42)

yang kekuatan apinya sama dengan gas elpiji 3kg. Walaupun biogas ini baru

dimanfaatkan 1 keluarga, antusias dari masyarakat sendiri sangat tinggi

Namun terkendala dengan alat. Selain itu, MDK bekerja sama dengan

UNAND untuk mengembangkan potensi dari air seni sapi sebagai parfum