Anda di halaman 1dari 7

Ciri anak shole salah satunya adalah : 113-114

‫س‬ ‫مهن أ أهه‬ ‫س ء‬


‫ل‬‫ت ٱلل مهل أءاأناءأ ٱل م يي هي ل‬ ‫ن أءاي تأ ل‬ ‫مةة ي ه أتسلو أ‬ ‫مةة أقائ ل أ‬
‫بأ م‬ ‫ل‬ ‫ل ٱهلك لت تأ‬ ‫ل‬ ‫وا ءء م‬
‫أ‬ ‫سوا ا أ‬ ‫۞ل هأي س‬
‫ه‬ ‫أ‬
‫ف‬ ‫مهعسرو ل‬ ‫ن ب ليي ٱهل أ‬‫مسرو أ‬ ‫خييرل وأي أييأ س‬ ‫ن ب لٱلل مهل وأٱهلي أييهوم ل ٱهلأ ل‬ ‫مسنو أ‬ ‫ ي هسؤ ل‬١١٣ ‫ن‬ ‫دو أ‬ ‫وأهس هم ي أهس س‬
‫ج س‬
‫ن‬
‫حي أ‬ ‫صييل ل ل‬
‫ن ٱل تم‬ ‫ميي أ‬
‫ك ل‬‫تيي وأأ سوال أتئ ليي أ‬ ‫ن فليييِ ٱهل أ‬
‫خ ييهيتأر ت ت‬ ‫عو أ‬ ‫سرل س‬ ‫ن ٱهل س‬
‫منك أرل وأي س تأ‬ ‫ن عأ ل‬‫وأي ه أنهأهو أ‬
١١٤
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka
membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga
bersujud (sembahyang)

114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang
ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai
kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh

Ali Imron : 113-114

‫ت ٱلل مهل أءاأناأء ٱل همي ل‬


1. ‫ل‬ ‫ي ه أتسلو أ‬
‫ن أءاي تأ ل‬
membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari. Salah satu indikasi org
sholeh : rutinitas membaca Ayat2 Alloh di malam hari. Paling tidak membaca ayat2 qouliyah.
Omong kosong punya anak sholeh. Jika tdk bisa dan terbiasa membaca al qur’an. Kisah keluarga
kaya AQ.

Al qur;an itu Mulia:

1. Kalamullah bukan mahluq


a. Makhluq itu sifatnya FANA. dia tidak akan cocok anatar satu masa tidak cocok dg masa
yg lain, cocok dg satu kaum tidak utk yg lain.
b. Firman Alloh ( Kalamullah/Firman Alloh) maka segala kemahaan Alloh ada di AQ. Alloh
Aliim maha berilmu, maka AQ sumber ilmu. AL Hadi, AQ : sumber petunjuk.
٩‫ن‬ ‫ف س‬
‫ظو أ‬ ‫ح ل‬ ‫ن ن أمزهلأنا ٱلذ مهكأر وأإ لمنا ل أ س‬
‫هۥ ل أ تأ‬ ‫إ لمنا ن أهح س‬
Al Hijr : 9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan
sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya
 Apa yg dijaga : lafadz, makna, bagimana mengamalkan.
 AQ tdk berlaku utk 1 kaum. Saba : 28

‫ن أ أهكث أييأر‬
‫ذيررا وأل تأك ليي م‬
‫شيييررا وأن أيي ل‬
‫س بأ ل‬ ‫كامفي ر م‬
‫ة للن مييا ل‬ ‫ك إ لمل أ‬ ‫سهلن تأ أ‬ ‫أ‬
‫ما أهر أ‬
‫وأ أ‬
٢٨ ‫ن‬ ‫مو أ‬ ‫س أل ي أهعل أ س‬
‫ٱلمنا ل‬
Saba : 28. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat
manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai
pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui

Firman Alloh, maka seluruh kemahaan Alloh ada di AQ. Alloh Hakiim (bijaksana) maka didalam
AQ ada kebijaksanaan (melekat pada AQ)
٢٨ ‫فا‬
‫ضلعي ر‬
‫ن أ‬ ‫خل لقأ ٱهللإن تأ‬
‫س س‬ ‫عنك س مهم وأ س‬
‫ف أ‬
‫ف أ‬ ‫ه أأن ي س أ‬
‫خ م‬ ‫ريد س ٱلل م س‬
‫يس ل‬
An Nisa : 28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia
dijadikan bersifat lemah
١٨٥......‫م ٱهلعسهسأر‬ ‫ه ب لك س س ه‬
‫م ٱلي سهسأر وأأل ي س ل‬
‫ريد س ب لك س س‬ ‫ريد س ٱلل م س‬ ‫ء‬
‫َ ي س ل‬.....
Al baqarah : 185.. …Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. …..
‫ريييد س ل لي سط أهمأر س‬
‫كيي هم‬ ‫حأرجج وأل تأ ل‬
‫كن ي س ل‬ ‫مهن أ‬
‫كم م‬ ‫ل ع أل هأي س‬ ‫ه ل لي أهجعأ أ‬ ‫ريد س ٱلل م س‬ ‫ما ي س ل‬‫ أ‬......
٦‫ن‬‫هۥ ع أل هأيك س هم ل أعأل مك س هم ت أهشك سسرو أ‬ ‫م ن لهع أ‬
‫مت أ س‬ ‫وأل لي ست ل م‬
Al Maidah : 6. …. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak
membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu
bersyukur

Alloh maha memberi prtunjuk (Al Hadii) maka melekat di AQ petujuk.

2. AL Muta’abat bi tilawati (Sekedar membaca saja itu Ibadah).


Hadist nabi : Siapa yg membaca al qur’an satu huruf = 10 kebaikan.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan
bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak
mengatakan ‫ الم‬satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
Kebaikan : ambil duri dr tengah jalan. 1 huruf = 10 ambil duri. 1 halaman = 15 baris = 40 huruf =
600 huruf. Nyebrangkan nenek2 6000 (berapa Panti Wreda itu?).

langkah memuliahkan

1. Membaca (qiro’ah/tilawah)
Ibadah berbeda dengan baca yg lain. Beda ada tata cara khusus dalam membaca.

Zaudatut Tilawah (Kualitas bacaan) : Makhroj dan Hukum Bacaan (tajwid)

Hayyalal falah tidak sama hayyalal fallah

Sunda : ida juljilatil ardu jiljalaha

Jawa : alkamdullilahi robbi ngalamin

Sulawesi : sulit menyebit O, bismillahirrahmanirrahmin

Minang : susah nyebut qolqolah

Jepang : ga bisa bilang lam semua ro

China : ga bisa bilang ro semua lam.

١٧ ‫مد مك لجر‬ ‫ن لللذ مهكرل فأهأهل ل‬


‫من م‬ ‫سهرأنا ٱهل س‬
‫قهرأءا أ‬ ‫وأل أقأهد ي أ م‬
AL Qamar :17. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk Disebut dan
diingat, maka adakah orang yang mengambil pelajaran
Dzikri : disebut dan diingat.

Kamiliattut tilawah (frekuensi yang bisa kit abaca) Kuantitas :

Pengingat Nabi Muhammad ?

Ya rosulullah berapa lama aq membaca AQ. 1 bulan,,, 2 Minggu,,,, 1 Pekan,, terakhir : 3 hari dan
jangan kurang darinya.

Minimal Per hari : 1/30 AQ, maksimal 1/3 AQ

Membagi AQ membagi 30 besar (Juz0. 1 hari 1 juz, maksimal 1 hari 10 juz) )ODOJ.

Kalo kurang bagaiman? 4 halaman setiap habis sembayang….1 Juz/hari.

Warzuqnii tilaa watahu anaa alaili wa ath ro fannahar (Berikan Kami rizki mampu membacanya
sepanjang malam dan siang)
2. Menghafalkan

Menhafala qur’an berapa? Jangan 40 juz.

Keuntugan punya banyak hafalan : Nikmat dalam at tahajjud. Bosannya kita tahajjud, bosen, krn
hafalan kita sedikit. Modalnya kul hu kul ‘a’udzu.

3. Tadabbur : merenungkan AQ pakai hati


Renungkan bebas, oleh hati jangan pakai akal. Kemungkinan tersesat? Tidak mungkin. Kenapa hatinya
hati yang beriman. Siapa yg kita imani? Alloh dan Rosul (syahadat). Iman juga dg AQ. Mukjizat AQ
berlaku terus sampai hari kiamat.
4. Mengamalkan
5. Mengajarkan ke orang
Khoirukum manta

Hidup Mulia Dengan Al-Qur'an

"Dahulu kami hina, lalu Allah memuliakan kami dengan Islam. Maka barang siapa yang mencari
kemuliaan selian dengan Islam, maka sungguh Allah akan hinakan dia." (Umar bin Khattab)

SIFAT-SIFAT AL-QUR’AN
Kemuliaan umat Islam akan digapai dengan kembali kepada ajaran-ajaran agama yang berlandaskan
pada Al-Qur’an dan Sunnah, karena Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan. Di antara sifat-sifat Al-Qur’an
yang membuktikannya sebagai sumber kemuliaan adalah:
Aziz
‫ َل َيأكتتيته اكلَباِتطرَل تمكن َبكيتن َيَدكيته َوَل تمكن َخكلتفته َتكنتزيبل تمكن َحتكيمم َحتميمد‬# ‫ب َعتزيبز‬ ‫إتنن النتذيَن َكَفرَروا تباِلذذككتر لَنماِ َجاَِءرَهكم َوإتننرَه لَتكَتاِ ب‬
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu datang kepada
mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia. Yang
tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan
dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 41-42)
Nur
ِ‫س َقكد َجاَِءرَككم رَبكرَهاِبن تمكن َرذبرَككم َوأَكنَزكلَناِ إتلَكيرَككم رَنوررا رَمتبيرنا‬
َ‫َياِ أَييَهاِ النناِ ر‬
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu,
(Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang
(Al-Qur’an).” (QS. An-Nisaa’: 174)
Rahmah
‫َوإتننرَه َلرَهردىً َوَركحَمبة لتكلرَمكؤتمتنيَن‬
Artinya: “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang
yang beriman.” (QS. An-Naml: 77)
Syifa’

‫ت آَْياِرَترَه أَأَكعَجتميي َوَعَرتبيي قرَكل رَهَو لتلنتذيَن آَْمرَنوا رَهردىً َوتشَفاِبء‬ ‫َولَكو َجَعكلَناِهرَ قرَكرآْرناِ أَكعَجتم يرياِ لََقاِرَلوا لَكوَل فرَ ذ‬
‫صلَ ك‬
Artinya: “Dan jika Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka
mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing,
sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-
orang yang beriman.” (QS. Fushshilat: 44)
Mau’izhoh

‫صرَدوتر َورَهردىً َوَركحَمبة لتكلرَمكؤتمتنيَن‬ َ‫َياِ أَييَهاِ النناِ ر‬


‫س َقكد َجاَِءكترَككم َمكوتعَظبة تمكن َرذبرَككم َوتشَفاِبء لتَماِ تفي ال ي‬
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh
bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman.” (QS. Yunus: 57)
Mubarak

‫ك أَكنَزكلَناِهرَ أََفأ َكنرَتكم َلرَه رَمكنتكرَروَن‬


‫َوَهَذا تذككبر رَمَباَِر ب‬
Artinya: “Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami
turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?” (QS. Al-Anbiyaa’: 50)
Haq
‫شررا َوَنتذيررا‬ ‫ك إتنل رَمَب ذ‬ َ ِ‫َوتباِكلَحذق أَكنَزكلَناِهرَ َوتباِكلَحذق َنَزَل َوَماِ أَكرَسكلَنا‬
Artinya: “Dan Kami turunkan (Al-Qur’an itu dengan sebenar-benarnya dan Al-Qur’an itu telah turun
dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita
gembira dan pemberi peringatan.” (QS. Al-Israa’: 105)
Arabiy

‫إتنناِ أَكنَزكلَناِهرَ قرَكرآْرناِ َعَرتب يرياِ َلَعلنرَككم َتكعتقرَلوَن‬


Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

KEWAJIBAN KITA TERHADAP AL-QUR’AN


Agar Al-Qur’an menjadi sumber kemuliaan umat Islam, maka kita harus menunaikan hak-hak Al-Qur’an
sebagaimana perintah Allah subhanahu wata’ala dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
diantaranya:
Membacanya

‫ك َل رَمَبذدَل لتَكلتَماِتتته‬ ‫َواكترَل َماِ رَأو ت‬


َ ‫حَي إتَلكي‬
‫ك تمكن تكَتاِ ت‬
َ ‫ب َرذب‬
Artinya: “Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al-Qur’an). Tidak ada
(seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 27)
‫اكقَررَؤكوا اكلقرَكرآَْن َفإتننرَه َيأكتتي َيكوَم اكلتقَياَِمتة َشتفكيرعاِ تلَ ك‬
‫صَحاِتبته‬
Artinya: “Bacalah Al-Qur`ân, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang
yang membacanya.” [HR. Muslim]

Menghafalnya
َ‫إتنناِ َنكحرَن َننزكلَناِ الذذككَر َوإتنناِ َلرَه لََحاِتف ر‬
‫ظوَن‬
Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Mentadabburinya
‫ب‬‫ك لتَيندنبرَروا آَْياِتتته َولتَيَتَذنكَر رَأورَلو اكلَكلَباِ ت‬ َ ‫ب أَكنَزكلَناِهرَ إتلَكي‬
‫ك رَمَباَِر ب‬ ‫تكَتاِ ب‬
Artinya: “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”
(QS. Shaad: 29)
Mengamalkannya
ِ‫»يؤتى يوم القياِمة باِلقرآْن وأهله الذين كاِنوا يعملون به في الدنياِ تقدمه سورة البقرة وآْل عمران تحاِجاِن عن صاِحبهما‬
Artinya: “Di hari akhirat kelak akan didatangkan al-Quran dan orang yang membaca dan mengamalkan isi
kandungannya, didahului dengan Surah Al Baqarah dan Surah Ali-Imraan, kedua-dua surah ini
menghujah ( mempertahankan ) orang yang membaca dan mengamalkannya.” (HR. Muslim)
‫كناِ ل نتجاِوز عشر آْياِت حتى نتعلمهن ونعمل بهن‬
Artinya: “Dahulu seorang di antara kami jika belajar 10 ayat tidak pindah hingga mengamalkannya, kami
belajar dan mengamalkan Al-Qur’an secara bersamaan.” (Ibnu Mas’ud)
Mengajarkan dan mendakwahkannya

‫َخكيرَررَككم َمكن َتَعلنَم اكلقرَكرآَْن َوَعلنَمرَه‬


Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [HR. Bukhari]

KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGHAFAL AL-QUR’AN

Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya


‫َخكيرَررَككم َمكن َتَعلنَم اكلقرَكرآَْن َوَعلنَمرَه‬
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [HR. Bukhari]
Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat

‫اكلَماِتهرَر تباِكلقرَكرآْتن َمَع النسَفَرتة اكلتكَراتم اكلَبَرَرتة َوالنتذيِ َيكقَرأ رَ اكلقرَكرآَْن َوَيَتَتكعَترَع تفيته َورَهَو َعَلكيته َشاِيق َلرَه أَكجَراتن‬
Artinya: “Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti,
sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan
mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Orang yang membaca Al-Qur’an diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya
manis

ِ‫ب َوَمَثرَل اكلرَمكؤتمتن النتذيِ َل َيكقَرأ رَ اكلقرَكرآَْن َكَمَثتل النتكمَرتة َل تريَح لََهاِ َوَطكعرَمَها‬ ‫ب َوَطكعرَمَهاِ َطذي ب‬ ‫َمَثرَل اكلرَمكؤتمتن النتذيِ َيكقَرأ رَ اكلقرَكرآَْن َكَمَثتل اكل رَكترَرنجتة تريرَحَهاِ َطذي ب‬
‫س َلَهاِ تريبح‬ َ ‫ب َوَطكعرَمَهاِ رَمير َوَمَثرَل اكلرَمَناِتفتق النتذيِ َل َيكقَرأ رَ اكلقرَكرآَْن َكَمَثتل اكلَحكنَظَلتة َلكي‬ ‫رَحكلبو َوَمَثرَل اكلرَمَناِتفتق النتذيِ َيكقَرأ رَ اكلقرَكرآَْن َمَثرَل النركيَحاَِنتة تريرَحَهاِ َطذي ب‬
َ
‫َوطكعرَمَهاِ رَمير‬
Artinya: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah;
aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah
kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah
seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik
yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya
pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)
Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada pembacanya
‫صَحاِبتته‬ ‫اكقَررَؤكوا اكلقرَكرآَْن َفإتننرَه َيأكتتي َيكوَم اكلتقَياَِمتة َشتفكيرعاِ تلَ ك‬
Artinya: “Bacalah Al-Qur`ân, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang
yang membacanya.” (HR. Muslim)
Membaca satu atau dua ayat Al-Quran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang
besar

‫ َفقرَكلَناِ َياِ َررَسوَل ن‬. « ‫حم‬ ‫ك‬ ‫ك‬ ‫ك‬ َ ‫ك‬ َ ‫ح ي‬‫أَييرَككم رَي ت‬
.‫ك‬ َ ‫ب َذلت‬‫ح ي‬‫ات رَن ت‬ ‫ب أكن َيكغرَدَو رَكنل َيكومم إتَلى رَبطَحاَِن أكو إتَلى اكلَعتقيتق َفَيأتتَى تمكنرَه تبَناَِقَتكيتن َككوَماَِوكيتن تفى َغكيتر إتثمم َولَ َقطتع َر ت م‬
َ
‫ث َوأكرَببع َخكيبر َلرَه تمكن‬ َ ‫ب‬ َ
‫ب ات َعنز َوَجنل َخكيبر َلرَه تمكن َناَِقَتكيتن َوثلَث َخكيبر َلرَه تمكن ثلَ م‬ ‫ن‬ َ َ
‫جتد َفَيكعَلَم أكو َيكقَرأ آَْيَتكيتن تمكن تكَتاِ ت‬ ‫ك‬ َ َ
‫َقاَِل » أَفلَ َيكغرَدو أَحرَدرَككم إتَلى الَمكس ت‬
َ
‫أكرَبمع َوتمكن أكعَداتدتهنن تمَن التبتتل‬ َ
Artinya: ““Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan
pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali
silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak
adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-
Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik
daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah
itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)
Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan
‫ ولكن ألف حرف ولم حرف وميم حرف‬،‫ ألم حرف‬:‫ ل أقول‬،ِ‫ والحسنة بعشر أمثاِلها‬،‫من قرأ حرفاِ ر من كتاِب ا فله حسنة‬
Artinya: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an), maka baginya satu pahala
kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, Aku tidak mengatakan
alif lam mim itu satu huruf. Akan tetapi alif adalah satu huruf, lam adalah satu huruf dan mim adalah
satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Orang yang membaca Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya

ِ‫ختر آَْيمة َتكقَرأ رَ تبَها‬


‫ك تعكنَد آْ ت‬ َ ‫ب اكلقرَكرآْتن اكقَركأ َواكرَتتق َوَرذتكل َكَماِ رَككن‬
َ ‫ت رَتَرذترَل تفي اليدكنَياِ َفإتنن َمكنتزلََت‬ ‫ح ت‬ َ ‫رَيَقاِرَل لت‬
‫صاِ ت‬
Artinya: “Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta
tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat
yang kamu baca.” (HR. Tirmidzi)
Dengan Al-Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum

َ ‫ب أَكقَوارماِ َوَي‬
‫ضرَع تبته آَْختريَن‬ َ ‫إتنن ن‬
‫ا َيكرَفرَع تبَهَذا اكلتكَتاِ ت‬
Artinya: “Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan juga
karenanya.” (HR. Muslim)

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an


Berhak diangkat menjadi imam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah
Ta’ala (Al-Qur’an). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika
mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka
sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan
“Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan
janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR.
Muslim)
Didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang
lahad adalah orang-orang yang hafal Al-Qur’an
Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
Pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, orang-orang yang hafal Al-Qur’an
duduk di majlis musyawarahnya.
Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Imam Tirmidzi meriwayatkan –dan dia menghasankannya- bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al-
Qur’an, maka mereka pun membacakan Al-Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak
hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu
hapal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata:
“Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah,
kamulah ketuanya.”( Ust. Muhammad Didik Hariyanto, Lc. MA.)