Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERANAN LARUTAN PENYANGGA


DALAM BIDANG FARMASI

TUGAS KIMIA
KELAS XI A.3

disusun oleh:
1. MUTIARA CANDRA F. (21)
2. SHOFIYAH ARVIANA R. (28)

SMA NEGERI 3 TARUNA ANGKASA JAWA TIMUR


DI MADIUN

MARET 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat petunjuk
dan bimbingan-Nya, penulis berhasil menyelesaikan makalah ini dengan
judul “Peranan Larutan Penyangga dalam Bidang Farmasi” yang berisi
pemahaman materi bagi siswa sebagai sarana belajar agar siswa lebih aktif dan
kreatif.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis mengalami banyak kesulitan
karena kurangnya ilmu pengetahuan. Namun, berkat bantuan dan bimbingan dari
berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan meskipun banyak
kekurangan. Penulis menyadari sebagai seorang pelajar yang pengetahuannya
belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam pengerjaan makalah ini.
Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif
untuk kesempurnaan makalah ini.
Penulis berharap mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan
digunakan sebagai bahan pembelajaran di masa yang akan datang. Aamiin.

Madiun, 15 Maret 2019


Penulis,

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN COVER............................................................................ i
KATA PENGANTAR........................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................. 1
1.3 Tujuan Penelitian............................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian............................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Larutan Penyangga........................................................... 3
2.1.1 Larutan Penyangga yang Bersifat Asam................ 3
2.1.2 Larutan Penyangga yang Bersifat Basa................. 3
2.2 Larutan Penyangga pada Bidang Farmasi........................ 4
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................... 8
3.2 Saran ............................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 9

iii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang
digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak
berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan
penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian
sedikit asam kuat atau basa kuat. Buffer terdiri dari asam lemah dan
garam/basa konjugasinya atau basa lemah dan garam/asam konjugasinya.
Sangat banyak penggunaan larutan penyangga dalam kehidupan
sehari-hari, karena fungsinya yang sangat penting. Salah satu contoh larutan
buffer dalam kehidupan sehari-hari adalah buffer dalam air ludah, buffer
dalam darah, buffer pada bidang industri farmasi, buffer pada bidang
industri pembuatan shampo bayi, dll.
Larutan peyangga dalam darah terdiri dari 3 macam, yaitu larutan
penyangga kabonat, larutan peyangga hemoglobin dan larutan peyangga
fosfat. Larutan peyangga karbonat dan Larutan peyangga fosfat berfungsi
untuk mengontrol dan mengatur pH darah agar tetap stabil. Larutan
peyangga hemoglobin berperan dalam proses mengikatan oksigen oleh
darah.
Larutan penyangga juga banyak digunakan dalam reaksi-reaksi kimia
terutama dalam bidang kimia analitis, biokimia, bakteriologi, dan bidang
kesehatan. Dalam reaksi-reaksi kimia tersebut dibutuhkan pH yang stabil.
Oleh karena itu, dibutuhkan larutan penyangga untuk mempertahankan pH
suatu zat.
Namun kali ini kami sebagai penulis akan membahas peranan larutan
penyangga dalam bidang farmasi.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud larutan penyangga (buffer)?
1.2.2 Bagaimana sifat larutan penyangga (buffer)?
2

1.2.3 Apa saja manfaat dan peranan dari larutan penyangga (buffer) pada
bidang farmasi?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui apa itu larutan penyangga (buffer).
1.3.2 Mengetahui sifat dari larutan penyangga (buffer).
1.3.3 Mengetahui manfaat dan peranan dari larutan penyangga pada bidang
farmasi,

1.4 Manfaat
1.4.1 Memperluas pengetahuan mengenai kegunaan larutan penyangga
(buffer) bagi masyarakat.
1.4.2 Menambah pengetahuan masyarakat tentang kegunaan larutan
penyangga (buffer) dalam bidang farmasi.
3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Larutan Penyangga


Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa
konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di
antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa
konjugasi.
2.1.1 Larutan Penyangga yang Bersifat Asam
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7).
Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan
garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara
lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa
kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih.
Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa
konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa
kuat yang digunakan seperti natrium (Na), kalium, barium, kalsium,
dan lain-lain. Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat
dan natrium etanoat dalam larutan.
2.1.2 Larutan Penyangga yang Bersifat Basa
Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7).
Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan
garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun cara lainnya
yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam
kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih. Seringkali yang
digunakan sebagai contoh adalah campuran larutan amonia dan
larutan amonium klorida.
Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan
asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ maupun
ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak
mengubah pH-nya secara signifikan.
4

2.2 Larutan Penyangga Pada Bidang Farmasi


Dalam bidang farmasi (obat-obatan) banyak zat aktif yang harus
berada dalam keadaan pH stabil. Perubahan pH akan menyebabkan khasiat
zat aktif tersebut berkurang atau hilang sama sekali. Untuk obat suntik atau
obat tetes mata, pH obat-obatan tersebut harus disesuaikan dengan pH
cairan tubuh. pH untuk obat tetes mata harus disesuaikan dengan pH air
mata agar tidak menimbulkan iritasi yang mengakibatkan rasa perih pada
mata. Suasana pH pada obat tetes mata tersebut disesuaikan dengan kondisi
pH manusia agar tidak menimbulkan bahaya. Begitu juga obat suntik, harus
disesuaikan dengan pH darah agar tidak menimbulkan alkalosis atau
asidosis pada darah.

Gambar Obat-Obatan
Dalam indutri farmasi, larutan penyangga berperan untuk pembuatan
obat-obatan agar zat aktif dari obat tersebut mempunya pH tertentu. Selain
itu larutan penyangga juga digunakan unutk industri makanan dan minuman
ringan seperti yang sering digunakan adalah Natrium asetat dan asam sitrat.
Contohnya pada asam sitrat.
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada
daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini
merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai
penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam
biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam
sitrat, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup, sehingga ditemukan
pada hampir semua makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat
pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
5

Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun
ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering,
pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut).
Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan
pada tabel informasi di sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada
nama IUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat.
Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di sebelah kanan.
Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang
dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan
adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga
untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak
ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion
logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan
penghilang kesadahan air.
Dalam bidang obat-obatan misalnya obat tetes mata. Obat tetes mata
yang kita gunakan sehari-hari juga menggunakan system larutan buffer agar
pada saat di teteskan ke mata manusia, dapat diterima oleh kondisi tubuh
manusia. Suasana pH pada obat tetes mata tersebut disesuaikan dengan
kondisi pH manusia agar tidak menimbulkan bahaya.
Sistem larutan penyangga atau buffer tersebut terdapat dalam cairan
tubuh manusia yakni cairan intra sel dan ekstra sel. Komponen yang
berfungsi sebagai penyangga di dalam tubuh manusia adalah komponen
H2PO4- dan HPO42-. Buffer ini berfungsi untuk mempertahankan harga pH
dalam tubuh manusia yakni sekitar 7,4.3. Adanya larutan penyangga ini
dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan,
fotografi, industri kulit dan zat warna.
Sistem larutan penyangga atau buffer tersebut terdapat dalam cairan
tubuh manusia yakni cairan intra sel dan ekstra sel. Komponen yang
berfungsi sebagai penyangga di dalam tubuh manusia adalah komponen
H2PO4- dan HPO42-. Buffer ini berfungsi untuk mempertahankan harga pH
dalam tubuh manusia yakni sekitar 7,4.3. Adanya larutan penyangga ini
dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan,
6

fotografi, industri kulit dan zat warna.


Menjaga pH pada plasma darah agar berada pada pH berkisar 7,35 –
7,45 ,yaitudari ion HCO3-dengan ion Na+ . Apabila pH darah lebihdari 7,45
akan mengalami alkalosis, akibatnya terjdi hiperventilasi/ bernapas
berlebihan. Apabila pH darah kurang dari 7,35 akan mengalami acidosis
akibatny ajantung, ginjal, hati dan pencernaan akan terganggu.5. Menjaga
pH cairan tubuh agar ekskresi ion H+ pada ginjal tidak terganggu, yaitu
asam dihidrogenposphat (H2PO4-) dengan basa monohidrogenposphat
(HPO42-)
Sitrat sangat baik digunakan dalamlarutan penyangga untuk
mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion
logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion
logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan
penghilang kesadahan air. Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk
serbuk kristal berwarna putih. Serbuk Kristal tersebut dapat berupa
bentuk "anhydrous" (bebas air), atau bentuk monohidrat yang mengandung
satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk"anhydrous "asam
sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat
didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat
tersebut dapat diubah menjadi bentuk "anhydrous "dengan pemanasan di
atas 74 °C. Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai
zat pemberi cita rasadan pengawet makanan dan minuman,
terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan ("E
number" ) adalah E330. Garam sitrat dengan berbagai jenis logamdigunakan
untuk menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam
banyak suplemen makanan. Sifat sitrat sebagai larutan penyanggadigunakan
sebagai pengendali pHdalam larutan pembersih dalam rumah tangga
dan obat-obatan. Kemampuan asam sitrat untukmengkelat logam
menjadikannya berguna sebagai bahan sabun dan deterjen.
Dengan mengkelat logam pada air sadah, asam sitrat memungkinkan sabun
dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan
zat penghilang kesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk
7

memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat penghilang


kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada
bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.
8

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk
mempertahankan nilai PH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi
kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah PHnya
hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.
Buffer terdiri dari asam lemah dan garam/basa konjugasinya atau basa
lemah dan garam/asam konjugasinya.
Sangat banyak kegunaan larutan penyangga dalam kehidupan sehari-
hari, karena fungsinya yang sangat penting. Salah satu contoh larutan buffer
dalam kehidupan sehari-hari adalah buffer dalam air ludah, buffer dalam
darah, buffer pada bidang industri farmasi, dan masih banyak lagi.
pH suatu larutan akan turun apabila ditambah asam, hal ini disebabkan
meningkatnya konsentrasi H+. Sebaliknya, bila ditambah basa akan
menaikkan pH karena penambahan basa meningkatkan konsentrasi OH-.

3.2 Saran
Lebih meningkatkan pengetahuan pembaca mengenai kegunaan
larutan penyangga, maka usahakan sesering mungkin membaca buku agar
dapat lebih memahami informasi yang lebih jelas tentang kegunaan larutan
penyangga dalam bidang farmasi.
9

DAFTAR PUSTAKA

Amrida. 2012. Pembuatan Buffer.


http://amrida-akkas.blogspot.com/2012/05/pembuatan-buffer.html.
Diakses pada 15 Maret 2019.
Ardhi Partama. 2016. Larutan Penyangga (Buffer).
https://ngurahobelixs.blogspot.com/2016/04/larutan-penyangga-
buffer.html. Diakses pada 15 Maret 2019.
Velarida. 2012. Fungsi Buffer pada Bidang Farmasi.
http://velahumaira.blogspot.com/2012/02/fungsi-buffer-pada-
bidang-farmasi.html. Diakses pada 15 Maret 2019.