Anda di halaman 1dari 13

FINAL REPORT IMMERSION

“Mengukur Tingkat Kepuasan Kerja pada Kopi Klotok”

Dosen Pengampu :
Bita Puspitasari, M.Sc

Disusun oleh :
Borni Daniel Oktadi 18/432598/PEK/23864
Muhammad Afif 18/432657/PEK/23923
Natalina Magay 18/432664/PEK/23930
Novi Andriani 18/432667/PEK/23933

MASTER IN MANAGEMENT
FACULTY OF ECONOMICS AND BUSINESS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2019

Profil Perusahaan
Jika diperhatikan dengan seksama, selera para pecinta kuliner dalam
beberapa waktu belakangan ini cenderung menginginkan sesuatu yang
tradisional dan rumahan. Misalnya saja dengan adanya tren
makan kembulan yang semakin merebak di Yogyakarta. Disamping itu,
keinginan konsumen untuk merasakan kembali makanan jaman dulu juga
menjadi salah satu alasan banyaknya usaha kuliner yang kemudian mencoba
peruntungan dengan menjual makanan tradisional dan rumahan,
contohnya Warung Kopi Klotok.

Meskipun bernama Kopi Klotok, warung yang mengusung


konsep ndeso ini tidak hanya menyediakan kopi saja. Bagi para pemburu
kuliner, Kopi Klotok justru menjadi tempat dimana mereka bisa menikmati
hidangan khas rumahan sembari menikmati suasana khas pedesaan. Beberapa
menu yang disajikan disini antara lain lodeh terong, lodeh kluwih, lodeh
tempe Lombok ijo, sayur asem, dan makanan rumahan lainnya yang biasa para
ibu masak. Selain itu, lauk pendampingnya pun tidak kalah ndesonya seperti
tempe garit, telur dadar, pindang goreng, dan sambel dadak.

Untuk camilannya, Kopi Klotok memiliki best seller item yang sering
kali para pembeli harus rela antri untuk mendapatkannya, yaitu pisang goreng.
Entah adonan seperti apa yang digunakan untuk menggoreng pisang, akan
tetapi aroma dan rasa pisang goreng disini terasa lebih menggugah selera.
Sebagai teman makan pisang goreng, pembeli bisa memilih beberapa wedang
tradisional seperti kopi klotok, teh tubruk gula batu, dan wedang jahe. Sembari
menikmati hangatnya wedangan, ditemani cemilan pisang goreng, ditambah
suasana kampung dan alunan musik keroncong, tentu membuat ingatan akan
rumah dan masa lalu semakin terasa.

Warung Kopi Klotok beralamatkan di Jalan Kaliurang KM 16, Pakem,


Sleman. Dari arah selatan, telusuri terus Jalan Kaliurang sampai di KM 16
sampai bertemu penunjuk arah menuju SMPN 3 Pakem. Tepat disamping
penunjuk arah, ada jalan di sebelah kanan yang menuju perkampungan
penduduk. Ikuti sampai ujung jalan, akan ada warung menghadap ke arah
utara, disitulah lokasi Warung Kopi Klotok.

Rumusan Masalah
Seiring berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi semakin beragam
mulai dari faktor internal dan juga faktor eksternal. Bentuk faktor internal
meliputi sistem bisnis, marketing, operasional, keuangan dan manajemen
sumber daya. Terlebih lagi dengan jumlah pelanggan yang awalnya tak sampai
50 orang perhari kini menjadi 200 hingga 800 orang perhari. Melihat kondisi
tersebut jumlah karyawan juga bertambah yang mengakibatkan perubahan
sistem bisnis dan membutuhkan pengelolaan sumber daya manusia yang
mumpuni agar dalam prakteknya karyawan bisa efektif dalam bekerja dan
memberikan dampak baik yang signifikan pada pertumbuhan bisnis.
Berdasarkan hasil wawancara kami dengan manajer Warung Kopi
Klotok, yaitu Halida, pada tanggal 8 Juli 2019, ditemukan beberapa kendala
pada pengelolaan sumber daya manusia pada bisnis Warung Kopi Klotok yang
dipaparkan antara lain adanya rasa iri antar karyawan terhadap nominal gaji
yang diberikan, karyawan yang sering diberi tawaran untuk bekerja di tempat
lain oleh bisnis sejenis hingga tingkat turnover tinggi pada waitress yaitu
dalam jangka kerja hanya selama tiga bulan. Beberapa gejala tersebut
mengindikasikan bahwa karyawan merasa tidak puas terhadap pekerjaan dan
memutuskan untuk meninggalkan Kopi Klotok.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam Immersion ini adalah


menggunakan kuantitatif deskriptif. Data primer akan diperoleh dengan
menggunakan kuesioner dari Spector (1997) dengan menggunakan skala likert
dan nantinya hasil kuesioner ini akan diolah menggunakan aplikasi SPSS.
Tim melakukan tes kepada seluruh karyawan Kopi Klotok sejumlah 37
Karyawan mengenai kepuasan kerja. Tes dilakukan dengan kuesioner
kepuasan kerja oleh Spector (1997) yang disajikan pada lampiran 1, dengan
total 36 item pernyataan yang akan mengukur lima aspek kepuasan kerja
yaitu: 1) kepuasan terhadap pekerjaan. 2) kepuasan terhadap imbalan. 3)
kepuasan terhadap atasan 4) kepuasan terhadap rekan kerja 5) kepuasan
promosi.

Karyawan diminta memilih jawaban yang disediakan dengan skor 1


untuk Sangat Tidak Setuju (STS) sampai dengan 5 untuk Sangat Setuju (SS).
Kemudian skor dari keseluruhan yang diperoleh diolah untuk mendapatkan
skor rata-rata kemudian dijadikan penentu apakah skor yang didapatkan
karyawan itu tinggi atau rendah.

Aspek yang mendapatkan skor dibawah rata-rata akan dilaporkan


kepada pihak perusahaan dengan beberapa alternatif pilihan kegiatan yang
dapat dilakukan agar perusahaan dapat meningkatkan kepuasan kerja
karyawan. Tim akan memberikan laporan kepada owner Kopi Klothok terkait
hasil olahan data yang diperoleh dari pre-tes yang dilakukan. di dalam laporan
tersebut memuat beberapa hal yaitu: 1) skor rata-rata kepuasan karyawan 2)
aspek kepuasan yang mendapatkan skor terendah 3) aspek kepuasan yang
mendapatkan skor tertinggi 4) usulan perlakuan yang dapat dilakukan
perusahaan untuk meningkatkan aspek kepuasan yang rendah.

Hasil Penelitian dan Rekomendasi

Penelitian ini melibatkan 37 orang karyawan yang terdiri dari 24 orang


laki-laki dan 13 orang perempuan dengan rincian posisi kerja sebagai berikut:

Posisi_Kerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative


Percent

Valid Barista 1 2.7 2.7 2.7


Bersih-bersih 1 2.7 2.7 5.4

Pembantu Umum 10 27.0 27.0 32.4

Kasir 1 2.7 2.7 35.1

Mencuci Piring 1 2.7 2.7 37.8

Memasak 5 13.5 13.5 51.4

Menggoreng Pisang 3 8.1 8.1 59.5

Waiter 15 40.5 40.5 100.0

Total 37 100.0 100.0

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dari lima aspek kepuasan


karyawan yang diuji, ada 2 aspek yang menunjukkan ketidakpuasan dari
karyawan Kopi Klotok, yaitu aspek promosi dan imbalan (bonus) karena skor
mean yang dibawah 3.

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Gaji 37 2.00 5.00 4.0270 .62856


Promosi 37 2.25 5.00 2.91 .62684
Supervisi 37 3.00 5.00 4.1351 .53966
Tunjangan 37 2.25 4.75 4 .59740
Imbalan 37 2.33 5.00 2.97 .60289
Kondisi_Operasional 37 3.25 5.00 4.0676 .46266
Rekan_Kerja 37 2.33 5.00 4.3784 .61495
Sifat_Pekerjaan 37 3.29 5.00 4.1703 .41035
Komunikasi 37 1.50 5.00 4.1757 .67922
Valid N (listwise) 37

1. Aspek Promosi

Rata
-
STS TS N S SS
Item Indikator Rata
F % F % F % F % F %
Pekerjaan saya mudah untuk
1 37, 1 29,
5 mendapatkan kesempatan 27 11 2 5,4 3,02
4 8 0 7
promosi
Kesempatan untuk promosi
21, 24, 1 35, 13,
6 diberikan pada karyawan yang 8 9 5 2 5,4 2,56
6 3 3 1 5
bekerja dengan baik
Prosedur promosi di tempat 24, 1 40, 1
7 9 27 3 8,1 3,18
kerja sama seperti di tempat lain 3 5 5 0
Saya puas dengan kesempatan 29, 1 35, 21,
8 3 8,1 11 8 2 5,4 2,86
saya untuk dipromosikan 7 3 1 6
Rata-rata Dimensi Promosi 2,91

Dari aspek promosi dapat dilihat bahwa mean yang diperoleh sebesar 2,91.
Artinya kepuasan karyawan terkait aspek promosi dapat dikatakan rendah
dapat dikatakan rendah berdasarkan hasil pengukuran dari beberapa indikator,
seperti kesempatan promosi dan prosedur promosi yang telah diterapkan oleh
manajemen Kopi Klotok.

Melihat kondisi yang ada, berikut rekomendasi yang dapat kami ajukan:
1) Meningkatkan status karyawan yang telah bekerja selama kurun
waktu tertentu
Artinya para karyawan yang telah bekerja lebih dari satu tahun
sebaiknya dirubah statusnya menjadi karyawan senior sehingga mereka
merasa loyalitas dan dedikasi yang telah diberikan terhadap perusahaan
lebih terapresiasi dan membedakan status mereka dengan karyawan
baru.
2) Karyawan yang di promosikan berhak mendapatkan gaji pokok
lebih tinggi namun juga diberikan dengan wewenang dan
tanggung jawab yang lebih besar.
Manajemen Kopi Klotok dapat memberikan kenaikan gaji bagi
karyawan yang telah bekerja lebih dari 1 tahun. Contoh misalkan gaji
pokok karyawan pada tahun pertama adalah sebesar Rp. 1.200.000 ,
kemudian pada tahun kedua gaji karyawan bisa dinaikkan menjadi Rp.
1.300.000 dan Rp. 1.400.000 pada tahun ketiga. Selain itu melihat
pengalaman dan kemampuan mereka yang semakin baik, mereka layak
diberi kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk
memimpin karyawan yang lain sesuai posisi dimana mereka bekerja.

Jawaban Responden Rata-


Item Indikator STS TS N S SS Rata
F % F % F % F % F %
18 Saya menerima pengakuan ketika saya
15 40,5 9 24,3 10 27 3 8,1 3,02
mengerjakan pekerjaan dengan baik
19 Saya merasa pekerjaan saya selalu di
17 45,9 9 24,3 9 24,3 2 5,4 2,89
apresiasi
20 Ada beberapa imbalan untuk
14 37,8 12 32,4 8 21,6 3 8,1 3
karyawan yang bekerja di sini
Rata-rata Dimensi Imbalan 2,97
2. Aspek Imbalan (Bonus)

Dari aspek promosi dapat dilihat bahwa mean yang diperoleh sebesar 2,97.
Artinya kepuasan karyawan terkait aspek imbalan (bonus) dapat dikatakan rendah
berdasarkan hasil pengukuran dari beberapa indikator, seperti diberikannya
pengakuan dan apresiasi hingga bonus yang diberikan oleh manajemen.
Melihat kondisi yang ada, berikut rekomendasi yang dapat kami ajukan:

1) Memberikan hitung-hitungan bonus yang jelas


Pada momen tertentu seperti akhir tahun dan libur idul fitri, jumlah
pengunjung yang datang akan berkali-kali lipat lebih banyak dibanding
saat hari biasa. Oleh karena itu, sebaiknya manajemen menyampaikan
jumlah kenaikan pendapatan pada periode tersebut kemudian hasilnya
dibagi rata sesuai dengan posisi kerja masing-masing. Misalkan pada
momen liburan akhir tahun lalu, Kopi Klotok memperoleh keuntungan
sebesar 30 Juta Rupiah, sepertiganya yakni 10 Juta Rupiah dapat
dibagi rata kepada seluruh karyawan sebanyak 37 orang sehingga
setiap orang mendapatkan Rp. 270.000. Contoh lain misalkan pada
libur Idul Fitri tahun lalu, Kopi Klotok memperoleh keuntungan
sebesar 50 Juta Rupiah, sepertiganya yakni 16 Juta Rupiah dapat
dibagi rata kepada seluruh karyawan sebanyak 37 orang sehingga
setiap orang mendapatkan Rp. 432.000.

2) Upah lembur harus dikontrol


Owner dapat menugaskan penanggung jawab di setiap shift untuk
memastikan siapa saja yang karyawan yang melakukan lembur atau
karyawanmau bekerja pada jatah libur mereka sehingga aktivitas yang
mereka lakukan dapat tercatat dengan jelas dan diberi upah yang
sesuai. Selain itu, pada momen tertentu yang ramai seperti akhir tahun
maupun libur Idul Fitri, upah lembur mereka sebaiknya dinaikkan agar
mereka semakin termotivasi untuk mau bekerja lebih pada periode
sibuk tersebut sehingga tidak perlu memusingkan manajemen mencari
tambahan karyawan.
Selain 2 aspek yang terindikasi bermasalah karena total mean yang skornya dibawah 3, ada
beberapa indikator dari aspek lain yang bisa dibenahi agar kepuasan di aspek tersebut
semakin maksimal:

1. Gaji

Jawaban Responden
Rata-
Item Indikator STS TS N S SS
Rata
F % F % F % F % F %
Saya digaji sesuai dengan pekerjaan yang 10, 62,
1 2 5,4 4 23 8 21,6 4,00
saya lakukan 8 2
13, 45,
2 Kenaikan gaji yang saya terima layak 3 8,1 5 17 12 32,4 4,03
5 9
Saya merasa puas dengan kesempatan 10, 51,
3 2 5,4 4 19 12 32,4 4,11
untuk memperoleh kenaikan gaji 8 4
Saya rasa gaji yang saya terima sesuai
4 3 8,1 1 2,7 27 73 6 16,2 3,97
dengan kondisi tempat kerja
Rata-rata Dimensi Gaji 4,03
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa indikator ke-4 memiliki skor mean terendah
dibanding indikator lain. Maka dari itu, rekomendasi yang dapat kami ajukan yaitu:
1) Memberikan gambaran komparasi dengan bisnis serupa
Penting bagi manajemen Kopi Klotok untuk bisa memberikan
gambaran perbandingan terkait nominal gaji pokok kepada para
karyawan agar tidak timbul rasa cemburu atau pola pikir yang tidak
diinginkan. Kami coba mencari informasi dari karyawan Cengkir dan
mereka mendapatkan gaji pokok kisaran Rp. 1,4 hingga Rp. 1,6 juta
per bulan sedangkan gaji pokok karyawan Kopi Klotok adalah kisaran
Rp. 1,2 hingga Rp. 1,4 juta per bulan. Kami harapkan dengan
informasi ini pihak manajemen Kopi Klotok dapat mempertimbangkan
kemungkinan adanya kenaikan gaji sehingga kepuasan dari aspek gaji
karyawan bisa semakin tinggi.
2) Melengkapi gaji dengan kompensasi lain seperti bonus dan uang
lembur
Jika opsi menaikkan gaji pokok dirasa tidak memungkinkan,
manajemen Kopi Klotok dapat meningkatkan take home pay karyawan
dengan memberikan bonus serta uang lembur yang lebih saat momen-
momen khusus seperti libur akhir tahun dan libur idul fitri. Dengan
sistem tersebut diharapkan karyawan akan semakin termotivasi untuk
bekerja lebih giat dibandingkan hanya sekedar menaikkan gaji pokok.
2. Sifat Dasar Pekerjaan
Jawaban Responden Rata-
Item Indikator STS TS N S SS Rata
F % F % F % F % F %
28 Terkadang saya merasa pekerjaan saya
1 2,7 3 8,1 12 32,4 21 56,8 4,43
sia-sia
29 Saya senang melakukan pekerjaan
1 2,7 19 51,4 17 45,9 4,43
saya
30 Saya terlalu banyak melakukan
1 2,7 4 10,8 10 27 16 43,2 6 16,2 3,59
pekerjaan di tempat kerja
31 Saya merasa bangga melakukan
6 16,2 19 51,4 12 32,4 4,16
pekerjaan saya
32 Saya memiliki terlalu banyak
3 8,1 19 51,4 15 40,5 4,32
pekerjaan
33 Saya tidak merasa pekerjaan saya
1 2,7 9 24,3 16 43,2 11 29,7 4,00
dihargai dengan cara yang seharusnya
34 Pekerjaan saya menyenangkan 3 8,1 22 59,5 12 32,4 4,24
Rata-rata Dimensi Sifat Dasar Pekerjaan 4,17

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa indikator ke-5 memiliki skor mean
terendah dibanding indikator lain. Maka dari itu, rekomendasi yang dapat kami ajukan
yaitu:
1) Melakukan briefing sebelum bekerja, terutama pada momen-
momen yang ramai pengunjung
Kegiatan briefing dapat dilakukan lebih sering seperti misalnya setiap
3 hari sekali atau 2 hari sekali, sehingga keluhan-keluhan maupun
informasi tertentu dapat disampaikan sehingga karyawan tidak kaget
jika harus bekerja lebih keras karena momen-momen ramai
pengunjung ataupun jika ada rekannya yang berhalangan masuk kerja.
Briefing harian cukup dipimpin oleh ketua shift ataupun supervisor.
Baru kemudian rapat evaluasi bulanan dipimpin langsung oleh owner
sehingga masukan maupun keluhan dari karyawan bisa tertampung dan
tersampaikan secara efektif kepada owner.
2) Memberikan bonus dan uang lembur sebagai stimulan
Saat briefing, baik owner maupun supervisor dapat menginformasikan
bahwa akan ada bonus dan tarif lembur yang berbeda dibanding hari
biasa. Dengan begitu dihaharapkan karyawan bukannya terbebani saat
harus bekerja lebih keras pada momen ramai pengunjung tetapi justru
semakin semangat untuk menhadapi momen tersebut guna
memperoleh take home pay yang lebih besar.

Jawaban Responden Rata-


Item Indikator STS TS N S SS Rata
F % F % F % F % F %
21 Adanya peraturan membuat
2 5,4 6 16,2 22 59,5 7 18,9 3,92
pekerjaan menjadi lebih mudah
22 Saya memahami tujuan bisnis dari
3 8,1 26 70,3 8 21,6 4,14
tempat saya kerja
23 Saya mengetahui tentang kondisi
1 2,7 1 2,7 4 10,8 23 62,2 8 21,6 3,97
operasional di tempat saya bekerja
24 Saya mengerti dengan apa yang
1 2,7 25 67,6 11 29,7 4,24
harus saya kerjakan
Rata-rata Dimensi Kondisi Operasional 4,06
3. Kondisi Operasional

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa indikator pertama memiliki skor mean
terendah dibanding indikator lain. Maka dari itu, rekomendasi yang dapat kami ajukan
yaitu:
1) Membuat SOP dan aturan yang jelas terkait kegiatan operasional
dengan melibatkan karyawan senior
Adanya SOP yang jelas mutlak harus dimiliki terutama dibagian dapur
sehingga bisa meminimalisir munculnya kesalahan-kesalahan mendasar,
seperti gorengan yang terlalu gosong atau rasa sayur maupun tempe yang
terlalu asin. Dengan memanfaatkan pengalaman dari karyawan senior dan
membuatnya menjadi SOP dan aturan tertulis diharapkan bisa
memperbaiki dan mempermudah kinerja karyawan di bagian operasional.
2) Menerapkan sanksi bagi karyawan yang melakukan tindakan
indisipliner
Penting untuk menegakkan kedisiplinan dan memberikan sanksi bagi
karyawan yang melakukan kelalaian seperti bolos kerja, tidur saat jam
kerja maupun menyebabkan terjadinya gelas pecah. Diperlukan tindakan
kooperatif dari seluruh karyawan untuk melaporkan perilaku-perilaku
tersebut agar tidak merugikan karyawan yang lain serta Kopi Klotok itu
sendiri.
LOG BOOK IMMERSION

NO Tanggal Kegiatan Pukul (WIB) Output Tanda


Tangan
Mentor
1 25 Juni 2019 Berkunjung ke Kopi Klothok 13.00-15.00 Hipotesa masalah di Kopi
dan bertemu owner Kak Klothok
Halida
2 27 Juni 2019 Diskusi tentang hipotesa 19.00-21.00 Adanya beberapa masalah
masalah dengan angggota yang ditemukan dan
kelompok beberapa masukan dari
anggota kelompok
3 29 Juni 2019 Diskusi beberapa masalah 13.00-15.30 Terkonfirmasi adanya
yang sudah ditemukan beberapa masalah yang
dengan owner Kopi Klothok ditemukan dan beberapa
masukan dari owner terkait
kegiatan immersion
4 1 Juli 2019 Diskusi kelompok untuk 09.00-12.00 Proposal baru
membuat proposal
5 11 Juli 2019 Diskusi kelompok untuk 19.00-21.00 Kuesioner selesai direvisi
revisi kuesioner
6 15 Juli 2019 Mendiskusikan kuesioner 14.00-16.00 Ditetapkan tanggal
yang telah direvisi dengan penyebaran kuesioner
owner
7 23 Juli 2019 Penyebaran kuesioner pada 14.00-17.00 Data terkumpul
karyawan
8 24 Juli 2019 Penyebaran kuesiner pada 14.00-17.00 Data terkumpul
karyawan
9 26 Juli 2019 Pengolahan data yang 10.00-12.00 Diperoleh hasil pengolahan
terkumpul data
10 27 Juli 2019 Pengolahan data yang 10.00-12.00 Diperoleh hasil pengolahan
terkumpul data
11 30 Juli 2019 Menyusun laporan akhir 15.00-17.00 Laporan akhir (sementara)
12 31 Juli 2019 Menyusun laporan akhir 19.00-21.00 Laporan akhir (sementara)
13 5 Agustus Konsultasi ke Bu Dita 09.00 - 09.45 Masukan terkait rekomendasi
2019
14 8 Agustus Konsultasi rekomendasi 08.00 – 10.30 Rekomendasi Final
2019 dengan Owner