Anda di halaman 1dari 26

BAB III

TINJAUAN KASUS
Pada bab tiga ini akan dipaparkan data dan masalah pasien dengan gout arthritis.
Pada bagian ini terdiri dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi
keperawatan, tindakan keperawatan dan evaluasi.

A. Pengkajian
1. Kasus Pertama
a. Data Biografis Pasien
Nama Tn. M, Usia 72 tahun, wisma Mawar, suku/bangsa:
jawa/Indonesia, pendidikan SD, agama islam, alamat Lojejer (16 Mei
2019 pukul 10.00 WIB).
b. Riwayat Pekerjaan
Saat ini klien tidak bekerja, sebelumnya masuk di UPT PSTW Jember
klien bekerja serabutan sebagai petani. Saat ini klien hanya
mendapatkan penghasilan uang dari pemberian tamu yang datang di
UPT PSTW Jember.
c. Riwayat Lingkungan Hidup
Tipe tempat tinggal : permanen
Jumlah tingkat : tidak ada
Jumlah orang yang tinggal di rumah : 18 orang
Tetangga terdekat : lansia bernama Tn.S, Tn. A
di wisma Mawar
d. Riwayat Rekreasi
Klien mempunyai hobi/minat duduk-duduk, selama tinggal di UPT
PSTW Jember tidak pernah jalan-jalan.
e. Sumber/Sistem Pendukung yang digunakan
1) Dokter : terdapat dokter di UPT PSTW Jember tetapi
datang sebulan sekali
2) Rumah sakit : Pernah dirawat di RS saat terkena stroke
3) Klinik : Perawat yang terdapat di pos kesehatan
UPT PSTW Jember

34
35

4) Pelayanan kesehatan di rumah : sebelum masuk di UPT PSTW


Jember apabila sakit klien beli obat diwarung.
f. Riwayat Kesehatan Saat Ini
1) Penyakit
a) Penyakit yang diderita dalam 1 tahun terakhir: Klien
mengatakan memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan stroke
terdapat hemiparase, saat berjalan tampak terseret-seret dan
wajah tampak tidak simetris.
b) Penyakit yang diderita saat ini: klien mengatakan nyeri seperti
ditusuk-tusuk skala 7 dirasa saat sedang beraktivitas maupun
beristirahat sehingga sering membuata klien cemas dengan
masalah kesehatannya.
2) Keluhan
Klien mengatakan takut apabila tekanan darahnya terus naik karena
klien memiliki riwayat darah tinggi dan stroke (ekspresi wajah
tampak gelisah)
3) Derajat keseluruhan fungsi relative terhadap masalah kesehatan
yang diderita : Klien mengatakan kalau sering cemas di malam hari
terkadang klien menonton televisi supaya tidak terlalu merasakan
penyakitnya.
4) Penggunaan obat-obatan
Klien mengkonsumsi obat racikan diberi obat oleh perawat UPT
PSTW Jember.
5) Status imunisasi (catat tanggal terbaru imunisasi)
Tidak terkaji
6) Alergi (catat agen dan reaksi spesifik)
Obat-obatan : tidak memiliki alergi
Makanan : tidak memiliki alergi
Kontak substansi : tidak terkaji
7) Faktor lingkungan : tidak terkaji
8) Nutrisi ( ingat kembali diet 24 jam, termasuk intake cairan )
36

a) Kebiasaan makan (tinggi garam, kolesterol, purin) : klien


mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam pembagian jatah dari
UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi habis seperti soto,
sayur kacang, tempe, tahu, pecel.
b) Diet khusus, pembatasan makanan : klien mengatakan
tidak suka makan telur
c) Riwayat peningkatan/penurunan berat badan : klien mengatakan
ketika muda memiliki badan yang kurus.
Indeks Massa Tubuh : BB = 46 Kg, Tinggi Badan = 149 cm.
IMT = BB/TB2,
IMT = 46/ (1,492)
IMT = 20,90 (normal)
d) Pola konsumsi makanan (misal frekuensi, sendiri/dengan orang
lain) : klien mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam pembagian
jatah dari UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi dengan lauk
yang sudah disediakan oleh pihak PSTW seperti soto, sayur
kacang, tempe, tahu, pecel. Klien lebih suka makan di luar
kamar. Dan apabila disediakan makanan dari kacang-kacangan
nyeri pada kaki sebelah kanan kambuh.
e) Masalah yang mempengaruhi intake makanan (mis. Pendapatan
tidak adekuat, kurang transportasi, masalah
menelan/mengunyah, stres emosional, dll) klien mengatakan
tidak ada masalah makan.
9) Pola istirahat tidur
Tn. M mengatakan tidur malamnya kira-kira hari 4-5 Jam, siang
hari 1 Jam. Klien mengatakan tidak ada gangguan tidur.
g. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit masa kanak-kanak: klien mengatakan hanya batuk dan
pilek.
2) Penyakit serius/kronik: klien memiliki riwayat hipertensi dan stroke
3) Trauma : klien tidak pernah mengalami trauma
37

4) Perawatan di rumah sakit (catat alasan, tanggal, tempat, alasan) :


Pernah dirawat di rumah sakit saat stroke sekitar 5 tahun yang lalu
5) Pembedahan : Tidak pernah mengalami tindakan pembedahan
h. Riwayat Keluarga
Silsilah keluarga (identifikasi kakek atau nenek, orangtua, paman, bibi,
saudara kandung, pasangan, anak-anak): Tn. M mengatakan kedua
orang tuanya sudah meninggal. Tn. M menikah satu kali dan sudah
meninggal dunia sejak 3 tahun yang lalu dan mempunyai 2 anak tetapi
semua bekerja diluar pulau jawa. Sejak istrinya meninggal dunia Tn. M
tinggal sendirian dan kemudian memutuskan untuk tinggal di UPT
PSTW Jember karena diajak oleh petugas PSTW Jember.
Riwayat penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga: Tn. M
mengatakan istrinya meninggal akibat kencing manis.
i. Tinjauan Sistem
Tingkat kesadaran Tn. M adalah komposmentis. Tanda-tanda vital
Tn. M yaitu TD: 170/90 mmhg, Nadi: 85x/menit, Suhu: 36,5°c, RR:
20x/menit. Penilaian umum ekspresi wajah Tn. M gelisah, seperti
menahan nyeri, keadaan umum cukup, tidak ada kelelahan, tidak
demam, tidak keringat malam, tidak mengalami kesulitan tidur, tidak
sering pilek dan infeksi, tidak ada penilaian diri terhadap seluruh status
kesehatan. Integumen: hasil pengkajian integumen pada Tn. M yaitu
ada tidak lesi diseluruh tubuh, ada perubahan pigmentasi, ada
perubahan tekstur, tidak memar, ada perubahan rambut, tidak ada
perubahan kuku, tidak ada pemajanan lama terhadap matahari, turgor
lembab.
Hemopoetik: Tn. M tidak ada perdarahan atau memar abnormal, tidak
ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada anemia, tidak ada riwayat
transfusi darah. Kepala: Tidak ada trauma, tidak pusing, tidak gatal
pada kulit kepala, nyeri dirasakan dibagian tengkuk skala 7. Mata:
Mata tampak tidak simetris, pandangan kabur, wajah tampak gelisah,
tidak memakai kacamata atau lensa kontak, tidak nyeri, tidak ada air
mata berlebihan, tidak bengkak sekitar mata, tidak ada riwayat infeksi,
38

tanggal pemeriksaan paling akhir: pasien mengatakan tidak pernah


periksa mata, tidak ada dampak pada penampilan activity daily living.
Telinga: tidak ada perubahan pendengaran, tidak ada sensitivitas
pendengaran, tidak ada alat-alat protesa, tidak ada riwayat infeksi,
kebiasaan perawatan telinga: perawatan rutin dengan menggunakan jari
kelingking. Hidung dan sinus tidak ada rinorea, tidak rabas, tidak
epistaksis, tidak obstruksi, tidak mendengkur, tidak nyeri pada sinus,
tidak ada drip postnasal, tidak ada riwayat infeksi, dan hasil penilaian
diri pada kemampuan olfaktori tidak ada.
Mulut dan tenggorokan: mulut tampak tidak simetris, tidak sakit
tenggorokan, gigi berlubang, tidak ada lesi atau ulkus, suara tampak
pelan, tidak mengalami kesulitan menelan, tidak ada perdarahan gusi,
tidak karies, dan tidak ada riwayat infeksi. Tanggal pemeriksaan gigi
paling akhir: Tn. M mengatakan tidak pernah periksa gigi. Pola
menggosok gigi: Tn. M menggosok gigi 2 kali sehari yaitu pagi dan
sore hari. Pola flossing: tidak pernah membersihkan sela-sela gigi
dengan benang, hanya dengan sikat gigi saja. Tidak ada masalah dalam
kebiasaan membersihkan gigi. Leher: tidak mengalami kekuan,
terdapat nyeri dibagian tengkuk, tidak ada benjolan atau massa, tidak
ada keterbatasan gerak. Pernafasan: tidak batuk, tidak sesak nafas,
tidak mengalami hemoptisis, tidak ada sputum, tidak memiliki asma
atau alergi pernafasan. Kardiovaskular: tidak ada ditensi vena
jugularis, tidak nyeri atau ketidaknyamanan dada, tidak palpitasi, tidak
sesak nafas, tidak ada dispnea nokturnal paroksimal, tidak ada
ortopnea, tidak ada murmur, tidak ada edema, dan tidak ada varises.
Gastrointestinal: tidak disfagia, dapat mencerna, tidak ada nyeri ulu
hati, tidak mual atau muntah, tidak mengalami hematemesis, nafsu
makan menurun, tidak ada ulkus, tidak nyeri, tidak ikterik, tidak ada
benjolan atau massa, tidak terjadi perubahan kebiasaan defekasi, tidak
diare, tidak konstipasi, tidak melena, tidak hemoroid, tidak ada
perdarahan rektum, Pola defekasi Tn. M mengatakan buang air besar 1
kali sehari, dan tidak ada masalah terkait buang air besar, tidak pernah
39

diare karena makanan. Perkemihan: tidak disuria, frekuensi BAK 4


kali sehari, urine keluarnya lancar tidak menetes, ada dorongan miksi,
tidak ada hematuria, tidak poliuria, tidak oliguria, tidak nokturia, tidak
inkontinensia, tidak ada nyeri saat berkemih, tidak mengalami batu
infeksi. Genitalia laki-laki: tidak ada lesi, tidak memiliki penyakit
kelamin, tidak ada infeksi.
Muskuloskeletal: memiliki riwayat stroke yang membuat ekstremitas
kanan lemah, berjalan terseret, mengalami masalah cara berjalan,
tampak berhati-hati ketika berjalan, tidak ada nyeri punggung.
Kekuatan otot, ekstermitas atas kanan: 3333, ekstermitas atas kiri 5555,
ekstermitas bawah kanan 3333, ekstermitas bawah kiri 5555.
Berdasarkan test keseimbangan dengan Time Up and Go Test (TUGT)
didapatkan kesimpulan bahwa klien berjalan sejauh 3 m selama 15
detik yang artinya klien mempunyai risiko jatuh sedang.
j. Riwayat Psikososial
Klien mengatakan selalu cemas tentang penyakitnya yaitu darah tinggi
klien takut bila strokenya kumat lagi dan akan membuat klien tidak
dapat beraktivitas bebas. Klien tidak ingin pulang karena klien sudah
tidak mempunyai anggota keluarga. Klien senang hidup di PSTW
Jember
k. Status Fungsional
Berdasarkan penilain activity of daily living dengan menggunakan
indeks barthel didapatkan nilai 95 yang artinya ketergantungan ringan.
l. Status Kognitif
a) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan
SPMSQ didapatkan jawaban salah 5 dan benar 5 yang artinya klien
mengalami kerusakan intelektual sedang.
b) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan MMSE
klien mendapatkan nilai 18 yang artinya klien mengalami kerusakan
aspek fungsi mental ringan.
40

2. Kasus Kedua
a. Data Biografis Pasien
Nama Ny. N, Usia 67 tahun, Wisma Cempaka, suku/bangsa:
jawa/indonesia, pendidikan: SD, agama: Islam, alamat: Gumukmas
( 16 Mei 2019 / pukul 10:10 WIB)
b. Riwayat Keluarga
Klien mengatakan tidak mempunyai pasangan hidup, karena sudah
lama meninggal dunia.
c. Riwayat Pekerjaan
Saat ini klien tidak bekerja, sebelumnya masuk di UPT PSTW Jember
klien adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini klien hanya
mendapatkan penghasilan uang dari pemberian tamu yang datang di
UPT PSTW Jember.
d. Riwayat Lingkungan Hidup
Tipe tempat tinggal : permanen
Jumlah tingkat : tidak ada
Jumlah orang yang tinggal di rumah : 18 orang
Tetangga terdekat : lansia bernama Ny.W, Ny. S
di wisma Mawar
e. Riwayat Rekreasi
Klien mempunyai hobi/minat menonton tv, selama tinggal di UPT
PSTW Jember tidak pernah jalan-jalan.
f. Sumber/Sistem Pendukung yang digunakan
1) Dokter : terdapat dokter di UPT PSTW Jember tetapi
datang sebulan sekali
2) Rumah sakit : tidak pernah dirawat di rumah sakit
3) Klinik : Perawat yang terdapat di pos kesehatan
UPT PSTW Jember
4) Pelayanan kesehatan di rumah : sebelum masuk di UPT PSTW
Jember apabila sakit klien beli obat diwarung.
g. Riwayat Kesehatan Saat Ini
1) Penyakit
41

a) Penyakit yang diderita dalam 1 tahun terakhir: Klien


mengatakan memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
b) Penyakit yang diderita saat ini: klien mengatakan berat pada
area tengkuk seperti sedang memanggul beban.
2) Keluhan
Klien mengatakan cemas apabila tekanan darahnya terus naik.
3) Pengetahuan/pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan
(mis. Diet khusus, mengganti balutan) : klien mengatakan khawatir
tidak banyak mengetahui tentang penyakit nyeri pada kaki sehingga
saat nyeri timbul di biarkan saja.
4) Derajat keseluruhan fungsi relative terhadap masalah kesehatan
yang diderita : Derajat tentang kesehatan kecil. Ketika klien sakit,
klien periksa ke perawat yang ada di UPT PSTW Jember.
5) Penggunaan obat-obatan
Klien mengkonsumsi obat racikan diberi obat oleh perawat UPT
PSTW Jember.
6) Status imunisasi (catat tanggal terbaru imunisasi)
Tidak terkaji
7) Alergi (catat agen dan reaksi spesifik)
Obat-obatan : tidak memiliki alergi
Makanan : tidak memiliki alergi
Kontak substansi : tidak terkaji
8) Faktor lingkungan : tidak terkaji
9) Nutrisi ( ingat kembali diet 24 jam, termasuk intake cairan )
a) Kebiasaan makan (tinggi garam, kolesterol, purin) : klien
mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam pembagian jatah dari
UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi habis seperti soto,
sayur kacang, tempe, tahu, pecel.
b) Diet khusus, pembatasan makanan : klien mengatakan
tidak suka makan ikan laut
c) Riwayat peningkatan/penurunan berat badan : klien
mengatakan sejak muda tidak pernah gemuk.
42

Indeks Massa Tubuh : BB = 43 Kg, Tinggi Badan = 138 cm.


IMT = BB/TB2,
IMT = 43/ (1,382)
IMT = 22,63 (normal)
d) Pola konsumsi makanan (misal frekuensi, sendiri/dengan orang
lain) : klien mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam
pembagian jatah dari UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi
dengan lauk yang sudah disediakan oleh pihak PSTW seperti
soto, sayur kacang, tempe, tahu, pecel. Klien lebih suka makan
di luar kamar.
e) Masalah yang mempengaruhi intake makanan (mis.
Pendapatan tidak adekuat, kurang transportasi, masalah
menelan/mengunyah, stres emosional, dll) klien mengatakan
tidak ada masalah makan.
10) Pola istirahat tidur
Ny. N mengatakan tidur malamnya kira-kira hari 5 Jam, siang hari
1 Jam. Klien mengatakan tidak ada gangguan tidur.
h. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit masa kanak-kanak: klien mengatakan hanya batuk dan
pilek.
2) Penyakit serius/kronik: klien pernah jatuh sehingga membuat
pergelangan tangannya mengalami dislokasi dan dibawa ke sangkal
putung
3) Perawatan di rumah sakit (catat alasan, tanggal, tempat, alasan) : -
4) Pembedahan : Tidak pernah mengalami tindakan pembedahan
i. Riwayat Keluarga
Silsilah keluarga (identifikasi kakek atau nenek, orangtua, paman, bibi,
saudara kandung, pasangan, anak-anak): Ny. N mengatakan kedua
orang tuanya sudah meninggal. Ny. N menikah satu kali dan suaminya
sudah meninggal dunia sejak 5 tahun yang lalu dan mempunyai 6 anak.
Riwayat penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga: Ny. N
mengatakan suaminya meninggal karena stroke.
43

j. Tinjauan Sistem
Tingkat kesadaran Ny. N adalah komposmentis. Tanda-tanda vital
Ny. N yaitu TD: 160/80 mmhg, Nadi: 80x/menit, Suhu: 36,5°c, RR:
24x/menit. Penilaian umum ekspresi wajah Ny. N gelisah, keadaan
umum cukup, tidak ada kelelahan, tidak demam, tidak keringat malam,
tidak mengalami kesulitan tidur, tidak sering pilek dan infeksi, tidak
ada penilaian diri terhadap seluruh status kesehatan. Integumen: hasil
pengkajian integumen pada Ny. N yaitu ada tidak lesi diseluruh tubuh,
ada perubahan pigmentasi, ada perubahan tekstur, tidak memar, ada
perubahan rambut, tidak ada perubahan kuku, tidak ada pemajanan
lama terhadap matahari, turgor lembab. Hemopoetik: Ny. N tidak ada
perdarahan atau memar abnormal, tidak ada pembengkakan kelenjar
limfe, tidak ada anemia, tidak ada riwayat transfusi darah.
Kepala: Tidak ada trauma, tidak pusing, tidak gatal pada kulit kepala,
nyeri/berat dirasakan dibagian tengkuk. Mata: Mata tampak bersih,
pandangan kabur, wajah tampak gelisah, tidak memakai kacamata atau
lensa kontak, tidak nyeri, tidak ada air mata berlebihan, tidak bengkak
sekitar mata, tidak ada riwayat infeksi, tanggal pemeriksaan paling
akhir: pasien mengatakan tidak pernah periksa mata, tidak ada dampak
pada penampilan activity daily living. Telinga: tidak ada perubahan
pendengaran, tidak ada sensitivitas pendengaran, tidak ada alat-alat
protesa, tidak ada riwayat infeksi, kebiasaan perawatan telinga:
perawatan rutin dengan menggunakan jari kelingking. Hidung dan
sinus tidak ada rinorea, tidak rabas, tidak epistaksis, tidak obstruksi,
tidak mendengkur, tidak nyeri pada sinus, tidak ada drip postnasal,
tidak ada riwayat infeksi, dan hasil penilaian diri pada kemampuan
olfaktori tidak ada. Mulut dan tenggorokan: mulut tampak simetris,
tidak sakit tenggorokan, gigi berlubang, tidak ada lesi atau ulkus, suara
terdengar jelas, tidak mengalami kesulitan menelan, tidak ada
perdarahan gusi, tidak karies, dan tidak ada riwayat infeksi. Tanggal
pemeriksaan gigi paling akhir: Ny. N mengatakan tidak pernah periksa
gigi. Pola menggosok gigi: Ny. N menggosok gigi 2 kali sehari yaitu
44

pagi dan sore hari. Pola flossing: tidak pernah membersihkan sela-sela
gigi dengan benang, hanya dengan sikat gigi saja. Tidak ada masalah
dalam kebiasaan membersihkan gigi.
Leher: tidak mengalami kekuan, terdapat sensasi nyeri berat seperti
memanggul beban dibagian tengkuk, tidak ada benjolan atau massa,
tidak ada keterbatasan gerak. Pernafasan: tidak batuk, tidak sesak
nafas, tidak mengalami hemoptisis, tidak ada sputum, tidak memiliki
asma atau alergi pernafasan. Kardiovaskular: tidak ada ditensi vena
jugularis, tidak nyeri atau ketidaknyamanan dada, tidak palpitasi, tidak
sesak nafas, tidak ada dispnea nokturnal paroksimal, tidak ada
ortopnea, tidak ada murmur, tidak ada edema, dan tidak ada varises.
Gastrointestinal: tidak disfagia, dapat mencerna, tidak ada nyeri ulu
hati, tidak mual atau muntah, tidak mengalami hematemesis, nafsu
makan menurun, tidak ada ulkus, tidak nyeri, tidak ikterik, tidak ada
benjolan atau massa, tidak terjadi perubahan kebiasaan defekasi, tidak
diare, tidak konstipasi, tidak melena, tidak hemoroid, tidak ada
perdarahan rektum, Pola defekasi Ny. N mengatakan buang air besar 1
kali sehari, dan tidak ada masalah terkait buang air besar, tidak pernah
diare karena makanan.
Perkemihan: tidak disuria, frekuensi BAK 5 kali sehari, urine
keluarnya lancar tidak menetes, ada dorongan miksi, tidak ada
hematuria, tidak poliuria, tidak oliguria, tidak nokturia, tidak
inkontinensia, tidak ada nyeri saat berkemih, tidak mengalami batu
infeksi. Genitalia perempuan: tidak ada lesi, tidak memiliki penyakit
kelamin, tidak ada infeksi. Muskuloskeletal: tidak mengalami masalah
cara berjalan, tampak berhati-hati ketika berjalan, tidak ada nyeri
punggung. Kekuatan otot, ekstermitas atas kanan: 5555, ekstermitas
atas kiri 5555, ekstermitas bawah kanan 5555, ekstermitas bawah kiri
5555. Berdasarkan test keseimbangan dengan Time Up and Go Test
(TUGT) didapatkan kesimpulan bahwa klien berjalan sejauh 3 m
selama 15 detik yang artinya klien mempunyai risiko jatuh sedang.
45

k. Riwayat Psikososial
Klien mengatakan selalu cemas tentang penyakitnya yaitu darah tinggi
l. Status Fungsional
Berdasarkan penilain activity of daily living dengan menggunakan
indeks barthel didapatkan nilai 95 yang artinya ketergantungan ringan.
m. Status Kognitif
a) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan
SPMSQ didapatkan jawaban salah 4 dan 6 benar yang artinya
klien mengalami kerusakan intelektual ringan.
b) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan MMSE
klien mendapatkan nilai 18 yang artinya klien mengalami
kerusakan aspek fungsi mental ringan.

3. Kasus Ketiga
a. Data Biografis Pasien
Nama Ny. W, Usia 66 tahun, Wisma Mawar, suku/bangsa: /Indonesia,
pendidikan: SD -, agama: islam, alamat: Puger- Ngadungan (16 Mei
2019/ pukul 10:20 WIB).
b. Riwayat Keluarga
Klien mengatakan tidak mempunyai pasangan hidup, karena sudah
lama bercerai.
c. Riwayat Pekerjaan
Saat ini klien tidak bekerja, sebelumnya masuk di UPT PSTW Jember
klien adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini klien hanya
mendapatkan penghasilan uang dari pemberian tamu yang datang di
UPT PSTW Jember.
d. Riwayat Lingkungan Hidup
Tipe tempat tinggal : permanen
Jumlah tingkat : tidak ada
Jumlah orang yang tinggal di rumah : 18 orang
Tetangga terdekat : lansia bernama Ny.N, Ny. S
di wisma Mawar
46

e. Riwayat Rekreasi
Klien mempunyai hobi/minat bercakap-cakap, selama tinggal di UPT
PSTW Jember tidak pernah jalan-jalan.
f. Sumber/Sistem Pendukung yang digunakan
1) Dokter : terdapat dokter di UPT PSTW Jember
tetapi datang sebulan sekali
2) Rumah sakit : tidak pernah dirawat di rumah sakit
3) Klinik : Perawat yang terdapat di pos kesehatan
UPT PSTW Jember
4) Pelayanan kesehatan di rumah : sebelum masuk di UPT PSTW
Jember apabila sakit klien beli obat diwarung.
g. Riwayat Kesehatan Saat Ini
1) Penyakit
a) Penyakit yang diderita dalam 1 tahun terakhir: Klien mengatakan
memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
b) Penyakit yang diderita saat ini: klien mengatakan nyeri tengkuk
2) Keluhan
a) Keluhan yang dialami 1 tahun terakhir
pusing.
b) Keluhan saat ini
Nyeri pada tengkuk skala 8 dan pusing, merindukan
keluarganya, ingin pulang kembali kerumah.
3) Pengetahuan/pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan
(mis. Diet khusus, mengganti balutan) klien mengatakan tidak
banyak mengetahui tentang penyakitnya sehingga saat nyeri timbul
klien membawa ke perawat UPT PSTW Jember dan terkadang
hanya dibiarkan saja dan beristirahat.
4) Derajat keseluruhan fungsi relative terhadap masalah kesehatan
yang diderita : Derajat tentang kesehatan kecil. Ketika klien sakit,
klien periksa ke perawat yang ada di UPT PSTW Jember.
47

5) Penggunaan obat-obatan
Klien mengkonsumsi obat racikan diberi obat oleh perawat UPT
PSTW Jember.
6) Status imunisasi (catat tanggal terbaru imunisasi)
Tidak terkaji
7) Alergi (catat agen dan reaksi spesifik)
Obat-obatan : tidak memiliki alergi
Makanan : tidak memiliki alergi
Kontak substansi : tidak terkaji
8) Faktor lingkungan : tidak terkaji
9) Nutrisi ( ingat kembali diet 24 jam, termasuk intake cairan )
a) Kebiasaan makan (tinggi garam, kolesterol, purin) : klien
mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam pembagian jatah dari
UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi habis seperti sayur,
ikan, tempe, tahu, pecel.
b) Diet khusus, pembatasan makanan : klien mengatakan tidak
memiliki batasan dalam makan
c) Riwayat peningkatan/penurunan berat badan : klien mengatakan
berat badannya selalu stabil.
Indeks Massa Tubuh : BB = 48 Kg, Tinggi Badan = 145 cm.
IMT = BB/TB2,
IMT = 48/ (1,452)
IMT = 22,85 (normal)
d ) Pola konsumsi makanan (misal frekuensi, sendiri/dengan orang
lain):
klien mengatakan makan 3x sehari, sesuai jam pembagian jatah
dari UPT PSTW Jember, klien makan 1 porsi dengan lauk yang
sudah disediakan oleh pihak PSTW.
e) Masalah yang mempengaruhi intake makanan (mis. Pendapatan
tidak adekuat, kurang transportasi, masalah
menelan/mengunyah, stres emosional, dll) klien mengatakan
tidak ada masalah makan.
48

10) Pola istirahat tidur


Ny. W mengatakan tidur malamnya kira-kira hari 4-5 Jam, siang
hari 1 Jam. Klien mengatakan tidak ada gangguan tidur.
h. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit masa kanak-kanak: klien mengatakan hanya batuk dan
pilek.
2) Penyakit serius/kronik: klien pernah jatuh sehingga membuat
pergelangan tangannya mengalami dislokasi dan dibawa ke sangkal
putung
3) Trauma: klien tidak pernah mengalami trauma
4) Perawatan di rumah sakit (catat alasan, tanggal, tempat, alasan) : -
5) Pembedahan : Tidak pernah mengalami tindakan pembedahan
i. Riwayat Keluarga
Silsilah keluarga (identifikasi kakek atau nenek, orangtua, paman,
bibi, saudara kandung, pasangan, anak-anak): Ny. W mengatakan
kedua orang tuanya sudah meninggal. Ny. W menikah satu kali dan
bercerai serta memiliki 3 anak. Riwayat penyakit yang pernah diderita
oleh anggota keluarga: Ny. W tidak ada anggota keluarga yang
memiliki penyakit kronis
j. Tinjauan Sistem
Tingkat kesadaran Ny. W adalah komposmentis. Tanda-tanda vital
Ny. W yaitu TD: 130/90 mmhg, Nadi: 88x/menit, Suhu: 36,5°c, RR:
24x/menit. Penilaian umum ekspresi wajah Ny. W tidak tenang/
gelisah saat menceritakan masalah kesehatannya, keadaan umum
cukup, tidak ada kelelahan, tidak demam, tidak keringat malam, tidak
mengalami kesulitan tidur, tidak sering pilek dan infeksi, tidak ada
penilaian diri terhadap seluruh status kesehatan. Integumen: hasil
pengkajian integumen pada Ny. W yaitu ada tidak lesi diseluruh
tubuh, ada perubahan pigmentasi, ada perubahan tekstur, tidak memar,
ada perubahan rambut, tidak ada perubahan kuku, tidak ada
pemajanan lama terhadap matahari, turgor lembab.
49

Hemopoetik: Ny. W tidak ada perdarahan atau memar abnormal,


tidak ada pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada anemia, tidak ada
riwayat transfusi darah. Kepala: Tidak ada trauma, tidak pusing, tidak
gatal pada kulit kepala, nyeri/berat dirasakan dibagian tengkuk skala
7. Mata: Mata tampak bersih, pandangan kabur, wajah tampak
gelisah, tidak memakai kacamata atau lensa kontak, tidak nyeri, tidak
ada air mata berlebihan, tidak bengkak sekitar mata, tidak ada riwayat
infeksi, tanggal pemeriksaan paling akhir: pasien mengatakan tidak
pernah periksa mata, tidak ada dampak pada penampilan activity daily
living. Telinga: tidak ada perubahan pendengaran, tidak ada
sensitivitas pendengaran, tidak ada alat-alat protesa, tidak ada riwayat
infeksi, kebiasaan perawatan telinga: perawatan rutin dengan
menggunakan jari kelingking. Hidung dan sinus tidak ada rinorea,
tidak rabas, tidak epistaksis, tidak obstruksi, tidak mendengkur, tidak
nyeri pada sinus, tidak ada drip postnasal, tidak ada riwayat infeksi,
dan hasil penilaian diri pada kemampuan olfaktori tidak ada. Mulut
dan tenggorokan: mulut tampak simetris, tidak sakit tenggorokan,
gigi berlubang, tidak ada lesi atau ulkus, suara terdengar jelas, tidak
mengalami kesulitan menelan, tidak ada perdarahan gusi, tidak karies,
dan tidak ada riwayat infeksi. Tanggal pemeriksaan gigi paling akhir:
Ny. W mengatakan tidak pernah periksa gigi. Pola menggosok gigi:
Ny. W menggosok gigi 2 kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
Pola flossing: tidak pernah membersihkan sela-sela gigi dengan
benang, hanya dengan sikat gigi saja. Tidak ada masalah dalam
kebiasaan membersihkan gigi. Leher: tidak mengalami kekuan,
terdapat sensasi nyeri berat seperti memanggul beban skala 8 dibagian
tengkuk, tidak ada benjolan atau massa, tidak ada keterbatasan gerak.
Pernafasan: tidak batuk, tidak sesak nafas, tidak mengalami
hemoptisis, tidak ada sputum, tidak memiliki asma atau alergi
pernafasan. Kardiovaskular: tidak ada ditensi vena jugularis, tidak
nyeri atau ketidaknyamanan dada, tidak palpitasi, tidak sesak nafas,
tidak ada dispnea nokturnal paroksimal, tidak ada ortopnea, tidak ada
50

murmur, tidak ada edema, dan tidak ada varises. Gastrointestinal:


tidak disfagia, dapat mencerna, tidak ada nyeri ulu hati, tidak mual
atau muntah, tidak mengalami hematemesis, nafsu makan menurun,
tidak ada ulkus, tidak nyeri, tidak ikterik, tidak ada benjolan atau
massa, tidak terjadi perubahan kebiasaan defekasi, tidak diare, tidak
konstipasi, tidak melena, tidak hemoroid, tidak ada perdarahan
rektum, Pola defekasi Ny. W mengatakan buang air besar 1 kali
sehari, dan tidak ada masalah terkait buang air besar, tidak pernah
diare karena makanan.
Perkemihan: tidak disuria, frekuensi BAK 4 kali sehari, urine
keluarnya lancar tidak menetes, ada dorongan miksi, tidak ada
hematuria, tidak poliuria, tidak oliguria, tidak nokturia, tidak
inkontinensia, tidak ada nyeri saat berkemih, tidak mengalami batu
infeksi. Genitalia perempuan: tidak ada lesi, tidak memiliki penyakit
kelamin, tidak ada infeksi. Muskuloskeletal: tidak mengalami
masalah cara berjalan, tidak ada nyeri punggung. Kekuatan otot,
ekstermitas atas kanan: 5555, ekstermitas atas kiri 5555, ekstermitas
bawah kanan 5555, ekstermitas bawah kiri 5555. Berdasarkan test
keseimbangan dengan Time Up and Go Test (TUGT) didapatkan
kesimpulan bahwa klien berjalan sejauh 3 m selama 13 detik yang
artinya klien mempunyai risiko jatuh ringan.
k. Riwayat Psikososial
Klien mengatakan selalu cemas tentang penyakitnya yaitu darah tinggi
l. Status Fungsional
Berdasarkan penilain activity of daily living dengan menggunakan
indeks barthel didapatkan nilai 100 yang artinya mandiri.
m. Status Kognitif
a) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan
SPMSQ didapatkan jawaban salah 3 dan 7 benar yang artinya
klien mengalami kerusakan intelektual ringan.
51

b) Berdasarkan penilaian status kognitif dengan menggunakan MMSE


klien mendapatkan nilai 18 yang artinya klien mengalami
kerusakan aspek fungsi mental ringan.

B. Analisa Data
1. Kasus I (Tn.M)
Data subyektif: klien mengatakan mencemaskan masalah kesehatannya
karena sering merasa nyeri seperti ditusuk-tusuk skala 7 dirasa saat sedang
beraktivitas maupun beristirahat sehingga sering membuat klien cemas
dengan masalah kesehatannya.
Data objektif: nyeri pada daerah tengkuk skala 7, terdapat hemiparase di
ekstremitas kanan, nampak gelisah saat menceritakan masalah
kesehatannya. TD: 170/90 mmhg, Nadi: 85x/menit, Suhu: 36,5°c, RR:
20x/menit
Masalah keperawatan: Ansietas
Etiologi : Perubahan status kesehatan
2. Kasus II (Ny. N)
Data subjektif: klien mengatakan sering merasakan cemas akibat terasa
berat ditengkuk bagian belakang.
Data objektif: terdapat pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah gelisah
sambil memegangi bagian tengkuk yang sakit. TD: 160/80 mmhg, Nadi:
80x/menit, Suhu: 36,5°c, RR: 24x/menit
Masalah keperawatan: Ansietas
Etiologi : Perubahan status kesehatan
3. Kasus III (Ny. W)
Data subjektif: klien mengatakan cemas karena sering nyeri yang
dirasakan saat berbaring seperti memanggul beban skala 8 di tengkuk serta
ingin pulang.
Data objektif: Pada pemeriksaan klien mengatakan mencemaskan
kesehatannya dan ingin pulang kembali bersama keluarganya, ekspresi
wajah gelisah. TD: 130/90 mmhg, Nadi: 88x/menit, Suhu: 36,5°c, RR:
24x/menit
52

Masalah keperawatan: Ansietas


Etiologi : Perubahan status kesehatan

C. Diagnosa keperawatan
1. Kasus I (12November 2018/ pukul 11.00 WIB)
Ansietas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai
dengan ekspresi wajah cemas, abnormalitas tekanan darah
2. Kasus II (12 November 2018/11.00 WIB)
Ansietas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai
dengan ekspresi wajah gelisah dan pernyataan verbal cemas
3. Kasus III (12 November 2018/11.00 WIB)
Ansietas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai
dengan ekspresi wajah cemas, abnormalitas tekanan darah
D. Rencana Tindakan
1. Kasus I (12 November 2018/ pukul 12.00 WIB)
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam 3x24jam tidak ada
terdapat nyeri dan pernyataan verbal cemas hilang.
Indikator: ekspresi wajah rileks, tidak ada pernyataan verbal cemas
Intervensi:
a. Identifikasi faktor penyebab cemas, dengarkan keluh kesah klien,
berikan penjelasan kepada klien akan keadaannya sekarang.
b. Kurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien melakukan
aktifitas ringan dan menyenangkan.
c. Instruksikan klien untuk melakukan kegiatan relaksasi setiap hari
d. Berikan aromaterapi lavender untuk menurunkan kecemasan lansia
e. Berikan health education tentang penatalaksanaan cemas.
f. Observasi tekanan darah klien, dan menanyakan perasaan klien.

2. Kasus II (12 November 2018/ pukul 12.30 WIB)


Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam 3x24jam tidak ada
terdapat nyeri dan pernyataan verbal cemas hilang.
Indikator: ekspresi wajah rileks, tidak ada pernyataan verbal cemas
Intervensi:
53

a. Identifikasi faktor penyebab cemas, dengarkan keluh kesah klien,


berikan penjelasan kepada klien akan keadaannya sekarang.
b. Kurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien melakukan
aktifitas ringan dan menyenangkan.
c. Instruksikan klien untuk melakukan kegiatan relaksasi setiap hari
d. Berikan aromaterapi lavender untuk menurunkan kecemasan lansia
e. Berikan health education tentang penatalaksanaan cemas.
f. Observasi tekanan darah klien, dan menanyakan perasaan klien.

3. Kasus III (12 November 2018/ pukul 12.50 WIB)


Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam 3x24jam tidak ada
terdapat nyeri dan pernyataan verbal cemas hilang.
Indikator: ekspresi wajah rileks, tidak ada pernyataan verbal cemas
Intervensi:
a. Identifikasi faktor penyebab cemas, dengarkan keluh kesah klien,
berikan penjelasan kepada klien akan keadaannya sekarang.
b. Kurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien melakukan
aktifitas ringan dan menyenangkan.
c. Instruksikan klien untuk melakukan kegiatan relaksasi setiap hari
d. Berikan aromaterapi lavender untuk menurunkan kecemasan lansia
e. Berikan health education tentang penatalaksanaan cemas.
f. Observasi tekanan darah klien, dan menanyakan perasaan klien.

E. Pelaksanaan
1. Kasus I,II,III (13 November 2018)
a. (09.00) Mengidentifikasi faktor penyebab cemas mendengarkan keluh
kesah klien.
Respon : klien mengatakan cemas akan kondisi kesehatannya saat ini.
b. (09.10) memberikan penjelasan kepada klien akan keadaannya
sekarang.
Respon : klien kooperatif dan mendengarkan penjelasan perawat.
54

c. (09.10) Mengurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien


melakukan aktifitas ringan dan menyenangkan.
Respon : klien menyenangi aktifitas mengobrol dan menonton TV
d. (09.15) Menginstruksikan klien untuk melakukan relaksasi setiap hari.
Respon : klien menyetujui dan menyanggupi instruksi perawat
e. (09.20) Memberikan aromaterapi lavender untuk menurunkan
kecemasan klien
Respon : klien menikmati aromaterapi lavender dengan ekspresi rileks
selama 5-10 menit.
f. (09.30) Memberikan health education tentang penatalaksaan cemas
Respon : klien memahami penjelasan dari perawat
g. (09.50) Mengobservasi tekanan darah klien, menanyakan perasaan
klien.
Respon : Tn M adalah TD : 160/90mmHg, N: 90x/menit, RR: 20
x/menit, Suhu: 36,6°C
Ny. N adalah TD : 160/80mmHg, N: 96x/menit, RR: 19 x/menit, Suhu:
36,5°C
Ny. W yaitu TD : 120/90mmHg, N: 87x/menit, RR: 21 x/menit, Suhu:
37,1°C

2. Kasus I,II,III (Tanggal 16 November 2018)


a. (09.00) mendengarkan keluh kesah klien.
Respon : klien mengatakan cemas yang dirasakan sudah mulai
berkurang.
b. (09.10) Mengurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien
melakukan aktifitas ringan.
Respon : klien banyak mengobrol dengan lansia lainnya, dan
menonton tv bersama.
c. (09.25) Menginstruksikan klien untuk melakukan kegiatan relaksasi
setiap hari
Respon : Klien menyetujui instruksi yang diberikan perawat dengan
cara melakukan relaksasi nafas dalam setiap pagi dan malam hari.
55

d. (09.30) Memberikan aromaterapi lavender untuk menurunkan


kecemasan lansia
Respon : klien menikmati aroma terapi lavender selama 5-10 menit
dengan ekspresi rileks
e. (09.40) Memberikan health education mengenai penatalaksaan cemas
Respon : klien mampu memahami penjelasan perawat.
f. (09.50) Mengobservasi tekanan darah klien, menanyakan perasaan
klien.
Respon : Tn M yaitu TD : 160/90mmHg, N: 88x/menit, RR: 19
x/menit, Suhu: 36,7°C
Ny. N adalah TD : 160/70mmHg, N: 88x/menit, RR: 20 x/menit,
Suhu: 36,8°C
Ny. W adalah TD : 120/80mmHg, N: 87x/menit, RR: 19 x/menit,
Suhu: 36,6°C

3. Kasus I,II,III (20 November 2018)


a. (09.00) mendengarkan keluh kesah klien.
Respon : klien mengatakan nyeri ditengkuk sudah jarang dirasakan.
b. (09.10) Mengurangi aktifitas klien yang berlebihan, anjurkan klien
melakukan aktifitas ringan.
Respon : klien lebih banyak bedrest apabila terasa pusing/nyeri
tengkuk dan mengobrol dengan lansia lain apabila merasa cemas
c. (09.30) Memberikan aromaterapi lavender untuk menurunkan
kecemasan lansia.
Respon : klien menikmati aromaterapi lavender 5-10 menit dengan
ekspresi wajah rileks pagi hari dan melakukannya secara mandiri pada
malam hari sebelum tidur.
d. (09.50) Mengobservasi tekanan darah klien, menanyakan perasaan
klien.
Respon : Tn M adalah TD : 150/90mmHg, N: 80x/menit, RR:
20x/menit, Suhu: 36,8°C
56

Ny. N ialah TD : 160/80mmHg, N: 78x/menit, RR: 18 x/menit, Suhu:


36,6°C
Ny. W adalah TD : 120/70mmHg, N: 96x/menit, RR: 20 x/menit,
Suhu: 37,3°C

4. Kasus I,II,III (Tanggal 23 November 2018)


a. (09.00) mendengarkan keluh kesah klien.
Respon : klien mengatakan berat daerah tengkuk sudah jarang
dirasakan.
b. (09.10) memberikan penjelasan kepada klien akan keadaannya
sekarang.
Respon : klien kooperatif dan mendengarkan penjelasan perawat.
c. (09.20) Memberikan aromaterapi lavender untuk menurunkan
kecemasan lansia.
Respon : klien menikmati aromaterapi lavender 5-10 menit dengan
ekspresi wajah rileks
d. (09.30) Mengobservasi tekanan darah klien, menanyakan perasaan
klien.
Respon : Tn M adalah TD : 150/90mmHg, N: 88x/menit, RR: 20
x/menit, Suhu: 36,5°C
Ny. N adalah TD : 150/80mmHg, N: 79x/menit, RR: 20x/menit, Suhu:
36,9°C
Ny. W ialah TD : 120/70mmHg, N: 86x/menit, RR: 22 x/menit, Suhu:
36,6°C
F. Evaluasi
1. Kasus I (tanggal 13 November 2018 pukul 15.00 WIB)
Subjektif: klien mengatakan sering mencemaskan masalah kesehatannya
karena klien memiliki riwayat stroke dan hipertensi
Objektif: terdapat pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah gelisah, nyeri
pada daerah tengkuk skala 7, terdapat hemiparase di ekstremitas kanan.
Analisis: Masalah belum teratasi
Planning: lanjutkan intervensi a, c, d, e, f, g.
57

2. Kasus II (tanggal 13 November 2018 pukul 15.10 WIB)


Subjektif: klien mengatakan sering merasakan cemas akibat terasa berat
ditengkuk bagian belakang.
Objektif: terdapat pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah gelisah sambil
memegangi bagian tengkuk yang sakit.
Analisis: Masalah belum teratasi
Planning: tindakan a, c, d, e, f, g dilanjutkan
3. Kasus III (tanggal 13 November 2018 pukul 15.25 WIB)
Subjektif: klien mengatakan sering nyeri yang dirasakan saat berbaring
seperti memanggul beban skala 8 di tengkuk dan nyeri lutut.
Objektif: terdapat pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah gelisah dan
menyatakan bahwa ingin pulang.
Analisis: Masalah belum teratasi
Planning: tindakan a, c, d, e, f, g dilanjutkan.

Evaluasi lanjutan
1. Kasus I (tanggal 16 November 2018 pukul 15.00 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas yang biasa dirasakan sudah mulai
berkurang
Objektif: nyeri pada daerah tengkuk skala 4, terdapat hemiparase di
ekstremitas kanan, ekspresi wajah tenang saat menceritakan masalah
kesehatannya
Analisis: Masalah teratasi sebagian
Planning: lanjutkan intervensi a, c, d, e
2. Kasus II (tanggal 16 November 2018 pukul 15.10 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas mulai berkurang.
Objektif: ekspresi wajah tampak rileks, klien terdapat pernyataan verbal
bahwa cemas mulai berkurang, klien lebih sering mengobrol dengan lansia
lainnya
Analisis: Masalah teratasi sebagian
Planning: tindakan a, c, d, e dilanjutkan.
3. Kasus III (tanggal 16 November 2018 pukul 15.25 WIB)
58

Subjektif: klien mengatakan cemas dan nyeri yang dirasakannya mulai


berkurang
Objektif: tidak ada pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah mulai tenang
Analisis: Masalah teratasi sebagian
Planning: tindakan a, c, d, e dilanjutkan.

Evaluasi lanjutan
1. Kasus I (tanggal 20 November 2018 pukul 16.00 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas tak lagi dirasakan
Objektif: ekspresi wajah tampak tenang, tidak ada pernyataan verbal nyeri
tengkuk maupun cemas.
Analisis: Masalah teratasi.
Planning: Pertahankan intervensi a, b, d, f.
2. Kasus II (tanggal 20 November 2018 pukul 15.10 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas dan nyeri tengkuk hilang.
Objektif: ekspresi wajah tampak rileks, tidak ada pernyataan verbal
cemas.
Analisis: Masalah teratasi
Planning: pertahankan tindakan
3. Kasus III (tanggal 20 November 2018 pukul 15.25 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas dan nyeri tengkuk hilang.
Objektif: tidak ada pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah tenang
Analisis: Masalah teratasi sebagian
Planning: tindakan a, b, d, f dilanjutkan.

Evaluasi lanjutan
1. Kasus I (tanggal 23 November 2018 pukul 16.00 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas tak lagi dirasakan
Objektif: ekspresi wajah tampak tenang, tidak ada pernyataan verbal nyeri
tengkuk maupun cemas.
Analisis: Masalah teratasi.
Planning: Pertahankan intervensi
59

2. Kasus II (tanggal 23 November 2018 pukul 15.10 WIB)


Subjektif: klien mengatakan cemas dan nyeri tengkuk hilang.
Objektif: ekspresi wajah tampak rileks, tidak ada pernyataan verbal
cemas.
Analisis: Masalah teratasi
Planning: pertahankan tindakan
3. Kasus III (tanggal 23 November 2018 pukul 15.25 WIB)
Subjektif: klien mengatakan cemas dan nyeri tengkuk hilang.
Objektif: tidak ada pernyataan verbal cemas, ekspresi wajah tenang
Analisis: Masalah teratasi sebagian
Planning: tindakan dihentikan.