Anda di halaman 1dari 98

LAPORAN

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI APOTEK K-24 PANGKALPINANG

JL.SOEKARNO HATTA NO. 02 PANGKALPINANG

TANGGAL 7 JANUARI SAMPAI 7 MARET 2019

Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti

Ujian Kenaikan Kelas (UKK)

Disusun oleh:

OKTAVIA PUSPITASARI

NIS: 20170582

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

DINAS PENDIDIKAN

SMK NEGERI 5 PANGKAL PINANG

Jl. Satam RT.09/RW.03 Kel. Semabung Baru Kec.Girimaya

Telp.(0717)4256624 fax.(0717)4256836

e-mail: smkn5@dinpendikpkp.go.id
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI APOTEK K24 PANGKALPINANG

JL.SOEKARNO HATTA NO.02 PANGKALPINANG

PANGKAL PINANG

TANGGAL 7 JANUARI SAMPAI 7 MARET 2019

NAMA: 1. OKTAVIA PUSPITASARI NIS. 20170582

2. M.FADLY KHANNA FIRMANSYAH NIS. 20170632

Telah diuji dan disetujui oleh dewan penguji dan dapat diterima sebagai

syarat untuk mengikuti Kenaikan Kelas di SMK NEGERI 5 Pangkalpinang

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 5 Pangkalpinang

Drs. Basir, M.T.

NIP.19961101 198902 1 001


LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI APOTEK K-24 PANGKALPINANG

JL.SEOKARNO HATTA NO.02 PANGKALPINANG

TANGGAL 7 JANUARI SAMPAI 7 MARET 2019

NAMA: OKTAVIA PUSPITASARI

NIS : 20170582

Telah diuji dan disetujui oleh dewan penguji dan dapat diterima sebagai syarat

untuk mengikuti Ujian Kenaikan Kelas (UKK) di SMK NEGERI 5

Pangkalpinang.

Pembimbing Apotek Pembimbing Sekolah

Gitt

a Dewi F, S.Farm., Apt Bayu Sulistiyono, S.Far., Apt.

Penguji

Okiana, S.T
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia-NYA sehingga

penulis dapat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan(PKL) di “Apotek K-24

Pangkalpinang JL.SOEKARNO HATTA” dapat terselesaikan dengan baik dan

lancar.

Praktek lapangan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal

pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam pengolahan industri farmasi

kepada siswa siswi serta meningkatkan kemampuan dalam mengabdikan

profesinya kepada masyarakat.

Alhamdulillah laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dapat

dilaksanakan dengan baik dan lancar tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan

dari berbagai pihak pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak-banyak

terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu dalam penyelesaian

laporan ini, terutama kepada:

1. Bpk. Drs.Basir,M.T. Selaku Kepala SMK Negeri 5 Pangkalpinang

2. Ibu Shinta Deasyana, Selaku Direktur/Pimpinan Apotek K-24

3. Ibu Windy Garini, S.Pd. Selaku Wakasek akademis SMK Negeri 5

Pangkalpinang

4. Ibu Andam Sari Dewi, S.Kom, Selaku Wakasek akademis

5. Bpk.Bayu Sulistiyono, S.Far., Apt, Selaku Pembimbing sekolah

6. Ibu Gitta Dewi F,S.Farm.,Apt, Selaku Pembimbing Lapangan

7. Guru-guru SMK Negeri 5 Pangkalpinang

4
8. Karyawan/Pegawai Apotek K24 Pangkalpinang JL.Soekarno Hatta

9. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang

telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini.

Penyusunan laporan ini sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian

Kenaikan Kelas (UKK) Tahun Pelajaran 2018/2019 serat sebagai bukti bahwa

telah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan(PKL)

Oleh karena itu segala saran dan kritik demi kesempurnaan sangat penulis

harapkan. Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembacanya dan semua pihak

yang membutuhkan dalam peningkatan wawasan keterampilan dalam pengolahan

apotek.

Pangkalpinang, 7 Maret 2019

Penyusun,

OKTAVIA PUSPITASARI

DAFTAR ISI

5
HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

LEMBAR PENGESAHAN............................................................................ii

KATA PENGANTAR...................................................................................... iv

DAFTAR ISI....................................................................................................vi

DAFTAR GAMBAR....................................................................................... ix

BAB Ⅰ PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang................................................................................1


1.2 Tujuan dan Manfaat.......................................................................2
1.2.1 tujuan pelaksanan PKL.........................................................2
1.2.2 tujuan pembuatan laporan`...................................................3
1.2.3 manfaat pelaksanan PKL......................................................3

BAB Ⅱ TINJAUAN UMUM

2.1. Sejarah Apotek K-24.....................................................................5

2.2 Visi dan Misi Apotek K-24....................................................................6

2.2.1. Visi....................................................................................6

2.2.2. Misi....................................................................................7

2.3. Konsep Bisnis Apotek K-24 Pangkal pinang.................................7

2.4. Merek dan Citra Perusahaan ........................................................8

2.5. Gambaran umum Apotek K-24 Pangkalpinang ...........................10

2.5.1. lokasi Apotek K-24 Pangkalpinang.....................................10

6
2.5.2 Tata Ruang Apotek K-24 Pangkalpinang..............................10

2.6. Struktur Organisasi Apotek K-24 Pangkalpinang............................11

2.7. Sistem Pelayanan Kefarmasian di Apotek K-24

Pangkalpinang..................................................................................12

2.7.1. Pengelolaan perbekalan farmasi .....................................................12

2.7.1.1 Perencanan...........................................................................12

2.7.1.2 Pengadaan............................................................................13

2.7.1.3 Penerimaan...........................................................................16

2.7.1.4 Penyimpanan........................................................................18

2.7.1.5 Pendistribusian.....................................................................19

2.7.2. Cara pemusnahan obat dan resep.....................................................23

2.7.3. Pencatatan dan Pelaporan................................................................24

2.7.4. Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)......................................24

BAB Ⅲ URAIAN KEGIATAN

3.1. Waktu pelaksanaan PKL..........................................................26

3.2. Tabel Kegiatan Pelaksanaan PKL.............................................26

7
3.3. Uraian kegiatan PKL.................................................................37

BAB Ⅳ TEMUAN

4.1. Permasalahan..........................................................................44

4.2. Usulan pemecahan masalah....................................................44

BAB Ⅴ PENUTUPAN

5.1. Kesimpulan..................................................................................45

5.2. Saran-saran..................................................................................45

5.2.1 Saran bagi penulis...............................................................46

5.2.2 Saran bagi SMK Negeri 5 Pangkalpinang..........................46

5.2.3 Saran bagi Apotek K-24 Pangkalpinang.............................46

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................48

LAMPIRAN-LAMPIRAN

 Agenda/jurnal kegiatan
 Daftar Hadir
 Foto kegiatan
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Logo Apotek K-24............................................................9


Gambar 2.2 Struktur Organisasi Apotek K-24 Pangkalpinang.............11
Gambar 2.3 Alur Pengadaan Barang....................................................14
Gambar 2.4 Alur Pelayanan Sediaan Resep.........................................21
Gambar 2.5 Alur Pelayanan Sediaan Non Resep..................................22

8
9
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Obat merupakan suatu komponen penting dan strategis dalam sistem

pelayanan di Rumah Sakit, Apotek, maupun Puskesmas. Oleh karena itu

perlu diciptakan suatu aturan di bidang pemakaian obat sehingga dapat

diupayakan untuk memenuhi persyaratan efektif, aman, rasional dan murah.

Pemilihan jenis obat yang tepat dan efektif sangat mempengaruhi proses

penyembuhan pasien walaupun banyak fakor yang berpengaruh pada proses

penyembuhan suatu penyakit.

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan

yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk

memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk

pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan

pemulihan kesehatan oleh pemerintahan dan masyarakat. Salah satu sarana

kesehatan untuk melaksanakan upaya kesehatan adalah apotek.

Oleh karena itu calon Asisten Apoteker (AA) sebagai salah satu tenaga

kesehatan perlu untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kompetensinya

sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.Salah satunya

melalui kegiatan PKL ini, Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan

kegiatan untuk memberikan pengalaman belajar bagi pelajar farmasi dalam

1
2

situasi dunia kerja yang nyata,khususnya mengetahui dan memahami

seluruh aspek-aspek kefarmasian di apotek.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 73 tahun 2016 Tentang

standar pelayanan kefarmasian di apotek, Apotek merupakan sarana

pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker.

Asisten Tenaga Kefarmasian adalah tenaga kefarmasian yang membantu

Apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian.

Berdasarkan hal tersebutlah,maka diadakan kerjasama antara SMK

Negeri 5 Pangkalpinang dengan Apotek K-24 Soekarno Hatta untuk

melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

PKL di Apotek merupakan suatu modal penyelenggaraan pendidikan

yang memadukan secara utuh dan terinegritas kegiatan belajar siswa di

sekolah dangan proses penguasaan keahlian kejuruan melalui bekerja

langsung di lapangan kerja.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1.2.1 Tujuan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan

a. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan dan

kemampuan dalam bentuk praktek kefarmasian.


b. Menumbuh kembangkan sikap yang mampu berkomunikasi,

memberikan informasi dan edukasi sediaan farmasi dan alat

kesehatan.
c. Meningkatkan, memperluas, memantapkan pengelolaan sediaan

farmasi dan alat kesehatan.


3

d. Memberikan kesempatan kepada pelajar untuk melakukan

keterampilan organisasi dalam praktek professional.


e. Memberi kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan

pengalaman kerja yang nyata dan langsung secara terpadu dalam

melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan farmasi.


f. Memberi kesempatan kepada pelajar untuk mampu

mengoptimalisasi penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan.


g. Memiliki tingkat kompetensi standar sesuai yang dipersyaratkan

oleh dunia kerja.

1.2.2 Tujuan Pembuatan Laporan

a. Sebagai salah satu bentuk latihan,dalam menghadapi Ujian

kompetensi pada akhir proses pembelajaran.

b. sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Kenaikan Kelas

(UKK).

c. Menambah wawasan tentang penulisan karya ilmiah.

d. Menganalisis kegiatan dan pembelajaran selama PKL

1.2.3 Manfaat PKL

a. Menambah pengetahuan tentang pelayanan sediaan farmasi kepada

masyarakat secara langsung.

b. Menambah wawasan mengenai nama, serta jenis obat yang beredar

di masyarakat.

c. Menambah pengetahuan tentang bagaimana syarat, perijinan dan

pengelolaan obat di apotek.


4

d. Dapat membandingkan antara teori yang didapat disekolah dengan

Praktek Kerja Lapangan sebenarnya.

e. Menumbuh kembangkan sifat yang mampu berkomunikasi

memberikan informasi dan edukasi sediaan farmasi.

f. Dapat berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat dan petugas

kesehatan lainnya yang ada di apotek.

g. Dapat menjalin kerja sama dan berkomunikasi dengan petugas

kesehatan lainnya.
BAB Ⅱ

TINJAUAN UMUM

2.1 Sejarah APOTEK K-24

Gerai pertama didirikan di Jl. Magelang mendapat sambutan yang luar

biasa sehingga didirikan gerai berikutnya pada tanggal 24 maret 2003 di Jl.

Gejayan dan tanggal 24 Agustus 2003 gerai ke tiga didirikan di Jl. Kaliurang

dan pada tahun 2004 apotek k-24 membuka gerai ketiga di Jl. Gondomanan

dan gerai keempat di dirikan di Kota Semarang di Jl. Gajah Mada. Pada

tanggal 6 April 2005 Apotek K-24 mendapat penghargaan dari Museum

Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Apotek Jaringan Pertama di Indonesia

Yang Buka 24 jam Non Stop Setiap Hari”. Karena keberhasilannya akhirnya

pada tahun 2005 apotek K-24 mulai di waralabakan dan pada ulang

tahunnya yang ke 3 (tiga) Apotek K-24 membuka secara serentak 7 gerai

baru, 4 gerai berlokasi di Surabaya, 2 gerai di Yogyakarta dan 1 gerai di

Semarang, bersamaan pula MURI memberikan penghargaan kembali yaitu

untuk “apotek asli Indonesia yang pertama diwaralabakan”, dan

“pembukaan gerai apotek terbanyak”

Apotek K-24 Pangkalpinang yang beralamat di Jl.Soekarno Hatta

No.02 didirikan pada tanggal 23 Oktober 2009 dan mulai beroperasi pada

tanggal 07 Desember 2009 yang dipimpin oleh Ibu Shinta Deasyana selaku

pemilik sarana Apotek dan Apoteker Asdan Nurlimahayati,S.Si.,Apt yang

5
6

menjabat dari bulan oktober 2009 hingga juli 2010. Pada tahun 2010 posisi

Apoteker digantikan oleh Gitta Dewi F,S.Farm.,Apt hingga sekarang.

2.2 Visi dan Misi Apotek K-24

2.2.1. Visi

a. Menjadi merek nasional yang menjadi pemimpin pasar bisnis

apotek di Negara Republik Indonesia, melalui apotek jaringan

waralaba yang menyediakan ragam obat yang komplit, buka 24

jam termasuk hari libur yang tersebar di seluruh Indonesia.

b. Menjadi merek nasional kebanggaan bangsa Indonesia yang

menjadi berkat dan bermanfaat bagi masyarakat, karyawan-

karyawati dan pemilik.

c. Menyediakan pilihan obat yang komplit, setiap saat, dengan harga

yang sama pagi-siang-malam dan hari libur.

d. Menyediakan kualitas pelayanan prima: Apotek K-24 senantiasa

mempelajari dan mengusahakan peningkatan kualitas pelayanan

untuk memaksimalkan tingkat kepuasan para pelanggan dan

penerima waralaba.

2.2.2. Misi

a. Menyediakan pilihan obat yang komplit, setiap saat, dengan harga

sama pagi-siang-malam dan hari libur: Apotek K-24 melayani

masyarakat selama 24 jam perhari 7 hari perminggu dengan


7

memberlakukan kebijakan harga yang tetap sama pada pagi hari,

siang hari, malam hari maupun hari libur.

b. Menyediakan kualitas pelayanan yang prima: Apotek K-24

senantiasa mempelajari dan mengusahakan peningkatan kualitas

pelayanan untuk memaksimalkan tingkat kepuasan para pelanggan

dan penerima waralaba.

2.3 Konsep Bisnis Apotek K-24

Persediaan ragam obat di Apotek K-24 Pangkalpinang relatif komplit:

a. Dua puluh empat jam

Semua gerai Apotek K-24 berkomitmen melayani masyarakat 24

jam per- hari dan hari libur nasional buka.

b. Harga sama
Apotek K-24 berkomitmen tidak memberikan harga yang lebih

tinggi diluar jam kerja biasa(harga sama pagi pagi,siamg,malam dan hari

libur).
c. Keaslian obat
Apotek K-24 berkomitmen untuk menyediakan obat hanya dari

sumber-sumber dengan prosedur yang resmi sehingga keaslian obat

lebih terjamin.

d. Kemajemukan
8

Semua karyawan Apotek K-24 memahami dan menghargai

perbedaan dan keberagaman sosial budaya di dalam maupun luar

perusahaan.

2.4 Merek dan Citra Perusahaan


a. Merek “K-24” merupakan singkatan dari Komplit 24 jam,berarti

persediaan obat relatif komplit dan buka 24 jam per-hari 7 hari per-

minggu.
b. Logo Apotek K-24 menyiratkan filosofi Apotek K-24 yang mana memiliki

makna kehidupan yang harmonis ditengah kemajemukan kelompok

masyarakat di Indonesia yang dilambangkan dengan berpadunya secara

harmonis. Apotek K-24 sudah dikenal dengan logonya yang merupakan

kombinasi warna hijau, kuning, merah, dan putih tersebut. Logo tersebut

tidak dibuat tanpa dasar, namun lebih mengusung konsep Bhinneka

Tunggal Ika yang menjadi semboyan negara Indonesia. Setiap warna pada

logo Apotek K-24 memiliki arti

Gambar 2.1 Logo Apotek K-24

a. Hijau

Melambangkan keberadaan umat Muslim yang merupakan keyakinan

mayoritas penduduk Indonesia.


9

b. Merah

Melambangkan keberadaan umat Nasrani,di Indonesia.

c. Kuning

Melambangkan keberadaan etnis Tionghoa,di Indonesia.

d. Putih

Melambangkan kelompok-kelompok lain yang terdapat di Indonesia yang

tidak terdeskripsikan oleh ketiga warna tersebut.

Meskipun terdiri dari bermacam-macam latar belakang, apabila

dikombinasikan warna tersebut menjadi tampak serasi seperti Indonesia

yang meskipun terdiri dari berbagai suku namun tetap bersatu.

2.5 Gambaran umum Apotek K-24 Pangkalpinang

2.5.1 Lokasi Apotek K-24 Pangkalpinang

Apotek K-24 di Pangkalpinang berada di Jalan Soekarno Hatta

Nomor 2 Pangkalpinang. Jika ditinjau dari dari lokasinya, Apotek K-

24 Pangkalpinang berada di lokasi yang cukup strategis karena

lokasinya yang dapat diakses dengan mudah karena merupakan jalan

raya menuju Bandara Depati Amir dan Rumah sakit Daerah, terdapat

papan petunjuk yang jelas dan di Apotek K-24 juga membuka praktik

dokter sehinga dapat menunjang banyaknya pasien yang membeli.


10

Selain membuka praktik dokter, Apotek K-24 juga memberikan

akses bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi dan terdapat juga

mading dan meja konsultasi Apoteker, dan lokasi yang strategis apotek

k-24 juga di tunjang dengan memiliki lingkungan yang

nyaman,tenang,ruangan ber-AC dan kebersihan terjaga.

2.5.2 Tata Ruang Apotek K-24 Pangkalpinang

Gedung Apotek K-24 Pangkalpinang terdiri atas 3 lantai. Lantai

pertama merupakan ruangan apotek yang terdiri dari ruang tunggu,

ruang penjualan, lemari alat kesehatan, lemari etalase obat, lemari

minuman, kasir, ruang konsultasi,gudang, loket penerimaan resep,

ruang bagian administrasi dan kamar mandi. Lantai kedua apotek

berisi gudang, praktik dokter, ruangan sholat, dapur dan kamar mandi.

Lantai ketiga merupakan gudang.

2.6. Struktur Organisasi Apotek K-24 Pangkalpinang

Dalam melaksanakan pelayanan apotek,jam kerja apotek dibagi 3 shift

yaitu shift pagi (07.15-15.15 WIB), shift siang (15.00-22.00 WIB), shift

malam (21.30-07.30 WIB).

Karyawan K-24 berjumlah 14 orang,yang terdiri dari 1 Apoteker

sebagai pengelola apotek,5 orang Asisten Apoteker (AA), 5 orang kasir, 1

orang bagian administrasi dan 2 orang bagian umum.

Berikut Struktur Organisasi Outlet/Apotek K-24 Pangkalpinang


11

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Apotek K-24 Pangkalpinang

2.7 Sistem Pelayanan Kefarmasian Di Apotek K-24 Pangkalpinang

2.7.1 Pengelola Perbekalan Farmasi

2.7.1.1. Perencanaan

Perencanaan adalah proses kegiatan dalam pemilihan

jenis,jumlah dan harga perbekalan farmasi yang sesuai

dengan kebutuhan anggaran,untuk menghindari kekosongan

obat dengan menggunakan metode yang dapat

dipertanggungjawabkan dan dasar-dasar perencanaan yang

telah ditentukan.

Ada empat metode perencanaan barang di apotek yaitu:

1. Metode epidemiologi
12

Adalah metode perencanaan obat berdasarkan jenis

penyakit yang banyak terjadi masyarakat.


contoh: jika musim hujan banyak penyakit flu maka obat

yang di butuhkan adalah obat-obatan flu.


2. Metode konsumsi
Adalah suatu metode perencanaan obat berdasarkan pada

banyaknya jumlah penggunaan obat yang sama pada tahun

sebelumnya.
3. Metode kombinasi
Adalah gabungan dari metode epidemiologi dan metode

konsumsi. Metode ini banyak digunakan di rumah sakit

dan apotek.
4. Metode JIT
JIT merupakan singkatan dari Just In Time,metode ini

jarang di stok di apotek karena hanya untuk obat-obat

mahal.

Perencanaan obat yang ada di Apotek K-24

Pangkalpinang yaitu menggunakan metode kombinasi

(metode epidemiologi dan metode konsumsi), perencanaan

metode ini dengan melihat stok yang telah menipis atau

kosong yang terdapat di buku defecta. Perencanan obat

yang akan dipesan berdasarkan jumlah sisa stok

obat,jumlah rata-rata penggunaan satu bulan,serta kategori

obat (slow moving,fast moving,dan normal moving).

2.7.1.2 Pengadaan
13

Pengadaan merupakan proses penyimpanan obat

yang dibutuhkan oleh unit pelayanan kesehatan yang

diperoleh dari pemasok eksternal melalui pembeliaan dari

manufaktur,distributor,atau Pedagang Besar Farmasi

(PBF).

Cek stok barang Ada

Catat di buku Siapkan SP


Tidak Obat di pesan
defecta
(surat pesanan)

Faktur

Cek barang
datang

Gambar 2.3 Alur Pengadaan Barang

Prosedur pengadaan sediaan farmasi dan alat

kesehatan di apotek k-24 pangkalpinang:

a. Pengadaan langsung dilakukan oleh Apoteker

Pengelola Apotek (APA)


b. Pemesanan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang

habis pada PBF dilakukan seriap hari kerja sesuai

kebutuhan.
c. Menentukan pesanan sediaan farmasi dan alat

kesehatan yang meliputi jenis (termasuk didalamnya


14

bentuk sediaan dan kekuatan sediaan),jumlah,dan

PBF yang dipilih.


d. Menulis SP (Surat Pesanan)
1. Surat pesanan obat dan alat kesehatan :
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF

dan arsip apotek).


b. Ditulis nomor urut lembar SP,nama dan alamat

PBF, jenis dan jumlah obat yang dipesan.


c. Dilakukan oleh APA langsung di tandatangani

APA dan di stempel apotek.


d. SP di fax atau di berikan kepala sales PBF.
2. Surat pesanan narkotika:
a. Ditujukan pada PBF Kimia Farma,dibuat rangkap

empat ( tiga untuk PBF dan satu untuk arsip

apotek).
b. Ditulis nomor urut lembar SP,nama,alamat dan

jabatan APA sebagai pemesan,jenis dan jumlah

yang dipesan serta tujuan penggunaan.


c. Satu lembar SP hanya dapat digunakan untuk

memesan satu jenis narkotika.


d. Dilakukan oleh APA disertai tandatangan dan di

stempel apotek
e. SP tidak bisa dikirim melalui fax.
3. Surat pesanan psikotropika :
a. Dibuat rangkap dua (masing-masing untuk PBF

dan arsip apotek).


b. Ditulis nomor urut lembar SP,nama,alamat dan

jabatan APA sebagai pemesan,jenis dan jumlah

yang dipesan.
15

c. Satu lembar SP dapat digunakan dari satu jenis

psikotropika.SP ditandatangani oleh APA dan di

beri stempel apotek.


d. SP tidak bisa dikirim melalui fax.

2.7.1.3 Penerimaan

Penerimaan merupakan kegiatan untuk menerima

perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai dangan

aturan kefarmasiaan melalui pembeliaan secara langsung

maupun tender.

Prosedur peneriman sediaan farmasi dan alat

kesehatan di Apotek K-24 Pangkalpinang:

a. Pengecakan antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur

meliputi:
1. Nama PBF,nama Apotek dan alamat Apotek.
2. Jenis sediaan farmasi dan alat kesehatan yang

dipesan sesuai tidak dengan faktur.


3. Kekuatan sediaan farmasi dan bentuk sediaan yang

dipesan sesuai tidak dengan faktur.


4. Jumlah yang dipesan sama sesuai tidak dengan

faktur. Bila tidak sesuai dikonfirmasikan dengan

PBF.
b. Pengecekan antara faktur dan sediaan farmasi yang

datang meliputi:
16

1. Jenis sediaan farmasi yang difaktur dengan fisik

obat
2. Jumlah sediaan farmasi yang difaktur dengan fisik

obat
3. Tanggal kadaluwarsa dan no batch
Bila jenis dan jumlah sediaan farmasi tidak

sama,maka dikembalikan dan ditukar dengan yang

tertera pada faktur dan SP . Bila no batch dan

expire date sesuai dengan barang yang di terima.


c. Sediaan farmasi dan alat kesehatan diperiksa kondisi

fisiknya antara lain:


1.Wadahnya harus baik dan tertutup rapat.
2.Kondisi sediaan tidak rusak (bentuk,warna,bau)

ataupun pecah.
3.Tanggal kadaluwarsa masih jauh.
Bila rusak atau tanggal kadaluwarsa sudah

dekat,direktur kepada PBF. Setelah pemeriks(AA)n

dan pencocokan selesai, faktur ditandatangani oleh

pihak apotek dan diberi stempel apotek. Faktur asli

diberikan kepada PBF dan salinannya disimpan

sebagai arsip apotek.

2.7.1.4 Penyimpanan

Penyimpanan merupakan kegiatan pengaturan

perbekalan farmasi menurut persyaratan undang-undang.

Di Apotek K-24 Pangkalpinang ketika barang yang datang

sudah dicek dan sesuai dengan SP (Surat Pesanan),

kemudian disimpan di tempat masing-masing dan dicatat


17

pada kartu stok. Penyimpanan obat di bagian dalam

khusus untuk obat golongan obat keras. Penyimpanan

berdasarkan bentuk sediaan,alfabetis dan suhu. Pada

ruangan Over The Counter (OTC) dan gudang obat

berdasarkan bentuk sediaan dan farmokologi.

Obat-obat tertentu disimpan di tempat terpisah seperti:

1. Narkotika dan psikotropika disimpan dilemari khusus

narkotika dan psikotropika berpintu dua dan memilliki

kunci.
2. Serum dan vaksin disimpan di lemari pendingin
3. Bahan yang mudah terbakar disimpan di tempat yang

terpisah.
Ada beberapa sediaan farmasi yang tdak

stabil/rusak jika tidak disimpan pada penyimpanan

khusus (dilemari pendingin) antara lain: suppositoria,

ovula, sediaan dengan bakteri lactobacillus, tablet

salut gula dan selaput, sirup, beberapa injeksi, insulin,

dan lain-lain. Lemari pendingin dilengkapi dengan

termometer untuk pemantauan suhu.

2.7.1.5 Pendistribusian
Pendistribusian obat dengan menggunakan sisitem

kombinasi FIFO (First In Frist Out) dan FEFO (First

Expired First Out),pasien juga dapat memesan obat di

Apotek k-24 dengan cara delivery.


18

Berikut pendistribusian obat yang dijual berdasarkan

resep dan non resep di Apotek K-24 Pangkalpinang:


a. Pendistribusian obat berdasarkan resep
Ketika resep datang dari pasien semua resep hatus

melalui tahap skrining terlebih dahulu oleh apoteker

atau Asisten Apoteker (AA), dengan memeriksa resep

tersebut maka bisa dipastikan bahwa obat yang ada

didalam resep tersebut bermasalah atau tidak. Jika

resep tersebut bermasalah, maka Apoteker/(AA)

mencoba mengatasinya, jika masalah tidak dapat

diatasi maka resep tersebut dikembalikan kepada

pasien. Apabila masalah dapat diatasi ,Apoteker/(AA)

melakukan pengecekan harga resep tersebut dan

dikonfirmasikan kepada pasien apakah setuju atau

tidak untuk menembusnya. Apabila setuju resep

langsung diproses. Berikut alur penyerahana obat

dengan resep:
19

Gambar 2.4 Alur Pelayanan Sediaan Farmasi

b. Pendistribusian obat berdasarkan non resep

Obat-obatan yang dilayani tanpa resep di

Apotek K-24 Pangkalpinang meliputi obat bebas,

bebas terbatas, kosmetik,alat kontrasepsi,Obat Asli

Indonesia,minuman seperi madu, susu serta alat-alat

kesehatan. Obat-obatan dan alat kesehatan tersebut


20

dapat dibeli secara bebas yang dilayani langsung oleh

Apoteker/(AA)/Kasir.

Apoteker/(AA)/Kasir terlebih dahulu bertanya

kepada pasien mengenai keluhan yang dirasakan.

Apabila bermasalah Apoteker/(AA) mencoba

mengatasi masalah kemudiaan Apoteker/(AA)

melayani pasien dan menginformasikan harga kepada

pasien. Apabila pasien keberatan maka transaksi batal

dan sebaliknya jika pasien tidak keberatan obat akan

disiapkan dan diserahkan kepada pasien oleh

Apoteker/(AA) dengan disertai Komunikasi Informasi

dan Edukasi (KIE).

Apabila permintaan tidak bermasalah Apoteker/

(AA) melayani pasien dan menginformasiakn harga

kepada pasieen dan disiapkan serta diserahkan kepada

pasien oleh Apoteker/(AA) dengan disetai KIE dan

apabila keberatan transaksi batal.berikut aluran

penyerahan tanpa resep:


21

Apoteker/(AA)/kasir melayani
permintaan sediaan tanpa resep
screening

Ya Tidak
Permintaan
bermasalah?

Apoteker/(AA) mencoba
mengatasi masalah

Ya
Masalah dapat Apoteker/(AA)
diatasi? melayani pasien

Transaksi batal Menginformasikan harga


kepada pasien

Ya Pasien
keberatan?
Tidak

Disiapkan

Diserahkan kepada pasien


Gambar 2.5 Alur Pelayanan Sediaan Non Resep oleh Apoteker/(AA) dengan
disertai KIE

2.7.2 Cara pemunasnahan resep dan obat


22

Obat kadaluwarsa atau rusak dimusnakan sesuai dengan jenis

dan bentuk sediaan. Pemusnahan obat kadaluwarsa atau rusak yang

mengandung narkotika dan psikotropika dilakukan oleh Apoteker

dan disaksikan oleh Dinas Kesehatan (DinKes) Kota.

Pemusnahan obat selain narkotika dan psikotropika dilakukan

oleh Apoteker dan Asisten Apoteker (AA)yang memiliki surat izin

praktik atau surat izin kerja. Pemusnahan dibukti kan dengan Berita

Acara Pemusnahan (BAP).

Resep yang disimpan melebihi jangka waktu 5 tahun dapat

dimusnakan. Pemusnahan resep dilakukan oleh Apoteker dan

disaksikan oleh petugas lain di apotek dengan cara dibakar atau

cara pemusnahan lain. Pada pemusnahan resep harus dibuat BAP

sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, rangkap 4 ditanda

tangani oleh APA bersama petugas apotek.

Berita Acara Pemusnahan (BAP) berisi tentang :

1. Tanggal pemusnahan resep serta cara pemusnahan resep.


2. Jumlah bobot resep yang dimusnahkan dalam satuan Kg dan

tanggal resep yang terlama dan terbaru dimusnahkan.


Tata cara pemusnahan obat adalah sebagai berikut:
a. Dihancurkan : obat sirup, injeksi vial, ampul/flacon,alkes
b. Dilarutkan : tablet, kapsul, dan pulveres
c. Ditanam : salep yang dikeluarkan dari wadahnya (tube).
Apotek K-24 Pangkalpinang belum pernah dilakukan

pemusnahan obat dan pemusnahan resep. Obat yang telah


23

kadaluwarsa dikumpulkan menjadi satu dan disimpan di dalam

ruangan gudang terkunci.


2.7.3 Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dilakukan pada setiap proses pengelolaan sediaan

farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai meliputi

pengadaan (surat pesanan dan faktur), penyimpanan (kartu stok),

penyerahan (nota atau struk penjualann) dan pencatatan lainnya

disesuaikan dengan kebutuhan. Pelaporan terdiri dari pelaporan

internal dan eksternal. Pelaporan internal merupakan pelaporan

yang digunakan untuk kebutuhan manejeen apotek, meliputi

keuangan, barang dan laporan lainnya. Pelaporan eksternal

merupakan pelaporan yang dibuat untuk memenuhi kewajiban

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan meliputi

pelaporan narkotika, psikotropikka, dan pelaporan lainnya.


2.7.4 Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
Komunukasi Informasi Edukasi (KIE) merupakan kegiatan

yang dilakukan oleh Apoteker dalam pemberian informasi

mengenai obat yang tidak memihak, dievaluasi dengan kritis dan

dengan bukti terbaik dalam segala aspek penggunaan obat kepada

profesi kesehatanlain, pasien ataupun masyarakat. Informasi

mengenai obat termasuk obat resep,obat bebas, dan obat herbal.


Informasi yang diberikan sebagai berikut:
1. Dosis
2. Bentuk sediaan
3. Formulasi khusus
4. Metode pemberian
5. Farmakokinetik
6. Farmakologi
7. Terapeutik dan alternatif
8. Efek samping
24

9. Harga
10. Keamanan penggunaan pada ibu hamil dan menyusui,dan lain-

lain.
BAB Ⅲ

URAIAN KEGIATAN

3.1 Waktu Pelaksanaan PKL

1. Waktu pelaksanan PKL dilakanakan pada tanggal 7 Januari 2019

sampai dengan 8 Maret 2019. Dalam melaksanakan Praktik Kerja

Lapangan (PKL) jam kerja dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi

(pukul 08.00-15.00) dan shift siang (pukul 14.00-21.00).


2. Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Apotek K-24

Pangkalpinag yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta No.02

Pangkalpinang.

3.2 Tabel Kegiatan Pelaksanaan PKL

1 Minggu ke-1  Memperkenalkan diri


 Menghafal tata letak obat, obat generik, obat

paten, obat narkotika, obat psikotropika, obat

OTC (Over The Counter), dan Alat kesehatan


 Mengecek stok obat obat pada rak generik dan

rak paten
 Menyusun obat dari buffer stok ke rak generik

dan rak paten


 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),


 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang
 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

25
26

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep


Seperti salep/cream, puyer, dan sirup
 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket
 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien
 Memberikan KIE kepada pasien
 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat
 Mengoplos dry sirup
 Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang
 Menyusun obat yang baru datang di buffer stock
 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok
 Merekap resep dan menulisnya di buku resep
 Menimbang PK (KMNO4)
2 Minggu ke-2  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang
 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten


 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),


 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang
 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien


 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep
Seperti salep/cream, puyer
27

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat
 Mengoplos dry sirup
 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket
 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien
 Memberikan KIE kepada pasien
 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

3 Minggu ke-3  Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien


 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep
Seperti salep/cream, puyer, dan kapsul
 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket
 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien
 Memberikan KIE kepada pasien
 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat
 Mengoplos dry sirup
 Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang
 Memeriksa ketersediaan obat di rak OTC (Over

The Counter)
 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),


28

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang
 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok
 Merekap resep dan menulisnya di buku resep
4 Minggu ke-4  Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer, dan kapsul

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien

 Memberikan KIE kepada pasien

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup

 Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang
29

 Memeriksa ketersediaan obat di rak OTC (Over

The Counter)

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok

 Menulis buku defecta

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep


5 Minggu ke-5  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat


30

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien

 Memberikan KIE kepada pasien

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

6 Minggu ke-6  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di


31

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien

 Memberikan KIE kepada pasien

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

7 Minggu ke-7  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan


32

barang datang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien
33

 Memberikan KIE kepada pasien

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

8 Minggu ke-8  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup


34

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien

 Memberikan KIE kepada pasien

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

9 Minggu ke-9  Menerima barang datang,mengecek kesesuaian

antara Surat Pesanan (SP) dengan faktur dan

barang datang

 Mengisi dan menulis obat yang baru datang di

kartu stok dirak generik dan rak paten

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

rak OTC (Over The Counter),

 Menyusun obat bebas dan obat bebas terbatas di

gudang

 Melayani pasien non resep lalu mengambil obat

sesuai permintaan pasien

 Meracik sediaan obat sesuai dengan resep

Seperti salep/cream, puyer


35

 Mengisi kartu stok setelah mengambil obat

untuk mengetahui jumlah obat yang keluar dan

sisa obat

 Mengoplos dry sirup

 Melakukan skrinning resep, menyiapkan

sediaannya,membuatkan etiket

 Membuat copy resep yang sesuai dengan resep

pasien

 Memberikan KIE kepada pasien

 Merekap resep dan menulisnya di buku resep

3.3 Uraian Kegiatan PKL


1. Menghafal Tata Letak Sediaan Farmasi
Untuk mempermudahkan mempercepat pencarian obat dilakukan

penghafalan tata letak obat dan alat kesehatan terlebih dahulu. Penghafalan

dimulai dati rak obat generik, obat paten, obat narkotika, obat

psikotropika, obat OTC dan alat kesehatan. Tata letak obat di Apotek K-

24 Pangkalpinang sesuai dengan bentuk sediaan, farmakologi, alfabetis,

dan golongan.
2. Memeriksa Ketersediaan Obat Di Rak Obat
36

Memeriksa ketersediaan obat di rak obat dilakukan untuk

mengetahui kekosongan atau kekurangan obat di rak obat. Obat yang

kosong ditulis di buku defecta dan obat yang kurang di isi dengan

mengambil stok obat yang ada di buffer stock atau gudang.

3. Menyusun Obat Bebas Di Etalase Obat


Obat yang habis atau hampir habis sebaiknya diisi guna menghindari

kekosongan di rak etalase saat pasien ingin membelinya. Menyusun obat

yang diambil di gudang disusun sesuai FIFO (First In First Out), yaitu

obat yang masuk pertama akan dikeluarkan terlebih dahulu dan obat yang

memiliki tanggal kadaluarsa terdekat akan didahulukan penjualannya


4. Membaca dan Memeriksa Kelengkapan Resep
Sebelum pengambilan obat dan pembuatan obat yang dibutuhkan

pasien, penulis membaca resep terlebih dulu agar lebih mudah dalam

pengambilan obat. Tidak hanya membaca resep saja penulis juga

melakukan skrinning resep atau yang biasa ketahui dengan memeriksa

kelengkapan resep.
5. Membuat Copy Resep
Copy resep adalah salinan resep yang dibuat oleh farmasis, yang

memuat semua keterangan yang terdapat di dalam resep asli seperti, nama

dan alamat apotek, SIA, paraf farmasis, detur (obat yang sudah

diserahkan) atau ne detur (obat yang belum diserahkan), nomor resep, dan

tanggal pembuatan. Salinan resep harus tetap ditulis semua baik yang

sudah diambil, belum diambil ataupun yang diambil sebagian. Salinan

resep dibuat jika diperlukan oleh pasien yang hanyaningin mengambil obat
37

sebagian dari jumlah yang ditulis dalam resep untuk diambil lagi di lain

waktu dan jika pengUjian resep (iter).


6. Menulis Etiket
Etiket terbagi menjadi dua macam yaitu, etiket putih untuk obat yang

digunakan melalui mulut masuk kerongkongan terus ke perut atau disebut

juga pemakaian oral (contohnya : sirup, punyer, kapsul) sedangkan etiket

biru untuk pemakaian luar yaitu obat yang digunakan melalui mata,

hidung, telinga,vagina, rektum, dan termasuk pula obat kumur (contoh:

salep, suppositoria).
Pada etiket harus dicantumkan:
a. Nama dan alamat apotek.
b. Nama dan nomor S.I.A .
c. Nama dan tanggal pembuatan.
d. Nama pasien.
e. Aturan pemakaian.
f. Tanda lain yang diperlukan misalnya: Kocok dulu.
7. Menghitung dan Menulis Kartu Stok Setelah Melakukan

Pengambilan Obat
Kartu stok digunakan untuk mencatat mutasi obat (penerimaan,

pengeluaran, hilang, rusak atau kadaluwarsa). Setiap satu obat memiliki

satu kartu stok. Tiap lembar kartu stok hanya diperuntukan mencatat data

mutasi satu item obat. Penulisan kartu stok bertujuan untuk memastikan

kesamaan jumlah fisik dengan sistem komputerisasi. Setiap pengambilan

obat selalu dicantumkan di kartu stok dengan mencantumkan tanggal,

jumlah pengeluaran, sisa dan paraf.


8. Meracik Obat Sediaan Puyer, Kapsul, Salep, dan Sirup di Bawah

Pengawasan Apoteker Atau Asisten Apoteker (AA)


Sediaan yang dibuat puyer biasanya diracik untuk mengkombinasikan

beberapa obat yang digunakn untuk pasien bayi dan anak-anak, tujuan

pembuatan sediaan ini agar memudahkan pasien untuk mengkonsumsi


38

obat tersebut, agar dosis yang di berikan sesuai dengan umur dan berat

badannya.
Sediaan kapsul dibuat untuk pasien dewasa, sediaan ini dapat

mengkombinasikan beberapa obat yang dimasukan kedalam cangkang

kapsul yang bertujuan agar dapat menutupi rasa dan bau obat yang kurang

enak dengan cara ini dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam

pemakaian obat.
Sediaan salep merupakan salah satu sediaan yang diresepkan untuk

pemakaian luar, sediaan ini dapat digunakan untuk semua umur pasien.

Sediaan ini biasanya diracik dengan mencampurkan beberapa jenis salep

yang sesuai dengan resep, biasanya bertujuan untuk pengobatan penyakit

kulit sehingga efek yang di hasilkan sesuai dengan jenis penyakit pasien

tersebut.
Sediaan sirup merupakan sediaan cair yang sering diresepkan oleh

dokter. Resep sediaan sirup biasanya untuk anak-anak dan dewasa,

sediaan sirup yang diracik biasanya berupa obat batuk yang

dikombinasikan, yang bertujuan agar khasiat obat bekerja lebih cepat.


9. Mengoplos Dry Syrup
Menyiapkan sirup kering sesuai dengan permintaan pada resep oleh

Asisten Apoteker ((AA)) atau Apoteker. Kemudian sirup ditambahkan air

sesuai yang dibutuhkan lalu dikocok sampai terlarut. Setelah itu diberi

etiket putih dan ditulis kocok terlebih dahulu.


10. Melayani Resep Narkotika dan Psikotropika
Dalam pelayanan resep narkotika dan psikotropika berbeda dangan

pelayanan resep non narkotika dan psikotropika. Pada pelayanan resep

narkotika dan psikotropika keasli(AA)n resep sangat dipertimbangkan.

Dalam penulisan pada kartu stok juga berbeda, untuk penulisan kartu stok
39

narkotika dan psikotropika tidak hanya ditulis tanggal dan jumlah

pengambilan obat, tetapi juga ditulis nama pasien, nomor resep, tanggal

resep, nama dokter, alamat dan nomor telepon pasien, serta aturan pakai.
11. Melakukan Swamedikasi
Pelayanan obat non resep merupakan pelayanan yang sangat penting

di apotek, Pasien mengemukakan keluhan atau gejala penyakit kemudian

memilihkan alternatif obat atau merujuk ke pelayanan kesehatan lain. Jika

ada pasien yang datang, penulis melayani pasien dan menanyakan obat

yang dibutuhkan pasien sekaligus menanyakan keluhan pasien kemudian

mengambil obat serta memerikana penjelasan penggunaan dan aturan

pakai obat tersebut.


12. Mengecek Stok Obat
Mengecek stok obat merupakan kegiatan perhitungna perbekalan

sediaan farmasi yang dilakukan secara berkala dengan tujuan untuk

memastikan kesesuaian ketersediaan obat yang ada, dan menjadi tanggung

jawab rak masing-masing karyawan.


13. Menulis Obat yang Habis di Buku Defacta
Buku defecta adalah buku yang berisi tentang barang yang sudah

habis atau barang yang sudah mau menipis persediaannya. Buku defecta

ditulis bertujuan untuk mempersiapkan pemesanan barang, dari buku

defecta tersebut dilakukan pemesanan barang ke PBF dengan

menggunakan Surat Pesanan (SP) yang ditandatangani oleh Apoteker

Pengelola Apotek (APA).

14. Penerimaan Barang Datang


Obat yang datang harus ditandatangani sebagai bukti penerimaan.

Sebelum ditandatangani ada baiknya untuk memeriksa ked(AA)n fisik

dan juga jumlah sesuai dengan SP yang dikirim. Hal-hal yang diperiksa
40

meliputi nama apotek, nama barang, dosis obat, jumlah barang, kondisi

barang baik atu rusak, dan tanggal kadaluwarsa. Bila telah sesuai dan

diterima dalam kondis baik dan lengkap baru ditandatangani. Resi surat

jalan diberi cap Apotek K-24 Pangkalpinag.


15. Cek Faktur
Cek faktur dilakukan oleh Apoteker/(AA), cek faktur fdilakukan

dengan mencocokan nama barang, dosis obat, nomor batch, jumlah

bar(AA)ng, tanggal kadaluwarsa dengan keterangan yang tertera pad afisik

barang dan faktur setelah semua barang sesuai dengan pesanan maka

faktur diparaf dan distempel. Namun apabila terjadi ketidaksesuainan

barang, maka pihak apotek meretur barang tersebut kepada PBF disertai

dengan bukti returnya. Faktur asli diberikan langsung apabila pembeliaan

cash atau tunai kepada PBF, sedangkan copyannya sebagai arsip apotek.
16. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
Sebagai calon Asisten Tenaga Kesehatan (ATK), penulis harus dapat

memberikan KIE kepada pasien agar pasien mengetahui indikasi dari obat

tersebut, aturan pakai, tanggal kadaluwarsa, dan penyimpanan dari obat

yang dikonsumsi tersebut.

17. Merekap Resep


Merekap resep merupakan kegiatan yang dilakukan setelah pelayanan

yaitu melakukan perhitungan jumlah pengeluaran obat pada resep yang

diberikan kepada pasien setiap harinya yang kemudian ditulis di buku

resep. Kegiatan ini dilakukan oleh Asisten Apoteker ((AA)) ataupun

Asisten Tenaga Kesehatan (ATK) agar penggunaan obat dan jumlah obat
41

serta perbekalan farmasi yang keluar setiap harinya dapat tercatat dengan

baik dan benar.


BAB Ⅳ
TEMUAN
4.1 Permasalahan
a. Lemari dan buffer stock obat-obatan (rak generik,paten,rak sediaan

sirup,rak sediaan injeksi) sudah disusun secara alfabetis tetapi masih

banyak obat yang disusun berantakan dan berurutan


b. Obat-obatan yang didalam kulkas disusun tidak berurutan dan

bertumpuk.
c. Gudang penyimpanan obat bebas dan bebas terbatas terlihat bertumpuk.

4.2 Usulan Pemecahan Masalah


a. Sebaiknya pegawai apotek memiliki kesadaran untuk menyusun obat-

obatan kembali ke tempat semula agar mempercepat pencarian saat

pengambilan obat
b. Sebaiknya obat-obatan yang berada didalam kulkas disusun secara

alfabetis atau sesuai farmakologi, dan bila perlu kulkas diganti dengan

yang lebih besar agar obat-obatan tidak bertumpuk.


c. Sebaiknya gudang lebih disusun secara rapi agar terlihat tidak

bertumpuk.

42
BAB Ⅴ

PENUTUPAN

5.1 Kesimpulan

Pembelajaran di dunia kerja, yaitu di Apotek K-24 Pangkalpinang

merupakan suatu strategi yang memberi peluang kepada penulis guna

mencari wawasan melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang

sesungguhnya, dengan ad(AA)nya praktek kerja langsung di Apotek K-24,

penulis dapat merasakan bagaimana pelaksanaan praktek langsung di

lingkungan dunia kerja yang langsung dibimbing oleh pelaksanaan praktek

langsung di lingkungan dunia kerja yang langsung dibimbing

oleh pembimbing kami di Apotek K-24, Bahkan kami dapat mengukur

sejauh mana penguasaan ilmu yang didapatkan di sekolah.

5.2 Saran

Pada kesempatan ini,ijinkanlah penulis untuk memberikan beberapa

saran kepada beberapa pihak yang sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan

pertimbangan guna kemajuan dimasa mendatang. Praktik Kerja Lapangan

(PKL) telah dilaksanakan,dari beberapa hal yang penulis lihat selama PKL,

penulis mengajukan hasil yang telah diterapkan diantaranya :

43
44

5.2.1 Saran bagi Penulis

a. Sebelum melakukan PKL,penulis harus banyak membekali diri

dengan materi yang akan di hadapi di tempat PKL atau lebih

banyak bertanya kepada pembimbing

b. Penulis juga harus membekali diri dengan keterampilan dan

kemampuan yang cukup sebelum melaksanakan PKL

5.2.2 Saran bagi SMK Negeri 5 Pangkalpinang

a. Adanya kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia kerja

sehingga terjadi sinkronisasi materi yang diajarkan di sekolah dan

proses pembimbingan di tempat praktek.

b. Pihak sekolah agar dapat memantau kegiatan siswa yang sedang

melaksanakan PKL secara intensif sehingga segala kesulitan yang

timbul dapat segera terselesaikan.

5.2.3 Saran bagi Apotek K-24 Pangkalpinang

a. Pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah baik untuk itu

karyawan harus terus meningkatkan pelayanan apotek dari segi

apapun agar mencapai hasil yang baik.

b. Kedisiplinan karyawan saat mengambil obat yang sudah disusun

secara alfabetis harus ditingkatkan lagi guna memudahkan

pencarian pada saat melakukan pelayanan kepada pasien.


45

c. Sistem penyimpanan di apotek sudah baik namun penyimpanan di

gudang harus lebih disusun dengan rapi agar mempermudahkan

karyawan dalam melakukan pencarian obat di gudang


DAFTAR PUSTAKA

Nofi arista puspita dewi. 2016. Laporan PKL di apotek di

https://catatanfarmasii.blogspot.com/2016/08/laporan-pkl-di-apotek.html
(akses 13 Januari 2019)

Wikipedia. 2019. Apotek K-24 di https://id.wikipedia.org/wiki/Apotek_K-24


( diakses 13 Januari 2019)

Anonim, 2016. PERMENKES No. 73 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan

Kefarmasian di Apotek. Departemen Kesehatan Indonesia. Jakarta.


Anonim, 2017. PERMENKES No.41 tahun 2017 tentang Perubahan

Penggolongan Narkotika. Departemen kesehatan Indonesia. Jakarta


Anonim, 2014. Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2014. Tentang

Kesehatan. Presiden Republik Indonesia. Jakarta


Anonim, 2009. Peraturan pemerintahan Republik Indonesia No. 51 tentang

Pekerjaan kefarmasian. Departemen Kesehatan Indonesia. Jakarta.

L
A
M
P
I
R
A
N

46
3

FOTO KEGIATAN
Lampiran 1. Penampakan luar Apotek K-24 Pangkalpinang
Lampiran 2. Denah dalam Apotek K-24 Pangkalpinang

Lampiran 3. Denah jalan Apotek K-24 Pangkalpinang


Lampiran 4. Ruang OTC (Over The Counter)

Lampiran 5. Ruang tunggu


Lampiran 6. Majalah Dinding (MADING)

Lampiran 7. Meja konsultasi


Lamiran 8. Papan Apotek K-24 Pangkalpinang

Lampiran 9. Papan praktek Apoteker


Lampiran 10. Ruang ethical

Lampiran 11. Kulkas obat


Lampiran 12. Rak Sediaan obat generik

La

mpiran 13. Rak sediaan obat paten


Lampiran 14. Rak sediaan salep

Lampiran 15. Rak sedi(AA)an obat mata


Lampiran 16. Rak sedian sirup

Lampiran 17. Rak sediaan injeksi


Lampiran 18. Meja racik

Lampiran 19. Lemari Narkotika dan Psikotropika


Lampiran 20. Faktur obat

Lampiran 21. Buku defecta


Lampiran 22. Kartu stok

Lampiran 23. Copy resep


Lampiran 24. Etiket

Lampiran 25. Merekap resep dan menulisnya di buku resep


Lampiran 26. Gudang obat

Lampiran 27. Buffer stok


Lampiran 28. melayani pasien

Anda mungkin juga menyukai