Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

DHAMAN, KAFALAH DAN HIKMAHNYA


A. Dhaman
1. Pengertian Dhaman
Dhaman yaitu jaminan yang dinyatakan oleh seseorang
kepada pihak yang memerlukannya, baik berupa jaminan
utang, maupun jaminan mendatang barang.
Jaminan harus bisa dihadirkan atau dibayarkan pada saat
ia perlukan sesuai dengan perjanjian / pernyataan.
Contoh :
a. A menjamin untuk membayar utang B kepada C, maka C
boleh menagih kepada A, dan A harus melunasi utang
yang dijaminnya manakala sudah jatuh tempo
pembayaran.
b. A menjamin untuk mengendalikan barang yang dipinjam
oleh B dari C maka A wajib mengembalikan kepada C
c. A menjamin akan menghadirkan seseorang sebagai saksi
di muka pengadilan, atau menjamin untuk mendatangkan
barang bukti dalam suatu perkara.

2. Hukum Dhaman
Dhaman hukumnya mubah (boleh), dan apabila situasi
membutuhkan adanya jaminan, maka hukumnya menjadi
sunah. Tetapi bagi orang yang sudah bersedia atau menyatakan
menanggung / menjamin. Sedangkan janji itu wajib ditepati.
Landasan hukumnya adalah sabda Nabi Saw :

(‫العارية مـؤ ذاعوة والزعيم غارم )رواه الترمدىوأبداود‬

7
Artinya : “Pinjaman hendaklah dikembalikan, dan orang
yang menanggung hendaklah membayar” (HR.
Turmudzi dan Abu daud).

3. Rukun Dhaman
a. Orang yang berutang
b. Orang yang berpiutang
c. Orang yang menjamin pembayaran utang
d. Barang atau uang
e. Lafadz jaminan

4. Syarat-syarat Dhaman
a. Orang yang menjamin hendaklah baligh, berakal, atas
kehendak sendiri.
b. Utang atau barang yang dihadirkan harus diketahui
ukurannya, keadaan dan jumlahnya serta waktunya dan
tetap keadaannya.
c. Jaminan tidak mengandung penipuan
d. Jaminan tidak merupakan kewajiban orang yang
menjamin
e. Jaminan harus pasti, tertentu
f. Masing-masing pihak tidak boleh berkhianat.

A. Kafalah
5. Pengertian Kafalah
Kafalah sinonim dari ahaman, yaitu jaminan atau
tanggungan seseorang kepada pihak lain yang
memerlukannya.

7
Contoh kafalah misalnya menjamin untuk menghadirkan
seseorang yang sedang dalam perkara kemuka pengadilan
pada waktu dan tempat yang telah ditentukan jika perlu.
2. Dasar Hukum
1. Al-Qur’an ( QS.Yusuf; 66 )

Artinya : Aku sekali-kali tidak akan


melepaskannya( pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu
memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah SWT,
bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali.
3.Syarat dan Rukun Kafalah
Syarat
a) Sighat diekspresikan secara konkrit dan jelas’
b) Makful bih (Obyek tanggungan) bersifat mengikat terhadap
tertanggung dan tdk bisa dibatalkan secara syar’i.
c) Kafil : seorang yang berjiwa filantropi (suka berbuat baik demi
kemaslahatan orang lain).
d) Makful’ :anhu ada kemampuan utk menerima obyek
tanggungan baik atas dirinya atau yang mewakilinya. Makful
‘anhu harus dikenal baik oleh kafil.
e) Makful lahu juga harus dikenal dengan baik oleh kafil.
4. Rukun Kafalah
Rukun
a) Sighat Kafalah (ijab qabul), adalah kata atau ucapan yang harus
diucapkan dalam praktek kafalah

7
b) Makful bih (obyek tanggungan), adalah barang atau uang
yang digunakan sebagai tanggungan.
c) Kafil (penjamin/penanggung), adalah orang atau barang yang
menjamin dalam hutang atau uang sipeutang.
d) Makful’anhu (tertanggung), adalah Pihak atau Orang yang
Berpiutang.
e) Makful lahu (Penerima tanggungan), adalah Pihak Orang
yang berutang.
5. Macam – Macam Kafalah
Secara sederhana, Kafalah adalah tanggungan yang di
berikan oleh pihak ke tiga atas hutang pihak ke dua kepada
pihak ke tiga. Namun ternyata dalam prakteknya kafalah
memliki lima macam, yaitu sebagai berikut.
1. Kafalah bil Mal : jaminan pembayaran barang atau
pelunasan hutang. Bentuk kafalah ini merupakan sarana yang
paling luas bagi bank untuk memberikan jaminan kepada para
nasabahnya dengan imbalan/fee tertentu.
2. Kafalah bil Nafs : jaminan atas diri seseorang karena
nama baik atau ketokohannya. Dalam hal ini, bank dapat
bertindak sebagai Juridical Personality yang dapat
memberikan jaminan untuk tujuan tertentu.
3. Kafalah bit Taslim : Jaminan pengembalian atas
barang yang disewa, ketika batas sewa berakhir. Jenis
pemberian jaminan ini dapat dilaksanakan oleh bank untuk
keperluan nasabahnya dalam bentuk kerjasama dengan
perusahaan, leasing company. Jaminan pembayaran bagi bank
dapat berupa deposito/tabungan, dan pihak bank
diperbolehkan memungut uang jasa/fee kepada nasabah
tersebut.

7
4. Kafalah al-Munjazah : jaminan mutlak yang tdk
dibatasi oleh jangka waktu dan utk kepentingan/tujuan
tertentu, Dalam dunia perbankan, kafalah model ini dikenal
dengan bentuk performance bond (jaminan prestasi).
5. Kafalah al-Muallaqah : jaminan ini merupakan
penyederhanaan dari kafalah al-munjazah, di mana jaminan
dibatasi oleh kurun waktu tertentu dan tujuan tertentu pula.

6. Berakhirnya Kafalah
Akad kafalah berakhir apabila
1. Hutang telah lunas, baik makful anhu maupun kafil.
2. Makful lahu menghapus piutangnya kepada makful
anhu.
3. Apabila salah satu ingkar: umpamanya melakukan
wanprestasi agar kafil membayar hutangnya kepada makful
lahu.
4. Batas tanggal berakhirnya masa klaim bank garansi
telah melampaui tanpa ada klaim dari penerima bank garansi.
5. Terjadinya cacat hukum
6. Adanya penyataan dari penerima garansi tentang
pelepasa hak klaim atas bank garansi yang bersangkutan.
7. Dikembalikannya bank garansi asli kepada kafil atau
bank garansi tersebut hilang.

4. Hukum Kafalah
Jumhur ulama membolehkan adanya tanggungan badan
berdasarkan ketentuan syara, apabila disebabkan oleh harta.
Imam syafe’i berpendapat bahwa tanggungan ini tidak boleh.

7
Kedua orang faqih ini beralasan dengan dasar firman Allah
SWT.
         
   
Artinya : berkata Yusuf "Aku mohon perlindungan kepada
Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang Kami
ketemukan harta benda Kami padanya, jika Kami berbuat demikian,
Maka benar-benarlah Kami orang-orang yang zalim".
(Qs. Yusuf : 79)

Fuqaha yang membolehkan tanggungan beralasan kepada


sabda Nabi saw :
‫اليزعييـم غـارم‬
Artinya : “Penanggung itu sanggup kerugian”.
B. Hikmah Dhaman dan Kafalah
6. Dhaman dan kafalah dapat mendidik manusia bahwa selain
harus bertanggung jawab pada dirinya, juga bertanggung
jawab atas nasib orang lain, tidak boleh membiarkan orang
lain sengsara apalagi celaka
7. Sebagai suatu bentuk hubungan kerjasama yang baik dalam
menyelesaikan sesuatu masalah dimasyarakat
8. Mempermudah proses atau mekanisme kerja
9. Bentuk tolong menolong terhadap orang lain yang sangat
membutuhkan pertolongan.

BAB III
PENUTUP

7
A. Kesimpulan

Kesimpulan yang terdapat dalam makalah ini adalah:


1. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa ad-Dhaman
merupakan peminjaman yang dilakukan oleh seseorang yang
boleh melakukan aqad beban kewajiban orang lain yang
berhubungan dengan harta. ( misalnya menjamin pelunasan
hutang).
B. Saran
1. Berdasarkan isi dari makalah ini hendaklah dalam menjalani
kehidupan di dunia ini lebih memperluas dalam memahami
tentang hal yang berkaitandengan ilmu agama, seperti halnya
ilmu fiqih mu’amalah.

DAFTAR PUSTAKA