Anda di halaman 1dari 24

TUGAS SEJARAH INDONESIA

INDONESIA DALAM PANGGUNG


DUNIA

OLEH :

INDAH TRIANA PUTRI


XII IPA 5

SMAN 1 KOTA SOLOK


TP : 2018 / 2019

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Peran Indonesia Dalam Upaya Menciptakan Perdamaian Dunia” tepat pada
waktunya.

Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat


kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun penyusunannya, baik dalam penyajian
data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Oleh sebab itu, penulis
mengharapkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi
perbaikan di masa yang akan datang.

Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini sedikit banyaknya dapat


membawa manfaat kepada kita semua. Amin

Solok, februari 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB 1
1. Latar belakang ..................................................................................... 4
2. Rumusan masalah ................................................................................ 4
3. Tujuan penelitian ................................................................................. 4

BAB 2
A. Organisasi regional yang diikuti indonesia .......................................... 5

1. Gerakan non-blok (GNB) .................................................................... 5


2. Association Of Southeast Asian Nation (ASEAN) ............................. 8

B. Organisasi internasional yang diikuti indonesia .................................. 11

1. Organisasi Konferensi Islam (OKI) ..................................................... 11


2. Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi
Asia Pasifik (APEC) ............................................................................ 14
3. Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ...................................................... 17
4. Kontingen Garuda atau Misi Perdamaian Mealui Garuda ................... 21

DAFRTAR PUSTAKA

3
BAB I
Pendahuluan
1. Latar belakang
Perdamaian merupakan anugerah tuhanyang mahakuasa. Perdamaian selalu diidam-
idamkan oleh setiap orang bahka bangsa/negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh
karena itu, indonesia selalu berupaya menciptakan dan memelihara perdamaian dunia.
Upaya tersebut ditunjukan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai negara. Kerja
ama tersebut dirintis melalui Gerakan Non-Blok (GNB), ASEAN, Organisasi Konferensi
Islam (OKI), APEC, PBB, dan Kontingen Garuda atau Misi Perdamaian Melalui Garuda.

2. Rumusan masalah
(1) Apa itu gerakan non-blok (GNB) ?
(2) Apa itu Association Of Southeast Asian Nation (ASEAN) ?
(3) Apa itu Organisasi Konferensi Islam (OKI) ?
(4) Apa itu Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik
(APEC) ?
(5) Apa itu perserikatan bangsa-bangsa (PBB) ?
(6) Apa itu Kontingen Garuda atau Misi Perdamaian Mealui Garuda ?

3. Tujuan penelitian
(1) Untuk mengetahui gerakan non-blok (GNB)
(2) Untuk mengetahui Association Of Southeast Asian Nation (ASEAN)
(3) Untuk mengetahui Organisasi Konferensi Islam (OKI)
(4) Untuk mengetahui Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi Asia
Pasifik (APEC)
(5) Untuk mengetahui perserikatan bangsa-bangsa (PBB)
(6) Untuk mengetahui Kontingen Garuda atau Misi Perdamaian Mealui Garuda

4
BAB II
Isi

Peran Indonesia Dalam Upaya


Menciptakan Perdamaian Dunia
A. Organisasi regional yang diikuti indonesia

1. Gerakan non-blok (GNB)

Gerakan Non Blok (GNB) atau Non Alignment (NAM) merupakan gerakan yang
tidak memihak/netral terhadap Blok Barat dan Blok Timur.

a. Latar belakang berdirinya GNB

Faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya Gerakan Non Blok adalah sebagai berikut.
1. Munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di
bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia.
2. Adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang,
sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.
3. Ditandatanganinya “Dokumen Brioni” tahun 1956 oleh Presiden Joseph Broz Tito
(Yugoslavia), PM Jawaharlal Nehru (India), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir),
bertujuan mempersatukan negara-negara non blok.
4. Terjadinya krisis Kuba 1961 karena US membangun pangkalan militer di Kuba secara
besar-besaran, sehingga mengkhawatirkan AS.
5. Pertemuan 5 orang negarawan pada sidang umum PBB di markas besar PBB, yaitu:
1. Presiden Soekarno (Indonesia),
2. PM Jawaharlal Nehru (India),
3. Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir),
4. Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan
5. Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).

5
b. Pendiri GNB
Berdirinya Gerakan Non Blok (Non Aligned Movement) diprakarsai oleh para
pemimpin negara :
a) Presiden Soekarno (Indonesia),
b) PM Jawaharlal Nehru (India),
c) Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir),
d) Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan
e) Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).

c. Faktor Pendorong berdirinya GNB


Berdirinya GNB di dorong oleh beberapa hal yaitu :
1) Persamaan nasib bangsa-bangsa yang pernah dijajah menggalang solidaritas untuk
mengenyahkan kolonialisme.
2) Terjadinya perang dingin dan ketegangan dunia akibat persaingan antara blok Barat
dan blok Timur.
3) Terjadinya krisis Kuba yang mengancam perdamaian dunia.
4) Pada tahun 1961 terjadi pertemuan di Kairo sebagai persiapan KTT 1 GNB.
Gerakan Nonblok memiliki Prinsip-prinsip berikut ini :
1) Tidak berpihak dalam persaingan blok Barat dan blok Timur.
2) Berpihak terhadap perjuangan antikolonialisme
3) Menolak ikut serta berbagai bentuk aliansi militer
4) Menolak aliansi bilateral dengan negara super power.

d. Tujuan GNB

Gerakan Non Blok mempunyai tujuan, antara lain:


1) meredakan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan dua blok adidaya yang
bersengketa;
2) mengusahakan terciptanya suasana dunia yang aman dan damai;
3) mengusahakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis;
4) menentang kolonialisme, politik apartheid, dan rasialisme;
5) memperjuangkan kebebasan dalam bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar
persamaan derajat;

6
6) meningkatkan solidaritas di antara negara-negara anggota Gerakan Non Blok;
7) menggalang kerja sama antara negara berkembang dan negara maju menuju
terciptanya tata ekonomi dunia baru.

e. Asas Gerakan Non Blok


1) GNB bukanlah suatu blok tersendiri dan tidak bergabung ke dalam blok dunia yang
saling bertentangan.
2) GNB merupakan wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang yang
gerakannya tidak pasif.
3) GNB berusaha mendukung perjuangan dekolonisasi di semua tempat, memegang
teguh perjuangan melawan imperialisme, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme,
apartheid, dan zionisme.

f. Peran Indonesia dalam GNB


1. Indonesia sangat berperan penting dalam GNB, beberapa peran penting yang dilakukan Indonesia
adalah sebagai berikut:
2. Presiden Soekarno adalah satu dari lima pemimpin dunia yang mendirikan GNB;
3. Indonesia menjadi pemimpin GNB pada tahun 1991. Saat itu, Presiden Soeharto terpilih menjadi
ketua GNB. Sebagai pemimpin GNB, Indonesia sukses menggelar KTT X GNB di Jakarta;
4. Indonesia juga berperan penting dalam meredakan ketegangan di kawasan bekas Yugoslavia pada
tahun 1991.

g. Keanggotaan GNB
Pada waktu berdirinya, GNB hanya beranggota 25 negara. Setiap diselenggarakan
KTT anggotanya selalu bertambah, sebab setiap negara dapat diterima menjadi anggota GNB
dengan memenuhi persyaratan. Adapun syarat menjadi anggota GNB adalah sebagai berikut:
1) menganut politik bebas dan hidup berdampingan secara damai;
2) mendukung gerakan-gerakan kemerdekaan nasional;
3) tidak menjadi anggota salah satu pakta militer Amerika Serikat atau Uni Soviet.

7
2. Association Of Southeast Asian Nation (ASEAN)

ASEAN (Association Of South East Asian Nations) adalah organisasi kerjasama


negara-negara Asia Tenggara. ASEAN didirikan berdasarkan kesepakatan lima menteri luar
negeri Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filiphina pada tanggal 8 Agustus 1967
di Bangkok.

a. Latar belakang terbentuknya ASEAN


Perasaan senasib sebagai bekas negara terjajah membuat beberapa negara di kawasan
Asia Tenggara menghasilkan suatu inisiatif untuk membentuk kerja sama antarnegara di
kawasan Asia Tenggara. Inisiatif pembentukan organisasi kerja sama antarnegara dikawasan
Asia Tenggara juga didasari persamaan berikut :
1) Persamaan dibidang kebudayaan, bahasa, adat, tata krama, dan pola kehidupan
2) Persamaan senasib akibat kolonialisme bangsa asing
3) Persamaan letak geografis yang strategis dalam pencaturan politik dan ekonomi
internasional
4) Berakhirnya konfrontasi di kawasan Asia Tenggara, yaitu antara Indonesia, Malaysia,
dan Filiphina.

b. Pendiri ASEAN
ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pendirian ASEAN
dipelopori oleh lima negara, yaitu:
Singapura : S. Rajaratnam
Thailand : Thanat Khoman
Malaysia : Tun Abdul Razak
Indonesia : Adam Malik
Filipina : Narciso Ramos

8
c. Asas-asas ASEAN

1. Setiap anggota ASEAN memikul tanggung jawab utama untuk memperkokoh


stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan Asia Tenggara.
2. setiap anggota ASEAN menjamin perdamaian dan kemajuan perekonomian nasional
setiap anggota.
3. setiap anggota ASEAN menjamin stabilitas dan keamanan dalam menghadapi
campur tangan pihak luar dalam bentuk apapun.
4. setiap anggota ASEAN memelihara kepribadian nasional anggotanya sesuai dengan
cita-cita dan aspirasi rakyat negara masing-masing.
5. Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
6. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan
identitas nasional setiap negara
7. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur
tangan, subversif atau koersi pihak luar
8. Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
9. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
10. Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
11. Kerjasama efektif antara anggota

d. Tujuan terbentuknya ASEAN

1. mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan di


kawasan Asia Tenggara.
2. meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan
tertib hukum.
3. meningkatkan kerja sama yang aktif dalam bidang ekonomi, sosial budaya, teknik, ilmu
pengetahuan dan administrasi.
4. saling meberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian.
5. meningkatkan penggunaan pertanian, industri, perdagangan, jasa, dan meningktakan taraf
hidup.
6. memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-organisasi
internasioanl dan regional.

e. Prinsip-Prinsip ASEAN
1. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas
nasional negara-negara anggota.

9
2. Berkomitmen dan bertanggung jawab secara kolektif dalam meningkatkan
perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di kawasan.
3. menolak agresi, ancaman, penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk
apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional.
4. Menyelesaikan sengketa secara damai.

f. Peran Indonesia dalam Organisasi ASEAN


Indonesia memiliki beberapa peran dalam oraganisasi ASEAN. Peran – peran tersebut
yaitu ;

1) Salah satu negara pendiri ASEAN


Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang menjadi pelopor berdirinya
organisasi ASEAN. Saat itu Indonesia diwakili oleh Adam Malik yang merupakan Menteri
Luar Negeri Indonesia . Beliau merupakan salah satu pendiri Organisasi ASEAN . Peran itu
sangat sentral dan hingga sampai saat ini Indonesia diakui sebagai negara yang berpengaruh
dalam pembentukan organisasi ASEAN.

2) Memberikan gagasan dalam pembentukan komunitas keamanan ASEAN


Peranan penting yang pernah dilakukan Indonesia adalah dengan memberikan ide,
gagasan, atau pikiran dalam hal pembentukan komunitas keamanan ASEAN yang saat itu
dikemukakan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yaitu Hasan Wirajuda. Gagasan
tersebut sangat penting dalam hal mengenai terorisme, kejahatan transnasional, perampokan
separatisme, dsb.

3) Memberi gagasan dalam menghormati dan melindungi HAM


HAM sudah menjadi rahasia umum yang sering diperbincngkan diberbagai negara,
tidak hanya di Indonesia melainkan juga di negara – negara lainnya yaitu di negara – negara
yang ada di kawasan Asia Tenggara. Indonesia mengajak negara – negara ASEAN lainnya
untuk selalu menjunjung tinggi HAM dengan mentaati norma – norma dan aturan – aturan
yang ada di negaranya.

4) Khazanah budaya Indonesia adalah bagian dari kebudyaan ASEAN


Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, dan itu tersebar diseluruh
pelosok tanah air mulai dari Sabang sampai Merauke. Seluruh budaya yang ada di Indonesia
ini tentunya memperkaya khazanah budaya yang ada di ASEAN. Selain itu, Indonesia juga
turut berperan dalam hal mendukung adanya pertukaran budaya dengan cara pementasan
budaya – budaya ASEAN.

10
B. Organisasi internasional yang diikuti indonesia

1. Organisasi Konferensi Islam (OKI)

OKI (Organisasi Konferensi Islam) adalah sebuah organisasi internasional dengan 57


negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

a. Latar belakang berdirinya OKI


Organisasi Konferensi Islam (OKI) merupakan organisasi internasional non militer
yang didirikan di Rabat, Maroko pada tanggal 12 Rajab 1389 H/ 25 September 1969. Dipicu
oleh peristiwa pembakaran Mesjid Al Aqsha yang terletak di kota Al Quds (Jerusalem) pada
tanggal 21 Agustus 1969oleh pengikut fanatik kristen dan yahudi di Jerusalem, telah
menimbulkan reaksi keras dunia, terutama dari kalangan umat Islam. Saat itu dirasakan
adanya kebutuhan yang mendesak untuk mengorganisir dan menggalang kekuatan dunia
Islam serta mematangkan sikap dalam rangka mengusahakan pembebasan Al Quds.
Atas prakarsa Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hassan II dari Maroko, dengan
Panitia Persiapan yang terdiri dari Iran, Malaysia, Niger, Pakistan, Somalia, Arab Saudi dan
Maroko, terselenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Islam yang pertama pada tanggal
22-25 September 1969 di Rabat, Maroko. Konferensi ini merupakan titik awal bagi
pembentukan Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Secara umum latar belakang terbentuknya OKI adalah sebagai berikut :

 Tahun 1964 : Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab di Mogadishu timbul
suatu ide untuk menghimpun kekuatan Islam dalam suatu wadah internasional.
 Tahun 1965 : Diselenggarakan Sidang Liga Arab sedunia di Jeddah Saudi Arabia
yang mencetuskan ide untuk menjadikan umat Islam sebagai suatu kekuatan yang
menonjol dan untuk menggalang solidaritas Islamiyah dalam usaha melindungi umat
Islam dari zionisme khususnya.
 Tahun 1967 : Pecah Perang Timur Tengah melawan Israel. Oleh karenanya
solidaritas Islam di negara-negara Timur Tengah meningkat.

11
 Tahun 1968 : Raja Faisal dari Saudi Arabia mengadakan kunjungan ke beberapa
negara Islam dalam rangka penjajagan lebih lanjut untuk membentuk suatu Organisasi
Islam Internasional.
 Tahun 1969 : Tanggal 21 Agustus 1969 Israel merusak Mesjid Al Aqsha. Peristiwa
tersebut menyebabkan memuncaknya kemarahan umat Islam terhadap Zionis Israel.
Seperti telah disebutkan diatas, Tanggal 22-25 September 1969 diselenggarakan
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara Islam di Rabat, Maroko untuk
membicarakan pembebasan kota Jerusalem dan Mesjid Al Aqsa dari cengkeraman Israel.
Dari KTT inilah OKI berdiri.
Akhir-akhir ini OKI mengubah namanya yang dari sebelumnya Organisasi Konferensi
Islam menjadi Organisasi Kerja Sama Islam pada tanggal 28 Juni 2011.

b. Tujuan OKI
tujuan OKI, antara lain:
1. Meningkatkan solidaritas Islam diantara Negara-negara anggota
2. Mengonsolidasilkan kerjasama antara Negara-negara anggota dalam bidang ekonomi,
social, budaya, ilmu pengetahuan dan bidang-bidang kegiatan penting lainnya, serta
mengadakan konsultasi di antara Negara-negara anggota dalam organisasi-organisasi
internasional
3. Berusaha melenyapkan segregasi rasial, diskriminasi dan melenyapkan kolonialisme
dalam segala bentuknya
4. Mengambil langkah-langkah yang perlu unutk mendukung perdamaian serta
keamanan internasional yang berdasarkan atas keadilan
5. Mengoordinasikan usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci, medukung dan
menbantu perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan hak-hak dan membebaskan
tanah air mereka
6. Memperteguh perjuangan semua kaum muslimin dengan maksud melindungi
kehormatan, kemerdekaan, dan hak-hak nasional mereka
7. Menciptakan keadaan yang memungkinkan guna memajukan kerjasama dan saling
pengertian di antara Negara-negara anggota dan Negara-negara lain.

c. Prinsip organisasi
Untuk mencapai tujuan diatas, negara-negara anggota menetapkan 5 prinsip, yaitu :
1. Persamaan mutlak antara negara-negara anggota
2. Menghormati hak menentukan nasib sendiri, tidak campur tangan atas urusan dalam
negeri negara lain.
3. Menghormati kemerdekaan, kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.
4. Penyelesaian setiap sengketa yang mungkin timbul melalui cara-cara damai seperti
perundingan, mediasi, rekonsiliasi atau arbitrasi.
5. Abstein dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah,
kesatuan nasional atau kemerdekaan politik sesuatu negara.

12
d. Peran Indonesia dalam OKI
Dalam OKI, beberapa peran Indonesia adalah:
1. Memfasilitasi upaya penyelesaian konflik antara Pemerintah Filipina (GRP) dengan
Moro National Liberation Front (MNLF) dengan mengacu kepada Final Peace
Agremeent/ Perjanjian Damai, 1996.
2. Indonesia memberi dukungan bagi berdirinya negara Palestina yang merdeka dan
berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Dukungan dilanjutkan dengan
pembukaan hubungan diplomatik antara pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19
Oktober 1989.
3. Indonesia juga aktif dalam memperkenalkan Islam sebagai agama yang menjunjung
tinggi perdamaian dan toleransi.

13
2. Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama
Ekonomi Asia Pasifik (APEC)

APEC, singkatan dari Asia-Pacific Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi


Asia Pasifik, adalah forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik yang bertujuan untuk
mengukuhkan pertumbuhan ekonomi, mempererat komunitas dan mendorong perdagangan
bebas di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

a. Latar Belakang Terbentuknya Organisasi APEC


APEC (Asian Pasific Economic Coorporation) merupakan organisasi kerjasama
ekonomi regional di kawasan Asia Pasifik. Organisasi APEC berdiri pada bulan November
1989 di Canberr dan Australia diprakarsai Perdana Menteri Australia , Bob Hawke. Ada dua
belas negara pendiri Organisasi APEC, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand,
Filipina, Brunei Darussalam, Jepang, Republik Korea, Australia, Selandia Baru, Kanada dan
Amerika Serikat.
Pada tahun 1991 APEC menerima anggota baru , yaitu Cina dan Hong Kong. Pada
tahun 1993 APEC menerima Meksiko dan Papua New Guenia. Pada tahun 1994 APEC
menerima Cile dan pada tahun 1998 menerima Peru, Rusia , serta Vietnam sebagai anggota
baru.

Latar belakang terbentuknya organisasi APEC yaitu ;


(1) Kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan
adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun
1980-an.
(2) Kemajuan teknologi di bidang transportasi dan telekomunikasi semakin mendorong
percepatan perdagangan global yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan
yang cepat pada pasar uang, arus modal
(3) Meningkatnya kompetisi untuk memperoleh modal, tenaga kerja terampil, bahan baku,
maupun pasar secara global
(4) Meningkatnya kerja sama ekonomi di antara negara-negara seka-wasan seperti
Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang menerapkan sistem pasar tunggal untuk
Eropa; North American Free Trade Area (NAFTA) di kawasan Amerika Utara;
ASEAN Free Trade Area (AFTA) di kawasan Asia Tenggara.
(5) Berkurangnya persaingan persen-jataan, sehingga Forum-forum internasional yang
seringkali didominasi dengan pembahasan masalah pertahanan dan keamanan, mulai
digantikan dengan pembahasan masalah-masalah ekonomi dan perdagangan

14
(6) Timbulnya pemikiran untuk mengalihkan dana yang semula digunakan untuk
perlombaan senjata ke arah kegiatan yang dapat menunjang kerja sama ekonomi antar
negara.

b. Tujuan Terbentuknya Organisasi APEC

Organisasi APEC memiliki tujuan yang ditetapkan saat KTT ( Konferensi Tingkat
Tinggi ) APEC yang dilaksanakan di Bogor,Indonesia tahun 1994, yaitu ;
(1) Untuk mencapai perdagangan bebas dan terbuka dan Investasi di kawasan Asia-
Pasifik pada 2010 untuk negara maju dan 2020 untuk negara berkembang ( Bogor
Goals ) Tujuan utama yang ditetapkan pada KTT ke - 6 pada tanggal 15 November
1994 di Bogor,Indonesia.
(2) Meningkatkan kerjasama dan investasi dalam bidang perdagangan, meliputi
penghapusan hambatan-hambatan dan tarif perdagangan antar negara.
(3) Untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya di wilayah asia-pasifik,
menciptakan ekonomi domestik yang efisien dan secara dramatis meningkatkan
ekspor
(4) Membantu ekonomi untuk tumbuh, menciptakan lapangan kerja dan memberikan
kesempatan yang lebih besar untuk perdagangan internasional dan investasi
(5) Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan efisien pergerakan barang, jasa dan
orang di seluruh di wilayah perbatasan melalui kebijakan ekonomi dan kesejajaran
dan kerjasama teknis.

c. Kegiatan Organisasi APEC


Kegiatan yang telah dilakukan APEC dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dunia, yaitu ;
1) pengurangan tarif dan hambatan non tarif lainnya
2) menciptakan kondisi ekonomi yang lebih efisien dan meningkatkan perdagangan
3) Seluruh pihak diharapkan dapat melakukan perannya masing-masing dalam rangka
mencegah munculnya kebijakan-kebijakan yang bersifat protektif dan terus
melanjutkan upaya liberalisasi perdagangan. Hubungan perdagangan juga harus
kuat dan seimbang agar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.
4) perlunya membangun infrastruktur sebagai elemen dasar konektivitas.

d. Prinsip Umum Kerjasama APEC

(1) Menyeluruh (comprehensiveness): yaitu mencakup semua hambatan terhadap


sistem perdaganan dan investasi yang bebas dan terbuka.
(2) Konsisten WTO (WTO-consistency): yaitu langkah liberalisasi dan fasilitasi
konsisten dengan WTO.
(3) Kesebandingan (comparability): yaitu mewujudkan kesebandingan langkah
liberalisasi dan fasilitasi yang ditempuh anggota.
(4) Tidak memihak (non-discrimination): yaitu hasil liberalisasi dan fasilitasi
dinikmati oleh anggota maupun non-anggota AAPEC.
(5) Transparan (transparency): yaitu menjamin transparansi peraturan agar terwujjud
iklim usaha yang pasti.

15
(6) Standstill: yaitu menahan untuk tidak menerapkan kebijakan yang menambah
tingkat proteksi.
(7) Simultaneous start, Continuous Process & Differentiated Timetable: yaitu proses
liberalisasi dan fasilitasi dimulai segera, berkesinambungan dan tetap
memperhatikan tingkat pembangunan masing-masing anggota.
(8) Fleksibel (flexibility): yaitu fleksibilitas dimungkinkan untuk menghadapi isu yang
muncul dari perbedaan tingkat pembangunan masing-masing anggota.
(9) Kerjasama (cooperation): yaitu kerjasama ekonomi dan tekhnik yang mendukung
liberalisasi dan fasilitasi akan ditempuh secara aktif.

e. Peran Indonesia dalam Organisasi APEC


Indonesia merupakan salah satu dari dua belas pendiri Organisasi APEC. Pada tahun
1989, Indonesia membantu terbentuknya organisasi APEC. Indonesia ikut menikmati hasil
nyata dari forum kerja sama ekonomi tersebut. Negara anggota organisasi APEC merupakan
mitra dagang utama bagi Indonesia. Jumlah impor Indonesia sebesar 61% dari total ekspor
Indonesia. Selain itu, 50 % sumber investasi asing langsung berasal dari kerja sama Indonesia
dengan negara – negara anggota organsiasi APEC.
Pada tanggal 5 November 1994, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin
– pemimpin organisasi APEC di Bogor. Peran lain Indonesia dalam organisasi APEC antara
lain yaitu ikut mewujudkan ketertiban dunia melalui forum konsultasi APEC yang jujur, adil,
dan bebas serta saling membantu tanpa membedakan tingkat kemajuan bangsa.

16
3. perserikatan bangsa-bangsa (PBB)

a. Sejarah Perserikatakan Bangsa-Bangsa (PBB)


Pada 1915 Amerika Serikat (AS) berhasil menuangkan suatu konsep yang dirumuskan
oleh beberapa tokoh di Inggris mengenai pembentukan suatu liga, dengan tujuan untuk
menghindarkan dunia dari ancaman peperangan. Konferensi yang digagas beberapa negara
besar berpendapat bahwa melalui organisasi internasional dapat dijamin perdamaian
internasional. Atas usul Presiden AS, Woodrow Wilson. pada 10 Januari 1920 dibentuk suatu
organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations).
Tujuannya adalah untuk mempertahankan perdamaian internasional dan meningkatkan
kerjasama internasional. Sedangkan tugasnya yaitu menyelesaikan sengketa secara damai,
sehingga peperangan dapat dicegah.
Ada beberapa hasil dari Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Misalnya, Perjanjian Locarno
(1925) dan Perjanjian Kallog Briand (1928). Akan tetapi, secara umum LBB tidak mampu
menciptakan perdamaian dunia. Hal ini terbukti dari meletusnya Perang Dunia II. Perang ini
terjadi karena Jerman di bawah pimpinan Hitler, Italia yang dipimpin Mussolini, serta Jepang
berupaya untuk memperluas kekuasaan mereka atas berbagai wilayah dunia melalui jalan
penaklukan militer. Peperangan yang mereka sulut sebenarnya telah mengkhianati isi
kesepakatan Liga Bangsa-Bangsa.
Berkecamuknya Perang Dunia II menunjukkan bahwa dunia sangat membutuhkan
suatu organisasi yang mampu mewujudkan perdamaian dunia. Organisasi tersebut juga
diharapkan dapat memperat kerja sama antarbangsa untuk mengatasi kecamuk perang yang
melanda dunia.
Mendapati dunia yang semakin kacau akibat perang, Presiden As Franklin Delano
Roosevelt dan PM Inggris Wiston Churchill kemudian memprakarsai pertemuan yang
menghasilkan Piagam Atlantaik (Atlantic Charter) yang isinya sebagai berikut.
(1) Tidak melakukan perluasan wilayah di antara semaunya
(2) Menghormati hak setiap bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan dan menentukan
nasib sendiri
(3) Mengakui hak semua negaar untuk turut serta dalam perdagangan dunia
(4) Mengusahakan terbentuk perdamaian dunia di mana setiap bangsa berhak
mendapatkan kesempatan untuk hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan.
(5) Mengusahakan penyelesaian sengketa secara damai.

17
Pokok-pokok Piagama Atlantik itu selanjutnya menjadi dasar konferensi internasional
dalam rangka penyelesaian perang dunia kedua pada 14 Agustus 1914. Konferensi ini
menjadi jalan menuju pembentukan organisasi baru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Beberapa pertemuan yang mengarah pada terbentuknya PBB antara lain sebagai berikut....
(1) 30 Oktober 1943, di Moskow dilahirkan Deklarasi Moskow tentang keamanan umum
yang ditandatangani oleh Inggris, USA, Rusia dan Cina yang mengakui pentingnya
organisasi internasinal perdamaian dunia.
(2) 21 Agustus 1944, di Washintong DC dilangsungkan Konferensi Dumbarton Oaks
(Dumbarton Oaks Conference) yang diikuti oleh 39 negara yang membahas tentang
rencana mendirikan PBB.
(3) .Pada pertemuan Dumbarton Oaks, Washington DC, 21 Agustus 7 Oktober1945,
dipersiapkan piagam PBB.
(4) Piagam PBB ditandatangani di San Fransisco pada 26 Juni 1945 dan mulai berlaku 24
Oktober 1945. Penandatanganan piagam itu diikuti oleh 50 negara, yaitu 47 negara
penandatangan Declaration of United Nations ditambah dengan negara Ukraina,
Belarusia, dan Argentina. Kelimapuluh negara penandatangan tersebut dikenal sebagai
negara pendiri (Original members). Piagam PBB terdiri dari Mukadimah (4 alinea) dan
Batang Tubuh (19 bab dan 111 pasal). Isinya memuat tujuan, asas, alat perlengkapan
PBB, badan khusus, tugas dan kewajiban alat perlengkapan serta keanggotaan PBB.

b. Tujuan Organisasi PBB


Tujuan PBB adalah :
1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional dan menyelesaikan perselisihan
berdasarkan prinsip keadilan dan hukum Internasional.
2. Mengembangkan hubungan persaudaraan antar bangsa-bangsa berdasarkan sebasib,
sama hak dan kedudukan.
3. Menciptakan kerja sama dalam ememcahkan masalah usaha Internasional dalam bidang
ekonomi, sosial, budaya dan hak asasi.
4. Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam mewujudkan tujuan bersama cita-cita di
atas.
5. Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
6. Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan
fundamental tanpa membedakan warna, kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
7. Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis
untuk mencapai tujuan PBB.

c. Asas-Asas Organisasi PBB


Asas-asas PBB diuraikan dalam pasal 2 adalah :
(1) Susunan PBB berdasarkan asa persamaan kedaulatan semua anggotanya,
(2) Semua anggota harus menyelesaikan perselisihan internasional dengan jalan damai,
(3) Semua anggota harus menyelesaikan perselisihan internasional dengan tidak
menggunakan ancaman / kekerasan terhadap negara lain.
(4) Semua anggota harus menjalin hubungan internasional dengan tidak menggunakan
ancaman atau kekerasan terhadap negara lain.
(5) Semua anggota harus memberikan bantuan kepada PBB dalam segala tindakannya.
(6) PBB tidak diizinkan mencapuri hal-hal yang termasuk rumah tangga negara manapun.

18
(7) PBB harus memastikan bahwa negara-negara yang tidak merupakan anggota bertindak
selaras dengan asas tersebut, sejauh itu perlu untuk memelihara perdamaian dan
keamanan internasional.
(8) Bahasa resmi PBB yaitu yang digunakan adalah Inggris dan perancis. Dalam Majelis
Umum dan Dewan Ekonomi dan sosial menggunakan bahasa Spanyol.
(9) Keanggotaan PBB terbuka untuk semua negara cinta damai yang menerima kewajiban
yang termuat dalam piagam PBB dan menurut penilaian organisasi mampu dan mau
untuk memenuhi syarat-syarat itu.
(10) Anggota asli dari PBB adalah negara yang ikut serta menandatangani pernyataan
bangsa-bangsa tanggal 1 Januari 1942 atau yang ikut mengambil bagian dalam
konferensi San Fransisco dan yang meretifikas serta menandatangani piagam,
(11) Negara lain dapat dipernankan menjadi anggota oleh Majelis Uum atas rekomendasi
dewan keamanan, dan
(12) Anggota dapat do skorsing (dikeluarkan) oleh majelis Umum atas rekomendasi
dewasn keamanan.

d. Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa


Peranan PBB bagi Indonesia:
Turut menyelesaikan sengketa RI dengan Belanda mengenai wilayah Irian Barat. Dari
hasil perundingan di New York, PBB memegang kekuasaan atas Irian Barat sampai tanggal 1
Mei 1963 , saat penyerahan kekuasaan Irian Barat kepada RI.
Mengirim UNCI (United Nations Commision for Indonesia) dalam perang Indonesia
dengan Belanda hingga ke KMB (Konferensi Meja Bundar) dimana belanda harus mengakui
kedaulatan RI.

Peranan PBB bagi dunia internasional :

 Bidang keamanan dan perdamaian, antara lain sengketa Kashmir antara India dan
Pakistan (1945), sengketa timur tengah yang melibatkan Israel dan negara-negara
Arab sejak 1918 sampai sekarang, krisis antara Korea Utara dan Korea Selatan (1950-
1953), krisis Afganistan, Krisis Kamboja, dan krisis Vietnam.
 Bidang ekonomi, antara lain mengkampanyekan pembangunan di negara-negara
berkembang serta menggalang pengumpulan dananya.
 Bidang sosial budaya, kesehatan, dan kemanusiaan antara lain mengadakan program-
program pendidikan (UNESCO), program kemanusiaan (UNHCR), dan program
kesehatan (WHO)

e. Organisasi-organisasi yang berada di bawah naungan PBB


 ILO (International Labour Organization)
 FAO (Food and Agricultural Organization)
 WHO (World Health Organization)
 UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization)
 UNICEF (United Nation International Children Emergency Fund)
 IBRD (International Bank for Reconstruction and Development)
 IMF (International Monetary Fund)

19
 UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)
 UNDP (United Nations Development Program)
 GATT (General Agreement Tariff and Trade)

20
4. Kontingen garuda / misi perdamaian melalui garuda

Kontingen Garuda disingkat KONGA atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara
Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia
mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB
sejak 1957.

a. Latar belakang pembentukan kontingen garuda


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan salah satu embaga yang aktif dalam
mengupayakan perdamaian dunia dan akti menyelesaikan konflik antarnegara. Dengan daar
politik tersebut, pemerintah indonesia menunjukan tekad untuk berpartisipasi aktif
mengupayakan perdamaian dunia.
Sejak 1950-an, pemerintah Indonesia mulai diberi kepercayaan untuk turut serta
dalam pasukan perdamaian Dewan Keamanan PBB. Pasukan tersebut terdiri atas pasukan
berbagai negara. Indoesia mengirim suatu pasukan yang kemudian dikenal dengan nama
Kontingen Garuda atau Konga.

b. Tujuan pembentukan kontingen garuda


Kontingen Garuda merupakan bentuk nyata keterlibatan langsung indonesia dalam
menyelesaikan konflik-konflik diberbagai belahan dunia. Kontingen Garuda pertama kali
dikirim pemerintah Indonesia pada tahun 1957 untuk membantu penyelesaian konflik di
Mesir.
Pasukan Garuda merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesian (TNI) yang
bergabung dalam bendera Dewan Keamanan PBB. Pasukan Garuda merupakan salah satu
pasukan dalam pasukan gabungan yang dikirim oleh Dewan Keamanan PBB. Kontingen
Garuda bertugas sebagai “Peace Keeping Force” atau Pasukan Pemelihara Perdamaian.

c. Tujuan Pengiriman Kontingen Garuda

Dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian dunia, maka Indonesia memainkan


sejumlah peran dalam percaturan internasional. Peran yang cukup menonjol yang dimainkan
oleh Indonesia adalah dalam rangka membantu mewujudkan pemeliharaan perdamaian dan
keamanan internasional. Dalam hal ini Indonesia sudah cukup banyak pengirimkan
Kontingen Garuda (KONGA) ke luar negeri. Sampai tahun 2015 Indonesia telah

21
mengirimkan kontingen Garudanya sampai dengan kontingen Garuda yang ke duapuluh
enam (XXVI).
Bagi bangsa Indonesia pengiriman Misi Garuda untuk memenuhi permintaan PBB
memiliki alasan yang kuat. Yang pertama sesuai Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang
berbunyi ikut melaksanaka ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan
sosial dan kedua sesuai dengan politik Luar Ngeri Indonesia bebas aktif, diantaranya:

 Ikut serta sebagai anggota Dewan Keamanan PBB


 Mewujudkan Landasan ideologi Indonesia (Pancasila)
 Menyesuaikan Landasan Konstitusional Indonesia ( Pembukaan UUD 1945)
 Perwujudan dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

d. Peran kontingen garuda dalam penyelesaian konlik


internasional
Pada oktober 1956 terjadi konflik terkait permasalah Terusan Suez di Mesir. Melihat
kondisi tersebut, Dewan Keamanan PBB segera membentuk pasukan husus untuk
memelihara perdamaian di kaswasanm Timur Tengah. Selanjutnya, pada 5 november 1956
sekjen PBB membentuk sebuah komando PBB dengan nama united nations emergency forces
(UNEF. Tindakan PBB tersebut ditanggapi pemerintah indonesia menyatakan
kesanggupannya menyumbangkan pasukan dalam UNEF.
Pada 8 januari 1957 pemerintah indonesia mengirim Kontingen Garuda I di bawah
pimpinan letnan kolonel inf. Hartoyo dan letnan koonel suadi suromihardjo.konga I
diberangkatkan menuju beirut, Lebanon, sebelum dikirimkan ke daerah konflik di Mesir.
Setelah turut berperan dalam menjaga perdamaian di kawasan Mesir, Kontingen Garuda I
mengakhiri masa tugasnya pada 29 September 1957.

Pengiriman Kontingen Garuda masih berlanjut ada saat ini. Ketika suatu daerah di
dunia sedang mengalami pergolakan, pemerintah indonesia sellu ambil bagian dalam
pengiriman pasukan perdamaian dibawah naungan PBB. Peran aktif Kontingen Garuda
dalam beberapa konflik sebagai berikut.

(1) Konflik kongo


Dalam upaya menylesaikan konlik dikongo, pemerintah indonesia mengirimkan
kontingen garuda II dan III pada 1960 dan 1962. Kontingen garuda bergabung dengan
pasukan perdamaian dari berbagai negara dibawah misi United Nations Operation In Congo
(UNOC). Atas keberhasilan misinya, pasukan garuda mendapat juukan lesspiriteses dari
penduduk lokal kongo.

22
(2) Konflik di Vietnam
Pada 1973-1974 pemerintah Indonesia mengirim beberapa pasukan ke Vietnam.
Pasukan pasukan tersebut antara lanin kontingen garuda IV dibawah pimpinan Brigjen
Wiyogo Atmodarminto, kontingan garuda V dibawah pimpinan Brigjen Harsoyo dan
kontingen garuda VII dibawah pimpinan Brigjen S. Sumantri.

(3) Konflik di Timur Tengah


Dalam upaya menjaga perdamaian dikawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia
mengirim Kontinen garuda VI, VII, VIII, dan IX pada tahun 1973, 1974, 1990 dan 1992.
Pada saat itu wilayah Timur Tangah sedang mengalami pergolakan akibat Perang teluk yang
melibatkan Iran, Irak, dan Kuwait.
Dalam upaya menjaga perdamaian di Timur Tengah, pada 2006- 2007 pemerintah
Indonesia mengirim Kontingen Garuda XXIII/A yang berjumlah 850 personel di bawah
pimpinan kolonel Surawahadi. Kontingen Garuda di tempatkan di Lebanon Selatan dan
bergabung dengan pasukan perdamaian dari seluruh dunia dibawah komando united nations
interim force in lebanon (UNIFIL). Dibawah keterlibatan Kontingen Garuda dalam UNIFIL
berlangsung hingga 2017.

(4) Konflik di Bosnia


Untuk mengatasi konflik di Bosnia, pemerintah indonesia mengirim Kontingen
Garuda XIV untuk bergabung dengan United Nations Protection Force (UNPROFOR).
Konringen garuda XIV dikirim sejak awal 1992-1995. Kontingen garuda XIV bertugas
sebagai pasukan penjaga keamanan rakyat / Civil Police.

Hingga 2018 pemerintah indonesia, masih rutin menempatkan kontingen garuda


dibeberapa negara yang terlibat konflik. Sudan, lebanon dan kongo merupakan 3 negara yang
menjadi basis operasi kontingen Garuda. Tidak hanya bertugas menjaga keamanan,
kontimngen garuda juga melaksanakan misi kemanusiaan seperti kegiatan amal,
pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, pengobatan serta pendidikan pada anak-anak.

23
DAFTAR PUSTAKA
http://googleweblight.com/i?u=http://wendiatanova.blogspot.com/2013/01/makalah-gerakan-
on-blok.html?m%3D1&hl=id-ID
https://googleweblight.com/i?u=https://wahanaedukasiblog.wordpress.com/2016/04/30/makal
ah-gerakan-non-blok/&hl=id-ID
https://www.sridianti.com/tujuan-dan-asas-gerakan-non-blok.html
http://halidanurilarofah.blogspot.com/2016/06/makalah-konsep-dasar-pkn.html?m=1
http://bubuhanunlam.blogspot.com/2013/05/asas-asas-asean-berikut-ini-adalah-
asas.html?m=1
https://blog.ruangguru.com/peran-indonesia-dalam-menjaga-perdamaian-di-asia
http://yulitaip.blogspot.com/2018/03/makalah-peran-organisasi-global-dan.html?m=1
https://warnetghelegar.blogspot.com/2018/12/makalah-organisasi-konferensi-islam-
oki.html?m=1
http://azmihalo.blogspot.com/2010/12/organisasi-konferensi-islam.html?m=1
http://nurafifahhrp.blogspot.com/2012/02/organisasi-konferensi-islam-oki.html?m=1
https://blogkatakatakita.wordpress.com/2011/12/14/asia-pacific-economic-cooperation-apec/
http://educasimerko.blogspot.com/2013/03/makalah-tentang-organisasi-pbb.html?m=1
http://www.artikelsiana.com/2015/11/pbb-pengertian-sejarah-asas-tujuan.html?m=1
http://www.ipsasyik.web.id/2017/03/organisasi-perserikatan-bangsa-bangsa.html
http://googleweblight.com/i?u=http://onlysejarah.blogspot.com/%3Fm%3D1&hl=id-
ID&tg=49&pt=1

Ringo Rahata, Muhamad Muchlis, Samsudar Makfi, dan Vicky Nurul Islamiyah.2018 .
Sejarah Indonesia. Klaten

http://becakpedia.blogspot.com/2016/02/makalah-sejarah-indonesia-misi.html?m=1

24