Anda di halaman 1dari 22

PROMOSI KESEHATAN

KONSEP MATERI PENYULUHAN KE SEKOLAH DASAR

DI WILAYAH BANDAR LAMPUNG

Disusun Oleh :

1. Septi Eka Novela 8. Azizah Fitra M.


2. Ucy Karina 9. Ana octavia
3. Faisa Salsabila 10. Heriyana
4. Fricy Aswan 11. Findawati
5. Nadiya Silvira 12. Cindy sari A
6. Nisyasita Valinda 13. Azizah Fitra M
7. Masrani Afrianti

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG

PRODI D IV KEBIDANAN

TAHUN AJARAN 2019/2020

PENYULUHAN PROGRAM KESEHATAN DI SD

Hari / Tanggal : (Menyesuaikan)


Tempat : Sekolah Dasar

Sasaran : Siswa/i SDN

Materi :

1. Mencuci Tangan
2. Bahaya penggunaan Gadget yang Berlebih
3. Sex Edukasi

Rencana Perlengkapan dan Anggaran

Fasilitas dari kampus :

- LCD
- Terminal Kontak
- Mikrofon
- Lembar balik

Perlengkapan Tambahan:

- Laptop
- Handuk goodmorning

Anggaran :

Nama Barang Harga Satuan Banyak Jumlah


Banner Rp. 75.000 2 buah Rp. 150.000
Konsumsi dosen Rp. 25.000 2 kotak Rp. 50.000
Konsumsi guru (Puti Rp. 16.000 30 kotak Rp. 480.000
Minang)
Bingkisan siswa Rp. 5.000 100 Rp. 500.000
bungkus
Plakat Rp. 100.000 1 buah Rp. 100.000
Sabun cuci tangan Rp. 15.000 2 buah Rp. 30.000
Jumlah Rp. 1.310.000

Sumber Dana :

Uang hasil iuran setiap anggota kelompok.

 Jumlah anggota kelompok X 110.000 = jumlah uang terkumpul


 13 x 110.000 = 1.430.000

Transportasi :

 Kendaraan pribadi

Materi Penyuluhan 1

6 LANGKAH MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan penyuluhan,siswa mampu memahami tentang 6 Langkah
cuci tangan yang benar

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, diharapkan siswa dapat :
a. Menyebutkan pengertian dari cuci tangan
b. Menyebutkan alasan dari pentingnya mencuci tangan
c. Meyebutkan manfaat melakukan 6 Langkah cuci tangan yang benar
d. Menyebutkan 5 waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari
e. Menyebutkan 5 waktu penting melakukan cuci tangan di lingkungan
rumah sakit
f. Mampu menjelaskan dan memperagakan 6 langkah cuci tangan dengan
benar menggunakan sabun

III. Materi Penyuluhan


a. Pengertian mencuci tangan
b. Pentingnya mencuci tangan
c. Manfaat melakukan 6 langkah cuci tangan yang benar
d. 5 waktu penting melakukan cuci tangan sehari-hari
e. 5 waktu penting melakukan cuci tangan di lingkungan rumah sakit

IV. Metode Pembelajaran


a. Metode: Ceramah dan diskusi
b. Langkah-langkah kegiatan :
1) Kegiatan pra pembelajaran
- Mempersiapkan materi, media dan tempat
- Kontrak waktu
2) Kegiatan membuka pembelajaran
- Memberi salam
- Perkenalan
- Menyampaikan pokok bahasan
- Menjelaskan tujuan
- Apersepsi
3) Kegiatan inti
- Penyuluh memberikan materi
- Sararan menyimak materi
- Sasaran mengajukan pertanyaan
- Penyuluh menjawab pertanyaan
4) Kegiatan menutup pembelajaran
- Melakukan post test (memberi pertanyaan secara lisan)
- Menyimpulkan materi
- Memberi salam

V. Evaluasi
Prosedur : Post test
Jenis tes : Pertanyaan secara lisan

Butir-butir pertanyaan :
a. Sebutkan pengertian mencuci tangan
b. Sebutkan pentingnya mencuci tangan
c. Sebutkan manfaat 6 langkah cuci tangan dengan benar
d. Sebutkan 5 waktu melaksanakan cuci tangan dalam kegiatan sehari-hari
e. Sebutkan 5 waktu melaksanakan cuci tangan di lingkungan rumah sakit
f. Peragakan 6 langkah cuci tangan yang benar

A. PENGERTIAN MENCUCI TANGAN


Mencuci tangan adalah menggosok kedua pergelangan tangan dengan
kuat secara bersamaan menggunakan zat pembersih yang sesuai dan dibilas
dengan air mengalir dengan tujuan menghilangkan mikroorganisme sebanyak
mungkin. Ada dua prosedur pencucian tangan yang dapat dilakukan.
Kegagalan untuk melakukan kebersihan dan kesehatan tangan yang tepat
dianggap sebagai sebab utama infeksinosokomial yang menular di pelayanan
kesehatan, penyebaran mikroorganisme multiresisten dan telah diakui sebagai
kontributor yang penting terhadap timbulnya wabah

B. PENTINGNYA MENCUCI TANGAN


Penularan lewat Tangan
- Infeksi fecal-oral: gastroenteritis (virus, kuman, parasit), kolera,
disenteri, tifus, cacingan, hepatitis A, leptospirosis, candidiasis, polio.
- Tak langsung lewat tangan: SARS, flu burung.
- Langsung lewat kuku tangan: bisul, jerawat, makanan tercemar (basi)

C. MANFAAT MENCUCI TANGAN


Hal utamadalampencegahandanpengendalianinfeksi
- Sederhanadanefektifmencegahinfeksi
- Menciptakanlingkungan yang aman
- Pelayanankesehatanmenjadiaman
- Bilatangankotor,cucidengansabunatau antiseptic di air mengalir
- Bilatangantak tampakkotr,bersikamn denga gosokcairanberbasis alcohol
atau hand sanitizer

D. WAKTU PENTING MELAKUKAN CUCI TANGAN SEHARI-HARI


- Sebelum memasukan makanan kedalam mulut
- Sebelum mengolah makanan
- Sebelum memegang bayi
- Setelah menceboki anak
- Setelah buang air kecil(BAK) dan buang air besar (BAB)

E. Cara Cuci Tangan 6 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar
1. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air
yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak
tangan secara lembut
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok
perlahan.Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan
cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian
tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk
atau tisu
MATERI PENYULUHAN 2

BAHAYA PENGGUNAAN GEDGET TERLALU LAMA

A. Latar Belakang

Gadget seperti smartphone dan laptop sudah menjadi alat yang wajib
dimiliki oleh seorang pebisnis, namun tahukah Anda bahwa gadget bisa menjadi
monster yang berbahaya dan merugikan kesehatan Anda? berikut ini adalah
beberapa dampak yang cukup berbahaya yang timbul akibat menggunakan gadget
yang berlebihan seperti : stress, gangguan tidur, obesitas, agresif, gangguan indera
penglihatan , sakit punggung dan gangguan reproduksi .

B. Tujuan Umum

Setelah mendapatkan penjelasan tentang efek negatif dan positif gadget


terhadap kesehatan anak, diharapkan anak dapat mengerti akan efek keseluruhan
dari gadget terhadap kesehatan tubuh.

C. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan siswa dapat :

1. Menyebutkan Pengertian bahaya gadget

2. Menyebutkan efek negatif dari bahaya gadget

3. Menyebutkan cara pencegahan dari bahaya gadget

D. Metode
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab

E. Evaluasi :
Metode evaluasi : Diskusi dan tanya jawab

1) Jenis Pertayaan : Lisan


2) Jumlah Pertayaan : 2 pertayaan

Pertayaan

1) Apa Pengertian bahaya gadget?


2) Apa efek negatif dari bahaya gadget?

A. Pengertian

Ponsel menggunakan gelombang elektromagnetik dalam mengirim dan


menerima pesan. Gelombang elektromagnetik ini dapat menyebabkan pemanasan
pada jaringan tubuh. Jaringan tubuh dipanaskan oleh rotasi dari molekul polar
yang disebabkan oleh medan elektromagnetik. Pada saat seseorang sedang
menelepon dengan ponsel, efek pemanasan ini akan terjadi pada permukaan
kepala dan mengakibatkan kenaikan suhu. Otak memiliki kemampuan untuk
membuang kelebihan panas melalui sirkulasi darah. Namun, kornea mata tidak
memiliki pengaturan suhu dan dari percobaan pada kelinci, ditemukan bahwa
radiasi ponsel dapat menyebabkan katarak.

B. Pengaruh Gadget Bagi Kesehatan


1) Bahaya radiasi

Pengaruh gadget buat anak yang pertama yaitu bahaya paparan radiasi.
Menurut sebuah riset, paparan radiasi dari gadget sangat berbahaya bagi kesehatan
dan perkembangan anak. Radiasi gadget sangat beresiko mengakibatkan gangguan
terhadap perkembangan otak dan sistem imun anak.

2) Menyebabkan kecanduan

Pengaruh gadget terhadap anak yang selanjutnya yaitu menyebabkan


kecanduan dan ketergantungan. Hal ini tentunya akan berdampak negatif terhadap
perkembangan fisik dan motorik anak. Ketika si kecil asik bermain gadget
biasanya lupa makan sehingga asupan nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya
terganggu. Selain itu, kecanduan gadget juga akan berdampak terhadap
kepribadian anak sehingga lebih cenderung memiliki sifat tertutup dan tidak
bersosialisasi.

3) Hambatan terhadap perkembangan

Anak-anak yang memiliki ketergantungan dengan gadget cenderung akan


mengalami hambatan dalam proses perkembangannya. Hal ini karena anak-anak
yang asyik bermain gadget jarang bergerak sehingga menghambat proses
pertumbuhan.

4) Penyakit mental

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan terus menerus bisa menjadi
salah satu pemicu penyakit mental seperti depresi, gangguan bipolar dan autis.

5) Obesitas

Selain menghambat pertumbuhan, anak-anak yang terlalu asyik bermain


gadget sangat beresiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini
karena anak-anak cenderung kuramng gerak sehingga terjadi penumpukan lemak
tubuh yang mempercepat kenaikan berat badan secarac berlebihan.

6) Gangguan tidur

Sebaiknya Anda tidak memberikan gadget pada anak di malam hari. Hal
ini karena bisa mengakibatkan gangguan tidur sehingga berdampak terhadap
tumbuh kembangnya. Permainan game di dalam gadget biasanya membuat anak
lebih asik sehingga waktu tidurnya terganggu. Dalam hal ini peran penting Anda
sebagai orangtua sangat dibutuhkan untuk mengontrol penggunaan gadget.

7) Pengaruh tayangan

Terkadang tanpa Anda sadari anak-anak membuka situs online yang


mempertontonkan tayangan yang tidak seharusnya untuk mereka lihat. Oleh
karena itu, Anda sebagai orangtua harus bersikap bijak dan sebaiknya tidak
memberikan koneksi internet pada waktu si kecil menggunakan gadget.
Untuk mencegah dampak negatif gadget terhadap perkembangan anak,
Anda sebaiknya menerapkan aturan yang pasti. Salah satunya yaitu dengan
membatasi penggunaan gadget maksimal 2 jam setiap harinya. Selain itu, berikan
pengawasan pada anak pada waktu menggunakan gadget sehingga dengan begitu
si kecil akan lebih terkontrol dan tidak menyalahgunakan benda tersebut.

C. Penyakit – Penyakit Yang Ditimbulkan Oleh Gadget


a) Insomnia

Tidak sedikit orang yang rela terbangun tengah malam untuk sekedar
membuka pesan masuk atau pemberitahuan masuk dari gadget nya. Namun
tahukah anda, kebiasaan membuka gadget di malam hari secara tidak langsung
dapat menganggu siklus tidur anda. Cahaya terang yang terpancar dari gadget atau
smartphone yang anda aktifkan, dapat menekan pelepasan hormon yang berfungsi
proses tidur yakni hormon melantonin yang diprosuksi tubuh ketika keadaan gelap
atau tanpa cahaya. Dan tanpa disadari, cahaya yang terpancar tersebut akan
menjaga pikiran anda untuk memasuki 'default mode network', yakni kondisi
setengah sadar.

Penderita insomnia memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung,


stroke, diabetes dan hipertensi, dalam fase yang kronis, insomnia dapat
mebahayakan hingga menyebabkan kematian untuk para penderitanya. Hanya saja
sebelum terlambat, insomnia akibat penggunaan gadget yang berebihan
sebenarnya bisa dicegah dengan menghentikan penggunaan gadget selama kurang
lebih 2 jam sebelum menjelang tidur untuk mengurangi efek keluarnya cahaya
yang dapat menekan produksi hormon melantonin.

b) Nomophobia

Nomophobia atau kepanjangan dari 'no-mobile-phone-phobia, yakni


sebuah keadaan dimana tubuh akan merasakan cemas berlebih apabila dipisahkan
dari gadget atau smartphonenya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sekitar
66% orang yang kecanduan gadget mengalami phobia yang satu ini. Tanda dan
gejala yang nampak pada si penderita berupa perasaan cemas, berkeringat,
gemetar dan was-as ketika dipisahkan dari gadgetnya.
c) Texting Thumb (Tendinitis)

Penggunaan jari dan tangan pada gadget dalam waktu lama atau jangka
panjang, secara berkala dan terus-terusandapat emlukai tandon, saraf dan otot-
otot. Umumnya cedera diagian jempol ini disebut dengan Blackberry Thumb,
sementara cedera pada tangan disebut dengan iPad Hand. Selain itu, jenis cedera
yang lebih parah yang mungkin dialami adalah mati rasa, kerusakan otot, neri,
serta memerlukan pembedahan untuk pengobatan.

Segala sesuatu yang melebihi batas tentunya tidak baik, begitupun saat
menggunakan gadget, penggunaan gadget yang berlebihan dapat membawa
dampak negatif untuk kesehatan tubuh. Untuk itulah, sebaiknya bijaklah
menggunakan gadget dan gunakan sesuai kebutuhan. Karena untuk menjadi sehat
itu mahal

D. Cara Pencegahan Dari Bahaya Gadget


a) Gunakanlah Speakerphone

Walaupun mengurangi rasa kenyamanan saat menggunakan speakerphone


di tempat umum, tapi paling tidak hal ini menghindari kita untuk tidak harus
menempelkan handphone di kepala ketika bertelepon. Menggunakan speaker
ketika bertelepon juga bisa menjadi pilihan. Pilihan menggunakan speakerphone
dapat dilakukan ketika kita tengah berada di tempat privat seperti di rumah.

b) Gunakan Headset

Rasa-rasanya, inilah kiat yang paling gampang untuk menangkal ancaman


radiasi handphone. Usahakan untuk menggunakan headset pada saat menerima
panggilan telepon. Hal ini untuk mencegah telepon genggam tidak terlalu dekat
dengan otak.

c) Gunakan Casing Penahan Radiasi

Kekhawatiran radiasi ponsel belakangan memunculkan casing


berkemampuan khusus yang diklaim bisa meminimalisir hantaran radiasi yang
berasal dari ponsel. Jika dirasa diperlukan, mungkin Anda bisa mencarinya di
pertokoan.

d) Kurangi Bluetooth Dan Headset Wireless

Seperti telah disebutkan di atas, penggunaan headset dapat menjadi pilihan


untuk mengurangi radiasi ponsel. Namun patut diingat, gunakanlah headset yang
konvensional alias yang masih menggunakan kabel untuk terhubung dengan
ponsel. Hindari penggunaan headset wireless. Demikian juga fitur bluetooth di
handphone jangan terus menerus diaktifkan, gunakan seperlunya.

e) Sudut Ruangan

Banyak orang pada saat menerima panggilan telepon mencari pojok atau
sudut ruangan (mungkin sedang menerima telepon dari selingkuhannya..hehe).
Disarankan untuk menghindari menerima telepon di sudut ruangan. Betul bahwa
sudut ruangan biasanya sepi namun di sisi lain terkadang juga menjadi tempat di
mana sinyal handphone menjadi lemah. Sinyal yang lemah justru dapat memicu
radiasi yang lebih tinggi.

f) Diam Ketika Menelpon

Saya sering melihat orang yang tidak bisa diam pada saat menerima
panggilan telepon ataupun kala menelepon. Jalan dari satu tempat ke tempat lain.
Sangat disarankan pada saat menerima atau menelepon sebaiknya kita tidak
berjalan-jalan. Hal ini disebabkan, dalam keadaan bergerak maka sinyal
handphone akan terus mencari pancaran sinyal yang kuat dari base transceiver
station (BTS). Dengan berjalan-jalan, justru akan menguatkan radiasi.

g) Jangan Selalu Menempel

Walaupun handphone yang kita gunakan adalah gadget kesayangan,


namun untuk kesehatan yang lebih baik, ada baiknya jangan selalu nempel dengan
ponsel tersebut. Sebaiknya handphone yang tidak digunakan direkomendasikan
ditaruh di tas atau di atas meja. Hal ini dikatakan lebih baik ketimbang
ditempatkan di kantong celana.
h) Gunakan Dua Telinga

Kita dianugerahi dua buah telinga oleh Tuhan. Jika kedua telinga kita
normal, maka hindarilah penggunaan satu bagian telinga ketika bertelepon.
Contohnya, selalu menerima telepon dengan telinga bagian kiri saja. Hal ini justru
tidak baik. Gunakanlah kedua telinga kita agar dapat meminimalisir radiasi yang
terpancar di atas dapat bermanfaat. Badan Lingkungan Eropa telah mendorong
untuk melakukan studi lebih lanjut atas apa yang telah diungkapkan oleh WHO.
Walaupun demikian, langkah antisipasi perlu kita lakukan daripada mengambil
resiko di masa depan. Semoga

MATERI PENYULUHAN 3

SEKS EDUKASI
TUJUAN INSTRUKSIONAL

Setelah mendapatkan penyuluhan tentang pendidikan seks pada siswa,


diharapkan mereka di Sekolah dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya
seks.

PENYAJIAN MATERI

1. Menjelaskan pengertian remaja dan hubungnan seksual dini

2. Menjelaskan ciri-ciri remaja

3. Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong hubungan seksual dini

4. Menjelaskan cara mengendalikan dorongan hubungan seksual dini

5. Menjelaskan akibat hubungan seksual dini

6. Menjelaskan macam penyalahgunaan seks

7. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya seputar materi yang


disampaikan

8. Memberi kesempatan kepada peserta lain untuk menjawab pertanyaan

9. Menjelaskan dan menjawab pertanyaan

URAIAN MATERI

1. Pengertian Remaja dan Hubungan Seksual Dini


Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya
setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja
adalah 12-24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang
digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10-19 tahun
dan belum kawin. Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan
Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah usia 10-21 tahun.

Masa remaja adalah masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan
fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yakni antara usia 10-19 tahun yang
merupakan suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia dan sering
disebut masa pubertas. Masa remaja adalah masa periode peralihan dari masa
anak ke masa dewasa. (Widyastuti dkk,2009)

Hubungan seksual dini adalah hubungan seksual yang di lakukan di usia


dini untuk menyalurkan dorongan seksual. Oleh karena itu, remaja perlu
mendapatkan pendidikan seks. Pendidikan seks berusaha menempatkan seks pada
perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. Dengan
pendidikan seks kita dapat memberitahu remaja bahwa seks adalah sesuatu yang
alamiah dan wajar terjadi pada semua orang, selain itu remaja juga dapat
diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat
menghindarinya.

2. Ciri-ciri remaja

Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja kita sangat perlu untuk


mengenal perkembangan remaja serta ciri-cirinya. Berdasarkan sifat atau ciri
perkembangan nya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap (Widyastuti dkk,
2009), antara lain :

a. Masa Remaja Awal (10-12 tahun)

1) Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya.

2) Tampak dan merasa ingin bebas.


3) Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan
mulai berpikir yang khayal (abstrak).

b. Masa Remaja Tengah (13-15 tahun)

1) Tampak dan ingin mencari identitas diri.

2) Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.

3) Timbul perasaan cinta yang mendalam.

c. Masa Remaja Akhir (16-19 tahun)

1) Menampakkan pengungkapan kebebasan diri.

2) Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.

3) Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya.

4) Dapat mewujudkan perasaan cinta.

5) Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak.(Widyastuti dkk, 2009).

Perubahan Fisik Pada Masa Remaja

a. Tanda-Tanda Seks Primer

Yang dimaksud dengan tanda-tanda seks primer adalah organ seks pada
laki-laki gonad atau testis. Organ tersebut terletak didalam skrotum. Pada usia 14
tahun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Setelah itu terjadilah pertumbuhan
yang pesat selama satu atau dua tahun, kemudian pertumbuhan menurun. Testis
berkembang penuh pada usia 20 atau 21 tahun. Sebagai tanda bahwa fungsi organ-
organ reproduksi pria matang lazimnya terjadi mimpi basah, artinya ia bermimpi
mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual, sehingga mengeluarkan sperma.

Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber. Namun


tingkat ketepatan antara organ satu dengan lainnya berbeda. Berat uterus pada
anak usia 11 atau 12 tahun kira-kira 5,3 gram, pada usia 16 tahun rata-rata
beratnya 43 gram. Sebagai tanda kematangan organ reproduksi pada perempuan
adalah datangnya haid. Ini adalah permulaan dari serangkaian pengeluaran darah,
lendir dan jaringan sel yang hancur dari uterus secara berkala, yang akan terjadi
kira-kira setiap 28 hari. (Widyastuti dkk, 2009).

b. Tanda-Tanda Seks Sekunder

1) Pada Laki-Laki

Rambut yang mencolok tumbuh pada masa remaja adalah rambut


kemaluan, terjadi sekitar satu tahun setelah testis dan penis mulai membesar.
Ketika rambut kemaluan hampir selesai tumbuh, maka menyusul rambut ketiak
dan rambut di wajah, seperti halnya kumis dan cambang. Kulit menjadi lebih
kasar, tidak jernih, pori-pori membesar. Kelenjar lemak dibawah kulit menjadi
lebih aktif. Seringkali menyebabkan jerawat karena produksi minyak yang
meningkat. Aktivitas kelenjar keringat juga bertambah, terutama bagian ketiak.
Otot-otot pada tubuh remaja makin bertambah besar dan kuat. Lebih-lebih bila
dilakukan latihan otot, maka akan tampak memberi bentuk pada lengan, bahu dan
tungkai kaki. Seirama dengan tumbuhnya rambut pada kemaluan, maka terjadi
perubahan suara. Mula-mula agak serak, kemudian volumenya juga meningkat.
Pada usia remaja sekitar 12-14 tahun muncul benjolan kecil-kecil di sekitar
kelenjar susu. Setelah beberapa minggu besar dan jumlahnya menurun.

2) Pada Wanita

Rambut kemaluan pada wanita juga tumbuh seperti halnya remaja laki-
laki. Tumbuhnya rambut kemaluan ini terjadi setelah pinggul dan payudara mulai
berkembang. Bulu ketiak dan bulu pada kulit wajah mulai tampak setelah haid.
Semua rambut kecuali rambut wajah, mula-mula lurus dan terang warnanya,
kemudian menjadi lebih subur, lebih kasar, lebih gelap dan agak keriting. Pinggul
pun menjadi berkembang, membesar dan membulat. Hal ini sebagai akibat
membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak dibawah kulit. Seiring
pinggul membesar, maka payudara juga membesar dan puting susu menonjol. Hal
ini terjadi karena harmonis sesuai pula dengan berkembang dan makin besarnya
kelenjar susu sehingga payudara menjadi lebih besar dan lebih bulat. Seperti
halnya laki-laki juga menjadi lebih besar, lebih tebal, pori-pori membesar. Akan
tetapi berbeda dengan laki-laki, kulit pada wanita tetap lebih lembut. Kelenjar
lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif. Sumbatan kelenjar lemak dapat
menyebabkan jerawat. Kelenjar keringat dan baunya menusuk sebelum dan
selama masa haid. Menjelang akhir masa puber, otot semakin membesar dan
semakin kuat. Akibatnya akan membentuk bahu, lengan dan tungkai kaki. Suara
berubah semakin merdu. Suara serak jarang terjadi pada wanita. (Widyastuti dkk,
2009).

3. Faktor-faktor yang mendorong hubungan seksual dini

a. Faktor Fisik

Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik.


Aktivitas seksual dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Bahkan hanya
membayangkan bahwa seks dapat menyakitkan sudah menurunkan keinginan
seks. Penyakit minor dan keletihan adalah alasan seseorang untuk tidak merasakan
seksual. Citra tubuh yang buruk, terutama jika diperburuk oleh perasaan
penolakan atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh, dapat menyebabkan
klien kehilangan perasaannya secara seksual.

b. Faktor Hubungan

Masalah dalam berhubungan dengan mengalihkan perhatian seseorang dari


keinginan seks. Setelah kemesraan hubungan telah mundur, pasangan mungkin
mendapati bahwa mereka dihadapkan pada perbedaan yang sangat besar dalam
nilai atau gaya hidup mereka. Keterampilan seperti ini memainkan peran yang
sangat penting ketika menghadapi keinginan seksual dalam berhubungan.
Penurunan minat dalam aktifitas seksual dapat mengakibatkan ansietas hanya
karena harus mengatakan kepada pasangan perilaku seksual apa-apa yang diterima
atau menyenangkan.

c. Faktor Gaya Hidup


Faktor gaya hidup, seperti penggunaan atau penyalahgunaan alcohol dapat
mempengaruhi keinginan seksual. Namun demikian, banyak bukti sekarang ini
menunjukkan bahwa efek negatif alkohol terhadap seksual jauh melebihi euphoria
(perasaan yang berlebihan) yang mungkin dihasilnya. Pada awalanya menemukan
waktu yang tepat untuk aktivitas seksual adalah faktor gaya hidup. Klien seperti
ini sering mengungkapkan bahwa mereka perlu waktu untuk menyendiri, berfikir
dan istirahat sebagai hal yang lebih penting dari seks.

4. Cara mengendalikan dorongan hubungan seksual dini

a) Taat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa

b) Remaja memahami tugasnya, misalnya belajar/ bekerja

c) Mengisi waktu dengan bakat, minat, dan kemampuan misalnya: olahraga,


kesenian, dan berorganisasi.

d) Pengawasan dari orang tua

Terdapat perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap


dan perilaku kekanak-kanakan untuk mencapai kemampuan bersikap dan
berperilaku dewasa.

5. Akibat hubungan seksual dini

Berhubungan sex di usia remaja ( di bawah 18 tahun ) lebih rentan terkena


berbagai macam penyakit fisik maupun psikologis. Secara fisik sel-sel di antara
vagina dan cervix belum “matur” atau matang sehingga akan mudah terjadi
“perlukaan” bila terkena trauma yang biasa terjadi pada saat coitus (berhubungan
badan). Perlukaan tersebut akan menjadikannya tempat yang akan memudahkan
masuknya virus HPV yang merupakan virus penyebab cancer cervix dan virus
HIV penyebab AIDS.

6. Penyalahgunaan Seks

Selain terdapat kegunaan seks dapat pula kita temukan penyalahgunaan


seks yang dapat dipaparkan sebagai berikut:
a. Seks sebagai alat pencari kepuasan

Sebagian besar orang mengalami gabungan antara kegembiraan, kesukaan


dan ketakutan dalam pengalaman seksual awalnya yang menimbulkan rasa
kewaspadaan. Mereka lapar akan pengalaman seksual dan menggunakan seks
sebagai cara untuk mencapai tujuan melalui hubungan seks di luar perkawinan,
seks terlarang seperti pedhofilia, atau antar anggota keluarga yang merusak
kepercayaan serta nilai-nilai moral dalam keluarga. Bila seks terlepas dari kontrol
sosial konvensional, seks menjadi pemuas, yang bagi beberapa orang
menimbulkan kesenangan sedang bagi orang lain menimbulkan ketakutan.

b. Seks digunakan sebagai ekspresi kemarahan

Sering kita dengar tindak pemerkosaan yang merupakan tindak kekerasan


dan mencerminkan tindak kemarahan terhadap wanita. Wanita juga dapat
mengekspresikan kemarahannya dalam tingkah laku seksual dengan
menggunakan teknik yang lebih tersamar. Mereka dapat menolak pasangannya
dengan cara yang lebih tersamar, tidak memberiakn respon, ataupun mencela gaya
hubungan seksual yang dilakukan.

c. Seks sebagai kekuatan

Seks dapat dilakukan salah satu bentuk kekuatan dalam hubungan yang
tidak sehat. Beberapa orang dapat mengeksploitasi pasangannya dalam cara yang
manipulatif seperti pada wanita yang cacat, wanita lemah bahkan seks dapat
dipakai hadiah untuk tingkah laku pasangan ynag menyenangkan.

d. Eksploitasi komersial

Masyarakat masih terus dibanjiri dengan iklan-iklan untuk mengubah


pemahaman biologi tentang seks dan daya tarik seksual dalam berbagai media
mass

DAFTAR PUSTAKA

Greenwood, Judy. 1991. Seks dan Permasalahannya. Jakarta: Arcan


Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC

Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi Edisi 3. Jakarta: EGC

A.Potter, Patricia, Pery. 2002. Keterampilan dan Prosedur Dasar. Mosby :


Elsevier Science
Aanfien.wordpress.com. Satuan Acara Penyuluhan Cuci Tangan. diakses April
2017