Anda di halaman 1dari 39

Oleh :

Darius Agung Prata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI


Balai Diklat Tambang Bawah Tanah
2016
Tujuan Pembelajaran Umum

Setelah mengikuti mata


diklat ini peserta diharapkan mampu
mengoperasikan alat pemadam api ringan
dan pemadaman dengan hidran
untuk memadamkan api pada kebakaran.
Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan mampu


untuk :

• Menyebutkan empat faktor yang


menyebabkan timbulnya api
• Menyebutkan alat pemadam yang sesuai
digunakan untuk setiap tipe kebakaran
• Mengoperasikan alat pemadam api sesuai
prosedur
FIRE TETRAHEDRON
BAHAN BAKAR

• PADAT
(KAYU, KERTAS, BATUBARA, DLL)
• CAIR
(MINYAK, PELUMAS, CAIRAN KIMIA, DLL)
• GAS
(GAS METHANE, DLL)
PENYEBARAN API
KONDUKSI KONVEKSI

RADIASI
PENYEBARAN API

konveksi Konduksi
panas
dinding
Panas melintasi material tidak
disertai perpindahan partikel
zat tersebut (umumya zat
padat)
konduksi
panas Konveksi
Perpindahan kalor yang disertai
perpindahan zat tersebut
radiasi panas (umumnya zat cair dan gas)
Radiasi
Perpindahan panas tanpa
melalui zat perantara
Tipe-Tipe Kebakaran

KELAS B

KELAS A KELAS C

KELAS D
Kepmen PU No 10 / KPTS/2000
Pemadaman Api

1. Starvation (Membatasi Bahan Bakar)

Memindahkan material yang mudah


terbakar dari dekat api,

Dengan memindahkan api dari bahan-


bahan yang mudah terbakar disekitarnya,

Dengan membagi material yang mudah


terbakar.
Pemadaman Api
2. Cooling (Mendinginkan)

Pendinginan atau pemadaman api dengan


membatasi suhu, sehingga panas yang
dihasilkan turun.

Api akan padam ketika tingkat panas yang hilang


lebih besar dari tingkat panas yang dihasilkan.

Bahan-bahan seperti air yang dapat menyerap


panas dengan jumlah yang besar sangat berguna
dalam pemadaman api.
Pemadaman Api

3. Smothering (Membatasi Oksigen)

Mengurangi/menghentikan aliran udara segar


ke tempat kebakaran.

Metode ini biasanya digunakan untuk


kebakaran yang tidak dapat dipadamkan
dengan air (khususnya kebakaran kelas D).

Medianya dapat berupa : busa, serbuk kimia,


CO2, halon, dsb.
Injeksi Gas Inert
Pemadaman Api

4. EMULSIFICATION (Penggumpalan)
Memadamkan kebakaran plastik dengan
menyiram dengan air.

5. PELARUTAN
Memadamkan api dari kebakaran alkohol
dengan menyiramkan air.
PENGGUNAAN PERALATAN PEMADAM API
RINGAN SESUAI DENGAN TIPE KEBAKARAN

Bahan yang Prinsip Bahan


Tipe terbakar pemadaman Pemadam

Benda padat mudah Menurunkan suhu Air, zat kimia

A terbakar bukan logam


; kayu karet, bambu,
plastik
dengan cepat terlarut, busa,
serbuk kimia kering

Kebakaran benda cair Menghilangkan CO2, serbuk kimia

B mudah menyala dan


lemak masak
oksigen untuk
menghalangi nyala
api
kering, halon, busa

Kebakaran yang Memutus CO2, serbuk kimia

C melibatkan peralatan
bertenaga listrik
konduktivitas
dielektrik, isolasi
dari oksigen
kering, halon

Kebakaran Jenis Melapisi Zat pemadam

D logam, mg, zirkon,


titanium, lithium dll
permukaan logam
yang terbakar /
isolasi dari oksigen
khusus berupa
bubuk kering, pasir

Kepmen PU No 10 / KPTS/2000
Pasal 106
Pemilihan Alat Pemadam Api

(1) Pemilihan alat pemadam api harus disesuaikan dengan kelas api yang mungkin
terjadi :
a. kelas A : alat pemadam api untuk api kelas A
b. kelas B : alat pemadam api untuk kelas B, tetapi dapat juga dipakai untuk api
kelas A dan
c. kelas C : alat pemadam api untuk api kelas C, tetapi dapat juga dipakai untuk
api kelas A dan B.
(2) Pada setiap alat pemadam api harus ditulis kelas, kapasitas, dan tanda
pengesahannya.
APW (AIR PRESSURED WATER) TIPE AIR
APW (AIR PRESSURED WATER) TIPE AIR
TIPE BUSA / FOAM
TIPE BUSA / FOAM
Pemadaman Api dengan Busa/Foam
TIPE BUSA / FOAM
Tahapan Penyelimutan Api Dengan Busa (Foam)
ALAT PEMADAM TIPE SERBUK
Alat Pemadam Tipe CO2
Tipe Pemadam Jenis CO2
Bagian Utama:
Tabung baja berisi CO2 cair +/-
2/3 bagian dengan katup
pengontrol.
Corong Nozzle terbuat dari
material terisolasi (tidak
terpengaruh kelembaban)
dengan sambungan yang dapat
diputar (swivel).
Alat Pemadam Tipe CO2
Pemadaman Api dengan CO2
Alat Pemadam Pengganti Halon
Alat Pemadam Tipe Pengganti Halon
Pasal 448
Penempatan
Sarana Pemadaman Kebakaran

(1) Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 434 ayat (1) maka :
a. Sarana dan peralatan berikut harus tersedia dan siap pakai apabila terjadi kebakaran ;
1) persediaan air atau bahan pemadam lainnya dalam jumlah yang cukup
2) pemadam api ringan, debu, pasir atau bahan-bahan lainnya dalam jumlah yang cukup dan
3) sarana penyemprot air, penyebar debu, pasir atau bahan pemadam lainnya.
b. Alat pemadam api yang sesuai harus tersedia pada tempat-tempat sebagai berikut :
1. Pada bagian atas dan sarana ke sumuran, atau jalan keluar
2. Pada ruang mesin atau ruang motor listrik
3. Pada tempat penyimpanan bahan yg mudah menyala
4. Pada setiap motor listrik, transformator dan sakelar-sakelar yang tidak portabel
5. Pada setiap mesin pemotong atau pemuat yang dipakai pada permukaan kerja
6. Di sepanjang lintasan ban berjalan, dan pada tambang batubara dengan tambahan pada tempat-
tempat ;
i. Tempat tertentu pada permuka kerja
ii. Beberapa tempat sepanjang jalan utama masuk udara atau jalan utama keluar udara

(2) Apabila alat listrik direndam di dalam minyak yang menggunakan pelumas lebih dari 400 liter oli maka
di tempat tersebut harus tersedia alat pemadam api yang sesuai.

(3) Pada tambang bawah tanah atau tambang batubara bawah tanah yang menggunakan kayu untuk
penyangga harus tersedia air yang bertekanan untuk memadamkan kebakaran, dan air tersebut harus dapat
dialirkan secara efisien dengan volume yang cukup ke setiap tempat kerja yang kemungkinan bahaya
kebakaran dapat terjadi.
Pasal 450
Pos Pemadam Kebakaran

Pos pemadam kebakaran harus tersedia pada sumuran udara bersih dan terowongan udara bersih
menuju area kerja. Peralatan minimum yang harus tersedia pada pos pemadam kebakaran
adalah :
a. cadangan alat pemadam api ringan
b. pasir, debu, dalam jumlah yang cukup atau bahan pemadam lainnya
c. apabila pemadaman menggunakan air, juga harus ada cadangan kantong pasir
d. selang dengan panjang 250 meter dengan alat sambung apabila hanya ada satu sumber air
pemadam
e. pipa bercabang dua lengkap dengan nozel yang berdiameter 12,7 atau 16 milimeter
PASAL 108
PERAWATAN

(1) Alat pemadam api dan semua peralatan yang diperlukan untuk memadamkan api,
semua alat-alat pembantu serta setiap bahan yang digunakan dalam keadaan
darurat, harus selalu dirawat dalam keadaan siap pakai.
(2) Alat pemadam api harus selalu dalam keadaan terisi penuh, sehingga dapat
digunakan pada setiap saat. Setiap pekerja yang menggunakan alat pemadam api
tersebut harus melaporkan kembali penggunaannya sehingga alat tersebut dapat
diisi kembali.
(3) Pada waktu mengisi alat pemadam api, semua peralatannya harus dibersihkan
dahulu dengan baik.
(4) Tanggal pengisian dan tanda tangan petugas harus dimuat dalam logbook atau
pada label yang dilekatkan pada setiap alat pemadam api.
(5) Setiap alat pemadam api harus ditangani sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuatnya.
(6) Apabila hidran merupakan bagian dari sistem alat pemadam kebakaran, hidran
tersebut harus dirawat dalam keadaan siap pakai.
(7) Apabila menggunakan team pemadam kebakaran dari luar, maka harus tersedia
siamese connections yang dapat dipakai untuk semua hidran.
PENGOPERASIAN APAR

Pull the pin

Pin pengaman dilepas

Aim at the of the fire

Arahkan ke api

Squeeze the top handle


Semprotkan APAR dengan
menekan katup

Sweep from side-to-side until the fire is completely out.

Swing arah dari gerakan


KESIMPULAN
1. Tiga faktor utama timbulnya api : Panas, Oksigen
dan Bahan Bakar.
2. Kebakaran dibagi atas 4 (empat) kelas, yaitu :
Kelas A, B, C, dan D
3. Alat Pemadam Api Portabel terdiri dari :
a. Pemadam tipe air
b. Pemadam tipe busa
c. Pemadam tipe serbuk
d. Pemadam tipe CO2
e. Pemadam tipe Halon (uap)
4. Penggunaan alat pemadam disesuaikan dengan
kelas kebakaran.
5. Tindakan dini dalam mengendalikan api adalah
hal yang mutlak dilakukan guna mencegah
bahaya yang lebih besar.
Tipe pemadam
PASS
Tipe APAR BDTBT