Anda di halaman 1dari 7

PEDOMAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT

(CASE MANAGER)
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR NOMOR : 800/1279.d/KPTS/rsud-1/VII/2019
TENTANG MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (CASE MANAGER)
DIREKTUR RSUD OKU TIMUR

Menimbang :

A. Bahwa pelayanan case manager merupakan salah satu upaya yang dilakukan guna
meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit sesuai dengan
prioritas kebutuhan pasien.
B. Bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu dan memuaskan harus bercirikan: memiliki
asesmen, perencanaan, implementasi dan evaluasi kebutuhan pasien yang komprehensif,
efektif, efisien dan menjamin keberlangsungan pelayanan maka perlu dibentuk Manajer
Pelayanan Pasien (Case Manager) di RSUD OKU TIMUR.
C. Bahwa panduan pelayanan case manager perlu ditetapkan dalam keputusan direktur
RSUD OKU TIMUR.

Mengingat :

1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Peraturan Mentri Kesehatan No. 1691 / MENKES / PER / VIII / 2011 / tentang Keselamatan
Pasien

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

Kesatu : KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD OKU TIMUR TENTANG PENETAPAN


PANDUAN MANAJER PELAYANAN PASIEN (CASE MANAGER) DI RSUD
OKU TIMUR.
Kedua : Panduan Ini Menjadi Acuan Bagi RSUD OKUT dalam Melaksanakan Pelayanan
Manajer Pelayanan Pasien (Case Manager)
Ketiga : Keputusan Ini Berlaku Terhitung Mulai Tanggal Ditetapkan

Ditetapkan di : Tulus Ayu, 2019

Dr, Sugihartono, M.sc


NIP. 197606302005011003
BAB I
DEFINISI

Case Manager adalah profesional dalam rumah sakit yang bekerja secara kolaboratif
dengan para pemberi asuhan kepada pasien, memastikan bahwa pasien dirawat serta
mendapatkan asuhan yang tepat, dalam perencanaan asuhan yang efektif dan menerima
pengobatan yang ditentukan, serta didukung pelayanan dan perencanaan yang dibutuhkan selama
maupun sesudah perawatan di rumah sakit.

Menurut American Case Management Association, Case Manager adalah profesional yang
secara kolaboratif melakukan komunikasi dalam proses asesmen, perencanaan, fasilitasi,
koordinasi asuhan, evaluasi, dan advokasi untuk jenis pelayanan dalam rangka memenuhi
kebutuhan pasien dan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang menyeluruh (komprehensif)
dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memperoleh hasil yang bermutu dengan
biaya yang efektif.

Ciri-ciri seorang Case Manager :


 Mampu melaksanakan fungsi manajemen dengan baik
 Mampu melakukan komunikasi yang efektif (komunikator)
 Memiliki wawasan pelayanan klinis yang baik
 Mampu membantu pasien dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan
BAB II RUANG LINGKUP
PELAYANAN FOKUS PADA PASIEN (PATIENT CENTERED CARE)

Manajemen pelayanan pasien bersumber dari konsep pelayanan fokus pada pasien (PFP). Inti
konsep PFP terdiri dari 4 elemen :

1. Martabat dan Respek.


- Pemberi pelayanan kesehatan mendengarkan, menghormati dan menghargai
pandangan dan pilihan pasien serta keluarga.
- Pengetahuan, nilai-nilai, kepercayaan, latar belakang kultural pasien dan keluarga
dimasukkan dalam perencanaan pelayanan dan pemberian pelayanan kesehatan

2. Berbagi informasi.
- Pemberi pelayanan kesehatan mengkomunikasikan dan berbagi informasi secara
lengkap dengan pasien dan keluarga
- Pasien dan keluarga menerima informasi tepat waktu, lengkap, dan akurat

3. Partisipasi Pasien dan Keluarga


Pasien dan keluarga didorong dan didukung untuk berpartisipasi dalam asuhan dan
pengambilan keputusan serta pilihan mereka

4. Kolaborasi / kerjasama.
Pasien dan keluarga adalah mitra pemberi pelayanan kesehatan. Pemberi pelayanan
kesehatan bekerjasama dengan pasien dan keluarga dalam pengembangan, implementasi
dan evaluasi kebijakan dan program.

TUJUAN

Tujuan MPP adalah untuk melibatkan pasien dalam asuhan yang dialaminya. Bilamana
pasien merasa menjadi bagian dalam keputusan pengobatan dan rencana asuhan, maka mereka
akan memperoleh manfaat. Hal yang sama juga berlaku bagi keluarganya. Bila keluarga yang
mempunyai relasi erat, suatu kemitraan dengan rumah sakit yang melayani orang yang mereka
kasihi, mereka akan kurang merasa khawatir tentang logistik dan akan lebih banyak fokus
terhadap kesehatan pasien.

HUBUNGAN PROFESIONAL
Para MPP harus mempunyai hubungan kerja profesional dengan para dokter dan staf klinis.
Mereka juga harus terbiasa dengan pelayanan penagihan (billing), pelayanan bantuan finansial,
bantuan/dukungan dari komunitas serta pelayanan kerohanian.

HUBUNGAN DENGAN PASIEN


Penting bagi para MPP untuk memiliki relasi dengan pasien dan keluarga. MPP perlu
memelihara rasa saling percaya yang menunjukkan kepada pasien bahwa mereka terlibat untuk
manfaat dan kepentingan pasien. Untuk itu MPP perlu memperhatikan secara aktif kebutuhan
dan keinginan pasien.
KELOMPOK PASIEN MPP
Sebaiknya memberikan perhatian lebih kepada pasien-pasien dalam kelompok : anak-anak,
usia lanjut, dan yang dengan penyakit kronis.

Dalam pelaksanaan manajemen pelayanan pasien, MPP dapat menangani 25 – 50 pasien,


tergantung kondisi kerumitan, sistem pelayanan klinis, budaya kerja rumah sakit
Peran seorang Case Manager adalah sebagai berikut :

1. Case Manager bekerja sama dengan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan dan para
profesional pemberi asuhan lainnya.
2. Case Manager bersama-sama merencanakan akses pelayanan, kontinuitas asuhan,
pemulangan dan juga tindak lanjut setelah pasien pulang rawat.
3. Case Manager mengidentifikasi kasus-kasus bermasalah dan berkoordinasi dengan tim
pemberi asuhan pasien, manajer pelayanan medis dan komite medik.
4. Case Manager berkoordinasi /berkomunikasi dengan pasien dan keluarga, sumber dana
(contoh : asuransi, perusahan), sarana pemberi pelayanan di masyarakat yang dapat
memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien, seperti fasilitas rehabilitasi atau penyedia
peralatan medis.
5. Dengan koordinasi ini, tujuan para Case Manager adalah untuk memastikan hasil yang
optimal baik bagi pasien maupun rumah sakit termasuk mutu asuhan, utilisasi sumber daya
secara efisien dan penggantian biaya (reimbursement) perawatan.
6. Case Manager melayani bayi sampai dengan geriatrik, untuk pelayanan yang menyeluruh
(komprehensif) termasuk pelayanan rawat inap, pemeriksaan pra-admisi, day surgery,
kemoterapi rawat jalan, pelayanan gawat darurat, perencanaan pemulangan pasien dan lain
sebagainya.

KUALIFIKASI CASE MANAGER


1. Dokter Umum atau Perawat dengan pendidikan S 1
2. Pengalaman minimal 3 – 5 tahun dalam pelayanan klinis
a. Dokter : sebagai dokter ruangan
b. Perawat : sebagai kepala ruangan

Fungsi penting dari seorang Case Manager adalah :


1. Melaksanakan koordinasi dalam rangka menerapkan Patient Centered Care dan
menjaga kontinuitas pelayanan
2. Melakukan koordinasi untuk melaksanakan perencanaan pemulangan pasien (
Discharge Planning), rencana tindak lanjut (follow-up), pelayanan pasca rawat dalam
bentuk kunjungan rumah (home care) dengan memanfaatkan sarana yang ada di
masyarakat.
3. Mengidentifikasi kasus-kasus bermasalah dan berkoordinasi dengan tim pemberi
asuhan pasien, manajer pelayanan medis dan komite medik.
4. Koordinasi Rujukan dan Transfer pasien
5. Monitoring dan evaluasi utilisasi sumber daya (utilization review) : kelayakan/
kepantasan/prioritas dari pelayanan terhadap pasien, termasuk kendali mutu dan biaya.
6. Komunikasi dengan pihak asuransi (verifikasi benefit/manfaat), perusahaan/ employer,
rujukan konseling finansial.
7. Edukasi, advokasi, konseling pasien dan keluarga.
8. Asesmen psikososial dan lingkungannya, hambatan pelayanan, kelompok pendukung
(support groups), pendampingan untuk motivasi, spiritual.
9. Intervensi konsultasi krisis dengan tim profesional pemberi asuhan.
10. Masalah-masalah legal dan etik.
BAB III
TATALAKSANA

Dahulu pada model tradisional pelayanan kesehatan, pelayanan pasien berpusat pada
dokter, sehingga tidak dapat menjamin patient safety.

Oleh karena itu, pelayanan yang berpusat pada pasien (patient centered care) merupakan
pendekatan yang lebih modern dan inovatif dalam pelayanan kesehatan sekarang. Dokter tidak
lagi menjadi pusat, namun menjadi team leader dari sebuah tim interdisiplin, dengan kompetensi
yang memadai, dimana setiap pemberi asuhan pasien sama penting dalam pelayanan kesehatan
terhadap pasien. Seorang Case Manager merupakan personal di luar pemberi asuhan pasien, yang
bertugas untuk mengkoordinasikan setiap pemberi asuhan pasien, sehingga pasien mendapatkan
pelayanan yang terintegrasi sesuai dengan kebutuhannya.

Pelaksanaan case manager :


1. Penetapan dan Pengangkatan MPP oleh Direktur
2. Melakukan skrining pasien yang membutuhkan manajemen pelayanan pasien, berdasarkan
pasien yang meliputi :
 Risiko tinggi
 Biaya tinggi
 Potensi komplain tinggi
 Kasus dengan penyakit kronis
 Pasien dengan penyakit terminal
 Kasus komplek / rumit
 Kemungkinan sistem pembiayaan yang komplek
3. Setelah pasien ditentukan sebagai klien MPP, maka dilakukan asesmen utilitas dengan
mengumpulkan berbagai informasi klinis, psiko-sosial, sosio-ekonomis, maupun sistem
pembayaran yang dimiliki pasien
4. Menyusun rencana manajemen pelayanan pasien tersebut, berkolaborasi dengan DPJP
serta para anggota tim klinis lainnya, yang mencerminkan kelayakan / kepatutan dan
efektivitas-biaya dari pengobatan medis dan klinis serta kebutuhan pasien untuk
mengambil keputusan
5. Melakukan fasilitasi yang mencakup interaksi antara MPP dan DPJP serta para anggota tim
klinis lainnya, berbagai unit pelayanan, pelayanan administrasi, perwakilan pembayar.
Fasilitasi untuk koordinasi, komunikasi dan kolaborasi antara pasien dan pemangku
kepentingan, serta menjaga kontinuitas pelayanan.
6. Memfasilitasi untuk kemungkinan pembebasan dari hambatan yang tidak mempengaruhi
kinerja/hasil
7. Memfasilitasi dan memberikan advokasi agar pasien memperoleh pelayanan yang optimal
sesuai dengan sistem pembiayaan dan kemampuan finansial
8. Ada bukti dokumentasi kegiatan MPP, a.l. termasuk dalam rekam medis seperti pencatatan
dalam formulir edukasi-informasi.
BAB IV
DOKUMENTASI

Seorang case manager mendokumentasikan segala informasi bermakna yang


didapatkan beserta rencana manajemen nya dalam formulir asesmen Manajer Pelayanan
Pasien