Anda di halaman 1dari 6

Sindaktili merupakan malformasi kongenital dari ekstremitas yang umum terjadi pada

neonatus. Sindaktili mencapai angka kejadian 1 dalam 2000-3000 kelahiran hidup. Rasio
antara laki-laki dan perempuan sebesar 2:1. Sindaktili merupakan kegagalan diferensiasi
dimana jari-jari gagal untuk terpisah. Perkembangan tangan dimulai pada hari ke-27
kehidupan intrauterin. Jari-jari biasanya dipisahkan antara hari 44-46. Sebagian besar
sindrom muncul pada periode ini. Kejadian ini berhubungan dengan kesalahan dalam
program apoptosis sel, yang biasanya menyerang jaringan interdigital embrionik dan
memungkinkan pembentukan jari yang terpisah. Istilah sindaktili berasal dari bahasa Yunani
awalan syn- ("with, together") dan kata benda Yunani daktylos ("jari, angka").

Sindaktili dapat menjadi kondisi tersendiri, atau dapat ditemukan dengan kelainan lain
(misalnya, polydactyly, cleft hands, ring constrictions, dan sindrom kraniofasial).
Beberapa kelainan genetik telah dikaitkan dengan sindaktili. Faktor-faktor yang mungkin
mempengaruhi lingkungan intrauterin, seperti paparan agen teratogenik, infeksi virus atau
penyakit lain pada awal kehamilan, dihipotesiskan sebagai penyebab sindaktili. Sekitar 10 -
40% dari kasus memiliki riwayat keluarga yang positif. Ketika sindaktili terjadi sendiri dan
terdapat riwayat keluarga yang positif, hal ini selalu berkaitan dengan warisan autosom
dominan.
Klasifikasi sindaktili didasarkan pada derajat keparahan presentasi klinis. Sindaktili dapat
diklasifikasikan sebagai sindaktili sederhana ketika hanya penyatuan jaringan lunak yang
terlibat dan sindaktili kompleks ketika melibatkan tulang atau kuku jari yang berdekatan.
Sindaktili yang tidak dikoreksi dapat secara signifikan merusak fungsi jari dan tangan.

Kerusakan lebih berat terjadi pada sindaktili lengkap, kompleks, atau melibatkan jari
perbatasan dengan jari-jari panjang yang tidak rata, seperti jari cincin dan jari kecil atau ibu
jari dan jari telunjuk

Penilaian untuk tindakan pembedahan


Pembedahan dianjurkan pada sebagian besar anak-anak. Tujuan dari pembedahan adalah
untuk meningkatkan level fungsional. Penekanan ditempatkan pada aspek kosmetik dan
kemampuan alami anak untuk beradaptasi terhadap malformasi. Pengoreksian jari
dikontraindikasikan apabila hal ini dapat mengurangi tingkat fungsional yang ada. Kondisi
tersebut terjadi apabila komponen dari jari yang menyatu hilang, yang membuat tidak
mungkin untuk membentuk jari yang independen, stabil dan bergerak. Kondisi medis juga
dapat menjadi kontraindikasi untuk pembedahan. Sindaktili yang ringan dan inkomplet tanpa
batasan fungsional merupakan indikasi relatif untuk pembedahan.

Waktu untuk pembedahan tidak didasarkan pada sedini apa prosedur dapat dilakukan, tetapi
berapa lama prosedur dapat ditunda berdasarkan kebutuhan fungsional tangan. Waktu dinilai
berdasarkan masing-masing kasus dan tergantung pada jari mana yang terlibat, serta tingkat
keparahan dan kompleksitasnya. Sebagai tambahan, adanya malformasi lain harus ditangani
sebelum tindakan bedah sindaktili dilakukan. Ketika beberapa prosedur diperlukan, rangkaian
tindakan ini harus dilakukan sebelum anak mencapai usia sekolah.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa sindaktili sederhana dari persatuan antara jari kedua
dan ketiga dapat dengan aman dipisahkan pada usia 1-2 tahun. Pembedahan pada tangan yang
lebih besar mengurangi risiko kontraktur jaringan parut dan pembentukan web creep, dimana
jaringan parut memanjang ke distal saat tangan tumbuh.

Tindakan bedah yang sering digunakan adalah teknik flap kulit palmar dan dorsal triangular
untuk pembuatan komisura baru dan alur zigzag untuk pemisahan jari. Terdapat juga berbagai
teknik flap ataupun cangkok kulit lainnya. Tindakan pembedahan direkomendasikan pada
usia sedini 4-9 bulan pada sindaktili dengan jaringan antar jari pertama dan keempat dan
sindaktili dengan gabungan beberapa jari. Kemampuan untuk menempatkan tangan di udara
dan melakukan manuver mencengkeram dan mencubit merupakan fungsi kortikal yang
berkembang sebelum usia satu tahun. Koordinasi terus berkembang hingga usia tiga tahun.
Dengan demikian, tindakan bedah yang awal memberikan jaminan optimal dari
perkembangan cengkeraman normal. Selain itu, perkembangan kerangka dan otot yang
optimal juga terjamin. Apabila kondisi tersebut ditemukan pada kedua tangan, tindakan bedah
dapat dilakukan pada kedua tangan pada satu waktu yang sama.
Jika semua jari menyatu, maka ibu jari dengan jari telunjuk, dan jari manis dengan jari

panjang dipisahkan pada tindakan pertama. Pada tindakan bedah kedua, jari telunjuk dengan
jari panjang, dan jari manis dan jari kecil dipisahkan. Tindakan ini biasanya dilakukan 4-6
bulan kemudian.

Pada sindaktili sederhana, hasil fungsional dan kosmetik yang baik dapat tercapai. Namun,
kebutuhan akan prosedur sekunder terjadi pada sekitar 10% kasus. Pengembangan web creep
terjadi pada dua dari 26 ruang web antar jari dengan teknik transplantasi full-skin setelah
tindak lanjut 18 tahun. Untuk teknik tanpa transplantasi kulit, hasil jangka panjang setelah
tindak lanjut lebih dari sepuluh tahun menunjukkan adanya kejadian web creep yang lebih
tinggi.

Studi oleh Kvernmo dkk. menyatakan bahwa dari delapan tindakan bedah sindaktili, terdapat
dua infeksi kecil yang diobati dengan antibiotik, dan satu infeksi setelah pengawasan selesai.
Pada saat kejadian ini, tindakan bedah untuk sindaktili ditunda selama tiga minggu. Dalam
satu kasus, sinostosis yang terpisah menyatu lagi selama pengawasan dan harus dikoreksi
kembali.

Komplikasi jangka pendek pasca operasi yang paling sering terjadi terkait dengan tindakan
bedah sindaktili adalah infeksi dan maserasi pada cangkok atau flap kulit. Kondisi ini
mengakibatkan diperlukannya amputasi jari walaupun jarang terjadi.

Meskipun terlihat relatif mudah, pengoreksian sindaktili merupakan operasi kompleks yang
membutuhkan keterampilan yang baik. Tingkat komplikasi akan rendah dan hasilnya sangat
memuaskan bagi orang tua bagi prosedur operasi dilakukan dengan benar. Operasi ini
bermanfaat bagi pasien dalam meningkatkan fungsi tangan dan memberikan tangan dan jari
yang terlihat normal.

Daftar Pustaka

Braun, T., Trost, J. and Pederson, W. (2016). Syndactyly Release. Seminars in Plastic
Surgery, 30(04), pp.162-170.
Kvernmo, H. and Haugstvedt, J. (2013). Treatment of Congenital Syndactyly of the
Fingers. Tidsskrift for Den norske legeforening, 133(15), pp.1591-1595.
Schwabe GC, Mundlos S. Genetics of congenital hand anomalies. Handchir Mikrochir Plast
Chir. 2004. 36:85-97