Anda di halaman 1dari 14

SIKAP PROFESIONAL GURU

Diajukkan untuk memenuhi mata kuliah


Profesi Keguruan
Pengampu: Nanda Istiqomah,M.Pd

Oleh

Kelompok 11 :

1. Ahmad Junaidi (12209173020)


2. Nita Kurniawati (12209173084)
3. Lailatus Zahro (12209173083)
4. Aufa Nur Fahmidah (12209173093)

TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI TULUNGAGUNG
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-nya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai.Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih atas bantuan
dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi pembaca.Untuk kedepannya semoga kami dapat memperbaiki bentuk maupun menambah
isi makalah agar menjadi lebih baik.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami yakin masih banyak


kekurangan dalam makalah ini.Oleh karena itu,kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Tulungagung, 9 Mei 2019

Penyusun

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan
menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi.
Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu
dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada dasarnya profesi guru
adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru
adalah jabatan semi profesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan
karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya
menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang
jabatan fungsional guru.
Semakin dituntutnya profesionalitas seorang guru, maka guru sebagai tenaga
pengajar dan pemberi informasi kepada siswanya tentu harus mengetahui bagaimana
seorang guru yang professional itu. Mengenai Profesi Pendidikan, tentu banyak
masalah demi masalah yang muncul dilingkungannya. Akhir-akhir ini kasus yang
menyangkut kenakalan siswa hampir setiap saat, ada juga kekurangan tenaga pendidik,
terutama kekurang mampuan guru dalam mengajar dalam kata lain seorang guru tidak
memiliki profesionalitas dalam mengajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi sikap profesionalitas bagi guru?
2. Bagaimana cara Pengembangan Sikap Profesional Guru?
3. Bagaimana Cara Menerapkan Sikap Profesional Guru?
4. Apa sasaran sikap profesional guru?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi sikap profesionalitas bagi guru
2. Untuk mengetahui cara Pengembangan Sikap Profesional Guru
3. Untuk mengetahui Cara Menerapkan Sikap Profesional Guru
4. Untuk mengetahui sasaran sikap profesional guru

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Sikap Profesional Bagi Guru


Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat
apabila dapat menunjukkan sikap yang baik sehingga dapat dijadikan panutan bagi
masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan
perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak.
Walaupun segala prilaku guru selalu diperhatikan masyarakat tetapi yang harus
diperhatikan adalah sikap guru yang berkaiatan dengan profesinya.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan
atau menuntut keahlian (expertise) dengan menggunakan teknik-teknik ilmiah serta
dedikasi yang tinggi. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian,
kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta
memerlukan pendidikan profesi.Menurut UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan
dosen, Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan
menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau
kecakapan yang memiliki standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan
pendidikan profesi.
Guru profesional adalah guru yang mengedepankan mutu dan kualitas layanan
dan produknya, layanan guru harus memenuhi standarisasi kebutuhan masyarakat,
bangsa dan pengguna serta memaksimalkan kemampuan peserta didik berdasar potensi
dan kecakapan yang dimiliki masing-masing individu. Sikap Profesional Keguruan
adalah sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yangmencakup keahlian,
kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta
memerlukan pendidikan profesi keguruan. Jadi, Sikap Profesional Keguruan adalah
sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yang mencakup keahlian,
kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta
memerlukan pendidikan profesi keguruan. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola
tingkah laku guru dalam memehami, menghayati,serta mengamalkan sikap kemampuan
dan sikap profesionalnya1

1
http://yuliasudarmi.blogspot.com/2016/12/pengembangan-sikap-profesional-guru.html. Diakses tgl
17/05/2019 21:32

4
B. Cara Pengembangan Sikap Profesional Guru

Dalam rangka meningkatkan mutu, baik mutu profesional , maupun mutu layanan,
seorang guru harus pula meningkatkan keprofesionalannya. Pengembangan sikap
profesional ini dapat dilakukan baik selagi dalam pendidikan prajabatan maupun
setelah bertugas (dalam jabatan).

1. Pengembangan Sikap Selama Pendidikan Prajabatan

Dalam pendidikan prajabatan, calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan,


sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti. Karena tugasnya
yang bersifat unik, guru selalu menjadi panutan bagi siswanya, dan bahkan bagi
masyarakat sekelilingnya. Oleh sebab itu, bagaimana guru bersikap terhadap
pekerjaan dan jabatannya selalu menjadi perhatian bagi siswa dan masyarakat.

Pembentukan sikap yang baik tidak mungkin muncul begitu saja, tetapi harus
dibina sejak calon guru memulai pendidikannya di lembaga pendidikan guru..
Berbagai usaha, latihan, contoh-contoh, aplikasi penerapan ilmu, keterampilan, serta
sikap profesional yang dirancang dan dilaksanakan selama calon guru berada dalam
pendidikan prajabatan. Sering juga pembentukan sikap tertentu terjadi sebagai hasil
sampingan (by product) dari pengetahuan yang diperoleh calon guru.

Sikap teliti dan disiplin, misalnya dapat terbentuk sebagai hasil sampingan dari
hasil belajar matematika yang benar, karena belajar matematika selalu menuntut
ketelitian dan kedisiplinan penggunaan aturan dan prosedur yang telah ditentukan.
Sementara itu tentu saja pembentukan sikap dapat diberikan dengan memberikan
pengetahuan, pemahaman, dan penghayatan khusus yang direncanakan,
sebagaimana halnya mempelajari Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
(P4) yang diberikan kepada seluruh siswa sejak dari sekolah dasar sampai perguruan
tinggi

2. Pengembangan Sikap Selama dalam Jabatan

Pengembangan sikap profesional tidak berhenti apabila calon guru selesai


mendapatkan pendidikan prajabatan. Banyak usaha yang dapat dilakukan dalam
rangka peningkatan sikap profesional keguruan dalam masa pengabdiannya sebagai
guru. Seperti telah disebut, peningkatan ini dapat dilakukan dengan cara formal
melalui kegiatan mengikuti penataran lokakarya, seminar, atau kegiatan ilmiah

5
lainnya, ataupun secara informal melalui media massa televisi, radio, koran, dan
majalah maupun publikasi lainnya. Kegiatan ini selain dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan, sekaligus dapat juga meningkatkan sikap profesional
keguruan.2

3. Jenis Kegiatan Pengembangan Profesi Guru

Inisiatif pengembangan keprofesionalan guru idealnya banyak berasal dari


prakarsa lembaga. Atas dasar ini, diasumsikan munculnya proses pembiasaan, yang
kemudian guru dapat tumbuh dengan sendirinya. Tentu saja, semua itu juga berawal
dari prakarsa guru secara individual. Apabila dilihat dari sisi prakarsa lembaga,
pengembangan profesi guru dilaksanakan melalui berbagai strategi dalam bentuk
pendidikan dan pelatihan (diklat) maupun bukan diklat.3 Melalui pendidikan dan
pelatihan misalnya program magang, kemitraan sekolah, belajar jarak jauh, pelatihan
berjenjang dan khusus serta pendidikan lanjut. Melalui non-pendidikan dan
pelatihan seperti Diskusi masalah pendidikan, Seminar, Workshop, Penelitian,
Penulisan buku/ bahan ajar dan Pembuatan media pembelajaran.

C. Cara Menerapkan Sikap Profesional Guru


Untuk menjadi guru profesional itu memerlukan beberapa usaha untuk
pengembangan diri agar bisa disebut sebagai guru yang profesional. Selain itu juga
dibutuhkan cara penerapan sikap profesional guru agar tidak hanya suatu teori tapi
bagaimana seorang guru itu dapat mengimplementasikan keprofesionalannya dalam
menjadi seorang guru, cara menerapkan sikap profesional guru adalah:
1. Membuat rancangan strategi pembelajaran yang baik
Pembelajaran yang baik dan efektif adalah pembelajaran yang aktif, interaktif,
kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Untuk terjadinya hal tersebut dibutuhkan
pemilihan strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran mengandung
rentetan aktivitas yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi
sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Strategi pembelajaran
juga mengandung siapa melakukan apa dalam proses pembelajaran, bagaimana
melaksanakan tugas pembelajaran, serta dimana kegiatan pembelajaran
berlangsung.

2
Soetjipto. Raflis Kosasi. 2011. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta. hlm 54-55
3
Danim, Sudarwan. 2011. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. hlm 94

6
2. Bersikap Adil
Menjasi sosok pendidik yang obyektif, bukan subyektif. Adil di sini berarti guru
tidak berpihak pada satu sisi atau kelompok tertentu. Jadi, harus mampu menyikapi
setiap siswa dengan karakter dan kemampuan yang beragam.
3. Bersikap Terbuka
Keterbukaan juga merupakan kriteria yang sangat penting bagi guru. Menerima
kedatangan, pertanyaan, kritik, hingga masukan dari siswa. Untuk memperbaiki
karakter siswa, guru terlebih dulu harus melakukan perbaikan. Mencoba bersikap
demokratis, tentu kelas akan jauh lebih menyenangkan.Bukan hanya sikap, namun
juga pikiran. Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
seorang guru harus bisa berpikiran terbuka. Dapat menjadi contoh yang baik bagi
peserta didik
4. Bersikap bijaksana
Menjadi seorang guru, berarti harus bijaksana. Baik dalam mengambil keputusan,
menyikapi masalah, maupun bertindak. Kalau Bapak/Ibu mampu menjadi sosok
pendidik yang bijak, siswa tentu akan lebih respect
5. Peka terhadap keadaan sekitar
Artinya seorang guru itu harus bisa cepat mengerti, memahami, dan melihat dengan
perasaan apa yang terlihat pada siswa. Mulai dari ekspresi wajah, gerak-gerik, nada
suara, dan lainnya. Jadi, guru dapat segera memahami apa yang dialami oleh siswa.
Tidak hanya cepat memahami, tapi juga cepat tanggap untuk menanggulanginya.
6. Memahami karakter peserta didik
Seorang guru diibaratkan seorang dokter. Untuk mengobati yang sakit, maka
deperlukan dokter yang mengerti jenis penyakit yang diderita serta cara-cara
mengobatinya. Begitu pula dengan seorang guru, dalam mengobati jiwa anak
didiknya, membentuk akhlak yang baik. Untuk itu dibutuhkan pendidik yang
mengerti akan sifat dasar jiwa manusia, kelemahan dan cara mengobatinya. Ibarat
sakit, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi sebelum diobati hendaknya
mencegah terjadinya penyakit. Dalam hal ini adalah akhlak anak didik. Sebelum
mereka tumbuh dewasa dengan akhlak yang buruk maka sedini mungkin
membentuk akhlak yang baik.
7. Bersikap konsisten
Seorang guru juga harus bersikap konsisten, tidak plin-plan. Menjadi seorang guru
harus konsisten dalam mengajar. Guru yang profesional dan tidak hanya berprofesi

7
sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, serta
mengevaluasi siswa. Sebagai guru dituntut menjadi sosok yang mampu
menanamkan nilai-nilai terhadap siswa hingga mencapai kedewasaan. 4

D. Sasaran Sikap Profesional Guru

Walaupun segala perilaku guru selalu diperhatikan masyarakat, tetapi yang akan
dibicarakan dalam bagian ini adalah khusus perilaku guru yang berhubungan denga
profesinya. Hal ini berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku guru dalam
memahami, menghayati, serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya.
Pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu akan dibicarakan sesuai dengan
sasarannya, yakni sikap profesional keguruan meliputi: peraturan perundang-undangan;
organisasi profesi; teman sejawat; anak didik; tempat kerja; pemimpin; serta pekerjaan.
1. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-undangan
Pada butir sembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa: “Guru
melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan”
(PGRI,1973). Kebijaksanaan pendidikan di negara kita dipegang oleh Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan melalui ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan
yang harus dilaksanakan oleh aparatur dan abdi negara. Guru mutlak merupakan unsur
aparatur dan abdi negara. Karena itu guru harus`mengetahui dan melaksanakan
kebijakan-kebijakan yang ditetapkan. Setiap guru di Indonesia wajib tunduk dan taat
terhadap kebijaksanaan dan peraturan yang ditetapkan dalam bidang pendidikan, baik
yang dikeluarkan oleh Depdikbud maupun departemen lainnya yang berwenang
mengatur pendidikan. Kode Etik Guru Indonesia memiliki peranan penting agar hal
ini dapat terlaksana.
Setiap guru Indonesia wajib tunduk dan taat kepada ketentuan-ketentuan
pemerintah. Dalam bidang pendidikan ia harus taat kepada kebijaksanaan dan
peraturan, baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun
departemen yang berwenang mengatur pendidikan, di pusat maupun di daerah dalam
rangka melaksanakan kebijaksanan-kebijaksanaan pendidikan di Indonesia.
2. Sikap Terhadap Organisasi Profesi

4
https://blog.ruangguru.com/inilah-penerapan-sikap-untuk-jadi-guru-profesional. Diakses tgl
07/05/2019 16:23

8
Dalam UU. No 14 Tahun 2005 pasal 7.1.i disebutkan bahwa “Guru harus
memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang
berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru”. Pasal 41.3 menyebutkan “Guru wajib
menjadi anggota organisasi profesi”. Ini berarti setiap guru di Indonesia harus
tergabung dalam suatu organisasi yang berfungsi sebagai wadah usaha untuk
membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Di Indonesia organisasi ini disebut
dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Dalam Kode Etik Guru Indonesia
butir delapan disebutkan: Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan
mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Ini makin
menegaskan bahwa setiap guru di Indonesia harus tergabung dalam PGRI dan
berkewajiban serta bertanggung jawab untuk menjalankan, membina, memelihara
dan memajukan PGRI sebagai organisasi profesi. Baik sebagai pengurus ataupun
sebagai anggota. Hal ini dipertegas dalam dasar keenam kode etik guru bahwa guru
secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan, dan meningkatkan martabat
profesinya. Peningkatan mutu profesi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti
penataran, lokakarya, pendidikan lanjutan, pendidikan dalam jabatan, studi
perbandingan dan berbagai kegiatan akademik lainnya. Jadi kegiatan pembinaan
profesi tidak hanya terbatas pada pendidikan prajabatan atau pendidikan lanjutan di
perguruan tinggi saja, melainkan dapat juga dilakukan setelah lulus dari pendidikan
prajabatan ataupun dalam melaksanakan jabatan.
Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan
pembinaan profesinya, dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota
ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut, sehingga pemanfaatnya
menjadi efektif dan efisien. Dengan perkataan lain setiap anggota profesi, apakah ia
sebagai pengurus atau anggota biasa, wajib berpartisipasi guna memelihara, membina,
dan meningkatkan mutu organisasi profesi, dalam rangka mewujudkan cita-cita
organisasi.
3. Sikap terhadap Teman Sejawat
Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa “Guru memelihara
hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.” Ini berarti
bahwa:
a. Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam
lingkungan kerjanya.

9
b. Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan
kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.
Dalam hal ini ditunjukkan bahwa betapa pentingnya hubungan yang harmonis
untuk menciptakan rasa persaudaraan yang kuat di antara sesama anggota profesi. Di
lingkungan kerja, yaitu sekolah, guru hendaknya menunjukkan suatu sikap yang ingin
bekerja sama, menghargai, pengertian, dan rasa tanggung jawab kepada sesama
personel sekolah. Sikap ini diharapkan akan memunculkan suatu rasa senasib
sepenanggungan, menyadari kepentingan bersama, dan tidak mementingkan
kepentingan sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Sehingga
kemajuan sekolah pada khususnya dan kemajuan pendidikan pada umumnya dapat
terlaksana. Sikap ini hendaknya juga dilaksanakan dalam pergaulan yang lebih luas
yaitu sesama guru dadri sekolah lain.
4. Sikap Terhadap Anak Didik
Dalam Kode Etik Guru Indonesia disebutkan: “Guru berbakti membimbing
peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila”.
Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami seorang guru dalam
menjalankan tugasnya sehari-hari, yakni: tujuan pendidikan nasional, prinsip
membimbing, dan prinsip pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya.
Tujuan Pendidikan Nasional sesuai dengan UU. No. 2/1989 yaitu membentuk
manusia Indonesia seutuhnya berjiwa Pancasila. Prinsip yang lain adalah
membimbing peserta didik, bukan mengajar, atau mendidik saja. Pengertian
membimbing seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso
sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani. Kalimat ini
mengindikasikan bahwa pendidikkan harus memberi contoh, harus dapat memberikan
pengaruh, dan harus dapat mengendalikan peserta didik.
Prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai
kesatuan yang bulat, utuh baik jasmani maupun rohani, tidak hanya berilmu tinggi
tetapi juga bermoral tinggi pula. Dalam mendidik guru tidak hanya mengutamakan
aspek intelektual saja, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan seluruh pribadi
peserta didik, baik jasmani, rohani, sosial, sikap, perilaku ataupun yang lainnya sesuai
dengan hakikat pendidikan.
5. Sikap Terhadap Tempat Kerja
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik di tempat kerja
akan meningkatkan produktivitas. Untuk menyukseskan proses pembelajaran guru

10
harus bisa menciptakan suasana kerja yang baik, dalam hal ini adalah suasana sekolah.
Dalam kode etik dituliskan: “Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya
yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.” Oleh sebab itu guru harus
aktif mengusahakan suasana baik itudengan berbagai cara, baik dengan penggunaan
metode yang sesuai, maupun dengan penyediaan alat belajar yang cukup, serta
pengaturan organisasi kelas yang mantap, ataupun pendekatan yang lainnya yang
diperlukan.
Selain itu untuk mencapai keberhasilan proses pembelajaran guru juga harus
mampu menciptakan hubungan yang harmonis antar sesama perangkat sekolah, orang
tua siswa dan juga masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengundang orang
tua sewaktu pengambilan rapor, membentuk BP3 dan lain- lain.
6. Sikap Terhadap Pemimpin
Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun
organisasi yang lebih besar, guru akan berada dalam bimbingan dan pengawasan
pihak atasan. Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai
kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya, di mana tiap anggota
organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan
organisasi tersebut. Dapat saja kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut berupa
tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan
mereka. Kerja sama juga dapat diberikandalam bentuk usulan dan malahan kritik yang
membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bersama dan kemajuan
organisasi. Oleh sebab itu, dapat kita simpulkan bahwa sikap seorang guru terhadap
pemimpin harus positif, dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan
program yang sudah disepakati, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

7. Sikap Terhadap Pekerjaan


Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik, yang secara alami
mempunyai persamaan dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat
memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan
dengna peserta didik yang masih kecil. Barangkali tidak semua orang dikaruniai sifat
seperti itu, namun bila seseorang telah memilih untuk memasuki profesi guru, ia
dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu.
Orang yang telah memilih suatu karier tertentu biasanya akan berhasil baik,
bila dia mencitai dengan sepenuh hati. Artinya, ia akan berbuat apa pun agar kariernya

11
berhasil baik, ia committed dengan pekerjaannya. Ia harus mau dan mampu
melaksanakan tugsnya serta mampu melayani dengan baik pemakai jasa yang
membutuhkannya.
Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat, guru harus
selalu dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan
permintaan masyarakat, dalam hal ini peserta didik dan para orang tuannya. Keinginan
dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang
biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karenanya, guru
selalu dituntut untuk secara terus-menerus meningkatkan dan mengembangkan
pengetahuan, keterampilan, dan mutu layanannya. Keharusan meningkatkan dan
mengembangkan mutu ini merupakan butir yang keenam dalam Kode Etik Guru
Indonesia yang berbunyi: “Guru secara pribadi dan bersama-sama, mengembangkan
dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”.5

5
http://sudutpendidikan7.blogspot.com/2015/10/sasaran-sikap-profesional-seorang-guru_9.html.
Diakses 08/05/2019 20:15

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sikap Profesional Guru adalah Suatu Kepribadian atau respon yang
menggambarkan kecenderungan untuk bereaksi sebagai seorang guru yang memiliki
kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran
yang ahli dalam menyampaikannya. Sehingga sikap seorang guru dalam menjalankan
pekerjaannya yangmencakup keahlian, kemahiran, dan kecakapan yang memenuhi
standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi keguruan
merupakan arti dari sikap profesional guru.
Profesionalisme seorang guru juga harus dikembangkan untuk meningkatkan atau
menambah pengetahuan dan keterampilannya baik pada masa Pra-jabatan ataupun
dalam jabatan karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu
berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.
Pengembangan Sikap Profesional dalam rangka meningkatkan mutu, baik mutu
profesional, maupun mutu layanan, guru juga harus meningkatkan sikap
profesionalnya. Pengembangan sikap profesional dapat dilakukan selagi dalam
pendidikan prajabatan maupun selagi bertugas (dalam jabatan).
B. Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu kita dalam mengetahui
tentang Pengembangan Sikap Profesional Guru serta menerapkan sikap profesional
guru yang baik dalam pendidikan dan pengajaran. Dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

13
DAFTAR PUSTAKA

Soetjipto. Raflis Kosasi. 2011. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta. hlm 54-55
Danim, Sudarwan. 2011. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
hlm 94
http://yuliasudarmi.blogspot.com/2016/12/pengembangan-sikap-profesional-guru.html.
https://blog.ruangguru.com/inilah-penerapan-sikap-untuk-jadi-guru-profesional.
http://sudutpendidikan7.blogspot.com/2015/10/sasaran-sikap-profesional-seorang-
guru_9.html.

14