Anda di halaman 1dari 3

UJIAN AKHIR DIKLAT PELAUT KELAS V

PROGRAM NAUTIKA
MATA KULIAH : DINAS JAGA
HARI : AGUSTUS 2019
JAM : 08.00 – 09.30
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : CAPT.BAGUS ELMINA.M.MAR

I. Soal pilihan ganda


Pilihlah salah satu jawaban a,b,c, dan d yang di anggap BENAR dengan menulis
di lembar jawaban :

1. Dimanakah berlakumya Internasional Colreg (P2TL) 1972 ?


a. Di laut lepas
b. Seluruh perairan yang berhubungan dengan laut lepas dan dapat dilayari kapal laut.
c. Seluruh perairan yang berhubungan dengan laut lepas dan dapat dilayari kapal laut
tidak terdapat aturan setempat.
d. Di seluruh perairan.

2. Berlaku kepada kapal kapal apakah Internasional Colreg(P2TL) 1972?


a. Kapal Niaga
b. Seluruh kapal kecuali kapal perang, kapal negara, kapal pelesir (yach) dan kapal
tradisionil.
c. Seluruh kapal.
d. Kapal niaga dan kapal penangkap ikan..

3. Nakhoda atau awak kapal diwajibkan melaksanakan :


a. Seluruh aturan aturan Internasional Colreg (P2TL) 1972.
b. Aturan tertentu sesuai kebutuhan
c. Seluruh aturan aturan Internasional Colreg (P2TL) 1972 dan kebiasaan pelaut.
d. Aturan aturan pada bagian B / Part B.

4. Kapal tidak terkendali (NUC) jika berlayar mempunyai laju di air ( making way), selain
wajib menunjukan/menyalakan 2 lampu keliling merah bersusun tegak sebagai tambahan
menyalakan :
a. Lampu lampu tiang
b. Lampu tiang, lampu lampu lambung dan lampu buritan.
c. Lampu lampu lambung dan buritan
d. Lampu buritan

5. Tujuan diselenggarakannya look out atau pengamatan keliling adalah:


a. Mengawasi kapal kapal lain yang berada di sekitar kapalnya.
b. Menilai situasi.
c. Mengawasi kapal yang akan tubrukan.
d. Membuat penilaian lengkap tentang situasi dan bahaya tubrukan.

6. Dalam melakukan pengamatan keliling, mualim jaga wajib:


a. Menggunakan RADAR.
b. Menggunakan seluruh peralatan tersedia yang disesuaikan dengan kondisinya.
c. Menggunakan teropong, AIS, ARPA dan RADAR.
d. Menggunakan penglihatan dan pendengaran serta peralatan tersedia yang sesuai dengan
kondisinya.
7. Apakah yang dimaksudkan dengan kecepatan aman?
a. Kecepatan yang tidak akan mengakibatkan tubrukan.
b. Kecepatan cukup untuk kapal bisa berolah gerak.
c. Kecepatan sedang atau moderate speed.
d. Kecepatan yang kapal masih dapat dan sempat mengambil tindakan menghindari
tubrukan atau diberhentikan dalam jarak sesuai keadaan.

8. Berdasarkan pertimbangan apakah saudara menentukan bahwa kapal akan terjadi


tubrukan ?
a. Kecepatan kapal lain tetap.
b. Kapal lain memotong dari lambung kanan.
c. Kapal lain dibaring dengan baringan kompasnya tidak berubah.
d. Baringan kompas kapal lain yang saling mendekat baringan kompasnya tidak berubah
atau hampir tidak berubah.

9. Tindakan penghindaran tubrukan harus tegas, pengertian dari tindakan harus tegas
adalah:
a. Tindakan tidak ragu-ragu.
b. Tindakan yang dilakukan oleh kapal yang bertindak dapat diamati oleh kapal yang
dihindari.
c. Tindakan yang dilakukan oleh kapal yang bertindak adalah tindakan merubah haluan.
d. Tindakan yang dilakukan oleh kapal yang bertindak adalah menghasilkan jarak lewat
yang selamat.

10. Aturan 9 tentang Narrow Channel, Kapal yang berlayar di perairan sempit, maka :
a. Kapal tenaga wajib menghindari kapal layar.
b. Kapal layar tidak boleh memotong alur pelayaran.
c. Kapal yang hanya dapat berlayar dengan aman di alur pelayaran tidak boleh dirintangi
oleh kapal layar dan penangkap ikan.
d. Kapal penangkap ikan tidak boleh merintangi jalannya semua kapal.

11. Kapal yang berlayar di dalam Tata Pemisahan Lalulintas sebagai berikut :
a. Kapal penangkap ikan tidak boleh merintangi jalan semua kapal.
b. Jalur lalu lintas dapat ditinggalkan dari ujung jalur atau sebelum ujung jalur.
c. Kapal tenaga yang panjangnya 200 meter boleh memasuki inshore traffic zone untuk
menurunkan pandu.
d. Semua jawaban di atas (a,b dan c) benar.

12. Pengertian kapal sedapat mungkin harus menghindari dirinya berlabuh jangkar di daerah
Tata Pemisahan Lalulintas, adalah :
a. Tidak berlabuh jangkar di Jalur Lalulintas Dekat Pantai
b. Tidak berlabuh jangkar di Jalur Lalulintas.
c. Tidak berlabuh jangkar di Zona Pemisah.
d. Tidak berlabuh jangkar di Jalur Lalu Lalulintas Dekat Pantai, Jalur Lalulintas dan
Zona Pemisah.
13. Kapal disebut menyusul adalah:
a. Kapal yang kecepatannya lebih cepat dari kapal yang di depannya.
b. Kapal yang mendekati kapal lain dari belakang.
c. Kapal yang mendekati kapal lain dari sektor 22,5⁰ dibelakang arah melintang.
d. Kapal yang mendekati kapal lain pada malam hari melihat lampu buritan kapal yang
didekati.

14. Ketentuan head on situation atau situasi berhadapan yang diatur dalam Aturan 14 adalah:
a. Situasi semua kapal yang berhadapan dan akan mengakibatkan tubrukan.
b. Situasi berhadapan antar kapal tenaga.
c. Situasi haluan saling berlawanan antar kapal tenaga dalam keadaan saling melihat.
d. Situasi haluan berlawanan antar kapal tenaga dalam kondisi saling melihat dan
mengkibatkan tubrukan.

15. Situasi memotong (Crossing Situation) yang diatur dalam Aturan 15 dapat diberlakukan,
jika:
a. Dua kapal tenaga dengan haluan saling memotong dalam keadaan penglihatan
terbatas.
b. Dalam kondisi saling melihat jika dua kapal tenaga saling memotong dan
mengakibatkan tubrukan.
c. Kapal dipotong oleh kapal lain dari lambung kanan.
d. Dua kapal tenaga dengan haluan saling memotong dan mengakibatkan tubrukan
dalam setiap keadaan penglihatan (any visibility).

II. SOAL URAIAN


Jawablah dengan benar pertanyaan di bawah ini pada lembar jawaban yang telah
di sediakan :

1. Hal hal apa saja yang harus di sampaikan informasi pada saat pergantian jaga?
2. Berlaku buat siapakah aturan P2TL ?
3. Factor factor apa saja yang harus di perhatikan dalam menentukan kecepatan
aman dan tertuang dalam aturan berapa ?
4. Persiapan berlayar ada istilah OHN apa maksudnya dana pa apa saja yang
harus di siapkan sebelum berlayar (ETD ) ?
5. Alur pelayaran sempit di atur dalam atuarn berapa dan bagaimana bunyinya?