Anda di halaman 1dari 28

BERBAGAI GANGGUAN PADA SISTEM GERAK DAN

UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM GERAK


MANUSIA
Disusun oleh :
1. Firdaus Mangkona
2. Muhammad Farkhan Ridho
3. Muhammad Zaki Mulyaman
4. Fariz Azka Hidayat
5. Akmal Jamaludin

Madrasah Tsanawiyah Negeri 27 Jakarta


KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan
rahmat-Nya jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan
makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan
waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan
bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi
penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi
untuk menyusun makalah ini.

Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya.
Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi
untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.

Daftar Isi
Kata Pengantar………………………………………………………………………………II
Daftar Isi………………………………………………………………………………………II
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….3
A. Latar Belakang Masalah………………………………………………………..3
B. Tujuan…………………………………………………………………………….
C. Manfaat……………………………………………………………………………
BAB II TINJAUAN PUSAKA……………………………………………………………….
BAB III PEMBAHASAN……………………………………………………………………..
A. Ide Dasar………………………………………………………………………..
B. Langkah Pemecahan Masalah……………………………………………….
C. Hasil Yang Diharapkan………………………………………………………..
D. Hambatan………………………………………………………………………
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………..
A. Kesimpulan…………………………………………………………………….
B. Saran……………………………………………………………………………
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tubuh manusia, seperti tubuh hewan, terdiri atas sistem, yang terdiri
atas organ-organ, yang terdiri atas jaringan-jaringan, yang terdiri atas sel-sel. Di
dalam melakukan aktifitas sehari-hari pastinya kita melakukan banyak gerakan.
Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan
adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. di
dalam biologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak.

Sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi. Sering kali kita
melakukan gerak , tetapi kurang menyadari adanya sistem yang mempergerakan
tubuh kita. Banyak sistem yang menggerakan tubuh kita seperti di bantu otot
,rangka,tulang,daging,dan lain sebagainya.

Tanpa semua itu kita tidak dapat bergerak dan melakukan aktifitas layaknya
manusia lain. Otot, daging, rangka, dan tulang sangat berperan penting dengan
tubuh kita dan saling berpengaruh. Otot, daging, tulang dan rangka adalah alat
sistem gerak manusia.

Berdasarkan penjelasan di atas penulis dapat menyimpulkan dan mengambil


judul makalah “GANGGUAN SISTEM GERAK MANUSIA PADA BAGIAN
TULANG”

B. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui pengertian gerak manusia

2. Mengetahui macam-macam alat gerak manusia

3. Mengetahui rangka dan fungsinya

4. Mengetahui macam-macam kelainan pada sistem gerak manusia

C. Manfaat
Gangguan sistem gerak manusia pada bagian tulang adalah pembahasan yang
penting di mana memberi kita wawasan tentang gangguan system gerak pada
manusia dan mengetahui apa saja system gerak pada manusia .

Sangat penting mengetahhui hal ini karna sistem gerak pada manusia ada pada
diri kita masing-masing yang setiap harinya kita gunakan untuk melakukan aktifitas
berat mau pun ringan. Setidaknya kita mengetahui sedikit tentang sistem gerak pada
diri kita sendiri dalam makalah ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Gerak pada Makhluk Hidup

Manusia dan hewan memiliki perilaku gerak yang tidak jauh berbeda.
Manusia dan hewan sama-sama menunjukkan gerakan-gerakan yang mudah
diamati. Namun, bagaimana dengan gerak pada tumbuhan? Tumbuhan
melakukan gerakan sesuai dengan rangsang yang diperoleh. Rangsangan
tersebut dapat berupa bahan kimia, suhu, gravitasi bumi, atau intensitas cahaya
yang diterima. Bagaimana tumbuhan dapat dikatakan bergerak? Bagian apa saja
dari tumbuhan yang dapat bergerak?

Gerak menutup daun tumbuhan putri malu merupakan tanggapan terhadap


rangsang. Arah menutupnya daun putri malu akibat rangsang adalah tetap. Jika
daun putri malu dikenai rangsang maka akan terjadi aliran air yang menjauhi
daerah yang terkena rangsang. Adanya aliran air ini menyebabkan kadar air di
daerah yang terkena rangsang berkurang, sehingga tekanan turgornya mengecil.
Akibatnya, daun putri malu akan menutup dan tampak seperti layu. Tekanan turgor
adalah tekanan yang disebabkan oleh isi sel terhadap dinding sel pada sel
tumbuhan.

Jika kita amati dengan seksama, ternyata tumbuhan juga melakukan


gerakan. Meskipun gerakan pada tumbuhan cenderung lambat, namun masih
dapat diamati perbedaannya. Misalnya gerakan yang muncul pada tumbuhan putri
malu. Tumbuhan putri malu akan tampak menguncup saat kita menyentuhnya.
Meskipun tidak ada perpindahan tempat, namun tumbuhan putri malu tersebut
masih dianggap bergerak karena gerakan pada organisme tidak selalu merupakan
gerak berpindah tempat. Bagaimana dengan tumbuhan lainnya? Apakah juga
melakukan gerak? Bagaimana tumbuhan-tumbuhan tersebut dapat bergerak?
Gerakan-gerakan seperti apa saja yang dilakukan?

1. Macam – Macam Gerak

a. Gerak tumbuhan berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi gerak


endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.

b. Gerak endonom (gerak spontan) adalah gerak tumbuhan yang tidak


memerlukan rangsang dari luar atau tidak diketahui penyebabnya.
Rangsangan pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan
itu sendiri.

c. Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena


pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan
yang tidak merata.

d. Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya


rangsangan dari lingkungan sekitar.

e. Gerak esionom dibagi menjadi gerak tropisme (yang terdiri dari gerak
geotropisme, hidrotropisme, tigmotropisme, foto tropisme, dan gerak
kemotropisme), gerak taksis (yang terdiri dari gerak kemotaksis dan
fototaksis), dan gerak nasti (yang terdiri dari gerak niktinasti, fotonasti,
seismonasti, termonasti, dan nasti kompleks.

f. Hewan melakukan gerakan khas sesuai dengan habitat serta adaptasi


fisiologi dan morfologinya.

Benda dan makhluk hidup yang bergerak mengikuti hukum Newton tentang
gerak.

a. Hukum I Newton membahas tentang kecenderungan benda untuk


mempertahankan keadaan gerak atau diamnnya (inersia) atau .
b. Hukum II Newton menjelaskan tentang percepatan gerak sebuah benda
berbanding lurus dengan gaya yang diberikan, namun berbanding
terbalik dengan massanya atau

c. Hukum III Newton menjelaskan tentang gaya aksi reaksi pada dua
benda. Ketika benda pertama mengerjakan gaya ( ke benda kedua,
maka benda kedua tersebut akan memberikan gaya (yang sama besar
ke benda pertama namun berlawanan arah).

B. Pengertian Sistem Gerak Pada Manusia

Sistem gerak ialah sistem dalam tubuh yang terdiri dari persendian, otot dan
tulang-tulang yang bergabung membentuk rangka dan berguna untuk memberikan
betuk tubuh, memudahkan manusia untuk melakukan aktivitas, seperti berlari,
berjalan, menari. Berikut komponen-komponennya :

1. Komponen Sistem Gerak Dalam Tubuh Manusia

a. Rangka (Tulang)

Rangka atau tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak
pasif karena tulang baru akan bergerak bila digerakkan oleh otot.
Sedangkan unsur pembentuk tulang pada manusia adalah unsur kalsium
dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Fungsi sistem gerak
adalah mendukung tubuh manusia untuk bergerak. Sehingga manusia
dapat melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain.

Gambar 1.1 (Rangka Manusia)


b. Otot

Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang
berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang.Otot-otot
dalam tubuh manusia melakukan beberapa fungsi penting. Fungsi utama
mereka adalah gerakan, baik sengaja dan tidak sengaja, dan mereka juga
mendukung tubuhnya, membantu menjaga postur. otot yang kuat juga
menstabilkan tubuh banyak sendi dan menentukan kekuatan tubuh secara
keseluruhan. Fungsi tambahan adalah untuk menghasilkan panas sebagai
produk sampingan dari proses lainnya.

Gambar 1.2 (Jenis – jenis otot penyusun tubuh manusia)

c. Sendi

Sendi adalah struktur khusus pada tubuh yang berfungsi sebagai


penggerak hubungan antartulang. Jadi, sendi adalah daerah tempat
dua tulangmenyatu. Untuk diketahui, tulang di dalam tubuh dapat
berhubungan secara erat atau tidak erat. Hubungan antartulang itu
selanjutnya disebut denganartikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, maka
diperlukan sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago di daerah sendi.
Kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat.
Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya
diselaputi oleh selaput sendi (membran sinovial) yang liat dan
menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut cairan sinovial.
Gambar 1.3 (Struktur Sendi Manusia)

A. Gangguan Sistem Gerak Manusia

Gangguan pada sistem gerak manusia berupa kelainan atau penyakit


pada alat gerak seperti tulang, persendian, dan otot. Gangguan ini bisa terjadi
pada seluruh sistem gerak manusia yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Gangguan Tulang

a. Retak Tulang

Retak tulang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

1) Fraktura sederhana, apabila tulang yang retak tidak sampai melukai


otot.

2) Greenstick (retak tak lengkap), apabila tulang hanya retak dan sebagian
tidak sampai memisah.

3) Fraktura tertutup, apabila tulang yang patah menyebabkan otot terluka,


tetapi tidak keluar dari kulit.

4) Fraktura terbuka, apabila tulang yang patah sampai mencuat keluar


kulit.

b. Rakhitis
Rakhitis adalah penyakit tulang menjadi rapuh karena kekurangan vitamin
D. Penderita gangguan ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.

c. Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah kelainan yang disebabkan oleh pengumpulan yang


abnormal dari cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga
kepala membesar.

d. Mikrosepalus

Mikrosepalus adalah kelainan yang disebabkan oleh terhambatnya


pertumbuhan tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada waktu
bayi. Hal ini menyebabkan kepala menjadi kecil.

e. Osteoporosis

Osteoporosis adalah gangguan tulang karena reabsorpasi bahan tulang


terhambat. Hal ini disebabkan oleh kekurangan hormon kelamin pria atau
wanita.

f. Gangguan pada Tulang Belakang

Gangguan pada tulang terjadi karena kedudukan tulang belakang bergeser


dari kedudukan normal. Kelainan pada tulang belakang ada beberapa
macam, yaitu:

1) Kifosis, jika tulang punggung melengkung ke belakang, sehingga


penderita kelihatan bungkuk

2) Skoliosis, jika tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga


badan tampak melengkung ke kiri atau ke kanan.

3) Lordosis, jika tulang belakang melengkung ke depan yang


menyebabkan kepala tertarik ke belakang.

2. Gangguan Persendian

Gangguan atau penyakit pada sistem gerak manusia yang kedua adalah
gangguan persendian dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Dislokasi

Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena sobek atau


tertariknya ligamen.

b. Keseleo

Keseleo adalah gangguan persendian karena tertariknya ligamen sendi


oleh gerakan tiba-tiba atau yang tidak biasa dilakukan.

c. Ankilosis

Ankilosis adalah keadaan sendi tidak dapat digerakkan.

d. Artritis

Artritis atau infeksi sendi, yaitu gangguan sendi karena pera-dangan pada
sendi. Artritis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

1) Reumatoid, yaitu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.

2) Ostevartritis, yaitu penyakit sendi karena menipisnya tulang rawan.

3) Gautartritis, yaitu gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam


urat.

3. Gangguan Otot

Sedangkan gangguan atau penyakit pada sistem gerak


manusia yang ketiga adalah gangguan otot. Beberapa gangguan pada
otot, antara lain:

1) Kejang Otot : Kejang otot adalah gangguan otot karena melakukan


aktivitas terus-menerus, sampai akhirnya otot tidak mampu lagi
berkontraksi karena kehabisan energi.

2) Atropi : Atropi adalah gangguan otot karena otot mengecil sehingga


kemampuan untuk berkontraksi hilang.
3) Hipertropi : Hipertropi adalah keadaan otot menjadi lebih besar dan kuat
karena sering dilatih. Hal ini terjadi pada tubuh atlet, misalnya
binaragawan, atlet angkat besi, dan atlet sepakbola.

4) Tetanus : Tetanus adalah kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang
dihasilkan oleh Clostridium tetani.

5) Kaku Leher atau Stiff : Kaku leher terjadi karena otot leher mengalami
peradangan akibat gerakan atau hambatan yang salah sehingga leher
terasa kaku.

6) Hernia Abdominalis : Hernia abdominalis adalah sobeknya otot dinding


perut yang lemah sehingga usus melorot masuk ke rongga perut.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian gerak pada manusia

Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas,


seperti berjalan, berlari, menari, dan lain-lain. Bagai mana manusia dapat
melakukan gerakan? Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia
didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi
antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian dan otot. Sistem
gerak pada manusia terbagi dalam dua kelompok, yaitu sistem gerak pasif, yang
tersusun atas tulang-tulang yang membentuk rangka tubuh, dan sistem gerak
pasif, yang tersusun atas otot-otot yang menempel pada tulang rangka.

B. Alat gerak pada manusia

Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam
yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat
gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk
suatu sistem yang disebut sistem gerak.
Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan
pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada
tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat
membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat
gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak
manusia dan hewan.
Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu
protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin.
Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel
pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.
Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang
lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya
(pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat
relaksasi/kembali pada posisi semula)
11

1. Rangka/Skeleton
Tulang-tulang yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka
atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

a. Eksoskeleton

Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini
terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali
Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class
Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

b. Endoskeleton

Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis
ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia, Aves
dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain
itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class
Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

Fungsi rangka :

1. Memberikan bentuk tubuh makhluk hidup.

2. Melindungi organ-organ tubuh yang vital.

3. Menahan dan menegakkan tubuh.

4. Tempat pembentukan sel darah.

5. Tempat perlekatan otot.

6. Tempat penimbunan/penyimpanan zat kapur.

7. Sebagai alat gerak pasif.

C. Alat gerak pasif/tulang

Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik


yaitu :

1. Tulang rawan/tulang muda/cartilago


Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang.
Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak
dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio
menjadi fetus. Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring
dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan
serta dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa osifikasi. Tetapi
tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi
cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan, daun telinga, hidung
bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.

Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang
banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan
sedikit zat kapur/Carbonat. Dengan adanya condrin ini dapat memberikan sifat
lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel
pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa
berkebalikan.

Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut


dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang
disebut pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan
nutrisi bagi cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam
pericondrium banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.
Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :

a. Cartilago Hialin

Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan


serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat
lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ
permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama
dinding trachea yang berbentuk cincin.

b. Cartilago Fibrosa/serabut

Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut


kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada
ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan
ligamentum) dan tulang gelang panggul.

c. Cartilago Elastin/elastic

Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic


berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan
tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak dewasa.
Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius (pada
telinga bagian tengah) dan daun telinga.

2. Tulang keras/tulang sejati/osteon

Osteon berfungsi :

 Sebagai penyusun sistem rangka tubuh.

 Sebagai pelindung organ-organ yang vital.

Terbentuk melalui proses :

 Osifikasi

Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang


sejati atau tulang keras. Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi
dengan matriks Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga
akan membuat tulang sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat
tulang mudah retak atau patah. Secara perlahan matriks tulang rawan
akan terisi oleh Calcium dan fosfor (phosphate), hal inilah yang
membuat osteon menjadi keras.

 Kalsifikasi

Yaitu proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi.


Pembentuk sel tulang sejati disebut osteocyte/osteosit. Osteosit ini akan
dibentuk oleh osteoblast yaitu sel tulang muda yang nantinya akan
membentuk osteosit/perombak sel-sel tulang. Selaput pelindung tulang
sejati disebut periosteum. Kandungan yang terdapat dalam matriks
osteon adalah Calcium Carbonat atau CaCO3 dan Calcium Phosphat
atau Ca3(PO4)2.
Apabila tulang dipotong secara melintang dan dilihat dengan
mikroskop akan tampak gambaran suatu sistem yang disebut sistem
Havers/Haversii. Sistem Havers/Haversii yaitu suatu kesatuan sel-sel
tulang dan matriks tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf
yang membentuk suatu sistem.

Di dalam sistem ini terdapat lamella konsentris atau lingkaran-


lingkaran yang merupakan kesatuanpembuluh darah dan sel
saraf. Selain itu dalam lamella konsentris terdapat rongga/cawan
tempat sel tulang berada yang disebut lakuna. Jika sel tulang telah mati
hanya akan nampak rongga/lekukannya saja. Antar lakuna
dihubungkan dengan saluran kecil beruapa kanal yang disebut dengan
kanalikuli yang berfungsi untuk menyalurkan kebutuhan nutrisi sel tulang
dalam pertumbuhannya. Saluran ini tersusun dari pembuluh darah dan
sel saraf.

3. Pembagian tulang

Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi :

a. Tulang pipa/panjang

Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang.


Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari
perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga
tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak.

Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu bagian dikedua
ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian tengah
tulang yang disebut diafise. Daerah antara diafise dengan epifise terdapat
cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang
tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. Pada
orang dewasa cakraepifise ini sudah menulang.
Tulang pipa dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna,
Os. Tibia, Os. Fibula, ruas-ruas Os. Digiti Phalanges Manus, dll.

b. Tulang pipih

Tulang pipih berbentuk gepeng memipih, tipis. Tulang ini tersusun dari
2 buah lempengan tulang kompak dan tulang spons. Rongga diantara
kedua lempengan tulang tersebut terisi sumsum merah. Tulang pipih dapat
dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os. Sternum, Os. Cranium, dll.

c. Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek tidak beraturan atau silinder
kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum merah. Tulang pendek dapat
dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Tarsal, ruas-ruas Os.
Carpal, dll.

Berdasarkan matriksnya dibedakan menjadi :

a. Tulang kompak/padat

Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat. Tidak
dijumpai adanya celah tanpa matriks dalam rongga tulang ini. Dapat
dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.

b. Tulang spons/bunga karang

Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak


padat/berongga. Dapat dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.

Berdasarkan letaknya tulang dibedakan menjadi :

a. Tulang Axial terdiri dari :

1) Tulang Tengkorak :

 1) Tulang dahi = 1 buah

 2) Tulang ubun-ubun = 2 buah

 3) Tulang kepala bagianbelakang = 1 buah


 4) Tulang pelipis = 2 buah

 5) Tulang baji = 2 buah

 6) Tulang tapis = 2 buah

 7) Tulang mata = 2 buah

 8) Tulang air mata = 2 buah

 9) Tulang rongga mata = 2 buah

 10) Tulang pipi = 2 buah

 11) Tulang hidung = 2 buah

 12) Tulang rahang atas = 2 buah

 13) Tulang rahang bawah = 2 buah

 14) Tulang langit-langit = 2 buah

 15) Tulang pangkal lidah = 1 buah

2) Tulang Pendengaran :

 1) Tulang martil = 2 buah

 2) Tulang landasan = 2 buah

 3) Tulang sanggurdi = 2 buah

3) Tulang badan :

 1) Tulang leher = 7 ruas

 2) Tulang punggung = 12 ruas

 3) Tulang pinggang = 5 ruas

 4) Tulang kelangkang = 5 buah

 5) Tulang ekor =4 ruas


4) Tulang dada :

 1) Tulang dada bagian hulu = 1 buah

 2) Tulang dada bagian badan = 1 buah

 3) Tulang dada bagian taju pedang = 1buah

5) Tulang rusuk :

 1) Tulang rusuk sejati = 7 pasang

 2) Tulang rusuk palsu = 3 pasang

 3) Tulang rusuk melayang = 2 pasang

6) Tulang gelang bahu :

 1) Tulang selangka = 2 buah

 2) Tulang belikat = 2 buah

7) Tulang gelang panggul :

 1) Tulang usus = 2 buah

 2) Tulang duduk = 2 buah

 3) Tulang kemaluan = 2 buah

8) Tulang Apendikuler/Extremitas

Tulang pergerakan atas :

 1) Tulang lengan atas = 2 buah

 2) Tulang pengumpil = 2 buah

 3) Tulang hasta = 2 buah

 4) Tulang pergelangan tangan = 2 x 8 buah

 5) Tulang telapak tangan = 2 x 5 buah


 6) Tulang ruas jari tangan = 2 x 14 ruas

9) Tulang pergerakan bawah :

 1) Tulang paha = 2 buah

 2) Tulang tempurung lutut = 2 buah

 3) Tulang betis = 2 buah

 4) Tulang kering = 2 buah

 5) Tulang pergelangan kaki = 2 x 7 ruas

 6) Tulang telapak kaki = 2 x 5 buah

 7) Tulang ruas jari kaki = 2 x 14 ruas

4. Persendian/artikulasi

Merupakan hubungan antara 2 buah tulang. Struktur khusus yang


terdapat pada artikulasi yang dapat memungkinkanuntuk pergerakan
disebut dengan sendi.

Artikulasi dapat dibedakkan menjadi :

a. Sinarthrosis

Disebut juga dengan sendi mati Yaitu hubungan antara 2 tulang yang tidak
dapat digerakkan sama sekali. Artikulasi ini tidak memiliki celah sendi dan
dihubungkan dengan jaringan serabut. Dijumpai pada hubungan tulang
pada tulang-tulang tengkorak yang disebut sutura/suture.

b. Amfiarthrosis

Disebut juga dengan sendi kaku Yaitu hubungan antara 2 tulang yang
dapat digerakkan secara terbatas. Artikulasi ini dihubungkan dengan
cartilago. Dijumpai pada hubungan ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk
dengan tulang belakang.

c. Diarthrosis
Disebut juga dengan sendi hidup Yaitu hubungan antara 2
tulang yang dapat digerakkan secara leluasa atau tidak terbatas. Untuk
melindungi bagian ujung-ujung tulang sendi, di daerah persendian terdapat
rongga yang berisi minyak sendi/cairan synovial yang berfunggsi sebagai
pelumas sendi.

Dapat dibedakan menjadi :

1) Sendi engsel

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan hanya satu


arah saja. Dijumpai pada hubungan tulang Os. Humerus dengan Os.
Ulna dan Os. Radius/sendi pada siku, hubungan antar Os. Femur
dengan Os. Tibia dan Os. Fibula/sendi pada lutut.

2) Sendi pelana/sendi sellaris

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan kedua arah.


Dijumpai pada hubungan antara Os. Carpal dengan Os. Metacarpal,
sendi pada tulang ibu jari.

3) Sendi putar

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan salah satu tulang


berputar terhadap tulang yang lain sebagai porosnya. Dijumpai pada
hubungan antara Os. Humerus dengan Os. Ulna dan Os. Radius,
hubungan antar Os. Atlas dengan Os. Cranium.

4) Sendi peluru/endartrosis

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala


arah/gerakan bebas. Dijumpai pada hubungan Os. Scapula dengan Os.
Humerus, hubungan antara Os. Femur dengan Os. Pelvis virilis.

5) Sendi geser

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan pada satu


bidang saja atau gerakan bergeser. Dijumpai pada ruas-ruas Os.
Vertebrae, ruas-ruas Os. Metatarsal dan ruas-ruas Os. Metacarpal.
6) Sendi luncur

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan badan


melengkung ke depan (membungkuk) dan ke belakang serta gerakan
memutar (menggeliat).

7) Sendi gulung

Yaitu hubungan antar tulang yang gerakan tulangnya seolah-olah


mengitari tulang yang lain. Dijumpai pada hubungan Os. Metacarpal
dengan Os. Radius.

8) Sendi ovoid

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan berporos


dua, dengan gerak ke kiri dan ke kanan; gerakan maju dan mundur;
gerakan muka/depan dan belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk
ovaldanmasuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Dijumpai
pada hubungan Os. Radius dengan Os. Carpal.

D. Macam-Macam Kelainan Pada Sistem Gerak Tulang

Tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik gangguan tulang


sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi, posisi tubuh yang salah, terkena
penyakit, kecelakaann, dan lainnya. Dibawah ini adalah macam-macam kelainan,
gangguan tulang atau penyakit pada tulang yang akan dibahas secara jelas.

1. Gangguan Tulang karena Kebiasaan Posisi Tubuh Yang Salah

Kebiasaan yang tidak baik akan memengaruhi pertumbuhan tubuh. Sikap


tubuh yang salah ketika duduk, berdiri, tidur, atau ketika membawa beban yang
terlalu berat dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang/punggung
sebagai berikut.

a. Skoliosis
Skoliosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung
membengkok ke kiri atau ke kanan. Penyebabnya adalah posisi duduk yang
salah. Skoliosis juga dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah
satu sisi tulang belakang dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-
tahun.

b. Lordosis

Lordosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung


membengkok ke belakang. Hal itu dapat terjadi, jika kita sering duduk di
kursi dengan meja yang terlalu tinggi.

c. Kifosis

Kifosis merupakan kondisi yang berkebalikan dengan lordosis. Kifosis, yaitu


tulang belakang bagian dorsal perut membengkok ke depan. Hal itu dapat
terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk.

Gambar 1.4 (Gangguan tulang karena kebiasaan)

2. Gangguan Tulang Karena Penyakit

a. Polio

Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama kelamaan


tulangnya akan mengecil. Penyakit polio dapat dicegah dengan vaksin polio.
Pemberian vaksin biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia di
bawah lima tahun.

b. Layuh Semu
Layuh semu terjadi akibat terinfeksi penyakit sifilis pada anak semasa dalam
kandungan akibat tertular oleh ibu yang mengidap penyakit sifilis, akibat tulang
tulang anggora gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.

c. Rakhitis

Rakitis merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terhambatnya


pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul karena penderita kekurangan vitamin
D dan sinar matahari pagi. Orang yang menderita penyakit rakhitis memiliki
tulang yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O karena tidak dapat
menahan berat tubuh.

d. Kaku Sendi

Kaku sendi merupakan cacat pada persendian dimana sendi tidak dapat
digerakkan. Penyakit ini disebabkan karena persendian terinfeksi penyakit
sifilis atau gonorhoe sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat
digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan. Kaku sendi
biasanya ini terjadi pada orang dewasa.

e. Kanker Tulang

Virus juga dapat merusakkan pertumbuhan sel sel tulang yang tidak terkendali,
sehingga di beberapa tempat pada tulang dapat tumbuh benjolan benjolan
yang dapat berpindah pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat
menyebabkan kematian.

f. TBC Tulang

TBC tulang adalah penyakit pada tulang akibat infeksi oleh Tuberculosis yang
sehingga membuat tulang menjadi rusak.

g. Osteoporosis

Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang menyebabkan


tulang mudah retak atau patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang lanjut
usia, terutama perempuan. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan
zat kapur (kalsium).
h. Rikets

Rikets merupakan kelainan tulang pada anak yang disebabkan defisiensi


vitamin D. Tulang ini biasanya lunak dan jika berjalan maka tulang akan
melengkung.

i. Osteomalasia

Osteomalasia adalah kelainan tulang kerena defisiensi vitamin D pada orang


dewasa. Tulang yang kekurangan fosfor dan kalsium sehingga menjadi lunak.
Osteomalasia kebanyakan diderita oleh wanita yang kurang makan padi-
padian, susu, jarang terkena sinar matahari, dan sering melahirkan.

j. Steoporosis atau osteopenia

Kelainan tulang yang kebanyakan diderita oleh orang tengah baya atau tua
yang sudah menopause. Kelainan ini berupa menurunnya kerja sel osteoblas
sebagai akibat penurunan produksi hormon estrogen. Tulang akhirnya menjadi
rapuh dan mudah patah. Penyakit ini dapat diatasi dengan banyak minum susu
yang mengandung kalsium.

k. Artritis

Artritis merupakan gangguan tulang yang berupa peradangan pada sendi yang
disebabkan keseleo, infeksi, dan luka sendi.

l. Mikrosefalus

Mikrosefalus merupakan kelainan akibat pertumbuhan tulang-tulang tengkorak


yang terhambat karena kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang
tengkorak pada waktu bayi, sehingga ukuran kepala kecil (ukurannya tidak
proporsional). Akibat lebih lanjut biasanya berpengaruh pada perkembangan
mental.

3. Gangguan Atau Kelainan Tulang Oleh Faktor Keturunan

Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan
diwariskan kepada keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya, kelainan
bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang disebabkan oleh gen,
maka akan diwariskan kepada keturunannya.
4. Gangguan Atau Kelainan Tulang Yang Disebabkan Oleh Makanan

Pertumbuhan tulang tulang sangat tergantung dari makanan yang kita


makan setiap hari. Makanan yang kita makan harus mengandung zat zat yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya, mengandung zat kapur,
fosfor, dan vitamin D.

5. Gangguan Atau Kelainan Tulang Karena Kecelakaan

a. Fraktura, jika terjadi patah tulang karena kecelakaan.

b. Fisura, jika tulang mengalami retak.

c. Urai Sendi, jika terjadi pergeseram sendi karena selaput sendi sobek.

d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul


gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang
yang menggelembung setelah sembuh.

e. Patah tulang tertutup, jika tulang yang patah tidak sampai merobek kulit.

f. Patah tulang terbuka, jika tulang yang patah merobek kulit dan tulang
mencuat ke luar.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian


atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila
aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau seluruh bagian
tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara
umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia
dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh
kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan
demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak
pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan
tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ
tumbuhan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Gudang, makalah96. (2017) “makalah biologi penyakit gangguan “


https://gudangmakalah96.blogspot.com/2017/09/makalah-biologi
penyakitgangguan-pada.html di akses tanggal 28 September 2018

Pramana, gilang jaka. (2015) “Materi sistem gerak pada manusia”


http://www.gudangbiologi.com/2015/06/materi-sistem-gerak-pada-
manusia.html di akses tanggal 28 September 2018

Berpendidikan, (2015) macam-macam-penyakit-gangguan-dan-kelainan-pada-


tulang-dan-persendian-serta-pencegahannya,
https://www.berpendidikan.com/2015/11/macam-macam-penyakit-
gangguan-dan-kelainan-pada-tulang-dan-persendian-serta-
pencegahannya.html di akses tanggal 28 September 2018

https://yogahadiyulianto.wordpress.com/kelas-viii/sistem-gerak-pada-
manusia/pengertian-dan-komponen-sistem-gerak-pada-manusia/ di akses
tanggal 28 September 2018

http://rangkuman-ipa.blogspot.com/2015/07/gangguan-atau-penyakit-pada-sistem-
Gerak-Manusia.html di akses tanggal 28 September 2018

http://genwisaku.blogspot.com/2017/06/penjelasan-sistem-gerak-pada-manusia.html
di akses tanggal 28 September 2018

http://www.dunia-mulyadi.com/2016/01...#ixzz4pJSFISH3 di akses tanggal 28


September 2018