Anda di halaman 1dari 91

Universitas Sumatera Utara

Repositori Institusi USU http://repositori.usu.ac.id


Fakultas Farmasi Skripsi Sarjana

2017

Pola Peresepan Antibiotik dari Dokter


Gigi pada Apotek-Apotek Kota Medan
Periode Maret-Mei 2017

Irwan, Carles Adam

http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/1355
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK DARI DOKTER GIGI DI
APOTEK-APOTEK KOTA MEDAN PERIODE
MARET – MEI 2017

SKRIPSI

OLEH :
CARLES ADAM IRWAN L
NIM 131501165

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

Universitas Sumatera Utara


POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK DARI DOKTER GIGI DI
APOTEK-APOTEK KOTA MEDAN PERIODE
MARET 2017 – MEI 2017

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh


gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara

OLEH :
CARLES ADAM IRWAN L
NIM 131501165

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

Universitas Sumatera Utara


Universitas Sumatera Utara
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala

limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menjalani masa

perkuliahan dan penelitian hingga akhirnya menyelesaikan penyusunan skripsi

dengan judul “Pola Peresepan Antibiotik dari Dokter Gigi pada Apotek-Apotek

kota Medan Periode Maret-Mei 2017”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu

syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas

Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Ibu

Prof. Dr. Masfria, M.S., Apt., selaku Dekan Fakultas Farmasi dan Ibu Dr. Poppy

Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Apt., selaku Wakil Dekan I dan Ibu Drg. Hj.

Usma Polita Nasution, M.Kes., selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan yang

telah memberi izin untuk melakukan penelitian di Apotek terpilih Kota Medan.

Rasa hormat dan terima kasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan

kepada Ibu Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., PhD., Apt., selaku pembimbing I yang

membimbing penulis dengan kesabaran, ketulusan, dan motivasi yang luar biasa

selama masa penelitian juga kepada Ibu Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan,

M.Si.,Apt., dan Bapak Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt., selaku penguji

yang telah meluangkan waktu untuk memberikan kritik, saran, dan nasihat yang

membangun demi kesempurnaan skripsi ini, dan penulis juga ingin

menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.,

selaku penasihat akademik yang telah membimbing penulis dengan penuh

kesabaran, dan memberikan motivasi selama masa perkuliahan.

Penulis menyampaikan rasa terima kasih serta penghargaan sebesar-

besarnya khususnya kepada orang tua saya Ayahanda Raden Lumban Gaol, dan

iv
Universitas Sumatera Utara
Ibunda Nemmi Siregar serta seluruh keluarga saya yang senantiasa menyemangati

dan memberikan dukungan penuh, doa, serta materil selama perkuliahan hingga

penyelesaian skripsi ini.

Pada kesempatan ini juga, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih

kepada teman-teman yang telah membantu dan memberikan dukungan serta

semangat serta canda tawanya selama penelitian dan penyusunan skripsi ini

berlangsung.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan

dan oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, penulis bersedia menerima

kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan skripsi ini pada waktu

mendatang. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua

Medan, 28 November 2017


Penulis,

Carles Adam Irwan L


NIM 131501165

v
Universitas Sumatera Utara
SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Carles Adam Irwan L
Nomor Induk Mahasiswa : 131501165
Program Studi : S1- Reguler Farmasi
Judul Skripsi : POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK DARI
DOKTER GIGI DI APOTEK-APOTEK KOTA
MEDAN PERIOE MARET 2017-MEI 2017

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dari
hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan oleh orang
lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan
plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya di dalam daftar
pustaka.
Apabila di kemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena di dalam
skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia
mendapat sanksi apapun oleh Program Studi Fakultas Farmasi Universitas
Sumatera Utara dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.
Demikianlah surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk
dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.

Medan, November 2017


Yang membuat pernyataan

Carles Adam Irwan L


NIM 131501165

vi
Universitas Sumatera Utara
POLA PERESEPAN ANTIBIOTIK DARI DOKTER GIGI PADA
APOTEK-APOTEK DI KOTA MEDAN PERIODE
MARET-MEI 2017

ABSTRAK

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi dapat menimbulkan


berbagai permasalahan dan menjadi ancaman global bagi kesehatan terutama
resistensi bakteri terhadap antibiotik. Contohnya sering kita lihat penggunaan
antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi. Maka penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pola peresepan antibiotik dari dokter gigi pada apotek-apotek di kota
medan periode Maret - Mei 2017.
Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif. Data diambil pada
periode Maret 2017 sampai dengan Mei 2017. Pemilihan sampel harus memenuhi
kriteria inklusi. Pola peresepan sampel tersebut dianalisis berdasarkan jenis dan
golongan antibiotik, durasi pemakaian, aturan pemakaian, bentuk sediaan, jenis
obat, serta obat selain antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter gigi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 apotek diperoleh populasi
sebanyak 864 resep dari dokter gigi dan terdapat 678 resep dokter gigi yang
mengandung antibiotik. Antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter gigi adalah
golongan penicillin sebanyak 402 resep (55,60%) dengan jenis amoxicillin.
Berdasarkan bentuk sediaan sebanyak 519 resep (71,79%) diresepkan dalam
bentuk sediaan tablet. Berdasarkan durasi pemakaian sebanyak 419 resep
(57,95%) memiliki durasi pemakaian selama 3 hari. Berdasarkan aturan pakai
sebanyak 601 resep (83,13%) menyatakan penggunaan 3x sehari. Berdasarkan
jenis antibiotik sebanyak 386 resep (53,39%) menggunakan jenis merk generik.
Berdasarkan obat selain antibiotik yang diresepkan dokter gigi ialah obat
golongan analgesik dan antiinflamasi sebanyak 752 resep (83,39%).
Dapat disimpulkan bahwa peresepan antibiotik terbanyak adalah
golongan penicillin, bentuk sediaan tablet, durasi pemakaian selama 3 hari, aturan
pakai 3x sehari, jenis obat merek generik, serta obat selain antibiotik yang
diresepkan ialah obat golongan analgesik dan antiinflamasi.

Kata kunci: Antibiotik, Pola peresepan, dokter gigi

vii
Universitas Sumatera Utara
ANTIBIOTIC PRESCRIBING PATTERN FROM
DENTISTS IN PHARMACIES IN MEDAN ON
MARCH - MAY 2017 PERIOD

ABSTRACT

Intensity of antibiotic usage which relatively high may cause various


problems and become a global threat for health, especially bacterial resistance to
antibiotics. For example we often see the use of antibiotics prescribed by dentists.
So the purpose of this study was to determine the pattern of antibiotic prescribed
by dentists in pharmacies in Medan period March 2017 to May 2017.
This research was done by retrospective method. Data were taken from
March 2017 to May 2017. Sample selection had to fulfill the inclusion criteria.
The prescribing patterns of the sample were analyzed based on type and class of
antibiotics, duration of use, direction of use, dosage form, types of drugs, and
drugs other than antibiotics which often prescribed by the dentists.
The result showed that out of 100 pharmacies, there were 864
prescriptions from dentists and 678 of those prescriptions containing antibiotics.
Antibiotics often prescribed by the dentists were a penicillin group with total of
402 prescriptions (55.60%) with the type of amoxicillin. Based on dosage form
total of 519 prescriptions (71.79%) were prescribed in tablet dosage form. Based
on the duration of use total of 419 prescriptions (57.95%) had duration of use for
3 days. Based on the frequency of use total of 601 prescriptions (83.13%) were
provided 3 times a day. Based on the type of antibiotics, total of 386 prescriptions
(53.39%) were generic brands. Based on drugs other than the antibiotics which
prescribed by dentists was the analgesic and antiinflamation group total of 752
prescriptions (83.39%).
It can be concluded that the most widely prescribed antibiotic was the
penicillin group, the dosage form was tablets, duration of use were for 3 days, the
frequency of use was 3 times a day, the drug type was generic brands, and drugs
other than antibiotics which often prescribed is analgesic and antiinflamation
group.

Keywords: Antibiotics, Prescription patterns, Dentists

viii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL .................................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii

KATA PENGANTAR ........................................................................... iv

SURAT PERNYATAAN....................................................................... v

ABSTRAK ............................................................................................ vi

ABSTRACT .......................................................................................... vii

DAFTAR ISI ......................................................................................... ix

DAFTAR TABEL ................................................................................. xii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................. xiii

DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................... xiv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1

1.1 Latar belakang.................................................................... 1

1.2 Kerangka penelitian............................................................ 4

1.3 Perumusan masalah ............................................................ 5

1.4 Tujuan penelitian................................................................ 5

1.5 Manfaat penelitian.............................................................. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................... 7

2.1 Resep .......................................................................... 7

2.1.1 Definisi Resep........................................................... 7

2.2 Antibiotik .......................................................................... 8

2.2.1 Sejarah antibiotik ...................................................... 8

2.2.2 Pengertian antibiotik ................................................. 8

2.2.3 Klasifikasi Antibiotik ............................................... 9

ix
Universitas Sumatera Utara
2.2.4 Faktor farmakokinetik dan farmakodinamik .............. 11

2.2.5 Prinsip penggunaan antibiotik untuk terapi empiris


dan definitif............................................................... 12

2.2.6 Keberhasilan penggunaan antibiotik .......................... 15

2.2.7 Kegagalan penggunaan antibiotik.............................. 16

2.3 Penyakit pada gigi .............................................................. 16

2.3.1 Pengertian Sakit Gigi ................................................ 16

2.3.2 Jenis-Jenis Sakit Gigi ................................................ 16

2.3.2.1 Karies Gigi........................................................ 16

2.3.2.2 Radang Gusi...................................................... 18

BAB III METODE PENELITIAN ......................................................... 19

3.1 Jenis penelitian ................................................................... 19

3.2 Waktu dan lokasi penelitian................................................ 19

3.2.1 Waktu ....................................................................... 19

3.2.2 Lokasi penelitian ....................................................... 19

3.3 Populasi dan sampel ........................................................... 19

3.3.1 Populasi..................................................................... 19

3.3.2 Sampel ...................................................................... 20

3.4 Prosedur pengumpulan data................................................ 20

3.5 Analisis data....................................................................... 21

3.6 Instrumen penelitian ........................................................... 21

3.6.1 Sumber data............................................................... 21

3.6.2 Teknik pengumpulan data.......................................... 21

3.7 Langkah penelitian ............................................................. 21

3.8 Definisi operasional............................................................ 22

x
Universitas Sumatera Utara
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................ 23

4.1 Demografi pengunaan antibiotik berdasarkan jenis


kelamin dan usia................................................................. 23

4.2 Pengunaan antibiotik berdasarkan golongan dan jenis......... 24

4.3 Pengunaan antibiotik berdasarkan bentuk sediaan............... 26

4.4 Pengunaan antibiotik berdasarkan aturan pakai................... 27

4.5 Pengunaan antibiotik berdasarkan durasi pakai ................... 28

4.6 Pengunaan antibiotik berdasarkan jenis obat....................... 29

4.7 Pengunaan antibiotik kombinasi dalam satu resep............... 30

4.8 Pengunaan obat-obat lain selain antibiotik pada resep


dokter gigi .......................................................................... 31

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................ 34

5.1 Kesimpulan ........................................................................ 34

5.2 Saran .......................................................................... 34

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 35

LAMPIRAN .......................................................................................... 38

xi
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Demografi pengunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin dan


usia ............................................................................................ 23

4.2 Penggunaan antibiotik berdasarkan golongan ............................. 25

4.3 Penggunaan antibiotik berdasarkan bentuk sediaan..................... 26

4.4 Penggunaan antibiotik berdasarkan aturan pakai......................... 27

4.5 Penggunaan antibiotik berdasarkan durasi pakai ......................... 28

4.6 Penggunaan antibiotik berdasarkan jenis obat ............................. 29

4.7 Penggunaan antibiotik kombinasi dalam satu resep..................... 30

4.8 Obat-obat lain selain antibiotik pada resep dokter gigi ................ 32

xii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1 Skema variabel penelitian......................................................... 4

xiii
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Surat izin pengambilan resep di apotek .................................. 38

2 Gambar resep......................................................................... 39

3 Daftar nama apotek di Kota medan ............................................. 42

4 Data resep antibiotik dari dokter gigi di apotek Kota Medan .. 51

5 Guideline antibiotik dokter gigi .................................................. 73

xiv
Universitas Sumatera Utara
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai

permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi

bakteri terhadap antibiotik. Selain berdampak pada morbiditas dan mortalitas, juga

memberi dampak negatif terhadap ekonomi dan sosial yang sangat tinggi. Pada

awalnya resistensi terjadi di tingkat rumah sakit, tetapi lambat laun juga

berkembang di lingkungan masyarakat, khususnya Streptococcus pneumonia

(SP), Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli (Kemenkes RI, 2011).

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara

rasional perlu diwaspadai dampaknya, khususnya pada generasi mendatang. Jika

hal ini terjadi, generasi mendatang akan mengalami kerugian yang sangat besar.

Banyak penyakit yang tidak dapat lagi disembuhkan akibat resistensi. Sedangkan

untuk mengembangkan antibiotik yang baru diperlukan waktu dan biaya yang

sangat besar. Untuk itu perlunya penggunaan obat secara rasional sehingga dapat

mencegah masalah besar di masa yang akan datang (Depkes, 2011).

Hasil penelitian resep antibiotik salah praktik kedokteran gigi di

Belgium, Selama periode 2 minggu 24 421 pasien ditemukan 1033 pasien diberi

resep antibiotik (4,2%). Jumlah rata-rata resep per dokter gigi selama 2 minggu

adalah 3. Antibiotik spektrum luas paling sering ditentukan 82% dari semua resep

adalah untuk amoksisilin, asam amoksisilin-klavulanat dan klindamisin.

Antibiotik sering diresepkan jika tidak ada demam (92,2%) dan tanpa pengobatan

lokal (54,2%). Diagnosis yang paling sering digunakan untuk antibiotik adalah

abses periapikal (51,9%). Antibiotik diresepkan untuk (63,3%) pasien dengan

1
Universitas Sumatera Utara
abses periapikal dan 4,3% pasien dengan pulpitis. Pola resep dikonfirmasi oleh

data dari praktik yang dilaporkan sendiri (Mainjot, dkk., 2009).

Hasil penelitian Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN-Study)

terbukti dari 2494 individu di masyarakat, 43% Escherichia coli resisten terhadap

berbagai jenis antibiotik antara lain: ampisilin (34%), kotrimoksazol (29%), dan

kloramfenikol (25%). Hasil penelitian 781 pasien yang dirawat di rumah sakit

didapatkan 81% Escherichia coli resisten terhadap berbagai jenis antibiotik, yaitu

ampisilin (73%), kotrimoksazol (56%), kloramfenikol (43%), siprofloksasin

(22%), dan gentamisin (18%) (Kemenkes RI, 2011).

Perkembangan antibiotik menggambarkan salah satu kemajuan

pengobatan yang paling penting baik dalam hal pencegahan, pengendalian,

penyembuhan berbagai infeksi berat, terapi komplikasi infeksius akibat modalitas

terapi lain seperti kemoterapi dan bedah. Namun, banyak bukti menunjukkan

bahwa antibiotik sering kali diresepkan secara berlebihan bagi pasien rawat jalan

di Amerika Serikat, dan ketersediaan antibiotik bebas di banyak negara

berkembang (yang memudahkan timbulnya resistensi) sangat membatasi pilihan

terapeutik untuk perawatan infeksi yang yang mengancam jiwa. Oleh sebab itu,

pertama tama klinisi harus menentukan apakah terapi antibiotik diperlukan oleh

seorang pasien (Katzung, 2010).

Penyakit infeksi di Indonesia masih termasuk dalam sepuluh penyakit

terbanyak. Peresepan antibiotik di Indonesia yang cukup tinggi dan kurang bijak

akan meningkatkan kejadian resistensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa

telah muncul mikroba yang resisten antara lain Methicillin Resistant

Staphylococcus aureus (MRSA), resistensi multi obat pada penyakit tuberkulosis

2
Universitas Sumatera Utara
(MDR TB) dan lain-lain. Dampak resistensi terhadap antibiotik adalah

meningkatnya morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan (Kemenkes, 2011).

The Center for Disease Control and Prevention in USA menyebutkan

terdapat 50 juta peresepan antibiotik yang tidak diperlukan (unnescecery

prescribing) dari 150 juta peresepan setiap tahun (Akalin 2002).

Dokter gigi meresepkan 24,5 juta antibiotik pada tahun 2013, dengan resep

sebanyak 77,5 resep per 1.000 orang. Penisilin adalah kategori antibiotik yang

paling sering diresepkan. Dokter gigi meresepkan sebagian besar antibiotik untuk

orang dewasa yang berusia lebih dari 19 tahun. Wilayah sensus di timur laut

memiliki tingkat resep tertinggi per 1.000 orang. District of Columbia memiliki

tingkat resep tertinggi 99,5 per 1.000 orang, dan Delaware memiliki tingkat resep

terendah 50,7 per 1.000 orang (Roberts, 2013).

Resep antibiotik setiap hari meningkat pada tahun 2007 dipraktek dokter

gigi. Ada tingkat pengetahuan yang cukup rendah mengenai indikasi yang

spesifik untuk resep antibiotik baik terapeutik maupun profilaksis, ada banyak

resep yang cendrung diresepkan dengan dosis rendah, antibiotik spektrum luas

dengan amoxycilin menjadi pilihan yang luar biasa. Kurangnya pengetahuan

tentang kejadian reaksi buruk dan catatan sejarah medis yang sangat buruk. Dari

80 dokter gigi kira kira sepertiga (32 responden) menilai resisten antibakteri yang

terjadi di daerah Fiji ialah 40% dilaporkan mengalami beberapa bentuk resistensi

antibiotik dalam praktek klinis (Murti, 2007).

Pola peresepan adalah gambaran penggunaan obat secara umum atas

permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dan dokter hewan kepada Apoteker

untuk menyiapkan obat untuk pasien. Secara praktis untuk memantau gambaran

penggunaan obat secara umum telah dikembangkan indikator peresepan WHO,

3
Universitas Sumatera Utara
yang kemudian ditetapkan oleh WHO yaitu rata-rata jumlah pemberian obat per

lembar resep, persentase peresepan obat dengan nama generik, persentase

peresepan obat antibiotik, persentase peresepan obat injeksi, dan persentase

essensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil peresepan obat

berdasarkan indikator pola peresepan yang telah digunakan WHO dalam

penelitian (Sarimanah, dkk., 2010).

1.2 Kerangka Pikir Penelitian

Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi bagaimana pola peresepan

antibiotik dari dokter gigi pada apotek apotek di Kota Medan preiode 2017.

Di dalam penelitian ini, obat obatan dalam peresepan dari dokter gigi

merupakan variable bebas (independent variable) dan golongan obat antibiotik ,

bentuk sediaan, aturan pakai, lama pemakaian, obat obatan selain antibiotik,

dalam resep merupakan variable terikat (dependent variable). Hubungan kedua

variabel tersebut dapat digambarkan pada Gambar 1.

Variabel Bebas Variabel terikat


- Golongan obat
Pola peresepan
- Bentuk sediaan
Resep antibiotik
- Aturan pakai Dokter gigi
- Lama pemakaian
- Obat obat lain
yang diresepkan

Gambar 1. Skema variabel penelitian

4
Universitas Sumatera Utara
1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan beberapa hal yang telah dikemukakan, maka perumusan

masalah dalam penelitian ini adalah :

a. Golongan antibiotik dan jenis antibiotik apakah yang sering diresepkan oleh

dokter gigi?

b. Apakah bentuk sediaan antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter gigi?

c. Berapa durasi pemakaian antibiotika yang paling sering diresepkan oleh

dokter gigi?

d. Berapakah aturan pakai yang sering diresepkan oleh dokter gigi?

e. Apakah obat obat lain yang sering diresepkan oleh dokter gigi?

1.4 Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yakni:

a. Mengetahui pendistribusian penggunaan antibiotik dari dokter gigi

berdasarkan golongan antibiotik dan jenis antibiotik.

b. Mengetahui pendistribusian penggunaan antibiotik dari dokter gigi

berdasarkan bentuk sediaan antibiotik.

c. Mengetahui pendistribusian penggunaan antibiotik dari dokter gigi

berdasarkan durasi pemakaian.

d. Mengetahui pendistribusian penggunaan antibiotik dari dokter gigi

berdasarkan aturan pakai.

e. Mengetahui pendistribusian penggunaan obat obat lain yang diresepkan oleh

dokter gigi.

5
Universitas Sumatera Utara
1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dilakukan guna memberikan manfaat sebagai berikut :

a. Untuk penulis, diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan dan

pengetahuan penulis terkait antibiotik yang sering diresepkan dokter gigi dan

terapi.

b. Untuk pasien, agar dapat menghindar terjadi masalah peresepan antibiotik.

c. Untuk apotek, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi suatu

masukan dan evaluasi bagi apotek agar lebih memberikan edukasi tentang

antibiotik pada penyakit gigi.

d. Untuk masyarakat, diharapkan penelitian ini dapat menjadi gambaran seputar

antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati penyakit gigi

e. Sebagai bahan pertimbangan untuk peneliti selanjutnya dan bahan referensi

bagi perpustakaan Farmasi USU.

6
Universitas Sumatera Utara
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Resep

2.1.1 Definisi resep

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada

apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan

memberikan obat bagi pasien sesuai dengan peraturan yang berlaku (Kemenkes

RI, 2014). Sementara pengertian dari resep menurut literatur lain adalah

permintaan tertulis dari dokter kepada apoteker atau farmasis pengelola apotek

untuk memberikan obat jadi atau meracik obat dalam bentuk tertentu sesuai

dengan keahliannya, takaran dan jumlah obat sesuai dengan yang diminta,

kemudian menyerahkannya kepada yang berhak (pasien) (Jas, 2007).

Lembaran resep umumnya berbentuk lembaran empat persegi panjang,

ukuran ideal lebar 10 - 12 cm dan panjang 15 - 20 cm. Resep merupakan

perwujudan akhir (implementasi) dari kompetensi keahlian kedokteran dalam

menerapkan pengetahuannya di bidang farmakologi dan terapi (Jas, 2007).

Penulisan resep artinya mengaplikasikan pengetahuan memberikan obat

kepada pasien melalui kertas resep sesuai dengan kebutuhan, sekaligus

permintaan secara tertulis kepada apoteker di apotek agar obat diberikan sesuai

dengan permintaan sehingga dalam penulisan resep kejelasan tulisan dan

kelengkapan informasinya harus diperhatikan. Pihak apotek berkewajiban

melayani secara cermat, memberikan informasi terutama yang menyangkut

dengan penggunaan dan mengkoreksinya supaya tidak terjadi kesalahan dalam

pemberian obat (Jas, 2007).

7
Universitas Sumatera Utara
Resep yang lengkap terdiri dari :

a. Nama dan alamat dokter penulis resep dan nomor izin prakteknya

b. Tanggal penulisan resep

c. Awalan R/, merupakan singkatan dari bahasa latin “recipe” yang artinya

“ambilah” (superscription)

d. Nama dan jumlah bahan obat yang harus diserahkan kepada pasien

(inscription), bentuk sediaan yang dikehendaki (subscription), yang ditulis

setelah penulisan R/

e. Cara pemakaian obat yang bersangkutan (signature)

f. Tandatangan atau paraf dari dokter penulis resep

g. Nama dan alamat pasien. Bagi anak-anak atau bayi harus disebutkan

umurnya, agar dosis yang akan diberikan dapat diteliti. Jenis kelamin juga

harus disebutkan, agar obat yang diberikan dapat sesuai dengan pasien

(Chaerunissa dan Surahman, 2009).

2.2 Antibiotik

2.2.1 Sejarah antibiotik

Antibiotik pertama (Penicillin) ditemukan pada tahun 1929 oleh Alexander

Flaming, seorang ahli mikrobiologi dari Inggris. Tahun 1930-an, Penicillin mulai

diresepkan untuk mengobati penykit infeksi. Sebelum antibiotik ditemukan,

banyak infeksi yang tidak bisa disembuhkan dan menyebabkan kematian. Namun

sejak Penicillin ditemukan, jutaan penderita infeksi di dunia bisa diselamatkan

nyawanya (Wattimena, dkk., 1991).

8
Universitas Sumatera Utara
2.2.2 Definisi antibiotik

Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi

yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain (Setiabudy,

2007).

Antibiotik harus memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin, dimana

obat haruslah bersifat sangat toksis untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksis untuk

pasien (Setiabudy, 2007).

2.2.3 Klasifikasi antibiotik

Antibiotik diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, yaitu:

a. Berdasarkan mekanisme kerja

1. Menghambat sintesis atau merusak dinding sel bakteri, seperti beta laktam

(Penicillin, Sephalosporin, Monobactam, Carbapenem, Inhibitor beta-

laktamase), Bacitrasin, dan Vancomisin.

2. Merusak membran sel. Contohnya polimiksin, ketokonazol.

3. Memodifikasi atau menghambat sintesis protein, misalnya Aminoglikosid,

Kloramfenikol, Tetrasiklin, Macrolida (Erythromycin, Azithromycin,

Klaritromycin), Clindamycin, Mupyrocin, dan Spektinomycine.

4. Menghambat enzim-enzim esensial dalam metabolisme folat, misalnya

Trimetoprim dan Sulfonamide.

5. Mempengaruhi sintesis atau metabolisme asam nukleat, misalnya Kuinolon,

Nitrofurantoin (Kemenkes RI, 2011).

b. Berdasarkan struktur kimia

1. Aminoglikosida

Antibiotika golongan aminoglikosida dihasilkan oleh berbagai jenis

Streptomyces dan micromonospora. Dari segi kimia senyawanya merupakan

9
Universitas Sumatera Utara
gula amino engan ikatan glikosidik yang larut dalam air garam sulfat. Di

antaranya: amikasin, dibekasin, gentamisin, karnamisin, neomisin, netilmisin,

paromomisin, sisomisin, streptomisin, tobramisin.

2. Beta-Laktam

Golongan antibiotika yang memiliki kesamaan komponen struktur berupa

adanya cicin beta laktam. Di antaranya: golongan karbapenem (ertapenem,

imipenem, meropenem), golongan sefalosporin (sefaleksin, sefazolin,

sefuroksim, sefadroksil, seftazidim), golongan beta-laktam monosiklik, dan

golongan penisilin (penisilin, amoksisilin).

3. Glikopeptida

Antibiotik yang mengahambat sintesis dinding mikroba. Di antaranya:

vankomisin, teikoplanin, ramoplanin dan dekaplanin

4. Polipeptida

Antibiotika yang terdiri dari rangkaian polipeptida dan secara selektif aktif

terhadap kuman. Golongan yang dikenal aktif terhadap bakteri gram negative

seperti pseudomonas. Di antaranya: golongan makrolida (eritromisin,

azitromisin, klaritromisin, roksitromisin), golongan ketolida (telitromisin),

golongan tetrasiklin (doksisiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin.

5. Polimiksin

Antibiotik yang terdiri dari rangkaian polipeptida yang aktif terhadap kuman.

Di antaranya polimiksin dan kolistin.

6. Kinolon (fluorokiolon)

Antibiotik ini diperkenalkan dengan atom Flour pada cincin kuinolon (karena

itu dinamakan juga flourokinolon). Di antaranya asam nalidiksat,

siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin, levofloksasin dan trovafloksasin.

10
Universitas Sumatera Utara
7. Streptogramin

Antibiotik yang bekerja dengan cara menghalangi pemproduksisn protein

yang diperlukan bakteri untuk bertahan hidup. Di antaranya pristinamycin,

virginiamycin, mikamycin, dan kinupristin-dalfopristin.

8. Oksazolidinon

Antibiotik yang menghentikan perkembangbiakan bakteri. Di antaranya

linezolid dan AZD2563

9. Sulfonamida

Antibiotik spektrum luas terhadap gram positif dan negatif. Bersifat

bakteriostatik. Di antaranya kotrimoksazol dan trimethoprim (Marjoni dan

Yusman, 2017).

c. Berdasarkan luas aktivitas

1. Antibiotik Narrow – spectrum (spektrum sempit). Obat-obat ini terutama

aktif terhadap beberapa jenis kuman saja, misalnya Penisilin G dan penisilin

V, Erythromycin, Clindamycin yang hanya bekerja terhadap kuman gram

positif, sedangkan Streptomycin, Gentamycin, Polimiksin B yang aktif pada

kuman gram negatif.

2. Antibiotik Broad – spectrum (spektrum luas), bekerja terhadap lebih banyak

kuman baik gram positif maupun gram negatif. Antara lain Sulfonamida,

Ampisilin, Sefalosporin, Chloramphenicol, Tetrasiclin dan Rifampisin (Tjay

dan Rahadja, 2007).

d. Berdasarkan toksisitas selektif

1. Zat-zat baktriostatik (L. stasis= menghentikan), yang pada dosis biasa

terutama berkhasiat menghentikan pertumbuhan dan perbanyakan kuman.

Pemusnahannya harus dilakukan oleh system-tangkis tubuh sendiri dengan

11
Universitas Sumatera Utara
jalan fagositosis (’dimakan’ oleh limfosit). Contohnya adalah sulfonamide,

kloramfenikol, tetrasiklin, makrolida, dan linkomisin, PAS serta asam fusidat.

2. Zat-zat bakterisida (L. caedere= mematikan), yang pada dosis biasa

berkhasiat mematikan kuman. Obat-obat ini dapat dibagi pula dalam dua

kelompok yakni yang bekerja:

- Terhadap fase tumbuh misalnya penisilin dan sefalosporin, polipeptida

(polimiksin, basitrasin) rifampisin, asam nalidiksat dan kuinolon-

kuinolon. Zat-zat ini kurang efektif terhadap kuman dalam fase istirahat.

- Terhadap fase istirahat misalnya aminoglikosida, nitrofurantoin, INH,

kotrimoksazol dan juga polipeptida tersebut diatas (Tjay dan Rahardja,

2007).

2.2.4 Faktor farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik

Pemahaman mengenai sifat farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik

sagat diperlukan untuk menetapkan jenis dan dosis antibiotik secara tepat. Agar

dapat menunjukkan sifatnya sebagai bakterisida maupun bakteriostatik, antibiotik

harus memiliki beberapa sifat berikut ini:

a. Aktivitas mikrobiologi. Antibioik harus terikat pada tempat ikatan

spesifiknya (misal ribosom atau ikatan Penicillin pada protein).

b. Kadar antibiotik pada tempat infeksi harus cukup tinggi. Semakin tinggi

kadar antibiotik semakin banyak tempat ikatannya pada sel bakteri.

c. Antibiotik harus tetap berada pada tempat ikatannya untuk waktu yang cukup

memadai agar diperoleh efek yang adekuat.

d. Kadar hambat minimal (KHM). Kadar ini menggambarkan jumlah minimal

obat yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

12
Universitas Sumatera Utara
Secara umum terdapat dua kelompok antibiotik berdasarkan sifat

farmakodinamik, yaitu:

a. Time dependent killing.

Lamanya antibiotik berada dalam darah dalam kadar di atas KHM sangat

penting untuk memperkirakan kesembuhan. Antibitoik yang tergolong Time

dependent killing adalah Penicillin, Sefalosporin, dan Macrolida.

b. Concentration dependent killing.

Semakin tinggi kadar antibiotik di dalam darah melampaui KHM maka

semakin tinggi pula daya bunuhnya terhadap bakteri. Untuk kelompok ini

diperlukan rasio kadar/KHM sekitar 10. Ini mengandung arti bahwa rejimen

dosis yang dipilih haruslah memiliki kadar dalam serum atau jaringan 10 kali

lebih tinggi dari KHM. Jika gagal mencapai kadar ini di tempat infeksi atau

jaringan akan mengakibatkan kegagalan terapi (Kemenkes RI, 2011).

2.2.5 Prinsip penggunaan antibiotik untuk terapi empiris dan definitif

a. Antibiotik untuk terapi empiris

Penggunaan antibiotik untuk terapi empiris adalah penggunaan antibiotik

pada kasus infeksi yang belum diketahui jenis bakteri penyebabnya. Pemberian

antibiotik empiris ditujukan untuk penghambatan pertumbuhan bakteri yang

diduga menjadi penyebab infeksi sebelum diperoleh hasil pemeriksaan

mikrobiologi. Lama pemberian antibiotik empiris diberikan dalam jangka waktu

48 – 72 jam. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologis

dan kondisi klinis pasien serta data penunjang lainnya. Antibiotik empiris

diberikan secara oral pada infeksi ringan, sedangkan pada infeksi sedang sampai

berat dapat dipertimbangkan menggunakan antibiotik secara parenteral. Terapi

empiris diindikasikan untuk bakteri tertentu yang sering menjadi penyebab infeksi

13
Universitas Sumatera Utara
yaitu:

1. Dasar pemilihan jenis dan dosis antibiotik data epidemiologi dan pola resistensi

bakteri yang tersedia dikomunitas atau di rumah sakit setempat

2. Kondisi klinis pasien

3. Ketersediaan antibiotik

4. Kemampuan antibiotik menembus ke dalam jaringan/organ yang terinfeksi

5. Untuk infeksi berat yang diduga disebabkan oleh polimikroba dapat digunakan

antibiotik kombinasi (Kemenkes RI, 2011).

b. Antibiotik untuk terapi definitif

Penggunaan antibiotik pada terapi definitive, yaitu penggunaan antibiotik

pada kasus infeksi yang sudah diketahui jenis bakteri penyebab dan pola

resistensinya. Antibiotik terapi definitif ditujukan untuk penghambatan

pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab infeksi berdasarkan hasil

pemeriksaan mikrobiologi. Lama pemberian antibiotik definitif berdasarkan pada

efikasi klinis untuk penghambatan pertumbuhan bakteri sesuai dengan diagnosis

awal yang telah dikonfirmasikan. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi

berdasarkan data mikrobiologis dan kondisi klinis pasien. Pemberian antibiotik

secara oral untuk terapi definitif menjadi pilihan pertama untuk terapi infeksi

ringan. Pemberian antibiotik secara parenteral dapat dipertimbangkan pada infeksi

sedang sampai berat (Kemenkes RI, 2011).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam terapi definitif adalah:

1. Hasil pemeriksaan mikrobiologi harus dinilai secara kritis untuk membedakan

apakah yang terjadi adalah infeksi, kontaminasi, atau kolonisasi. Kontaminasi

dan kolonisasi tidak perlu diberi terapi antibiotik.

14
Universitas Sumatera Utara
2. Harus diberikan antibiotik pilihan pertama atau first line antibiotic untuk

infeksi kuman yang ditemukan. First line antibiotic ini biasanya paling aman,

murah, dan spektrumnya sempit.

3. Bila tidak ada indikasi yang pasti untuk memberi antibiotik kombinasi,

antibiotik harus diberikan dalam dosis tunggal.

4. Usahakan untuk memberi antibiotik dalam waktu sesingkat mungkin (tidak

lebih dari 7 hari), kecuali untuk beberapa infeksi tertentu yang membutuhkan

waktu lama (Setiabudy, 2007).

2.2.5 Keberhasilan penggunaan antibiotik

Hal yang perlu perhatian khusus pada penanganan infeksi adalah:

a. Dosis antibiotic

b. Rute pemberian antibiotik

i. Rute parenteral: ditempuh bila infeksi perlu segera diatasi, infeksi terdapat

pada lokasi yang memerlukan konsentrasi darah yang tinggi dan antibiotic

untuk menjamin penetrasi yang memadai dari jaringan yang terinfeksi

(endocardium, tulang, otak).

ii. Rute oral: dipilih untuk mengatasi kebanyakan jenis infeksi saluran

kemih, faringitis oleh streptococcus dimana antobiotik disampaikan ke

jaringan tanpa masalah dan mikroorganisme yang menyebabkan infeksi

sangat peka pada antibiotik

iii. Lamanya pemberian antibiotik harus menjamin musnah total penyebar

infeksi sehingga tidak mungkin penyakit infeksi kambuh lagi, kambuhnya

infeksi ditentukan oleh daya tahan mikroorganisme pada sistem pertahanan

tubuh dan mekanisme resistensi miktoorganisme terhadap antibiotik

(Wattimewa, et al., 1991).

15
Universitas Sumatera Utara
2.2.6 Kegagalan terapi antibiotik

Terapi antibiotik dinilai gagal bila tidak berhasil menghilangkan gejala

klinik atau infeksi kambuh lagi setelah terapi dihentikan. Kesalahan yang lazim

dibuat pada terapi antibiotic yang dapat mengagalkan terapi dikarenakan salah

pilih antibiotik, salah pemberian atau penggunaan antibiotik dan resistensi

mikroorganisme . Faktor lain yang mengagalkan terapi antibiotik ialah resistensi

mikroorganisme tehadap antibiotik yang digunakan dan terjadinya superinfeksi

(Wattimewa, et al., 1991).

2.3 penyakit pada gigi

2.3.1 Pengertian sakit gigi

Sakit gigi adalah kondisi ketika muncul rasa nyeri di dalam atau sekitar

gigi dan rahang. Nyeri merupakan suatu gejala yang menunjukkan adanya

gangguan-gangguan di tubuh seperti peradangan, infeksi dan kejang otot (Depkes

RI, 2006).

2.3.2 Jenis-jenis sakit gigi

2.3.2.1 Karies gigi

a. Pengertian

Karies adalah kerusakan jaringan gigi hingga membentuk lubang.

Kerusakan ini ditandai atau diawali dengan tumbuhnya bercak putih pada

permukaan gigi, yang lama kelamaan membentuk lubang.

b. Proses terjadinya karies gigi

Bakteri/kuman-kuman yang ada di dalam plak bersama sisa makanan akan

bereaksi menghasilkan asam dan racun, asam yang dihasilkan kuman akan

16
Universitas Sumatera Utara
menyebabkan kerusakan jaringan gigi sedangkan racunnya akan menyebabkan

radang gusi. Skemanya adalah sebagai berikut:

Bakteri/kuman + sisa makanan => asam + racun (terdapat pada plak),

asam + permukaan gigi => karies gigi (Kemenkes RI, 2012).

c. Mikroorganisme mulut

Dalam setiap milliliter air ludah dijumpai 10-200 juta bakteri. Jumlah

maksimal bakteri-bakteri ini dijumpai pada pagi hari atau setelah makan.

Saliva memegang peranan penting dalam keseimbangan antara

demineralisasi dan remineralisasi. Email gigi dapat mengalami disolusi asam

selama proses keseimbangan kembali dengan proses yang dikenal dengan

istilah remineralisasi. Keseimbangan antara demineralisasi dan remineralisasi

dari email menentukan terjadinya karies gigi (Tarigan, 2014).

Tiga jenis bakteri yang menyebabkan karies yaitu:

1. Laktobasilus

Populasinya dipengaruhi kebiasaaan makan. Tempat yang paling disukai

adalah lesi dentin yang dalam. Jumlah banyak yang ditemukan pada plak dan

denting berkaries hanya kebetulan dan laktobasilus hanya dianggap factor

pembantu proses karies (Irma, 2013).

2. Streptokok

Bakteri kokus gram positif ini adalah penyebab utama karies dan jumlahnya

terbanyak di dalam mulut. Salah satu spesiesnya, yaitu streptococcus mutans,

lebih asidurik dibandingkan yang lain dan dapat menurunkan pH medium

hingga 4.3. S.mutans terutama terdapat pada populasi yang banyak

mengkomsumsi sukrosa (Irma, 2013).

17
Universitas Sumatera Utara
3 Aktinomises

Semua spesies aktinomises memfermentasi glukosa, terutama membentuk

asam laktat, asetat, suksinat, dan asam format. Actinomyces viscosus dan A.

Naeslundii mampu membentuk karies akar, fisur, dan merusak

periodontonium (Irma, 2013).

2.3.2.2 Radang gusi

a. Pengertian

Radang gusi atau gingivitis adalah penyakit pada gusi yang menyebabkan

gusi sekitar leher gigi membengkak, berwarna lebih merah dari biasanya serta

berdarah.

b. Proses terjadinya radang gusi

Asam + gigi => keropos gigi

Kuman dalam plak + sisa


Racun + gusi => radang gusi

Radang gusi ini akan lebih parah bila terdapat karang gigi. Kelainan-

kelainan lainnya yang terdapat pada gusi adalah luka tertembus akar gigi susu

(pada anak-anak), pembengkakan (benjolan berisi nanah) karena infeksi dari gigi

keropos (Kemenkes, 2012).

c. Gejala klinis

Gusi yang mudah berdarah adalah salah satu tanda-tanda dari radang gusi

(gingivitis). Gingivitis biasanya ditandai dengan gusi bengkak, warnanya

merah terang, dan mudah berdarah dengan sentuhan ringan (Irma, 2013).

18
Universitas Sumatera Utara
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini merupakan survei retrospektif bersifat

deskriptif dimana penelitian akan mengkaji informasi dan mengumpulkan data

yang telah ada sebelumnya lalu data tersebut ditelaah untuk mengamati

permasalahan pola peresepan oleh dokter gigi pada apotek-apotek di kota Medan

(Notoatmodjo, S., 2010).

3.2 Waktu dan Lokasi Penelitian

3.2.1 Waktu

Penelitian ini dilakukan di apotek-apotek di kota medan dimulai dari Maret

- Mei 2017.

3.2.2 Lokasi penelitian

Penelitian ini akan dilakukan dengan mengambil resep dokter gigi dari 100

apotek di Kota Medan yang bersedia untuk ikut serta dalam penelitian ini. Apotek

yang dipilih merupakan apotek yang cukup aktif dalam melayani pelayanan resep

di apotek dan dapat mewakili populasi dari apotek-apotek Kota Medan.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi yang dimaksud di dalam penelitian ini adalah resep-resep yang

berasal dari dokter gigi pada apotek-apotek di Medan.

19
Universitas Sumatera Utara
3.3.2 Sampel

Berdasarkan data apotek dari Dinas Kesehatan Kota Medan, terdapat kurang

lebih 600 apotek. Jumlah sampel dihitung berdasarkan rumus:

n = N / (1+N e2)

n = 617 / (1+ 617 (0,1)2

n = 86, 05

Keterangan:

N = Jumlah sampel
N = Besarnya populasi
e = Nilai kritis atau batas ketelitian yang diinginkan (persen kelonggaran
ketidaktelitian karena kesalahan penarikan sampel).

Berdasarkan rumus dengan tingkat kesalahan 10% didapatkan jumlah

sampel sebanyak 86 apotek. Dalam penelitian ini, jumlah sampel dibulatkan

sampai 100 apotek. 100 apotek tersebut dipilih dari apotek-apotek Kota Medan

yang terdiri dari 21 kecamatan. Data penggunaan antibiotik yang diambil

berdasarkan resep yang ada di apotek pada bulan Maret dan Mei 2017. Pemilihan

sampel harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut:

- Adapun yang menjadi kriteria inklusi adalah:

a. Resep di apotek yang berasal dari dokter gigi

b. Resep dokter gigi yang memuat data lengkap (nama obat, dosis, bentuk

sediaan, signa, nama dokter, nama pasien).

- Adapun yang menjadi kriteria eksklusi adalah resep dokter gigi yang tidak

memenuhi kedua syarat kriteria inklusi.

3.4 Prosedur Pengumpulan Data

Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan resep-resep

yang menjadi sampel dari penelitian ini dan hasil yang diperoleh dianalisa yaitu:

20
Universitas Sumatera Utara
- Melihat golongan antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi

- Melihat bentuk sediaan antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi

- Melihat aturan pakai antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi

- Melihat lama pemakaian antibiotik yang diresepkan oleh dokter gigi

- Melihat obat obat lain yang diresepkan oleh dokter gigi

- Melihat prevalensi jenis kelamin dan usia yang diresepkan dokter gigi

3.5 Analis Data

Data dianalisa secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase .

Hasil deskriptif yang diperoleh disajikan dalam bentuk narasi, tabel dan gambar.

3.6 Instrumen Penelitian

3.6.1 Sumber data

Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah data resep

dokter gigi yang ada pada apotek-apotek kota medan periode Maret-Mei 2017.

3.6.2 Teknik pengumpulan data

Populasi penelitian dapat ditentukan berdasarkan sampel yang memenuhi

kriteria inklusi, resep dokter gigi sampel yang telah ditetapkan kemudian

dikumpulkan. Pemindahan data yang diperlukan dari tiap-tiap resep dokter gigi

sampel dipindahkan ke lembar pengumpul data. Pengumpulan data dilakukan

dengan simple random sampling secara retrospektif. Data yang dikumpulkan

merupakan data resep penggunaan antibiotik dari resep dokter gigi dari apotek

apotek kota medan periode Maret –Mei 2017. Berdasarkan golongan obat, bentuk

sediaan, aturan pakai, lama pemakaian, jenis kelamin, serta obat obat selain

antibiotik.

21
Universitas Sumatera Utara
3.7 Langkah Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut:

a. Meminta rekomendasi Dekan Fakultas Farmasi USU untuk dapat melakukan

penelitian pada apotek apotek di kota medan.

b. Meminta rekomendasi kepada dinas kesehatan kota medan untuk dapat

melekukan penelitian pada apotek-apotek kota medan.

c. Meminta ijin kepada pemilik apotek atau apoteker yang penanggung jawab

untuk melakukan penelitian pada apotek tersebut.

d. Mengumpulkan resep-resep dokter gigi yang ada pada apotek yang akan

dilakukan penelitian.

e. Menganalisis data dan informasi yang diperoleh sehingga didapatkan

kesimpulan dari penelitian.

3.8 Defenisi operasional

1. Pola peresepan adalah gambaran penulisan resep dokter

2. Periode adalah total lamanya data penelitian yaitu periode Maret sampai

dengan Mei 2017.

3. Usia adalah total lama waktu hidup objek sejak tanggal kelahiran hingga saat

dilakukan pengobatan oleh dokter dan ditulis dalam resep.

4. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mematikan atau menghambat

pertumbuhan bakteri, antibiotik yang diteliti adalah golongan antibiotik yang

diresepkan untuk mengetahui antibiotik yang paling banyak digunakan.

5. Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, dokter

hewan yang diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang

berlaku kepada Apoteker Pengelola Apotek (APA) untuk menyiapkan dan

atau membuat, meracik serta menyerahkan obat kepada pasien

22
Universitas Sumatera Utara
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Demografi Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa demografi

penggunaan antibiotik menurut jenis kelamin paling banyak pada perempuan

sebanyak 368 (50,90%) pasien dan dikuti oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak

355 (49,10%) dan demografi penggunaan antibiotik berdasarkan usia yang paling

banyak adalah 19-65 tahun sebanyak 611 (84,51%) pasien.

Tabel 4.1 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Jenis Kelamin

Variabel Jumlah Persentase (%)

Jenis Kelamin Laki-laki 355 49,10


Peremuan 368 50,90
Total 723 100
1-12 tahun 43 5,95
Usia 13-18 tahun 58 8,02
19-65 tahun 611 84,51
>65 tahun 11 1,52
Total 723 100

Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh jenis kelamin perempuan

ialah yang paling banyak mendapatkan peresepan antibiotik dari dokter gigi

dikarenakan umumnya perempuan lebih peduli terhadap kesehatan giginya

sehingga mereka lebih memilih memeriksakan giginya kedokter dibandingkan

dengan pengobatan sendiri (swamedikasi). Hal ini sejalan dengan informasi

tentang situasi kesehatan gigi dan mulut nasional di mana tingkat keparahan

kerusakan gigi pada jenis kelamin perempuan lebih besar daripada laki-laki

(Kemenkes RI, 2014). Didukung juga dengan hasil penelitian tentang resep

23
Universitas Sumatera Utara
antibiotik oleh dokter gigi umum di Amerika serikat di mana hasil penelitian

tersebut dokter gigi lebih banyak antibiotik diberikan untuk pasien wanita

daripada pasien pria (Robert, 2013).

Berdasarkan demografi usia penggunaan antibiotik paling banyak pada

usia 19-65 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia muda kurangnya pemeliharaan

terhadap gigi dan mulut sehingga pada saat usia dewasa kondisi gigi semakin

memburuk. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan tentang

hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dan upaya rehabilitasi prostodonsia

pada lanjut usia, di mana hasil penelitian tersebut rata rata gigi usia dewasa

79,79% gigi nya hilang menunjukan pemeliharaan gigi dan mulut pada waktu

muda buruk, artinya lanjut usia merupakan miniatur dari kehidupan masa lalu.

Keadaan rahang tidak bergigi pada lanjut usia sebagai akibat gigi karies dan

periodontal pada masa lalu karena kesadaran kesehatan gigi dan mulutnya kurang

(Tjahjanti, 2011). Hal ini juga didukung hasil penelitian tentang resep antibiotik

oleh dokter gigi umum di Amerika serikat, di mana hasil penelitian tersebut

kebanyakan dokter gigi meresepkan antibiotik pada orang dewasa atau yang lebih

tua dari 19 tahun dan hanya 10% atau lebih sedikit dokter gigi memberikan

antibiotik pada anak-anak (Robert, 2013).

4.2 Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Golongan

Setelah dilakukan penelitian didapatkan sampel sebanyak 864 resep pasien

dokter gigi dari apotek di wilayah Kota Medan, dan berdasarkan hasil penelitian

didapatkan bahwa penggunaan antibiotik amoxicillin golongan Penisillin paling

banyak digunakan yaitu 402 resep (55,60%) dan diikuti paling banyak kedua

digunakan yaitu golongan makrolida sebanyak 175 resep (24,20%) di mana terdiri

24
Universitas Sumatera Utara
dari clindamycin, lincomycin, eritromisin. Data hasil penelitian antibiotik

bersadarkan golongan lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.2.

Table 4.2 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Golongan


Golongan
Nomor Nama Obat Jumlah Persentase (%)
antibiotik
Cefadroxyl 43 5,95
1 Sefalosporin
Cefixime 1 0,14
2 Penisillin Amoxicilin 402 55,60
Ciprofloxacin 30 4,15
3 Flouroquinolon
Levofloxacin 2 0,27
Clindamycin 168 23,24
4 Makrolida Lincomycin 6 0,83
Eritromicin 1 0,14
Gentamisin 1 0,14
5 Aminoglikosida
Tetrasiclin 5 0,69
Golongan lain-
6 Metronidazole 64 8,85
lain
Total 723 100

Dari hasil penelitian yang dilakukan golongan penicillin dengan antibiotik

amoxicillin ialah yang paling sering diresepkan. Hal ini dikarenakan pada

umumnya dokter gigi memilih meresepkan amoxicillin sebagai antibiotik empiris,

di mana amoxicillin ialah antibiotik bersifat berspektrum luas (Tjay dan Rahardja,

2007). Dokter gigi memberikan amoxicillin sebagai antibiotik emipiris pada

infeksi oral karena sebelumnya tidak ada dilakukan uji laboratorium, sehingga

tidak diketahui bakteri apa yang menginfeksi penyakit gigi tersebut. Peresepan

antibiotik spektrum luas tanpa uji laboratorium dan uji ketahanan bakteri sangat

tidak disarankan (America Dental Association Council On Scientific Affairs,

2004).

Golongan antibiotik paling sering diresepkan kedua ialah golongan

makrolida dengan antibiotik clindamycin. Hal ini dikarenakan clindamycin

merupakan bakteri spektrum sempit dan mencakup bakteri gram positif anaerobik

(Tjay dan Rahardja, 2007). Pemilihan antibiotik yang akan digunakan haruslah

25
Universitas Sumatera Utara
memiliki spektrum aksi sesempit mungkin (Handal dan Olsen 2000).

Clindamycin digunakan sebagai antibiotik profilaksis pada penderita yang

beresiko tinggi alergi terhadap penisilin (America Dental Association Council On

Scientific Affairs, 2004).

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian tentang peresepan antibiotik

pada praktek dokter gigi di Belgia di mana antibiotik amoksisilin yang paling

sering diresepkan diikuti dengan antibiotik clindamycin. Hal ini juga sesuai

dengan penelitian yang dilakukan di salah satu poli gigi RSUD Kajen, Kabupaten

Pekalongan dimana penggunaan antibiotik golongan penisilin paling banyak

digunakan (Sa’adah, 2015).

4.3 Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Bentuk Sediaan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data penggunaan

antibiotik berdasarkan bentuk sediaan dan yang paling banyak digunakan adalah

bentuk sediaan tablet yaitu sebanyak 519 (71,79%), diikuti paling banyak kedua

yaitu sediaan kapsul sebanyak 176 (24,34%). Data penggunaan bentuk sediaan

antibiotik pada pasien dokter gigi di wilayah Kota Medan lebih lengkap dapat

dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Bentuk Sediaan


Nomor Bentuk Jumlah Persentase (%)
1 Tablet 519 71,79
2 Kapsul 176 24,34
3 Sirup 28 3,87
Total 723 100

Hal ini karena bentuk sediaan tablet umumnya dapat diterima masyarakat

karena penggunaannya yang lebih mudah, namun bentuk sediaan peroral belum

tentu sesuai dengan semua kondisi pasien (Kakkilaya, 2008). Umumnya usia

26
Universitas Sumatera Utara
dewasa suka dengan kemudahan (pragmatis) jadi lebih suka dengan bentuk

sediaan padat (Kurniawan dan Sulaiman, 2013). Berdasarkan usia pasien yang

berkunjung ke dokter gigi sebagian besar adalah pasien dengan usia kategori

dewasa yaitu usia 19-65 tahun, sehingga penggunaan sediaan tablet lebih sesuai

dengan pasien.

Bentuk sediaan sirup pada penelitian ini diresepkan pada usia 1-12 tahun

karena pada umumnya anak-anak sulit untuk menelan obat dengan sediaan padat

dan bentuk sediaan sirup lebih menarik sehingga anak-anak lebih menyukai serta

tidak takut untuk minum obat. Berdasarkan literatur bayi dan anak-anak di bawah

5 tahun untuk pemberian obat secara oral pada umum nya lebih suka obat

berbentuk cairan daripada padatan (Kurniawan dan Sulaiman, 2013).

4.4 Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Aturan Pakai

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa

penggunaan antibiotik berdasarkan aturan pakai yang paling sering adalah 3x

sehari sebanyak 601 (83,13%), diikuti dengan aturan pakai yang paling banyak

kedua yaitu 102 (14,10%). Penggunaan antibiotik berdasarkan aturan pakai pada

pasien gigi di wilayah Kota Medan lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.4

Tabel 4.4 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Aturan Pakai


Nomor Aturan pakai Jumlah Persentase (%)
1 1 x sehari 1 0,14
2 2 x sehari 102 14,10
3 3 x sehari 601 83,13
4 4 x sehari 19 2,63
Total 723 100

Berdasarkan hasil penelitian diketahui aturan pakai yang paling sering di

resepkan ialah 3x sehari, pada hal ini antibiotik yang diresepkan 3x sehari adalah

amoxicillin, di mana penggunaan antibiotik amoxicillin pada umumnya memiliki

27
Universitas Sumatera Utara
aturan pakai 3x sehari) (Hardjosaputra, 2008). Diikuti aturan pakai paling sering

diresepkan ialah 2x sehari, pada hal ini antibiotik yang diresepkan adalah

antibiotik levofloxacin dan ciprofloxacin, dimana penggunaan antibiotik

ciprofloxacin pada umumnya memiliki aturan pakai 2x sehari sedangkan

penggunaan antibiotik levofloxacin pada umumnya 1x sehari, maka pengunaan

levofloxacin dengan aturan pakai 2x sehari kurang tepat (Anonim, 2016),

selanjutnya penggunaan antibiotik dengan aturan 4x sehari, yaitu clindamycin

dinilai tepat karena pada umumnya penggunaan clindamycin ialah 4x sehari,

sedangkan pengunaan antibiotik 1x sehari, yaitu antibiotik metrodinazole dinilai

kurang tepat, karena penggunaan antibiotik metrodinazole untuk infeksi bakteri

anaerob pada umumnya digunakan aturan pakai yang dianjurkan 3x sehari

(Hardjosaputra, 2008)..

4.5 Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Durasi Pakai

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa durasi

pemakaian paling sering ialah 3 hari sebanyak 419 resep (57,95%), diikuti

dengan durasi pemakaian paling sering kedua ialah 4 hari sebanyak 145 resep

(20,06). Penggunaan Antibiotik berdasarkan durasi pakai yang dilakukan pada

pasien dokter gigi lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.5 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Durasi Waktu


Nomor Durasi Jumlah Persentase (%)
1 2 hari 11 1,52
2 3 hari 419 57,95
3 4 hari 145 20,06
4 5 hari 136 18,81
5 >6 hari 12 1,66
Total 723 100

28
Universitas Sumatera Utara
Dari hasil penelitian diperoleh durasi penggunaan antibiotik yang paling

sering diresepkan ialah 3-5 hari, pada durasi 3 hari paling sering digunakan

antibiotik amoxicillin, di mana amoxicillin pada penelitian ini digunakan asebagai

antibiotik empiris (America Dental Association Council On Scientific Affairs,

2004), menurut pedoman pelayanan kefarmasian untuk terapi antibiotik,

antibiotik empiris diberikan untuk jangka waktu 48 jam – 72 jam, selanjutnya

harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologi dan kondisi klinis pasien

serta data penunjang lainnya (Kemenkes RI, 2011).

Berdasarkan sifat farmakokinetikanya durasi penggunaan antibiotik

selama 3-5 hari pada penelitian ini dikarenakan antibiotik amoxicillin yang

digunakan termasuk antibiotik Time dependent killing, di mana lamanya antibiotik

berada dalam darah dalam kadar di atas kadar hambat minimum (KHM)

mempengaruhi keberhasilan terapi. Antibiotik yang tergolong Time dependent

killing adalah Penicillin, Sepalosforin, dan Makrolida. Penggunaan antibiotik

dengan durasi 2 hari pada penelitian ini yaitu antibiotik ciprofloxacin,

levofloxacin termasuk antibiotik Concentration dependent killing, sifat antibiotik

tersebuk ialah semakin tinggi kadar antibiotik di dalam darah melampaui KHM

maka semakin tinggi pula daya bunuhnya terhadap bakteri. Antibiotik yang

tergolong Concentration dependent killing ialah Aminoglikosida dan Quinolon

(Kemenkes, 2011).

4.6 Pengunaan Antibiotik Berdasarkan Jenis Obat

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa penggunaan

jenis obat dengan merk generik adalah yang paling banyak dengan 386 jumlah

(53,39%) dan yang paling banyak kedua ialah jenis obat dengan merk dagang

29
Universitas Sumatera Utara
yaitu sebanyak 337 (46,61%). Data penggunaan antibiotik pada pasien dokter gigi

di Kota Medan lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6 Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Jenis Obat


Nomor Jenis obat Jumlah Persentase (%)
1 Dagang 337 46,61
2 Generik 386 53,39
Total 723 100

Hal ini dikarenakan ketersediaan obat dengan merk generik lebih banyak

dibandingkan dengan obat merk dagang di apotek yang survei dan dari segi

ekonomis harga obat generik lebih terjangkau oleh kalangan masyarakat golongan

menengah kebawah, sedangkan dari segi kualitas obat generik memiliki mutu atau

khasiat yang sama dengan obat bermerk dagang (Yusuf, 2016).

4.7 Pengunaan Obat Kombinasi dalam Satu Resep

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data obat kombinasi

dalam satu resep sebanyak 35 resep. Resep kombinasi yang paling sering

diresepkan ialah obat kombinasi antara amoxicillin dan metronidazole, yaitu

sebanyak 27 resep dan diikuti paling sering kedua ialah Cefadroxyl +

Metronidazole sebanyak 4 resep. Data penggunaan antibiotik kombinasi pada

pasien dokter gigi di Kota Medan lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Penggunaan Antibiotik Kombinasi dalam Satu Resep


No Obat Kombinasi Jumlah
1. Cefadroxyl + Metronidazole 4
2. Amoxicilin + Metronidazole 27
3. Klindamycin + Metronidazole 2
4. Ciprofloxacin + Metronidazole 1
5. Tetracyclin + Metronidazole 1

Antibiotik yang dipilih sebagai penunjang perawatan gigi haruslah sesuai

dengan bakteri yang menjadi target. Pada penelitian ini penggunaan obat

30
Universitas Sumatera Utara
kombinasi amoxicillin dan metronidazole ini dipilih dengan alasan untuk

mengatasi infeksi yang melibatkan bakteri berspektrum luas. Metronidazole

mencakup bakteri anaerob dan amoxicillin mencakup bakteri fakultatif aerob yang

terlibat dalam infeksi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian tentang

“Kebiasaan Ahli Bedah Gigi dalam Peresepan Antibiotik” pada kota Hyderabab di

Negara india, di mana ahli bedah gigi di daerah tersebut memilih antibiotik

kombinasi amoksisilin dan metronidazol dan diikuti oleh amoxicillin untuk

pasien yang tidak memiliki riwayat alergi, sedangkan untuk pasien yang memiliki

riwayat alergi terhadap penisilin pilihan antibiotik pertama yang digunakan adalah

eritromisin (Kumar, 2013).

4.8 Pengunaan Obat Obat Selain Antibiotik pada Resep Dokter Gigi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data obat selain

antibiotik yang paling sering dan yang paling banyak diresepkan ialah obat asam

mefenamat sebanyak 313 (34,67%) dan obat natrium diklofenak sebanyak 221

(24,49) yaitu golongan analgesik dan antiinflamasi, dikuti paling banyak kedua

ialah obat Becom C yaitu golongan vitamin sebanyak 81 (8,98%), sedangkan

terdapat juga golongan-golongan obat lainnya seperti obat gangguan saluran

pencernaan kdengan obat ranitidin, cimetidine, lansoprazole, omeprazole.

Golongan obat lainnya terdapat juga golongan antiseptik dengan obat (

triamcinolone dan acetonide), terdapat juga golongan antifibrinolitik (tranexamic

dan trombopop), serta golongan antiseptik yaitu dengan obat (becom C, megazing,

curcuma plus, en-C, selcom C, vitamin C, enervon C, becom zet, vitacimin, CDR,

farmabex C).

31
Universitas Sumatera Utara
Tabel 4.8 Obat obat selain antibiotik
Terapi obat Pasien Persentase (%)
Parasetamol 59 6,53
Asam mefenamat 313 34,67
Metampiron 49 5,43
Benzademine 1 0,11
Ibuprofen 16 1,77
Analgesik dan Tramadol Hcl 5 0,55
Antiinflamasi Acetosal 1 0,11
Kalium diklofenak 57 6,31
Natrium diklofenak 221 24,49
Metil prednisolon 6 0,66
Meloxicam 12 1,33
Dexametason 12 1,33
Obat Ranitidin 16 1,77
gangguan Cimetidine 3 0,33
saluran Lansoprazole 1 0,11
pencernaan Omeprazole 1 0,11
Triamcinolone
Antiseptik 1 0,11
acetonide
Tranexamic acid 14 1,55
Antifibrinolitik
Trombopob 1 0,11
Becom C 81 8,98
Megazing 5 0,55
Curcuma plus 1 0,11
En-C 1 0,11
Selcom C 1 0,11
Vitamin Vitamin C 4 0,44
Enervon C 2 0,22
Becom zet 15 1,66
Vitacimin 1 0,11
CDR 1 0,11
Farmabex C 2 0,22

Dari data yang diperoleh diketahui bahwa terdapat obat antiinflamasi dan

analgesik. Hal ini dikarenakan pada pasien mengalami peradangan dan nyeri

yang sangat parah sehingga perlunya diberikan pengobatan seperti obat

antiinflamasi dan analgesik, sedangkan penggunaan obat gangguan saluran

pencernaan dalam resep dokter gigi dikarenakan pasien memiliki riwayat penyakit

maag atau gangguan saluran pencernaan lainnya sehingga perlu diberikan obat

golongan pompa proton inhibitor, selanjutnya terdapat juga obat golongan

32
Universitas Sumatera Utara
antiseptik, di mana obat antiseptik tersebut digunakan sebagai cairan yang

membersihkan mulut dari kuman karena dikhawatirkan dapat menyebabkan

infeksi.

Obat lainnya seperti antifibrinolitik juga diresepkan dalam resep dokter

gigi, dengan tujuan untuk menghentikan pendarahan, hal ini biasanya terjadi

setelah pasien mengalami pencabutan gigi, sedangkan penggunaan vitamin pada

pasien penyakit gigi diindikasikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien,

hal ini dikarenakan pada saat mengkomsumsi antibiotik banyak bakteri baik yang

ada di dalam tubuh kita mati, jadi kita harus mengkomsumsi vitamin agar dapat

dihasilkan bakteri yang baik.

33
Universitas Sumatera Utara
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan dari

penelitian ini adalah:

a. Jumlah resep yang diperoleh sebanyak 723 resep, jenis dan golongan

antibiotik yang sering diresepkan antibiotik amoxicillin golongan penisilin

sebanyak (55,60%) dan diikuti paling sering kedua diresepkan golongan

makrolida sebanyak (24,20%) yang terdiri dari clindamycin, lincomycin,

eritromisin.

b. Berdasarkan bentuk sediaan antibiotik yang sering digunakan adalah bentuk

sediaan tablet (71,79), diikuti sediaan kapsul dan sedian larutan.

c. Berdasarkan penggunaan antibiotik yang paling sering diresepkan adalah 3

hari sebanyak (57,95%), karena obat yang sering diresepkan ialah antibiotik

spektrum luas.

d. Berdasarkan penggunaan antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu

aturan pakai ialah 3 x sehari yaitu sebanyak (83,13%).

e. Obat obat selain antibiotik yang paling sering diresepkan oleh dokter gigi

ialah obat obat dengan golongan analgesik dan antiinflamasi vitamin.

5.2 Saran

Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk melihat interaksi obat yang

mungkin terjadi dalam peresepan untuk pasien dokter gigi dan melihat rasionalitas

dari antibiotik yang diresepkan.

34
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA

Akalin, H. E. (2002). Surgical Prophylaxis: The Evolution Of Guidelines In An


Era Of Cost Containment. Journal of Hospital Infection: 1-2.

American Dental Association Council on Scientific Affairs. (2004). Combating


antibiotic resistance. Journal of American Dental Association; 135: 484–
487.

Anonim. (2016). MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 16. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu
Populer. Halaman 161-165.

Chaerunissa, dan Surahman. (2009). Farmasetika dasar: Konsep Teoritis dan


Aplikasi Pembuatan Obat. Bandung: Widya Padjadjaran. Halaman 25.

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Obat Bebas dan Obat Bebas
Terbatas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Departemen Kesehatan RI. (2011). Buku Panduan Hari Kesehatan Sedunia:


Gunakan Antibiotik Secara Tepat Untuk Mencegah Kekebalan Kuman.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 13.

Handal, T., dan Olsen, I. (2000). Antimicrobial resistance with focus on oral beta-
lactamases. European Journal of Oral Sciences 108: 163–74.

Hardjosaputra, S. (2008). Data Obat di Indonesia. Edisi IX. Jakarta: Muliapurna


Jayaterbit. Halaman 755 - 794.

Intan, S., Ayu dan Indah, Irma, Z. (2013). Penyakit Gigi, Mulut dan THT.
Yogyakarta. Penerbit Nuha Medika. Halaman 18-41.

Jas, A. (2007). Perihal Resep dan Dosis Serta Latihan Menulis Resep. Medan:
USU Press. Halaman 1-2, 35.

Kakilaya, S. B. (2008). Rasional Use of Antibiotics.


http//www.Rationalmedicine.org/ antibiotic.htm di akses tanggal 29
Oktober 2017.

Katzung, B.G., Terjemahan A. W., dan Nugroho, et al. (2010). Farmakologi


Dasar dan Klinik. Edisi ke-10. Jakarta: EGC. Halaman 278-332.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesi. (2011). Pedoman Umum Penggunaaan


Antibiotik. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: 1-56.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Pelayanan


Kefarmasian untuk Terapi Antibiotik.

35
Universitas Sumatera Utara
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Buku Panduan Pelatihan
Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat. Jakarta: Kementerian
Kesehatan RI: 19-23.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014) Standar Pelayanan


Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia: 3.

Kumar, K. P., Kaushik, M., Kumar, P. U., Reddy, M. S., dan Prashar, N. (2013).
Antibiotic Prescribing Habits of Dental Surgeons in Hyderabad City,
India, for Pulpal and Periapical Pathologies: A Survey. Advances in
Pharmacological Sciences: 1-4.

Kurniawan, D.W., dan Sulaiman, S. (2013). Teknologi Sediaan Farmasi.


Yogyakarta: Graha Ilmu. Halaman 21-22.

Mainjot, A., D’Hoore, W., Vanheusden, A., dan Nieuwenhuysen, J. P. V. (2009).


Antibiotic Prescribing in Dental Practice in Belgium. International
Endodontic Journal: 1112-1117.

Marjoni, R., dan Yusman. (2017). Buku Saku Farmasetika Dasar. Jakarta: Trans
Info Media: 82-84.

Murti, A., dan Morse, Z. (2007). Dental Antibiotic Prescription in Fijian Adults.
International Dental Journal, (57): 66-70.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.


Halaman 33.

Robert, R.M., Bartoces, M., Thompson, S. E., dan Hicks, L.A. (2017). Antibiotic
Prescribing By General Dentists In The United States, 2013. Elsevier:
172-178.

Sa’adah, V. F. (2013). Pola Peresepan Obat Antibiotik Pada Pasien Poli Gigi
RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan Tahun 2013. Universitas
Muhammadiyah Sukarta. Skripsi.

Sarimanah, J. (2010). Pola Peresepan Obat Didaerah Pedan dan Delanggu, Klaten
Tahun 2008. Universitas Setia Budi Surakarta. Skripsi.

Setiabudy, R. (2007). Farmakologi dan Terapi. Edisi V. Jakarta: Departemen


Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Halaman 585, 593.

Tarigan, R. (2014). Karies Gigi. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Halaman 21-22.

36
Universitas Sumatera Utara
Tjahjanti, E. (2011). Hubungan Antara Kesehatan Gigi dan Mulut dan Upaya
Rehabilitasi Prostodonsia pada Lanjut Usia. Majalah Kedokteran Gigi.
18(2): 141-144

Tjay, T. H., dan Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting. Jakarta: Gramedia.


Halaman 55-65

Wattimena, J.R., Sugiarso, Nelly C., Widianto, Mathilda, B., Sukandar, E.Y.,
Soemardji, A., Setiadi, dan Anna, R. (1991). Farmakodinamik dan Terapi
Antibiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press: 47-48.

Yusuf, F. 2011. Studi Perbandingan Obat Generik dan Obat Dengan Nama
Dagang. Jurnal Farmanesia. Vol.1: 5-10.

37
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1. Surat izin pengambilan resep di apotek

38
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 2. Gambar Resep

39
Universitas Sumatera Utara
Lamiran 2. (Lanjutan)

40
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 2. (lanjutan)

41
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. Data Apotek

No Nama Apotek Alamat

1 Apotek Gabe Family Jl. Flamboyan Raya, Sp Melati

2 Apotek Medan Jl. Prof. HM. Yamin No 198 A

3 Apotek Rumah Sakit USU Jl. Dr Mansyur No. 66

4 Apotek RIO FARMA Jl. Durian No.116 Medan

5 Apotek V Matahari Jln. Jend Garot Subroto No. 73 H Medan

6 Apotek Wulandari Jln. Bunga Raya No. 12 Medan Selayang

7 Apotek AA Jln. Yos Sudarso 205 Medan

Jl. KL Yos Sudarso No 40E Pulo Brayan


8 Apotek Farmaka
Medan

9 Apotek Marthen Jl. Ayahanda No 64 B

10 Apotek Yasmin Jl. Pinang Baris No 14

11 Apotek Gayo Mandiri Jl. Amal No 1 Medan

12 Apotek Prima Lestari 2 Jl. Flamboyan Raya No 2B Medan

42
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. KL Yos Sudarso Km 13,5 No. 19,


13 Apotek Delima
Medan Labuhan.

Jl. Gatot Subroto Km 5,5 No. 137 D,


14 Apotek Rajawali
Medan Sunggal.

15 Apotek Khrisna Jl. KL Yos Sudarso 211, Medan Barat.

16 Apotek Laris Jaya Jl. Platina No. 8-C, Medan Deli.

17 Apotek Kembar Jaya Jln. Marelan Jaya No. 64 Medan.

18 Apotek Tamariska Jln. KL Yos Sudarso No 388 I.

Apotek RSU. Wulan Jln. Marelan Raya Pasar 5, Medan


19
Windy Marelan.

Jl. Marelan Raya Pasar VI, Medan


20 Apotek Hadi
Marelan.

Jl. Djamin Ginting No. 113 B Simpang


21 Apotek Kasih Agape
Simalingkar, Medan Tuntungan.

Jl. Setiabudi Ujung No. 1, Medan


22 Apotek Simpang Selayang
Tuntungan.

23 Apotek Hega Jl. Djamin Ginting No. 178.

Jl. Kapten Muslim No. 45 A, Medan


24 Apotek Dety
Helvetia.

43
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

25 Apotek L10 Jl. Flamboyan Raya No. 12 AB.

Apotek Kimia Farma Jl. Titi Pahlawan No. 50 Kec. Medan


26
557/Marelan Marelan, Kel. Paya Pasir, Medan.

Jl. Titi Pahlawan No. 1 B Kec. Medan


27 Apotek Cahaya Raya
Marelan, Kel. Paya Pasir, Medan.

Apotek Kimia Farma


28 Jl. Sumatera No.8, Medan Belawan.
28/Belawan

Jl. Pancing 1, Simpang Martubung,


29 Apotek Global Martubung
Medan Labuhan.

Jln. Flamboyan Raya No. 39 B Tanjung


30 Apotek Edatta
Selamat.

Jln. DI Panjaitan No.144, Medan


31 Apotek Rasyida
Sunggal.

Jl. Capiten Purba No. 2 Simalingkar,


32 Apotek Guna Farma
Medan Tuntungan.

33 Apotek Semesta Alam Jl. Djamin Ginting No. 174, Medan

Jl. Djamin Ginting No. 88, Medan


34 Apotek Rosa Farma
Tuntungan.

44
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Madong Lubis No.24A, Pandau Hulu


35 Daulat I, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera
Utara 20233

Jl. iskandar muda pringgan Medan


36 K24 pringgan
Kodepos : 20353

Jl. Gunung Krakatau No.89, Glugur


37 Global medicare Darat I, Medan Tim., Kota Medan,
Sumatera Utara 20238

Jl. Jamin Ginting No.574, Titi Rantai,


38 Dear farma Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20157

Jl. Jamin Ginting No.485, Titi Rantai,


39 Citra haganta Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20157

Jl. Iskandar Muda No. 135 E Medan,


40 Farah
Sumatera Utara

Jl. Amaliun No.28, Kotamatsum III,


41 Mitha farma Medan Kota, Kota Medan, Sumatera
Utara 20211

Jl. Cempaka No.22 B, Tj. Gusta, Medan


42 Misidi farma Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara
20126

Jl. Gagak Hitam No.10 C, 20122,


43 Kf ringroad
Sunggal, Medan Sunggal, Kota Medan

Jl. Setia Budi No.50B, Tj. Rejo, Medan


44 Delima Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
20122

Jl. Jamin Ginting, Beringin, Medan


45 Mbulan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara
20157

Jl. Palang Merah, A U R, Medan, Kota


46 Kf 28 palmerah
Medan, Sumatera Utara 20111

45
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Kapten Jumhana, Sukaramai II,


47 Kf kapt jumhana Medan Area, Kota Medan, Sumatera
Utara 20224

setia farma Jl. Jamin Ginting No.80, Merdeka,


48 Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20154

Jl. Kapten Muslim No.234-A, Helvetia


49 Marita Tengah, Medan Helvetia, Kota Medan,
Sumatera Utara 20117

Jl. Sisingamangaraja, Mesjid, Medan


50 Adenin adenan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara
20213

Jl. Amal No.33, Sunggal, Medan


51 Humaira Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
20127

Jl. Kebun Kopi Pasar No.8, Marindal I,


Patumbak, Kabupaten Deli Serdang,
52 Permata jaya Sumatera Utara 20148

Jl. Sumatra No.94, Pandau Hulu I, Medan


53 Sarana Kota, Kota Medan, Sumatera Utara
20211

jl. Merak - Komplek Merak Palace no.1,


54 Nazla
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Jl. H. M. Joni, Teladan Tim., Medan,


55 Ratu farma
Kota Medan, Sumatera Utara 20216

56 Setia kawan Jl. Sisingamangaraja No.273b

Jl. Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota


57 Berkat ananda
Medan, Sumatera Utara 20212

Jl. Monginsidi No.1, Polonia, Medan


58 Polonia Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara
20152

46
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Karya Wisata No.15 I, Pangkalan


59 Selaras farma Masyhur, Medan Johor, Kota Medan,
Sumatera Utara 20143

Jl. Karya Jaya No.187C, Gedung Johor,


60 Karya raya Medan Johor, Kota Medan, Sumatera
Utara 20144

Jl. K. L. Yos Sudarso No.166 D, Pulo


61 Idena Brayan Kota, Medan Bar., Kota Medan,
Sumatera Utara 20239

Salwa Jl. Karya Jaya No.105a, Pangkalan


62 Masyhur, Medan Johor, Kota Medan,
Sumatera Utara 20143

Jl. Karya Kasih No.1, Pangkalan


63 Umi farma Masyhur, Medan Johor, Kota Medan,
Sumatera Utara 20219

Tri jaya Komplek Johor Vista, Jl. Karya Kasih,


64 Pangkalan Masyhur, Medan Johor, Kota
Medan, Sumatera Utara 20143

Jl. K. L. Yos Sudarso No.225 A, Pulo


65 Harapan Brayan Kota, Medan Bar., Kota Medan,
Sumatera Utara 20116

Jl. Arief Rahman Hakim No.284, Ps.


Merah Tim., Medan Area, Kota Medan,
66 Keisha
Sumatera Utara 20216 Medan, Sumatera
Utara, Indonesia

Jl. Mayjen D.I Panjaitan No.128, Babura,


67 Cahaya Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20152

Jl. Arief Rahman Hakim No.201 C,


68 Dewi II RT.02, Tegal Sari II, Medan Area, Kota
Medan, Sumatera Utara 20227

Jl. Denai No.58, Tegal Sari I, Medan


69 Nasional Area, Kota Medan, Sumatera Utara
20227

47
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Pancing No.131, Sidorejo, Medan


70 Rajasa Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara
20222

Timoti Jl. Jend. A. H. Nasution, Pangkalan


71 Masyhur, Medan Johor, Kota Medan,
Sumatera Utara 20219

Ganda lestari Jl. Mandala By Pass, Tegal Sari Mandala


72 I, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera
Utara 20224

Jl. Gaperta No.234 F, Helvetia Tengah,


73 Rara Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera
Utara 20123

Jalan Panglima Denai No. 69, Denai,


74 Zahra
Medan, Sumatera Utara, 20228

Jl. DR. Mansyur, Padang Bulan, Medan


75 Mansur Baru, Kota Medan, Sumatera Utara
20153

Jl. Perintis, Medan Tim., Kota Medan,


76 Terang Sumatera Utara 20233

Jl. Besar Tembung, Hutan, Percut Sei


77 Az zahra Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera
Utara 20371

Jl. Mandala By Pass No.104, Bantan


78 Merapi mandiri Tim., Medan Tembung, Kota Medan,
Sumatera Utara 20223

Zikmal Jl. Arief Rahman Hakim, Tegal Sari III,


79 Medan Area, Kota Medan, Sumatera
Utara 20227

Jl. Perjuangan Komp. Ruko Pancing


80 Perjuangan Perjuangan Permai

48
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Wahidin No.155, Pandau Hulu II,


81 Jaya wijaya Medan Area, Kota Medan, Sumatera
Utara 20233

Jl. Sunggal No.75, Sunggal, Medan


Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
82 Mitra 20128

Jl. Jamin Ginting No.221, Padang Bulan,


83 Cipta Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20135

Jl. Gatot Subroto, Sekip, Medan Petisah,


84 Aditya
Kota Medan, Sumatera Utara 2011

Jl. Garuda Raya, Tegal Sari Mandala II,


85 Madani Farma Medan Denai, Kota Medan, Sumatera
Utara 20226

Rahmat setia Jl. Kepodang II No.172, Tegal Sari


86 Mandala II, Medan Denai, Kota Medan,
Sumatera Utara 20226

Satria Jl. Sisingamangaraja No.359 B, Sitirejo


87 III, Medan Amplas, Kota Medan,
Sumatera Utara 20217

Jl. Jamin Ginting No.498, Padang Bulan,


88 Gunung sibayak Medan Baru, Kota Medan, Sumatera
Utara 20155

Jl. Sisingamangaraja No.446 A, RT.02,


89 Putra farma Sitirejo II, Medan Amplas, Kota Medan,
Sumatera Utara 20217

Jl. Iskandar Muda No.150C, Petisah


90 Komplit Hulu, Medan Baru, Kota Medan,
Sumatera Utara 20154

91 Hanissah JL. SM RAJA No. 51 Km 5 Kota Medan

49
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. (Lanjutan)

No Nama Apotek Alamat

Jl. Merak No.2, Sei Sikambing B, Medan


92 Berkat jaya Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
20122

93 Patria Kec.medan kota

94 Zidane II Jl. Garu I No 64. Kec. Medan Amplas

Jl. Brigjen Katamso No.219, RT.02,


95 Keluarga anda Sukaraja, Medan Maimun, Kota Medan,
Sumatera Utara 20159

Kurnia farma Jl. Karya Wisata, Pangkalan Masyhur,


96
Medan Johor, Kota Medan, Sumatera

Jl. Bajak II No.63B, Harjosari II, Medan


97 F3 farma Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara
20147

Jl. Willem iskandar kel. Medan estate


98 Giant
kec. Percut

Jalan Sisingamangaraja No. 324 A, Siti


99 Saudara Rejo I, Medan Kota, Kota Medan,
Sumatera Utara 20216

Jl. Utama No.37A, Kota Matsum IV,


100 Habibi Medan Area, Kota Medan, Sumatera
Utara 20215

50
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. Data resep antibiotik dari dokter gigi di apotek Kota Medan

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
Clindamicin
1 Albiotin 4 1 2 3 4 2 3
HCL
2 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
3 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 1
4 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
5 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
6 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
7 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
8 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
9 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
10 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
11 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
12 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 5 1 3
13 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 1
14 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
15 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 1
16 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
17 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
18 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 1
19 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 1
20 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
21 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 1
22 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 1
23 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
24 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
25 Amoxsan Amoxicilin 2 1 2 2 4 1 3
26 Amoxsan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
Clindamicin
27 Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
HCL
Clindamicin
28 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
HCL
Clindamicin
29 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 4
HCL
Clindamicin
30 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
HCL
Clindamicin
31 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL

51
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
Clindamicin
32 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
HCL
Clindamicin
33 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
HCL
Clindamicin
34 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 4
HCL
Clindamicin
35 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
HCL
Clindamicin
36 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
37 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
38 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
39 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 4
HCL
Clindamicin
40 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
41 Clindamicin 4 2 1 3 3 2 2
HCL
Clindamicin
42 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
43 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
Clindamicin
44 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
Clindamicin
45 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
Clindamicin
46 Clindamicin 4 2 1 2 2 2 3
HCL
Clindamicin
47 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
Clindamicin
48 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
Clindamicin
49 Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
HCL
Clindamicin
50 Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
HCL
51 Metronidazol Metronidazol 6 2 2 3 2 1 3
52 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 3 1 3
53 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
54 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3

52
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
55 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 2 3 2 1 3
56 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
Amoxan
57 Amoxicilin 2 1 1 3 1 2 1
(600 ml)
58 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 2 2 3
59 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 5 1 2
60 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 2 2
61 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
62 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 1 3
63 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 2 2
64 Cefat Cefadroxil 1 1 1 3 2 2 3
65 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 1 3
66 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 4 1 3
67 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
68 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
69 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 2 2
70 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
71 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
72 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
73 Amoxicilin Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
74 Drovax Cefadroxil 1 1 1 3 2 2 2
75 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 1 3
76 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 1 3
77 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 4 2 3
78 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
79 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 3 1 3
80 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 4 1 3
81 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 3 1 3
82 Amoxilin Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
83 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
84 Lincomicin Lincomicin 4 2 1 3 2 1 3
85 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 3
86 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 1 3
87 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 1 3
88 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 3 1 3

53
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
89 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
90 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
91 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
92 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
93 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
94 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
95 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
96 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
97 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
98 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 2 2 3
Amoxicilin
99 Aclam 2 1 2 3 4 2 3
& Klavulanat
100 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
101 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 2 3
102 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
103 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 2
104 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 2 3
105 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
106 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
107 Baquinor Ciprofloxacin 3 1 2 2 4 1 3
108 Kalmoxilin Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
109 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
Amoxicilin
110 Clareksi 2 1 1 3 2 1 3
& Klavulanat
111 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
112 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
113 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
114 Intermoxil Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
115 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 1 3
116 Nolipo Lincomicin 4 1 1 3 2 2 3
117 Baquinor Ciprofloxacin 3 1 1 2 5 2 3
118 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 1 4
119 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
120 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
Amoxicilin
121 Aclam 2 1 2 3 3 1 3
& Klavulanat

54
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
122 Nolipo Lincomicin 4 1 2 3 3 1 3
123 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
124 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
125 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
126 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
127 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
128 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
129 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
130 Cefixime Cefixime 1 2 1 2 4 2 3
131 Yusimox Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
132 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
133 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 2 3
134 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
135 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
136 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
137 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
138 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
139 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
140 Yusimox Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
141 Clindamicin Clindamicin 2 2 2 2 4 2 3
142 Clindamicin Clindamicin 2 2 2 2 4 2 2
143 Yusimox Amoxicilin 1 1 1 3 3 2 3
144 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 1 1 3
145 Yusimox Amoxicilin 4 1 1 3 3 2 2
146 Amoxan Amoxicilin 4 1 1 3 2 2 3
147 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 3 2 1
148 Cefadroxil Cefadroxil 2 2 1 3 3 2 3
149 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
150 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 1 3
151 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
Amoxan
152 Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 3
(600 ml)
153 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
154 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
155 Albiotin Clindamicin 4 1 1 3 4 1 2

55
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
156 Cefat Cefadroxil 1 1 1 2 5 2 3
157 Albiotin Clindamicin 4 1 1 3 3 2 3
158 Flagyl Metronidazol 6 1 1 1 3 1 3
159 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
160 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
161 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
162 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
163 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
164 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 2 1 3
165 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 1 3
166 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
167 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 2
168 Cravox Levofloxacin 3 1 2 3 5 1 3
169 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 2
170 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 2 1 3
171 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 2
172 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 1
173 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 1
Amoxicilin
174 Clareksi 2 1 2 3 3 2 3
& Klavulanat
175 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
176 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
177 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
178 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 2
179 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
180 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 2
181 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 2 3 2 1 2
182 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 2 2 3
183 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
184 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
185 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 2 3
186 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
187 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 1 2 3
188 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 2
189 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3

56
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
190 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
191 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 1
192 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
193 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
194 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
195 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 4
196 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
197 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 3
198 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
199 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
200 Clinmas Clindamicin 4 1 2 3 1 1 3
201 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
202 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
203 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 2 3
204 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
205 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
206 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 2
207 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 2 3
208 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
209 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 2 3
210 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
211 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
212 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
213 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
214 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
215 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
216 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
217 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
218 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 3 3 3 2 1
219 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 3 3 3 2 1
220 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
221 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
222 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
223 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 2 3
224 Kalmoxilin Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3

57
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
225 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
226 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
227 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
228 Kalmoxilin Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
229 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 4 2 3
230 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 1 1
231 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
232 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
233 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
234 Kalmoxilin Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
235 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
236 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
237 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
238 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
239 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 2
240 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
241 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 2
242 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
243 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
244 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
245 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
246 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
247 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 4 1 3
248 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
249 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
250 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
251 Metronidazol Metronidazol 6 2 2 3 2 2 3
252 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 4 2 3
253 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
254 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 2 3 4 1 2
255 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
256 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
257 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
258 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
259 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3

58
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
Amoxan
260 Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 3
(60 ml)
261 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 3 1 3
262 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 2 1 3
263 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
264 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
265 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
266 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
267 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 2
268 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 3
269 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
270 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
271 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
272 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 2
273 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
274 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
275 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
276 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
277 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 4 2 3
278 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
279 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
280 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
281 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
282 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 3 2 2
283 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 4 2 3
284 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 1 3
285 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 4 1 3
286 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
287 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 4 2 3
288 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
289 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
290 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
291 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
292 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
293 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 4 2 3

59
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
294 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 2 2 3
295 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
296 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
297 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
298 Metronidazol Metronidazol 6 2 2 3 2 2 3
299 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
300 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
301 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
302 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 2 5 1 3
303 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 2 3
304 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
305 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 2 3
306 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
307 Gentamicin Gentamicin 5 2 1 3 3 1 3
Eritromicin
308 Eritromicin 4 2 3 3 3 2 3
(60 mil)
309 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
310 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
311 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
312 Albiotin Clindamicin 4 2 2 2 2 2 3
313 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 4 2 3
314 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
315 Prolic Clindamicin 4 1 2 3 3 2 3
316 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
317 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
318 Nolipo Lincomicin 4 1 1 3 3 2 3
319 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
320 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
321 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
322 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
323 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
324 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
325 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 1 3
326 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
327 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 2 3

60
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nujuama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
328 Metronidazol Metronidazol 6 2 2 3 3 1 3
329 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
330 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
331 Cefat Cefadroxil 1 1 2 3 4 2 3
332 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
333 Metrolet Metronidazol 6 1 1 3 4 1 3
334 Tetrasanbe Tetracilin 5 1 2 3 4 2 2
335 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
Amoxicilin
336 Aclam 2 1 2 3 2 2 3
& Klavulanat
337 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
338 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
339 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 1 3
340 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 2 2 3
341 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 2 1
342 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
343 Prolic Clindamicin 4 1 1 4 3 2 3
344 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 1 3
345 Tetrasanbe Tetracilin 5 1 2 3 4 2 3
346 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
347 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 5 2 3
348 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
349 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
350 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
351 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
352 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3
353 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
354 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 1 3
355 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 4 2 1
356 Cevat Cefadroxil 1 1 3 2 5 2 1
357 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 2
358 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 2 1 3
359 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 1 3
360 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 2 3
361 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 2 1 3

61
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
362 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 4 2 3
363 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 2 3
364 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
365 Intermoxil Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
366 Albiotin Clindamicin 4 1 1 3 4 2 3
367 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
368 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
369 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 1 3
370 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 2 1
371 Cevat Cefadroxil 1 1 1 3 2 2 2
372 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
373 Intermoxil Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 1
374 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 1
375 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
376 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
377 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 3 3 3 1 1
378 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 4 2 2
Amoxicilin
379 Clareksi 2 1 1 3 2 2 1
& Klavulanat
380 Lapiflox Ciprofloxacin 3 1 1 2 4 2 1
381 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
382 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 4 2 2
383 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 2
384 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 1
385 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
386 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 1
387 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
388 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
389 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
390 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
391 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
392 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
393 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
394 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 2 1
395 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 1

62
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
396 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 2 1
397 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
398 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 1
399 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
400 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
401 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
402 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
403 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 1
404 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 1
405 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 1
406 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
407 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
408 Metronidazol Metronidazol 6 1 1 3 2 2 1
409 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
410 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 2 4 2 3
411 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 2 3
412 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 5 2 3
413 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 4 2 3
414 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 1 3
415 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
Amoxicilin
416 Clareksi 4 1 1 3 4 2 3
& Klavulanat
417 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
418 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 1 1 3
419 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 2 3
420 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
421 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
422 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
Amoxicilin
423 Clareksi 2 1 1 3 2 1 3
& Klavulanat
424 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
425 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
426 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
427 Amoxicilin Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
428 Amoxicilin Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1

63
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
429 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 3 3 3 2 1
430 Cevat Cefadroxil 1 1 3 3 3 1 1
431 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
432 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
433 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 2 3
434 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
435 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
436 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
437 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
438 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
439 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
440 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
441 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
442 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
443 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
444 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
445 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 2 4 1 3
446 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
447 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 5 1 3
448 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 3
449 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
450 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
451 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 2
452 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 1 3
453 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 1 1 3
454 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 4 2 3
455 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 1 3
456 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
457 Tetrasanbe Tetracilin 5 1 2 3 2 2 3
458 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
459 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
460 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
461 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
462 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
463 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3

64
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
464 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
465 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
466 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
467 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
468 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
469 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
470 Lapimox Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
471 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 2
472 Lapimox Amoxicilin 2 1 3 3 1 2 1
473 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
474 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 3 2 2
475 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
476 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
477 Lincomicin Lincomicin 4 2 2 3 2 1 3
478 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
479 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
480 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
481 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
482 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
483 Amoxiclav Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
484 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 3 1 3
485 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 2 3
486 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
487 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
488 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
489 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 2 2 4 2 3
490 Amoxan Amoxicilin 3 1 1 3 2 1 2
491 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 3 2 3
492 Ca.Amoxiclav Amoxicilin 2 1 1 3 4 2 3
493 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 2 3
494 Clindamicin Clindamicin 4 1 1 3 3 1 2
495 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 3 1 3
496 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
497 Cefat Cefadroxil 1 1 2 3 3 2 3
498 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3

65
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
499 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 1 1 3
500 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
501 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
502 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
503 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
504 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
505 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
506 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
Amoxicilin
507 Ca.Amoxiclav 2 1 2 3 2 1 3
& Klavulanat
508 Adimex Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
509 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
510 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 1 3
511 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 4 1 3
Amoxicilin
512 Ca.Amoxiclav 2 1 1 3 2 1 3
& Klavulanat
513 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 1 3
514 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 2 3
515 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 1 3
516 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
517 Cefat Syrup Cefadroxil 1 1 3 3 3 1 1
518 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
519 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 2
520 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
521 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
522 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
523 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
524 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
525 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 1 3
526 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
527 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 2 1 2
528 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
529 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 2 3
530 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
531 Amoxan Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1

66
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
532 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
533 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
534 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
535 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 1
536 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
537 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
538 Lincomicin Lincomicin 4 2 1 3 2 1 3
539 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 2
540 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
541 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
542 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 3
543 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 2 4 2 3
544 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
545 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
546 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
547 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
548 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 2
549 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
550 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 1 3
551 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
Levo
552 Levoxin 3 1 2 2 2 2 3
Floxacin
553 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
554 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 2 1 3
555 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 2 2 3
556 Lapimox Amoxicillin 2 1 1 3 2 2 3
557 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 2 2 3
558 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 1 2
559 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
560 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 1 1 3
561 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 1 3
562 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
563 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 1 2
564 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 2 3
565 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3

67
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
566 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 2 3
567 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 3 2 3
568 Lapicef Cefadroxil 1 1 1 3 2 1 2
Amoxan
569 Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
(60 ml)
570 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 2 3
571 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 2 3
572 Lapicef Cefadroxil 2 1 1 3 2 1 2
573 Amoxan Amoxicilin 1 1 3 3 3 2 1
574 Amoxicilin Amoxicilin 1 2 2 3 3 1 3
575 Clinmas Clindamicin 4 1 1 3 2 1 3
576 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
577 Amoxiclav Amoxicilin 2 1 1 3 5 1 3
578 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
579 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
580 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
581 Lapicef Cefadroxil 1 1 1 3 2 2 3
582 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 2 3
583 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
584 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 1
Amoxicilin
585 Amoxicilin 2 2 3 3 3 2 1
(60 ml)
586 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 3 2 1 3
587 Clindamicin Clindamicin 5 2 1 2 4 2 3
588 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
589 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 2 3 2 2 3
590 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 2 3
591 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 2
592 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 2 3
593 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 4 2 2 3
594 Cefat Cefadroxil 1 1 1 2 4 1 3
595 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 3 2 3
596 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 1 3
597 Cefat Cefadroxil 1 1 3 3 3 2 1
598 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 3 2 3

68
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
599 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 4 3 2 3
600 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
601 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
602 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 2 3
603 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 3
604 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 2 3
605 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 2 2 3
606 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
607 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 2
608 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 3 2 1 3
609 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
610 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
611 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
612 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
613 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
614 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
615 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 1 3
616 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 2
617 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
618 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 1 3
619 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 3 2 3
620 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
621 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 4 2 3
Amoxicilin
622 Ca.Amoxiclav 2 1 1 3 2 1 3
& Klavulanat
623 Prolic Clindamicin 4 1 1 2 4 2 3
624 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
625 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 1 3
626 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
627 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
628 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
629 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
630 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
631 Cefadroxil Cefadroxil 1 2 1 2 4 2 3
632 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3

69
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
633 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 2 5 1 3
634 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 2 3 1 3
635 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 1 3
636 Cefat Cefadroxil 1 1 1 3 4 2 3
637 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
638 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 2 3
639 Lincocin Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
640 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 4
641 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 3 1 3
642 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 4
643 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 4
644 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 4
645 Prolic Clindamicin 4 1 1 3 2 1 3
646 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 2
647 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
648 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 2 3
649 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3
Amoxan
650 Amoxicilin 2 1 3 3 3 2 1
Syrup
Amoxan
651 Amoxicilin 2 1 3 3 3 1 1
Syrup
652 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 2
Amoxan
653 Amoxicilin 2 1 3 3 1 1 1
Syrup
654 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
655 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
656 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
657 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
658 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
659 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 2 4 2 2
660 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 2 2 4
661 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 2 3
662 Ciprofloxacin Ciprofloxacin 3 2 1 2 4 1 3
663 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 1 3
664 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
665 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 1 3

70
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
666 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 3
667 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
668 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 1 3
669 Tetrasanbe Tetracilin 5 1 2 3 2 2 3
670 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
671 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 4 1 3
672 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 2 2 3
673 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
674 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
675 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
676 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 2 1 3
677 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 4 4 2 3
678 Cefat Cefadroxil 1 1 2 3 2 2 3
679 Amoxan Amoxicilin 2 1 2 3 3 1 3
680 Clindamicin Clindamicin 4 2 2 3 2 2 3
681 Lincomicin Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 2
682 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 1
683 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 2 1
684 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 3 3 2 2
685 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 1 3
686 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 2 3
687 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
688 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 1 3
689 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
690 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
691 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 1 3
692 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
693 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 2 3 3 1 3
694 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 1 3
695 Tetrasanbe Tetracilin 5 1 2 3 4 1 3
696 Metronidazol Metronidazol 6 2 2 3 2 2 3
697 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 2 4 2 1
698 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 2 2 3
699 Lapimox Amoxicilin 2 1 1 3 4 1 3
700 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3

71
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 4. (Lanjutan)

Nama
Gol. Jenis
No. Nama Obat Generik Generik Bentuk Aturan Lama Usia
Antibiotik Kelamin
/Dagang
701 Amoxan Amoxicilin 2 1 1 2 4 2 3
702 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 1 1 3
703 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 2 3
704 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
705 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
706 Clindamicin Clindamicin 4 2 1 3 4 1 3
707 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
708 Trichodazole Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
709 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 1 3
710 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
711 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 4 2 3
712 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 3 2 3
713 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 3 1 3
714 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 4 1 3
715 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 2 1
716 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 3 2 1 3
717 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 1 3
718 Amoxicilin Amoxicilin 2 2 1 3 2 1 3
719 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 4 1 3
720 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 4 2 3
721 Metronidazol Metronidazol 6 2 1 2 4 2 3
722 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 2 2 3
723 Trichodazole Metronidazol 6 1 1 3 3 1 3

72
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 5. Guideline Antibiotik Dokter Gigi

Agen antimikroba spektrum sempit* yang ditemukan dalam pengobatan gigi†


Nama Generik Karakteristik* Indikasi umum yang
digunakan
Klindamisin Bakteriostatik (bakterisid Indikasi untuk pengobatan
dalam dosis tinggi), aktif infeksi yang disebabkan oleh
melawan beberapa cocci mikroorganisme yang rentan,
gram positif aerob (termasuk digunakan sebagai antibiotik
Stapylococcus aureus, S. profilaksis pada pasien dengan
epidermidis, streptococci dan risiko tinggi alergi terhadap
pneumococci), beberapa penicillin untuk pencegahan
bacili gram negatif anaerob, bakteri endokarditis dan
bacili non spora gram positif infeksi total penggantian sendi
anaerob, cocci gram positif
anaerob dan clostridia
Metronidazole Bakterisid, aktif melawan Digunakan sebagai tambahan
banyak cocci anaerob dan dalam pengobatan
kedua bacili gram negatif dan periodontitis dan ngingivitis
bacili spora gram positif ulceratif nekrotik akut,
umumnya diresepkan dengan
amoxicillin(Catatan:
dikombinasi menggunakan
amoxicillin atau
amoxicillin/asam klavulanat
belum disetujui oleh U.S.
Food and Drug
Administration)
Penicillin V Bakterisid, penghambat Digunakan terbatas untuk
Potassium sintesis dinding sel yang mengobati infeksi minor
secara utama aktif melawan seperti ngingivostomatitis
cocci gram positif (termasuk ulceratif dan untuk profilaksis
S.aureus), bacili gram positif dan pengbatan lanjutan infeksi
dan gram negatif dan streptococcal
spirocetes
* aktif melawan sejumlah kecil organisme
†diadaptasi pada bagian Ciancio
‡obat-obat bakterisid secara langsung membunuh organisme penginfeksi, obat
bakteriostatik menghambat ploriferasi bakteri dengan mengganggu proses
metabolik esensial

73
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 5. (Lanjutan)

Agen antimikroba spektrum luas* yang ditemukan dalam pengobatan gigi †


Nama Generik Karakteristik* Indikasi umum yang
digunakan
Amoxicillin Bakterisid, aktif melawan Umumnya digunakan sebagai
(semisintetik banyak organisme gram antibiotik empiris untuk
penicillin) negatif dan gram positif, tidak infeksi oral, sinusitis dan
efektif melawan bakteri yang infeksi kulit, digunakan
memproduksi ß- laktamase sebagai antibiotik profilaksis
pada pasien berisiko tinggi
untuk pencegahan bakteri
endokarditis dan infeksi total
penggantian sendi
Amoxicillin Bakterisid, aktif melawan Digunakan untuk pengobatan
dengan asam secara spektum luas sinus, oral dan infeksi
klavulanat organisme gram negatif dan pernafasan
gram positif, termasuk bakteri
yang memproduksi ß-
laktamase
Ampicillin Bakterisid, aktif melawan Umumnya digunakan sebagai
(semisintetik banyak organisme gram antibiotik empiris untuk
penicillin) negatif dan gram positif, tidak infeksi oral, sinusitis dan
efektif melawan bakteri yang infeksi kulit, digunakan
memproduksi ß- laktamase sebagai antibiotik profilaksis
pada pasien berisiko tinggi
yang tidak dapat diobati
dengan pengobatan oral untuk
pencegahan bakteri
endokarditis
dan infeksi total sendi
Cefadroxil Bakterisid, aktif melawan ß- Indikasi untuk pengobatan
(sefalosporin hemolytic streptococci, infeksi yang disebabkan oleh
generasi Haemophillus influenza, mikroorganisme yang rentan,
pertama) S.pneumonia, E.coli, digunakan sebagai antibiotik
Enterobacter aerogenes, profilaksis pada pasien
P.mirabillis, Klebsiella dan berisiko tinggi untuk
Moraxella pencegahan bakteri
endokarditis dan infeksi
penggantian sendi
keseluruhan, hati-hati ketika
meresepkan sefalosporin
untuk pasien yang sensitif
terhadap penisilin§

74
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 5. (Lanjutan)

Cefazolin Bakterisid, aktif melawan Digunakan untuk pengobatan


(sefalosporin grup A ß-hemolytic pernafasan, saluran kencing, kulit
generasi streptococci, Haemophillus dan infeksi empedu dan untuk
petama) influenza, S.pneumonia, pengobatan septikemia dan
E.coli, Enterobacter endokarditis; digunakan sebagai
aerogenes, P.mirabillis, dan antibiotik profilaksis pasien
Klebsiella berisiko tinggi yang tidak dapat
diobati dengan pengobatan oral
untuk pencegahan bakteri
endokarditis dan infeksi total
penggantian sendi, hati-hati
ketika meresepkan sefalosporin
untuk pasien yang sensitif
terhadap penisilin§
Cephalexin Bakterisid, aktif melawan ß- Indikasi untuk pengobatan infeksi
(sefalosporin hemolytic streptococci, yang disebabkan oleh
generasi staphylococci, S.pneumonia, mikroorganisme yang rentan,
petama) E.coli, P.mirabillis, digunakan sebagai antibiotik
Klebsiella dan Moraxella profilaksis pada pasien berisiko
tinggi untuk pencegahan bakteri
endokarditis dan infeksi
penggantian sendi keseluruhan,
hati-hati ketika meresepkan
sefalosporin untuk pasien yang
sensitif terhadap penisilin§
Cephradine Bakterisid, aktif melawan Digunakan sebagai antibiotik
(sefalosporin grup A ß-hemolytic profilaksis pada pasien berisiko
generasi streptococci, Haemophillus tinggi untuk pencegahan bakteri
petama) influenza, S.pneumonia, endokarditis dan infeksi total
E.coli, Enterobacter penggantian sendi, hati-hati
aerogenes, P.mirabillis, dan ketika meresepkan sefalosporin
Klebsiella untuk pasien yang sensitif
terhadap penisilin§
Azitromycin Bakterisid, aktif melawan Indikasi untuk pengobatan infeksi
(Mikrolida) secara spektum luas ringan sampai sedang yang
organisme gram negatif dan disebabkan oleh mikroorganisme
gram positif yang rentan, digunakan sebagai
antibiotik profilaksis pada pasien
dengan risiko tinggi alergi
terhadap penicillin untuk
pencegahan bakteri endokarditis

75
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 5. (Lanjutan)
Clarithromycin Bakterisid, aktif melawan Indikasi untuk pengobatan
(Mikrolida) secara spektum luas infeksi ringan sampai sedang
organisme gram negatif dan yang disebabkan oleh
gram positif aerob dan mikroorganisme yang rentan,
anaerob digunakan sebagai antibiotik
profilaksis pada pasien
dengan risiko tinggi alergi
terhadap penicillin untuk
pencegahan bakteri
endokarditis
Erythromycin Bakteriostatik, aktif melawan Indikasi untuk pengobatan
(Mikrolida) bakteri gram positif, infeksi saluran pernapasan
khususnya cocci gram positif, bagian atas dan bagian
terbatas dalam melawan bawah, infeksi kulit dan
bakteri gram negatif jaringan lunak keparahan
ringan sampai sedang,
merupakan alternatif penisilin
G dan penisilin lainnya untuk
pengobatan infeksi coccoid
gram positif pada pasien
dengan hipersensitivitas
terhadap penisilin, digunakan
sebagai antibiotik profilaksis
pada pasien berisiko tinggi
yang alergi terhadap penisilin
untuk pencegahan bakteri
endokarditis
Tetacycline Bakteriostatik, aktif melawan Indikasi untuk pengobatan
(doxycycline, bakteri gram positif dan gram periodontitis dan ngingivitis
minocycline) negatif, mycoplasma, ulceratif nekrotik akut
rickettsial, dan infeksi (Catatan: untuk meghindari
chlamydial efek samping gastrointestinal
dari tetrasiklin oral, sistem
pengiriman terlokalisir
doxycycline dan minocycline
dipasarkan untuk pengobatan
periodontitis)
* digunakan sebagai antibiotik empiris atau ketika uji kultur dan sensitivitas tidak
ada
† diadaptasi pada bagian Ciancio
‡ obat-obat bakterisid secara langsung membunuh organisme penginfeksi, obat
bakteriostatik menghambat ploriferasi bakteri dengan mengganggu proses
metabolik esensial
§ hipersensitivitas silang telah didokumentasikan dan akan terjadi sampai 10%
pasien yang mempunyai riwayat alergi penisillin

76
Universitas Sumatera Utara