Anda di halaman 1dari 6

1. Suatu sel galvani disusun dari dua buah setengah sel elektroda.

Setengah sel yang pertama terdiri


dari elektroda perak yang yang dilapisi perak klorida dan dicelupkan pada larutan yang
mengandung 0,05 M Cl-. Sementara itu, setengah sel yang lainnya terdiri dari elektroda nikel yang
dicelupkan pada larutan yang diberi buffer hingga pH 12 yang mengandung padatan Ni(OH)2 yang
tak larut. Reaksi setengah sel dan potensial reduksinya antara lain:
0
𝐴𝑔𝐢𝑙(𝑠) + 𝑒 βˆ’ β‡Œ 𝐴𝑔(𝑠) + 𝐢𝑙 βˆ’ (π‘Žπ‘ž) 𝐸𝐴𝑔𝐢𝑙 = 0,222 𝑉
0
𝑁𝑖 2+ (π‘Žπ‘ž) + 2𝑒 βˆ’ β‡Œ 𝑁𝑖 (𝑠) 𝐸𝑁𝑖 2+ = βˆ’0,257 𝑉

a. Tuliskan persamaan reaksi sel untuk reaksi spontan yang terjadi.


b. Hitung nilai potensial sel untuk sel galvani di atas (Ksp Ni(OH)2 = 5,48 x 10-16).

2. Umpamakan ada suatu sel galvani yang dibuat mengikuti reaksi sel berikut:
𝐢𝑒(𝑠) + 2𝐴𝑔+ (0,1 𝑀) β†’ 𝐢𝑒2+ (0,2 𝑀) + 2𝐴𝑔(𝑠)
0 0
a. Berapakah nilai potensial dari sel di atas pada 25 0C? (𝐸𝐢𝑒 2+ = +0,34 𝑉, 𝐸𝐴𝑔 + = +0,8 𝑉)

b. Jika sel ini menghasilkan arus konstan pada 0,1 A, berapa lama waktu yang diperlukan agar
potensial sel turun sebanyak 10%? (Volume masing-masing kompartemen = 1 Liter).
c. Akankan massa total dari sel galvani berubah?

3. Untuk sel volta berikut, tentukanlah:


𝑆𝑛(𝑠)|𝑆𝑛2+ (0,075 𝑀)‖𝑃𝑏2+ (0,6 𝑀)|𝑃𝑏 (𝑠)
a. Tuliskan reaksi sel yang telah setara untuk sel volta tersebut.
b. Berapakah nilai βˆ†πΊ 0, konstanta kesetimbangan, dan Esel sel volta pada saat awal akan
0 0
digunakan? (𝐸𝑆𝑛 2+ |𝑆𝑛 = βˆ’0,14 𝑉, 𝐸𝑃𝑏 2+ |𝑃𝑏 = βˆ’0,13 𝑉)

c. Jika sel tersebut beroperasi secara spontan, apakah seiring dengan berjalannya waktu
nilai Esel dari sel tersebut akan meningkat, menurun, atau konstan? Jelaskan.
d. Berapakah nilai Esel sel di atas ketika [Pb2+] turun menjadi 0,5 M?
e. Berapakah [Sn2+] ketika nilai Esel = 0,02 V?
f. Berapakah konsentrasi masing-masing ion ketika Esel=0?

4. Seorang kimiawan ingin menentukan konsentrasi CrO42- secara elektrokimia. Sebuah sel disusun
dengan menggunakan elektroda kalomel jenuh (SCE, terdiri dari raksa dalam larutan jenuh Hg2Cl2
0
dengan larutan 1 M KCl sebagai elektrolit, 𝐸𝑆𝐢𝐸 = +0,2680 V) dan kawat perak yang dilapisi
Ag2CrO4. Potensial standar untuk setengah reaksi dibawah ini adalah +0,446 V:
𝐴𝑔2 πΆπ‘Ÿπ‘‚4 + 2𝑒 βˆ’ β†’ 2𝐴𝑔 + πΆπ‘Ÿπ‘‚42βˆ’
a. Tuliskan reaksi sel yang terjadi setelah setengah sel perak dicelupkan pada suatu sampel air
yang mengandung ion CrO42-.
b. Hitunglah Esel dan Ξ”G pada 25 0C untuk reaksi sel ketika [CrO42-] = 1 mol/L.
c. Tuliskan persamaan Nernst untuk sel di atas (asumsikan konsentrasi-konsentrasi pada SCE
adalah konstan dan pada kondisi standar).
d. Jika kawat perak berlapis dicelupkan dalam larutan yang mengandung [CrO42-] = 1 x 10-5 M
pada 250C, berapakah potensial sel yang akan terukur?
e. Pada suatu pengukuran, terukur potensial sel sebesar 0,504 V pada 250C ketika kawat perak
berlapis dicelupkan pada larutan dengan konsentrasi CrO42- yang tidak diketahui. Berapakah
konsentrasi CrO42- pada larutan ini?
0
f. Hitunglah nilai Ksp untuk Ag2CrO4. (Diketahui 𝐸𝐴𝑔 + |𝐴𝑔 = +0,80 V).

5. Suatu sel konsentrasi terdiri dari dua buah elektroda yang sama-sama terbuat dari logam M.
Larutan A pada salah satu wadah setengah sel mengandung 1 mol/Liter M2+. Larutan B pada
wadah setengah sel yang lain memiliki volume 1 L. Pada awal percobaan, ke dalam larutan B
dilarutkan 0,01 mol M(NO3)2 dan 0,01 mol Na2SO4 (abaikan perubahan volume), yang mana
terjadi reaksi:
𝑀2+ (π‘Žπ‘ž) + 𝑆𝑂42βˆ’ (π‘Žπ‘ž) β‡Œ 𝑀𝑆𝑂4 (𝑠)
Kesetimbangan reaksi di atas tercapai dengan cepat, kemudian terukur potensial selnya sebesar
+0,44 V pada 250C. Asumsikan bahwa proses 𝑀2+ + 2𝑒 βˆ’ β†’ 𝑀 memiliki potensial reduksi
standar +0,80 V, dan tidak ada reaksi redoks lain yang terjadi di dalam sel. Tentukan nilai Ksp untuk
MSO4(s) pada 250C.

6. Suatu sel elektrokimia terdiri dari elektroda hidrogen standar dan elektroda logam tembaga.
a. Berapakah nilai potensial sel pada 250C jika elektroda tembaga dicelupkan pada larutan yang
mengandung [Cu2+] = 2,5 x 10-4 M?
b. Jika elektroda tembaga ditempatkan pada larutan NaOH 0,1M yang jenuh oleh Cu(OH)2,
berapa nilai potensial selnya? Diketahui Ksp Cu(OH)2 = 1,6 x 10-19.
c. Elektroda tembaga ditempatkan pada larutan dengan konsentrasi Cu2+ yang tidak diketahui.
potensial sel yang terukur adalah 0,195 V pada 250C. Berapakah konsentrasi Cu2+?
d. Jika ingin dibuat kurva kalibrasi untuk menunjukkan bahwa potensial sel bergantung pada
[Cu2+], besaran apa yang harus di-plotkan untuk mendapatkan garis lurus? Besaran apakah
yang akan menjadi kemiringan dari kurva ini?

7. Suatu sel volta terdiri dari elektroda logam nikel yang dicelupkan pada larutan di mana [Ni2+] =
1M yang dipisahkan oleh piringan berpori dari elektroda logam alumunium yang tercelup pada
larutan yang mengandung Al3+ 1M. NaOH ditambahkan pada larutan setengah sel alumunium
yang menyebabkan Al(OH)3 mengendap. Setelah pengendapan Al(OH)3 berhenti, konsentrasi OH-
adalah 1 x 10-4 M, dan potensial sel yang terukur adalah 1,82 V. Hitung Ksp Al(OH)3.

8. Baterai Zn-Ag lebih ringan dibandingkan dengan baterai Pb yang banyak digunakan sekarang ini.
Tetapi harganya jauh lebih mahal. Pada prinsipnya, baterai ini dibuat berdasarkan reaksi setengah
sel berikut ini:
𝐴𝑔2 𝑂 (𝑠) + 𝐻2 𝑂(𝑙) + 2𝑒 β†’ 2𝐴𝑔 + 2𝑂𝐻 βˆ’ 𝐸 0 = +0,344 𝑉
𝑍𝑛(𝑂𝐻)2 (𝑠) + 2𝑒 β†’ 𝑍𝑛 + 2𝑂𝐻 βˆ’ 𝐸 0 = βˆ’0,763 𝑉

Elektrolit yang digunakan adalah larutan KOH, dan elektroda Zn/Zn(OH)2 dipisahkan oleh plastik
yang semipermeabel terhadap ion OH-.

a. Tuliskan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda.


b. Tuliskan reaksi yang terjadi pada sel bila sel tersebut digunakan sebagai sumber listrik.
c. Bagaimanakah pH larutan elektrolit setelah sel tersebut digunakan?
d. Gambarkan notasi dari sel tersebut dan tunjukkan elektroda positif dan negatif.
e. Tentukan nilai potensial sel tersebut dalam keadaan standar.
f. Bila baterai tersebut menghasilkan arus 0,1A, berapa gram perubahan berat (berkurang atau
bertambah) untuk Ag2O (231,8 g/mol) dan Zn (65,4 g/mol) bila digunakan selama 30 menit.
g. Berapa potensial sel jika digunakan larutan KOH yang pHnya 13.

Suatu sel Galvani dibuat dengan elektroda Pb(s) yang dicelupkan dalam larutan
Pb(NO3)2(aq) dalam satu kompartemen dan elektroda Zn(s) yang dicelupkan dalam larutan
Zn(NO3)2 (aq). Kedua elektroda dihubungkan dengan kawat, dan jembatan garam NaNO3
digunakan untuk menghubungkan kedua larutan (Lihat Gambar)

Jembatan garam, NaNO3 dalam agar

Pb Zn

Pb(NO3)2 (aq) Zn(NO3)2 (aq)

Diketahui bahwa:

Pb2+(aq) + 2 e-  Pb(s) Eo = -0,126 V

Zn2+(aq) + 2 e-  Zn(s) Eo = -0,763 V

a. Tuliskanlah reaksi sel yang terjadi bila sel tersebut digunakan


b. Bila konsentrasi masing masing larutan 1 M, tentukanlah potensial selnya

c. Dalam sel Galvani ini, elektroda manakah yang berfungsi sebagai anoda.

d. Bagaimana arah aliran elektron sepanjang kawat


e. Jelaskan aliran ion yang terjadi melalui jembatan garam
f. Bagaimana konsentrasi larutan larutan Pb(NO3)2(aq) dan Zn(NO3)2 (aq) bila sel telah
digunakan

Elektrolisis K2SO4

 Bagaimana produk yang terbentuk di katoda dan anoda?

 Harus melihat data potensial standar reduksi

 Cathode
 K+(aq) + e – β†’ K(s) E Β°= – 2.92 V

 2H2O + 2e – β†’ H2(g) + 2OH–(aq) E Β°= – 0.83 V

 H2O lebih mudah tereduksi dibandingkan K+

 Anode

 S2O82–(aq) + 2e – β†’ 2SO42– E Β°= +2.01 V

 O2(g) + 4H+(aq) + 4e – β†’ 2H2O E Β°= +1.23 V

 S2O82– lebih mudah tereduksi dibandingkan O2

 So H2O lebih mudah teroksidasi dibandingkan SO42-

CuBr2

katoda
2+ –
 Cu (aq) + 2e β†’ Cu(s) E Β°= +0.34 V
– –
 2H O + 2e β†’ H (g) + 2OH (aq) E Β° = –0.83 V
2 2

Anoda

Reaksi-reaksi di anoda

 Oksidasi of Br– atau H2O

 Br2(aq) + 2e – β†’ 2Br–(aq) E Β° = +1.07 V

 O2(g) + 4H+(aq) + 4e – β†’ 2H2OE Β° = +1.23 V

 Eo O2 lebih positif sehingga

 O2 lebih mudah tereduksi dan Br- lebih mudah teroksidasi

 Reaksi yang terjadi

 Cu2+(aq) + 2e – β†’ Cu(s) (cathode)

 2Br–(aq) β†’ Br2(aq) + 2e – (anode)

Cu2+(aq) + 2Br–(aq) β†’ Cu(s) + Br2(aq) (net)


1. Sebuah anoda Ni dan katoda Fe ditempatkan di dalam larutan yang mengandung [Ni2+] = 1 M,
kemudian dehubungkan dengan baterai. Katoda Fe memiliki bentuk seperti gambar di bawah:

Berapa lamakah elektrolisis harus dilakukan dengan arus 1,5 A untuk membuat lapisan nikel setebal
0,05 mm terdeposisi pada katoda Fe? (densitas nikel = 8,9 g/cm3)

2. Teknik yang umum untuk mencegah terjadinya pengkaratan (korosi) logam adalah dengan
cara melapiskan logam lain (elektrodeposisi) di permukaan logam yang rentan korosi tersebut.
Anda mempunyai sebatang pipa logam besi yang berbentuk silinder dengan panjang 26 cm
dan radius 1,7 cm. Untuk memperlambat korosi, anda hendak melapiskan logam Ni dengan
tebal 300 ΞΌm (0,03 cm) dipermukaan pipa besi silinder tersebut (termasuk ujungnya) dengan
cara elektrodeposisi (elektrolisis). Sel elektrokimia yang digunakan untuk proses pelapisan ini
mengandung 4,20 kg NiSO4.7H2O dan 6,80 L air. Arus yang digunakan untuk proses
elektrodeposisi ini adalah 2,1 Ampere.
Diketahui densitas air = 1 g cm-3 ; densitas Ni(s) = 8,9 g cm-3. Luas lingkaran A = Ο€ r2 ; Isi
silinder, V = Ο€ r2 h ; Ο€ = 3,142857
a. Tuliskan persamaan setengah reaksi yang terjadi di masing-masing elektroda dan reaksi
keseluruhan yang terjadi dalam sel elektrolisis ini
b. Hitunglah persentase massa Nikel Sulfat dalam larutan elektrolit pada saat awal dan akhir
reaksi.
c. Berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk melapiskan batang silinder tersebut. Anggaplah
sel tersebut bekerja dengan efisiensi 88 %.

3. Proses elektroplating (pelapisan logam) adalah salah satu cara melindungi besi dari korosi
(pembentukan karat). Benda dari besi permukaannya dilapisi dengan logam yang relatif kurang reaktif
dibandingkan besi, misalnya zinc (Zn). Selembar lempeng besi hendak dilapisi dengan zinc dengan cara
elektrolisis (proses electroplating). Sebagai sumber listrik yang digunakan untuk elektrolisis adalah
baterei.

a. Identifikasi (tunjukkan) elektroda mana yang dihubungkan dengan kutub negatif dan mana
dihubungkan dengan kutub positif baterei, dan jelaskan.
b. i. Identifikasi apa yang akan bertindak sebagai elektroda dalam proses tersebut
ii. setengah reaksi pada setiap elektroda, serta reaksi keseluruhan
c. i. Elektrolit yang digunakan untuk proses elektrolisis
ii. konsentrasi elektrolit sesudah proses elektrolisis

Anda mungkin juga menyukai