Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

DEMOKRASI INDONESIA
A. PENGERTIAN
Istilah demokrasi (democracy) berasal dari bahasa yunani yakni demos dan kratos. Demos
berarti rakyat dan krotos berarti pemerintahan.Jadi demokrasi berarti pemerintahan rakyat.
Menurut Abraham demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
Terdapat tiga kategori tentang demokrasi diantaranya1 :
1. Demokrasi sebagai Bentuk Pemerintah
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana pemerintahan itu dipegang oleh
rakyat dan dijalankan untuk kepentingan rakyat banyak.Monarki adalah bentuk
pemerintahan dipegang oleh seseorang sebagai pemimpin tertinggi dan dijalankan untuk
kepentingan rakyat banyak.Aristokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang dipegang
oleh sekelompok orang yang memimpin dan dijalankan untuk kepentingan rakyat
banyak.Ketigannya dapat berubah menjadi pemerintahan yang buruk yakni tirani, oligarki,
dan mobokrasi.
Tirani adalah suatu bentuk pemerintahan yang dipegang oelh seseorang sebagai pemimpin
tertinggi dan dijalankan untuk kepentingan pribadi.Oligarki adalah suatu bentuk
pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok dan dijalankan untuk kelompok itu
sendiri.Mobokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat, tetapi
rakyat tidak apa-apa, rakyat todak berpendidikan, dan rakyat tidak paham tentang
pemerintahan.
2. Demokrasi sebagai Sistem Politik
Machiaveli menyatakan bahwa negara dalam hal ini merupakan hal yang pokok
sedang spsesiesnya adalah Republik dan monarki.Monarki adalah bentuk pemerintahan
yang bersifat kerajaan.Pemimpin negara umumnya bergelar raja, ratu, kaisar, atau
sultan.Republik adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang presiden atau
pedana mentri.Jika bentuk pemerintahan adalah monarki dan republik, maka demokrasi
berkembang sebagai suatu sistem politik dalam bernegara.

1
Eep Saefulloh Fatah,demikras filsafat.30-49
1
B.PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Adapun prinsip-prinsip dari sitem politik demokrasi sebagai berikut:2
a. Pembagian kekuasaan; kekuasaan eksekutif, legislatif, yudikatif berada pada badan
yang berbeda.
b. Pemerintahan konstitusional
c. Pemerintahan berdasarkan hukum
d. Pemerintahan mayoritas
e. Pemerintahan dengan diskusi
f. Pemilihan umum yang bebas
g. Partai politik lebih dari satu dan mempu melaksanakan fungsinya
h. Management yang terbuka
i. Pers yang bebas
j. Pengakuan terhadap hak hak minoritas
k. Pelindungan terhadap hak asasi manusia
l. Peradilan yang bebas dan tidak memihak
m. Pengawas terhadap administrasi negara
n. Mekanisme politik yang berubah antara kehidupan politik masyarakat dengan
kehidupan politik pemerintah
o. Kebijakan pemerintah dibuat oleh bahan perwakilan politik tampa paksaan dari
lembaga manapun
p. Menetapkan penjabat pemerintahan dengan merit sistem bukan poil sistem
q. Penyelesaian secara damai bukan dengan kompromi
r. Jasmani terhadap kebebasan individu dalam batas-batas tertentu
s. Konstitusi/UUD yang demokrasi
t. Prinsip persetujuan

2
Georg Sorensen,demokrasi dan demokrasi 10-15
2
3. Demokrasi sebagai Sikap Hidup
Ada tiga pendapat bahwa demokrasi sebagai sikap hidup diantaranya:
- Menurut John Dewey menyatakan ide pokok demokrasi adalah pandangan
hidup yang dicerminkan dengan perlunya partisipasi dari setiap warga yang
sudah dewasa dalam membentuk nilai-nilai yang mengatur kehidupan.
- Nurcholish Madjid menyatakan demokrasi sebagai proses berisikan norma-
norma yang menjadi pandangan hidup bersama.
- Padwo Wahyono menyarakan demokrasi adalah suatu pola kehidupan
masyarakat yang sesyai dengan keinginan atau pandangan hidup menusia yang
berkelompok tersebut. Demokrasi Indonesia dalam arti pandangan hidup adalah
demokrasi sebagai falsafah hidup.

B. Prinsip-prinsip dan Indikator Demokrasi


1. Prinsip-prinsip Demokrasi3
Franz Magnis Suseno menyatkan bahwa dari berbagai ciri dan prinsip
demokrasi yang dikemukakan oleh para pakar, ada lima ciri hakiki negara demokrasi
yakni: negara hukum, pemerintahan berada dibawah kontrol nyata masyarakat, pemilihan
umum yang bebas, prinsip mayoritas dan adanya jaminan terhadap hak-hak demokrasi.
Hendra Nurtjahyo menerangkum sejumlah prinsip demokrasi yang
dikemukakan para ahli dengan menyatakan adanya nilai-nilai yang substansial dan nilai-
nilai yang bersifat prosedural dari demokrasi.
menurut Maswali Rauf bahwa demokrasi itu memiliki dua prinsip utama
demokrasi yakni kebebasan/persamaan dan kedaulatan rakyat.

3
Franz Magnis Suseo,mencari sesosok demokrasi 20-29
3
2. Indikator Demokrasi
Kerangka kerja penilaian demokratisasi di antaranya dirumuskan kepada 3 komponen
utama diantaranya:
- Kerangka kerja hak-hak warga negara yang kesetaraannya terjamin. Termasuk
didalamnya adalah akses pada keadilan dan supremasi hukum, juga kebebasan
berekspresi, berserikat dan berkumpul, dan hak-hak dasar yang memungkinkan
masyarakat untuk memperoleh hak-haknya secara efektif.
- Istitusi-isntitusi pemerintahan yang representatif dan akuntabel. Tercangkup
didalamnya adalah pemilu yang bebas dan adil yang menyediakan perangkat
agar pemilihan dan cntrol populer atas pemerintahan dapat dilaksanakan.
- Masyarakat yang demokrasi atau sipil. Cangkupan komponen ini meliputi
media komunikasi, asosiasi-asosiasi sipil, proses konsultatif dan forum-forun
lainnya yang bebas dan pluralistik.
C. Perjalanan Demokrasi di Indonesia4
1. Ide demokrasi Pendiri Negara
Para pendiri negara kita pada umumnya menyetujui bahwa negara Indonesia yang akan
didirikan hendaknya negara demokrasi. Ada kesamaan pandangan dan konsensus politik
dari para pendiri negara bahwa kenegaraan indonesia harus berdasarkan kedaulatan rakyat
atau demokrasi. Menurut Mohammad Hatta demokrasi telah berurat akar dalam pergaulan
hidup kita. Bangsa Indonesia sejak dahulu sesungguhnya telah memperaktekkan ide
tentang demokrasi meskipun masih sederhana dan bukan dalam tingkat kenegaraan. Ide
demokrasi tersebut terungkap dalam sila ke empat pancasila yakni kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmah dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan pasal 1
ayat 2 UUD 1945 yakni kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut
UUD 1945

.
2. Praktek Demokrasi di Indonesia

4
Franz Magnis Suseo,mencari sesosok demokrasi.40-56
4
Praktek demokrasi di Indonesia berhungan dengan periodisasi demokrasi yang pernah dan
berlaku di sejarah Indonesia. Menurut Budiardjo perkembangan sejarah Indonesia pada
masa orde baru dapat dibagi dalam 4 masa diantaranya:
- Masa pertama republik Indonesia yang dinamakan masa demokrasi
konstitusional yang menonjolkan peranan parlemen, partai-partai, dan karena
itu dinamakan demokrasi parlementer,
- Masa kedua republik Indonesia yaitu masa demokrasi terpimpin yang banyak
aspek menyimpang dari konstitusional yang secara formal merupakan
landasannya dan menunjukan beberapa aspek demokrasi rakyat.
- Masa ketiga republik Indonesia yaitu masa demokrasi pancasila yang
merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan sitem presidensial.
- Masa keempat republik Indonesia yaitu masa reformasi yang ingin tegaknya
demokrasi di Indonesia sebagai koreksi terhadap praktik-praktik politik yang
terjadi pada masa ketiga republik Indonesia.
D. Pendelikon Demokrasi
Demokrasi adalah sikap hidup yang boleh tumbuh dan berkembang dalam diri warga negara,
baik yang sedang memrintah (penyelenggara negara) maupun nyang tidak memrintah
(warga negara biasa).
Pendidikan demokrasi bertujuan mempersiapkan warga masyarakat berlaku dan bertindak
demokratis, melalui aktivitas manenamkan pada generasi muda akan pengetahuan,
kesadaran dan nilai-nilai demokrasi. Pendidikan demokrasi pada dasarnya membengun
kultur demokrasi, yang nantinya bersa,ma dengan struktur demokrasi yang akan menjadi
pondasi bagi negara demokrasi. Menurut zamroni pengetahuan dan kesadaran akan nilai
demokrasi itu meliputi tiga hal , pertama,kesadaran bahwa demokrasi adalah pola kehidupan
yang paling menjamin hak-hak warga negara itu sendiri, demokrasi adalah pilihan yang baik
dari yang buruk tentang pola kehidupanm negara, kedua demokrasi adalah sebuah learning
proces yang lam dan tidak sekedar meniru dari masyarakat lain. Ketiga, kelangsungan
demokrasi tergantung pada keberhasilan mantras-formasikan nilai-nilai demokrasi pada
masyarakat.

5
DAFTAR PUSTAKA
Eep Saefulloh Fatah. 1994. Demokrasi di Indonesia. Jakarta :Ghalia Indonesia.
.Franz Magnis Suseo. 1997. Mencari Sosok Demokrasi: Sebuah Telaah Filosofis. Jakarta:
Gramedia.
Georg Sorensen, 2003. Demokrasi dan demokratisasi. Terj. I Made Krisna. Yogyakarta
Obor Indonesia.
Hendra Nurtjahyo, 2006. Filsafat Demokrasi. Jakarta :Bumi Aksara.

6
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Demokrasi merukan system yang bertentangan dengan islam.karena system ini meletakan
rakyat sebagai sumber hokum atau orang-orang yang mewakili(seperti anggota
parlemen),maka dengan demikian landasan hokum nya tidak merujuk kepada Allah ta’ala
tetapikepada rakyat dan wakilnya.patokannya tidak harus tebanyal.kesepakan mayoritas
akan menjadi UU yang wajib dipegang masyarakat walaupun bertentangan dengan
fitrah,agama dan akal.
Pada hakikatnya perkembangan demokrasi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan
masyarakat pendukungnya. Dalam pembangunan hukum nasional, peranan hukum adat sangat
penting. Karena hukum nasional yang dibentuk, didasarkan pada hukum adat yang berlaku.
Demokrasi adalah hukum yang tidak tertulis dan bersifat dinamis yang senantiasa dapat
menyesuaikan diri terhadap perkembangan peradaban manusia itu sendiri.
B .RUMUSAN MASALAH
1.Membahas pengertian demokrasi
2.proses terbentuknya demikrasi
3.prinsip-prinsip demikrasi

C TUJUANAN.
1.MENGETAHUIN SISTEM DEMOKRASI
2.MENGAMBIL HIKMAH DEMIKRASI
3.MENGETAHUI DALIL ALQURAN

7
BAB III

PENUTUP

Demikian makalah ini saya tulis, semoga ada manfaat yang kita ambil dari mempelajari
hukum adat ini, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.