Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN GAGAL GINJAL AKUT


DI RUANG CAMAR RSU IDAMAN KOTA BANJARBARU

Tanggal 13 Mei – 18 Mei 2019

Oleh:
FATMAWATI, S.Kep
NIM. 1830913320050

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2019
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Fatmawati, S.Kep

NIM : 1830913320050

JUDUL LP : - LP Gagal Ginjal Akut


- Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gagal
Ginjal Akut di Ruang Camar RSU Idaman Kota
Banjarbaru
- Resume Pasien di Ruang Camar RSU Idaman Kota
Banjarbaru

Banjarbaru, Mei 2019

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Noordiani, S.Kep, Ns., M.Kep, Sp. KMB Agus Setiawan, S. Kep, Ns


NIP. 19780317 200812 2 001 NIP. 19740817 199303 1 031
GAGAL GINJAL AKUT (GGA)
Definisi
Etiologi Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah suatu sindrom akibat kerusakan
metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan
fungsi ginjal yang mendadak dalam waktu beberapa hari atau beberapa
a. Kondisi prerenal (hipoperfusi ginjal) minggu dengan atau tanpa oliguria sehingga mengakibatkan hilangnya
b. Penyebab intrarenal (kerusakan actual jaringan kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeotasis tubuh.
ginjal)
c. Pasca renal
( Sarwono, 2001).

Manifestasi klinis Komplikasi Pemeriksaan Penunjang Penatalaksanaan


1. Meningkatnya urea darah dan  Infeksi : pneumonia, 1. Radiologi : Foto polos 1. Dialisis
kreatinin serum semasa pengawasan septikemia, infeksi abdomen, USG, IVP
nosokomial. (Intra Vena Pielografi), 2. Penanganan hiperkalemia
bersiri
 Gangguan elektrolit : Renogram, Pemeriksaan
3. Mempertahankan
2. Berkurangnya pengeluaran air Pielografi Retrograd bila
uremia, hiperkalemia,
kencing dicurigai obstruksi yang
hiponatremia, asidosis keseimbangan cairan
3. Ciri-ciri kelebihan cairan, seperti metabolik. reversibel.
feriferal dan oedema pulmonari  Neurologi : kejang 2. EKG
4. Hiperkalemia, asidosis dan anemia uremik, flap, tremor, 3. Biopsi ginjal
5. Kadang-kadang mungkin terdapat koma, iritabilitas 4. Pemeriksaan
gejala dan ciri-ciri perikarditis neuromuskular, laboratorium:
gangguan kesadaran. Darah: ureum,
 Gastrointestinal : kreatinin, elektrolit serta
nausea, muntah, osmolaritas
gastritis Urin: ureum,
 Hematologi : kreatinin, elektrolit,
hipertensi, anemia, osmolaritas dan berat
diatesishemoragik. jenis.Laju Endap Darah
 Jantung : Payah 1. (LED) : meninggi oleh
jantung, edema paru, karena adanya anemia
aritmia, efusi dan albuminemia.
perikardium. (
Sarwono, 2001).
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN

Diagnosa Keperawatan
Pengkajian
1. Identitas pasien 1. Kerusakan integritas kulit b/d

2. Keadaan umum edema dan menurunnya tingkat

3. Keluhan utama aktivitas

4. Pola persepsi kesehatan dan penanganan kesehatan 2. Kelebihan volume cairan b/d

5. Pola nutrisi dan metabolik perubahan mekanisme regulasi,

6. Pola eliminasi edema.

7. Pola aktifitas dan latihan 3. Gangguan perfusi jaringan b/d

8. Pola istirahat dan tidur kurangnya suplai oksigen ke

9. Pola kognitif dan persepsi jaringan

10. Pola persepsi diri – Konsep diri


11. Pola seksualitas – reproduksi
12. Pola koping – toleransi stress
13. Pola peran- hubungan
14. Pola nilai – kepercayaan
15. Terapi medis
16. Pemeriksaan penunjang
NOC NIC

Kerusakan integritas kulit b/d edema dan Kelebihan volume cairan b/d perubahan Gangguan perfusi jaringan b/d kurangnya
menurunnya tingkat aktivitas mekanisme regulasi, edema. suplai oksigen ke jaringan

NOC : - Akses Hemodialisis (1105) NOC : - Keseimbangan Cairan (0601) NOC : - Keparahan Cairan Berlebih (0603)
- Keparahan Cairan Berlebih (0603) - Fungsi Ginjal (0504) - Keseimbangan Cairan (0601)
Setelah dilakukan perawatan kerusakan integritas Setelah dilakukan perawatan volume cairan Setelah dilakukan perawatan perfusi jaringan tidak
kulit tidak terjadi dengan kriteria hasil seimbang dengan kriteria hasil terganggu dengan kriteria hasil
1. Edema perifer distal (3) 1. Edema (3) 1. Keseimbangan intake dan output (3)
2. Asites (3) 2. Keseimbangan intake dan output (3) 2. Edema perifer distal (3)
3. Edema menyeluruh (3) 3. Asites (3) 3. Tekanan Darah (3)
NIC : - Monitor Cairan (4130) NIC : - Monitor Cairan (4130) NIC : - Manajemen Elektrolit/ Cairan (2080)
- Manajemen Elektrolit/ Cairan (2080) - Terapi Hemodialisa (2100) - Terapi Hemodialisa (2100)
1. Periksa turgor kulit 1. Periksa turgor kulit 1. Jelaskan prosedur hemodialisa dan tujuanya
2. Monitor edema perifer 2. Monitor edema perifer 2. monitor TTV selama dialisis
3. Berikan cairan dengan tepat 3. Berikan cairan dengan tepat 3. Batasi cairan
4. Berikan dialisis dan catat reaksi pasien 4. Jelaskan prosedur hemodialisa dan tujuanya 4. Bandingkan hasil lab sebelum dan sesudah
5. Batasi dan alokasikan asupan cairan 5. monitor TTV selama dialisis dialisa
6. monitor TTV 6. Batasi cairan 5. Periksa turgor kulit
7. Siapkan pasien untuk dialisis 7. Bandingkan hasil lab sebelum dan sesudah 6. Monitor edema perifer
8. Catat pengeluaran dan pemasukan cairan dialisa 7. Berikan cairan dengan tepat
DAFTAR PUSTAKA

Baradero, Mary. 2005. Patiens With Cardiovascular and Hematological System Problem.
Brunner dan Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah ; Edisi 8; Volume
2. Jakarta: EGC
Germativum, Fahmi. 2002. Asuhan Keperawatan Kelainan Jantung.
Jackson Lee, Jackson Marilynn, 2011. Seri Panduan Praktis Keperawatan Klinis. Jakarta:
Erlangga
Muttaqin, Arif, 2006. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Kardiovaskuler.
Banjarmasin
Pathway GGA