Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD KOTA BEKASI
JAWA BARAT
2013 - 2015

SINDROMA OBSTRUKSI PASCA TUBERKULOSIS


(SOPT)

1. Pengertian (Definisi) Penyakit obstruksi di paru yang sebelumnya ada riwayat


pengobatan TB Paru adekuat. Biasanya infeksi sebagai faktor
pencetus, bersiofat kronis.

2. Anamnesis  Sesak napas ada tanda-tanda infeksi


 Pada rontgen thoraks tampak garis fibrosis atau
gambaran kalsifikasi
 Demam, batukn dahak
3. Pemeriksaan Fisik 1. Tampak sesak napas
2. Fremitus melemah
3. Perkusi normal / hipersonor
4. Auskultasi : suara napas normal / ronkhi atau
mengi
5. Ekspirasi memanjang

4. Kriteria Diagnosis 1. Gejala klinis dengan sesak napas


2. Tampak tanda-tanda infeksi
3. Rontgen thoraks tampak kalsifikasi atau garis fibrotik
4. Klinis lain : demam, batuk, dahak, nyeri dada
5. Diagnosis Kerja SINDROMA OBSTRUKSI PASCA TUBERKULOSIS (SOPT)

6. Diagnosis Banding 1. PPOK


2. Tumor paru
3. Jamur paru
4. Pneumonia
7. Pemeriksaan Penunjang 1. Rontgen thoraks PA dan lateral
2. Lab lengkap
3. Pemeriksaan sputum jika dicurigai TB Paru

8. Terapi  Rawat jalan umumnya


 Rawat Inap : - sesak napas, gagal napas
- KU lemah
- Tanda-tanda sepsis
- Oksigen
- Bronkodilator

25
- Mukolitik atau ekspektoran jika ada
dahak
9. Edukasi 1. Asupan gizi cukup
(Hospital Health Promotion) 2. Hidup sehat

10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam


Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
11. Tingkat Evidens IV
12. Tingkat Rekomendasi C
13. Penelaah Kritis 1. Dr. Taufik Sp.P
2. Dr. Anthony D Tulak Sp.P FCCP
14. Indikator Medis Target : 80% pasien SOPT sembuh

15. Kepustakaan 1. Standart pengobatan penyakit paru 2009

26