Anda di halaman 1dari 9

Zaitun

Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi,
yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai
penyegar. Buahnya yang tua diperas dan minyaknya diekstrak menjadi minyak
zaitun (Olive oil) yang dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan.Zaitun
adalah anggota suku Oleaceae.

 Klasifikasi Tanaman Zaitun

Kingdom : Plantae

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Lamiales

Famili : Oleaceae

Genus : Olea L.

Spesies : Olea europaea L.

1. Morfologi tanaman zaitun


a) Morfologi pohon
Tanaman zaitun adalah tanaman pohon atau perdu hijau
abadi (evergreen). Tanaman evergreen adalah tanaman yang tidak
menggugurkan daun-daunnya secara bersamaan pada kondisi
lingkungan tertentu atau pada suatu musim tertentu.
Tanaman ini berukuran pendek dan gemuk, tingginya
berkisar antara 8-15 meter.Batang tanaman zaitun keriput dan
terpelintir.Usia tanaman zaitun bisa mencapai ribuan tahun
sehingga tanaman yang tadinya berbentuk perdu telah menjadi
pohon besar.Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun di antaranya
pernah ditemukan di Palestina yang bertahan hidup hingga 2000
tahun.
b) Morfologi daun zaitun
Daun tanaman zaitun adalah daun tunggal dengan posisi
kedudukan saling berhadap-hadapan tanpa daun penumpu.Daun ini
berwarna hijau keperakan dan bentuknya lonjong seperti papan
selancar.Panjang daun zaitun sekitar 4-10 cm dan lebarnya 1-3 cm.
Permukaan daun bagian atas berwarna hijau sedangkan
bagian bawah berwarna hijau muda agak keputihan.Daun ini ada di
setiap cabang tanaman zaitun.
c) Morfologi bunga zaitun
Bunga zaitun adalah bunga banci (hermaprodit) atau
berkelamin ganda (jantan dan betina) dan buahnya menumpang.
Bunga zaitun berukuran kecil, berwarna putih serta memiliki bulu.
Sepal dan petal bunga zaitun berbelah sepuluh, dua stamen dan
stigma bifid, umumnya tumbuh pada kayu tahun sebelumnya.
d) Morfologi buah zaitun
Buah zaitun berukuran kecil berupa buah batu (drupe) dan
panjangnya sekitar 1-2,5 cm dengan biji memiliki endosperma.
Buah zaitun pada tanaman liar lebih kurus dan kecil jika
dibandingkan dengan yang dibudidayakan.Tanaman zaitun mulai
berbuah ketika berumur 5 tahun.

2. Zat aktif dan mekanisme kerja


a) Zat aktif (minyak zaitun/ Olive oi)
Minyak zaitun adalah minyak lemak yang diperoleh dengan
pemerasan dingin biji masak Olea europaea L. Kualitas minyak
yang terbaik diperoleh dari buahnya yang tua tapi belum masak.
Olive oil terdiri dari 2 komponen utama yaitu asam oleat
dan asam palmitat serta beberapa jenis asam lemak, sterol
(phytosterol dan tocosterol).

 Setiap buah zaitun yang matang mengandung :


 80% air
 15% minyak
 1% protein
 1% karbohidrat
 1% serat.
Sedangkan vitamin-vitamin lainnya yang dikandungnya
adalah B1, B2, C, E, K dan zat besi. Minyak zaitum mengandung
asam lemak berupa asam oleat atau omega 9 (79%), asam palmitrat
atau asam lemak jenuh (11%), asam linoleat atau omega 6 (7%),
asam stearat (2%).

b) Mekanisme kerja
Beberapa kandungan penting dalam minyak zaitun dalam
mengobati beberapa penyakit berat antara lain memiliki
mekanisme kerja sebagai berikut :
 Kandungan Phenol Pada Olive Oil Sebagai Antioksidan
Pada olive oil ini terdapatgugusphenol yang terdiri dari
struktur cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus
hidroksil. Semakin banyak gugus hidroksil yang terkandung
dalam gugus phenol ini menunjukkan kemampuan antioksidan
yang lebih baik. Pada jenis ekstra virgin olive oil mengandung
paling sedikit dua gugus hidroksil. Sehingga mampu bekerja
sebagai antioksidan.
 Olive Oil Dalam Menghambat Perkembangan Sel-Sel
Leukimia
Olive oil juga dapat digunakan sebagai pencegah kanker
dengan adanya kandungan phenol. Zat ini merupakan
komponen yang sangat penting dalam fungsinya sebagai
pencegah kanker. Kandungan phenol (polyphenol) memiliki
suatu efek pencegah (chemopreventive)pada beberapa jenis
kanker, serta dapat menghambat proses karsinogenesis dengan
beberapa mekanisme seperti: penghambatan pada proses
sintesis DNA, mengurangi produksi Reactive Oxygen
Species (ROS), meregulasi siklus sel, mengatur mekanisme
proliferasi serta survival sel.
Selain itu kandungan phenol dapat mempengaruhi proses
apoptosis dengan menghambat ekspresi dari protein regulator.
Hidroksitirosol yang merupakan salah satu bagian phenol
dapat membantu mencegah kerusakan DNA akibat proses
oksidasi. Pada saat sekarang sel-sel tubuh kita secara terus
menerus terpapar oleh radikal bebas serta beberapa zat
lainnya.Ini semua menjadi faktor pemicu munculnya penyakit
kanker.
Ketidakseimbangan yang terjadi pada gen-gen yang
mengontrol proses proliferasi, apoptosis, serta diferensiasi
merupakan karakteristik utama sel kanker. Faktor-faktor ini
menjadi sangat krusial yang digunakan sebagai indikator
keberhasilan dalam pencegahan kanker.Pada beberapa studi
yang telah dilakukan didapatkan bahwa komponen phenol
yang terdapat pada virgin olive oil dapat menghambat
proliferasi dan merangsang terjadinya apoptosis pada sel-sel
promyelocytic HL60 yang merupakan sel-sel penyebab
leukimia.Komponen phenol ini dapat mengubah jalannya
siklus sel dengan meningkatkan jumlah sel pada fase G0/G1
serta menguranginya pada fase S. Pada pemberian olive oil ini
dapat meningkatkan rasio G1/S dari 2 menjadi 5. Rasio G1/S
merupakan suatu penanda yang mengindikasikan bahwa sel
tersebut akan mengalami fase istirahat, sehingga bila terjadi
kenaikan ini mengindikasikan adanya suatu hambatan pada
siklus sel tepatnya pada transisi G1/S. Pemberian phenol olive
oil juga dapat menginduksi terjadinya diferensiasi pada sel-sel
HL60. Akan tetapi para ahli belum mampu mengungkap
bagaimana sebenarnya mekanisme kerja dari phenol olive oil,
tapi beberapa pembuktian didapatkan adanya suatu hubungan
antara regulasi dari siklus sel dengan diferensiasi sel. Siklus sel
ini diatur oleh suatu aktivitas yang teraturoleh suatu cyclin
dependent kinase (CdK) dan suatu induksi yang selektif dari
inhibitor CdK.
Pada pemberian olive oil ini mungkin secara langsung
dapat bekerja pada proses inhibisi CdK serta penginduksian
inhibitor CdK. Terdapat dua bagian dari phenol olive oil ini
yang penting yaitu bagian yang berkaitan dengan aktivitas
antioksidan serta bagian yang mampu mengikat ion logam
(metal chelating agent). Pada keadaan kanker seperti leukimia
sel-sel kanker akan menghasilkan suatu ROS yang dapat
berperan sebagai second messenger intraselular yang sangat
essensial untuk signal transduksi faktor-faktor pertumbuhan
sel-sel mitotik. Phenol olive oil ini akan berfungsi sebagai free-
radical scavenger yang dapat menghambat proliferasi sel-sel
promyelocytic HL60 yang merupakan sel-sel penyebab
leukimia.

3. Efek farmakologis
a) Menjaga kondisi jantung tetap sehat
Dari catatan beberapa studi epidemiologi menunjukkan
kterkaitan antara konsumsi olive oil dengan penurunan risiko
penyakit kardiovaskular sesuai dengan kandungan utama yaitu
asam oleat dan asam palmitat yang termasuk golongan asam lemak
tak jenuh tunggal.
a) Antikolesterol

Mengkonsumsi olive oil ini akan dapat mengatur kadar


kolesterol dan akan mencegah teroksidasinya Low Density
Lipoprotein (LDL) sehingga membuat tubuh kita lebih sehat.
b) Sebagai Pencahar
Minyak zaitun yang digunakan untuk pencahar lemah, dosis
yang diperlukan antara 12 ml sampai 50 ml
c) Sebagai bahan aktif kosmetik
Belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang
dapat menjaga kelembaban dan kekencangan kulit sehingga
diyakini dapat menjadikan kulit awet muda.
d) Menjaga kesehatan rambut
Dengan rutinnya mengoleskan minyak zaitun pada rambut,
maka kandungan vitamin E nya akan memelihara kesehatan
rambut. Selain itu, rambut juga semakin tebal dan bersinar secara
alami. Jadi bagi yang mengalami kebotakan pun bisa menggunakan
minyak zaitun untuk merangsang pertumbuhan rambut.
e) Mencegah dan mengurangi resiko kanker

Sifat antioksidan dan anti inflamasi yang kuat pada minyak


zaitun dan juga melalui kerja dari phenolic dan vitamin E dapat
mencegah dan mengurangi risiko kanker terutama
kanker payudara dan kanker kulit.
Pada kanker kulit, dengan menggunakan minyak zaitun
sebagai tabir surya secara rutin merupakan cara terbaik mencegah
sengatan sinar matahari dan melindungi kulit dari efek bahaya sinar
matahari seperti UVA dan UVB. Dengan begitu malignant
melanoma, tipe kanker kulit yang paling berbahaya dapat dicegah.

Sedangkan pada kanker payudara, kanker payudara ini


sering terjadi karena terlalu banyak mengkonsumsi lemak
jahat.Lemak yang ada pada minyak zaitun dapat memainkan peran
untuk melawan perkembangan tumor ini yang menjadi cikal bakal
kanker payudara. Minyak zaitun yang kaya akan asam oleat, lemak
tak jenuh, dan beberapa senyawa bioaktif seperti antioksidan akan
menjadi kunci penting memerangi tumor.

f) Melancarkan aliran darah

Kandungan lemak omega 9,6, dan 3 akan memperbaiki


fungi endotel pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih
lancar.

g) Kegunaan lain
Efek lain yang dimiliki adalah sebagai antiinflamasi,
antitrombosis, antihipertensif, serta penyakit-penyakit lainnya.

4. Aplikasi penggunaan
a) Untuk dionsumsi secara Oral
Penggunaan minyak zaitun yang terbaik tentunya tanpa
dipanaskan, misalnya untuk dressing salad, campuran dalam juice atau
untuk tambahan pada sayur yang sudah siap disajikan (jadi tidak
masih dalam kondisi di atas api kompor).
Apabila ingin menggunakan olive oil untuk memasak/menggoreng
dapat memilih EVOO (extra Virgin Olive Oil) yang dianggap cukup
stabil dengan pemanasan sekitar 1700 C selama 2-3 menit.
Minyak zaitun juga dapat dikonsumsi secara langsung dalam
bentuk ektrak minyaknya, diminum sesuai aturan. Sekarang sudah ada
minyak zaitun dalam sediaan kapsul lebih praktis tidak tumpah,
didapatkan di apotek toko, toko obat herbal lainnya.

b) Untuk digunakan secara topikal


 Mengatasi kulit kering dan berjerawat
o Ambil 1 sdm minyak zaitun

o Oleskan pada wajah Anda yang kering dan terkena jerawat


o Pijit wajah dengan lembut dan perlahan
o Pijit dengan tekanan yang cukup
o Lakukan selama 4 - 5 menit
o Biarkan selama 15 - 20 menit
o Bersihkan wajah menggunakan kain lap bersih dan hangat
o Ulangi pijitan tersebut selama beberapa kali
o Lakukan sebanyak 2 kali sebelum tidur setiap harinya

 Menghaluskan wajah (combine dengan pepaya)


o Haluskan buah pepaya
o Campurkan dengan 2 sdm minyak zaitun
o Oleskan pada wajah secara merata
o Diamkan selama 30 menit
o Bilas dengan menggunakan air
Simpulan (buat iim)

Olive oil merupakan salah satu golongan antioksidan eksogen yang berperan
dalam pencegahan kanker khususnya kandungan polyphenol yang memiliki
efek chemopreventive pada beberapa jenis kanker, serta dapat menghambat proses
karsinogenesis dengan beberapa mekanisme seperti: penghambatan pada proses
sintesis DNA, mengurangi produksi ROS, meregulasi siklus sel, mengatur
mekanisme proliferasi serta survival sel.

Kandungan phenol dapat mempengaruhi proses apoptosis dengan menghambat


ekspresi dari protein regulator. seperti menghambat terjadinya kerusakan DNA,
menghambat proliferasi sel-sel promyelocytic HL60 yang merupakan sel-sel
penyebab leukimia, mereduksi sel-sel HT115 yang merupakan sel yang
berkembang pada kanker kolorektal, dan menghambat gen Her-2/neu sebagai
penyebab terjadinya kanker payudara.

https://id.wikipedia.org/wiki/Zaitun

https://www.kompasiana.com/ibadityanugraha/552897ed6ea834fd2c8b457
a/olive-oil-minyak-zaitun-sebagai-antioksidan-dalam-mencegah-kanker-
kolon-payudara-serta-leukimia

https://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-morfologi-zaitun/