Anda di halaman 1dari 27

Nomor Dokumen : FM-KUR-02.

07
SMK NEGERI 1 JETIS
Revisi : 00
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Tanggal terbit : 1 Juli 2017
(RPP)
Kompetensi Keahlian : Teknik Pengelasan
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X / Ganjil (1)
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran x 40 menit
Pertemuan Ke- : 26 - 30
Kompetansi Dasar : Macam – Macam Mesin Tenaga Fluida

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 3.7. Mendeskripsikan 3.7.1. Mengamati penjelasan fungsi macam –
macam – macam macam mesin tenaga fluida.
mesin tenaga fluida 3.7.2. Mengamati penjelasan konstruksi macam
– macam mesin tenaga fluida.
3.7.3. Mengamati penjelasan cara kerja macam
– macam mesin tenaga fluida.
3.7.4. Mengamati penjelasan karakteristik
macam – macam mesin tenaga fluida.
2. 4.7. Menerapkan macam – 4.7.1. Mengkategorikan data dan menentukan
macam mesin tenaga hubungannya terkait dengan fungsi
fluida macam – macam mesin tenaga fluida.
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.7.2. Mengkategorikan data dan menentukan
hubungannya terkait dengan konstruksi
macam – macam mesin tenaga fluida.
4.7.3. Mengkategorikan data dan menentukan
hubungannya terkait dengan cara kerja
macam – macam mesin tenaga fluida.
4.7.4. Mengkategorikan data dan menentukan
hubungannya terkait dengan karakteristik
macam – macam mesin tenaga fluida.

C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
1. Mendeskripsikan jenis – jenis dan fungsi, konstruksi, cara kerja dan karakteristik
macam – macam mesin tenaga fluida.
2. Memahami nama-nama bagian mesin kompresor dan pompa.
3. Mengetahui macam – macam jenis kompresor dan pompa.
4. Mengetahui cara kerja mesin kompresor dan pompa.
5. Menggunakan mesin kompresor dan pompa.

D. Materi Pembelajaran

DEFINISI FLUIDA
Fluida adalah suatu zat yang bisa mengalami perubahan – perubahan bentuknya
secara continue/terus-menerus bila terkena tekanan/gaya geser walaupun relatif kecil
atau bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir.
Kata fluida mencakup zat cair, gas, air dan udara karena zat-zat ini dapat
mengalir. Sebaliknya batu dan benda-benda keras (seluruh zat-zat padat tidak dapat
dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat tersebut tidak bisa mengalir secara
continue. Contoh – contoh fluida diantaranya : minyak pelumas, air, udara, gas dan
cairan.

MESIN – MESIN FLUIDA


Mesin – mesin fluida adalah yang sering juga disebut mesin hidrolika adalah
mesin yang dibuat atau direncanakan untuk tujuan memindahkan energi baik dari
fluida maupun ke fluida.
Apabila energi mekanik dari luar dipindahkan ke suatu fluida dimana fluida adalah
cairan, maka alat itu disebut pompa, sedang apabila fluida itu merupakan gas maka
alat itu disebut kompresor.
Energi Mekanik : adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya. Energi
mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
Energi Potensial : adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya (kedudukan) terhadap
suatu acuan.
Sebagai contoh sebuah batu yang kita angkat pada ketinggian tertentu memiliki
energi potensial, jika batu kita lepas maka batu akan melakukan kerja yaitu
bergerak kebawah atau jatuh. jika jatuhnya batu mengenai tanah lembek maka
akan terjadi lubang, batu yang kita angkat lebih tinggi maka energi potensial yang
dimiliki batu lebih besar pula sebagai akibat lubang yang terjadi lebih dalam.. batu
yang memiliki energi potensial ini karena gaya gravitasi bumi, energi ini disebut
energi potensial bumi.
Selain energi potensial gravitasi terdapat juga energi potensial elastis. Energi ini
dimiliki benda yang memiliki sifat elastis, misalnya karet dan pegas.
Energi Kinetik : adalah energi yang dimilki benda karena geraknya.
Makin besar kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin
besar massa benda yang bergerak makin esar pula energi kinetik yang dimilikinya.

Pembagian / Pengelompokan Mesin Fluida :


1. Mesin Tenaga
Yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi potensial dan
energi kinetik) menjadi energi mekanik poros.
contoh : turbin, kincir air, dan kincir angin.
2. Mesin Kerja
yaitu mesin yang berfungsi mengubah energi mekanik poros menjadi energi
fluida (energi potensial dan energi kinetik)
contoh : pompa, kompresor, kipas (fan).

DEFINISI, KLASIFIKASI DAN CARA KERJA POMPA


Pompa adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida dari suatu
tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi, atau dari suatu tempat yang
bertekanan rendah ke tempat yang bertekanan tinggi. Fluida tersebut dilewatkan
pada sistem perpipaan.
Untuk memindahkan fluida tersebut dapat dicapai dengan beberapa cara, yaitu
sebagai berikut :
a) Dengan memberikan tekanan statis pada fluida, seperti :
1) Menekan suatu torak atau plunger,
2) Memutar roda gigi atau ulir, dan
3) Dengan tekanan gas uap.
b) Dengan memberikan kerja mekanis pada fluida dengan menggunakan sudu-sudu
kipas.
Mesin yang menambahkan energi atau mengambil energi dari fluida yang menngalir dengan
menggunakan suatu elemen yang berputar didalam mesin tersebut. Elemen yang berputar
(berotasi) tersebut disebut :
- Rotor dalam sebuah Kompresor Sentrifugal
- Impeller dalam sebuah Pompa Sentrifugal
- Sudu dalam sebuah Turbin Uap atau Turbin Gas
- Runner dalam sebuah Turbin Air
c) Dengan pemindahan impuls
d) Dengan mencampurkan udara tekanan pada fluida cair
e) Dengan kerja tumbukan

Berdasarkan cara kerjanya atau pemberian energinya pada aliran fluida, pompa
dibedakan menjadi :

1. Pompa Kerja Positif = Head Statis (Possitive Displacement Pumps)


Adalah pompa dengan volume ruangan yang berubah secara periodik dari
besar ke kecil atau sebaliknya. Pada waktu pompa bekerja, energi yang
dimasukkan ke fluida adalah energi potensial sehingga fluidanya berpindah dari
volume per volume.
2. Pompa Kerja Dinamis = Head dinamis (Non Positive Displacement Pump)
1) Pompa Sentrifugal
Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah
motor dengan sudu impeller berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk
dipercepat oleh impeller yang menaikkan kecepatan fluida maupun
tekanannya dan melemparkan keluar volut.
Prosesnya yaitu :
- Antara sudu impeller dan fluida :
energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida
- Pada volut :
fluida diarahkan ke pipa ekan (buang), sebagian energi kinetik fluida
diubah menjadi energi tekan
Yang tergolong jenis pompa ini adalah :
a) Pompa Radial
Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya
impeller yang menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya
fluida yang telah terisap terlempar keluar impeller akibat gaya sentrifugal
yang dimiliki oleh fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing
(rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari
perubahan energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa
diteruskan kesudu-sudu impeller, kemudian sudu tersebut memberikan
gaya kinetik padafluida.
Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi
rumah pompa dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida
sebagian besar diubah menjadi energi tekan. Arah fluida masuk kedalam
pompa sentrifugal dalam arah aksial dan keluar pompa dalam arah radial.
Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head
medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium.
Dalam aplikasinya pompa sentrifugal banyak digunakan untuk kebutuhan
proses pengisian ketel dan pompa-pompa rumah tangga.

Gambar pompa sentrifugal


b) Pompa Aksial (Propeller)
Berputarnya impeller akan menghisap fluida yang dipompa dan
menekannya kesisi tekan dalam arah aksial karena tolakan impeller.
Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head
rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya pompa
aksial banyak digunakan untuk keperluan pengairan.

Gambar pompa aksial

c) Pompa Mixed Flow (Aliran Campur)


Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah
disebabkan oleh gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeller.
Aliran buangnya sebagian radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya
jenis pompa ini disebut pompa aliran campur.

2) Pompa Jet
Performansi Pompa umumnya dinyatakan oleh berbagai parameter, yaitu
sebagai berikut :
1. Kapasitas Pompa
Kapasitas pompa menyatakan jumlah zat cair yang dihasilkan, dinyatakan dalam
gallon/menit, ft³/menit, m³/menit.
Untuk pompa sentrifugal kapasitas pompanya tergantung pada putaran poros.
Untuk pompa torak dan plunyer, hasil pengisian tidak sebesar volume
langkahnya mengingat terjadinya slip, yang faktornya sebesar 3 : 25%

2. Efisiensi Volumetrik
Efisiensi volumetrik merupakan perbandingan antara volume fluida yang
dipindahkan dengan volume awalnya. Seharusnya dipindahkan untuk pompa
torak adalah sepanjang volume langkah.

3. Head Total (Efektif) / Tahanan Sistem


Head pompa adalah energi yang diberikan kedalam fluida dalam bentuk tinggi
tekan (pressure head). Dimana tinggi tekan merupakan ketinggian fluida harus
naik untuk memperoleh jumlah energi yang sama dengan jumlah yang dikandung
satu satuan bobot fluida pada kondisi yang sama.
Head Efektif pompa yang tersedia harus dapat mengalirkan fluida sejumlah yang
dibutuhkan. Head Efektif dicari dari persamaan sebagai berikut :

4. Daya Air (Water Horse Power / WHP)


Daya air adalah energi yang secara efektif diterima pompa per satuan waktu,
yang dinyatakan sebagai berikut :
5. Daya Pompa
Daya pompa adalah daya untuk menggerakkan pompa yang besarnya sama
dengan daya air ditambah kerugian daya dalam pompa, dan dinyatakan sbb :

6. Kecepatan Spesifik
Kecepatan spesifik dari pompa adalah kecepatan pompa yang mempunyai
geometri sudu-sudu dan kecepatan aliran fluida yang sama, serta dapat
menghasilkan kenaikan tinggi Hq = 1m dengan kapasitas Qq = 1 m³/det.
7. Efisiensi Pompa
Efisiensi pompa mempunyai beberapa macam, yaitu sbb :

Contoh Soal :
Diketahui pompa sentrifugal dengan spesifikasi : head hisap = 4m, head tekan =
35m, kerugian head karena gesekan sisi hisap = 0,6m, kerugian head karena
gesekan sisi tekan = 3,4m. Diameter pipa hisap dan pipa tekan masing-masing 8cm.
Head total = 44m, efisiensi hidrolis = 80% dan efisiensi total = 70%. Dari spesifikasi
diatas hitunglah :
a. HP yang diperlukan pompa,
b. Daya poros, dan
c. Negative suction head dan Positive delivery head.
DEFINISI, KLASIFIKASI DAN CARA KERJA KOMPRESOR
Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan
tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara. Kompresor biasanya
menggunakan motor listrik, mesin diesel atau mesin bensin sebagai tenaga
penggeraknya. Udara bertekanan hasil dari kompresor biasanya diaplikasikan atau
digunakan pada pengecatan dengan teknik spray/ air brush, untuk mengisi angin ban,
pembersihan, pneumatik, gerinda udara (air gerinder) dan lain sebagainya.

Prinsip kerja kompresor dapat dilihat mirip dengan paru-paru manusia. Misalnya
ketika seorang mengambil napas dalam – dalam untuk meniup api lilin, maka ia akan
meningkatkan tekanan udara di dalam paru-paru, sehingga menghasilkan udara
bertekanan yang kemudian digunakan atau dihembuskan untuk meniup api lilin
tersebut.

Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan


dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan di
dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik).
Kompresor dilengkapi dengan tabung untuk menyimpan udara bertekanan, sehingga
udara dapat mencapai jumlah dan tekanan yang diperlukan. Tabung udara
bertekanan pada kompresordilengkapi dengan katup pengaman, bila tekanan
udaranya melebihi ketentuan, maka katup pengaman akan terbuka secara otomatis.
Pemilihan jenis kompresor yang digunakan tergantung dari syarat-syarat pemakaian
yang harus dipenuhi misalnya dengan tekanan kerja dan volume udara yang akan
diperlukan dalam sistim peralatan (katup dan silinder pneumatik).
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan seperti dibawah ini.

1. Klasifikasi Kompresor
Secara garis besar kompresor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu
Positive Displacement compressor, dan Dynamic compressor (Turbo), Positive
Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary, sedangkan Dynamic
compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat
dilihat dari klasifikasi di bawah ini:
1.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)
Kompresor ini dikenal juga dengan kompresor torak, karena dilengkapi dengan
torak yang bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan udara diatur oleh
katup masuk dan dihisap oleh torak yang gerakannya menjauhi katup. Pada saat
terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam silinder mengecil, sehingga udara luar
akan masuk ke dalam silinder secara alami. Pada saat gerak kompresi torak
bergerak ke titik mati bawah ke titik mati atas, sehingga udara di atas torak
bertekanan tinggi, selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara.
Tabung penyimpanan dilengkapi dengan katup satu arah, sehingga udara yang ada
dalam tangki tidak akan kembali ke silinder. Proses tersebut berlangsung terus-
menerus hingga diperoleh tekanan udara yang diperlukan. Gerakan mengisap dan
mengkompresi ke tabung penampung ini berlangsung secara terus menerus, pada
umumnya bila tekanan dalam tabung telah melebihi kapasitas, maka katup
pengaman akan terbuka, atau mesin penggerak akan mati secara otomatis.

1.2 Kompresor Torak Dua Tingkat Sistem Pendingin Udara


Kompresor udara bertingkat digunakan untuk menghasilkan tekanan udara yang
lebih tinggi. Udara masuk akan dikompresi oleh torak pertama, kemudian didinginkan,
selanjutnya dimasukkan dalam silinder kedua untuk dikompresi oleh torak kedua
sampai pada tekanan yang diinginkan. Pemampatan (pengompresian) udara tahap
kedua lebih besar, temperatur udara akan naik selama terjadi kompresi, sehingga
perlu mengalami proses pendinginan dengan memasang sistem pendingin. Metode
pendinginan yang sering digunakan misalnya dengan sistem udara atau dengan
sistem air bersirkulasi.
1.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)
Jenis Kompresor ini termasuk dalam kelompok kompresor torak. Namun letak
torak dipisahkan melalui sebuah membran diafragma. Udara yang masuk dan keluar
tidak langsung berhubungan dengan bagian-bagian yang bergerak secara resiprokal.
Adanya pemisahan ruangan ini udara akan lebih terjaga dan bebas dari uap air dan
pelumas/oli. Oleh karena itu kompresor diafragma banyak digunakan pada industri
bahan makanan, farmasi, obatobatan dan kimia.
Prinsip kerjanya hampir sama dengan kompresor torak. perbedaannya terdapat pada
sistem kompresi udara yang akan masuk ke dalam tangki penyimpanan udara
bertekanan. Torak pada kompresor diafragma tidak secara langsung menghisap dan
menekan udara, tetapi menggerakkan sebuah membran (diafragma) dulu. Dari
gerakan diafragma yang kembang kempis itulah yang akan menghisap dan menekan
udara ke tabung penyimpan.

1.4 Kompresor Putar (Rotary Compressor)


Kompresor Rotari Baling-baling Luncur secara eksentrik rotor dipasang berputar
dalam rumah yang berbentuk silindris, mempunyai lubang-lubang masuk dan keluar.
Keuntungan dari kompresor jenis ini adalah mempunyai bentuk yang pendek dan
kecil, sehingga menghemat ruangan. Bahkan suaranya tidak berisik dan halus dalam,
dapat menghantarkan dan menghasilkan udara secara terus menerus dengan
mantap. Baling-baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yang tergabung dalam
rotor dan ruangan dengan bentuk dinding silindris. Ketika rotor mulai berputar, energi
gaya sentrifugal baling-balingnya akan melawan dinding. Karena bentuk dari rumah
baling-baling itu sendiri yang tidak sepusat dengan rotornya maka ukuran ruangan
dapat diperbesar atau diperkecil menurut arah masuknya (mengalirnya) udara.
1.5 Kompresor Sekrup (Screw)
Kompresor Sekrup memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan
(engage), yang satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk
cembung, sehingga dapat memindahkan udara secara aksial ke sisi lainnya. Kedua
rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. Jika roda-
roda gigi tersebut berbentuk lurus, maka kompresor ini dapat digunakan sebagai
pompa hidrolik pada pesawat-pesawat hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup
harus diletakkan pada rumah-rumah roda gigi dengan benar sehingga betul-betul
dapat menghisap dan menekan fluida.
1.6 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)
Kompresor jenis ini akan mengisap udara luar dari satu sisi ke sisi yang lain
tanpa ada perubahan volume. Torak membuat penguncian pada bagian sisi yang
bertekanan. Prinsip kompresor ini ternyata dapat disamakan dengan pompa pelumas
model kupu-kupu pada sebuah motor bakar. Beberapa kelemahannya adalah: tingkat
kebocoran yang tinggi. Kebocoran terjadi karena antara baling-baling dan rumahnya
tidak dapat saling rapat betul. Berbeda jika dibandingkan dengan pompa pelumas
pada motor bakar, karena fluidanya adalah minyak pelumas maka film-film minyak
sendiri sudah menjadi bahan perapat antara dinding rumah dan sayap-sayap kupu
itu. Dilihat dari konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa digerakan
oleh sepasang roda gigi yang saling bertautan juga, sehingga dapat berputar tepat
pada dinding.

1.7 Kompresor Aliran (turbo compressor)


Jenis kompresor ini cocok untuk menghasilkan volume udara yang besar.
Kompresor aliran udara ada yang dibuat dengan arah masuknya udara secara aksial
dan ada yang secara radial. Arah aliran udara dapat dirubah dalam satu roda turbin
atau lebih untuk menghasilkan kecepatan aliran udara yang diperlukan. Energi kinetik
yang ditimbulkan menjadi energi bentuk tekanan.
1.8 Kompresor Aliran Radial
Percepatan yang ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari ruangan
ke ruangan berikutnya secara radial. Pada lubang masuk pertama udara dilemparkan
keluar menjauhi sumbu. Bila kompresornya bertingkat, maka dari tingkat pertama
udara akan dipantulkan kembali mendekati sumbu. Dari tingkat pertama masuk lagi
ke tingkat berikutnya, sampai beberapa tingkat sesuai yang dibutuhkan. Semakin
banyak tingkat dari susunan sudusudu tersebut maka akan semakin tinggi tekanan
udara yang dihasilkan.
Prinsip kerja kompresor radial akan mengisap udara luar melalui sudu-sudu rotor,
udara akan terisap masuk ke dalam ruangan isap lalu dikompresi dan akan
ditampung pada tangki penyimpanan udara bertekanan hingga tekanannya sesuai
dengan kebutuhan.

1.9 Kompresor Aliran Aksial


Pada kompresor aliran aksial, udara akan mendapatkan percepatan oleh sudu
yang terdapat pada rotor dan arah alirannya ke arah aksial yaitu searah (sejajar)
dengan sumbu rotor. Jadi pengisapan dan penekanan udara terjadi saat rangkaian
sudu-sudu pada rotor itu berputar secara cepat. Putaran cepat ini mutlak diperlukan
untuk mendapatkan aliran udara yang mempunyai tekanan yang diinginkan. Teringat
pula alat semacam ini adalah seperti kompresor pada sistem turbin gas atau mesin-
mesin pesawat terbang turbo propeller. Bedanya, jika pada turbin gas adalah
menghasilkan mekanik putar pada porosnya. Tetapi, pada kompresor ini tenaga
mekanik dari mesin akan memutar rotor sehingga akan menghasilkan udara
bertekanan.
2. Penggerak Kompresor
Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga kompresor
dapat bekerja secara optimal. Penggerak kompresor yang sering digunakan biasanya
berupa motor listrik dan motor bakar seperti gambar Kompresor berdaya rendah
menggunakan motor listrik dua phase atau motor bensin. sedangkan kompresor
berdaya besar memerlukan motor listrik 3 phase atau mesin diesel. Penggunaan
mesin bensin atau diesel biasanya digunakan bilamana lokasi disekitarnya tidak
terdapat aliran listrik atau cenderung non stasioner. Kompresor yang digunakan di
pabrik-pabrik kebanyakan digerakkan oleh motor listrik karena biasanya terdapat
instalasi listrik dan cenderung stasionar (tidak berpindah-pindah).

E. Model / Metode Pembelajaran


Model pembelajaran Cooperative Learning dengan pendekatan scientific.

F. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
Kegiatan DeskripsiKegiatan
Waktu
Pendahuluan a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan pisik 10 menit
untuk mengikuti proses pembelajaran
b. Memberi motivasi mengajukan pertanyaan terkait
dengan materi yang telah dipelajari dengan
materi yang akan dipelajari
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang
akan dicapai.
d. Menyampaikan ruang lingkup materi dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan masalah.
Inti Mengamati : 440 menit
Mengamati dan melaksanakan macam – macam
mesin tenaga fluida melalui pengamatan di bengkel
atau simulasi.

Menanya :
Mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan
mengajukan pertanyaan secara aktif dan mandiri
tentang macam – macam mesin tenaga fluida

Mengeksplorasi :
Mengumpulkan data yang dipertanyakan dan
menentukan sumber (melalui benda konkrit,
dokumen, buku, eksperimen) untuk menjawab
pertanyaan yang diajukan tentang macam – macam
mesin tenaga fluida

Mengasosiasi :
Mengkategorikan data dan menentukan
hubungannya, selanjutnya disimpulkan dengan
urutan dari yang sederhana sampai pada yang lebih
kompleks terkait dengan macam – macam mesin
tenaga fluida

Mengkomunikasikan :
Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang
macam – macam mesin tenaga fluida melalui media
lisan dan tulisan.
Penutup Dalam kegiatan penutup guru bersama peserta didik 30 menit
baik secara individual maupun kelompok
melakukan:
a. Rangkuman atau kesimpulan
b. Memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran
c. Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk pemberian tugas, remidial, dan
pengayaan baik individual maupun
kelompok, dan
d. Mengimformasikan rencana pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya
G. Alat / Media / Sumber Pembelajaran
1. PDTM Teknologi dan Industri 3 ; Umaryadi ; Yudhistira 2007
2. Slide Power Point
3. Ruang Praktek / Bengkel Teknik Pengelasan
4. Internet
5. http://elearning-stmhabibi.net atau http://elearning-stmhabibi.net/moodle

H. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Keterampilan

I. Prosedur Penilaian
No Aspek Yang Dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian
1 Sikap Pengamatan Selama pembelajaran
a. Terlibat aktif dalam berlangsung
pembelajaran macam –
macam mesin tenaga fluida
b. Bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
c. Toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2 Pengetahuan Pengamatan Penyelesaian tugas
a. Dapat mendeskripsikan jenis – dan secara individu
jenis dan fungsi, konstruksi, tes tulis
cara kerja dan karakteristik
macam – macam mesin
tenaga fluida.
b. Dapat memahami nama-nama
bagian mesin kompresor dan
pompa.
c. Dapat mengetahui macam –
macam jenis kompresor dan
pompa.
d. Dapat mengetahui cara kerja
mesin kompresor dan pompa
3 Keterampilan Tes praktek Penyelesaian tugas
a. Dapat menggunakan mesin secara individu
kompresor dan pompa.
Tugas

J. Instrumen Penilaian Hasil Belajar


Tes tertulis
1) Jelaskan definisi dari mesin – mesin fluida ?
2) Pembagian / pengelompokan mesin fluida ada 2. Sebutkan dan beri penjelasan !
3) Jelaskan pengertian dari pompa ?
4) Sebutkan macam-macam pompa berdasarkan cara kerjanya atau pemberian
energinya pada aliran fluida !
5) Jelaskan pengertian dari Head pompa ?
6) Performansi pompa umumnya dinyatakan oleh berbagai parameter, sebutkan !
7) Jelaskan pengertian dari kompresor ?
8) Sebutkan klasifikasi dari kompresor ?
9) Jelaskan cara kerja dari reciprocating compressor !
10) Jelaskan fungsi dari penggerak kompresor ?

Kunci jawaban
Butir
Uraian Skor
Soal
1 Mesin – mesin fluida adalah mesin yang dipergunakan untuk 10
mengubah energi mekanik poros menjadi energi potensial atau
sebaliknya yaitu mengubah energi fluida (energi kinetik dan energi
potensial) menjadi energi mekanik poros.
2 Pembagian / Pengelompokan Mesin Fluida : 10
1. Mesin Tenaga
Yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi
potensial dan energi kinetik) menjadi energi mekanik poros.
contoh : turbin, kincir air, dan kincir angin.
2. Mesin Kerja
yaitu mesin yang berfungsi mengubah energi mekanik poros
menjadi energi fluida (energi potensial dan energi kinetik)
contoh : pompa, kompresor, kipas (fan).
3 Pompa adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan fluida dari 10
suatu tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi, atau dari suatu
tempat yang bertekanan rendah ke tempat yang bertekanan tinggi.
Fluida tersebut dilewatkan pada sistem perpipaan.
4 Macam-macam pompa berdasarkan cara kerjanya atau pemberian 10
energinya pada aliran fluida :
I. Pompa Kerja Positif
1. Pompa Reciprocating
2. Pompa Rotary
3. Pompa Diaphragma
II. Pompa Kerja Dinamis
1. Pompa Sentrifugal
2. Pompa Jet
5 Head pompa adalah energi yang diberikan kedalam fluida dalam 10
bentuk tinggi tekan (pressure head). Dimana tinggi tekan merupakan
ketinggian fluida harus naik untuk memperoleh jumlah energi yang
sama dengan jumlah yang dikandung satu satuan bobot fluida pada
kondisi yang sama.
6 Performansi Pompa umumnya dinyatakan oleh berbagai parameter, 10
yaitu sebagai berikut :
1. Kapasitas Pompa
2. Efisiensi Volumetrik
3. Head Total (Efektif) / Tahanan Sistem
4. Daya Air (Water Horse Power / WHP)
5. Daya Pompa
6. Kecepatan Spesifik
7. Efisiensi Pompa
7 Kompresor adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk 10
meningkatkan tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara
8 Kalsifikasi Kompresor : 10
I. Positive Displacement Compressor
1. Reciprocating
2. Rotary
II. Dynamic Compressor (Turbo)
1. Centrifugal
2. Axial
3. Ejector
9 Pada saat terjadi pengisapan, tekanan udara di dalam silinder 10
mengecil, sehingga udara luar akan masuk ke dalam silinder secara
alami. Pada saat gerak kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke
titik mati atas, sehingga udara di atas torak bertekanan tinggi,
selanjutnya di masukkan ke dalam tabung penyimpan udara.
10 Penggerak kompresor berfungsi untuk memutar kompresor, sehingga 10
kompresor dapat bekerja secara optimal.

Mojokerto, 14 juli 2017


Mengetahui,
Ka. SMK Negeri 1 Jetis Guru Mata Pelajaran

Drs. L A D I , M.M, Drs. SOPAN SLAMET, M.Pd.


NIP. 19650915 198903 1 013 NIP. 19631012 200012 1 002
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Waktu Pengamatan : Kamis, 22 Januari 2018

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Teknologi Mekanik


1. Kurang baik jika menunjukkan tidak aktif sama sekali / sama sekali tidak ambil
bagian dalam pembelajaran

2. Baik jika menunjukkan aktif / ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum ajeg / konsisten

3. Sangat baik jika menunjukkan aktif / sudah ambil bagian dalam menyelesaikan
tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg / konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.

2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.

3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan


kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan
ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan

Sikap
No Nama Siswa
Aktif Bekerjasama Toleran
KB B SB KB B SB KB B SB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Keterangan :
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : Teknologi Mekanik
Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Waktu Pengamatan : Kamis, 22 Januari 2018

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang


relevan yang berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai macam peralatan Teknologi
Mekanik`

1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Macam – Macam Mesin
Tenaga Fluida

2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Macam – Macam
Mesin Tenaga Fluida.

3. Sangat terampil, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip


dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan Macam –
Macam Mesin Tenaga Fluida

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan
No Nama Siswa
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil