Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Program pembangunan kesehatan nasional dititik beratkan pada
peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan
kesehatan terkait dengan kualitas sumber daya tenaga kesehatan yang
mampu memberikan pelayanan secara profesionalisme menjadi tuntunan
utama bagi tenaga teknis kesehatan dalam melaksanakan tugas profesi.
Sementara itu, masyarakat berkembang menjadi semakin kritis dalam
menyikapi pelayanan kesehatan secara nasional. Mengingat keadaan
tersebut maka kebutuhan akan pelayanan prima di bidang kesehatan
menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal diperlukan
pembelajaran prakerin yang efektif dan efisien. Pengalaman pembelajaran
prakerin merupakan bagian penting dalam program pendidikan kesehatan
karena memberikan pengalaman yang kaya kepada siswa dalam
menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh kedalam situasi nyata.
Apotek sebagai salah satu sarana kesehatan dan penyedia layanan
kesehatan merupakan suatu tempat dilakukanya pekerjaan kefarmasian yang
memberikan suatu pelayanan terpadu kepada masyarakat untuk memperoleh
perbekalan farmasi yang bermutu dan terjamin serta terjangkau harganya.
Pekerjaan kefarmasian di apotek tidak hanya meliputi pembuatan,
pengolahan, peracikan, dan pencampuran, tetapi juga pengendalian mutu
dan pengamanan sediaan farmasi, penyimpanan dan distribusi obat,
pengelolaan obat, bahan obat dan obat tradisional.

1
Dengan dilatar belakangi hal tersebut maka diadakan kerja sama antara
SMK YPI DARUSSALAM 2 dengan UPT PUSKESMAS CERME
GRESIK, berupa pelatihan prakerin di UPT PUSKESMAS CERME
GRESIK, sehingga diharapkan siswa dapat mengenal, mengerti, serta
memahami peran dan tangung jawab seorang tenaga teknis kefarmasian di
apotek. Selain itu menambah pengetahuan serta meningkatkan keterampilan
dalam pekerjaan kefarmasian.

1.2 Tujuan PRAKERIN


1. Siswa mampu melaksanakan prosedur penerimaan dan menilaian resep
di apotek
2. Siswa mampu melaksanakan proses peracikan sediaan farmasi sesuai
permintaan dokter
3. Siswa mampu menulis etiket dan menempelkanya pada kemasan
sediaan farmasi
4. Siswa mampu memberikan perbekalan farmasi
5. Siswa mampu melakukan prosedur penyerahan obat kepada pasien
sesuai KIE
1.3 Manfaat PRAKERIN
1. Dapat meningkatkan wawasan keilmuwan siswa tentang situasi dalam
dunia kerja.
2. Dapat menjalin kerja sama dengan tempat prakerin.
3. Dapat menjadi tolak ukur kinerja program studi khusunya untuuk
mengevaluasi hasil pembelajaran oleh instalasi tempat dilaksanakannya
prakerin.

2
1.4 Pelaksanaan
Prakerin kerja industri dilaksanakan di UPT Puskesmas Cerme No. 52
Gresik.
Hari pelaksanaan : Senin – Jum’at
Pelaksanaan PRAKERIN dimulai pada tanggal 20 Maret 2019 – 11 Mei
2019, dengan pembangian jadwal sebagai berikut :
Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at
Jam 07.00-13.30 07.00-13.30 07.00-13.30 07.00-13.30 07.00-11.00
Gambar 1.4 Jadwal Prakerin

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Puskesmas


Menurut Permenkes No. 75 tahun 2014 tentang pusat kesahatan
masyarakat, disebutkan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat yang
selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan
masyarakat setinggi-tinggimya di wilayah kerjanya.

2.2 Tugas dan Fungsi Puskesmas


Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan
masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, puskesmas menyelenggarakan
fungsi :
1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya, dan
2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya.

2.3 Ketentuan Umum dan Perundang-Undagan


2.4 Tugas dan Tanggung Jawab Apoteker, Asisten Apoteker

Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomer 51 Tahun 2006


tentang pekerjaan kefarmasian, tenaga teknis kefarmasian terdiri dari
Sejarah Farmasi Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga

4
Menengah Farmasi/Asisten Apoteker. Tenaga teknis kefarmasian
melaksanakan pekerjaan kefarmasiaan pada :

1. Fasilitas produksi sediaan Farmasi berupa industri farmasi obat, industri


bahan baku obat, industri obat tradisional, pabrik kosmetik, dan pabrik
lainnya yang memerlukan tenaga kefarmasian untuk menjalankan tugas
dan fungsi produksi serta pengawasan mutu.
2. Fasilitas distribusi atau penyaluran sediaan farmasi dan alat kesehatan
melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF), penyaluran alat kesehatan
(ALKES), dan instalasi sediaan farmasi.
3. Fasilitas pelayanan kefarmasian melalui praktik secara langsung di
Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan Praktek
Bersama.

Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pekerjaan


kefarmasian harus memiliki keahlian dan kewenangan dalam
melaksanakan pekerjaan kefarmasian, keahlian dan kewajiban. Dalam
melaksanakan kewenangan harus didasarkan pada standar kefarmasian
dan Standar Prosedur Operasional yang berlaku sesuai fasilitas
kesehatan dimana pekerjaan kefarmasian itu dilakukan.

5
BAB III
TINJAUAN UMUM TEMPAT PRAKERIN

3.1 Sejarah UPT Puskesmas Cerme


Puskesmas cerme adalah puskesmas yang pertama kali berdiri
dikabupaten gresik. Puskesmas cerme berdiri pada tahun 1962 yang
dimpimpin oleh dokter Slamet Riyadi. Dahulu puskesmas ini berdiri
karena banyaknya orang yang menderita penyakit kusta, bangunan nya
juga masih bangunan panggung. Setelah itu, dokter Slamet Riyadi di
angkat mejadi dokapu di kabupaten gresik dan pimpinan di puskesmas
cerme diganti kan oleh dokter Lesmani. Puskesmas cerme baru
memperbaiki bangunan nya menjadi gedung pada tahun 1981, dahulu
tidak ada yang namanya kecamatan yang ada itu kawedahan cerme
dengan berkembangnya masa demi masa nama kawedahan tergantikan
oleh kecamatan.
3.2 Visi dan Misi UPT Puskesmas Cerme
a. Visi
Terwujudnya masyarakat sehat dan mandiri di wilayah Puskesmas
Cerme
b. Misi
1. menyelenggarakan upaya kesehatan yang berkualitas.
2. mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat.
3. memberikan pelayanan yang bermutu, adil dan merata serta
mudah dijangkau.

6
4. meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana, prasarana, dan
sumber daya manusia.
3.3 Lokasi, Sarana, dan Prasarana
Lokasi UPT Puskesmas Cerme berada di jalan raya Cerme Kidul
No. 52 Gresik. Disediakan ruang tunggu untuk penebusan resep dalam
ruangan ber kipas angin dilengkapi juga dengan telivisi sehingga para
pengantri obat dapat menunggu dengan nyaman. Bagian obat-obat
apotek juga cukup luas dan penataan obat disusun berdasarkan kelas
terapi dan bentuk sediaan yang ditata secara alfabetis.

Gambar 3.3 Lokasi UPT Puskesmas Cerme Gresik

7
4 5 9 10 11 Keterangan :

1. Pimtu ruang farmasi


2. Ruang tunggu
3. Kipas angin
6 8 4. Gudang arsip
5. Meja kerja APA
11
6. Tempat penyerahan
7 resep dan pengambilan
nomor antrian
7. Meja penyerahan & IO
3 14
8. Meja kerja TTK
9. Lemari psikotropika dan
2 2 2 13 12 narkotika
10. Lemari pendingin
11. Rak obat
12. Wastafel
13. Rak infus
14. Pintu kamar obat
15
15. Televisi
16. Gudang

1 16

Gambar 3.4 Denah Apotek UPT Puskesmas Cerme Gresik

8
3.4 Struktur Organisasi

Dr. Setyo Rini

Kepala Puskesmas Cerme

Siti Maisaroh Tanti A, SSi, Apt Devita N Nardiyah

Petugas Kamar Obat Penanggung Jawab Kamar Petugas Pembantu Kamar


Obat Obat

3.5 Struktur Organisasi

9
BAB IV

KEGIATAN PRAKERIN DAN PEMBAHASAN

4.1 Kegiatan yang dilakukan

A. Perencanaan
Perencanaan perbekalan farmasi merupakan kegiatan dalam
merencanakan pengadaan perbekalan farmasi untuk kebutuhan Apotek
dan pada periode selanjutnya.
B. Pengadaan

Setelah dilakukan perencanaan maka kegiatan selanjutnya adalah


pengadaan. Pengadaan barang baik berupa obat atau perbekalan farmasi
lainnya dilakukan oleh Asisten Apoteker dan Apoteker. Pengadaan
barang dilakukan berdasarkan sesuai dengan data perencanaan yang
telah disusun sebelumnya. Kebutuhan barang tersebut di rekap untuk
dibuat SP (Suarat Pesanan) yang selanjutnya dikirim secara online..
Khusus untuk SP (Surat Pesanan) narkotik dan psikotropika dibuat oleh
Apotek sesuai dengan distributornya. SP (Surat Pesanan) narkotika,
psikotropika, dan prekursor yang telah ditanda tangani oleh Apoteker
diserahkan langsung kepada distributor. Ada beberapa kriteria dalam
pemilihann distributor dan subdistributor yang baik, yaitu:

a. Legalitas PBF harus resmi


b. Ketersediaan barang
c. Kualitas barang yang dikirim dapat dipertanggungjawabakan
d. Besarnya potongan harga (diskon) yang diberikan
e. Kecepatan pengiriman barang yang tepat waktu
f. Adanya program yang menguntungkan

10
C. Penerimaan barang

Setelah barang yang dipesan datang, dilakukan penerimaan dan


pemeriksaan barang. Asisten Apoteker atau Apoteker akan melakukan
pengecekkan terhadap barang yang datang disesuaikan antara SP (Surat
Pesanan) dengan faktur dan diperiksa nama sediaan, jumlah, dosis, ED,
dan kondisi sediaan. Jika barang yang datang tidak sesuai dengan SP
(Surat Pesanan) atau ada kerusakan fisik maka akan dilakukan retur
barang tersebut ke distributor yang bersangkutan untuk ditukar dengan
barang yang sesuai, setelah pengecekan selesai faktur ditanda tangani
dan di beri stempel yang diketahui oleh Apoteker.

D. Penyimpanan barang
Barang yang telah diterima kemudian disimpan dan ditata
berdasarkan bentuk sediaan, farmakologi, dan alfabetisnya.
Penyimpanan barang dibedakan antara barang APBD dengan barang
JKN.
a. Lemari penyimpanan obat tablet
b. Lemari penyimpanan obat syup
c. Lemari penyimpanan salep
d. Lemari penyimpanan injeksi
e. Lemari penyimpanan infus
f. Lemari penyimpanan stock obat
g. Lemari penyimpanan obat drop
h. Lemari penyimpanan obat tetes mata dan salep mata
i. Lemari penyimpanan tetes telinga
j. Lemari es untuk penyimpanan obat termolabil

11
Sedangkan obat narkotika dan psikotropika disimpan di lemari
khusus yang terbuat dari kayu rangkap dua yang tertanam serta
dilengkapi dengan kunci ganda. Tempat penyimpanan narkotika dan
psikotropika di UPT Puskesmas Cerme sudah dengan ketentuan
penyimpanan yang dijelaskan Permenkes No. 3 Tahun 2015 tentang
Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Pelaporan Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor Farmasi. Untuk melakukan pengawasan dan
control terhadap persediaan barang, maka setiap akhir bulan dilakukan
stock opname. Tujuan stock opname sendiri untuk mengetahui stock
barang yang tertinggal sehingga dapat dievaluasi apakah yang terjadi
kekurangan barang atau tidak, serta dapat mengetahui barang atau obat
yang tidak terjal serta dapat mengetahui barang atau obat yag sudah
mendekati masa kadaluarsanya.

12
Resep Diterima

Jelas Identifikasi Resep Tidak Jelas

Diberi Nomor Ditanyakan Pada


Pelayanan Penulis Resep

Peracikan Dan
Pemberian Etiket

Penyerahan Obat
Disertai Pemberian
Informasi Obat
Yang Diperlukan

Selesai

Bagan Alur Pelayanan Apotek

13
 Skrining resep 1 :

Gambar 4.1 a Skrining Resep 1

Kelengkapan Resep :

1. Identitas resep
Dari resep yang telah diberikan, sudah benar. Terdapat nama dokter,
nama poli, jenis transaksi, nomor antrian, tanggal.

14
2. Nama kecamatan
Pada resep yang diberikan sudah terdapat nama kecamatan yang dicetak
dalam blanko resep. Dalam penulis tanggal resep sudah di isi sesuai
kunjungan pasien
3. Tanda Resep (R/)
Dalam resep yang diberikan, tampak penulisan sudah tepat, berada di
sisi kiri atas.
4. Penulisan nama obat
Pada resep yang diberikan penulisan nama obat sudah benar dan
penulisan jelas
5. Spesifikasi satuan jadi
Pada resep diberikan penjelasan bentuk sediaan obatnya.
6. Penulisan satuan berat, volume, dan unite
Dalam formula resep di atas, tidak dituliskan satuan volume, berat dan
unitnya.
7. Jumlah jenis obat atau sediaan
Penulisan tanda aturan minum hanya ada pada R/ donperidon seperti
a.c (ante coenum : sebelum makan) seharusnya tanda aturan minum di
cantumkan di setiap R/
8. Satuan biji (Tablet, kapsul, botol, bungkus)
Penulisan jumlah obat sudah tepat dengan menggunakan angka romawi
(VIII,X,XX). Dokter juga menambahkan angka di bawah angka romawi
supaya lebih jelas.
9. Penggunaan tulisan singkatan
Penulisan dosis pada resep tidak ada tanda titikuntuk pemisah antara d
(de) dengan d (die), seharusnya 3.d.d.1
10. Tanda pemisah antara R/

15
Antara satu tanda R/ untuk satu jenis obat sudah dipisah dengan garis
penutup
11. Signatura
Dalam resep yang diberikan sudah tertulis smbol S (signature:
tandailah) dan tata cara pakai obat yang dianjurkan oleh dokter yang
tertulis dalam resep.

Analisa :

R/ pertama terulis “Paracetmol Syr NO. I”, artinya obat paracetamol syr
yang diminta sesuai R/ sejumlah 1 botol. Dibawahnya tertulis aturan pakaiya “S
3 dd 2 Sdm”, signa tria de die duo sendok makan artinya minunlah obat
paracetamol syr 3 kali sehari 2 sendok makan. Paracetamol adalah obat yang
biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang mulai
sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan bisa digunakan untuk
meredahkan demam dan pusing.

Cara meracik obat:

1. Menyiapkan alat yang akan digunakan dan membersihkan meja yang


akan digunakan untuk tempat peracikan
2. Menghitung dosis obat dengan jumlah sediaan yang diminta
3. Mengambil obat yang telah diminta dengan jumlah yang telah dihitung
tadi
4. Buka bungkus obat dan masukkan obat dalam mortar, lalu
5. Gerus obat hingga homogen dengan menggerus obat berlawanan arah
jarum jam, setelah itu
6. Bila semua obat sudah tercampur rata dan halus, keruk obat dari mortir
menggunakan sudip lalu letakkan pada kertas perkamen

16
7. Bagi bungkus yang telah diminnta pada resep tersebut
8. Apabila sudah terbagi rata bungkus bisa dipres dengan mesin pres agar
rapat
9. Masukkan pada plastik klip lalu tulis etiket berdasarkan signa yang
dituliskan oleh dokter
10. Setelah itu erikan kepada pasien berdasarkan io yang benar.

R/ kedua tertulis “Paracetamol tab No. V, GG tab No. VIII, CTM tab No.
VIII, Vit.C tab No. X” artinya obat paracetamol tab yang diminta sesuai R/
sejumlah 5 tab, obat GG tab diminta 8 tab, obat CTM diminta 8 tab, dan Vit C
diminta 10 tab. Dibawahnya tertulis aturan pakainya “ m.f.la pulv No.X, S 3 dd
1”, misce fac lege artis pulvis nomero 10, signa tria de die unus artinya buatlah
sesuai aturan seni menjadi 10 serbuk, minumlah sehari 3 kali 1 bungkus.
Paracetamol adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit
ringan hingga sedang mulai sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan
bisa digunakan untuk meredahkan demam dan pusing. Glyceryl guaiacolate
adalahoat jenis ekspektoran yang dapat meredahkan batuk dan melancarkan
pengeluaran dahak disaluran napas. Obat ini belerja dengan cara meningkatkan
volume dahak dan membuatnya lebih encer sehingga lebih muda dikeluarkan
dari saluran pernapasan melalui jalur nafas dengan proses batuk.
Chlorphenmine maleate adalah adalah obat untuk mengobati mata berair, gatal
pada mata, hidung, tenggorokan atau kulit yang disebabkan oleh kondisi alergi.
Chlorphenamine maleate obat anti histamine yang secara alami sudah ada
dalam tubuh yang dapat menghasilkan berbagai alergi. Vitamin C adalah salah
satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam
menangkal berbagai penyakit. Vitamin C ini dikenal juga dengan nama kimia
askorbat, termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal
berbagai radial bebas ekstraselular.

17
 Skrining resep 2 :

Gambar 4.1 b Skrining Resep 2

Kelengkapan Resep :

1. Identitas resep
Dari resep yang telah diberikan, sudah benar. Terdapat nama dokter,
nama poli, jenis transaksi, nomor antrian, tanggal.
2. Nama kecamatan
Pada resep yang diberikan sudah terdapat nama kecamatan yang dicetak
dalam blanko resep. Dalam penulis tanggal resep sudah di isi sesuai
kunjungan pasien

18
3. Tanda Resep (R/)
Dalam resep yang diberikan, tampak penulisan sudah tepat, berada di
sisi kiri atas.
4. Penulisan nama obat
Pada resep yang diberikan penulisan nama obat sudah benar dan
penulisan jelas
5. Spesifikasi satuan jadi
Pada resep diberikan penjelasan bentuk sediaan obatnya.
6. Penulisan satuan berat, volume, dan unite
Dalam formula resep di atas, tidak dituliskan satuan volume, berat dan
unitnya.
7. Jumlah jenis obat atau sediaan
Penulisan tanda aturan minum hanya ada pada R/ donperidon seperti
a.c (ante coenum : sebelum makan) seharusnya tanda aturan minum di
cantumkan di setiap R/
8. Satuan biji (Tablet, kapsul, botol, bungkus)
Penulisan jumlah obat sudah tepat dengan menggunakan angka romawi
(VIII,X,XX). Dokter juga menambahkan angka di bawah angka romawi
supaya lebih jelas.
9. Penggunaan tulisan singkatan
Penulisan dosis pada resep tidak ada tanda titikuntuk pemisah antara d
(de) dengan d (die), seharusnya 3.d.d.1
10. Tanda pemisah antara R/
Antara satu tanda R/ untuk satu jenis obat yang dipisah dengan garis
penutup.
11. Signatura

19
Dalam resep yang diberikan sudah tertulis smbol S (signature:
tandailah) dan tata cara pakai obat yang dianjurkan oleh dokter yang
tertulis dalam resep.

Analisa :

R/ Pertama tertulis “Glimepiride 2 mg No. XXX”, artinya obat


glimepiride 2 mg yang diminta sesuai R/ sejumlah 30 biji glimepiride.
Dibawahnya tertulis aturan pakainya “S 1 dd 1 a.c”, signa unus de die unus ante
coenam artinya minumlah obat glimepirid 1 kali sehari 1 tab sebelum makan.
Glimepiride adalah obat anti diabetes mellitus tipe 2 yang termasuk ke dalam
golongan sulfonylurea. Glimepiride menurunkan kadar gula darah dengan
merangsang pelepasan insulin dari pancreas β-sel dan mengurangi output
glukosa dari hati. Glimepiride biasanya dipasarkan dengan kadar 1, 2, 3, 4 mg.
dari resep diatas diminta kadar glimepride 2 mg namun kadar yang ada di
apotek 4 mg jadi pemakainnya diseparuh/½ .

R/ Kedua tertulis “Metformin tab No. XXX”, artinya obat metformin


tab yang diminta sesuai R/ sejumlah 30 biji metformin. Dibawahnya tertulis
aturan pakainya “S 3 dd 1 p.c”, sign atria de die unus post coenam artinya
minumlah obat metformin 3 kali sehari 1 tab sesudah makan. Metformin adalah
onti diabetes oral yang termasuk pada kelas biguanid. Metformin merupakan
obat pilihan pertama untuk penderita diabetes tipe 2, obat ini dapat digunakan
sebagai kombinasi terapi pada penderita yang tidak responsif atau tidak mampu
setelah penggunaan terapi tunggal sulfonylurea.

R/ Ketiga tertulis “Omeprazole cap No. X”, artinya obat omeprazole cap
yang diminta sesuai R/ sejumlah 10 biji omeprazole. Dibawahnya tertulis aturan
pakainya “S 2 dd 1 a.c”, signa duo de die unus ante coenam artinya minumlah

20
obat omeprazole 2 kali sehari 1 cap sebelum makan. Omeprazole adalah obat
yang digunakan untuk membantu meredahkan gejala mual, muntah, tukak
lambung, dan kembung yang timbul. Omeprazole termasuk dalam golongan
obat Proton Pump inhibitor (PPI) yang menghambat prduksi asam lambung.

R/ Keempat tertulis “Meloxicam tab No. X”, artinya obat meloxicam


tab yang diminta sesuai R/ sejumlah 10 biji meloxicam. Dibawahnya tertulis
aturan pakainya “S 3 dd 1 p.c”, sign atria de die unus post coenam artinya
minumlah obat meloxicam 3 kali sehari 1 tab sesudah makan. Meloxicam
adalah obat anti-inflamasi nonsteroid yang memliki efek analgesic dan
pengurang panas. Meloxicam digunakan untuk merawat pembengkakan dan
nyeri karena peradangan yang disebabkan osteoarthritis dan rheumatoid
arthritis.

Pada resep satu ini termasuk dalam poli farmasi karena pada satu resep
terdapat dua macam obat yang kegunaannya sama namun cara dan aturan
minum yang berbeda. Glimeride diminum sehari satu kali pagi hari sebelum
sarapan sedangan metformin diminum tiga kali sehari sesudah makan siang,
sore, dan malam.

4.2 Tugas yang dikerjakan

No. Nama Obat Kegunaan/indikasi


1. Asam mefenamat Antipiretika
2. Natrium diklofenac Antipiretika
3. Piroxicam 10 mg Antipiretika
4. Piroxicam 20 mg Antipiretika
5. Meloxicam 15 mg Antipiretika
6. Ibu profen Antipiretika

21
7. Neuralgin Antipiretika
8. Metamizol sodium Antipiretika
9. Ondansetron Anti mual
10. Domperidone Anti mual
11. Metoklopramid Anti mual
12. Antasida doen tab Tukak lambung
13. Antasida doen syr Tukak lambung
14. Paracetamol Anti piretika & analgesic
15. Ranitidin Tukak lambung
16. Omeprazol Tukak lambung

4.3 Pembahasan

Selama melakukan PRAKERIN di UPT Puskesmas Cerme, banyak


pengalaman dan ilmu pegetahuan baru yang siswa dapatkan. Selain itu
siswa juga dapat secara langsung mengaplikasikan teori yang selama ini
didapatkan di bangku sekolah dan menjumpai beberapa obat yang
belum dijumpai sebelumnya. Siwa selama melaksanakan PRAKERIN
juga dibimbing oleh Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang ada
di Apotek.

Pengelolahan sediaan farmasi di UPT Puskesmas Cerme dilakukan


menurut prosedur yang terdiri dari perencaan, pengadaan, penerimaan,
penyimpanan, pengendalian, pelayanan, pencataan, dan pelaporan.
Pengadaan sediann farmasi di Apotek dilakukan oleh badan pengadaan
obat.

22
Pengendalian persediaan barang menggunakan sistem komputerisasi
dimana setiap barang yang masuk di-entry di komputer, sehingga dapat
diketahui status persediaan setiap barang. Masing-masing karyawan
diberi tanggung jawab untuk memeriksa atau mengawasi rak-rak barang
yang ditentukan dengan cara menggunakan kartu stok dan melakukan
stock opname setiap akhir bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengetahui jumlah barang yang ada di apotik dan memeriksa
kesesuaian jumlah stok fisik obat dengan jumlah yang tertera di kartu
stok dan di komputer. Sehingga kesalahan, kehilangan, kerusakan serta
kadaluwarsa sediaan dapat diketahui dan ditelusuri sedini mungkin.

Penyerahan obat di apotek kepada pasien diserahkan oleh petugas


apotek, baik TTK (Tenaga Teknis Fefarmasian) maupun Apoteker
disertai dengan informasi yang jelas tentang cara pemakaian,
penggunaan, khasiat obat dari setiap obat yang diserahkan kepasien.
Bila pasien belum memahami informasi dengan obat jelas maka petugas
akan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Setiap petugas yang menerima resep selalu memperhatikan isi resep


yang menyangkut nama obat, bentuk obat, umur pasien, aturan pakai
dan cara penggunaaan obat. Apabila petugas apotek ragu maka petugas
bertanya kepada dokter yang menulis resep. Sebelum obat disiapkan,
petugas apotek menghargai resep dan mengecek ada atau tidak stock
obat yang diminta, setelah itu petugas apotek menyiapkan obat sesuai
dengan resep. Sebelum obat diserahkan obat akan diperiksa apakah obat
sesuai dengan resep, dan melakukan KIE (Komunikasi. Informasi, Dan
Edukasi) kepada pasien.

23
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari praktek kerja lapangan yang dilaksanakan dapat disimpulkan


bahwa Apotek UPT Puskesmas Cerme telah menjalani fungsinya dengan
baik, dengan melayani pasien secara profesional baik dari segi
penampilan/sikap maupun pelayanan. Dalam melaksanakan pengelolaan
perbekalan farmasi di Apotek UPT Puskesmas Cerme dan pelayanan
farmasi klinisnya telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Mentri
Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016 Tentang standart
pelayanan kefarmasian di Apotek.

5.2 Saran

1. Sebaiknya karyawan apotek ditambah agar proses peracikan dan


pelayanan obat tidak mengalami kewalahan.
2. Sebaiknya apotek diberi spiker kecil yang terdapat didalam ruangan
kamar obat karena itu dapat mempermudah proses pemanggilan pasien
dan dapat mempercepat pelayanan.

24