Anda di halaman 1dari 3

Ciri Mathi Perkutut yang baik untuk dimiliki/pelihara :

 Gendawa Sabda : suara manggungnya keras dan merdu, dapat digunakan untuk memikat
perkutut yang lain. Pemiliknya banyak rezeki, keluarganya tenang dan tentram.
 Gedong Mengo : perkutut yang manggung menyongsong terbitnya matahari, pemiliknya
banyak rezeki dan selamat.
 Mineb Gedong : perkutut juga yang manggung menyertai terbenamnya matahari, si pemilik
akan berkecukupan dan menguntungkan dalam berdagang.
 Widaksana Gasti-Gasti : waktu manggung lama, halus dan merdu, pemilik atau pemelihara
mudah mencapai cita-cita dan banyak
 Sri Mangumpel : ibu jari kakinya putih atau ada dua kuku jari yang putih, baik untuk petani,
keluarga sehat dan cita-citanya banyak terkabul.
 Wisnu Murti : warna kaki, mata dan paruhnya hitam, mempunyai pengaruh kewibawaan dan
biasanya dipelihara oleh Raja atau pemimpin.
 Wisnu Wicitra : bulunya berwarna kehitam-hitaman, untuk keselamatan dan mendatangkan
rezeki.
 Purnomo Sidhi : warna bulunya kemerah-merahan seperti permata, untuk kewibawaan dan
dihormati.
 Rupo Cahyo : warna bulu mengkilat bercahaya, membawa kedamaian dan kegembiraan.
 Candra Sabda : warna bulu dibagian pundak berwarna putih, baik untuk pemikat dan membawa
suasana gembira.
 Misti Kanya : di bagian badan atau seluruh badan berwarna putih, baik untuk Raja/pemimpin
karena membawa keselamatan.
 Sangga Bhuana : di punggungnya ada sehelai bulu berwarna putih, akan mendatangkan rezeki (
Asalkan jangan ada bulu ekor yang tidak sejalan dengan yang lain, misalnya tidak
lurus/abnormal ).
 Kusuma Wicitra : warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan, mendatangkan rezeki dan cita-
citanya mudah tercapai.
 Mercuci : matanya berwarna kuning dan sipit/wayang bambangan, pemiliknya diakrabi orang
dan banyak rezeki.
 Mercu Jiwa : matanya berwarna kuning, bulu sekitar pantat juga kuning, yang mempunyai
pengaruh sangat besar, baik dipelihara Raja/pemimpin.
 Pendawa Mijil : bulu ekornya berjumlah 15 lembar, mendatangkan kewibawaan bagi
pemiliknya.
 Udan Mas : ada semacam kalung dileher, bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan,
mendatangkan keselamatan dan kegembiraan serta rezeki.
 Muncis : bentuk badanya kecil memanjang, baik untuk dipelihara oleh Raja atau Pemimpin.
 Satria Kinayungan : ditengah kepalanya berbulu warna putih, berpengaruh menaikkan derajat
atau pangkat.

Ciri Mathi yang buruk dan tidak baik untuk dimiliki/dipelihara :

 Durga Nguwuh : biasanya manggung pada tengah malam, bila dipelihara akan banyak
mendatangkan halangan misalnya ; sering sakit, rumah tangganya kacau atau sering
kekurangan.
 Durga Ngerik : siang malam terus-terusan manggung, akan menjauhkan rezeki dan keluarga
sering cekcok.
 Wisnu Tinundang : bulunya kehitam-hitaman tidak merata, bagi pemiliknya akan sulit
mencapai cita-citanya.
 Brahma Suku : bulunya berwarna kemerah-merahan, sering mengundang penyakit.
 Brahma Kukup : bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya, bisa
mendatangkan sial bagi pemiliknya.
 Brahma Labuh Geni : bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, akan mendatangkan
halangan dan jauh dari rezeki.
 Buntel Mayit : masing-masing sayapnya ada bulunya putih, akan mendatangkan mala petaka.
 Lembu Rawan : bulunya " brumbung " tidak tumbuh dengan baik, bisa mendatangkan
penyakit/kesukaran dan jauh dari rezeki.
 Kelabang Kapipit : pada sayap bagian dalam bila direntangkan terdapat bulu berwarna putih,
bisa mendatangkan sengketa rumah tangga.
Katurangga berasal dari kata KATUR (menyampaikan) dan ANGGA (badan). Jadi KATURANGGA
adalah pengetahuan yang menyampaikan pengertian bentuk bentuk badan burung perkutut.

Bagi penggemar burung perkutut tempo dulu, katuranggan sangat memegang peranan utama (selain
bunyi suaranya) dalam memilih burung perkutut bakalan untuk dijadikan burung kesayanganya.

Berbicara mengenai PERKUTUT KATURANGGAN biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang
diyakini mempunyai Yoni / kekuatan gaib.

Menurut kepercayaan orang dahulu (sejak beratus ratus tahun yang silam) terutama pada tradisi
masyarakat Jawa, Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib, dimana mereka masih
percaya bahwa dengan memelihara burung tersebut bisa mendapatkan rezeki yang jauh lebih baik,
kebahagiaan, ketentraman dll.

Menikmati anggungan / suara burung perkutut yang sangat indah ini, sudah dimulai sejak zaman
majapahit dan burung ini pada waktu itu hanya boleh dipelihara oleh kalangan ningrat saja. Yang
kemudian dikembangkan pada saat keraton Ngayogjakarta Hadiningrat (sekarang keraton Jogjakarta)
dibawah pimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono VII (sekitar tahun 1877-1921).

Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke lima dari kelengkapan seorang Pria Sejati dalam tradisi
masyarakat jawa pada umumnya dan khususnya dalam tradisi yang berlatar kebudayaan keraton, yaitu :
1). Wisma (Rumah) 2). Garwo (Istri) 3). Curigo (Keris) 4). Turonggo (Kuda) dan 5). Kukila (Burung
Perkutut).

Perkutut merupakan salah satu alat pencipta kepuasan atau alat kenikmatan tersendiri bagi pemiliknya.
Suaranya mampu memberikan suasana tenang, teduh, santai dan kebahagiaan seolah olah kita dapat
berhubungan langsung dengan alam semesta secara langsung.

Perkutut Katuranggan dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya
berdasarkan KATURANGGAN dan atau CIRI MATHI.

Untuk mengetahui baik ataupun tidaknya seekor burung perkutut, dapat dilihat berdasarkan
KATURANGGAN dan atau CIRI MATHI berupa CIRI FISIK (seperti bentuk tubuh, warna bulu,
paruh, kaki dan juga sifat atau perilaku pada saat manggung yang dapat dijelaskan antara lain sebagai
berikut :

1. Perkutut Songgo Ratu: perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di
zaman Majapahit yang dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di
Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi
nama Perkutut Songgo Ratu.. Ciri-cirinya di kepala ada jambul semacam mahkota berwarna
putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran. Hidupnya hanya di tempat yang
sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat sekali menahan lapar dan haus
sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya.
Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan
berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam.
Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang
berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa
untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi
bagi pemiliknya.
2. Perkutut Lurah: dilihat dari corak warna perkutut, sepintas dapat dilihat persamaan tersamar
dengan ular, dimana keduanya mempunyai lurik yang hampir sama. Perkutut mempunyai bulu
dada yang warnanya lebih terang, bahkan keputih-putihan, begitu juga dengan ular. Perkutut
Lurah ini tinggal dihutan makannya juga disuapi atau dibawakan makanan oleh perkutut yang
lain yang menjadi anak buahnya. Biasanya perkutut ini dipelihara oleh atasan atau pemimpin
yang mempunyai kedudukan, karena perkutut ini mempunyai yoni kewibawaan yang luar biasa
dan mendatangkan rezeki yang berlimpah.
3. Perkutut Putih: perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab
selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi pemiliknya.
Warna bulunya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis
hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau
pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara
sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi
perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa
darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih.
4. Perkutut Hitam atau Kol Buntet: seluruh bulunya hitam legam yang dianggap sebagai
rajanya perkutut, dan kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.

Disamping itu masih ada lagi jenis PERKUTUT KATURANGGAN antara lain: Pendowo Mijil
(ekornya 15 lembar), Tepung Tumpeng / Tembus / Daringan Kebak, Perkutut Udan Mas (Coklat Muda
/ krem), Mercu Jiwo (matanya merah dan kuning), Rondo Semoyo dan masih banyak lagi yang lainya.

Jadi kalau kita mempunyai seekor burung PERKUTUT KATURANGGAN tepung tumpeng, matanya
merah / kuning dan ekornya 15 lembar, maka sudah pasti itu perkutut bagus, langka dan harganyapun
pasti mahal.