Anda di halaman 1dari 4

Anmal KPOVP 14B

2.c. Apa makna dan bagaimana mekanisme dari discomfort in face and forehead?Caca aul
pop
Maknanya adalah menunjukan daerah sinus yang terkena peradangan, mekanisme inflamasi
mukosa hidungpembengkakan (udem) dan eksudasiobstruksi (blokade) ostium
sinusgangguan ventilasi dan drainase,resorpsi oksigen dalam rongga sinus hipoksia
(oksigen menurun,pH menurun,tekanan negatif)permeabilitas kapiler meningkat
transudasi,peningkatan eksudasi serous,penurunan fungsi silia retensi sekresi di sinus atau
pertumbuhan kuman.

2.d. Apa saja kemungkinan differential diagnosis dari keluhan pada kasus? aul pop gaby
1. Kelainan septum
2. Polip Hidung
3. Sinusitis
4. Rhinitis

3.a. bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik tersebut? Pop gaby rifky
Normal Interpretasi
Blood 110/70mmHg
Pressure Normal

Respiratory 12 – 30 x/menit 24x/minNormal


Rate
Pulse Normal: 60-100 x/menit 105x/minTakikardi
Bradikardia: <60 x/menit
Takikardia: >100 x/menit
Core 36,5 – 37,5 ºC 39 ºCDemam
Temperature
4.h. apa indikasi dari pemeriksaan-pemeriksaan ENT Examintation? Caca aul pop

4.i. bagaimana mekanisme dari bengkak dan hiperemis pada mukosa nasal kiri dan kanan
hidung? Aul pop gaby
Organ-organ yang membentuk kompleks ostiomeatal (KOM) letaknya berdekatan dan bila
terjadi edema, mukosa yang berdekatan akan saling bertemu sehingga silia tidak dapat
bergerak dan ostium tersumbat. Akibatnya terjadi tekanan negatif didalam rongga sinus yang
menyebabkan terjadinya transudasi, mula-mula serous. Kondisi ini bisa dianggap sebagai
rinositis non-bakterial dan biasanya sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan.

Bila kondisi ini menetap, sekret yang terkumpul dalam sinus merupakan media yang baik
untuk tumbuhnya dan multipikasi bakteri. Sekret menjadi purulen. Keadaan ini disebut
sebagai rinosinusitis akut bakterial dan memerlukan terapi antibiotik. Jika terapi tidak
berhasil (misalnya karena ada faktor predisposisi), inflamasi berlanjut, terjadi hipoksia dan
bakteri anaerob berkembang. Mukosa makin membengkak dan ini merupakan rantai siklus
yang terus berputar sampai akhirnya perubahan mukosa menjadi kronik yaitu hipertrofi,
polipoid atau pembengkakan polip dan kista.

4.j. bagaimana gambaran tonsil yang normal? Pop gaby rifky


5.c. Bagaimana prinsip pemeriksaan CRP?Caca aul pop
Protein C-reaktif (C-reactive protein = CRP ) adalah suatu globulin yang
disintesis oleh sel hepatosit dan disekresi ke dalam darah. Kadar CRP akan meningkat bila
terjadi respons inflamasi lokal atau sistemis, dan lebih spesifik pada penyakit infeksi.

Prinsip dari pemeriksaan CRP adalah antigen CRP di dalam darah akan bereaksi secara
imunologis dengan antibodi anti-CRP di dalam partikel lateks sehingga akan terjadi
aglutinasi. Reaksi aglutinasi menunjukkan adanya antigen CRP di dalam darah yang
diperiksa dan secara klinis menunjukkan kemungkinan adanya reaksi peradangan.

a. Apa algoritma penegakan diagnosis pada kasus? aul pop gaby

b. Apa diagnosis banding? Pop gaby rifky


a. Kelainan septum
b. Polip Hidung
c. Sinusitis
d. Rhinitis
l. Apa komplikasi penyakit ini? Caca aul pop
a. Komplikasi Orbita
Edema palpebral, abses subperiosteal, abses orbita dan tombosis sinus kavernous.
c. Komplikasi intracranial
Meningitis, abses ekstradural atau subdural, abses otak, atau thrombosis sinus
kavernous.

m. Bagaimana prognosis penyakit ini? Aul pop gaby


Sekitar 40% dari kasus sinusitis akut sembuh secara spontan tanpa antibiotik.
Penyembuhan spontan untuk sinusitis virus adalah 98%. Pasien dengan sinusitis akut, ketika
diobati dengan antibiotik yang tepat, biasanya menunjukkan perbaikan segera. Tingkat
kekambuhan setelah pengobatan yang berhasil adalah kurang dari 5%. Jika tidak ada respons
dalam 48 jam atau gejala memburuk, evaluasi ulang pasien. Rinosinusitis yang tidak diobati
dapat menyebabkan komplikasi.
n. Apa kajian, informasi, dan edukasi penyakit ini? Pop gaby rifky

1. Pasien dan atau keluarga perlu mendapatkan penjelasan yang adekuat


mengenai penyakit yang dideritanya, termasuk faktor risiko yang diduga
mendasari.
2. Dokter bersama pasien dapat mendiskusikan hal-hal yang dapat membantu
mempercepat kesembuhan, misalnya:

 Pada pasien perokok, sebaiknya merokok dihentikan. Dokter dapat


membantu pasien berhenti merokok dengan melakukan konseling (dengan
metode 5A) atau anjuran (metode pengurangan, penundaan, atau cold
turkey, sesuai preferensi pasien).
 Bila terdapat pajanan polutan sehari-hari, dokter dapat membantu
memberikan anjuran untuk meminimalkannya, misalnya dengan pasien
menggunakan masker atau ijin kerja selama simtom masih ada.
 Pasien dianjurkan untuk cukup beristirahat dan menjaga hidrasi.
 Pasien dianjurkan untuk membilas atau mencuci hidung secara teratur
dengan larutan garam isotonis (salin).