Anda di halaman 1dari 12

TUGAS UAS PRAKTIK DENTAL ASSISTANT II

“PERANAN DENTAL ASISTEN DI KLINIK GIGI”

Disusun Oleh :
Nama : Amanina Filzah Zubaidi
NIM : P1337425217001

D – IV Terapis Gigi dan Mulut

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


SEMARANG TAHUN 2019
PERANAN DENTAL ASISTEN DALAM KLINIK GIGI

A. Pengertian Dental Asisten

Dental Assistant adalah seseorang yang bekerja di klinik gigi di bawah pengawasan dokter gigi
dan bertanggung jawab pada ruang lingkup yang luas di dalam klinik gigi, administrasi dan
fungsi laboratoris. Fungsi dental asisten fleksibel dan variasi pada klinik gigi dan membutuhkan
kemampuan klinikal, administrasi, interpersonal, teknologikal.

Dental asisten adalah seorang profesional yang membantu dokter gigi selama pemeriksaan dan
pengobatan pasien. Dental asisten bertugas sebagai asisten yang membantu dokter gigi dalam
mengambil alat, menyiapkan bahan, mengontrol saliva, membersihkan mulut, serta mengatur
cahaya lampu selama satu prosedur perawatan sedang di lakukan.

B. Tujuan seorang Dental Asisten

Tujuan dilakukannya pendampingan atau diadakannya dental asisten yaitu sebagai berikut :

- Mempersiapkan agar pasien berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk dilakukan
tindakan.
- Memperlancar proses tindakan.
- Memberikan rasa nyaman kepada pasien saat proses perawatan tindakan berlangsung.
- Terorganisirnya persiapan dan pemakaian alat, bahan dan perelengkapan yang
diperlukan.

C. Ruang Lingkup Dental Asisten

Dental asisten sangat meningkatkan efisiensi dokter gigi dalam penyampaian pelayanan
kesehatan yang berkualitas mulut dan anggota berharga dari tim perawatan gigi.

Tugas seorang asisten dokter gigi adalah yang paling komprehensif dan bervariasi di klinik gigi.
Asisten gigi melakukan banyak tugas yang membutuhkan keterampilan baik interpersonal dan
teknis
Ruang lingkup kerja seorang Dental Assistant adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan berbagai hal untuk perawatan pasien, antara lain :


- Membuat pasien merasa senyaman mungkin di kursi gigi
- Menyiapkan segala sesuatu untuk perawatan
- Menyiapkan rekam medis
- Memberikan hand instruments dan bahan-bahan gigi kepada dokter gigi
- Menjaga mulut pasien tetap kering misalnya menggunakan penghisap saliva
- Mensterilkan alat perawatan
- Memberikan instruksi kepada pasien setelah perawatan
- Menyiapkan dan mengaduk bahan tambalan
- Mengambil dan memproses X-Ray
- Mengambil benang jahitan dari jaringan
- Mengoleskan anastesi ke gusi atau gigi
- Memasang rubber dam pada gigi dan lain-lain.

2. Melakukan tugas-tugas kantor, antara lain :


- Menjadwal dan konfirmasi perjanjian dengan pasien
- Menerima pasien
- Memelihara rekam medis pasien
- Mengirim tagihan biaya perawatan dan menerima pembayaran perawatan
- Memesan persediaan bahan-bahan dan material
3. Melakukan tugas laboratorium, antara lain :
membuat cetakan gips gigi dan mulut dari alat cetak, membersihkan dan memoles alat-
alat gigi lepasan, membuat mahkota gigi sementara

4. Melakukan tugas interpersonal, antara lain :


mencatat dental record pasien atau kartu status kesehatan pasien dan melaporkan ke
dokter gigi untuk mengatur manajemen pasien sebelum, selama dan sesudah
perawatan
D. Tindakan yang bisa dilakukan oleh Dental Asisten

Tindakan yang bisa di lakukan oleh dental asistensi adalah :

1. Pendampingan

Pendampingan dalam ilmu kedokteran gigi adalah perawatan/tindakan yang dilakukan oleh
operator dan asisten secara bersamaan dalam suatu team work dalam rangka
menghasilkan perawatan / tindakan kesehatan gigi yang berkualitas, efektif dan efisien.

Tujuan dilakukan pendampingan :

a. Mempersiapkan agar pasien berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk


dilakukantindakan

b. Memperlancar proses tindakan

c. Memberikan rasa nyaman kepada pasien pada saat proses perawatan/tindakan


berlangsung

d. Mengamankan pasien dari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi akibat


tindakan perawatan, dari yang ringan sampai denan yang berat

e. Mengurangi rasa tegang/ketegangan tubuh yang terjadi antara dokter gigi dan
perawat gigi pada saat melaksanakan tindakan

f. Terorganisirnya persiapan dan pemakaian alat, bahan dan perlengkapan yang


diperlukan
2. Kegawatdaruratan

Kegawatdaruratan adalah suatu kejadian mendadak, tidak terduga serta tidak diharapkan,
tetapi memerlukan penanganan segera secara cepat, tepat dan terarah

E. Dasar Kompetensi Asisten

Dasar kompetensi asisten meliputi :

1. Prosedur sebelum perawatan


a. Sebelum penerimaan pasien
Seorang asisten perlu mempersiapkan ruangan serta peralatan yang akan digunakan
untuk perawatan sebelum pasien datang. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah :
- Menyalakan lampu ruangan dan kompresor
- Menyalakan semua tombol pada dental unit
- Membersihkan perlengkapan dengan lap basah dan dilanjutkan dengan lap kering
- Dekontaminasi permukaan meja, kursi, peralatan di dental unit
- Mengaktifkan dan mengfungsikan air pada water syringe, handpiece dan saliva ejector.
- Meminyaki handpiece.
- Melakukan cek lampu dental unit
- Melakukan cek fungsi kursi operator, pasien dan asisten
- Dekontaminasi ruangan.
b. Pengelolaan pasien
Dalam mengelola pasien, asisten harus mampu menempatkan diri selain sebagai
asisten juga sebagai resepsionis yang mumpuni, teknik-teknik yang harus dikuasai
meliputi :
1. Berkomunikasi yang efektif pada waktu menerima dan menangani pasien
2. Mencatat data pasien secara baik
3. Mengatur sistem perjanjian dan penjadwalan pasien
4. Memelihara hubungan baik dengan pasien / klien.

c. Mendudukkan pasien
Untuk mempersilahkan dan mendudukkan pasien di dental chair, langkah-langkah yang
perlu diperlihatkan adalah sebagai berikut:
Menyiapkan dental chair dalam posisi 60⁰ dan kedudukan terendah.
- Menaikkan tangan dental chair
- Mempersilahkan pasien duduk
- Mengembalikan tangan dental chair ke posisi semula
- Meletakkan napkin pada dada pasien
- Menaikkan dental chair ke posisi kerja
- Mengkondisikan pasien dalam posisi berbaring dan rongga mulut setinggi siku operator.
- Kepala pasien pada posisi jam 12.00 dan sejajar lantai
- Mempersilahkan operator untuk bekerja.

-
2. Prosedur selama perawatan
Selama proses perawatan yang perlu diperhatikan seorang asisten adalah cara
memegang alat (pen grasp, inverted pen grasp, palm grasp, dan palm & thumb grasp)
serta ketika dilakukan transfer alat.

3. Prosedur sesudah perawatan


Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang asisten sesudah perawatan/tindakan
adalah :
- Mengembalikan pasien ke posisi duduk
- Membersihkan daerah mulut pasien
- Membebaskan jalan keluar pasien dengan cara mengangkat tangan dental chair,
memindahkan baki instrument, melepaskan napkin/celemek dan mempersilahkan
pasien meninggalkan dental chair.

F. Keterampilan yang harus dimiliki seorang Dental Asisten


1. Aktif Belajar
Memahami implikasi dari informasi baru untuk dasar pengambilan keputusan dan
penyelesaian masalah sekarang maupun masa datang.
2. Berpikir Kritis
Menggunakan logika dan penalaran untuk mengindentifikasi kekuatan dan
kelemahan dari solusi alternatif, kesimpulan, ataupun pendekatan permasalahan
yang ditangani
3. Pemahaman Membaca
Memahami kalimat dan paragraf yang ditulis dalam dokumen kerja.
4. Orientasi Melayani
Secara aktif mencari cara yang tepat untuk membantu orang lain.
5. Berbicara
Berbicara pada orang lain untuk menyampaikan informasi secara efektif

G. Peran Dental Asisten di Klinik Gigi

Peranan dental asisten di dalam klinik gigi diantaranya yaitu :

1. Manajemen
a. Administrasi dan Manajemen
- Kemampuan merencanakan pengelolaan rencana kerja harian, bulanan dan tahunan
serta pencatatan kegiatan dan keluarannya.
- Kemampuan melaksanakan pekerjaan perkantoran, administrasi dan tugas-tugas
akuntansi yang diharapkan secara teliti dan efisien dengan menggunakan komputer
atau peralatan lainnya.
- Kemampuan membuat dokumen secara teliti dan memelihara kerahasiaannya.
- Kemampuan mengontrol persediaan peralatan dan bahan-bahan dan mencatat
persediaan obat.
- Kemampuan memelihara kebersihan dan pengaturan klinik.
- Tanggung jawab dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut.
- Kemampuan mengelola pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut.
b. Komunikasi
- Kemampuan menunjukkan komunikasi dan hubungan antar manusia yang efektif dan
dengan pasien dan tim kesehatan gigi baik secara perorangan dan dalam tim.
- Kemampuan melaksanakan komunikasi yang efektif dan proses pendidikan kesehatan
gigi dan mulut termasuk saran pre/post operation (chair side talk ).
- Kemampuan menilai kebersihan mulut dan memotivasi pasien untuk berperilaku yang
menunjang kesehatan gigi dan mulut.
- Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan saluran-saluran komunikasi formal
maupun informal.
- Kemampuan berkomunikasi dalam taraf international.
- Kemampuan melakukan informasi concern dengan pasien.
- Kemampuan melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien.
c. Kerjasama Tim
- Kemampuan mengembangkan proses kepemimpinannya yang diperlukan untuk
menciptakan kerjasama yang baik dalam tim.
- Kemampuan berkerjasama dalam tim kesehatan lainnya dalam membuat keputusan
baik individu maupun tim.
- Kemampuan menjalin dan memelihara hubungan kerjasama dengan para sejawat
anggota tim kesehatan lain.
- Kemampuan mendorong peran anggota tim pemeliharaan kesehatan dalam
memberikan pelayanan kesehatan.

2. Pengawasan Penularan Penyakit (Cross Infection Control)


- Kemampuan berbuat untuk setiap saat mempertinggi keamanan perorangan dan
kelompok.
- Kemampuan menerapkan secara berhati-hati dan efektif penggunaan peralatan
sterilisasi (autoclave, dry heat,dsb)
- Kemampuan menggunakan secara tepat zat desinfektan dan dekontaminasi.
- Kemampuan membersihkan, mensterilkan dan memelihara fasilitas dan instrument
kesehatan gigi yang steril.
- Kemampuan menunjukkan dan menerapkan sterilisasi secara aman dan prosedur,
pengawasan penularan penyakit dalam klinik dalam perawatan rutin pasien.
- Kemampuan untuk melindungi diri terhadap penularan penyakit.
- Kemampuan membuang sampah termasuk benda-benda tajam dan berbahaya dengan
cara aman.

3. Pemeliharaan dan Penggunaan Peralatan


- Kemampuan mengawasi persediaan peralatan dan inventaris.
- Kemampuan memelihara dan merawat berbagai macam peralatan dan mampu
mengasah berbagai instrument secara benar dan menerapkan secara efisien cara-cara
pengasahan.
- Kemampuan mempersiapkan dan menggunakan alat-alat kedokteran elektrik, alat
berputar (hand piece, contra angle) secara hati-hati dan efektif.
Peran lain dari seorang Dental Asisten adalah melakukan upaya pencegahan penyakit gigi atau
tindakan Preventif Dentistry. Menurut PMK NO. 20 TAHUN 2016 Upaya pencegahan penyakit
gigi meliputi :

a. Bimbingan pemeliharaankesehatan gigi dan mulut untuk individu kelompok dan


masyarakat
b. Penilaian faktor resiko penyakit gigi dan mulut
c. Pembersihan karang gigi
d. Penggunaan bahan/material untuk pencegahan karies gigi melalui:
1. Pengisian pit dan fissure gigi dengan bahan fissure sealant
2. Penambalan Atraumatic Restorative Treatment/ART; dan/atau
3. Aplikasi fluor
e. Skrining kesehatan gigi dan mulut, dan
f. Pencabutan gigisulung persistensi atau goyang derajat 3 dan 4 dengan lokal anastesi.

Sedangkan, peranan Dental Asisten dalam tindakan Preventif Dentristry sangat berpengaruh,
mengingat bahwa preventif dentristry adalah suatu tindakan pencegahan.

Berikut peranan dental asisten dalam tindakan preventif dentristry:

a. Pemeriksaan plak
b. Mengajarkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar serta waktu yangtepat dalam
menyikat gigi
c. Pembersihan karang gigi
d. Pencegahan karies gigi dengan tindakan aplikasi fluor dengan teknikkumur-kumur dan
pengolesan pada gigi
e. Penumpatan pit dan fissure gigi dengan bahan fissure sealant
f. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pasien umum rawat inap.

Peran dental asisten dalam tindakan pencegahan sangat penting, mengingat bahwa tindakan
pencegahan yaitu suatu tindakan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya
hal-hal yang tidak diinginkan dimasa mendatang. Karena tujuan dari tindakan preventif ini
adalah mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan.

Untuk itu seorang Dental Asisten harus benar-benar menguasi perannya dalam tindakan
preventif dentristry supaya hasil dari tindakan ini maksimal dan penderita tidak mengalami
masalah dimasa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA

1. Ehrlich, A. Dan Torres, 1992, Essentials of Dental Assisting


2. Finkbeiner, B.L., 2010, Four-Handed Dentistry, Part 1: An Overview Concept, J Crest
Oral B.
3. Wolfson, E, 1974, Four Handed Dentistry,CV. Mosby Co., Toronto

Anda mungkin juga menyukai