Anda di halaman 1dari 2

KATA SAMBUTAN

KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN OKU


PADA PERTEMUAN SOSIALISASI UJI KOMPETENSI JABATAN FUNGSIONAL
KESEHATAN

Assalamua’laikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Auzubillahi minasysyaithaanir rajiim, bismillaahi rahmaanir rahim;
Alhamdulillahi rabbil’aalamin;
Wabihi Nasta’inu ‘Ala umuriddunya Waddiin;
Wash sholatu wassalamu ‘ala ashrofil Anbiyai wal Mursalin;
Wa’ala alihi waash habihi ajma’in;

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman, islam dan kesehatan
kepada kita sehingga kita dapat berkumpul bersama pada pertemuan kali ini. Sholawat dan
salam tak lupa selalu kita curahkan kepada Muhammad SAW. Beserta keluarga, shahabat,
dan para pengikutnya sampai akhir jaman.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada para peserta/teman-teman kepegawaian
dinas kesehatan dan RSUD Ibnu Soetowo, Kepala TU dan pengelola SDMK UPTD
puskesmas Se-Kabupaten Ogan Komering Ulu yang telah meyempatkan waktunya dari
banyak kesibukan pada hari ini untuk hadir pada acara Pertemuan Sosialisasi Uji Kompetensi
bagi Tenaga Kesehatan.
Selain itu, saya ucapkan selamat datang pada Narasumber dari Dinas Kesehatan
Propinsi Sumatera Selatan dan Narasumber dari BPSDM Kabupaten OKU, terima kasih pula
kepada panitia yang telah mengamanahkan kepada saya untuk memberikan kata sambutan
sekaligus membuka pertemuan pada hari ini.
Dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan asional sangat
tergantung pada kemampuan dan kesempurnaan Pegawai Negeri Sipil. Kemampuan dan
kesempurnaan Pegawai Negeri Sipil dapat terwujud dengan kepemilikan kompetensi dan
peningkatan profesionalisme sehingga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat
secara profesional, jujur, adil dan merata.
Berdasarkan Pasal 69 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 20l4 tentang
Aparatur Sipil Negara antara lain dinyatakan bahwa pengembangan karier Pegawai Negeri
Sipil dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja, dan kebutuhan
Instansi Pemerintah, yang meliputi:
1. Kompetensi teknis yang diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis
fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis;
2. Kompetensi manajerial yang diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau
manajemen, dan pengalaman kepemimpinan; dan
3. Kompetensi sosial kultural yang diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan
masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan
kebangsaan.
Kompetensi merupakan kemampuan kerja setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang mutlak diperlukan dalam
melaksanakan tugas-tugas jabatannya. Perlunya uji kompetensi jabatan fungsional adalah
didasarkan pada suatu kenyataan bahwa lingkup pekerjaan Jabatan Fungsional tersebut
memiliki cakupan pekerjaan yang cukup luas, membutuhkan penguasaan pengetahuan
standar teoritis di bidangnya, serta memerlukan penguasaan khusus secara substansial
menurut tingkat keahlian pada bidang tertentu. Di samping itu tuntutan perkembangan jenis
pekerjaan atau bidang garapan profesi fungsional di masa mendatang akan menuntut
ketajaman pemikiran yang terspesialisasikan menurut bidang kompetensi masing-masing
secara profesional. Sehingga dengan demikian untuk dapat diketahui keterukuran
kemampuan pada setiap jenjangnya maka perlu adanya uji kompetensi.
Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu di dilakukan sosialisasi uji kompetensi
jabatan fungsional kesehatan. Demikian sepatah dua patah sambutan dari saya, semoga
pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi kita semua. Dan dengan
membaca “Basmallah”, saya buka pertemuan Sosialisasi Uji Kompetensi bagi Tenaga
Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU.
Akhir kata, saya tutup dengan wabillahitaufik wal hidayah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Baturaja, Mei 2018

KEPALA DINAS KESEHATAN


KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

SUHARMASTO. SKM. M,Epid


Pembina Utama Muda
NIP. 19590414 198111 1001