Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN ( SAP )

PENYULUHAN KESEHATAN

Cabang Ilmu : Keperawatan Jiwa


Topik : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
Hari/ tanggal : senin,28 juli 2019
Waktu : 14:00 Wita
Tempat : Rumah Tn “M”.
Sasaran : Klien dan Keluarga
Pemateri : Asih kinanti & ditaputri

A. Tujuan

1. Tujuan umum

Peserta penyuluhan diharapkan dapat memahami dan mengetahui

halusinasi serta cara mengontrol halusinasi

2. Tujuan khusus

a. Keluarga mengenal masalah klien

b. Keluarga mampu mengambil keputusan tindakan yang tepat

c. Keluarga mampu merawat klien dengan masalah halusinasi

d. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang kondusif

e. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

B. Strategi Penyuluhan

Strategi yang digunakan dalam penyampaian penyulahan ini dengan metode

penyampaian penyuluhan berupa :

1. Ceramah

2. Tanya Jawab

C. Media

Media yang digunakan dalam penyampaian penyuluhan adalah leaflet, power

point/projecto atau Poster dan materi SAP

D. Materi

Terlampir
E. Rencana Penyuluhan

No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Peserta

1 2 menit Pembukaan :

Memberi salam Menjawab salam

Menjelaskan tujuan pembelajaran. Mendengarkan

Menyebutkan materi/poko bahasan dan

yang akan disampaikan. memperhatikan

2 15 menit Pelaksanaan : Menyimak dam

Menjelasakan materi penyuluhan memperhatikan

secara berurutan dan teratur.

Materi :

1. Pengertian ganguan persepsi

sensori : halusinasi pendengaran.

2. Tanda dan gejala ganguan persepsi

sensori : halusinasi pendengaran,

3. Penyebab ganguan persepsi sensori

: halusinasi pendengaran.

4. Akibat ganguan persepsi sensori :

halusinasi pendengaran

5. Cara merawat ganguan persepsi

sensori : halusinasi pendengaran

3 10 menit Evaluasi : Bertanya da

Mememinta keluarga klien untuk menjawab

menjelaskan atau menyebutkan pertanyaan

kembali tentang materi yang telah

dijelaskan antara lain sebagai berikut:

1. Pengertian ganguan persepsi sensori

: halusinasi pendengaran.
2. Tanda dan gejala ganguan persepsi

sensori : halusinasi pendengaran,

3. Penyebab ganguan persepsi sensori :

halusinasi pendengaran.

4. Akibat ganguan persepsi sensori :

halusinasi pendengaran.

5. Cara merawat ganguan persepsi

sensori : halusinasi pendengaran

4 3 menit Penutupan : Menjawan salam

Mengucapkan terima kasih dan

berpamitan.

F. Evaluasi

a. Proses :

Peserta mengikuti ceramah dan bertanya

Peserta mengobservasi/mengikuti dengan saksama, demonstrasi

Peserta melakukan re-demonstrasi.

b. Akhir :
Peserta dapat megikuti penyuluhan dari awal hingga akhir
sebanyak 100 %
Peserta dapat mendemonstrasikan hal-hal yang berhubungan
dengan cara mengontrol halusinasi.
PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN
“GANGGUAN HALUSINASI PENDENGARAN ”

A. Latar Belakang

Perubahan persepsi adalah ketidakmampuan manusia dalam

membedakan antara rangsangan yang timbul dari sumber internal (pikiran,

perasaan) dan stimulus eksternal (Dermawan dan Rusdi, 2013).

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan

rangsangan internal dan rangsangan eksternal. Klien memberi pendapat

tentang lingkungan tanpa ada objek atau rangsangan yang nyata, misalnya

klien mengatakan mendengar suara padahal tidak ada orang yang berbicara

(Kusumawati, 2010)

Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang

tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak

mendengarnya (Dermawan dan Rusdi, 2013)

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Peserta penyuluhan diharapkan dapat memahami dan

mengetahui halusinasi serta cara mengontrol halusinasi

2. Tujuan khusus

a. Keluarga mengenal masalah klien

b. Keluarga mampu mengambil keputusan tindakan yang tepat

c. Keluarga mampu merawat klien dengan masalah halusinasi

d. Keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang kondusif

e. Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

C. Sasaran

Klien dan Keluarga yg berada di RW 04 RT 01Lingkungan Borong

Raukang Kelurahan Samata

D. Strategi Pelaksanaan

1. Metode : Demonstrasi, Ceramah dan Tanya jawab.


2. Media : Power Point atau Leaflet
3. Materi : “Halusinasi Pendegaran”
4. Hari / Tanggal :
5. Waktu :
6. Tempat :
7. Setting Tempat :

Keterangan:
Moderator Peserta

Pemateri Fasilitator

Observer

E. Susunan Acara

Waktu Acara

09.00 – 09.05 Wita Pembukaan

09.05 – 09.20 Wita Penyajian Materi

09.20 – 09.30 Wita Diskusi / Tanya Jawab dan Evaluasi

09.30 – 09.35 Penutup (Terminasi)

F. Pengorganisasian

a. Moderator

Bertanggung jawab dalam kelancaran diskusi pada penyuluhan

Memperkenalkan anggota kelompok dan pembimbing

Menyepakati bahasa yang akan digunakan selama penyuluhan

dengan audien

Menyampaikan kontrak waktu

Merangkum semua audien sesuai kontrak


Mengarahkan diskusi pada hal yang terkait pada tujuan diskusi

Menganalisis penyajian

b. Pemateri

Bertangung jawab memberikan penyuluhan

Memahami topik penyuluhan

Meexplore pengetahuan audien tentang Halusinasi

Menjelaskan dan mendemonstrasikan cara mengatasi

halusinasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audien

Memberikan reinforcement positif atas partisipasi aktif audien

c. Fasilitator

Menjalankan absensi audien dan mengawasi langsung

pengisian di awal acara.

Memperhatikan presentasi dari penyaji dan memberi kode pada

moderator jika ada ketidaksesuaian dengan dibantu oleh

observer.

Memotivasi peserta untuk aktif berperan dalam diskusi, baik

dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan.

Membagikan leaflet di akhir acara

d. Observer

Mengoreksi kesesuaian penyuluhan dengan jadwal dan target

Mengamati jalannya kegiatan penyuluhan

Memberikan laporan evaluasi penyuluhan dengan merujuk ke

SAP

e. Pembimbing

Memberikan arahan dan masukan terhadap kelancaran

penyuluhan.

Mengevaluasi laporan dari observer.


MATERI PENYULUHAN
PERUBAHAN SENSORI PERSEPSI : HALUSINASI PENDENGARAN

1. Pengertian
Halusinasi pendengaran adalah persepsi yang salah dari indra
pendengaran, tanpa sumber rangsangan eksternal, seolah-olah mendengar suara
manusia, hewan, suara mesin yang tidak ada hubungannya dengan stimulus
yang nyata.

2. Jenis halusinasi
a. Halusinasi pendengaran
Klien mendengar suara atau bunyi yang tidak ada hubungan dengan stimulus
nyata dan orang lain tidak mendengarnya.
b. Halusinasi penglihatan
Klien melihat gambaran yang jelas atau samar-samar tanpa stimulus yang
nyata dan orang lain tidak melihat gambar seperti apa yang dikatakan klien.
c. Halusinasi penciuman
Klien mencium sesuatu yang bau yang muncul dari sumber tertentu tanpa
stimulus yang nyata dan orang lain tidak menciumnya.
d. Halusinasi pengecapan
Klien merasa merasakan sesuatu yang tidak nyata biasanya merasakan rasa
makanan yang tidak enak.
e. Halusinasi perabaan
Klien merasakan sesuatu pada kulitnya tanpa stimulus yang nyata.

3. Etiologi
a. Faktor Biologis
Keturuan, cacat kengenital, penyalahgunaan obat-obatan, kerusakan fungsi
otak ketidak seimbangan neurotransmitter.
b. Faktor Psikologis
Trauma dimasa anak-anak, kehilangan kasih sayang, kekecewaan,
pengalaman yang menyakitkan, stress berat,dll.
c. Faktor Sosial Budaya
Pola asuh, kesenjangan anatra mimpi dan kenyataan, ekonomi, dan tidak
mamapu membina hubungan yang memuaskan
d. Faktor Fisik
Kelelahan yang berlebihan, tidak bisa tidur dalam waktu yang sangat lama
e. Faktor Emosional
Cemas berlebiham yamg tidak mampu diatasi
4. Akibat
a. Seseorang yang berhalusinasi dapat melaukan kekerasan (mencederai diri
sendiri, orang lain dan lingkungan).
b. Keputusasaan
c. Ketidakberdayaan Intoleransi aktivitas sehingga perawatan diri menjadi
berkurang.

5. Tanda dan gejala halusinasi


a. Bicara, senyum dan tertawa sendiri.
b. Menarik diri dan menghindar dari orang lain.
c. Tidak dapat membedakan nyata dan tidak nyata.
d. Tidak dapat memusatkan perhatian/konsentrasi.
e. Curiga, bermusuhan, merusak (diri sendiri, orang lain dan lingkungan), dan
takut.
f. Ekspresi muka tegang, mudah tersinggung.
b. Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, menghidu dan merasa
sesuatu tanpa stimulus yang nyata.

6. Cara Perawatan Pasien dengan Halusinasi di Rumah


a. FASILITASI dan AWASI penggunaan Obat Klien
b. Libatkan klien dalam berbagai kegiatan bersama anggota keluarga
c. Jangan biarkan klien sering menyendiri, ajak kumpul bersama
d. Bantu klien melakukan kegiatan seperti biasanya;
e. Jika klien senyum dan bicara sendiri, langsung sapa katakana sedang
bicara sama siapa dan ajak bincang-bincang.
f. Jangan mengkritik langsung, hindari berdebat, berikan pujian jika
berperilaku baik;
g. Bantu pasien melakukan hubungan dan kegiatan dengan masyarakat
secara bertahap.
h. Dan Paling Penting “ Jangan Memandang Penderita Tidak Dapat
Disembuh Kan lagi ” karena terbukti dengan pengobatan medis dan
perawatan serta dukungan dari keluarga dan masyarakat mereka mampu
produktif dan member manfaat bagi orang lain.

5. Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan


a. Mengantarkan pasien/keluarga ke pelayanan kesehatan terdekat
b. Menganjurkan/ motivasi paasien/ keluarga untuk berobat
c. Jangan malu untuk membimbing pasien/keluarga untuk berobat ke Rumah
Sakit atau pelayanan kesehatan terdekat.
6. Kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan
pelayanan kesehatan
a. Modifikasikan lingkungan agar penderita terhindar dari hal-hal yang dapat
melukai dan menciderai klien
b. Segera Konsultasikan Ke fasilitas Kesehatan terdekat jika ada anggota
keluarga yang mengalami perubahan perilaku
DAFTAR PUSTAKA

Dermawan, Deden dan Rusdi. 2013. Keperawatan Jiwa: Kerangka dan Konsep
Kerja Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Kusumawati, Farida dan Yudi Hartono. 2010. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta:
Salemba Medika.
Anonim _. 2013. Penyuluhan Jiwa. http://adekabang.wordpress.com. Last Update 29
Mei 2015

Anonim_. 2013. Sap Penyuluhan Halusinasi. http://nursestation.wordpress.com. Last


Update 29 Mei 2015