Anda di halaman 1dari 25

PELAKSANAAN PSETK

Tangsel, 27 Feb sd 1 Maret 2019

INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENT AND MANAGEMENT OF IRRIGATION PROGRAM


AGENDA PEMBAHASAN
01 02 03
TEKNIK
PENDAHULUAN
PENDEKATAN
METODOLOGI
PENERAPAN
PPKDI 04 TAHAPAN
PSETK

05
KERANGKA
LAPORAN
PSET

06 PEMBARUAN
PSETK

07 PEMBIAYAAN
PSETK
DASAR PELAKSANAAN PSETK
01 PSETK
Gambaran informasi atau data mengenai keadaan sosial, ekonomi, teknis, dan
kelembagaan pada suatu daerah irigasi yang dibutuhkan oleh Kelembagaan Pe
ngelola Irigasi (KPI) untuk perencanaan program pemberdayaan kelembagaan
P3A/GP3A/IP3A , Poktan/Gapoktan dalam meningkatkan kinerja pengelolaan
irigasi-pertanian partisipatif.
KEGUNAAN PSETK
Kegunaan bagi masyarakat petani (P3A/GP3A/IP3A dan
01 Poktan/Gapoktan KWT) sebagai dokumen perencanaan
pengelolaan irigasi pertanian secara berkelanjutan
Kegunaan bagi Komisi Irigasi sekurang-kurangnya adalah
02 sebagai dasar pertimbangan dalam ; koordinasi
perencanaan pengelolaan irigasi-pertanian ; pola dan
-40 rencana tata tanam ; rencana tahunan pembagian dan
pemberian air ; rekomendasi prioritas alokasi Dana
Pengelolaan Irigasi-pertanian (DPI), dll

Kegunaan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang


03 terkait dengan irigasi-pertanian sekurang-kurangnya
adalah sebagai dasar pertimbangan dalam penyusunan
RP2I
Kegunaan bagi pemangku kepentingan lainnya terkait
04 dengan irigasi-pertanian sekurang-kurangnya adalah
sebagai dasar pertimbangan dalam ; Memberikan
fasilitasibantuan sesuai kebutuhan kelembagaan petani ;
kerjasama berdasarkan kesetaraan dan kemitraan
MAKSUD DAN TUJUAN

1. Meningkatkan pemahaman Kelembagaan Pengelola Irigasi dan peng


guna lainnya terhadap pelaksanaan kegiatan PSETK dan pemahama
n terhadap prinsip-prinsip pelaksanaan kegiatan PSETK.
2. Meningkatkan kemampuan Kelembagaan Pengelola Irigasi dan peng
guna lainnya dalam persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut hasil k
egiatan PSETK.
3. Meningkatkan kemampuan Kelembagaan Pengelola Irigasi dan peng
guna lainnya dalam merumuskan program kerja pemberdayaan kele
mbagaan irigasi.
SASARAN DAN RUANG LINGKUP
SASARAN
Terselenggaranya penyusunan PSETK dalam rangka PPSI yang dapat
menyediakan data dan informasi aktual, akurat secara tepat untuk pen
yusunan rencana kerja tahunan dan jangka panjang dalam meningkatk
an kinerja program pemberdayaan kelembagaan irigasi pada satu daer
ah irigasi, baik kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten.

RUANG LINGKUP
1. Prinsip-prinsip PSETK
2. Pendekatan dan metode penyusunan PSETK
3. Tahapan kegiatan penyusunan PSETK
4. Evaluasi dan pembaruan dokumen PSETK 5. Pembiayaan Kegiat
an PSETK
PRINSIP PSETK
Partisipatif.
Sederhana
dan Hasil Sensitif
dapat gender
diterapkan.

Peningkatan PRINSIP
Kemandirian.
Kinerja.
PSETK

Akurasi,
Belajar
Validitas Dan
Bersama.
Keterwakilan.

Kerjasama Tim
PSETK MERUPAKAN INDIKATOR DLI 7
Panduan
PSETK di yang
terbaharui
Setidaknya 500
dokumen
-
PSETK terbit
2018 2020

2017 2019 2021


719 dokumen -
PSETK terbit
02 PENDEKATAN DAN METODOLOGI
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
penjajagan kebutuhan,
PENDEKATAN • perencanaan, RESPONSIF
PARTISIPATIF • pelaksanaan dan GENDER
• monitoring dan Evaluasi
(30% keterlibatan perempuan disetiap
kegiatan)

Metode Pemahaman Partisipatif Kondisi Daerah Irigasi (PPKDI) = PRA


Prinsip dasar dalam metode PPKDI adalah:
1. Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman dengan Masyarakat Petani Pemakai
Air
2. Kesamaan Konsep Triangulasi an Kepentingan dan Suasana Informal
3. Orang Luar Sebagai Fasilitator, Masyarakat Sebagai Pelaku.
4. Konsep Triangulasi
5. Mengoptimalkan Hasil, Berorientasi Praktis dan Keberlanjutan Program
03 TEKNIK PENERAPAN PPKDI
TEKNIK PENERAPAN PPKDI

Penelusuran Penelusuran Analisis mata Pembuatan Penyusunan Diskusi


alur sejarah jaringan pencaharian sketsa peta rencana Kelompok
. irigasi dan petani dan kegiatan dan
kebutuhan pemetaan . pembahasan
akan masalah
perbaikan .
04 TAHAPAN PENYUSUNAN PSETK
Ya... Kita bentuk Per Peran gender dalam
kumpulan Petani ... proses perencanaan

Apa kita hrs


terus2an
berantem
rebutan air?

Sebaiknya para petani


kumpul untuk berembug
04 TAHAPAN PENYUSUNAN PSETK

TAHAP PERSIAPAN TAHAP PELAKSANAAN TAHAP PENYUSUNAN TAHAP AKHIR


LAPORAN

• SOSIALISASI • RAPAT PERSIAPAN • ANALISIS HASIL • LEGALISASI PSETK


PEDOMAN PSETK PELAKSANAAN PSETK DAN • PENYAMPAIAN
• PELATIHAN PSETK • PENELUSURAN VERIFIKASI DATA LAPORAN PSETK
• RAPAT JARINGAN LAPANGAN
PERTYEMUAN AWAL • FGD • KONSOLIDASI HASIL
• SK TIM PENYUSUN PSETK
• RAPAT PERTEMUAN • PENYUSUNAN
DITINGKAT DI. LAPORAN PSETK
• FINALISASI
LAPORAN PSETK
TAHAP PERSIAPAN
Penanggung
Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Jawab
Kegiatan


MULAI



1 Tujuan diselenggarakannya sosialisasi Ditjen Bina
Pedoman PSETK adalah sebagai berikut : Pembangunan
(a) Menyebarluaskan pengertian PSETK Daerah
kepada seluruh pemangku kepentingan Kementerian
terhadap PPSI Dalam Negeri
(b) Menyamakan persepsi tentang PSETK
kepada seluruh pemangku kepentingan
terhadap PPSI
Peserta : BBWS , Bappeda
Provinsi/Kabupaten , Dinas PU
Provinsi/Kabupaten dan Dinas Pertanian
Provinsi/Kabupaten

2 Tujuan diselenggarakannya pelatihan PSETK Ditjen Bina
adalah dalam rangka peningkatan Pembangunan
PERSIAPAN

kemampuan para peserta pelatihan dalam Daerah


penyusunan PSETK yang handal dan Kementerian
professional. Dalam Negeri
Tujuan :
(a) Peningkatan kemampuan peserta
pelatihan dalam pemahaman dan
pengembangan kemampuan
penerapan pendekatan partisipatif.
(b) Peningkatan kemampuan peserta
pelatihan dalam pemahaman dan
pengembangan kemampuan
penyusunan PSETK dengan metode
pendekatan partisipatif potensi
berdasarkan potensi sumber daya lokal
yang tersedia pada suatu daerah irigasi.
Peserta: BBWS, Bappeda
Provinsi/Kabupaten, Dinas PU
Provinsi/Kabupaten dan Dinas Pertanian
Provinsi/Kabupaten
3 Agenda Rapat : Sosialisasi penyusunan - BBWS pada
PSETK dan Pembetukan TIM penyusun dan DI
fasilitator PSETK Kewenangan
Pada tahap ini pengelola menyiapkan Pusat
diantaranya: - Bappeda
PERSIAPAN

• Kerangka acuan kerja Provinsi pada


• Daftar peserta/undangan DI
• Daftar Hadir Kewenangan
• Jadwal dan agenda pertemuan Provinsi
• Materi yang diperlukan untuk kegiatan - Bappeda
PSETK Kabupaten
Hasil Pertemuan Rapat Berupa : pada
- Notulensi
TAHAP PELAKSANAAN
6 Agenda Pertemuan adalah Tim Penyusun
- Pemahaman dan cara pengisian form
isian PSETK
- Pemahaman teknik pengumpulan data
- Penyusunan Jadwal Pelaksanaan,
- Pembagian TIM (apabila Daerah
Irigasinya Luas)
- Analisis kebutuhan Pelaksanaan.
Peserta : TIM Penyusun/fasilitator
Hasil Pertemuan Rapat Berupa :
- Notulensi
- Berita Acara Hasil Pertemuan

7 Pada Tahapan Ini dilakukan : Tim Penyusun
- Pengumpulan data sekunder. Kegiatan ini dan Tim
merupakan tugas dari tim penyusun Fasilitator
PELAKSANAAN

- penelusuran jaringan dan pengisian data


Primer sesuai Form yang dirsediakan
dalam panduan. Kegiatan ini merupakan
tugas dan tanggung jawab tim fasilitator



8 Tujuan FGD untuk memperdalam dan Tim Penyusun
mengidentifikasi masalah-masalah di DI dan Tim
dan sekitarnya, tersusunnya gagasan Fasilitator
penanganan masalah, tersusunnya skala
prioritas penanganan masalah (seperti
perbaikan jaringan irigasi pada area dan
lokasi sepanjang jaringan mana yang
menjadi Prioritas, revitalisasi pembentukan
P3A/GP3A dsb) menurut kelompok dan
anggota masyarakat.
Keluaran : Berita Acara hasil FGD


PENYUSUNAN LAPORAN
9 Tujuan verifikasi adalah untuk menelaah Tim Penyusun
secara mendalam validitas data lapangan
yang dilakukan oleh tim penyusun, apabila
dirasa kurang maka dilakukan kembali
pengumpulan data yang validitasnya dapat
diakui
Pada tahapan ini tim penyusun
berkoordinasi dengan tim fasilitator.
PENYUSUNAN LAPORAN


10 Setelah dianalisis dan diverifikasi maka Tim Penyusun
dilakukan konsolidasi kan hasil dari masing
masing tim untuk disususn menjadi
dokumen PSETK
pada tahapan ini dibuatkan berita acara
hasil konsolidasi psetk

11 Tim penyusun membuat draft dokumen Tim Penyusun
psetk hasil konsolidasi data PSETK






12 Finalisasi laporan berupa kegiatan - BBWS pada
pertemuan pembahasan dokumen PSETK DI
antara tim penyusun dengan unsur : Kewenangan
- DI kewenangan pusat (BBWS, Bappeda Pusat
PENYUSUNAN LAPORAN

Prov/ Kab, Dinas Pertanian Prov/Kab) - Bappeda


- DI kewenangan Provinsi (Bappeda Provinsi pada
Provinsi, Dinas PU SDA Provinsi dan DI
Dinas Pertanian Prov/Kab) Kewenangan
- DI kewenangan Kabupaten ( Bappeda Provinsi
Kabupaten, Dinas PU SDA Kabupaten - Bappeda
dan Dinas Pertanian Kabupaten Kabupaten
Apabila masih kurang baik dalam isi pada
dokumen tersebut maka diperbaiki. Kewenangan
Kabupaten

TAHAP AKHIR
13 Legalisasi yang dimaksud adalah dengan - BBWS pada
ditandatangani dokumen tersebut Oleh DI
masing masing kewenangan : Kewenangan
- Kewenangan Pusat oleh Kepala BBWS Pusat
- Kewenangan Provinsi oleh Kepala - Bappeda
Bappeda Provinsi Provinsi pada
- Kewenangan Kabupaten oleh Kepala DI
Bappeda Kabupaten Kewenangan
Keluaran Berupa Dokumen Legal PSETK Provinsi
- Bappeda
Kabupaten
pada
Kewenangan
Kabupaten
TAHAP AKHIR


14 Dokumen PSETK disampaikan kepada : - BBWS pada
- Kewenangan Pusat disampaikan pada DI
Ditjen Bina Bangda, Bappeda Prov/Kab, Kewenangan
Dinas PU SDA Prov/Kab, Dinas pertanian Pusat
Prov/Kab dan P3A/GP3A/IP3A atau - Bappeda
Poktan/Gapoktan sesuai kewenangan Provinsi pada
- Kewenangan Provinsi disampaikan pada DI
Ditjen Bangda, Dinas PU SDA Prov, Dinas Kewenangan
pertanian Prov dan P3A/GP3A/IP3A atau Provinsi
Poktan/Gapoktan sesuai kewenangan - Bappeda
- Kewenangan Kabupaten disampaikan Kabupaten
pada Ditjen Bina Bangda, Dinas PU SDA, pada
Kab, Dinas pertanian Kab dan Kewenangan
P3A/GP3A/IP3A atau Poktan/Gapoktan Kabupaten
sesuai kewenangan
Keluaran: berita acara Penyerahan
Dokumen





TIM PENYUSUN PSETK
didasarkan pada kebutuhan & mewakili kelompok masyarakat

DI KEWENANGAN PUSAT DI KEWENANGAN PROVINSI DI KEWENANGAN KABUPATEN

• TIM PENYUSUN : • TIM PENYUSUN : • TIM PENYUSUN :


• KETUA, BERASAL DARI UNSUR • KETUA, BERASAL DARI UNSUR • KETUA, BERASAL DARI UNSUR
PEMERINTAH DALAM HAL INI DARI PEMERINTAH DALAM HAL INI DARI PEMERINTAH DALAM HAL INI DARI
UNSUR BBWS UNSUR BAPPEDA PROVINSI UNSUR BAPPEDA KABUPATEN
• ANGGOTA, BERASAL DARI UNSUR • ANGGOTA, BERASAL DARI UNSUR • ANGGOTA, BERASAL DARI UNSUR
PEMERINTAH PU SDA PROV/KAB PEMERINTAH DINAS PU SDA PEMERINTAH DINAS PU SDA
BAPEDDA PROV/KAB DAN DINAS PROVINSI DAN DINAS PERTANIAN KABUPATEN DAN DINAS PERTANIAN
PERTANIAN PROV/KAB PROVINSI KABUPATEN
• FASILITATOR : • FASILITATOR : • FASILITATOR :
• KOORDINATOR FASILITATOR, BERASAL • KOORDINATOR FASILITATOR, BERASAL • KOORDINATOR FASILITATOR, BERASAL
DARI UNSUR BBWS DARI UNSUR BAPPEDA PROVINSI DARI UNSUR BAPPEDA KABUPATEN
• ANGGOTA, BERASAL DARI DINAS PU • ANGGOTA, BERASAL DARI DINAS PU • ANGGOTA, BERASAL DARI DINAS PU
YANG MEMBIDANGI IRIGASI/ JURU YANG MEMBIDANGI IRIGASI/ JURU YANG MEMBIDANGI IRIGASI/ JURU
PENGAIRAN, BAPEDA DAN DINAS PENGAIRAN, DINAS PERTANIAN PENGAIRAN, DINAS PERTANIAN
PERTANIAN KABUPATEN/ PETUGAS PROVINSI/ PETUGAS PENYULUH KABUPATEN/ PETUGAS PENYULUH
PENYULUH PERTANIAN (PPL), KPL, PERTANIAN (PPL), KPL, PERTANIAN (PPL), KPL,
P3A/GP3A/IP3A ,DAN P3A/GP3A/IP3A ,DAN P3A/GP3A/IP3A ,DAN
POKTAN/GAPOKTAN, KPL DAN TPM. POKTAN/GAPOKTAN, KPL DAN TPM POKTAN/GAPOKTAN, KPL DAN TPM
05 KERANGKA LAPORAN PSETK
I. Bagian Muka BAB II. GAMBARAN UMUM DAERAH IRIGASI
COVER LAPORAN
CHECKLIST LAPORAN (contoh terlampir)
BAB III. ANALISA DAN HASIL PSETK
BERITA ACARA (contoh terlampir) BAB IV. MASALAH DAN REKOMENDASI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI BAB V. PENUTUP
DAFTAR TABEL III. Bagian Lampiran Dan Kelengkapan Dokumen
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN
II. Bagian Isi/Subtansi
Bab I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan PSETK
1.3. Keluaran Yang Diharapkan
06 PEMBAHARUAN DOKUMEN PSETK

Waktu pembaharuan PSETK sebaiknya dilakukan pada jenjang waktu tertentu


minimal 2 (dua) tahun setelah ditetapkan,

ketersediaan data data dan informasi pembaharuan data sebagai evaluasi Penambahan dan
harus sepanjang di tingkat Daerah dan informasi yang untuk validitas data penyesuaian
waktu dengan Irigasi-pertanian up to date sesuai dan informasi indikator yang
tingkat validitas yang ada bersifat dengan perjalanan terdahulu, dan terdapat pada
tinggi, dinamis waktu formulir isian
PSETK
berdasarkan hasil
evaluasi
07 PEMBIAYAAN KEGIATAN PSETK
SUMBER PEMBIAYAAN ; Loan/Grant, APBN, APBD, organisasi P3A/GP3A/IP3A,
sumber pendanaan lain atau gabungan dari keempat sumber pembiayaan
tersebut dan dikeluarkan sesuai dengan Daerah Irigasi kewenangannya.

TAHAPAN KEGIATAN YANG DIBIAYAI


Biaya untuk Pelatihan PSETK.
Biaya untuk Penyusunan PSETK.
INSTRUMEN PENILAIAN PROFIL SOSIAL EKONOMI TEKNIS DAN KELEMBAGAAN (PSETK)

PENILAIAN PSETK
PROVINSI / KABUPATEN - PROGRAM IPDMIP

Nama Kabupaten : ...............................


Nama, Kode DI, dan Luas Areal (ha) : ........... DI, .......... , …………..Ha
a. Kewenangan Kab./Kota
b. Kew. Provinsi (dalam Kab/Kota)
c. Kew. Pusat (dalam Kab/Kota)

Penilaian Dokumen PSETK dilaksanakan No. Variabel/Parameter/Indikator


Penilaian Nilai
Max Nilai Sub Total

oleh NPIU Bangda setelah dokumen I PEMBENTUKAN


1. Pembentukan Tim Penyusun PSETK
a Rapat persiapan penyusunan pembentukan Tim tidak ada ada
Max
25,00

PSETK ditandatangani
0,00 7,00 7,00
b. SK Tim ditetapkan Kepala Bappeda tidak ada ada
0,00 10,00 10,00
c. Komposisi Anggota Tim tidak lengkap lengkap
0,00 8,00 8,00

II PELAPORAN Max
1. Penyusunan Laporan 50,00
a. Penyusunan Laporan tidak ada ada
0,00 15,00 15,00
2 Isi laporan
a. Profil kemampuan sosial Ekonomi tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
b. Profil Kondisi Teknis Keirigasian tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
c. Profil kondisi teknis Pertanian tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
d. Profil kondisi kelembagaan tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
e. Identifikasi potensi Lingkungan tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
f. Identifikasi kebutuhan pelatihan tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
g. Rekapitulasi masalah tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
III. PARTI S I PATI F Max
1 Sosialisasi/Pertemuan Persiapan tidak ada ada
0,00 5,00 5,00 25,00
a. Notulensi tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
b. Daftar Hadir Rapat persiapan tidak ada ada
0,00 5,00 5,00
2 Peran Serta masyarakat Petani dalam Penyusunan
tidak ada ada
PSETK
0,00 5,00 5,00
3 Peran serta perempuan tidak ada 1-29% ≥ 30%
0,00 3,00 5,00 5,00

Total S kor Maksimal 100,00 0 100


Hasil S kor Penilaian 0 0
Kategori Hasil Penilaian: a. S kor 71 < N < 100 Baik
b. S kor 51 ≤ N ≤ 70 Cukup
c. S kor 1 < N < 50 Kurang

NAMA RES PONDEN (Perwakilan Tim PS ETK) NAMA ENUMERATOR

( __________________________) ( __________________________)

( __________________________) ( __________________________)
TERIMA KASIH