Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AKHIR MODUL 4

Nama : Puji Rahayu, S.Pd


No Peserta : 19040284010241
Kelas :A
Prodi : Teknik Elektronika

Di suatu kelas terdapat 30 siswa dengan rincian :


1. Jumlah laki-laki 20 orang, jumlah perempuan 10 orang
2. Status sosial 50% adalah anak dari pekerja buruh pabrik, 20 % PNS, dan 10 % adalah
pedagang, 20% adalah pegawai swasta/BUMN
3. Minat siswa 50% pada kegiatan olahraga, 10% pada aspek akademis, 20% pada kegiatan
seni, dan 20% pada aspek ketrampilan
4. Kemampuan siswa 40% pada batas bawah, 40% pada batas menengah, dan 20% pada batas
tinggi
5. Preferensi belajar 40% kinestetik, 30% visual, 30% auditory

Pertanyaan
1. Bagaimana cara mengelola kelas dan mengakomodasi pembelajaran dengan karakteristik
tersebut diatas (ambil 1sub tema pembelajaran/ 1 mapel)
Jawaban :

No Rincian Persentase Jumlah Siswa


1 Status Sosial 50 % Buruh 15 siswa
20 % PNS 6 siswa
10 % Pedagang 3 siswa
20% swasta/BUMN 6 siswa
2 Minat Siswa 50% kegiatan olahraga 15 siswa
10 % Aspek akademis 3 siswa
20% kegiatan seni 6 siswa
20 % aspel ketrampilan 6 siswa
3 Kemampuan siswa 40% pada batas bawah 12 siswa
40% pada batas menengah 12 siswa
20% pada batas tinggi 6 siswa
4 Preferensi belajar 40% kinestetik 12 siswa
30% visual 9 siswa
30% auditory 9 siswa
Pengelolaan kelas pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X SMK
Pada Kompetensi dasar : 3.7 Menganalisis pembuatan ebook

a. Gender
Jumlah laki-laki 20 orang, jumlah perempuan 10 orang. Siswa akan dibagi menjadi 5
kelompok dengan masing-masing anggota 6 orang komposisi per kelompok 4 laki-laki
dan 2 perempuan, untuk membentuk kelompok diskusi maka lebih efektif penyebaran
gender dengan jumlah yang sama.
b. Status sosial 50% adalah anak dari pekerja buruh pabrik, 20 % PNS, dan 10 % adalah
pedagang, 20% adalah pegawai swasta/BUMN.
Komposisi kelas menunjukkan 15 orang siswa anak pekerja buruh pabrik, 6 orang siswa
anak PNS, 3 orang siswa anak pedagang, dan 6 orang siswa anak pegawai BUMN.
Melihat dari taraf ekonomi siswa dan kebutuhan dalam mengerjakan tugas, pembagian
kelompok juga memperhatikan fasilitas pribadi yang dimiliki siswa dalam mengerjakan
tugas, seperti kepemilikan laptop, smartphone, ketersediaan akses internet. Hal ini untuk
memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas secara berkelompok di luar Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM). Dalam hal ini yang saya lakukan adalah mengidentifikasi
berapa orang yang memiliki laptop di kelas tersebut lalu saya membentuk kelompok
belajar yang variatif sehingga siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat
belajar dengan temanya yang memiliki laptop. Jadi paling tidak satu kelompok memiliki
anggota yang memiliki fasilitas pendukung seperti laptop.
c. Minat siswa 50% pada kegiatan olahraga, 10% pada aspek akademis, 20% pada kegiatan
seni, dan 20% pada aspek ketrampilan.
Karena minat siswa sebagian besar adalah olahraga, maka dalam proses pembelajaran
guru menggunakan apersepsi untuk mengembangkan kecerdasan majemuk logis
matematis dengan menggunakan pengalaman siswa tentang olahraga dalam kehidupan
sehari-hari (pendekatan kontekstual) dengan pembelajaran simulasi dan komunikasi
digital.
d. Kemampuan siswa 40% pada batas bawah, 40% pada batas menengah, dan 20% pada
batas tinggi
Ada 12 anak pada batas bawah, 12 anak pada batas menengah, dan 6 pada batas tinggi,
sehingga komposisi dapat disusun paling tidak masing-masing kelompok memiliki
anggota 1 orang siswa yang memiliki kemampuan pada batas tinggi dan minimal siswa
yang berkemampuan batas bawah serta sedang tersebar merata di setiap kelompok.
e. Preferensi belajar 40% kinestetik, 30% visual, 30% auditory
1) Visual, disediakan media pembelajaran yang memiliki konten gambar, video, dan
animasi untuk menarik perhatian supaya siswa konsentrasi pada poin penting
pembelajaran.
2) Auditorial, dalam media pembelajaran yang dibuat diberikan suara yang dapat disusun
menyesuaikan informasi yang ditampilkan untuk mendapatkan perhatian khusus.
3) Kinestetik, diskusi maupun penilaian akhir berupa latihan dan evaluasi kelompok dengan
cara bergantian dan melibatkan pergerakan fisik siswa.

2. Bagaimana mengembangkan kecerdasan majemuk dengan karakteristik diatas (ambil 1sub


tema pembelajaran/ 1 mapel)

Jawab :

Dari data tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kelas tersebut kecenderungan
perkembangan siswanya mengacu kepada kecerdasan Kinestetik hal ini dapat terlihat dari
minat siswa dan prereferensi. Untuk itu guru hendaknya dalam proses pembelajaran
membantu mengembangakan kecerdasan kinestetik ini.

Kecerdasan Kinestetik meliputi kemampuan fisik, baik itu kecepatan, kelenturan dan lain-
lainnya. Karakteristik kecerdasan ini adalah :

a. belajar dengan langsung terlibat


b. sensitive dan responsiv terhadap lingkungan dan sistem secara fisik
c. mendemonstrasikan keseimbangan, keterampilan dan ketelitian dalam tugas
fisik
d. mempunyai kemampuan untuk memperbaiki segala sesuatu dan sempurna secara
pementasan fisik.
e. Mengekspresikan ketertarikan pada karir atlit, penari, ahli bedah atau pembuat
gedung

Untuk dapat mengembangkan kecerdasan majemuk dapat dilakukan dengan :

 Lingkungan fisik : daerah ruang kela, dalam merencanakan ruang kelas, para pengajar
membuat ruangan yang bisa membuat perasaan siswa menjadi senang.
 Drama teater, permainan peran, drama kreatif, simulasi (keadaan yang meniru)
keadaan sebenarnya.
 Gerak kreatif : memahami pengetahuan jasmaniah, memperkenalkan aktifitas gerak
kreatif, menerapkan gerak kreatif keahlian dasar, menciptakan isi yang lebih terarah
dari aktivitas gerakan.
 Tari : bagian-bagian tari, rangkaian pembelajaran melalui tari
 Memainkan alat-alat : kartu-kartu tugas, teka-teki kartu tugas, menggambara alat-alat
tambahan, membuat tanda-tanda bagi ruang kelas
 Permainan ruangan kelas : binatang buruan ; permainan-permainan lantai besar,
permainan yang merespon gerak fisik secara menyeluruh, permainan yang mengulang
hal yang umum.
 Permainan fisik : Karakteristik dari seorang pengajar (tentang) fissik, pendidikan
petualang, jaring laba-laba dll
 Perjalanan ke alam bebas.

Dari data yang dipaparkan juga terdapat siswa yang kecenderungan pada kecerdasan visual
(30%). Untuk mengembangkan kecerdasan visual ini dapat dilakukan dengan cara :

 Guru sebaiknya banyak/dititikberatkan pada peragaan/ media.


 Menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan
menggunakan tampilan-tampilan visual seperti diagram, buku pelajaran bergambar
 Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting
 Mengajak membaca buku berilustrasi
 Gunakan multi media (komputer dan video)
 Mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

Sedangkan anak yang memiliki kecerdasan auditory dapat belajar lebih mudah dengan
menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang dikatakan guru. Siswa tipe ini
dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendah), kecepatan
berbicara dan hal-hal auditory lainya.

Untuk dapat mengembangkan kecerdasan auditory dapat dilakukan dengan :

 Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi


 Meminta siswa membaca lebih keras
 Gunakan musik untuk mengajarkan anak
 Diskusikan ide dengan siswa secara verbal
 Diperbolehkan merekam materi ke dalam kaset atau yang lainnya.

Dengan langkah-langkah tersebut siswa dapat diharapkan menikmati proses KBM


dan dapat membuat kesimpulan secara mandiri berdasarkan simulasi, yang telah
dilaksanakan (Concrete Random Thinkers).