Anda di halaman 1dari 2

BAB IV REAKSI-REAKSI KHUSUS SENYAWA YANG

MENGANDUNG C, H, O, N

A. Turunan Anilin

1. Asetanilid

a. 100 mg zat ditambah 2 ml HCl pekat, ditambah 3 ml larutan fenol 5% dan 5 ml larutan
NaCl jenuh, maka akan terjadi warna merah kecoklatan yang akan berupah menjadi biru
bila ditambah ammonia encer.
b. 0,5 gr zat didihkan dengan dengan 10 ml air, dinginkan dan disaring. Pada filtrate yang
jenuh tersebut ditambah air brom tetes demi tetes sambil dikocok akan timbul endapan
kuning (bedakan dengan fenaseting).
c. Sedikit zat ditambah asam borat pada pada cawan poreslin dipanaskan pada api bebas,
akan terbentuk warna kuning yang berbau manis.
d. Larutkan + 20 mg asetanilid dalam 1 ml aseton, teteskan pada obyek gelas. Tambahkan
1-2 tetes air, lihat kristal di bawah mikroskop (kristal aseton-air).
e. Sedikit zat ditambah HCl dan pereaksi dragendorf, amati di bawah mikroskop.

2. Fenasetin

a. Sedikit zat ditambah 1 ml asam nitrat pekat, didihkan, kemudian dinginkan cepat-cepat,
akan timbul kristal kuning. Atau dari larutan yang telah didinginkan diambil 1 tetes,
letakkan pada obyek gelas dan tambah 1-2 tetes air dingin. Hablur yang terjadi diperiksa
di bawah mikroskop.
b. Di lemari asam, sedikit zat ditambah 1 ml HCl pekat dipanaskan sampai mendidih + 3
menit, kemudian diencerkan dengan 10 ml air dan ditambah 1 tetes larutan kalium
bikromat 5%, akan terjadi warna violet yang cepat berubah menjadi merah tua (tidak
spesifik).
c. Sedikit zat ditambah resorsin sama banyak, ditambah 1 ml asam sulfat pekat, dipanaskan
pelan-pelan, akan terjadi warna merah-violet. Setelah dingin ditambah air sama banyak
dan larutan dibuat alkalis dengan ammonia, akan terjadi larutan merah muda. Kocok
dengan etil asetat, maka lapisan etil asetat akan berfluoresensi merah kecoklatan (tiodak
spesifik).
d. Hangatkan perlahan-lahan sedikit (10 mg) fenasetin dengan 2 ml asam sul;fat hingga
mulai mendidih, dinginkan, tambahkan 2 ml air, akan terjadi bau etil asetat.
e. Didihkan 10 mg fenasetin dengan 1 ml asam nitrat, amati warnanya. Kemudian teteskan
1 tetes pada obyek gelas dan tambahkan 1-2 tetes air, periksa hablur di bawah mikroskop.
f. Larutkan 10 mg fenasetin dalam 1 ml aseton, teteskan pada obyek gelas. Tambahkan 1-2
tetes air, lihat kristalnya di bawah mikroskop.
g. Larutkan 10 mg fenasetin dalam 1 ml asam klorida teteskan pada obyek gelas.
Tambahkan beberapa tetes pereaksi dragendorf, lihat kristalnya di bawah mikroskop.

3. Parasetamol

a. 10 mg zat dilarutkan dalam 10 ml air dan ditambah 1 tetes larutan FeCl 3, akan berwarna
biru-violet.
b. 10 mg zat ditambah 1 ml NaOH 3 N dipanaskan, setelah ditambah 1 ml larutan asam
sulfanilat dan beberapa tetes larutan natrium nitrin, akan terjadi warna merah.
c. Didihkan + 100 mg parasetamol dalam 1 ml HCl pekat selama 3 menit, tambah 10 ml air,
dinginkan, tambahkan 1 tetes kalium bikromat, akan timbul warna violet yang tidak
berubah menjadi merah (coba kerjakan pada fenasetin).
d. Di atas lempeng penetes/drupple plat tambahkan serbuk parasetamol dengan HNO3 encer,
amati warna yang terjadi, hati-hati.