Anda di halaman 1dari 17

JASA KONSULTASI FEED

STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN


TERMINAL ASPAL CURAH
No. Dok. : SDPA-PS-10-002-A4
COMMISSIONING PROCEDURE Rev. : 0
Halaman : 1 dari 16

NAMA PEMILIK PROYEK : PT. PERTAMINA (PERSERO)

NAMA PROYEK : JASA KONSULTASI FEED STANDAR DESAIN


PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH

LOKASI : JAKARTA

NO. PROYEK : 1611217

NO. KONTRAK : 020/F20150/2016-S0

0 23-02-2017 Issued for Bid DNR RIM PDA


B 23-02-2017 Issued for Approval DNR RIM PDA
A 20-02-2017 Issued for Review RUL/DNR RIM PDA
DIPERIKSA DISETUJUI DIPERIKSA DISETUJUI
REV. TGL. DESKRIPSI DISIAPKAN
RE PERTAMINA
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 2 dari 16

DAFTAR REVISI

REV. TGL. DESKRIPSI


A 20-02-2017 Issued for Review
B 23-02-2017 Issued for Approval
0 23-02-2017 Issued for Bid
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 3 dari 16

DAFTAR ISI

1. UMUM 4
1.1. Latar Belakang 4
1.2. Tujuan 4
2. REFERENSI 4
3. ORGANISASI DAN TANGGUNG JAWAB 4
3.1. KONTRAKTOR 4
3.2. Commissioning Manager 4
3.3. Koodinator Disiplin 5
3.4. Supevisor Disiplin 6
3.5. QC Disiplin 6
3.6. Document Control 6
3.7. WITNESSED 6
3.8. PERUSAHAAN 7
3.9. VENDOR/SUPPLIER’S SPECIALISTS 7
3.10. Commissioning 7
3.11. Pre Start – Up Safety Review (PSSR) 7
4. PERSYARATAN UMUM 8
4.1. Persiapan Keselamatan Kerja 8
4.2. Persiapan Personel 8
4.3. Ketersediaan Peralatan dan Material 9
4.4. Ketersediaan Dokumen 9
5. PROSEDUR COMMISSIONING 9
5.1. Ruang Lingkup 9
5.2. Persyaratan Commissioning 9
5.3. Tahap-tahap Commissioning 10
5.3.1. Sistem IA Package 10
5.3.2. Sistem Water Treatment 10
5.3.3. Sistem HSD dan Boiler 11
5.3.4. Proses unloading Aspal Curah dan Sirkulasi Aspal 11
5.3.5. Proses Pengisian Aspal menuju Truk 13
5.3.6. Proses Pengisian Aspal menuju Kapal 14
6. SAFETY 15
7. LAPORAN 16
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 4 dari 16

1. UMUM
1.1. Latar Belakang
PT. PERTAMINA (Persero) Direktorat Pemasaran bermaksud membuat Standar Desain
Terminal Aspal Curah (TAC) dengan kapasitas 4 x 5.000 MT lengkap dengan sarana
fasilitas penerimaan, penimbunan dan penyaluran.

Guna mendorong pertumbuhan penjualan di wilayah dan meningkatkan daya saing


produk aspal Pertamina maka diperlukan adanya Terminal Aspal Curah yang dikelola oleh
Pertamina secara langsung dengan kemungkinan produk bersumber dari impor. Terminal
Aspal Curah tersebut mencakup sarana penerimaan, penimbunan berupa storage dengan
kapasitas 4 x 5.000 MT (serta konfigurasi tangki lainnya) serta sarana penyaluran dalam
kemasan curah terdiri dari backloading ke kapal dan penyaluran melalui tank truck.

1.2. Tujuan
Dokumen ini dipersiapkan untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur
commissioning yang merupakan salah satu lingkup pekerjaan dalam proyek FEED
Standar Desain Pembangunan Terminal Aspal Curah. Prosedur commissioning ini
dimaksudkan untuk memberikan langkah kerja dalam commissioning fasilitas terminal
aspal curah sehingga segala aktifitas dapat berjalan dengan aman.

2. REFERENSI
Dokumen berikut digunakan sebagai referensi dalam prosedur commissioning:
 Process Flow Diagram SDPA-DW-10-001~010-A3.
 Piping and Instrumentation Diagram SDPA-DW-10-011~027-A3.

3. ORGANISASI DAN TANGGUNG JAWAB


3.1. KONTRAKTOR
Pekerjaan akan dilakukan oleh tim yang terlibat di dalam pekerjaan konstruksi, disebut
juga sebagai KONTRAKTOR. Commissioning team terdiri dari electrical,
telecommunications, instrumentation, mechanical, piping, dan process.
Prosedur commissioning yang dibutuhkan harus sudah tersedia dan sesuai rancangan
secara detail. Ketika terdapat kontradiksi dengan prosedur dari vendor, perlu dijamin
sepenuhnya dari segi operabilitas, keselamatan dan keamanan, baik dari tiap komponen
maupun sistem yang terintegrasi dengan garansi dari vendor. Hanya prosedur yang telah
disetujui oleh PERUSAHAAN yang akan digunakan.

3.2. Commissioning Manager


Tanggung jawab pokok dari Commissioning Manager sebagai berikut:
 Membantu Project Manager mengatur koordinasi kegiatan commissioning.
 Berkoordinasi dengan staf commissioning dari PERUSAHAAN.
 Berkoordinasi dengan koordinator commissioning dari tiap disiplin dari
KONTRAKTOR.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 5 dari 16

 Berkoordinasi dengan Construction Manager, Procurement Manager,


Engineering Manager, dan Manager/Koordinator lainnya yang terkait dengan
pekerjaan commissioning.
 Menyiapkan prosedur rinci yang berhubungan dengan rencana commissioning.
 Menyiapkan rencana spesifik untuk commissioning proyek.
 Mengembangkan, menstandarkan, menjaga, dan mengendalikan prosedur
komunikasi dengan PERUSAHAAN untuk memastikan keakuratan dan
keefektifan jalur persetujuan.
 Mengembangkan, menstandarkan, menjaga, dan mengendalikan jadwal dan
kemajuan aktivitas.
 Berkoordinasi untuk melaksanakan Joint Punch List dengan PERUSAHAAN.
 Memastikan koordinator commissioning dari tiap disiplin mengirimkan
Mechanical Acceptance dari setiap sistem dan sirkuit alir sesuai tanggal yang
ditargetkan.
 Memastikan rencana memenuhi persyaratan keamanan.
 Berkoordinasi dengan PERUSAHAAN untuk menyaksikan program
commissioning.
 Berkoordinasi dengan PERUSAHAAN untuk mengidentifikasi persyaratan
pendampingan start-up.
 Berkoordinasi dengan koordinator dari tiap disiplin dan procurement untuk
merencanakan pendampingan teknikal vendor selama commissioning.
 Memastikan bahwa Acceptance Package terdokumentasi dan terkendali oleh
Document Control.

3.3. Koodinator Disiplin


Tanggung jawab pokok dari koordinator disiplin adalah sebagai berikut:
 Membantu Commissioning Manager pada Perencanaan
Commissioning/Penjadwalan dan Koordinasi.
 Koordinasi dengan counter part dari PERUSAHAAN
 Menyiapkan prosedur rinci untuk tiap aktivitas commissioning.
 Memastikan bahwa seluruh punch list selesai dan ditandatangani oleh
PERUSAHAAN sesuai tanggal yang ditargetkan.
 Memastikan peralatan dan material yang diperlukan selama aktivitas
commissioning tersedia di site.
 Memastikan rencana dapat diimplementasikan mengikuti persyartan keamanan
 Memastikan program penyaksian commissioning oleh PERUSAHAAN
terimplementasikan dengan baik.
 Berkoordinasi dengan Commissioning Manager untuk merencanakan
Pendampingan Teknikal Vendor selama , Commissioning.
 Komunikasi dengan Vendor Technical Assisstance tentang program
commissioning, peralatan dan material yang dibutuhkan.
 Memastikan Mechanical Acceptance dari setiap sistem terkirim sesuai tanggal
yang ditargetkan.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 6 dari 16

3.4. Supevisor Disiplin


Tanggung jawab pokok dari supervisor disiplin adalah sebagai berikut:
 Mengimplementasikan prosedur untuk setiap aktivitas dan commissioning yang
dibuat oleh koordinator disiplin
 Memastikan seluruh punch list terselesaikan sesuai tanggal yang ditargetkan.
 Memastikan peralatan dan material yang diperlukan selama aktivitas
commissioning tersedia di site.
 Mengimplementasikan rencana memenuhi persyaratan keamanan.
 Berkoordinasi dengan anggota dan mengawasi setiap aktivitas commissioning.
 Mendampingi Vendor Technical Assisstance selama Commissioning.
 Memastikan Mechanical Acceptance dari setiap sistem terkirim sesuai tanggal
yang ditargetkan.

3.5. QC Disiplin
Tanggung jawab pokok dari QC disiplin adalah sebagai berikut:
 Membuat punch list untuk pekerjaan internal dan yang bersama PERUSAHAAN
 Memastikan prosedur rinci untuk setiap aktifitas dan commissioning
terimplementasikan dengan baik
 Memimpin pembuatan punch list internal dan menyelesaikannya bersama
PERUSAHAAN.
 Memastikan bahwa seluruh punch list telah terselesaikan dan ditandatangani
PERUSAHAAN sesuai kesepakatan tanggal.
 Memastikan rencana commissioning diimplementasikan sesuai persyaratan
keamanan.
 Membuat Acceptance Package sesuai tanggal yang ditargetkan.

3.6. Document Control


Tanggung jawab pokok dari document control adalah sebagai berikut:
 Mengendalikan submittal dokumen dari Acceptance Package
 Membuat list keluar dan masuk dokumen Acceptance Package.

3.7. WITNESSED
PT. Pertamina (Persero) selaku PERUSAHAAN akan mengawasi, mengontrol aktifitas
commissioning. Dalam hal ini, mencakup penyusunan jadwal/schedule commissioning,
inspeksi dan tes yang diperlukan serta dokumentasi laporan akhir dengan persetujuan
PERUSAHAAN.
PT. Pertamina (Persero) bertanggung jawab atas keamanan, keselamatan dan kualitas
commissioning, dan start-up. Untuk menyelesaikan ini semua, aktifitas sampai
operational acceptance akan disupport sepenuhnya oleh KONTRAKTOR yang dipimpin
oleh commissioning manager.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 7 dari 16

3.8. PERUSAHAAN
Personil operasi dan pemeliharan dari PERUSAHAAN harus telah dibentuk sebelum
pelaksanaan pekerjaan commisioning untuk mengambil bagian dalam kegiatan lingkup
kerja KONTRAKTOR. Personil proyek dari PERUSAHAAN untuk kegiatan commissioning
juga telah dibentuk untuk melaksanakan aktivitas commissioning.
KONTRAKTOR dan PERUSAHAAN akan bersama-sama melaksanakan kegiatan dan
commissioning, tanpa mempengaruhi peran dan tanggung jawab masing-masing. Definisi
rinci integrasi personil PERUSAHAAN untuk aktivitas commissioning akan disepakati dan
diresmikan antara PERUSAHAAN dan KONTRAKTOR.

3.9. VENDOR/SUPPLIER’S SPECIALISTS


Vendor spesialis akan membantu tim dan commissioning saat diperlukan, dan
memastikan aktifitas commissioning sesuai dengan prosedur vendor. Jadwal/schedule
mobilisasi kedatangan vendor spesialis dibentuk sebelum dimulainya commissioning
untuk memastikan ketersediaan waktu mereka.

3.10. Commissioning
Commissioning adalah rangkaian aktivitas dalam rangka pengujian kemampuan /
kehandalan peralatan yang diinstal dan dioperasikan sesuai dengan desain yang telah
ditetapkan. Comissioning sendiri tidak terbatas pada proyek utuh seluruh fasilitas namun
juga meliputi modifikasi sebagian. Berbeda dengan pada tahapan dimana pengetesan
dilakukan di masing – masing alat secara terpisah, saat commissioning, pengujian
dilakukan dengan cara mengoperasikan seluruh sistem peralatan fasilitas dijalankan
secara bersamaan dan berhubungan satu sama lain. Hal-hal yang diperlukan antara lain:
 Memastikan fasilitas proses siap untuk commissioning ditandai dengan
completion document.
 Mempersiapkan dokumen HAZOP dan memastikan rekomendasi dari hasil studi
HAZOP sudah dilaksanakan.
 Mempersiapkan prosedur commissioning.
 Membuat dan melaksanakan Pre Start up Safety Review (PSSR).
 Membuat jadwal dan skenario/ sequence commissioning (start up hingga
performance test).
 Melaksanakan skenario commissioning dan memastikan sesuai dengan jadwal.
 Melakukan troubleshooting bila ada masalah proses.
 Memonitoring data – data operasional / data proses.
 Membuat perbandingan antara data proses, dan data desain sebagai hasil
performa alat.
 Membuat laporan commissioning kepada PERUSAHAAN hingga tercapainya
Operating Acceptance.

3.11. Pre Start – Up Safety Review (PSSR)


Pre start up safety review merupakan sebuah safety yang ditinjau dari sisi proses
operasi sebuah fasilitas. Artinya resiko yang ditelaah adalah dari sistem pemrosesan itu
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 8 dari 16

sendiri. Oleh karena itu penurunan resiko dengan melakukan tindakan preventif
ditujukan kepada sistem produksi Fasilitas. Pembahasan didalam PSSR diantaranya
adalah mark up P&ID, manpower readiness, monitoring logsheet, check list, cause &
effect, training, commissioning procedure, MSDS, dokumen Hazop dan JSA.
Seluruh dokumen ini dikumpulkan jadi dalam folder dokumen PSSR yang akan di-
review oleh pihak PERUSAHAAN yang kemudian akan diberikan approval sebagai
kesiapan start up.

4. PERSYARATAN UMUM
4.1. Persiapan Keselamatan Kerja
 Work Permit, Prosedur dan Task Risk Assessment, yang telah disetujui oleh
Area/Site Authority, harus dipahami oleh semua personil yang terkait dan berada di
lokasi kerja sebelum pelaksanaan pekerjaan
 Toolbox meeting/briefing dengan bagian terkait perlu dilakukan sebelum pekerjaan
dimulai.
 Fire extinguisher yang telah disesuaikan jumlahnya dengan resiko kebakaran yang
terjadi harus selalu tersedia selama pekerjaan commissioning.
 Pastikan manual sirene/alarm telah tersedia untuk memperingatkan pekerja pada
keadaan darurat.
 Pastikan agar potensi bahaya yang telah diidentifikasi saat Hazard Review sudah
ditutup sesuai rekomendasi HAZOP.
 Semua personil terkait harus menggunakan PPE yang memadai sesuai ketentuan
HSE, seperti: sarung tangan, sepatu safety, goggle, helm, dan sabuk pengaman bila
bekerja pada posisi ketinggian di atas 2 meter dari dasar lantai atau tanah sesuai
dengan standar HSE.
 Pada saat pelaksanaan commissioning, tim tanggap darurat beserta peralatan
penunjangnya sudah tersedia di lapangan.
 Pastikan terdapat radio atau alat komunikasi lainnya untuk komunikasi antar
personel commissioning yang terhubung pada frekuensi yang sama.
 Semua item point dan lokasi kerja harus teridentifikasi jelas.
 Lokasi kerja agar dibersihkan setelah pekerjaan selesai. Semua pekerjaan yang
telah selesai harus dilaporkan ke commissioning leader dan pihak operation sesuai
work permit.

4.2. Persiapan Personel


 Tim commissioning diharapkan dapat melakukan survei sebelum pekerjaan
commissioning dimulai agar lebih mengenal kondisi lapangan, lokasi peralatan,
valve, dan instrumentasi sekaligus untuk mengecek persyaratan pekerjaan
commissioning di lokasi. Tim commissioning harus bekerja sama dengan tim operasi
dari pihak PERUSAHAAN.
 Semua operator diharapkan sudah mendapatkan pelatihan tentang keselamatan
kerja, cara penggunaan peralatan, pengetahuan tentang MSDS (material safety data
sheet) dan pengamanan internal.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 9 dari 16

 Telah dilakukan penunjukan operator yang akan mengoperasikan setiap peralatan


sesuai struktur organisasi yang telah dibuat.

4.3. Ketersediaan Peralatan dan Material


Berikut peralatan yang harus tersedia di lokasi dan siap digunakan:
 Peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan seperti kunci inggris, handle valve, bak
penampung, non-sparking hammer, dan kunci-kunci dalam berbagai ukuran harus
ditempatkan pada area yg mudah dijangkau.
 Suplai bahan kimia yang digunakan untuk injeksi sudah tersedia dan siap
digunakan.
 Alat komunikasi harus sudah dipersiapkan dan disinkronkan frekuensinya.
 Seluruh peralatan spare part yang diperlukan saat pekerjaan.

4.4. Ketersediaan Dokumen


Dokumen-dokumen yang harus tersedia di control room sebagai referensi saat pekerjaan
commissioning, antara lain:
 Process Flow Diagram
 Piping & Instrumentation Diagram
 Operating Philosophy
 Commissioning Procedure

5. PROSEDUR COMMISSIONING
5.1. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pekerjaan commissioning pada Proyek FEED Standar Desain
Pembangunan Terminal Aspal Curah meliputi:
1. Sistem IA Package.
2. Sistem Water Treatment
3. Sistem HSD dan Boiler
4. Sistem Unloadng Aspal dan Sirkulasi Aspal
5. Sistem Loading Aspal menuju Truk
6. Sistem Backloading Aspal menuju Kapal

5.2. Persyaratan Commissioning


 Pekerjaan konstruksi telah selesai dilakukan pada semua sistem dengan semua
rekomendasi HAZOP dan temuan sewaktu inspeksi sudah dilaksanakan.
 Pekerjaan commissioning dapat dilakukan setelah mendapatkan sertifikat
mechanical completion dari Owner.
 Semua tagging telah terpasang pada masing-masing peralatan sesuai dengan P&ID
yang telah disetujui.
 Semua koneksi flange sudah dikencangkan.
 Sudah ada penunjukan tim commissioning untuk semua sistem.
 Semua Instruksi Kerja / SOP pada masing-masing peralatan telah tersedia di lokasi
dan disosialisasikan pada operator terkait.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 10 dari 16

 Temporary water supply sudah tersedia sebelum dioprasikannya water treatment


dengan koneksi air ke area chemical sudah tersedia.

5.3. Tahap-tahap Commissioning


Sistem utilitas seperti instrument air, service air, dan suplai air untuk servis agar di
operasikan terlebih dahulu. Selain itu, sistem perlindungan terhadap bahaya kebakaran
telah dipastikan dapat berfungsi dengan baik jika terjadi insiden saat commissioning.
Sistem pengolahan limbah harus sudah siap jika sewaktu-waktu terdapat air buangan
selama commissioning.
Tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan commissioning adalah sebagai berikut:

5.3.1. Sistem IA Package


Persiapan dan tahapan commissioning untuk area IA Package mengikuti prosedur
yang disediakan oleh vendor. Adapun untuk sistem perpipaan perlu dipastikan dalam
kondisi siap seperti posisi valve sesuai dengan yang tercantum pada P&ID.

5.3.2. Sistem Water Treatment


Persiapan commissioning untuk area water treatment adalah sebagai berikut:
No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastikan bahan kimia yang digunakan untuk sistem
water treatment sudah siap digunakan.
3 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
4 Pastikan temporary water supply sudah tersedia.

Tahap pelaksanaan aktivitas commissioning untuk area water treatment:

No. Aktivitas Oleh Catatan


1 Nyalakan pompa deep well.
2 Operasikan sistem water treatment ketika air di
dalam tangki transisi sudah pada level permissive
start.
3 Raw water tank diisi terlebih dahulu untuk
memberikan suplai air utilitas ke seluruh area dan
untuk sistem fire water.
4 Melakukan pressurize untuk sistem fire water.
5 Menjalankan pompa air utilitas.
6 Operasikan demineralized package untuk
memproduksi air demin.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 11 dari 16

5.3.3. Sistem HSD dan Boiler


Persiapan commissioning untuk area HSD dan Boiler adalah sebagai berikut:
No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastikan sistem grounding untuk tangki unloading
dapat berfungsi dengan baik.
3 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
4 Pastikan kantong pasir tersedia untuk
membersihkan jika terjadi tumpahan minyak.

Tahap pelaksanaan aktivitas commissioning untuk area HSD dan Boiler:


No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Sambungkan sistem grounding ke truk HSD
2 Sambungkan hose ke nozzle tangki truk HSD.
3 Posisikan drum pasir di bawah koneksi hose
dengan truk.
4 Buka valve pada pipa isap pompa supaya dan
biarkan HSD mengalir menuju pompa. Cek bacaan
pada indikator tekanan pada pipa isap pompa, jika
sudah menunjukkan angka lebih dari nol, maka
HSD sudah sampai ke rumah pompa.
5 Nyalakan pompa unloading untuk mengisi tangki
HSD.
6 Jika level tangki sudah pada permissive levelnya,
maka pompa transfer HSD dapat dioperasikan
untuk mentransfer HSD ke sistem boiler.

Tahapan persiapan dan aktivitas commissioning untuk boiler mengikuti prosedur yang
disediakan oleh vendor.

5.3.4. Proses unloading Aspal Curah dan Sirkulasi Aspal


Unloading aspal curah disuplai dari kapal. Unloading arm pada tahap awal
kemungkinan belum terpasang sehingga proses unloading dari kapal dilakukan
menggunakan hose. Dengan ukuran hose yang cukup besar, maka davit crane
diperlukan untuk mengangkat dan memindahkan hose. Tahap-tahap persiapan
proses unloading aspal adalah sebagai berikut:
No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 12 dari 16

No. Aktivitas Oleh Catatan


3 Steam trap sudah berada pada konfigurasi yang
tepat.
4 Semua valve suplai steam ke heat exchanger
maupun tracing dalam keadaan tertutup.
5 Pastikan davit crane mampu menahan beban hose
dengan melihat hasil weight test.
6 Steam sudah tersedia dari boiler.

Tahap-tahap proses unloading aspal curah adalah sebagai berikut:

No. Aktivitas Oleh Catatan


1 Panaskan sistem perpipaan steam dengan
membuka valve suplai steam dari boiler dengan
bukaan kecil.
2 Pressurize pipa header secara perlahan.
3 Buka steam tracing valve untuk memanaskan pipa
unloading aspal.
4 Sambungkan unloading hose ke koneksi di kapal
dengan bantuan davit crane.
5 Alirkan aspal ke tangki aspal curah ke dengan
debit yang paling rendah yang dimungkinkan
6 Monitor level pada tangki aspal
7 Jika level tangki sudah berada pada permissive
start pompa jet mix, maka pengisian tangki dapat
dilakukan dengan debit normal.

Sirkulasi aspal dari tangki diperlukan untuk menjaga suhu aspal homogen dan tetap
pada kemampuan mengalirnya. Sirkulasi aspal harus segera dimulai setelah level di
dalam tangki sudah mencukupi untuk operasi.

Tahap-tahap persiapan proses sirkulasi aspal adalah sebagai berikut:


No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
3 Steam trap sudah berada pada konfigurasi yang
tepat.
4 Valve suplai steam ke heat exchanger maupun
tracing untuk pipa sirkulasi dalam keadaan
tertutup.
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 13 dari 16

Tahap-tahap proses sirkulasi adalah sebagai berikut:


No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan level sudah berada pada permissive
startnya.
2 Buka steam tracing valve untuk memanaskan pipa
sistem sirkulasi, strainer pada pipa isap pompa jet
mix, dan pompa jet mix itu sendiri.
3 Pastikan aspal sudah mengalir menuju pompa jet
mix.
4 Monitor suhu aspal di dalam tangki.
5 Jika suhu aspal di dalam tangki lebih rendah dari
130oC, maka buka steam valve untuk
memanaskan aspal dengan heat exchanger.
6 Operasikan pompa jet mix dan alirkan aspal
kembali ke dalam tangki melalui jet mix nozzle.
7 Operasikan nozzle anti sedimentasi secara
bergantian sesuai dengan yang tertera di P&ID.
8 Mode otomatis diaktifkan untuk opening sequence
anti sedimentasi dan jet mix.

5.3.5. Proses Pengisian Aspal menuju Truk


Tahap-tahap persiapan proses loading aspal ke truk adalah sebagai berikut:
No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
3 Steam trap sudah berada pada konfigurasi yang
tepat.
4 Valve suplai steam ke tracing untuk sistem loading
dalam keadaan tertutup.
5 Pastikan drum pasir tersedia untuk membersihkan
jika terjadi tumpahan.

Tahap-tahap proses loading aspal ke truk adalah sebagai berikut:


No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Secara otomatis, Terminal Automation System
akan memilihkan tangki mana yang bisa digunakan
untuk aktivitas loading berdasarkan prinsip
penyimpanan First In First Out (FIFO). Selain itu,
secara manual operator dapat juga menentukan
tangki yang mana yang akan menjadi sumber
aspal untuk diisi ke truk. Pastikan level sudah
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 14 dari 16

No. Aktivitas Oleh Catatan


berada pada permissive startnya.
2 Catat level tangki yang akan diambil aspalnya.
3 Lakukan konfigurasi bukaan valve sesuai dengan
sumber aspal yang akan diambil dan untuk
keperluan loading ke truk.
4 Buka steam tracing valve untuk memanaskan pipa
dan pompa loading.
5 Kunci posisi truk dengan memberikan ganjalan
pada roda.
6 Sambungkan loading hose ke nozzle pada truk.
Posisikan drum pasir di bawah koneksi hose
dengan truk.
7 Sambungkan kabel grounding ke truk.
8 Pastikan aspal sudah mengalir menuju pompa
loading.
9 Masukkan nilai total aspal yang akan diisi ke truk
ke dalam Batch Control.
10 Nyalakan pompa loading untuk mengisi aspal ke
tangki truk.
11 Ketika nilai total jumlah aspal yang diisi ke truk
sudah mencapai angka yang diinginkan, maka
pompa akan otomatis mati dan shutdown valve
akan menutup

5.3.6. Proses Pengisian Aspal menuju Kapal


Tahap-tahap persiapan proses backloading aspal ke kapal adalah sebagai berikut:
No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Pastikan semua perpipaan, instrumentasi dan
kontrol, sudah siap untuk digunakan.
2 Pastian semua valve berada pada posisi yang
benar sesuai dengan urutan proses.
3 Steam trap sudah berada pada konfigurasi yang
tepat.
4 Valve suplai steam ke tracing untuk sistem
backloading dalam keadaan tertutup.
5 Pastikan kapal telah dalam posisi yang stabil

Tahap-tahap proses backloading aspal ke kapal adalah sebagai berikut:


No. Aktivitas Oleh Catatan
1 Secara otomatis, Terminal Automation System
akan memilihkan tangki mana yang bisa digunakan
untuk aktivitas backloading berdasarkan prinsip
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 15 dari 16

No. Aktivitas Oleh Catatan


penyimpanan First In First Out (FIFO). Selain itu,
secara manual operator dapat juga menentukan
tangki yang mana yang akan menjadi sumber
aspal untuk diisi ke kapal. Pastikan level sudah
berada pada permissive startnya.
2 Catat level tangki yang akan diambil aspalnya.
3 Lakukan konfigurasi bukaan valve sesuai dengan
sumber aspal yang akan diambil dan untuk
keperluan backloading ke kapal.
4 Buka steam tracing valve untuk memanaskan pipa
dan pompa backloading.
5 Sambungkan hose menuju koneksi yang tersedia
pada kapan
6 Pastikan aspal sudah mengalir menuju pompa
backloading.
7 Masukkan nilai total aspal yang akan diisi ke kapal
ke dalam Flow Comp.
8 Nyalakan pompa backloading untuk mengisi aspal
ke tangki kapal. Untuk alasan safety, kapal akan
diisi aspal dengan flowrate yang naik & turun
secara bertahap, sesuai perintah Flow Comp.
Kecepatan putaran pompa diatur oleh VSD yang
bekerja sesuai parameter yang sudah ditentukan
di Flow Comp.
9 Ketika nilai total jumlah aspal yang diisi ke kapal
sudah mencapai angka yang diinginkan, maka
pompa akan otomatis mati dan Digital Control
Valve akan menutup.

6. SAFETY
KONTRAKTOR melakukan semua dan commissioning sesuai dengan praktik terbaik dalam
konstruksi dengan prosedur safety yang disetujui oleh PERUSAHAAN.
Pada tahap konstruksi, overlapping dengan aktifitas commissioning akan terjadi,
KONTRAKTOR akan membuat prosedur rinci yang sudah terbukti untuk mengontrol interfaces
antar sistem “dalam operasi” dan sistem “dalam konstruksi”.
KONTRAKTOR termasuk bertanggung jawab dalam hal safety, health and environment plan,
berkaitan dengan kegiatan dan commissioning, minimal meliputi sebagai berikut:
 Pelaksanaan manajemen SHE
 Alat pelindung diri (personel protection equipment)
 Prosedur tag dan kelistrikan
 Prosedur inspeksi dan sistem audit
 Prosedur analisis keselamatan kerja
COMMISSIONING PROCEDURE SDPA-PS-10-002-A4
JASA KONSULTASI FEED Rev. 0
STANDAR DESAIN PEMBANGUNAN TERMINAL ASPAL CURAH Hal 16 dari 16

 Izin keselamatan kerja


 Sistem investigasi suatu insiden
 Rencana tanggap darurat

7. LAPORAN
Laporan pelaksanaan pekerjaan commissioning harus dibuat per hari dan diserahkan kepada
Manajer Commissioning. Laporan akhir agar diserahkan kepada PERUSAHAAN untuk
mendapatkan persetujuan dari pihak PERUSAHAAN.