Anda di halaman 1dari 2

5.

Edukasi dan Peran dokter keluarga


a. Edukasikan kepada keluarga pasien terutama orang tua bahwa si anak
mengalami sakit TBC paru dan kemungkinan tertular dari kakek yang
menjalani pengobatan OAT. Informasikan bahwa penularan TBC orang
dewasa melalui percikan ludah atau batuk yang kumannya terhirup oleh si
anak dan kuman dapat tetap hidup jika kondisi rumah lembab dan kurangnya
ventilasi. Oleh karena itu, edukasikan jika kontak dengan kakek baik
penderita (kakek) maupun anggota keluarga lainnya memakai masker untuk
mencegah terhirupnya bakteri penyebab TBC, ventilasi rumah harus cukup
dan kebersihan rumah harus terjaga karena bakteri TBC dapat mati dengan
sinar matahari.
b. Edukasikan kepada keluarga pasien, terutama orang tua untuk mengikuti
aturan paduan OAT sampai tuntas ( minimal selama 6 bulan non stop) untuk
mencegah komplikasi dan resistensi obat demi prognosis yang baik. Bagi
pasien kurang mampu dapat diarahkan ke puskesmas untuk mendapat
pengobatan TBC secara gratis dan setiap bulannya sebelum obat habis pasien
harus kontrol kembali ke puskesmas untuk mengingatkan pasien agar tidak
lalai minum obatnya sesuai aturan, konsultasi efek samping yang dirasakan
selama pengobatan, serta evaluasi adakah perubahan yang terjadi pada pasien.
Disamping pengobatan yang rutin, edukasikan untuk memberi makan dengan
gizi yang cukup pada si anak.
c. Peran keluarga sangat dibutuhkan khususnya dalam memberikan perawatan
baik secara fisik maupun psikososial, sebagai motivator dan edukator.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, pesan – pesan yang dikomunikasikan
kepada anggota keluarga pasien, yaitu :
a. Penyakit TBC, Suspect TBC diperkuat
b. TB dapat disembuhkan
c. Kesediaan pasien menjalani pengobatan
d. TBC Paru anak tidak menular, TBC paru dewasa menular melalui percikan
ludah.
e. Ventilasi rumah, cahaya, dan udara harus cukup.
f. Kesediaan melakukan pemeriksaan lanjutan
g. Kemungkinan yang terjadi selama pengobatan
h. PHBS pada pasien
Pencegahan TBC pada anak :
a. Imunisasi BCG kurang dari 2 bulan usianya
b. Ventilasi ruangan
c. Penggunaan masker
d. Meludah hendaknya di tempat yang seharusnya
e. Nutrisi yang baik untuk mencegah malnutrisi

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diagnosis dan Tatalaksana Tuberkulosis Anak.


Jakarta:IDAI. 2008.